Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 1 Maret 2021 | pp. 7 Ae 13 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Pengaruh Edukasi Pijat Oksitosin Terhadap Pengetahuan Ibu Postpartum Di Klinik Ikhwan Sentul Kabupaten Bogor Tahun Selby Sera Ibrahim*. Anni Suciawati. Triana Indrayani Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Nasional. Jakarta. Indonesia Corresponding author: Anni Suciawati . nnisuciawati@civitas. Received: January 1 2021. Accepted: February 18 2021. Published: March 1 2021 ABSTRAK Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kurangnya ASI, jumlah rata Ae rata pemberian ASI ekslusif di dunia berkisar 38%, meskipun sebagian besar perempuan di Indonesia menyusui anak mereka. Hanya 42% dari bayi yang berusia dibawah 6 bulan yang mendapatkan ASI Ekslusif, maka perlu para tenga kesehatan memberikan edukasi mengenai pijat oksitosin untuk menjadi salah satu solusi mengatasi masalah ASI terutama ibu Postpartum. Desain penelitian menggunakan pre experimental ini menggunakan rancangan one grup pretest Ae posttest design. Sample dalam penelitian ini berjumlah 23 responden. Teknik pengambilan sample menggunakan total sampling. Instrument penelitian terdiri dari kuisoner tentang pijat oksitosin. Kuisoner ini telah diuji validitas dan rehabilitas dengan nilai koefisien carnbachAos alpha pada kuisoner pengetahuan 0. 889 data dianalisis menggunakan analisa uivariat dan analisa bivariat dengan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan menggunakan media google meeting. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh pengetahuan saat sebelum dan sesudah edukasi dengan media google meeting dengan didapatkan nilai P Value 0,00 < a= 0,05. Media edukasi Google Meeting dapat meningkatkan pengetahuan responden tentang edukasi pijat oksitosin khususnya terhadap pengetahuan ibu postpartum. Kata Kunci: Edukasi Pijat Oksitosin. Pengetahuan Ibu Postpatum. ASI Ekslusif This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Air susu ibu (ASI) adalah makanan yang paling sesuai untuk bayi karena mengandung zat - zat gizi yang diperlukan oleh bayi untuk tumbuh dan berkembang. Pentingnya memberikan ASI secara eksklusif pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan dan terus memberikan ASI sampai anak berusia 24 bulan telah memiliki bukti yang kuat. Penyebab ibu tidak memberikan ASI secara eksklusif pada bayinya seperti ibu - ibu bekerja atau kesibukan social lainnya faktor fisik ( kelainan endokrin, jaringan payudara hipoplastik,usia, nutrisi ), faktor reflek dan horman . rolaktin dan oksitosi. juga memegang peranan penting dalam laktasi, faktor psikologis . tress, kacau, marah dan sedih, kurangnya dukungan dan perhatian Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Pengaruh Edukasi Pijat Oksitosin TerhadapA. keluarga serta pasangan kepada ibu faktor sosial budaya . emasarkan susu formul. , faktor ketidak mengertinya ibu tentang kolostrum, ibu beranggapan ASI ibu kurang atau tidak memiliki cukup ASI, meniru teman, merasa ketinggalan jaman. (Faridah Hanum et al. , 2. Sehingga pada Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidak cukupnya ASI. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang . sampai tulang costae kelima - keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan Pijatan ini berfungsi untuk meningkatkan hormon oksitosin yang dapat menenangkan ibu, sehingga ASI pun keluar. pijat oksitosin dapat meningkatkan produksi ASI(Faridah Hanum et al. , 2. Pijat oksitosin adalah pemijatan tulang belakang pada costa . ulang rusu. ke 5-6 sampai ke scapula . ulang belika. yang akan mempercepat kerja saraf parasimpatis, saraf yang berpangkal pada medulla oblongata dan pada daerah daerah sacrum dari medulla spinalis, merangsang hipofise posterior untuk mengeluarkan oksitosin, oksitosin menstimulasi kontraksi sel-sel otot polos yang melingkari duktus laktiferus kelenjar mamae menyebabkan kontraktilitas mioepitel payudara sehingga dapat meningkatkan pemancaran ASI dari kelenjar (Insaini & Diyanti, 2. Berdasarkan Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2016 masih menunjukkan rata-rata angka pemberian ASI eksklusif di dunia baru berkisar 38 persen. Di Indonesia meskipun sejumlah besar perempuan . %) menyusui anak mereka dalam kehidupan mereka, hanya 42% dari bayi yang berusia dibawah 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif. Dibandingkan dengan target WHO yang mencapai 50%, maka angka tersebut masih jauh dari target (Yusari et al. , 2. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan di Indonesia . , tercatat bayi lahir mendapat inisiasi menyusui dini sebanyak 71,34% dan bayi mendapat ASI eksklusif sebanyak 65,16%. Provinsi Jawa Barat sendiri menjadi urutan ke 12 tercatat bayi lahir mendapat inisiasi menyusui dini sebanyak 78,59% dan bayi mendapat ASI eksklusif sebanyak 64,19%. Hasil laporan Profil Kesehatan Jawa Barat . , angka kelahiran di Kabupaten Bogor sekitar 13. 840 jiwa dengan pemberian ASI eksklusif masih rendah yaitu 62,0%. (UNICEF, 2. Menurut Chan, et al dalam Nurliawati . menyebutkan bahwa 44 ibu post partum sebanyak 77% berhenti menyusui sebelum bayi berusia 3 bulan dengan alasan presepsi ASI yang kurang sebanyak 44%, masalah payudara sebanyak 31%, dan merasa kelelahan sebanyak Penelitian lainya yang dilakukan oleh Collin dan scot yang dilakukan di Australia menunjukan bahwa 556 orang ibu melahirkan sebanyak 29% sudah berhenti menyusui bayinya pada minggu kedua dengan alasan bahwa ASInya kurang (Nurliawati, 2. Menyusui merupakan proses yang alamiah yang tidak mudah di lakukan. Cakupan ASI eksklusif tidak lepas dari masalah yang terjadi dalam proses menyusui diantaranya adanya kepercayaan yang salah bahwa ASI keluar sedikit atau ASI kurang mencukupi kebutuhan bayi. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh ibu, kondisi psikologis atau emosi ibu, bentuk payudara yang tidak normal sehingga tidak dapat berperan dalam proses menyusui, isapan bayi . eflex isap/kekuatan mengisap, lama mengisap, dan keseringan mengisa. juga dapat mempengaruhi produksi ASI (Nisman, 2. Rangsangan sentuhan pada payudara ketika bayi menghisap akan merangsang produksi oksitosin yang menyebabkan kontraksi sel-sel mioepitel, proses ini disebut reflex let down atau pelepasan ASI dan membuat ASI tersedia bagi bayi. Hal-hal lain yang erat hubungannya dengan proses menyusui adalah sering terjadi putting susu lecet, payudara bengkak, saluran susu tersumbat, mastitis, abses payudara, kelainan anatomi putting, atau bayi enggan menyusu dan produksi ASI sedikit (Bahiyatun, 2. Sehingga data yang di dapat peneliti di Klinik Ikhwan Sentul Bogor, adalah belum pernah adanya dilakukan edukasi mengenai pijat oxytosin terhadap ibu postpartum di klinik ikhwan Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Edukasi Pijat Oksitosin TerhadapA. sentul maka peneliti tertarik untuk memberikan edukasi di intansi tersebut, guna untuk meningkatkan cakupan ASI eklusif di indinesia terutama di kabupaten bogor dan juga Klinik Ikhwan yang merupakan salah satu bagian dari Kabupaten Bogor. Sehingga perlu dilakukannya pendidikan eduasi mengenai pijat oxytosin agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan seperti kekurangan gizi pada bayi, maka salah satu jenis media edukasi berdasarkan unsur pokok yang terkandung di dalamnya adalah media digital media digital adalah rangkaian gambar elektronis yang disertai oleh unsur suara . serta unsur gambar . yang dituangkan dalam pita video . ideo tap. Media digital adalah media yang mengandalkan indera pendengaran dan indera penglihatan. Media digital termasuk dalam media audio visual. Audio visual dalam penyampaian dan tampilan persuasif menjadikan media komunikasi sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan pada ibu postpartum. Media audio visual ini mampu menstimulasi indera pendengaran dan penglihatan saat proses penyampaian bahan edukasi. Edukasi Pijat Oxytosin menggunakan media digital langsung mampu menyampaikan pesan yang konsisten dan memberi kesempatan kepada penonton untuk menonton secara langsung dan dapat meningkatkan pemahaman. Media digial langsung juga dapat menyampaikan informasi lebih baik di bandingkan dengan media yang berbentuk tulisan, dan media digital lagsung memiliki efek motivasi dalam proses (Asmara, 2. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang pijat oxitosin dan asi eklusif terhadap tingkat pengetahuan ibu postpartum di Klinik Ikhwan Sentul Bogor. Populasi penelitian ini adalah ibu postpartum 7 hari di Klinik Ikhwan Sentul Bogor, sampel penelitian ini adalah seluruh dari populasi ibu postpartum di Klinik Ikhwan Sentul Bogor. Teknik pengambilan sampel ini adalah one grup sampling, yaitu setiap ibu postpartum di Klinik Ikhwan Sentul Bogor memperoleh kesempatan untuk menjadi sampel. METODELOGI PEMELITIAN Penelitian ini menggunakan desain (Pre-Experimenta. menggunakan One Ae Group Pretest-Posttest Design (Satu Kelompok Prates-Poste. Jika pada desain AuaAy tidak ada pretest, maka pada desain ini terdapat pretest sebelum diberi edukasi. Dengan demikian hasil edukasi dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi edukasi . engamatan akhir kembal. Populasi pada penelitian ini adalah Ibu Postpartum hari ke 7 di Klinik Ihwan Sentul Bogor sebanyak 23 pasien. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan dengan mengambil keseluruhan kasus atau responden yang ada atau tersedia pada saat penelitian berlangsung. Penelitian ini dilaksanakan di klinik ikhwan sentul kabupaten bogor. Penelitian ini dimulai pada bulan Februari 2021 Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisoner untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu post partum sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Edukasi Pijat Oksitosin TerhadapA. HASIL PENELITIAN Uji Normalitas Hasil Uji Normalitas Data Pengaruh Edukasi Pijat Oxytosin Terhadap Pengetahuan Ibu Postpartum di Klinik Ikhwan Sentul Bogor Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Kelompok Statistic Sig. Statistic Sig Sebelum dilakukan edukasi mengenai pijat 0,260 0,000 0,777 0,000 Sesudah dilakukan edukasi mengenai pijat 0,323 0,000 0,700 0,000 Sumber : Hasil Olahan SPSS, 2021 Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel 4. 3 menunjukkan bahwa sebelum dan sesudah dilakukan edukasi mengenai pijat exytosindi, baik dengan pendekatan uji kolmogorov smirnov maupun uji shapiro walk keduanya memperoleh nilai Sig sebesar 0,000. Karena seluruh nilai Sig yang diperoleh lebih kecil dari tingkat signifikansi penelitian yakni 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa data dalam penelitian ini tidak berdistribusi normal. Untuk pengujian selanjutnya ialah menggunakan uji wilcoxon yang menjadi salah satu alternatif untuk uji paired t test sample apabila data dalam penelitian tidak berdistribusi normal. Analisis Bivariat Tabel 4. Uji Wilcoxon Pengaruh Pengaruh Edukasi Pijat Oxytosin Terhadap Pengetahuan Ibu Postpartum di Klinik Ikhwan Sentul Bogor Kelompok Sebelum dilakukan edukasi mengenai pijat oxytosindi Sesudah dilakukan edukasi mengenai pijat oxytosindi Mean Min Max 15,78 4,43 P-Value 0,026 16,56 4,32 Sumber : Hasil Olahan SPSS, 2021 Berdasarkan hasil yang diperoleh pada Tabel 4. 4 menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan ibu postpartum sebelum dilakukan edukasi mengenai pijat oksitosin adalah 15,78 sedangkan tingkat pengetahuan ibu postpartum sesudah dilakukan edukasi mengenai pijat oksitosin diperoleh rata-rata sebesar 16,56. Dari hasil tersbut terjadi kenaikan tingkat pengetahuan ibu postpartum sebanyak 0,78 poin. Kemudian jika dilihat dari signifikansinya diperoleh p-value = 0,026 ( < 0,05 ) menunjukkan bahwa secara statistik terdapat pengaruh tingkat pengetahuan ibu postpartum yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi mengenai pijat oxytosin. Jadi dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan tingkat pengetahuan ibu postpartum yang diberi edukasi mengenai pijat oksitosin. PEMBAHASAN Analisis Univariat Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 4. 1 dan tabel 4. 2 menunjukkan bahwa secara deskriptif dengan diberikannya edukasi mengenai pijat oxytonsin akan meningkatkan pengetahuan ibu postpartum hal ini dibuktikan dengan distribusi frekuensi kategori tingkat pengetahuan baik sebelum dilakukan edukasi namun setelah dilakukan edukasi jumlahnya Pada kategori tingkat pengetahuan cukup sebelum dilakukan edukasi mengalami Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Edukasi Pijat Oksitosin TerhadapA. penurunan jumlah sebelum dilakukan edukasi dan setelah dilakukan edukasi, hal tersebut menandakan bahwa dengan dilakukannya edukasi maka jumlah orang berpengetahuan cukup akan berkurang sehingga jumlah tingkat berpengetahuan baik menjadi lebih banyak dari Hal ini bisa terjadi karena faktor usia pun akan mempengaruhi daya tangkap serta pola pikir seorang ibu. Menurut Notoatmojo . bahwa pendidikan adalah upaya untuk memberikan ilmu pengetahuan sehingga terjadi perubahan perilaku positif yang meningkat. Oleh sebab itu, makin tinggi pendidikan seseorang, makin mudah orang tersebut menerima Penelitian Cia Aprilianti tahun 2018 menyatakan bahwa diketahui responden dengan mendapatkan edukasi pijat oksitosin dan pijat oksitosin 75% mengalami one set yang cepat. dari 7 ibu yang mendapatkan edukasi dan pijat oksitosin, hanya 35% dengan one set laktasi cepat, dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh pemberian edukasi pijat oksitosin terhadap tingkat pengetahuan ibu. Sedangkan pada penelitian Nurul Isnaini dan Rama Diyanti Tahun 2015 enyatakan bahwa diketahui responden dengan mendapatkan edukasi dan pijat oksitosin di Puskesmas Raja Basa Indah Bandar Lampung sebanyak 9 ibu nifas atau 60% yang pengeluaran asinya cepat , 5 ibu nifas atau 33% yang pengeluaran asinya normal dan ibu yang mengalami pengeluaran Asinya lambat sebanyak 1 ibu nifas atau 7%, dengan demikian pemberian edukasi dan pijat oksitosin terhadap tingkat pengetahuan ibu. Penelitian yang dilakukan oleh Mera Delima. Gina Zulfia Arini dan Ernalinda Rosyana tahun 2016 dengan judul Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Peningkatan Produksi Asi Ibu Menyusui Di Puskesmas Plus Mandiangin dengan 21 responden didapatkan rata Ae rata produksi ASI sebelum mendapatkan edukasi dan pijat oksitosin sebanyak 7,05 dengan standar devisiasi 0,740 dan rata Ae rata produksi asi setelah mendapatkan edukasi dan pijat oksitosin sebesar 9,00 dan standar devisiasi 1,183, sedangkan perbedaan produksi ASi antara pengukuran pre dan post didapatkan rata rata -1,952 dengan standar devisiasi 1,161, dengan demikian pemberian edukasi dan pijat oksitosin terhadap tingkat pengetahuan Ibu. Maka dai hasil tersebut dapat dianalisa bahwa adanya perubahan tingkat pengetahuan terhadap ibu postpartum di Klinik Ikhwan Sentul Kabupaten Bogor yang di hasilkan dari suatu pengalaman pembelajaran mengenai pijat oksitosin pada saat sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui goggle meeting. Analisis Bivariat Berdasarkan hasil pada uji normalitas diperoleh hasil bahwa data dalam penelitian ini tidak berdistribusi normal sehingga untuk pengujian selanjutnya menggunakan uji wilcoxon. Pada uji wilcoxon diperoleh p-value kurang dari nilai alpha yang artinya terdapat pengaruh tingkat pengetahuan ibu postpartum yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi mengenai pijat oksitosin. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Laila . mengenai gambaran pengetahuan ibu postpartum tentang pijat oksitosin dengan hasil yang diperoleh bahwa pengetahuan ibu tentang pengertian dan manfaat pijat oksitosin akan terus bertambah seiring dengan ibu tersebut hadir atau paham mengenai pijat oksitosin itu sendiri. Menurut Hemranani . pijat oksitosin adalah salah satu cara menstimulasi keluarnya oksitosin dari kelenjar pituitary posterior. Frekuensi dilakukan pijat oksitosin juga dapatt mempengaruhi produksi ASI. Pijat oksitosin lebih efektif apabila dilakukan dua kali sehari yaitu tiap pagi dan sore hari. Pengeluaran ASI ini terjadi karena sel oto halus di sekitar alveoli mengerut sehingga memeras ASI untuk keluar. Penyebab otot-otot itu mengerut adalah suatu hormon yang dinamakan oksitosin. Dengan diberikannya edukasi tentang pijat oksitosin diharapkan agar dapat mempraktekkannya agar produksi ASI menjadi lancar. Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Edukasi Pijat Oksitosin TerhadapA. Dari hasil penelitian tersebut peneliti menganalisa bahwa masih banyak responden yang belum mengerti aatau memahami mengenai pijat oksitosin, terbukti pada saat pemberian pre test pada responden masih banyak responden yang menjawab salah pada pertanyaan yang terdapat didalam kuisoner tersebut, tetapi dierikan edukasi melalui google meeting lalu di berikan post test, ternyata dapat dilihat hasil kuisoner tersebut bahwa adanya penigkatan pengetahuan dan sudah banyak responden yang menjawab benar, seperti halnya pada pernyataan yang sebelum diberikan edukasi banyak responden yang menjawab salah, tetapi saat sesudah diberikan edukasi banyak responden yang sudah menjawab benar, hal ini dapat dikatakan bahwa pemberian informasi yang diterima oleh responden akan mempengaruhi kepada peningkatan pengetahuan responden KESIMPULAN Berdasarkan hasil yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh tingkat pengetahuan ibu postpartum sebelum dan sesudah dilakukan edukasi mengenai pijat oksitosin dengan p-value = 0,026 < 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa ada pengaruh pemberian edukasi mengenai pijat oksitosin terhadap tingkat pengetahuan ibu postpartum di Klinik Ikhwan Sentul Bogor Tahun 2021. DAFTAR PUSTAKA