Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR CAMAT MANDREHE KABUPATEN NIAS BARAT Andius Gulo Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya andiusgulo2020@gmail. Abstrak Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai di Kantor Camat Mandrehe Kabupaten Nias Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Sumber data adalah dari pegawai, dengan populasi 31 orang dan sampel sebanyak 31 orang. Teknik pengumpulan data adalah dengan menyebarkan angket kepada responden yaitu pegawai Kantor Camat Mandrehe Kabupaten Nias Barat. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dimana variabel motivasi kerja (X. diperoleh nilai thitung. >ttabel. dan tingkat signifikansi sebesar 0,002<0,05. Selanjutnya untuk variabel kepuasan kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dimana bahwa nilai thitung . dan tingkat signifikansi 0,020<0,05 yang artinya bahwa secara parsial variabel kepuasan kerja (X. berpengaruh secara signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (Y). Hasil uji simultan (Uji F), menunjukkan bahwa nilai Fhitung. > Ftabel. dan tingkat signifikansi sebesar 0,000<0,05, maka dapat dinyatakan bahwa variabel motivasi kerja (X. dan kepuasan kerja (X. secara silmutan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (Y). Untuk koefisien determinasi (R. sebesar 0,648, sehingga dapat diartikan bahwa motivasi kerja dan kepuasan kerja hanya mampu menjelaskan variabel kinerja pegawai sebesar 64,8% sedangkan sisanya 35,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak disebut oleh penelitian. Untuk hasil Y=9,543 0,506X1 0,373X2 7,907. Maka koefisien . sebesar 9,543 merupakan nilai variabel kinerja ketika variabel motivasi kerja dan kepuasan kerja normal. Koefisien regresi untuk . sebesar 0,506 artinya setiap kenaikan 1 satuan pada variabel motivasi kerja dengan asumsi variabel lain tetap, maka kinerja pegawai akan mengalami sebesar 0,506%. Selanjutnya, koefisien regersi untuk . sebesar 0,373 artinya setiap kenaikan 1 satuan pada kepuasan kerja dengan asumsi variabel lainnya tetap, maka kinerja pegawai mengalami kenaikan sebesar 0,373%. Kata Kunci: Motivasi Kerja. Kepuasan Kerja. Kinerja Pegawai. Abstract The purpose of this study was to determine the effect of work motivation and job satisfaction on employee performance at the Mandrehe Sub-district Office. West Nias Regency. The type of research used is quantitative research. The source of the data is from employees, with a population of 31 people and a sample of 31 people. The data collection technique is by distributing questionnaires to respondents, namely employees of the Mandrehe Subdistrict Office. West Nias Regency. The data https://jurnal. id/index. php/jim Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X analysis method used is multiple linear regression analysis. The results of this study show that work motivation (X. has a significant effect on employee performance (Y) where the work motivation variable (X. obtained a calculated value . > table . and a significance level of 002<0. Furthermore, for the variable job satisfaction (X. has a significant effect on employee performance (Y) where the calculated value . > . and the level of significance 0. 020<0. which means that partially the variable job satisfaction (X. has a significant effect on the employee performance variable (Y). The results of the simultaneous test (Test F), show that the value of F is calculated . > Ftable . and the level of significance is 0. 000<0. 05, it can be stated that the variables of work motivation (X. and job satisfaction (X. silmutant have a positive and significant effect on employee performance variables (Y). For the coefficient of determination (R. 648, it can be interpreted that work motivation and job satisfaction are only able to explain employee performance variables of 64. 8% while the remaining 35. 2% is explained by other variables not mentioned by the For the result Y=9. 506X1 0. 373X2 7. So the coefficient . 543 is the value of the performance variable when the variables of work motivation and job satisfaction are normal. The regression coefficient for . 506 means that every 1 unit increase in the work motivation variable assuming other variables remain, employee performance will experience 0. Furthermore, the regeneration coefficient for . 373 means that every 1 unit increase in job satisfaction assuming other variables remain, employee performance increases by 0. Keywords: Work Motivation. Job Satisfaction. Employee Performance. Pendahuluan kinerja yang baik kepada pegawai, dengan Kemajuan dan pengembangan suatu cara memberi motivasi kerja kepada organisasi yang tidak terlepas dari peran pegawai dan memberi balasan berupa uang sumber daya manusia. Sumber daya atau bentuk lainnya kepada penerima kerja manusia (SDM) merupakan salah satu sehingga dapat lebih meningkatkan sumber daya yang ada dalam suatu kinerjanya dan dapat meningkatkan serta organisasi, disamping sumber daya yang menciptakan kualitas yang bermutu untuk lain seperti modal, material dan mesin. mencapai tujuan suatu organisasi, serta Sumber daya manusia (SDM) adalah faktor mampu memberi motivasi atau dorongan yang terpenting dalam suatu organisasi, kepada pegawai agar mereka memiliki tanpa sumber daya manusia yang baik maka kinerja yang baik untuk mencapai tujuan tujuan organisasi tersebut tidak akan suatu organisasi. tercapai sesuai yang diinginkan oleh Sumber daya manusia adalah aset Organisasi juga membutuhkan organisasi yang paling mahal dibanding sumber daya manusia, yaitu para pegawai. dengan aset-aset lain, karena sumber daya Pegawai merupakan sumber daya yang manusia merupakan penggerak utama penting bagi organisasi, karena memiliki organisasi. Sumber daya manusia harus bakat, tenaga dan kreativitas yang sangat dikelola secara optimal, melanjutkan, dan dibutuhkan oleh organisasi untuk mencapai diberi ekstra perhatian dan memenuhi haktujuannya. Sebagai manusia, pegawai haknya, selain itu sumber daya manusia memiliki pikiran dan perasaan yang merupakan pasangan pengusaha untuk kegiatan mencapai tujuan organisasi. Dengan organisasi, maka oleh karena itu suatu demikian sumber daya manusia harus organisasi harus mampu menciptakan selalu https://jurnal. id/index. php/jim Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 Sumber daya manusia dapat meningkatkan kemampuan di bidang kompetensi yang dimiliki. Motivasi kerja yang tinggi dapat mendorong pegawai untuk bekerja dengan lebih antusias dan tekun, yang pada produktivitas mereka. Motivasi kerja merupakan dorongan yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan Pegawai yang termotivasi akan cenderung berbuat semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugas yang keberhasilan organisasi mencapai tujuan dan berbagai kepentingan-kepentingan individu akan terpenuhi. Melalui motivasi kerja dan kepuasan kerja dapat mempengaruhi kualitas dan kinerja pegawai dalam suatu organisasi, tanpa adanya motivasi kerja dan kepuasan kerja maka sebuah organisasi itu tidak dapat mengimplemtasikan atau menerapkan suatu pekerjaan dan pelayanan bagi organisasi tertentu. Kinerja pegawai merupakan aktivitas pegawai dalam melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut atau tentang apa Dalam organisasi modern, penilaian kinerja pegawai sangat penting dilakukan dalam arti di samping mengetahui kemajuan tentang hasil yang dicapai pegawai secara keseluruhan juga sangat bermanfaat bagi organisasi terutama dalam pemberian penghargaan. Kepuasan kerja merupakan tingkat kepuasan kerja tinggi yang menunjukkan sikap menyenangkan dan mencintai Kepuasan kerja yang tinggi https://jurnal. id/index. php/jim E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih baik antara pegawai dan rekan kerja serta atasan. Setiap pegawai yang bekerja dalam sebuah organisasi pasti mengharapkan kepuasan kerja serta Karena melakukannya dengan senang hati maka pekerjaan yang diberikan oleh pimpinan akan dapat diselesaikan tepat waktu. Pegawai yang merasa puas akan cenderung lebih fokus pada pekerjaannya untuk mencapai standar yang lebih tinggi dan menghasilkan hasil yang lebih baik. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seorang pegawai yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab yang telah dibebankan kepadanya berdasarkan kemampuan yang dimiliki dan hasil yang memuaskan. Dengan adanya upaya dan kerja keras pegawai mampu meningkatkan nilai suatu organisasi yang lebih baik lagi, kinerja pegawai timbul karena adanya kesungguhan dan ketekunan yang terdapat dari setiap pegawai yang bekerja dalam organisasi. Kinerja pegawai tidak selalu berjalan mulus seperti yang diharapkan, dalam perjalanannya sering timbul masalah. Maka perlu dilakukan penilaian kinerja pegawai untuk mengukur seberapa jauh kinerja seorang pegawai berkinerja selama periode waktu tertentu. Kantor Camat Mandrehe adalah Kantor yang berada di wilayah Kabupaten Nias Barat memberikan pelayanan kepada masyarakat, yang tidak pernah lepas dari kegiatankegiatan pelayanan umum masyarakat di wilayah Kabupaten Nias Barat. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti, di Kantor Camat Mandrehe menunjukkan permasalahan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 terkait kinerja pegawai yang disebabkan oleh kurangnya motivasi kerja pegawai dalam bekerja dan tingkat kepuasan kerja pegawai yang rendah mengakibatkan melakukan pekerjaannya karena kantor camat mandrehe belum sepenuhnya memperhatikan kinerja para pegawai dalam Dimana masih terdapat pegawai kreativitasnya masih kurang sehingga kinerjanya kurang efektif. Dan juga terdapat pegawai kantor camat mandrehe dalam menjalankan tugasnya masih kurang maksimal sehingga terkadang pekerjaan tidak selesai tepat waktu. Hal ini terjadi pada pegawai di kantor camat mandrehe karena motivasi kerja yang diberikan pimpinan kepada pegawai masih kurang maksimal atau kurang baik, sehingga dapat berdampak negatif pada kinerja pegawai. Adapun fenomena lain yang berdampak pada kinerja pegawai yaitu tingkat kepuasan kerja pegawai kantor camat mandrehe yang masih rendah yang disebabkan oleh kurangnya kerja sama antar sesama rekan kerja dalam membantu rekannya yang mengalami kesulitan dalam pekerjaannya, serta pegawai kurang menjalin komunikasi yang akrab antara sesama yang disebabkan padatnya jenis pekerjaan yang telah menjadi tugas dan tanggung jawab setiap pegawai dam instansi tersebut. Tentunya dengan adanya menimbulkan kinerja pegawai kurang baik atau tidak sesuai yang diharapkan. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Camat Mandrehe Kabupaten Nias BaratAy. https://jurnal. id/index. php/jim E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Pengaruh Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Camat Mandrehe Kabupaten Nias Barat. Untuk meningkatkan pencapaian kerja seorang pegawai, perlu motivasi yang Menurut Ajabar . Aumotivasi kerja adalah bagaimana mengarahkan daya dan semua potensi yang dimiliki para pekerja agar mau bekerja sama dan bekerja dengan baik sehingga dapat mencapai tujuan organisasiAy. Selanjutnya. Menurut Sutrisno, . Aumotivasi merupakan suatu kehendak atau keinginan yang muncul dalam diri karyawan yang menimbulkan semnagat atau dorongan untuk bekerja secara optimal guna mencapai tujuanAy. Kemudian Menurut Hadi dan Hanurawan . Aumotivasi kerja adalah dorongan yang menggerakkan seorang karyawan untuk melakukan upayaupaya mencapai kerja yang baik dalam lingkup perusahaanAy. Berdasarkan konsep di atas, maka dapat di simpulkan bahwa motivasi kerja adalah dorongan seseorang untuk lebih Indikator merupakan tolak ukur dalam mengetehui motivasi yang dimiliki Menurut Soepriyadi, dkk . indikatorindikator untuk mengukur motivasi kerja : Dorongan mencapai tujuan Seseorang yang mempunyai motivasi kerja yang tinggi maka dalam dirinya mempunyai dorongan yang kuat untuk mencapai kinerja yang maksimal, yang nantinya akan berpengaruh terhadap tujuan dari suatu perusahaan atau Semangat kerja Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 Semangat kerja sebagai keadaan psikologis yang baik apabila semanagat kerja tersebut menimbulkan kesenangan yang mendorong seseorang untuk bekerja lebih giat dan lebih baik serta konsekuen dalam mencapai tujuan yang ditetapkan oleh perusahaan atau Inisiatif dan kreativitas Inisiatif diartikan sebagai kekuatan atau kemampuan seorang karyawan atau meneruskan suatu pekerjaan dengan penuh energi tanpa ada dorongan dari orang lain atau atas kehedak sendiri, kemampuan seseorang pegawai atau hubungan-hubungan membuat kombinasi-kombinasi yang baru sehingga dapat menemukan suatu yang baru. Dalam hal ini sesuatu yang baru bukan berarti sebelumnya tidak ada, akan tetapi sesuatu yang baru ini dapat berupa sesuatu yang belum dikenal sebelumnya. Rasa tanggung jawab Sikap mempunyai motivasi kerja yang baik harus mempunyai rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan yang mereka lakukan sehingga pekerjaan yang mereka lakukan tersebut mampu diselesaikan secara tepat waktu. Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan salah satu faktor yang harus mengelola para pegawainya agar tetap produktif dalam melaksanakan pekerjaan dan tanggung jawab yang telah diberikan. Menurut Priansa . Aukepuasan kerja merupakan sekumpulan perasaan pegawai terhadap pekerjaannya, baik senang/suka https://jurnal. id/index. php/jim E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X maupun tidak senang/tidak suka, sebagai hasil interaksi pegawai dengan lingkungan pekerjaannya atau sebagai persepsi sikap mental, juga sebagai hasil penilaian pegawai pekerjaannyaAy. Selanjutnya. Menurut Syaifuddin, . Aukepuasan karakteristik seseorang pekerja terhadap pekerjaannya, dimana ketika seorang pekerja merasa puas terhadap pekerjaan dan jabatannya maka ia akan menunjukkan sikap positif, dan sebaliknya jika seorang pekerja merasa tidak puas terhadap hasil pekerjaan dan jabataannya maka ia akan menunjukkan sikap negatifAy. Kemudian. Menurut Afandi . Aukepuasan kerja adalah sikap yang positif dari tenaga kerja meliputi perasaan dan tingkah laku terhadap pekerjaannya melalui penilaian salah satu pekerjaan sebagai rasa menghargai dalam mencapai salah satu nilai-nilai penting pekerjaanAy. Berdasarkan konsep di atas, maka dapat di simpulkan bahwa kepuasan kerja adalah hal menyenangkan atas terwujudnya hasil pekerjaan yang telah di capai. Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan sikap senang pegawai terhadap hasiil kerja yang telah dicapai. Menurut Afandi indikatorindikator kepuasan kerja meliputi antara Pekerjaan Isi pekerjaan yang dilakukan seseorang Upah Jumlah bayaran yang diterima seseorang sebagai akibat dari pelaksanaan kerja pakah sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan adil. Promosi Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 Kemungkinan berkembang melalui kenaikan jabatan. Pengawasan Seseorang pelaksanaan kerja. Rekan kerja Teman-teman kepada siapa seseorang pelaksanaan pekerjaan. Seseorang dapat merasakan rekan kerjanya sangat Seorang pegawai akan memiliki tingkat kinerja yang tinggi apabila terdapat Apabila hal tersebut dapat terpenuhi, maka akan timbul perasaan tanggung jawab terhadap pekerjaannya dan kesediaan untuk ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan tugas-tugas secara maksimal. Oleh memperhatikan pengelolaan sumber daya manusia . untuk mengahsilkan kinerja yang tinggi untuk menigkatkan kinerja organisasi scara keseluruhan. Menurut Ardial . AuKinerja pegawai adalah erat kaitannya dengan hasil pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi, hasil pekerjaan tersebut dapat menyangkut kualitas, kuantitas, dan ketetapan waktuAy. Selanjutnya. Menurut Soelistya . AuKinerja seseorang atau kelompok orang untuk tanggung jawabnya dengan hasil seperti yang diharapkanAy. Kemudian. Menurut Yadnya . Aukinerja adalah suatu organisasi yang didsarkan pada perasaan emosioanal seorang pegawaiAy. https://jurnal. id/index. php/jim E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Berdasarkan konsep di atas, maka dapat di simpulkan bahwa kinerja pegawai adalah hasil yang telah dicapai dari keseluruhan tugas-tugas secara maksimal. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang bersifat asosiatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai dan staf yang bekerja di Kantor Camat Mandrehe sebanyak 31 0rang Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer, yang Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi Penelitian dan Pembahasan Pengujian mengetahui kelayakan dan keselisihan pengumpulan data. Ada dua konsep yang digunakan untuk mengukur variabel motivasi kerja, kepuasan kerja dan kinerja pegawai yaitu dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas data. Suatu hasil pengolahan data yang baik akan diperoleh jika data yang dikumpulkan valid dan Uji validitas dan uji reliabilitas akan dilakukan pengolahan data. Perolehan hasil uji validitas untuk variabel motivasi kerja (X. dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Validitas pernyataan dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS dan nilai hasil pengolahan data dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation. Tabel 1 Uji Validitas Motivasi Kerja (X. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 No. Item Pada Pelaksanaan Uji Coba Kantor Camat R hitung R tabel Ket. N=15 0,745 0,514 Valid 0,855 0,514 Valid 0,774 0,514 Valid 0,637 0,514 Valid 0,634 0,514 Valid 0,647 0,514 Valid 0,593 0,514 Valid 0,774 0,514 Valid 0,745 0,514 Valid 0,534 0,514 Valid 0,736 0,514 Valid 0,585 0,514 Valid 0,775 0,514 Valid 0,775 0,514 Valid 0,711 0,514 Valid Sumber: Hasil Olahan Peneliti 2023 Berdasarkan perhitungan validitas pada item-total statistic, maka diperoleh nilai koefisien korelasi ycEaycnycycycuyci item nomor 1 sampai 15 bernilai positif. Sedangkan ycycycaycayceyco pada taraf signifikan yu=0,05 adalah 0,514. Maka disimpulkan bahwa item nomor 1 sampai 15 dengan ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco dinyatakan Untuk mengetahui konsisten alat ukur, apakah alat pengukuran yang digunakan yaitu CronbachAos Alpha dapat dilihat pada tabel 4. dibawah ini: Tabel 2 Uji Reliabilitas Motivasi Kerja (X. Kantor camat Toma Cronbach's Alpha ,925 N of Items Sumber : Hasil Olahan Data SPSS 20 For Windows Berdasarkan tabel 2 didapatkan nilai CronbachAos Alpha diatas 0,60 maka instrumen penelitian dinyatakan reliabel. Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Kepuasan Kerja (X. dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS dan hasil nilai pengolahan data dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation. Tabel 3 Uji Validitas Kepuasan Kerja (X. https://jurnal. id/index. php/jim E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X No. Item Pada Pelaksanaan Uji Coba Kantor Camat R hitung R tabel N=15 0,686 0,514 0,622 0,514 0,805 0,514 0,770 0,514 0,677 0,514 0,677 0,514 0,546 0,514 0,517 0,514 0,682 0,514 0,554 0,514 0,543 0,514 0,539 0,514 0,860 0,514 0,645 0,514 0,814 0,514 Sumber: Hasil Olahan Peneliti 2023 Ket. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan perhitungan validitas pada item-total statistic, maka diperoleh nilai koefisien korelasi ycEaycnycycycuyci item nomor 1 sampai 15 bernilai positif. Sedangkan ycycycaycayceyco pada taraf signifikan yu=0,05 adalah 0,514. Maka disimpulkan bahwa item nomor 1 sampai 15 dengan ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco dinyatakan Untuk mengetahui alat ukur, apakah alat pengukuran yang digunakan yaitu CronbachAos Alpha dapat dilihat pada tabel 4. dibawah ini: Tabel 4 Uji Reliabilitas Kepuasan Kerja (X. Kantor Camat Toma Cronbach's Alpha ,907 N of Items Sumber : Hasil Olahan Data SPSS 20 For Windows Berdasarkan didapatkan nilai CronbachAos Alpha diatas 0,60 maka instrumen penelitian dinyatakan Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Kinerja Pegawai (Y) dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS dan hasil Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 nilai pengolahan data dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation. Tabel 5 Uji Validitas Kinerja Pegawai (Y) No. Item Pada Pelaksanaan Uji Coba Kantor Camat R hitung R tabel N=15 0,527 0,514 0,658 0,514 0,668 0,514 0,547 0,514 0,613 0,514 0,653 0,514 0,683 0,514 0,588 0,514 0,710 0,514 0,685 0,514 0,686 0,514 0,886 0,514 0,666 0,514 0,553 0,514 0,584 0,514 Sumber: Hasil Olahan Peneliti 2023 Ket. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Kantor Camat Toma ,903 maka instrumen penelitian dinyatakan Uji normalitas data bertujuan untuk mengetahui apakah semua data variabel memiliki distribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas data dapat dilakukan melalui uji statistik non parametik Kolmogrov-smirmov (K-S). Hasil pengujian ini normalitas data penelitian dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 7 Hasil Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandard Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Berdasarkan perhitungan validitas pada item-total statistic, maka diperoleh nilai koefisien korelasi ycEaycnycycycuyci item nomor 1 sampai 15 bernilai positif. Sedangkan ycycycaycayceyco pada taraf signifikan yu=0,05 adalah 0,514. Maka disimpulkan bahwa item nomor 1 sampai 15 dengan ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco dinyatakan Untuk mengetahui alat ukur, apakah alat pengukuran yang digunakan yaitu CronbachAos Alpha dapat dilihat pada tabel 4. dibawah ini: Tabel 6 Uji Reliabilitas Kinerja Pegawai (Y) Cronbach's Alpha E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. 0E-7 4,13837816 ,123 ,056 -,123 ,687 ,733 Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber : Hasil Olahan Peneliti 2023. Alat Bantu SPSS Version 20 Berdasarkan pada tabel diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sampel yang di ambil dari distribusi normal, karena nilai Kolmogorov- Sminorv Z sebesar 0,687 menunjukan signifikan diatas 0,50 atau nilai Kolmogorov- Sminorv Z> 0,50. Metode lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi normalitas data melalui Normal Probability Plot seperti dibawah ini. N of Items Sumber : Hasil Olahan Data SPSS 20 For Windows Berdasarkan didapatkan nilai CronbachAos Alpha diatas 0,60 https://jurnal. id/index. php/jim Gambar 1 Normal Probability Plot Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 Karya Penulis 2023 Berdasarkan memenuhi asumsi klasik, karena data menunujukan pola berdistribusi normal. Untuk mengetahui suatu kesalahan klasik yang menyebabkan adanya korelasi yang erat antara variabel bebas yang akan menyebabkan hasil estimasi yang jelek dan tidak dapat digunakan untuk memprediksi. Jika multikolinieritas maka nilai VIF (Variance Inflation Fakto. mendekati angka1 dan nilai TOL mendekati angka 1, maka tidak terdapat masalah multikolinearitas. Hasil pengujian dapat dlihat pada tabel 4. Tabel 8 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardiz Stand Coefficients Coeff Std. Error Sig. Beta Collinearity Statistics Toler VIF E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X masalah multikolinearitas antara variabel bebas dalam model regresi. Untuk mengetahui ada tidaknya dilakukan dengan uji Scatterplot. Gambar 2 Hasil Uji Heteroskedastisitas Karya Penulis 2023 Berdasarkan gambar 2, dengan menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS Versi 20 For Windows, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat adanya Karena pada gambar diatas tidak menunjukan pola tertentu teratur pada titik yang ada. Yang artinya, persamaan tersebut memenuhi klasik. Untuk mengetahui variabel bebas berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat yaitu dengan menggunakan uji secara parsial . Hasilnya dapat dilihat pada tabel 4. 12 dibawah ini. Tabel 9 Hasil Uji Parsial (Uji . Coefficientsa (Cons 1,20 ,238 9,543 7,907 Moti Kerja ,483 ,144 ,506 3,35 ,002 ,552 1,811 Kepu Kerja ,378 ,153 ,373 2,47 ,020 ,552 1,811 Model Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sumber: Hasil Olahan Peneliti 2023 dengan Alat Bantu SPSS 20 For Windows Berdasarkan pada table 8 diatas, maka disimpulkan bahwa tidak terdapat https://jurnal. id/index. php/jim Unstandardiz Standa Coefficients Coeffic Sig. Std. Error Beta (Constan. 9,543 7,907 1,207 ,238 Motivasi Kerja ,483 ,144 ,506 3,355 ,002 Kepuasan Kerja ,378 ,153 ,373 2,470 ,020 Dependent Variable: Kinerja Pegawai Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 Sumber: Hasil Olahan Peneliti 2023 Dengan Menggunakan Alat Bantu SPSS 20 For Windows Evaluation Version. Berdasarkan tabel 9 hasil pengolahan data penelitian variabel Motivasi Kerja (X. untuk ycEaycnycycycuyci 3,355 dengan tingkat signifikan 0,002 sementara nilai ycycycaycayceyco pada yu = 0,05 dengan degree of freedom . n-K-1 . -2-. =28 sebesar 1,701. Sehingga peneliti menyimpulkan hasil penelitian ini bahwa variabel Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Camat Mandrehe. Selanjutnya, hasil pengolahan data penelitian variabel Kepuasan Kerja (X. untuk ycEaycnycycycuyci 2,470 dengan tingkat signifikan 0,020 sementara nilai ycycycaycayceyco pada yu = 0,05 dengan degree of freedom . n-K-1 . -2-. =28 sebesar 1,701. Sehingga peneliti menyimpulkan hasil penelitian ini bahwa variabel Kepuasan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Camat Mandrehe. Untuk variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat dilakukan uji f dengan menggunakan Tingkat kepercayaan 95% dan Tingkat kesalahan 5% hasil pengujiannya dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 10 Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regressi 945,699 472,849 25,769 ,000b Residual 513,785 18,349 Total 1459,484 Dependent Variable: Kinerja Pegawai Predictors: (Constan. Kepuasan Kerja. Motivasi Kerja Sumber: Hasil Olahan Peneliti 2023 dengan Alat Bantu SPSS 20 For Windows Berdasarkan pengolahan diperoleh nilai f_hitung sebesar https://jurnal. id/index. php/jim E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X 25,769>f_tabel pada df = N-k-1 . -2-. = 28 sebesar 3,34 atau f_hitung>f_tabel. Maka disimpulkan bahwa semua variabel bebas . otivasi kerja dan kepuasan kerj. mampu menjelaskan variabel terikat . inerja pegawa. dengan kata lain variabel bebas bersama-sama variabel terikat. Hasil uji koefisien determinasi (R. dapat dilihat pada tabel 4. 14 dibawah ini: Tabel 11 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summary Mode ,805a Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,648 ,623 4,284 Predictors: (Constan. Kepuasan Kerja. Motivasi Kerja Sumber: Hasil Olahan Peneliti 2023 dengan Alat Bantu SPSS 20 For Windows Berdasarkan tabel 11, dari hasil pengolahan data diperoleh koefisien determinasi (R. sebesar 0,648, maka disimpulkan bahwa variabel bebas mampu menjelaskan variabel terikat sebesar . ,8%) sedangkan sisanya . ,2%) dipengaruhi oleh variabel lain diluar Untuk motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai di Kantor Camat Mandrehe dengan persamaan regresi yang diperoleh dibawah ini: Y=9,543 0,506X1 0,373X2 7,907 Keterangan: = Kinerja Pegawai = Motivasi Kerja = Kepuasan Kerja Persamaan regresi linear berganda diatas menunjukkan bahwa variabel motivasi kerja dan kepuasan kerja memiliki tanda yang positif. Maka koefisien . sebesar 9,543 merupakan nilai variabel kinerja ketika variabel motivasi kerja dan kepuasan kerja normal. Koefisien regresi untuk . sebesar 0,506 artinya setiap Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 kenaikan 1 satuan pada variabel motivasi kerja dengan asumsi variabel lain tetap, maka kinerja pegawai akan mengalami sebesar 0,506%. Selanjutnya, koefisien regersi untuk . sebesar 0,373 artinya setiap kenaikan 1 satuan pada kepuasan kerja dengan asumsi variabel lainnya tetap, maka kinerja pegawai mengalami kenaikan sebesar 0,373%. Uji hipotesis secara parsial motivasi kerja terhadap kinerja pegawai diketahui nilai ycEaycnycycycuyci . >ycycycaycayceyco . , maka motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Dan nilai tingkat signifikan sebesar 0,002<0,05, maka motivasi kerja (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Kemudian. Uji hipotesis secara parsial kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai diketahui nilai ycEaycnycycycuyci . >ycycycaycayceyco . , maka kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja Dan nilai tingkat signifikan sebesar 0,020<0,05, maka kepuasan kerja (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Selanjutnya, uji hipotesis secara silmultan (Uji F) diperoleh nilai yceEaycnycycycuyci sebesar . > yceycycaycayceyco . Maka disimpulkan bahwa semua variabel bebas . otivasi kerja dan kepuasan kerj. mampu menjelaskan variabel terikat . inerja pegawa. dengan kata lain variabel bebas bersama-sama variabel terikat. Kemudian, determinasi (R ) sebesar 0,648 . ,8%), sehingga dapat ditunjukkan bahwa 64,8% . inerja pegawa. dapat dijelaskan variabel bebas . otivasi kerja dan kepuasan kerj. sedangkan sisanya 35,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. https://jurnal. id/index. php/jim E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Hasil penelitian ini mendukung penelitian-penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nurkiswatun. Hermanto dan Santi Nururly dengan judul AuPengaruh Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah AlIkhawan MataramAy. Penelitian yang dilakukan oleh Akbar. Ardiansyah Ali. Nursyam AR dengan judul AuPengaruh Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor SAMSAT MakassarAy. Penelitian yang dilakukan oleh Elfa Suci Ramadhany dengan judul AuPengaruh Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai Dinas Perumahan Permukiman Kota BogorAy. Penelitian yang dilakukan oleh Akhsian Rustam Aji dengan judul Au Pengaruh Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten WonosoboAy. Dan terakhir penelitian yang dilakukan oleh Zulpadly dengan judul AuPengaruh Motivasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera UtaraAy. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penelitipeneliti sebelumnya menunjukkan bahwa ada pengaruh Motivasi kerja dan Kepuasan Kerja terhadap kinerja Pegawai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan oleh peneliti dibandingkan oleh penelitian terdahulu masih relevan yaitu variabel motivasi kerja dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Penutup Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa motivasi Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 kerja dan kepuasan kerja mempengaruhi kinerja pegawai di Kantor Camat Mandrehe Kabupaten Nias Barat. Saran Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan yang telah diuraikan sebelumnya, adapun beberapa saran yang dapat peneliti berikan yaitu: Pemimpin Kantor Camat Mandehe Kabupaten Nias Barat harus selalu memperhatikan kinerja pegawainya apakah sudah bekerja sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan atau tidak. Memberikan dorongan motivasi baik berupa penghargaan atau bonus kepada setiap pegawainya yang memiliki kinerja pegawai kerja yang baik, sehingga membuat pegawai akan termotivasi untuk bekerja secara maksimal sehingga berdampak pada peningkatan kinerja pegawai tersebut. Pemimpin Kantor Camat Mandehe Kabupaten Nias Barat harus selalu pegawainya untuk bekerja secara maksimal, dan pegawai juga hendaknya sungguh-sungguh dalam melaksanakan pekerjaan yang telah diberikan kepadanya, dengan menggunakan segala kemampuan dan keterampilan yang telah dimiliki demi Pimpinan Kantor Camat Mandehe Kabupaten Nias Barat harus selalu https://jurnal. id/index. php/jim E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X apakah sudah bekerja sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan atau Jika tidak maka pegawai tersebut harus diberikan teguran atau sanksi, sehingga pegawai tersebut tidak akan melakukan kesalahan yang sama dan akan berdampak pada peningkatan kinerja pegawai tersebut. Pegawai Kantor Camat Mandehe Kabupaten Nias Barat bertanggung jawab atau pekerjaan yang telah diberikan kepadanya, dengan tidak mengabaikan tugas yang telah diberikan Daftar Pustaka