MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 413-435 PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DAN PENGOLAHAN MENDUKUNG PENSEJAHTERAAN PETANI CABE MERAH AGRIBUSINESS AND PROCESSING DEVELOPMENT SUPPORTING RED CHILI FARMER PROSPERITY Roosganda Elizabeth Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Jl. Tentara Pelajar No. Cimanggu. Bogor Email: roosimanru@yahoo. (Diterima 25-07-2019. Disetujui 30-07-2. ABSTRAK Pengadaan bahan baku industri pengolahan cabe merah, mayoritas masih berasal dari pedagang/supplier. Cabe mulai pengadaan, pengolahan untuk memperoleh nilai tambah, hingga pemasaran hendaknya mampu mengantisipasi keterbatasan hak kelompok tani/gapoktan yang lebih banyak dibebani kewajiban. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dan mengemukakan peran dan manfaat cabe dalam proses pengolahan cabe merah hingga pemasaran produk hasil olahannya, terkait upaya akselerasi pengembangan industri pengolahan dan agribisnis untuk peningkatan kesejahteraan petani cabe merah. Manfaat kemitraan bagi kelompok tani adalah adanya kepastian pasar, dan keuntungan yang relatif stabil. Manfaat bagi pihak mitra adalah kepastian memperoleh bahan baku sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan. Pihak mitra tetap memberi kesempatan menjual ke pasar bebas apabila harga lebih baik. Perspektif pengembangan kemitraan masih sangat terbuka, antara lain disebabkan: . kedua belah pihak memperoleh manfaat yang saling . permintaan produk olahan semakin meningkat seiring dengan pertambahan usaha pengolahan merupakan peralihan raw material menjadi produk olahan yang berdayasaing tinggi yang mampu memenuhi tingginya tuntutan persyaratan produk olahan berkualitas dan higienis (GMP), serta terkait erat dengan peningkatan pendapatan dari perolehan nilai tambah produk yang diharapkan mampu mewujudkan dan kesejahteraan petani dan pelaku usaha produk olahan, mampu menciptakan lapangan kerja dan peningkatan minat tenagakerja muda di pertanian. Pentingnya mengubah mindset dan paradigma lama pertanian melalui pemberdayaan dan pengembangan cabe dalam pengolahan dan agribisnis produk olahan cabe merah diharapkan mampu memotori pengembangan industrialisasi dan perekonomian di perdesaan. Kata kunci: kelembagaan kemitraan, pensejahteraan, agribisnis, pengolahan, cabe merah ABSTRACT The procurement of raw materials for the red chili processing industry, the majority still comes from traders / suppliers. Chili starts procurement, processing to obtain added value, until marketing should be able to anticipate the limitations of the rights of farmers / gapotan groups that are more burdened with obligations. This paper aims to examine and express the role and benefits of chilli in the processing of red chillies to the marketing of processed products, related to efforts to accelerate the development of processing and agribusiness industries to improve the welfare of red chilli farmers. The benefits of partnership for farmer groups are the existence of market certainty, and relatively stable profits. The benefit for partners is the certainty of obtaining raw materials in accordance with the required specifications. The partner still gives the opportunity to sell to the free market if the price is better. The partnership development perspective is still very open, among others due to: . both parties obtain mutually beneficial benefits. demand for processed products increases along with population growth. processing business is the transfer of raw material into highly-processed processed products that are able to meet the high demands of quality and hygienic (GMP) processed product requirements, as well as closely related to the increase in income from the acquisition of product value that is expected to realize and prosper farmers and businessmen, able to create jobs and increase interest in young workers on PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DAN PENGOLAHAN MENDUKUNG PENSEJAHTERAAN PETANI CABE MERAH Roosganda Elizabeth The importance of changing the old mindset and paradigm of agriculture through the empowerment and development of chillies in processing and red chili processed agribusiness products is expected to be able to power the development of industrialization and the economy in rural areas. Keywords: partnership institutions, welfare, agribusiness, processing, red chili perdagangan meliputi berbagai tantangan PENDAHULUAN Cabe merah merupakan komoditi hortikultura unggulan yang mudah rusak dimaknai sebagai peluang untuk dapat dan musiman, sehingga harus segera terjual segera setelah dipanen. Untuk mencakup: . kokohnya pasar domestik memperpanjang masa dan daya tahan produk, supaya tidak hanya dibanjiri pakainya diperlukan proses pengolahan produk impor. penyediaan produk yang aman, higienis, berkualitas tinggi. Proses pengolahan . engawe- ta. tersebut juga untuk mengantisipasi . berlimpahnya cabe merah di musim panen raya . arga jual anjlo. dan sarana lingkungan (Elizabeth, 2. kelangkaan di musim lainnya . arga Dalam hal kontinuitas ketersediaan Akselerasi pengembangan bahan baku, menunjukkan pentingnya peran dan hubungan dengan penyedianya, agroindustri dalam: menambah kapasitas baik produsen . maupun supplier/ untuk memperbesar volume produksi pedagang dan akses pendistribusiannya. meningkatkan dan mengem- Keterkaitan bangkan hasil pertanian menjadi produk olahan yang lebih bernilai tambah dan stabilitas dan kontinuitas pasokan bahan Untuk baku . abe mera. antara produsen, mengubah paradigma dan pola pikir pedagang/supplier sebagai pemasok ke . bahwa sistem pertanian tidak Pemasaran konsumsi saja (Stringer, 2009. Spencer et al, 2009. Kasryno, 2. Pemasaran kritis dalam rantai bisnis berbagai produk MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 413-435 (Saptana et al, 2. , karena terbatas waktu dan lokasi pelaksanaan serta olahannya, terkait dalam upaya akselerasi bergantung peran pedagang pengumpul. pengembangan industri pengolahan dan Pemasaran agribisnis . elalui peran kelembagaan aktivitas kelembagaan, dimana aktivitas pemasaran dan perolehan nilai tamba. pemasaran tersebut bisa saja terdapat atau untuk peningkatan kesejahteraan petani tidaknya hubungan kerjasama/kemitraan cabe merah. penjual dan pembeli (Elizabeth, 2. Terkait pemasaran, perannya sebagai METODE PENELITIAN Tulisan ini merupakan pemaparan kelembagaan sarana dan wadah untuk melakukan aktivitas transaksi . ual/bel. perlu diberdayakan untuk mempermudah penelitian yang terkait dengan tujuan kemudahan memperoleh barang yang tambah beberapa produk olahan cabe merah yang dianalisis dengan metode nilai tambah Hayami yang manfaatnya Pemerintah hanya dapat sedikit untuk meningkatkan pendapatan petani menyediakan tempat bertransaksi berupa pasar . Namun, karena fungsinya Dikembangkannya pemberdayaan cabe dimaksudkan untuk menjamin kontinuitas diharapkan, mengakibatkan harga yang ketersediaan cabe merah sebagai bahan diterima petani masih rendah, dan harga yang diberikan industri relatif tinggi memberi bargaining position . estabilan dengan adanya peran supplier/pedagang penghasil cabe merah karena adanya maupun perantara. Salah satu alternatif jaminan terjualnya cabe merah produk panennya melalui hubungan cabe tersebut dengan industri pengolah dan pasar. Dalam proses penulisan juga mereview Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dan berbagai kajian dan literatur terkait yang mengemukakan peran dan manfaat cabe bertujuan untuk memperkaya wawasan seefektif dan dalam proses pengolahan cabe merah PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DAN PENGOLAHAN MENDUKUNG PENSEJAHTERAAN PETANI CABE MERAH Roosganda Elizabeth Pengaturan melalui SK Mentan No. 940/Kpts/OT. metode deskriptif kualitatif. 210/10/1997 tentang Pedoman Kemitraan HASIL DAN PEMBAHASAN Usaha Pertanian, yang mengemukakan Konsep dan Pengertian Kemitraan tentang pola-pola kemitraan usaha yang dapat dilaksanakan, antara lain pola: inti- Secara umum, kemitraan adalah jalinan kerjasama antar berbagai pelaku agribisnis, mulai dari tingkat produksi keagenan, atau bentuk-bentuk kemitraan sampai ke tingkat pemasaran. Terdapat sedikitnya 5 komponen bidang usaha mengindikasikan bahwa dalam kemitraan yang tercakup dalam agribisnis, yaitu terdapat unsur pelaku . etani vs industr. , bidang usaha: . yang menyediakan dan bentuk, dan tujuan. omoditas kemitraan antara perusahaan pertanian dengan pertanian rakyat didasarkan atas . Beberapa dagang umum. Lahirnya konsep kerjasama atau menyalurkan sarana produksi, alsintan. sub-kontrak, (Sinaga, industri pengolahan hasil pertanian . gro- Elizabeth, 2. , yaitu: . pemasaran berbagai hasil perbedaan dalam penguasaan sumberdaya . ahan dan kapita. antara masyarakat . erbankan, angkutan, asuransi, storage. (Elizabeth, 2. dengan masyarakat pertanian di pedesaan Menurut Undang-Undang No. , pengusaha mempunyai modal Tahun 1995, kemitraan adalah kerjasama dan pengetahuan, sedangkan petani di sisi lain orang desa dikategorikan mempunyai menengah atau besar dengan memperha- lahan dan tenaga kerja, namun kurang tikan prinsip saling membutuhkan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan. adanya perbedaan Republik sifat hubungan biaya per satuan output Indonesia No. 44 Tahun 1997 tentang dengan skala usaha pada masing-masing Kemitraan, subsistem dari sistem agribisnis, dimana usaha tetap diarahkan dapat berlangsung dalam subsistem usahatani, skala kecil lebih efisien atau sama efisiennya dengan Peraturan Pemerintah norma-norma MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 413-435 skala usaha besar, karena sifat hubungan pertanian dijumpai sedikitnya tiga pola biaya per satuan output dengan skala kemitraan usaha, yaitu: . kemitraan usaha bersifat tetap . onstant cost to yang berkembang mengikuti jalur evolusi scal. , sementara itu dalam subsistem sosio budaya atau ekonomi tradisi. pemasaran, pengolahan dan pengadaan kemitraan program pemerintah saprodi, skala usaha besar lebih efisien dikaitkan dengan intensifikasi pertanian. dari pada skala kecil, karena sifat dan . kemitraan yang tumbuh akibat hubungan biaya per satuan output dengan perkembangan ekonomi pasar (Kasryno skala usaha bersifat menurun . ecreasing al, 1994 dalam Elizabeth, 2014. cost to scal. Terdapat Analisis Nilai Tambah Cabe merah merupakan salah satu pengusaha dan petani/kelompok tani, beberapa wilayah di Indonesia. Usahatani . Perusahaan Inti, ketekunan, keuletan dan modal yang produksi, kredit, pengolahan hasil dan pemasaran hasil bagi usahatani yang usahatani tanaman pangan lainnya, yang usahatani yang dimilikinya sendiri. tersebut terhadap serangan hama penyakit Perusahaan Pengelola, yang melakukan dan iklim yang ekstrim (Uhan, 1996. Soetiarso, 1. Peran penting industri pengolahan untuk menghasilkan produk pengolahan dan pemasaran hasil bagi cabe merah olahan yang memiliki nilai usahatani yang dibimbingnya, tetapi tidak tambah yang berdayasaing, diharapkan menyelenggarakan usahatani sendiri. paradigm lama pertanian bahwasanya Perusahaan Penghela, bimbingan dan pemasaran hasil tanpa pertanian Indonesia masih relatif lemah, melayani kredit, sarana produksi dan juga karena hanya mengandalkan keunggulan komparatif dari kelimpahan sumberdaya Sementara alam dan tenaga kerja tak terdidik . ost PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DAN PENGOLAHAN MENDUKUNG PENSEJAHTERAAN PETANI CABE MERAH Roosganda Elizabeth driven facto. , sehingga produk yang pengolahan, pengembangan kelembagaan dihasilkan didominasi oleh produk primer ketenagakerjaan dalam bentuk pembinaan yang bersifat natural . esources-based dan unskilled-labor intensiv. (Elizabeth. Ekspor produk pertanian primer . aw materia. secara bertahap beralih ke produk olahan dengan berbagai perbaikan pemasaran produk olahan. SDM Tabel 1. Analisis Nilai Tambah Agroindustri Cabe Merah, 2017 Rumus Nilai Tambah VARIABEL Abon Cabe NILAI TAMBAH Cabe Pedagang Giling Merah Output. Input dan Harga Output (Kg/period. Bahan Baku (Kg/period. Tenaga Kerja (HOK/period. Faktor Konversi (Kg output/Kg bahan bak. Koeefisien tenaga kerja (HOK/Kg Bahan bak. Harga output (Rp/K. Upah rata-rata tenaga kerja (Rp/HOK) Pendapatan dan Keuntungan Harga bahan baku (Rp/K. Sumbangan input lain (Rp/K. Nilai output (Rp/K. Nilai tambah (Rp/K. Rasio Nilai Tambah (%) Imbalan tenaga kerja (Rp/K. Bagian tenaga kerja (%) Keuntungan (Rp/K. Tingkat Keuntungan (%) Balas Jasa dari Masing-masing Faktor Produksi Margin (Rp/K. Imbalan tenaga kerja (%) Sumbangan input lain (%) Keuntungan (%) 15 RC Rasio Sumber: Data Primer Diolah, 2017 Dengan mengamati Tabel 1, yang D = A/B E = C/B J = DxF K = J-I-H L% = (K/L)x100% M = ExG N% = (M/K)x100% O = K-M P% = (O/J)x100% Q = (J-H) R% = (M/Q)x100% S% = (I/Q)x100% T% = (O/Q)x100% U = J/(H I M) menyajikan analisis nilai tambah usaha . agroindustri cabe merah, dapat diketahui peningkatan pendapatan yang diperoleh menguntungkan berdasarkan nilai R/C MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 413-435 rasio > l. Bahkan bila proses pengolahan lebih tinggi diprediksi nilai R/C ratio adanya permintaan tinggi pasar ekspor akan jauh lebih besar dari satu. untuk kombinasi cabe merah segar, cabe . Dengan merah kering, cabe merah beku, dan Analisis nilai tambah dari berbagai produk olahan cabe merah lainnya, diprediksi mampu menghasilkan nilai tambah yang menguntungkan bahkan menempati tempat teratas dibanding cabe fantastis (Tabel 1, nilai R/C ratio 3,16 merah keriting dan cabe merah rawit untuk produk olahan abon cabe. 2,35 (Rukmana dan Oesman, 2005. Santika, untuk cabe giling. dan 1,63 jika langsung jual pedagang . anpa pengolaha. Hal mencermati indikator permintaan pasar, maka pengembangan agribisnis cabe merah harus diarahkan pada sasaran pertambahan nilai bila dilakukan usaha pemenuhan kebutuhan pasar . an mitr. pengolahan lanjutan. yang mencakup konsumen rumahtangga. Oleh lembaga . nstansi, rumah sakit, hotel. Pemasaran Merah Agribisnis restora. dan industri pengolahan bahan Cabe makanan serta ekspor, merupakan sasaran Usahatani cabe merah merupakan yang menjadi arah tujuan pengembangan usahatani yang berisiko cukup tinggi, industri pengolahan . dan yaitu risiko kegagalan karena tinggi dan agribisnis cabe merah. sensitifnya terhadap serangan hama dan Petani sebagai produsen berperan penyakit dan risiko anjloknya harga. penting pada sistem cabe dan agribisnis Selain itu. usahatani cabe merah juga cabe merah yang secara tidak langsung membutuhkan dana investasi yang cukup menjadi bagian dari aktivitas bisnis di sisi tinggi pada proses produksinya. Rata-rata ketersediaan, dalam rangkaian proses biaya investasi usahatani cabe merah produktif mulai dari penyedia input, budidaya, pemasaran hasil panen dan (Dinas distribusi hingga sampai ke konsumen Pertanian TPH Provinsi Lampung, 2. Meski akhir (Marimin, 2007. Diana, 2. Penerapan metode pengembang- diperoleh dari penjualan produksi panen an cabe setiap pelaku usaha . usahatani cabe merah jika berhasil adalah PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DAN PENGOLAHAN MENDUKUNG PENSEJAHTERAAN PETANI CABE MERAH Roosganda Elizabeth sebuah rangkaian utuh dari aspek hulu keterkaitan dan integrasi yang lebih kuat sampai hilir (FAO, 2012. Kemenkeu. Keterkaitan meningkatkan daya saing dari sub sektor lengkap dikemukakan dalam ilustrasi komoditi yang bersangkutan atau sub pada Gambar 1. sektor potensial dapat dilihat sebagai Pedagang Saprodi Petani Pedagang Pengumpul Pelaku Usaha Produk Olahan: pabrik. IRT. Pedagang Besar Pelaku Pemasaran Produk olahan: distributor: agen. Pedagang Gambar 1: Ilustrasi Keterkaitan Institusional dan Koordinasi antara Pemasok. Produsen. Pedagang. Pelaku Usaha Produk Olahan. Serta Pemasaran dan Distributor, hingga Konsumen Akhir. (Sumber: Data Primer diolah. Gambar 1 menggambarkan profil rantai nilai berdasarkan jenis kegiatan terlebih ketika terjadi penurunan harga setiap pelaku usahatani, dimana setiap cabe merah yang sangat signifikan/drastis aspek memiliki kelembagaan pasar dan . Hal tersebut dikarenakan cabe Para pelaku cabe mempunyai peran masing-masing dalam meningkat- Pada kan nilai tambah produksi cabe merah. Pada sub sistem hulu terdapat aktivitas (Rukmana, 2005. Siddik, 2. di antara pemasok, produsen, pedagang, pasokan cabe merah merah di pasar kelembagaan institusional dan koordinasi yang dilakukan oleh pedagang saprodi tersebut dapat mendorong produktivitas yang mencakup penyediaan benih cabe dan pendapatan para petani. Namun, di Keberadaan pedagang saprodi sangat rangkaian tersebut adalah tidak dapat Konsumen Akhir MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 413-435 penting terkait usaha tani cabe merah bahan baku cabe merah industri . membutuhkan input produksi yang tepat Pedagang pengumpul dan pedagang besar waktu, mutu, jenis, jumlah dan harga. juga mendistribusikannya ke berbagai Penggunaan input yang tidak tepat akan wilayah lain yang membutuhkannya. Selanjutnya merah sehingga tidak efisien (Soetiarso. Pada pedagang besar penerima pasokan di subsistem produksi terdapat aktivitas wilayah mereka . erkait distribusi dan petani cabe merah yang berperan sebagai Suryaningsih, produsen dalam proses budidaya dan Bermacam pola kemitraan yang menentukan hasil produksi cabe merah. dapat dijalankan, misalnya: . Kontrak Kualitas cabe merah ditentukan oleh langsung dengan kelompok tani, . teknik budidaya yang diterapkan oleh Kontrak dengan grower, selanjutnya petani serta penggunaan input yang tepat, grower bermitra dengan petani. Kontrak dengan investor, selanjutnya yang optimal dengan biaya budidaya investor yang kontrak dengan kelompok Kemitraan kelembagaan pada aspek (Uhan. Pada subsistem antara . iddle/tenga. hingga kemungkinan belum pernah memberikan pengumpul dan pedagang besar cabe bantuan modal kepada petani, kecuali merah . aik yang berasal dari dalam dalam jumlah terbatas sekali seperti bibit yang dibayar setelah panen . Walaupun pelaku usaha produk olahan. Hal ini lebih kemitraan akhirnya mengundang investor untuk masuk dalam pembiayaan sarana keseragaman . entuk dan kualita. sesuai Dalam upaya mencari partner perusahaan industry menawarkan/bidding industri pelaku usaha produk olahan serta melalui sejumlah media yang memuat kontinuitas pasokan bahan baku. Pada informasi pertanian sehingga diharapkan subsistem ini, pedagang pengumpul dan memperoleh pelaku usaha terkait dengan pedagang besar merupakan, berfungsi cabe merah yang dibutuhkan si pelaku dan berperan serta bertindak supplier Dari pola kemitraan yang ada, merupakan pelaku utama pemasok untuk PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DAN PENGOLAHAN MENDUKUNG PENSEJAHTERAAN PETANI CABE MERAH Roosganda Elizabeth diberlakukan berbagai ketentuan sebagai untuk meningkatkan kwalitas produk persyaratan, seperti harga kontrak yang cabe merah petani adalah perlu adanya didasarkan pada biaya pokok ditambah perbaikan mutu benih dan teknologi. Beberapa Harga kontrak cabe . ranko pabri. dari tahun ke tahun selalu kelompok tani seperti: Menanam cabe mengalami peningkatan, meski dengan merah besar sesuai spesifikasi dalam kenaikan harga yang terus menerus setiap jangka waktu perjanjian selama satu tahun sebetulnya menjadikan cabe merah kurang kompetitif dan bisa lebih mahal melakukan transaksi jual beli cabe merah dari harga impor produk cabe merah besar dengan pihak lain tanpa persetujuan olahan luar negeri yang diimpor terutama dari negara China dan India. kewajiban yang telah ditentukan. Cabe Tidak daerah/dinas yang dapat dibeli sesuai spesifikasi. terkait dalam kemitraan masih relatif Jumlah cabe yang dikirim pada masa Dalam menjalin kemitraan pelaku kelebihannya dapat dijual ke pasar/ berhubungan dengan petani, kelompok kelompok tani/pedagang dengan harga Menjalin berdasarkan kesepakatan kedua belah kerjasama dengan dinas untuk transaksi Kewajiban pelaku industri sebagai kesulitan karena instansi pemerintah mitra, misalnya: Melakukan pembelian cabe merah besar dengan harga yang perusahaan jika melibatkan dinas untuk disepakati sesuai grading dan sortir. proses transaksi meningkatkan biaya. Wajib membeli semua produksi yang dihasilkan kelompok tani (KT) dengan Peran LSM. Dari Sedang Padahal dari perusahaan tidak ada alokasi untuk pembiayaan pembayaran dilakukan paling lama tiga Selain itu, keterlibatan pihak minggu setelah barang diterima. Dalam lain mungkin juga akan menambah panjang rantai pemasaran. Permasalahan melibatkan investor pemasok saprodi, juga muncul karena tidak sinkronnya sehingga sarana input disediakan oleh harga di tingkat pabrik dan di petani. investor, yang meliputi bibit, pupuk Saran untuk mendapat prioritas utama kimia, pupuk kandang maupun obat- . MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 413-435 obatan, pestisida, bahkan biaya garap Memperoleh pengolahan lahan hingga biaya tanam. Sistem pembayarannya dilakukan pada penanganan pasca panen. Risiko saat produksi hasil panen dipasarkan, kerugian lebih rendah. Sementara itu, biaya-biaya keuntungan bagi pelaku industri antara lain adalah dapat memperoleh bahan penyedia input dengan mitra pelaku baku sesuai dengan spesifikasi yang industry/pedagang. Meski Dengan bimbingan teknik budidaya, penanganan anggota kelompok tani menggantungkan pasca panen modal, petani dapat memproduksi cabe penyedia saprodi, tetapi ada yang hanya yang berkualitas. Beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam pengembangan untuk obat-obatan maupun pestisida yang kemitraan, antara lain: . Hak dan kewajiban antara mitra dan KT sebaiknya dibandingkan dengan jumlah penggunaan setara, jangan sampai KT hanya dibebani biaya input lainnya, dimana harga setiap dengan kewajiban yang memberatkan. jenis obat dan pestisida terus mengalami . Terkait dengan harga yang fluktuatif kenaikan setiap saat dan secara umum . oefisien variasi harga cabe relatif sangat memberatkan para petani yang tinggi, di atas 50%), sebaiknya ada mengusahakan komoditas cabe merah, klausul bahwa kalau harga di pasar 50% lebih tinggi dari harga kontrak, maka dan kemudahan akses harga kontrak perlu dievaluasi kembali. pestisida dan obat-obatan cukup tinggi. Peran pemerintah perlu ditingkatkan, penanaman sesuai varietas yang diminta. untuk mendorong pemberdayaan KT Dalam Dalam KT. merah antara KT dengan pelaku industri. Menghilangkan anggapan bahwa campur kedua belah pihak saling diuntungkan. Keuntungan bagi KT/petani adalah: . merupakan biaya bagi pihak mitra. Adanya kepastian pemasaran hasil dan keuntungan relatif stabil. Memperoleh penanganan pasca panen masih dilakukan . PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DAN PENGOLAHAN MENDUKUNG PENSEJAHTERAAN PETANI CABE MERAH Roosganda Elizabeth oleh petugas dari grower/pelaku industri, dan pengolahan produk . belum melibatkan penyuluh secara aktif. Kemenperindag, dan peningkatan (Elizabeth, 2. Pemerintah hendaknya . yang berdayaguna berusaha di perdesaan. Sebagai penghela berhasilguna serta ke arah peningkatan diharapkan mampu menciptakan berbagai merupakan upaya pemberdayaan dan Sementara diperlukan (Elizabeth, 2. Program usahatani hingga pasca panen mutlak pelaksanaan pembangunan pertanian di yang berteknologi inovatif mulai dari Sementara itu, dalam perencanaan dan Terutama untuk tercapainya SDM petani kepada produk dengan para pelaku usaha tersebut. melaksanakan program pemberdayaan kabupaten adalah dinas-dinas yang terkait secara serius dan berkesinambungan domestik maupun luarnegeri melalui kelembagaan kemitraan yang menangani didistribusikan kepada konsumen, baik pengembangan dan penguatan jaringan olahan berbahan baku cabe merah yang merah salah satunya dapat dicapai dengan kualitas dan nilai tambah komoditas cabe pelaku usaha . elaku sahatani/petani. Kelembagaan Kemitraan Agribisnis dan Pengolahan Pengembangan Kementan produk pertanian dan produk olahannya, perdesaan, serta mampu menciptakan pengembangan kelompok tani/Gapoktan dan petugas penyuluhan (PPL dan POPT) Beberapa pengembangan agribisnis dan pengolahan (Elizabeth, 2. , meliputi: . belum Berbagai kelembagaan kemitraan dari program kebijakan terkait agribisnis MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 413-435 karena masih kecil dan terbatasnya . ingkat partisipasi masyaraka. , maupun peranan atau fungsi . embagian kerja . kualitas SDM dan belum professional. secara organi. sarana dan prasarana belum memadai. Terdapat rendahnya jaminan mutu dan kontinuitas dalam pengembangan agribisnis dan cabe . bahan baku. pemasaran merah di perdesaan, yaitu: . aglomerasi perusahaan . peningkatan nilai industri pengolahan pertanian belum tambah . alue adde. dan mata rantai memenuhi persyaratan pasar, khususnya nilai . alue chai. jaringan pemasok pasar internasional. belum adanya infrastruktur ekonomi fisik dan non fisik berkembangnya agroindustri di dalam (Elizabeth, 2. Pemberdayaan dan Penguatan jaringan kelembagaan agroindustri adalah: tenaga kerja (SDM) menangani teknologi pengolahan produk dengan pemberdayaan masyarakat tani merupakan salah satu faktor penting dan utama dalam agroindustri di perdesaan (Elizabeth. Jika sistem kelembagaan, terutama terwujudnya agroindustri, serta untuk masyarakat perdesaan. Kelembagaan di maupun investasi tidak akan mampu perdesaan dapat dikategorikan dalam: menjadi Aumesin penggerakAy kemajuan administrasi lokal. pemerintah lokal. ekonomi yang tangguh (Saptana, 2004 organisasi/kelembagaan lokal, kerjasama Untuk usaha, pelayanan dan bisnis swasta menumbuhkan ekonomi perdesaan perlu . yang dapat diintegrasikan ke dalam pasar baik lokal, regional dan masyarakat dan kelembagaan sebagai global (Uphoff, 1992. Elizabeth, 2008 jaringan yang efisien . aik dari aspek dalam Elizabeth, 2. Elizabeth, struktur/konfigurasiny. PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DAN PENGOLAHAN MENDUKUNG PENSEJAHTERAAN PETANI CABE MERAH Roosganda Elizabeth Pelaksanaan . elembagaan KT dan gapokta. pemberdayaan kelembagaan pemasaran Untuk merupakan aspek program pembangunan komoditi pada sisi usahatani/produsen, . (Supriyati et al, 2. , pemerintah sudah seharusnya berupaya keras untuk memfasilitasi kerjasama pedagang pengumpul yang secara aktif/ perusahaan . elaku usah. yang terkait mendistribusikan ke wilayah di dalam/ saprodi, sehingga kebutuhan saprodi luar daerah, yang dapat mengakibatkan pertanian dapat dipenuhi tepat waktu, defisit pasokan di wilayah usahataninya. tepat mutu dan jumlah, tepat harga serta Di bidang cabe pemasaran, dibutuhkan tepat jenis, hingga ke hilir. Peningkatan dan pengembangan akses petani terhadap informasi harga jual hasil panen. Para fluktuasi harga tersebut dimana ketika petani sebaiknya mengetahui harga jual harga komoditi di pasar mengalami cabe merah sebelum memutuskan untuk kenaikan maka selisih kenaikan harga menjual hasil panennya. Informasi yang tersebut dibagi secara proporsional antara KT mitra dengan perusahaan pengumpul. pengumpul atau melihat perkembangan Sedangkan pada saat harga anjlok petani harga di pasar. Pada saat panen umumnya memperoleh perlindungan nilai komoditi petani mencari informasi harga di tingkat dengan harga pembelian sesuai dengan pedagang setempat dan sesama petani. Tantangan yang dihadapi Pencarian informasi harga dilakukan petani dalam interval waktu . isalnya, pemasaran tersebut adalah penumbuhan seminggu sekal. Dari sisi pembiayaan, petani umumnya menggunakan modal sendiri untuk usahatani. Fenomena relatif Kepentingan masing-masing petani yang sekaligus peluang dalam penyadaran jaminan kredit, terlihat pada relatif MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 413-435 Hubungan banyaknya petani yang meminjam pada pedagang pengumpul . ekitar 70%) dan kemitraan kelembagaan yang terbentuk pedagang saprodi . ekitar 25%) sebagai modal usahatani, meliputi benih, pupuk. Petani menguntungkan bagi perbaikan kualitas mengembalikan seluruh pinjaman setelah ketenagakerjaan (SDM) petani, yang keuntungan sesuai dengan kesepakatan perancang pembangunan . op dow. , centrally planned economies (Kozminski. Petani pembiayaan dari pedagang pengumpul Elizabeth, pemasaran sehingga tidak dapat menjual berkembang dan tidak mengakar pada hasil panennya pada pedagang lain. adat, kebudayaan dan local knowledge Kebijakan Untuk pengembangan agroindustri di perdesaan memperbaiki kondisi tersebut diperlukan terutama untuk mendorong terciptanya kelembagaan tradisional, yang dimulai (Kemenko Ekuin, 2. Pengembangan dari masyarakatnya agar menjadi esensial untuk mencapai kesinergisan optimum dalam penciptaan nilai tambah . alue dalam aktivitasnya di tingkat lokal. , penyerapan dan produktivitas kelembagaan seperti tenaga kerja dan dan memudahkan petani pasar (Elizabeth, 2. perlu disertai oleh program yang langsung menuju ke agroindustri (Elizabeth, 2. Dengan sasaran . umah tangga petani sebagai rural development sehingga menjadi satu mengkaji pengembangan agribisnis dan komprehensif, yaitu rural-agroindustrial agroindustri di perdesaan, dalam rangka terciptanya struktur perekonomian yang seimbang di perdesaan. Berbagai sasaran PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DAN PENGOLAHAN MENDUKUNG PENSEJAHTERAAN PETANI CABE MERAH Roosganda Elizabeth seperti: terciptanya nilai tambah dan pencapaian berbagai upaya tersebut di lapangan kerja, terserapnya sejumlah tenaga kerja, peningkatan pengetahuan berkembang dan meningkatnya kualitas dan ketrampilan SDM dalam teknologi dan kuantitas produk olahan padi dan pengolahan, terbukanya peluang usaha Seiring hal tersebut, tentunya pertanian, meningkatnya akses terhadap informasi di luar desa, mampu memotori kesejahteraan petani pada umumnya dan industrialisasi pedesaan, meningkatnya petani padi pada khususnya. Titik lemah perekonomian Indonesia salah satunya pembagian dan penyebaran pendapatan, adalah belum optimalnya pergerakan di peningkatan penerimaan devisa, serta perbaikan kelembagaan pasar sehingga Nomor jangkauan pemasaran (Elizabeth, 2. Lahirnya Tahun Perindustrian. Masih relatif banyaknya produk Undang-Undang Tentang olahan berbahan baku hasil pertanian sebagai suatu penegasan bahwa sistem industri nasional secara substantif telah diantisipasi dan dibenahi oleh berbagai memberikan arah pengaturan yang benar pihak terkait, terutama sebagai upaya tentang pentingnya pembangunan sektor industri berbasis sumberdaya alam (Fafki. Membanjirnya produk luar negeri mengembangkan usaha dari hasil panen Demikian perbaikan mutu dan effisiensi produk, serta diikuti oleh meningkatkan rasa memperluas lapangan kerja dalam rangka bangga dan kecintaan terhadap produk Dalam upaya pengembangan olahan (Marimin, 2. Perlunya untuk MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 413-435 dibutuhkan peningkatan effisiensi dan mutu produk melalui perbaikan sistem Pengimplementasiannya produksi, pasca panen dan pengolahan (GAP dan GMP). pengembangan pengelolaan sumberdaya Sistem (Kemenkeu. Hal tersebut juga membuat bangsa agribisnis dan marketing diarahkan untuk Indonesia mewujudkan sistem pertanian industrial melepaskan diri dari jebakan paradox of berdayasaing. Hal tersebut membutuhkan plenty . ondisi dimana suatu negara yang beberapa dukungan kebijakan yaitu: . kaya sumberdaya alam tetapi rakyatnya Pembangunan miski. (Fauzi, 2. berangsur-angsur Dalam perspektif hukum/regulasi meliputi pembangunan dan rehabilitasi dan kebijakan, sejatinya pemerintah telah Jawa, mempunyai satu sikap politik ekonomi pencegahan konversi lahan terutama di untuk membangun kemakmuran bangsa Jawa, pengembangan jalan usahatani dan terutama di masa yang akan datang jalan produksi serta infrastruktur lainnya. (Kemenko . kebijakan/regulasi Kebijakan Ekuin, mengembangkan lembaga keuangan yang adalah langkah strategis untuk mengolah lembaga keuangan mikro, pembiayaan produk pertanian . sebagai pola syaraiah, dan lainnya. Kebijakan hasil sumberdaya alam strategis dan ekonomi makro yang kondusif, yaitu harus ditempuh dengan memperkuat inflasi yang rendah, nilai tukar yang proses akhir sekaligus awal di sektor stabil dan suku bunga riil positif. agroindustri, serta memperkuat posisi Kebijakan tawar berbagai produk olahan berbasis memfasilitasi kelancaran pemasaran, baik pertanian tanaman pangan Indonesia, di pasar dalam negeri maupun ekspor. baik di pasar regional maupun di pasar Berbagai regulasi/kebijakan industriali- dunia . Usaha agroindustri Berbagai ditempuh untuk memperkuat posisi tawar pendapatan sebagian besar penduduk dan meningkatkan dayasaing berbagai . eiring dengan berkembangnya sektor produk olahannya di pasar regional dan PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DAN PENGOLAHAN MENDUKUNG PENSEJAHTERAAN PETANI CABE MERAH Roosganda Elizabeth pekerjaan dan tempat berusaha, yang yang lebih memprioritaskan anggaran untuk sektor pertanian dan sektor-sektor perolehan pendapatan dan mewujudkan . Perhatian pemerintah daerah pada pembangunan pertanian Implementasi akselerasi agroindustri dan tercapainya mendukung pencapaian dayasaing produk dan percepatan pembangunan pertanian di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan pungutan yang mengurangi dayasaing revitalisasi kegiatan agroindustri sebagai pertanian, serta alokasi APBD yang tindakan terobosan dan strategi serta Pengembangan mempunyai multi utility . euntungan (Kasryno, 2013 dalam Elizabeth, 2018. , yaitu: . sebagai promosi ekspor Selain itu, untuk melindungi sektor . pertanian dari persaingan di pasar dunia menciptakan nilai tambah pertanian, . dalam rangka mendukung keberhasilan menciptakan lapangan kerja industri, dan . diperlukan beberapa kebijakan, yang Terkait dengan hal tersebut, peningkatan antara lain meliputi: . memperjuangkan nilai tambah produk pertanian merupakan konsep Strategic Product (SP) dalam salah satu target utama Kementerian forum WTO. penerapan tarif dan Pertanian dalam rangka pengembangan hambatan non-tarif untuk komoditas pertanian yang dianggap sangat sensitif. tersebut dilaksanakan antara lain melalui . Kebijakan pengembangan industri yang lebih menekankan pada agroindustri skala kecil di perdesaan dalam rangka peningkatan produk olahan berbasis hasil pertanian dan bertujuan ekspor untuk . Kebijakan Kebijakan investasi yang kondusif untuk lebih perdagangan luar negeri. Seiring dengan mendorong minat investor dalam sektor berkembangnya sektor pertanian primer, . Pembiayaan pembangunan MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 413-435 sebagai sumber pendapatan sebagian agar posisi tawar meningkat, dan. dikomplemenkan dengan pembenahan pekerjaan dan tempat berusaha, yang struktur dan efisiensi pemasaran sehingga diharapkan dapat mengurangi kemiskinan daya beli petani dan buruh tani dapat (Hadi, 2. Di sisi lain timbul berbagai ditingkatkan dan upaya yang bersifat permasalahan terkait belum atau tidak inklusif dan integratif dalam peningkatan Perlunya mengolah, sehingga sangat diperlukan kajian mendalam terkait pengembangan agroindustri dalam rangka peningkatan peningkatan produksi dan produktivitas serta kesempatan bekerja dan berusaha di pengembangan pasar ekspor . bidang industri produk olahan berbasis (Ridwan, 2. hasil pertanian . gribisnis produk olahan dan agroindustr. Perlunya KESIMPULAN DAN SARAN Sektor Upaya dukungan kepada kelompok tani produk sebagai sumber kesempatan kerja dan kesejahteraan pelaku usahatani perlu berkesinambungan untuk menghasilkan terus dilakukan perbaikan sistem kerja produk olahan, serta untuk mewujudkan . akap, bagi hasil, dl. dan pengupahan, penguatan kelompok tani produk olahan mobilitas dan informasi tenaga kerja, dari subsistem hulu . sampai dengan subsistem hilir . emasaran dan menjadi pelaku usaha produk olaha. sesuai dengan konsep value chain market kesempatan kerja di sektor pertanian. based solution. pendidikan dan pembinaan keterampilan Adanya Pengembangan tenagakerja . ermasuk kaum wanit. , kesepakat bersama/komitmen masing- perbaikan dan peningkatan kualitas dan masing para pemangku kebijakan di kemampuan . SDM pertanian tingkat pusat hingga tingkat daerah, secara serius, intensif dan berkelanjutan sehingga dapat membantu kelancaran PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DAN PENGOLAHAN MENDUKUNG PENSEJAHTERAAN PETANI CABE MERAH Roosganda Elizabeth Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Subbid. Agro Industri. Dinas Pertanian TPH Prov. Lampung. Elizabeth. Akselerasi Agroindustri Dan Nilai Tambah: Faktor Pendukung Pencapaian Dayasaing Produk Dan Percepatan Pembangunan Pertanian Indonesia. OJS. Online Jurnal System. UNES (Univ. Ekasakt. Padang. Sumatera Barat. Elizabeth. Akselerasi Pencapaian Dayasaing Produk Agroindustri Melalui Revitalisasi Berkesinambungan Implementasi Pemberdayaan Kelembagaan Pertanian. Buku. Puslitbangtan. Kementerian Pertanian. Jakarta. Elizabeth. Revitalisasi Industri Produk Olahan Dan Pemberdayaan Lembaga Kemitraan Mendukung Peningkatan Pemasaran. Daya Saing Dan Pensejahteraan Petani Pisang. Journal of Agricultural Scienties. UNES. (Universitas Ekasakt. Padang Sumatera Barat. Volume 2. Issue 1. June 2017. ISSN Cetak: 2528-5556. ISSN Online: 2528-6226. Elizabeth. Akselerasi Pemberdayaan Dan Peningkatan Kompetensi Dalam Sistem Produksi Untuk Mengatasi Permasalahan Ekonomi Indonesia. Volume 2. Issue 1. June ISSN Cetak: 2528-5556. ISSN Online: 2528-6226. Elizabeth. Pemberdayaan Petani Dalam Pengelolaan Tanaman Dan Ternak Guna Meningkatkan Kesejahteraan Petani. Prosiding Seminar Nasional Agustus 2016. BPTP Sulawesi Utara. Manado. Badan Litbang Pertanian. Sekretaris Jenderal Pertanian. Kementerian Pertanian. program kerja di daerah. Perlunya pedagang pengumpul sebagai penampung dan pemberi modal melalui program kerjasama kemitraan pemasaran dengan perusahaan yang bersifat setara . in-win solutio. , untuk mengurangi sifat dan produk olahan dapat terkontrol dan petani tidak terjebak dalam saluran pemasaran Perlunya kelompok . isal: LKM) agar tercipta modal sosial di antara petani produk olahan, sehingga harapan bahwa petani menjadi suatu kelembagaan yang solid, dapat terwujud. DAFTAR PUSTAKA