PENDIDIKAN TB MELALUI WHATSAPP REMINDER BERKALA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA DI SMA NEGERI 2 DENPASAR I Dewa Putu Gede Putra Yasa1. I Putu Bayu Suadnyana2. N Adi SumartawanA. I Made Widastra4 A,A,3 Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Denpasar. Bali. Indonesia E-mail: babaloxo@gmail. comA, adi_sumartawan@yahoo. Abstract : Tuberculosis that attacks adolescents aged 10-18 years tends to Health education is one way to increase adolescent knowledge about how to prevent tuberculosis, one of the media that can be used for health education is WhatsApp. This study aims to determine the effect of TB education through WhatsApp periodic reminder on the level of knowledge of adolescents in SMA Negeri 2 Denpasar in 2019. The research design used was one-group pre-post test design. The number of samples was 44 people selected by quota sampling technique. The study was conducted in July to August 2019. Data collection used knowledge level questionnaires about TB. The results of this study the average value of knowledge of adolescents before being given health education at 11. 68 and after being given health education at 19. Hypothesis testing uses paired t-test with p value = 0. <0. The conclusion of this research is the effect of TB education through WhatsApp periodic reminder on the level of knowledge of adolescents, then it is recommended to do health education using WhatsApp media. Keywords: health education. WhatsApp, adolescent knowledge, tuberculosis Abstrak : Tuberculosis yang menyerang remaja usia 10-18 tahun cenderung mengalami peningkatan. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai cara pencegahan tuberculosis, salah satu media yang dapat digunakan untuk pendidikan kesehatan adalah media WhatsApp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan TB melalui WhatsApp reminder berkala terhadap tingkat pengetahuan remaja di SMA Negeri 2 Denpasar tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah one-group pre-post test design. Jumlah sampel sebanyak 44 orang yang dipilih dengan teknik quota sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2019. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan mengenai TB. Hasil penelitian ini nilai rerata tingkat pengetahuan remaja sebelum diberi pendidikan kesehatan sebesar 11. 68 dan sesudah diberi pendidikan kesehatan sebesar Uji hipotesis menggunakan uji paired t-test dengan nilai p value = 0,001 . <0,. Simpulan penelitian ini ada pengaruh pendidikan TB melalui WhatsApp reminder berkala terhadap tingkat pengetahuan remaja, selanjutnya disarankan melakukan pendidikan kesehatan dengan menggunakan media WhatsApp. Kata kunci : pendidikan kesehatan. WhatsApp, pengetahuan remaja. TB Jurnal Gema Keperawatan |Volume . Nomor . I Dewa Putu Gede Putra Yasa. I Putu Bayu Suadnyana. N Adi Sumartawan. I Made Widastra. Desember 2020. PENDAHULUAN Tuberculusis (TB) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menyebar melalui droplet orang yang telah terinfeksi hasil TB. Di seluruh dunia. TB adalah salah satu dari 10 penyebab utama kematian dan penyebab utama dari satu agen infeksius . i atas HIV/AIDS). menyebabkan sekitar 1,3 juta kematian . isaran, 1,2-1,4 jut. pada tahun 2017. Secara global, perkiraan persebaran TB adalah 10,0 juta orang . isaran, 9,0-11,1 jut. mengembangkan penyakit TB pada 2017: 5,8 juta pria, 3,2 juta wanita dan 1,0 juta anak. Ada kasus di semua negara dan kelompok umur, tetapi secara keseluruhan 90% adalah orang dewasa . erusia Ou15 tahu. , dua pertiga berada di delapan negara: India . %). Cina . %). Indonesia . %). Filipina . %). Pakistan . %). Nigeria . %). Bangladesh . %) dan Afrika Selatan . %) . Tubercolusis masih sangat tinggi di Indonesia, menurut laporan profil kesehatan 2017, jumlah kasus TB tahun 2017 adalah 360. 770 kasus, kasus tertinggi terjadi di provinsi Jawa Barat dengan jumlah 78. 698 dan yang paling kecil yaitu gorontalo dengan jumlah 754 kasus . Tuberculosis bisa terjadi di semua usia tidak hanya menyerang orang dewasa saja tapi juga sebagian besar menyerang remaja. Tuberculosis yang menyerang remaja usia 10-18 tahun cenderung mengalami peningkatan, pada tahun 2014 berjumlah 10. 766 kasus yang mengalami peningkatan di tahun 2015 018 kasus . , dan menurut profil kesehatan RI tahun 2017 kasus tuberculosis pada usia 15-24 tahun berjumlah 15,60% . dari rata-rata kasus TB nasional. Provinsi Bali menduduki posisi ke 22 dengan jumlah kasus TB sebesar 3. dan paling banyak terjadi di Kota Denpasar dengan jumlah kasus 1. 021 dan yang terkecil adalah Kabupaten Bangli. SMAN 2 Denpasar merupakan salah satu SMA yang terletak dekat dengan pasar sanglah dan pusat kota denpasar dengan tingkat polusi yang tinggi. Penelitian yang berjudul pemberian pendidikan kesehatan melalui media leaflet efektif dalam peningkatan Tuberculusis ponorogo, menyatakan bahwa dari jumlah 30 responden sebesar 46,7% memiliki tingkat pengetahuan kurang, 36,7% memiliki pengetahuan cukup dan hanya 16,6% pengetahuan baik tentang TB . Tuberculosis mempunyai dampak yang sangat luas, tidak hanya berdampak di bidang kesehatan saja tapi juga dari aspek sosial dan ekonomi, dengan demikian TB merupakan ancaman terhadap cita-cita pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh, karenanya perang terhadap TB berarti pula perang terhadap kemiskinan, ketidakproduktifan, dan kelemahan akibat TB. Kementerian Kesehatan mempercepat upaya eliminasi TB pada Akselerasi itu dilakukan melalui akses pencegahan, diagnosis, pengobatan, dan layanan kesehatan bagi seluruh penderita TB, serta meningkatkan berkelanjutan dan mandiri. Pemerintah Indonesia melakukan berbagai terobosan dalam mencapai eliminasi TB 2030, antara lain. Standar Pelayanan Minimal (SPM), dimana pemerintah daerah diwajibkan untuk mengalokasikan dana daerah yang Kemudian melakukan promosi kesehatan deteksi kasus TB secara aktif melalui pendekatan keluarga dan penguatan sistem surveilans dengan Jurnal Gema Keperawatan |Volume . Nomor . I Dewa Putu Gede Putra Yasa. I Putu Bayu Suadnyana. N Adi Sumartawan. I Made Widastra. Desember 2020. menghubungkan sistem informasi TB dan sistem informasi fasilitas pelayanan kesehatan, pengembangan respons cepat untuk akses terhadap alat diagnostik dan obat- obatan, meningkatkan secara Jaminan Kesehatan sinkronisasi layanan pengobatan TB dengan JKN, dan penguatan penelitian dan pengembangan terkait pencegahan dan pengendalian TB. Promosi kesehatan menjadi salah satu solusi utama dalam pencegahan TB, pelaksanaannya masih kurang efektif terutama di kalangan remaja, karena media ceramah dan leflet yang kurang menarik dan tidak mampu menjangkau semua remaja yang ada dengan keterbatasan ruang dan waktu. pada masa serba modern ini keterbatasan ruang dan waktu bukan lagi menjadi masalah. Berkembangnya aplikasi-aplikasi berbasis internet bukan hal baru lagi dan saat ini sedang diminati oleh kaum remaja, jadi salah satu solusi untuk masalah ini adalah dengan memanfaatkan aplikasi berbasis internet yang lebih efektif dari segi ruang dan waktu salah satunya adalah layanan WhatsApp. Layanan chatting WhatsApp merupakan salah satu aplikasi berbasis internet yang sedang diminati remaja. Whatsapp adalah aplikasi chatting dimana anda bisa mengirim pesan text, suara, gambar, lokasi, bahkan video ke teman- teman menggunakan jenis ponsel apapun. WhatsApp pun dapat digunakan sebagai pengingat/reminder. WhatsApp menghimpun 1,5 miliar pengguna aktif bulanan . , dengan menggunakan layanan chatting WhatsApp pemberian Tuberculosis akan mampu lebih efektif serta tidak akan mengalami keterbatasan ruang dan waktu guna meningkatkan pengetahuan remaja terhadap TB. SMA Negeri 2 Denpasar terletak di pusat kota Denpasar dan berdekatan dengan pasar sanglah yang merupakan daerah yang kurang bersih serta banyak polusi kendaraan dan limbah pasar, oleh sebab itu peneliti memutuskan untuk meneliti di SMA Negeri 2 Denpasar. METODE Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre experimental dengan jenis penelitian yang digunakan adalah Onegroup pre-post test design. Penelitian ini telah dilaksanakan di SMAN 2 Denpasar. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja kelas X IPS. Jumlah remaja di SMAN 2 Denpasar pada tahun 2019 sebanyak 144 orang dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang. Teknik penelitian ini adalah non-probability sampling yaitu quota sampling. Tingkat menggunakan lembar kuesioner yang terdiri dari 20 pernyataan tentang TB. Uji yang analisis bivariate yang digunakan dalam penelitian ini adalah Paired T-Test karena data berdistribusi normal. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Remaja Berdasarkan Usia di SMA Negeri 2 Denpasar Tahun 2019 Usia 15 tahun 16 tahun Jumlah Berdasarkan interpretasi table 1 diatas, dari 44 responden didapatkan bahwa sebagian besar yaitu 79,5% berusia 15 tahun. Jurnal Gema Keperawatan |Volume . Nomor . I Dewa Putu Gede Putra Yasa. I Putu Bayu Suadnyana. N Adi Sumartawan. I Made Widastra. Desember 2020. Tabel 2 Distribusi Frekuensi Karakteristik Remaja Berdasarkan Jenis Kelamin di SMA Negeri 2 Denpasar Tahun 2019 Jumlah Berdasarkan interpretasi table 2 diatas, dari 44 responden didapatkan bahwa sebagian besar yaitu 65,9 % berjenis kelamin perempuan. Tabel 3 Distribusi Pengetahuan Remaja Mengenai TB Sebelum Diberikan Pendidikan Kesehatan Melalui WhatsApp di SMA Negeri 2 Denpasar Tahun 2019 mengalami peningkatan rerata nilai menjadi 7,83. Remaja SMA menunjukkan ketertarikan yang sangat besar mengenai pendidikan kesehatan, namun hal ini tidak ditunjang dengan sarana pendidikan kesehatan yang efektif dan efisien . Remaja kelas X di SMA N 2 Denpasar belum pernah pendidikan TB, hal ini menyebabkan remaja menjawab kurang tepat terhadap pertanyaan yang diberikan. Remaja kelas X yang diberikan pendidikan melalu WhatsApp Reminder tampak sangat antusias terbukti dari semua remaja membaca materi yang diberikan, serta meberikan respon balik saat materi dikirimkan. Tabel 4 Distribusi Pengetahuan Remaja Mengenai TB Setelah Diberikan Pendidikan Kesehatan Melalui WhatsApp di SMA Negeri 2 Denpasar Tahun 2019 N Mean Median Modus Standar MinDeviasi Max Berdasarkan interpretasi tabel 4 diatas, dari 44 responden didapatkan N Mean Median Modus Standar Minbahwa rata-rata nilai pengetahuan remaja Deviasi Max WhatsApp Berdasarkan interpretasi tabel 3 02 dengan nilai terbanyak yaitu diatas, dari 44 responden didapatkan 19 dan mediannya yaitu 19 dengan bahwa rata-rata nilai pengetahuan standar deviasi yaitu 0. 762, nilai terendah remaja mengenai TB sebelum diberikan yaitu 18 dan nilai tertinggi yaitu 20. Upaya kesehatan melalui WhatsApp yaitu 68 dengan nilai terbanyak yaitu 13 dengan pendidikan kesehatan. Pendidikan dan mediannya yaitu 12 dengan standar kesehatan dapat dilakukan melalui deviasi yaitu 1. 653, nilai terendah yaitu berbagai media salah satunya media 8 dan nilai tertinggi yaitu 14. sosial, dimana media sosial merupakan Hasil penelitian dari Wibisono . media yang sangat efektif dan dengan mengenai efektivitas penggunaan grup biaya yang sangat murah, media ini dapat sosial media whatsapp sebagai media digunakan secara cepat seiring degan edukasi penanganan pertama cedera perkembangan jaman untuk melakukan musculoskeletal, menyatakan bahwa ratapromosi maupun pendidikan kesehatan . rata sebelum diberi intervensi diperoleh Hasil penelitian dari tentang Promosi rerata nilai 6,5 dan sesudah intervensi kesehatan menggunakan gambar dan teks Jurnal Gema Keperawatan |Volume . Nomor . 100 I Dewa Putu Gede Putra Yasa. I Putu Bayu Suadnyana. N Adi Sumartawan. I Made Widastra. Desember 2020. dalam aplikasi WhatsApp pada kader posbindu yang menyatakan bahwa rerata kepuasan belajar post intervensi edukasi dibandingkan dengan intervensi pesan teks. Tabel 5 Analisis Bivariat Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui WhatsApp Reminder Berkala Terhadap Pengetahuan Remaja Mengenai TB di SMAN 2 Denpasar Tahun 2019 Pengetahuan Mean Sebelum Setelah Selisis Mean p Value 0,001 Berdasarkan interpretasi tabel 5 peningkatan rata-rata tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan dibandingkan dengan sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebanyak 7. dengan rerata nilai 11. 68 pada saat sebelum diberikan pendidikan kesehatan meningkat menjadi 19. diberikan pendidikan kesehatan. Indonesia merupakan salah negara dengan pengguna media sosial terbesar di dunia. Instagram. Facebook WhatsApp peringkat teratas jejaring sosial di Indonesia. Jejaring sosial banyak digunakan untuk bertukar informasi serta menjadi tempat promosi. Metode promosi menggunakan jejaring sosial sangat efektif dan dengan biaya yang sangat murah, media ini dapat digunakan secara cepat seiring degan perkembangan jaman. Penelitian Muntaner . tentang Effects Of A Whatsapp-Delivered Physical Activity Intervention To Enhance Health-Related Physical Fitness Components And Cardiovascular Disease Risk Factors In Older Adults yang dilakukan di Spanyol, menunjukkan WhatsApp menghasilkan sedikit perubahan pada beberapa komponen kebugaran fisik yang berhubungan dengan kesehatan dan faktor risiko penyakit jantung. Penggunaan media sosial yang begitu besar sebagai sumber informasi dan promosi mampu memberi pengaruh terhadap tingkat pengetahuan remaja WhatsApp sehingga media sosial menjadi sumber informasi terbesar bagi kaum remaja, menjadikan media sosial sebagai wadah yang tepat untuk memberikan promosi maupun pendidikan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan UCAPAN TERIMAKASIH