1305 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2026 ANALISIS PENGEMBANGAN BENDUNGAN BATUJAI SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Oleh : Sapri Cahya Ramdani1. Faturrahim2. Uwi Martayadi3 1,2,3Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram. Indonesia E-mail: 1safricahyaramdani49@gamil. com, 2fathurrahim1102@gmail. 3uwimartayadistp@gmail. Article History: Received: 30-12-2025 Revised: 31-12-2025 Accepted: 01-01-2026 Keywords: Potensi Wisata. Daya Tarik Wisata. Analisis SWOT. Bendungan Batujai. Abstract : Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan Metode analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan Bendungan Batujai sebagai daya tarik wisata di Kabupaten Lombok Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bendungan Batujai sudah layak untuk dijadikan tempat Bendungan Batujai memiliki berbagai kegiatan yang dapat dilakukan sehingga dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata, antara lain seperti Sunrise bendungan. Panorama Flamboyan di area bendungan, adanya gerai, tempat memancing, tempat Camping, area bendungan tempat bersepeda. Bridge Batujai tempat berfoto, dan Keliling area Hal ini merupakan keunggulan dan peluang Bendungan Batujai untuk dijadikan sebagai daya tarik. Kekuatan, bendungan ini dapat menjadi tempat rekreasi, olahraga, dan media belajar didukung oleh lingkungan bendungan yang letaknya strategis sehingga berpotensi terciptanya berbagai kegiatan wisata. Kelemahan, yang dapat di identifikasi adalah pemerintah yang tidak aktif dalam mendukung bendungan sebagai tempat wisata, fasilitas kurang memadai, aspek kebersihan kurang dan keamanan kurang. Peluang, yang ada di bendungan adalah sebagai salah satu daya tarik wisata baru yang berbasis alam, dan terbentuknya lapangan pekerjaan. Ancaman, seperti dapat merusak fasilitas area bendungan, membuang sampah sembarangan, dan rentan terjadinya bencana alam. PENDAHULUAN Pariwisata merupakan hal yang penting bagi suatu negara. Setiap tahunnya pariwisata dunia mengalami peningkatan yang positif, salah satu pengembangan wisata alternatif adalah desa wisata. Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi oleh wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Kabupaten Lombok Tengah merupakan kabupaten yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terdiri 4 kabupaten meliputi Kabupaten Lombok Tengah dengan 12 Kecamatan. Lombok Timur 20 Kecamatan. Lombok Barat 10 kecamatan, dan Lombok Utara a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2026 5 Kecamatan (Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri. Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan Nusa Tenggara Barat. Jakarta Pusat: Kemendagr. Kabupaten Lombok Tengah memiliki luas wilayah 2 1. 095,03 kmA dengan populasi sebanyak 042 jiwa, (Amir, 2. Berdasarkan hal tersebut mengakibatkan besar kemungkinan Kabupaten Lombok Tengah untuk berkembang dalam sektor pariwisata baik wisata alam maupun wisata buatan. Adapun salah satu kawasan yang berada di daerah Lombok Tengah yang dapat untuk dijadikan sebagai daya tarik wisata baru yakni kawasan Bendungan Batujai di desa Batujai kecamatan Praya Barat, kabupaten Lombok Tengah. Bendungan Batujai memiliki luas Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 169 km, luas genangan 890 Ha. Volume mencapai 18. 000 m3. Jumlah pintu bendungan sebanyak 4 dengan kapasitas tamping bendungan mencapai 764 m3/det (Yamin, 2. Pemanfaatan Bendungan Batujai sebagai sumber irigasi. Sebagian besar masyarakat desa Batujai menggunakan sumber air irigasi Bendungan Batujai untuk kebutuhan pertanian. Bendungan Batujai termasuk basis wisata alam buatan dikarenakan Bendungan Batujai dapat untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata kota. Bendungan Batujai terletak di tengah-tengah kota yang dapat dijadikan sebagai wahana penyelenggaraan Event yang berskala lokal, nasional, maupun internasional. Namun demikian, kekayaan wisata pada Bendungan Batujai masih belum di garap dengan baik, seperti kurangnya kegiatan pemantauan Bendungan oleh pengelola dan kurangnya kesadaran wisatawan serta masyarakat untuk menjaga keindahan alam Bendungan seperti, . membuang sampah sembarang tempat, . merusak pohon di sekitar area Bendungan. Bendungan Batujai dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata karena bendungan ini memiliki hal menarik untuk digarap salah satunya berupa keindahan alam, momen sunset yang menjadi atraksi wisata. Selain itu, kawasan ini begitu asri dengan pemandangan hijau pepohonan di area bedungan, dan untuk lokasi bendungan batujai sangat berdekatan dengan area Savana Bale Tepak, yang juga menjadi tempat yang populer bagi wisatawan untuk melakukan aktivitas outdoor, seperti berkuda, bersepeda, atau sekadar berjalan-jalan menikmati keindahan alam. Dengan lokasinya yang dekat dengan Bendungan Batujai. Savana Bale Tepak menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi ketika berada di desa Batujai. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam, melakukan aktivitas outdoor, dan menikmati pemandangan yang spektakuler di desa Batujai. Dengan pengembangan yang tepat. Bendungan Batujai dapat menjadi destinasi wisata yang bermanfaat bagi pengunjung dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Hal tersebut yang menjadi pendukung atas Bendungan untuk dijadikan sebagai daya tarik wisata jika digarap dengan baik bersama dengan partisipasi masyarakat dan pemerintah untuk dapat mengelola Oleh karena itu, melihat adanya peluang bendungan untuk dikelola menjadi daya tarik wisata, maka penulis mengangkat judul AuAnalisis Pengembangan Bendungan Batujai Sebagai Daya Tarik Wisata Di Kabupaten Lombok TengahAy. Penelitian bertujuan bertujuan untuk untuk menganalisis pengembangan Bendungan Batujai sebagai daya tarik wisata di Kabupaten Lombok Tengah. LANDASAN TEORI Pariwisata Berkelanjutan Pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang menjaga keseimbangan antara lingkungan, budaya, dan ekonomi untuk memastikan kelangsungan aktivitas ini. Pengelolaan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2026 pariwisata harus memberikan keuntungan ekonomi bagi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan wisatawan tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang. Penting untuk menjaga daya tarik destinasi wisata dengan menghindari eksploitasi yang berlebihan. Prinsip pariwisata berkelanjutan meliputi: memberikan manfaat ekonomi lewat lapangan kerja dan infrastruktur, memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat lokal, menjaga kelestarian lingkungan, melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal, serta pengelolaan sumber daya yang efisien. Pariwisata berkelanjutan juga bertujuan untuk mengurangi dampak negatif seperti polusi dan kerusakan lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Contoh dari pariwisata berkelanjutan mencakup ekowisata, pariwisata berbasis masyarakat, dan pariwisata berbasis sumber daya Kesimpulannya, pariwisata berkelanjutan menciptakan pengalaman wisata yang positif tanpa merusak sumber daya yang ada. Destinasi Wisata Destinasi wisata adalah tempat yang menjadi tujuan wisatawan untuk berkunjung. Menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 2009, destinasi wisata mencakup kawasan yang memiliki daya tarik wisata, fasilitas, aksesibilitas, dan komunitas yang saling terhubung. Objek wisata dapat berupa alam, bangunan bersejarah, budaya, atau pusat rekreasi modern. Komponen destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan meliputi, . Atraksi: tempattempat yang menarik wisatawan. Fasilitas: dukungan untuk kegiatan wisata seperti akomodasi dan restoran. Aksesibilitas: kemudahan akses ke destinasi. Layanan: penyediaan jasa oleh guide dan tour operator. Pengelolaan destinasi wisata mencakup perencanaan, pengembangan, dan pengelolaan aspek-aspek tersebut agar memenuhi kebutuhan wisatawan dan menjaga lingkungan serta masyarakat lokal. Destinasi Wisata Alam Menurut Undang-undang No. 10 Tahun 2009, pariwisata adalah kegiatan yang melibatkan perjalanan untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari daya tarik suatu tempat. Wisata terdiri dari berbagai sumber daya di daerah tujuan yang dapat dikembangkan menjadi atraksi. Terdapat tiga jenis wisata, . Wisata Alam, yaitu kondisi alam suatu lokasi. Kebudayaan, yaitu hasil karya masyarakat lokal dan peninggalan . Wisata Buatan Manusia, yaitu atraksi yang diciptakan oleh manusia untuk menarik pengunjung, seperti taman mini dan museum. Wisata buatan menawarkan objek yang sengaja dibuat untuk mendatangkan wisatawan dengan daya tarik yang menarik dan Daya tarik ini sangat dipengaruhi oleh kreativitas manusia dan aktivitasnya dalam mengembangkan objek wisata. Contoh wisata buatan adalah Bendungan Batujai di Lombok Tengah, yang belum dikelola secara optimal, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi yang ada di sana. Bendungan Bendungan, menurut Peraturan Pemerintah Nomor 37 Pasal 1 Tahun 2010, adalah bangunan untuk menahan dan menampung air, limbah tambang, atau lumpur, sehingga dapat membentuk waduk. Contoh bendungan adalah Bendungan Batujai di Lombok Tengah. NTB. Fungsi utama bendungan adalah menyimpan air saat musim hujan dan mengeluarkannya secara terprogram sesuai kebutuhan untuk irigasi, air minum, dan Berbeda dengan bendung yang hanya menaikkan muka air sungai. Jenis-jenis bendungan meliputi bendungan urugan . ari tanah atau bat. , bendungan beton . ari beto. , dan bendungan lengkung yang memiliki bentuk lengkung untuk stabilitas. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2026 Bendungan juga dibedakan berdasarkan lokasi, seperti bendungan sungai untuk mengendalikan aliran air dan bendungan waduk untuk menyimpan air. Pembangunan bendungan dapat memiliki dampak lingkungan . erubahan ekosiste. , dampak sosial . enggusuran pendudu. , dan dampak ekonomi . eningkatan produksi dan pendapata. Pengelolaan bendungan meliputi pengelolaan air, lingkungan, dan sosial untuk mencapai tujuan seperti pengendalian banjir dan penyediaan air. Konsep 4 A Sebagai Acuan Destinasi Wisata Konsep 4A digunakan untuk memahami dan mengembangkan destinasi wisata yang efektif, efisien, serta meningkatkan kepuasan wisatawan. Konsep ini terdiri dari empat komponen utama yang diidentifikasi oleh Cooper dan rekan-rekan, yaitu daya tarik . , aksesibilitas . , amenitas . , dan pelayanan tambahan . Daya Tarik Wisata mencakup tiga jenis, . Sumber Daya Alam, seperti keindahan alam, flora, dan fauna. Atraksi Budaya, yang berasal dari seni dan kreasi manusia, seperti upacara keagamaan dan kesenian tradisional. Atraksi Buatan Manusia, yaitu karya manusia yang dapat dijadikan objek wisata, seperti bendungan. Atraksi yang menarik harus memenuhi tiga syarat: sesuatu yang dapat dilihat, dilakukan, dan dibeli. Amenitas adalah sarana dan prasarana yang dibutuhkan wisatawan, termasuk akomodasi, restoran, dan fasilitas umum seperti toilet dan tempat parkir. Fasilitas tersebut dibagi menjadi prasarana umum, fasilitas umum, dan fasilitas pariwisata. Aksesibilitas merupakan aspek penting pariwisata yang berkaitan dengan transportasi dan kemudahan pergerakan antar daerah. Ketersediaan aksesibilitas, seperti bandara dan jalan raya, sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Pelayanan tambahan meliputi sarana dan fasilitas umum yang mendukung kegiatan wisata, seperti bank, telekomunikasi, dan rumah sakit. Pelayanan ini juga mencakup pemasaran destinasi dan koordinasi aktivitas pariwisata. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Bendungan Batujai, di desa Batujai. Kecamatan Praya Barat, kabupaten Lombok Tengah. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yang diperoleh langsung dari wawancara langsung, dokumentasi dan Sumber data primer ini diperoleh dari informan kunci yakni kepala desa Batujai, beserta informan pendukung yakni pengelola Bendungan Batujai untuk mengetahui daya tarik wisata yang dimiliki Bendungan Batujai. Sedangkan sumber data sekunder dapat di peroleh dari sumber- sumber sekunder pendukung, yang digunakan peneliti yakni dari artikel-artikel internet, dan jurnal yang terkait dengan penelitian untuk mendapatkan informasi detail mengenai gambaran umum Bendungan Batujai. Adapun instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti ialah pedoman wawancara, dan pedoman observasi. Teknik analisis data digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis SWOT untuk menganalisis daya tarik yang dimiliki oleh Bendungan Batujai sebagai Destinasi Wisata. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Hasil penelitian ini menjelaskan tentang Bendungan Batujai sebagai daya tarik wisata di Lombok Tengah. Melalui observasi, ditemukan bahwa bendungan ini memiliki pemandangan alam yang indah, dengan air jernih dan tebing hijau yang curam. Pengunjung a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2026 dapat menikmati beragam aktivitas seperti memancing dan berperahu. Terdapat juga spot foto yang menarik dan jembatan untuk menikmati pemandangan. Fasilitas di lokasi cukup lengkap, termasuk warung makan, toilet, dan tempat parkir. Namun, untuk berperahu, pengunjung harus mendapatkan izin dan didampingi pengelola. Pengunjung datang dari berbagai daerah dan tampak puas dengan pengalaman dan fasilitas yang ditawarkan. Mereka menganggap Bendungan Batujai sebagai destinasi wisata alam yang menarik dan wajib Secara keseluruhan, bendungan ini merupakan pilihan yang tepat untuk wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam. Gambar 01. Pintu Pelimpah Air Bndungan Fokus penelitian ini adalah pada Bendungan Batujai, dengan hasil wawancara dari beberapa informan, termasuk Kepala Desa Batujai dan pengelola bendungan. Hasil wawancara dengan Kepala Desa, menunjukkan bahwa AyBendungan Batujai memenuhi kriteria sebagai tempat wisata alam yang dapat dikelola untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakatAy. Koordinator bendungan, menambahkan bahwa Ayada potensi besar untuk pengembangan wisata, serta pentingnya fasilitas yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan melestarikan alamAy. Kepala Bidang Promosi, menyatakan bahwa Aystrategi promosi seperti media sosial telah meningkatkan minat pengunjung. Namun, bendungan menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya wisata alamAy. Oleh karena itu, pengembangan fasilitas dan promosi akan diteruskan agar menjadi destinasi wisata yang menarik di masa depan. Kepala Bidang Pengembangan SDM, menekankan Ayperlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan Pengembangan SDM yang baik diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pengunjung dan pendapatan daerahAy. Penelitian ini menggunakan data kualitatif deskriptif untuk menggambarkan fenomena secara mendalam. Analisis data dilakukan dengan analisis SWOT, yang efektif tetapi situasional. Hasil analisis tentang Bendungan Batujai disajikan dalam bentuk tabel seperti dibawah ini: https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2026 FAKTOR Kekuatan (Strength. Kelemahan (Weaknesse. Peluang (Opportunitie. Tabel 01. Hasil Analisis SWOT KETERANGAN Keindahan Alam: Bendungan memiliki keindahan alam yang unik dan menarik, seperti pemandangan air, tebing, dan lingkungan sekitar yang masih alami. Fasilitas Wisata: Bendungan memiliki fasilitas wisata yang lengkap, seperti tempat parkir, warung makan, toilet, dan fasilitas lainnya yang mendukung kegiatan wisata. Aksesibilitas: Bendungan memiliki aksesibilitas yang baik, dengan jalan yang mudah dijangkau dan parkir yang Potensi Ekonomi: Wisata bendungan memiliki potensi ekonomi yang besar, dengan kemampuan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan menciptakan lapangan kerja. Keterbatasan Sumber Daya: Bendungan memiliki keterbatasan sumber daya, seperti keterbatasan dana untuk pengembangan fasilitas wisata dan keterbatasan sumber daya manusia. Ketergantungan pada Musim: Wisata bendungan sangat tergantung pada musim, dengan jumlah pengunjung yang lebih sedikit pada musim hujan. Keterbatasan Fasilitas: Bendungan memiliki keterbatasan fasilitas, seperti keterbatasan perahu dan keterbatasan fasilitas lainnya. Ketergantungan pada Lingkungan: Wisata bendungan sangat tergantung pada lingkungan sekitar, dengan perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi keindahan alam dan kegiatan wisata. Peningkatan Wisatawan: Wisata bendungan memiliki peluang untuk meningkatkan jumlah wisatawan, dengan kemampuan untuk menarik wisatawan dari daerah lain. Pengembangan Fasilitas: Bendungan memiliki peluang untuk mengembangkan fasilitas wisata, seperti pengembangan tempat parkir, warung makan, dan fasilitas Kerjasama dengan Pihak Lain: Wisata bendungan memiliki peluang untuk bekerja sama dengan pihak lain, seperti pemerintah daerah, perusahaan swasta, dan organisasi masyarakat sipil. Pengembangan Produk Wisata: Bendungan memiliki peluang untuk mengembangkan produk wisata yang unik dan menarik, seperti pengembangan paket wisata dan pengembangan produk souvenir. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2026 Ancaman (Threat. Perubahan Lingkungan: Wisata bendungan memiliki ancaman perubahan lingkungan, seperti perubahan iklim, perubahan kualitas air, dan perubahan keindahan alam. Ketergantungan pada Sumber Daya: Bendungan memiliki ancaman ketergantungan pada sumber daya, seperti ketergantungan pada dana pemerintah dan ketergantungan pada sumber daya manusia. Persaingan dengan Destinasi Wisata Lain: Wisata bendungan memiliki ancaman persaingan dengan destinasi wisata lain, seperti destinasi wisata alam lainnya dan destinasi wisata budaya. Ketergantungan pada Teknologi: Bendungan memiliki ancaman ketergantungan pada teknologi, seperti ketergantungan pada peralatan wisata. Pembahasan Bendungan Batujai terletak di Desa Batujai. Kecamatan Praya Barat. Kabupaten Lombok Tengah, dengan luas Daerah Aliran Sungai 169 km2. Beroperasi sejak 1982, bendungan ini menyimpan air untuk pertanian dan pembangkit listrik microhydro. Fungsi utamanya adalah mengatasi gagal panen di wilayah tersebut. Selain itu, bendungan ini juga menjadi objek wisata bagi wisatawan lokal yang datang untuk menikmati sunset dan keindahan alam, serta tempat untuk foto prewedding. Bendungan Batujai adalah bendungan multifungsi yang terletak strategis dan mudah dijangkau. Atraksi wisata di Bendungan Batujai termasuk keindahan alam dan daya tarik buatan yang unik. Wisatawan dapat menikmati pemandangan sejuk dengan pepohonan hijau, serta berkesempatan melihat matahari terbit, berkemah, memancing, dan trekking. Gambar 02. Gapura Bendungan Batujai Aksibilitas Bendungan Batujai dapat diukur dari beberapa faktor seperti kondisi jalan, a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2026 kemiringan, dan jaringan transportasi. Dengan jarak 28,9 KM dari Mataram, waktu tempuhnya sekitar 35 menit, sementara dari Bandara Internasional Lombok hanya 9,1 KM dalam 13 menit. Jalur utama mudah dilalui dengan sedikit kerusakan, dan ada papan Selain itu, ada jalur alternatif serta 50 titik penerangan jalan. Jaringan di desa Batujai stabil, sehingga wisatawan dapat menikmati kunjungan dengan santai. Gambar 03. Akses Jalan Bendungan Batujai Amenity Bendungan Batujai adalah akomodasi yang menyediakan sarana dan prasarana seperti hotel dan homestay. Fasilitasnya mencakup gerai kuliner, perahu untuk memancing, mushola untuk ibadah, dan toilet yang dapat digunakan pengunjung meskipun kurang memadai. Ancillary adalah dukungan dari organisasi dan pemerintah untuk kegiatan wisata di desa Batujai. Praya Barat. Bendungan Batujai kurang berkembang karena belum ada kelompok sadar wisata dan fasilitas pendukung yang memadai. KESIMPULAN Bendungan Batujai memiliki potensi sebagai objek wisata yang menarik dan dapat meningkatkan pendapatan daerah serta ekonomi masyarakat lokal. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan pemandangan yang indah dan sejuk, namun kelemahannya ada pada kurangnya dukungan pemerintah dalam pengelolaan. Peluang pengembangan wisata bisa membuka lapangan kerja, sementara ancaman berupa pencemaran lingkungan dari sampah yang dibuang sembarangan. Bendungan ini telah memenuhi empat indikator wisata, seperti daya tarik alami, fasilitas, aksesibilitas, dan pengelolaan. Untuk pengembangan yang berkelanjutan, perlu ada kajian lingkungan, pengelolaan limbah, dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Pengelolaan yang baik dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi komunitas serta meningkatkan citra wisata yang positif. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2026 DAFTAR PUSTAKA