Jurnal Akademi Akuntansi Indonesia Padang e-ISSN: 2775-9768 p-ISSN: 2777-0974 Vol. No. Oktober 2024 Pengaruh Risk Profile. Earning, dan Capital terhadap Nilai Perusahaan pada Perbankan di Indonesia Eca Intan Mahliza1*. Ade Budi Setiawan2. Maria Magdalena Melani3 1,2,3 Universitas Djuanda. Indonesia Corresponding Author: eca. intan2020@unida. Info Artikel Direvisi, 08/10/2024 Diterima, 28/10/2024 Dipublikasi, 08/11/2024 Kata Kunci: Capital. Earning. Nilai Perusahaan. Risk Profile. Keywords: Capital. Earning. Firm Value. Risk Profile. Abstrak Penelitian ini mempunyai tujuan guna melihat pengaruh Risk Profile. Earning, serta Capital atas Nilai Perusahaan. Populasi penelitian ini mencakup 4 Perusahaan Perbankan di Indonesia yang tergolong dalam Himpunan Bank Milik negara (HIMBARA) selama periode 2011-2023. Sampel sebanyak 4 perusahaan dikumpulkan dan diamati selama 13 periode waktu yang ditentukan dengan metode sampel jenuh. Pendekatan kuantitatif dipergunakan pada penelitian ini. Metode analisis data yang dipergunakan di penelitian ini ialah analisis regresi data panel melalui aplikasi pengolahan data mempergunakan Eviews 12. Indikator NPL. ROA, serta CAR digunakan untuk mengukur Risk Profile. Earning, serta Capital, sementara TobinAos Q dipergunakan sebagai indikator nilai perusahaan. Secara parsial. ROA serta CAR mempunyai pengaruh positif juga signifikan atas nilai perusahaan. Di sisi lain. NPL tidak mempunyai pengaruh atas nilai perusahaan. Sementara secara bersamaan NPL. ROA, serta CAR mempunyai pengaruh atas nilai perusahaan. Abstract This study aims to determine the effect of Risk Profile. Earning, and Capital on Firm Value. The population of this study consists of 4 Banking Companies in Indonesia included in the Association of State-Owned Banks (HIMBARA) during the period 2011-2023. A sample of 4 companies was collected and observed for 13 periods of time determined by the saturated sample method. A quantitative approach was used in this study. The data analysis method used in this research is panel data regression analysis with data processing applications using Eviews NPL. ROA, and CAR indicators are used to measure Risk Profile. Earning, and Capital, while Tobin's Q is used as an indicator of firm value. Partially. ROA and CAR have a positive and significant influence on firm value. On the other hand. NPL has no influence on firm value. While simultaneously NPL. ROA, and CAR have an effect on firm value. PENDAHULUAN Keputusan investasi amat mendapatkan pengaruh oleh adanya dana perusahaan yang bersumber dari internal financing . endanaan interna. atau sumber external financing . endanaan eksterna. Keputusan pendanaan berhubungan terhadap penetapan struktur modal yang akurat untuk perusahaan. Tujuan keputusan pendanaan yakni seperti apa perusahaan menetapkan sumber dana yang optimal guna memberikan dana beragam alternatif investasi, dengan demikian mampu mengoptimalkan nilai perusahaan yang tergambar melalui harga Nilai perusahaan yang bertambah mampu jadi harapan para pemilik perusahaan, sebab dapat terlihat dalam taraf pengembalian investasi pada pemegang saham (Wibowo, 2. Adanya diskontinuitas perusahaan sehingga aktivitas perusahaan tidak dapat berlangsung DOI: https://doi. org/10. 31933/8hxpp483 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Page 196 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 secara optimal, mengakibatkan stakeholders keliru menetapkan keputusan yang dapat menyebabkan nilai perusahaan menyusut (Marheni, 2. Adanya penyusutan nilai perusahaan tidak relevan terhadap keinginan tiap perusahaan yang mengharapkan pertambahan nilai perusahaan pada tiap periodenya, sejalan terhadap theory of the firm mempunyai tujuan perusahaan yakni mengoptimalkan kekayaan dan nilai perusahaan (Hariyani, 2. Rasa percaya rakyat pada perbankan mendapatkan pengaruh oleh kapabilitas dalam menjaga serta menambah nilai perusahaan (Anggarsini & Suprasto, 2. Harga Saham BBNI BMRI BBRI BBTN Sumber: Data diolah, 2024 Gambar 1. Harga Saham Himbara Mengacu pada data tersebut, mampu dicermati bahwasanya harga saham keempat bank tersebut terjadi fluktuasi setiap tahunnya, dimana pada Bank BNI mengalami penurunan pada periode 2020-2021 dengan harga paling tinggi ada di tahun 2022 yakni sejumlah Rp 9. 225,dan harga paling rendah ada di tahun 2020 yakni sejumlah Rp 6. 175,-. Bank Mandiri mengalami penurunan pada periode 2020-2021 dengan harga paling tinggi ada di tahun 2019 yaitu sebesar Rp 7. 675,- dan harga terendah pada tahun 2020 yaitu sebesar Rp 6. 325,-. Bank BRI mengalami penurunan pada periode 2020-2021 engan harga paling tinggi ada di tahun 2022 yakni sejumlah Rp 4. 940,- dan harga paling rendah di tahun 2021 yakni sejumlah Rp 4. 110,-, dan Bank BTN mengalami penurunan pada periode 2020-2022 dengan harga paling tinggi di tahun 2019 yaitu sejumlah Rp 2. 120,- serta harga paling rendah di tahun 2022 yakni sejumlah Rp 1. 350,-. Kesehatan bank merupakan faktor penting dalam sektor perbankan, pernyataan ini berkaitan dengan keyakinan penanam modal (Ariyani. Pangestuti & Raharjo, 2. Dalam penelitian ini variabel independen yang dipergunakan ialah Risk Profile yang diproksikan NPL. Earning yang diproksikan ROA, serta Capital yang diproksikan CAR. Penelitian ini memiliki tujuan guna melakukan pengujian secara empiris pengaruh terhadap nilai perusahan perbankan yang masuk pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbar. Risk Profile menjadi acuan penilaian tingkat kesehatan suatu bank apabila aktivitas perbankan memungkinkan adanya risiko yang dapat diterima. Profil risiko tercermin dari kredit bermasalah (NPL) yang mempengaruhi nilai perusahaan dimana, pengendalian resiko yang baik dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap bank (Novelia. Sumiati, & Fauzi, 2. Penelitian yang dilakukan Laila & Purnamasari . mengatakan kredit macet tidak berdampak signifikan atas harga saham. Pernyataan ini tidak searah dengan keterbukaan Iradianty et al dan Maharani . yang menyatakan bahwa NPL secara parsial berdampak penting atas nilai perusahaan. Page 197 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Earning merupakan satu diantara parameter efisiensi manajemen yang mengarah pada keuntungan dalam pengelolaan aset perusahaan, yang mana semakin tinggi laba perusahaan maka dapat diartikan kinerja usaha yang baik. Laba dinyatakan sebagai tingkat pengembalian aset (ROA) yang memberi pengaruh nilai perusahaan dimana kapabilitas perusahaan perbankan untuk menciptakan keuntungan dalam bisnis, termasuk pemegang saham (Novelia. Sumiati, & Fauzi, 2. Hasil kajian yang dilakukan oleh Dilla . mengungkapkan ROA mempunyai dampak positif bersifat penting atas nilai yang dimiliki perusahaan yang diproksikan pada harga Namun, hasil tersebut tidak searah dengan kajian Iradianty et al dan Maharani . yang mana rasio ROA secara parsial tidak mempunyai dampak signifikan atas nilai perusahaan. Capital merupakan bagian dalam perusahaan dimana modal yang cukup dapat meningkatkan kinerja bank dalam mengatasi kegagalan suatu bank dalam mengolah asetnya. Modal dinyatakan sebagai rasio kecukupan modal (CAR) yang mempengaruhi nilai perusahaan ditambah lagi dengan ketersediaan modal yang baik, sehingga dapat menjamin keamanan asset dan dana bank, dapat memberikan wawasan tentang pengelolaan kekayaan yang baik di industri perbankan (Novelia. Sumiati, & Fauzi, 2. Hasil kajian oleh Aprilia & Hapsari . mengklaim bahwa CAR berdampak atas nilai yang dimiliki perusahaan, namun hal tersebut tidak konsisten dengan kajian Iradianty et al dan Maharani . yang mana CAR secara parsial tidak berdampak signifikan atas nilai perusahaan. TINJAUAN PUSTAKA Signalling theory yakni tindakan manajemen di suatu perusahaan dalam memberikan panduan pada investor mengenai pandangan manajemen mengenai prospek masa depan Signalling theory memperlihatkan terdapatnya asimetri informasi antara manajemen perusahaan serta pemangku kepentingan. Informasi tersebut meliputi informasi, catatan atau uraian mengenai kondisi kelangsungan hidup perusahaan masa lalu, sekarang dan masa depan. Brigham dan Houston dalam (Nur, 2. Teori keagenan yakni sebuah kontrak antara investor dan manajer. Pokok dari hubungan keagenan ialah terdapatnya pemisahaan kepemilikan serta pengendalian. Kepemilikan diwakili oleh investor yang melangsungkan delegasi kebijakan pada agen yang merupakan manajer guna mengatur kekayaan investor. Investor memiliki keinginan bahwasanya melalui mendelegasikan wewenang pengelolaan itu, mereka dapat mendapatkan keuntungan melalui meningkatnya kekayaan serta keuntungan investor. Darmawati dalam (Ningrum, 2. Akuntansi keuangan yakni satu rangkaian proses yang akhirnya ada pada penyusunan laporan keuangan yang berkaitan terhadap perusahaan secara menyeluruh guna dipergunakan oleh pemakai laporan keuangan yang meliputi internal serta eksternal perusahaan (Kieso. Nilai Perusahaan yakni tujuan normatif dari manajemen keuangan. Nilai perusahaan yakni penilaian investor atas taraf kesuksesan perusahaan yang berhubungan kuat dengan harga Bertambahnya nilai perusahaan ialah suatu prestasi, yang sejelan dengan harapan para pemiliknya, sebab adanya peningkatan nilai perusahaan, dengan demikian dapat meningkat pula kesejahteraan para pemilik. Nilai perusahaan mampu terindikasi dari harga Nilai perusahaan ialah nilai pasar dari sebbuah ekuitas perusahaan ditambah nilai pasar hutang. Sehingga, hasil penambahan total ekuitas perusahaan serta hutang perusahaan bisa menggambarkan nilai perusahaan (Brigham & Houston, 2. Page 198 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Hipotesis Penelitian HCA: Risk Profil tidak memiliki pengaruh atas nilai perusahaan. HCC: Earning memiliki pengaruh atas nilai perusahaan. HCE: Capital mempunyai pengaruh atas nilai perusahaan. HCE: Risk Profile. Earning, dan Capital berpengaruh atas nilai perusahaan. METODE Penelitian ini mempergunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini ialah perusahaan perbankan yang masuk dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbar. Sampel dari penelitian ini mencakup Bank Mandiri. Bank BNI. Bank BRI, juga Bank BTN. Teknik pengambilan sampel yang dipergunakan di penelitian ini ialah sampel jenuh. Teknik analisis data mempergunakan regresi data panel melalui mempergunakan program Eviews 12. Variabel dependent dalam penelitian ini ialah nilai perusahaan sementara variabel independen ialah risk profile, earning, dan capital. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Mean Maximum Minimum Std. Dev. Observations Tabel 1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif TOBIN NPL ROA CAR Sumber: Output Pengolahan Data dengan Eviews 12, 2024. Perolehan dari tabel 1 mengenai analisis statistik deskriptif di atas bisa dijabarkan berikut: Nilai Perusahaan (TobinAos Q) Variabel dependent di penelitian ini ialah Nilai Perusahaan yang diproksikan dengan TobinAos Q. Mengacu terhadap tabel 1 perolehan analisis statistik deskriptif menunjukan bahwasanya TobinAos Q mempunyai nilai rerata sejumlah 0,014471, artinya nilai pasar saham perbankan lebih besar dibanding biaya asetnya yang memperlihatkan bahwasanya manajemen sukses mengelola aset dengan demikian meningkatkan investasi mencapai 1,4%. TobinAos Q tertinggi adalah 0,017400 yaitu PT Bank Mandiri Tbk tahun 2023. Sementara TobinAos Q terendah adalah 0,011500 yakni PT BTN Tbk tahun 2015. Ukuran nilai standar deviasi pada perolehan analisis statistik deskriptif itu ialah 0,001804. Risk Profile (NPL) Variabel independen pertama di penelitian ini ialah Risk Profile yang diproksikan dengan NPL. Mengacu terhadap tabel 1 perolehan analisis statistik deskriptif menunjukan bahwasanya NPL mempunyai nilai mean sejumlah 0,027681, yang maknanya bank dalam kondisi sehat sebesar 2,7%. Nilai NPL tertinggi adalah 0,047800 yakni PT BTN Tbk tahun 2019 serta nilai paling rendah sejumlah 0,010200 yakni PT Mandiri Tbk tahun 2023. Sementara ukuran nilai standar deviasi pada perolehan analisis statistik deskriptif itu ialah 0,008391. Page 199 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Earning (ROA) Variabel independen kedua di penelitian ini ialah Earning yang diproksikan dengan ROA. Mengacu pada tabel 4. 2 perolehan analisis statistik deskriptif memperlihatkan bahwasanya ROA mempunyai nilai mean sejumlah 0,027046, yang maknanya bank dalam kondisi sehat sebesar 2,7%. Nilai ROA tertinggi adalah 0,051500 yakni PT BRI Tbk tahun 2012 serta nilai terendah sejumlah 0,001300 yakni PT Bank Tabungan Negara Tbk tahun Sementara ukuran nilai standar deviasi pada hasil analisis statistik deskriptif itu ialah 0,012031. Capital (CAR) Variabel independen ketiga di penelitian ini ialah Capital yang diproksikan dengan CAR. Mengacu pada tabel 4. 2 perolehan analisis statistik deskriptif menunjukan bahwasanya CAR mempunyai nilai mean sejumlah 0,190583, yang maknanya bank dalam kondisi sangat sehat sebesar 19%. Nilai CAR tertinggi adalah 0,252800 yakni PT BRI Tbk tahun 2021 serta nilai terendah sejumlah 0,146400 yakni PT BTN Tbk tahun 2014. Sementara ukuran nilai standar deviasi pada perolehan analisis statistik deskriptif itu ialah 0,026501. Analisis Regresi Data Panel Tabel 2. Model Regresi Data Panel Fixed Effect Model (FEM) Dependent Variable: TOBIN Method: Panel Least Squares Sample: 2011 2023 Periods included: 13 Cross-sections included: 4 Total panel . observations: 52 Variable Coefficient NPL ROA CAR Effects Spesification Cross-section fixed . ummy variable. R-squared Std. Error t-Statistic Prob. Mean dependent var Adjusted R-squared dependent var of regression Akaike info criterion Sum squared resid 08E-05 Schwarz criterion Log likelihood Hannan-Quinn criter. F-statistic Durbin-Watson stat Prob(F-statisti. Sumber: Output Pengolahan Data dengan Eviews 12, 2024. Mengacu pada tabel tersebut, mampu dicermati bahwasanya persamaan regresi yang didapatkan melalui hasil output eviews 12 tersebut, yaitu: TobinAos Q = 0,078695 ROA 0,023845 CAR A Page 200 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinearitas Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas NPL ROA CAR NPL ROA CAR Sumber: Output Pengolahan Data dengan Eviews 12, 2024. Mengacu pada tabel 3 tersebut, perolehan uji multikolinearitas memperlihatkan bahwa antara variabel independen pada penelitian ini telah lolos dari uji multikolinearitas. Sebab nilai korelasi antara variabel independen di bawah 0,8 yang artinya antar variabel independen bebas dari gejala multikolineritas. Uji Normalitas Sumber: Output Pengolahan Data dengan Eviews 12, 2024. Gambar 2. Hasil Uji Normalitas Penelitian ini menggunakan software Eviews 12 dengan uji Jarque-Bera. Berdasarkan gambar di atas, memperlihatkan bahwasanya nilai Jarque-Bera sejumlah 3,434172 dan nilai probabilitas sejumlah 0,179589, yang artinya nilai probabilitas tersebut lebih dari 0,05 . ,179589> 0,. Yang artinya data pada penelitian ini diasumsikan normal. Uji Heteroskedastisitas Variable NPL ROA CAR Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Glejser Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Sumber: Output Pengolahan Data dengan Eviews 12, 2024. Hasil yang didapatkan dari uji heteroskedastisitas dengan mempergunakan uji Glejser memperlihatkan bahwasanya seluruh probabilitas variabel mempunyai nilai di atas 0,05. Page 201 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Dengan demikian, bisa diambil suatu simpulan bahwasanya model regresi tidak terdapat persoalan heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi Durbin-Watson Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. 9194 Hannan-Quinn criter. 25586 Durbin-Watson stat Sumber: Output Pengolahan Data dengan Eviews 12, 2024. Mengacu pada tabel tersebut, mampu dicermati bahwasanya nilai statistik Durbin-Watson pada penelitian adalah sejumlah 0,774105 yang artinya nilai tersebut ada di antara -2 serta 2 . C 0,774105C. Hal demikian menunjukkan bahwasanya di penelitian ini tidak terdapat tanda autokorelasi dengan demikian data layak dipergunakan untuk penelitian. Uji Hipotesis Uji Adjusted R Squared (RA) R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Tabel 6. Hasil Uji Adjusted R Squared (RA) Mean dependent var dependent var Akaike info criterion 08E-05 Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber: Output Pengolahan Data dengan Eviews 12, 2024. Mengacu pada tabel 4. 9 bisa dicermati bahwasanya nilai Adjusted R Squared yang dihasilkan sejumlah 0,694485 yang memperlihatkan bahwasanya kapabilitas variabel NPL. ROA, serta CAR dalam menjelaskan variabel Nilai Perusahaan yang dihitung mempergunakan TobinAos Q ialah sejumlah 41,8% sementara sisanya yakni sejumlah 50,2% diuraikan oleh variabel lainnya yang tidak tergolong di penelitian ini. Uji Simultan (Uji Statistik F) Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95% serta derajat kebebasan . = K-1 / . = 4 Ae 1 = 3 serta . = n-K / . = 52 Ae 4 = 48, dengan demikian didapatkan nilai Ftabel sejumlah 2,80. Hasil pengujian uji F dalam penelitian ini yakni: Tabel 7. Hasil Uji statistik F R-squared Mean dependent var Adjusted R-squared dependent var of regression Akaike info criterion Sum squared resid 08E-05 Schwarz criterion Log likelihood Hannan-Quinn criter. F-statistic Durbin-Watson stat Prob(F-statisti. Sumber: Output Pengolahan Data dengan Eviews 12, 2024. Page 202 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Mengacu pada tabel 7, didapatkan nilai probabilitas sejumlah 0,000002 yang maknanya di bawah 0,05 . ,0000002C 0,. serta nilai Fstatistik sejumlah 13,25586 yang artinya lebih besar dari Ftabel . ,25586 E 2,. Maka dari kedua kriteria itu mampu diambil suatu simpulan bahwasanya NPL. ROA, serta CAR memiliki pengaruh secara bersamaan atas Nilai Perusahaan perbankan yang termasuk HIMBARA periode 2011-2023. Uji Parsial (Uji Statistik . Dengan mempergunakan tingkat keyakinan 95% serta derajat kebebasan . = nk atau . = 52 Ae 4 = 48, maka diperoleh nilai Ttabel sebesar 1,677. Perolehan uji t di penelitian ini terdapat dalam tabel 8 antara lain: Tabel 8. Hasil Uji statistik t Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. NPL ROA CAR Sumber: Output Pengolahan Data dengan Eviews 12, 2024. Dengan demikian melalui perolehan uji statistik t tersebut bisa disimpulkan antara lain: Risk Profile (NPL) Variabel Risk Profile yang diproksikan NPL memiliki probabilitas sejumlah 0,8332 yang maknanya di atas 0,05 . ,8332 > 0,. serta t-Statistik dengan arah positif sejumlah 0,213022 yang artinya lebih kecil dari t-tabel sejumlah 1,677 . ,213022 <1,. Melalui kedua kriteria tersebut, maka bisa diambil suatu simpulan bahwasanya secara parsial variabel NPL tidak mempunyai pengaruh signifikan atas Nilai Perusahaan perbankan yang termasuk Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) periode 2011-2023. Earning (ROA) Variabel Earning yang diproksikan ROA mempunyai probabilitas sejumlah 0,0050 yang maknanya di bawah 0,05 . ,0050 < 0,. serta t-Statistik dengan arah positif sejumlah 2,940882 yang maknanya lebih besar dari t-tabel sejumlah 1,677 . ,940882 > 1,. Melalui kedua kriteria itu, maka bisa diambil suatu simpulan bahwasanya secara parsial varible ROA mempunyai pengaruh positif signifikan atas Nilai Perusahaan perbankan yang tergolong dalam HIMBARA periode 2011-2023. Capital (CAR) Variabel Capital yang diproksikan CAR mempunyai probabilitas sejumlah 0,0021 yang maknanya di bawah 0,05 . ,0021 < 0,. serta t-Statistik dengan arah positif sejumlah 3,244494 yang artinya lebih besar dari t-tabel sejumlah 1,677 . ,244494 > 1,. Melalui kedua kriteria itu, maka bisa diambil suatu simpulan bahwasanya secara parsial variabel CAR mempunyai pengaruh positif signifikan atas Nilai Perusahaan perbankan yang tergolong dalam HIMBARA periode 2011-2023. Page 203 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 PEMBAHASAN Pengaruh Risk Profile Terhadap Nilai Perusahaan Mengacu terhadap hasil uji parsial . , bisa diambil suatu simpulan bahwasanya Risk Profile yang diproksikan NPL tidak mempunyai hubungan atau tidak punyai pengaruh signifikan atas Nilai Perusahaan perbankan yang termasuk HIMBARA periode 2011-2023. Dengan ini hipotesis 1 diterima. NPL tidak punya pengaruh atas nilai perusahaan sebab sesuai dengan uji analisis statistik deskriptif rata-rata dari keempat bank selama 13 tahun terakhir menunjukkan angka 2,7% dimana angka ini berada di predikat sehat berlandaskan pada ketetapan SE Bank Indonesia No. 13/24/DPNP/2011 sehingga keempat bank ini tidak berisiko atas nilai perusahaan. Temuan riset ini liniear dengan riset yang dilaksanakan Pratiwi . Apriyanti . Magdalena . dan Dilla . yang mengungkapkan risk profile yang diproksikan melalui NPL tidak memiliki pengaruh atas nilai perusahaan, sebab bank bukan saja hanya menggunakan pendapatan dari bunga, akan tetapi dari pendapatan lainnya misalnya fee base income . endapatan non bung. yang diperoleh dari aktivitas non kredit misalnya dari beberapa surat berharga, potongan dari aktivitas e-banking, biaya transfer, atau yang lainnya. Pengaruh Earning (ROA) Terhadap Nilai Perusahaan Mengacu terhadap hasil uji parsial . , bisa diambil suatu simpulan bahwasanya Earning yang diproksikan ROA memiliki pengaruh positif juga signifikan atas Nilai Perusahaan perbankan yang tergolong dalam HIMBARA periode 2011-2023. Dengan ini hipotesis 2 disetuju. ROA memiliki pengaruh atas nilai perusahaan, relevan terhadap teori Kasmir . ROA dipergunakan guna menilai kapabilitas manajemen bank untuk penciptakan pendapatan . dari pengelolaan asetnya sehingga berkontribusi langsung untuk nilai perusahaan. Temuan penelitian ini dikuatkan oleh penelitian yang dilaksanakan Pratiwi . Magdalena . Dilla . Adyaksana . dan Aprilia . yang menyimpulkan Earning yang diproksikan ROA memiliki pengaruh positif signifikan atas nilai perusahaan dikarenakan besarnya ROA sebuah perusahaan dapat menambah kepercayaan investor guna mempunyai saham perusahaan itu, dengan demikian harga saham juga bisa terjado peningkatan. Dengan demikian informasi pada ROA bisa jadi nilai positif untuk Pengaruh Capital (CAR) Terhadap Nilai Perusahaan Mengacu terhadap perolehan uji parsial . , bisa diambil suatu simpulan bahwasanya Capital yang diproksikan CAR memiliki pengaruh positif juga signifikan atas Nilai Perusahaan perbankan yang tergolong dalam HIMBARA periode 2011-2023. Dengan ini hipotesis 3 diterima. CAR memiliki pengaruh atas nilai perusahaan, relevan dengan teori Kasmir . bahwa CAR ialah indikator atas kapabilitas bank dalam menyembunyikan penyusutan aktivanya yang ialah dampak dari kerugian bank yang diakibatkan karena aktiva yang memiliki risiko. Lebih besar nilai CAR menunjukkan kapabilitas bank yang semakin dalam menjumpai potensi risiko kerugian yang diperoleh. Temuan penelitian ini dikuatkan oleh penelitian yang dilaksanakan Apriyanti . Adyaksana . Handayani . , dan Aprilia . mempunyai pengaruh positif juga signifikan atas Nilai Perusahaan, hal demikian memperlihatkan bahwasanya jika nilai CAR tinggi dengan demikian dapat memperlihatkan Page 204 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 bahwasanya bank mempunyai kapabilitas yang tinggi dalam menjumpai risiko kerugian. samping itu. CAR yang lebih besar memperlihatkan taraf kesehatan bank yang lebih besar juga. Pengaruh Risk Profile. Earning, dan Capital Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasul uji simultan, dapat disimpulkan bahwa Risk Profile. Earning, serta Capital yang diprosikan variabel NPL. ROA, serta CAR mempunyai pengaruh secara bersamaan atas nilai perusahaan perbankan yang termasuk HIMBARA periode 2011-2023. Hal ini memperlihatkan bahwasanya NPL. ROA, serta CAR mampu memengaruhi nilai perusahaan sejumlah 41,8%, sementara sisanya sejumlah 50,2% dijelaskan oleh fakto-faktor lain. Hal ini bermakna masih ada beberapa faktor lain di luar variabel NPL. ROA, dan CAR. Seperti efisiensi operasi (BOPO), risiko pasar (NIM), likuiditas (LDR) serta faktor lainnya yang mempunyai pengaruh atas nilai perusahaan. Oleh sebab itu hipotesis 4 disetuju. Temuan ini liniear terhadap penelitian yang dilaksanakan Dilla . Magdalena . Handayani . Aprilia . dan Prabawati . yang menyatakan bahwa Risk Profile. Earning, serta Capital yang diprosikan variabel NPL. ROA, serta CAR secara simultan memiliki pengaruh atas nilai perusahaan. Perbankan menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat karena dalam operasionalnya meliputi penghimpunan dana serta perdistribusian dana untuk masyarakat atau nasabah. Kemudian timbul persepsi investor bahwa perbankan yang sehat adalah yang mampu memberikan kesejahteraan pula bagi mereka sehingga menjadi pemicu kenaikan kepercayaan investor serta nilai perusahaan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Risk Profile yang diproksikan oleh NPL secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan atas Nilai Perusahaan Perbankan di Indonesia yang Berstatus BUMN yang disebut juga Himbara Tahun 2011-2023. Earning dan Capital yang diproksikan oleh ROA serta CAR secara parsial mempunyai pengaruh positif signifikan atas Nilai Perusahaan Perbankan di Indonesia yang Berstatus BUMN yang disebut juga Himbara Tahun 2011-2023. Risk Profile. Earning, serta Capital yang diproksikan oleh NPL. ROA, serta CAR secara bersamaan mempunyai pengaruh terhadap Nilai Perusahaan Perbankan di Indonesia yang Berstatus BUMN yang disebut juga Himbara Tahun 2011-2023. Saran Mengacu pada penelitian yang sudah dilaksanakan, peneliti berikutnya diharapkan dapat melakukan penambahan ruang lingkup sampel yang lebih luas dalam sektor industri yang sama. Setelah itu, peneliti dapat mempertimbangkan kemungkinan menggunakan cara ukur dengan beberapa variabel lain di luar variabel yang sudah dipakai, dengan demikian didapatkan hasil lain yang bisa menambah ilmu pengetahuan atau informasi mengenai hal apa yang memengaruhi perubahan nilai perusahaan, terutama di ranah perbankan. Seperti misalnya, untuk menilai tingkat rentabilitas sebuah bank bukan saja diukur dengan tingkat ROA, akan tetapi bisa mempergunakan rasio lain misal rasio Beban Operasionalatas Pendapatan Operasional (BOPO). NIM dan ROE. Page 205 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 DAFTAR PUSTAKA