Napisah1. Ferdian Gunawijaya2. Rifah Kurniasih3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan AUDIT LAG SEBAGAI JEMBATAN ANTARA MEKANISME TATA KELOLA. STRUKTUR MODAL. DENGAN NILAI PERUSAHAAN SERTA PERAN MODERASI KUALITAS AUDIT Napisah1. Ferdian Gunawijaya2. Rifah Kurniasih3 Universitas Pamulang1. Universitas Pamulang2. Universitas Pamulang3 pos-el: dosen02500@unpam. id1, gunaferdian@gmail. com2, rfhkrnsh24@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mekanisme tata kelola perusahaan yang terdiri dari Audit Committee. Board of Directors Change, dan Capital Structure terhadap Audit Report Lag serta implikasinya terhadap Firm Value, dengan Audit Report Lag sebagai variabel mediasi dan Audit Quality sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari 34 perusahaan sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020Ae2024. Analisis dilakukan menggunakan model data panel melalui Fixed Effect Model (FEM) dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Audit Committee dan Capital Structure berpengaruh negatif signifikan terhadap Audit Report Lag, sedangkan Board of Directors Change tidak berpengaruh signifikan. Selanjutnya. Audit Report Lag terbukti berpengaruh negatif signifikan terhadap Firm Value dan memediasi secara parsial hubungan Audit Committee dan Capital Structure terhadap Firm Value. Sementara itu. Audit Quality terbukti memperkuat hubungan Audit Committee dan Capital Structure dengan Firm Value, namun tidak memoderasi hubungan Board of Directors Change dengan Firm Value. Temuan ini mendukung Agency Theory. Signaling Theory, dan Trade-Off Theory yang menegaskan bahwa tata kelola efektif, efisiensi struktur modal, serta kualitas audit yang tinggi mampu meningkatkan kredibilitas pelaporan dan nilai perusahaan. (TNR, 11, spasi tungga. Kata kunci : audit committee, board of directors change, capital structure, audit report lag, audit quality, firm value. ABSTRACT This study aims to analyze the influence of corporate governance mechanismsAicomprising the Audit Committee. Board of Directors Change, and Capital StructureAion Audit Report Lag and their implications for Firm Value, with Audit Report Lag serving as a mediating variable and Audit Quality as a moderating variable. The research employs a quantitative approach using secondary data from 34 industrial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2020Ae2024. Data were analyzed using panel data regression through the Fixed Effect Model (FEM) and Moderated Regression Analysis (MRA). The results show that the Audit Committee and Capital Structure have a significant negative effect on Audit Report Lag, while the Board of Directors Change has no significant effect. Furthermore. Audit Report Lag has a significant negative effect on Firm Value and partially mediates the relationship between Audit Committee and Capital Structure with Firm Value. Audit Quality strengthens the effect of Audit Committee and Capital Structure on Firm Value but does not moderate the relationship between Board of Directors Change and Firm Value. These findings support Agency Theory. Signaling Theory, and Trade-Off Theory, emphasizing that effective governance, efficient capital structure, and high audit quality enhance reporting credibility and corporate value. Keywords: audit committee, board of directors change, capital structure, audit report lag, audit quality, firm value PENDAHULUAN Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat dan transparansi pasar modal yang tinggi, keandalan dan ketepatan waktu pelaporan keuangan menjadi salah satu indikator utama Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Napisah1. Ferdian Gunawijaya2. Rifah Kurniasih3 kredibilitas perusahaan di mata investor. Laporan keuangan yang diaudit tidak hanya mencerminkan kondisi keuangan perusahaan, tetapi juga menjadi dasar bagi pengambilan keputusan ekonomi oleh berbagai pihak, seperti pemegang saham, kreditur, dan regulator (Handayani & Trisnawati, 2. Berdasarkan data TobinAos Q beberapa perusahaan industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020Ae2024, terlihat adanya fluktuasi nilai perusahaan yang cukup signifikan antartahun antar-sektor. Arwana Citramulia Tbk dan Superkrane Mitra Utama Tbk memiliki nilai TobinAos Q tertinggi dan relatif stabil di atas 1, menandakan kepercayaan pasar yang kuat Astra International Tbk berada di kisaran nilai 1 dengan tren yang stabil, mencerminkan kondisi nilai perusahaan yang wajar. Sementara itu. Bakrie & Brothers Tbk memperlihatkan fluktuasi cukup besar dengan lonjakan pada tahun 2023 sebelum turun kembali pada 2024, sedangkan Asahimas Flat Glass Tbk konsisten di bawah 1, menunjukkan nilai pasar yang lebih rendah dibandingkan nilai bukunya. Secara keseluruhan, grafik ini menggambarkan adanya variasi tingkat nilai perusahaan antar-emiten serta perubahan persepsi pasar dari tahun ke tahun. Gambar 2. Kategori Tobin Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Arwana Citramulia Tbk memiliki rata-rata tertinggi sebesar 2,93, diikuti oleh Superkrane Mitra Utama Tbk . , keduanya termasuk kategori tinggi. Bakrie & Brothers Tbk dengan nilai 1,18 tergolong fluktuatif, sementara Astra International Tbk berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 0,97. Asahimas Flat Glass Tbk memiliki ratarata terendah, 0,75, yang dikategorikan Visualisasi ini memperjelas bahwa perusahaan dengan nilai TobinAos Q tinggi menunjukkan kepercayaan pasar yang kuat, sedangkan perusahaan dengan nilai rendah mencerminkan efisiensi aset dan kinerja pasar yang masih perlu Namun, dalam praktiknya masih banyak perusahaan publik di Indonesia penyampaian laporan audit . udit report Kondisi mencerminkan lemahnya mekanisme pengawasan dan tata kelola perusahaan, tetapi juga dapat berdampak negatif terhadap nilai perusahaan . irm valu. informasi bagi pasar (Julfa & Wafiroh, 2. , (Wijaya et al. , 2. Berbagai faktor telah diidentifikasi memengaruhi audit report lag, di antaranya adalah efektivitas komite audit, pergantian direksi, dan struktur modal Komite audit yang efektif berperan dalam memperkuat pengawasan terhadap auditor eksternal sehingga dapat mempercepat penyelesaian proses audit (Kurnia et al. , 2. Sebaliknya, pergantian direksi dapat menimbulkan ketidakpastian kebijakan yang berpotensi memperpanjang audit report lag (Julfa & Wafiroh, 2. Selain itu, struktur modal yang tinggi juga memperumit proses audit karena meningkatnya risiko keuangan dan Napisah1. Ferdian Gunawijaya2. Rifah Kurniasih3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan kompleksitas pelaporan (Sihono, 2. dan (Wijaya et al. , 2. Audit report lag yang panjang dapat Berdasarkan Signaling Theory (Spence, 1. , keterlambatan laporan keuangan dianggap sebagai sinyal negatif oleh pasar karena menunjukkan pengelolaan atau audit perusahaan. Hal ini diperkuat oleh penelitian (Handayani & Trisnawati, 2. yang menunjukkan bahwa audit delay menurunkan persepsi pasar terhadap nilai perusahaan. Selain itu, kualitas audit juga berperan memperlemah hubungan antara variabelvariabel tersebut. Auditor dengan kualitas tinggi seperti auditor Big Four atau auditor yang memiliki spesialisasi industri dapat mengurangi dampak negatif dari leverage tinggi terhadap audit report lag (Saputra et al. , 2. dan (Anggraini et , 2. Dengan demikian, kualitas audit berpotensi menjadi variabel moderasi yang memperlemah pengaruh negatif struktur modal terhadap audit report lag. Penelitian ini didasarkan pada beberapa teori utama, yaitu Agency Theory (Jensen & Meckling, 1. , yang menjelaskan pentingnya mekanisme pengawasan seperti komite audit dalam mengurangi konflik kepentingan antara manajemen dan pemegang saham. Signaling Theory (Spence, 1. , yang menjelaskan peran ketepatan waktu pelaporan dan kualitas audit sebagai sinyal kredibilitas. serta dalam konteks struktur modal, teori keagenan juga menjelaskan bahwa keputusan pendanaan yang melibatkan utang dapat menjadi alat disiplin bagi manajemen agar bertindak lebih efisien dalam mengelola sumber kewajiban pembayaran bunga dan pengawasan dari kreditur. Dengan demikian, struktur modal yang tepat dapat meningkatkan nilai perusahaan. Selain itu, komite audit yang lebih independen, lebih sering rapat, dan memiliki keahlian akuntansi terbukti mempercepat proses penyelesaian audit. Penelitian empiris menunjukkan bahwa komite audit yang kuat dapat mengurangi audit report lag karena mereka mampu menekan manajemen dan auditor eksternal untuk bekerja secara lebih efektif dan tepat waktu (Abbott et al. Al Daoud et al. , 2. Pergantian direksi juga sering dikaitkan dengan meningkatnya audit delay karena perubahan manajerial menciptakan ketidakpastian, perubahan kebijakan, dan penyesuaian dokumentasi yang memperpanjang proses audit. Studi terdahulu menunjukkan bahwa semakin besar tingkat perubahan manajemen, semakin panjang audit report lag yang terjadi (Karami et al. , 2. Perusahaan dengan leverage tinggi cenderung memiliki risiko audit yang lebih besar karena auditor harus melakukan prosedur substantif tambahan, terutama terkait kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban utangnya. Hal ini menyebabkan struktur modal menjadi determinan penting audit report lag (Jaggi & Tsui, 1999. Sultana et al. , 2. Audit report lag yang lebih panjang memberikan sinyal negatif kepada investor karena dianggap sebagai indikasi adanya potensi masalah dalam proses pelaporan keuangan. Akibatnya, pasar merespons secara negatif, dan nilai Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Napisah1. Ferdian Gunawijaya2. Rifah Kurniasih3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan perusahaan menurun. Temuan ini sesuai Signaling Theory informasi memberikan sinyal buruk mengenai kinerja perusahaan (Lee & Jahng, 2020. Owusu-Ansah, 2. Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa audit report lag dapat berperan sebagai mediator antara tata kelola perusahaan dan nilai perusahaan. Mekanisme tata kelola yang lemah meningkatkan audit delay, dan audit delay inilah yang akhirnya menurunkan nilai perusahaan (Ahmed & Che-Ahmad. Kualitas audit, baik melalui auditor Big Four maupun auditor yang memiliki spesialisasi industri, terbukti mampu memperlemah pengaruh negatif leverage terhadap audit delay. Auditor berkualitas tinggi memiliki sumber daya dan kompetensi lebih besar sehingga tetap dapat menyelesaikan audit tepat waktu meskipun perusahaan memiliki risiko keuangan yang tinggi (Habib & Bhuiyan. Knechel et al. , 2. Berdasarkan latar belakang dan kajian literatur yang telah diuraikan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif pengaruh mekanisme tata kelola perusahaan, yang terdiri atas komite audit, pergantian direksi, dan struktur modal, terhadap audit report lag serta nilai perusahaan. Selain itu, penelitian ini bermaksud menelaah bagaimana audit report lag berperan menjembatani hubungan antara faktorfaktor tata kelola dengan nilai perusahaan, sekaligus menguji kualitas audit sebagai variabel moderasi yang memperkuat atau memperlemah hubungan antara struktur modal dan audit report lag. Kontribusi penelitian ini yaitu salah satunya mengisi kekosongan penelitian terdahulu yang hanya menguji hubungan mempertimbangkan peran perantara audit report lag dalam menjelaskan keterkaitan antara tata kelola dan nilai perusahaan. Penelitian ini juga menghadirkan model integratif yang mengisi celah konseptual dan empiris dalam hubungan antara tata kelola, struktur modal, audit report lag, dan kualitas audit sebagai determinan nilai perusahaan secara lebih menyeluruh Hipotesis penelitian: H1: Komite audit berpengaruh terhadap audit report lag. H2: Pergantian direksi berpengaruh terhadap audit report lag. H3: Struktur modal berpengaruh terhadap audit report lag. H4: Komite audit berpengaruh terhadap nilai perusahaan. H5: Pergantian direksi berpengaruh terhadap nilai perusahaan. H6: Struktur modal berpengaruh terhadap nilai perusahaan. H7: Audit report lag berpengaruh terhadap nilai perusahaan. H8: Audit report lag memediasi pengaruh komite audit terhadap nilai perusahaan. H9: Audit report lag memediasi pengaruh H10: Audit report lag memediasi pengaruh struktur modal terhadap nilai H11: Kualitas audit memoderasi pengaruh komite audit terhadap audit report lag. H12: Kualitas audit memoderasi pengaruh pergantian direksi terhadap audit report H13: Kualitas audit memoderasi pengaruh struktur modal terhadap audit report lag. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Napisah1. Ferdian Gunawijaya2. Rifah Kurniasih3 METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kuantitatif asosiatif kausal yang bertujuan untuk menguji pengaruh komite audit, pergantian direksi, dan struktur modal terhadap audit report lag dan nilai perusahaan, dengan audit report lag sebagai variabel mediasi dan kualitas audit sebagai variabel moderasi. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan . nnual perusahaan sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020Ae2024. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan berdasarkan kriteria tertentu, seperti perusahaan yang terdaftar secara konsisten di BEI. Analisis data dilakukan dengan menggunakan EViews untuk menguji model regresi linear berganda dan hubungan antarvariabel dalam penelitian. Pengujian dilakukan secara bertahap melalui beberapa model regresi: . model untuk menganalisis pengaruh komite audit, pergantian direksi, dan struktur modal terhadap audit report lag. model untuk menganalisis pengaruh komite audit, pergantian direksi, struktur modal, dan audit report lag terhadap nilai serta . model interaksi untuk menguji peran kualitas audit sebagai variabel moderasi antara struktur modal dan audit report lag Gambar 3. Kerangka berpikir Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Nilai perusahaan dalam penelitian ini diukur menggunakan rasio TobinAos Q. Nilai ini menggambarkan bagaimana pasar menilai perusahaan melalui perbandingan nilai pasar terhadap nilai buku aset perusahaan (Majid & Purwanto. Variabel ini menggunakan skala rasio Rumus perhitungannya adalah: Komite menggunakan proporsi jumlah anggota komite audit. Pengukuran ini digunakan pengawasan tata kelola perusahaan melalui fungsi komite audit (Khasanah & Napisah. Variabel menggunakan skala rasio. Rumus operasional adalah: Pergantian Pengkodean ini mengacu pada (Susanti et , 2. Variabel ini berskala nominal dengan pengukuran yaitu: 1 = jika perusahaan melakukan pergantian direksi pada tahun berjalan 0 = jika perusahaan tidak melakukan pergantian direksi Struktur menggunakan rasio Debt to Equity Ratio (DER). DER mencerminkan sejauh mana perusahaan menggunakan pendanaan eksternal berupa utang dalam struktur permodalannya (Napisah & Soeparyono. Variabel ini menggunakan skala rasio yaitu: Audit berdasarkan jumlah hari antara tanggal laporan keuangan dan tanggal laporan auditor independen. Pengukuran ini mengacu pada (Napisah & Soeparyono, 2. dan menggunakan skala nominal . umlah har. , dengan formula: Lag = Audit Report Date - Financial Report Date Napisah1. Ferdian Gunawijaya2. Rifah Kurniasih3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Kualitas audit dalam penelitian ini diukur menggunakan Audit Quality Metric Score (AQMS) yang terdiri atas lima indikator: Big Four Auditor Ie skor 1 jika perusahaan diaudit oleh KAP Big Four, dan 0 jika tidak. SPCL (Specialist Audito. Ie skor 1 diberikan jika auditor memiliki pangsa pasar terbesar pada industri terkait, 0 jika tidak. Tenure Auditor Ie skor 1 jika auditor memiliki masa penugasan lebih dari 3 tahun dan kurang dari 9 tahun, 0 jika di luar kisaran tersebut. Client Importance (CI) Ie dihitung menggunakan rasio total aset klien terhadap total aset seluruh klien KAP pada tahun yang sama. Going Concern Opinion (RQA) Ie skor 1 jika auditor memberikan opini going concern ketika perusahaan mengalami arus kas negatif. jika tidak sesuai. Total skor kualitas audit diperoleh dari penjumlahan kelima indikator tersebut, dengan nilai maksimum 5 (Oktaviani & Achmad. Variabel menggunakan skala nominal/ordinal sesuai skor. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tabel 2. Kriteria Sampel No. Kriteria Industrial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) Industrial sector companies listed on the IDX during 2020Ae2024. Industrial sector companies that provide and publish financial statements on the IDX for 5 consecutive years Tidak Memenuhi Kriteria Memenuhi Kriteria Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 from 2019Ae2023. Total Sample Companies Outlier Total Sample Companies use Observation Years 2019 - 2023 Total Observations Berdasarkan hasil seleksi awal diperoleh 42 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian, namun setelah dilakukan data screening ditemukan 8 perusahaan yang teridentifikasi sebagai outlier karena memiliki nilai ekstrem dan menyimpang dari pola distribusi data sehingga berpotensi mendistorsi hasil estimasi dan menyebabkan koefisien regresi menjadi bias. Sesuai pendapat (Ghozali, 2. bahwa outlier perlu ditangani karena dapat memengaruhi kestabilan model, serta (Hair et al. , 2. yang menyatakan bahwa observasi ekstrem dapat menyebabkan model misfit dan hasil analisis yang tidak reliabel, maka delapan perusahaan tersebut dikeluarkan dari Dengan demikian, jumlah sampel akhir yang digunakan adalah 34 perusahaan yang dinilai konsisten, lengkap, dan bebas dari penyimpangan ekstrem sehingga layak untuk analisis regresi panel. Substruktur 1 Pemilihan model data panel dalam serangkaian uji spesifikasi, yaitu uji Chow dan uji Hausman, untuk menentukan model yang paling sesuai antara Common Effect Model. Fixed Effect Model, dan Random Effect Model. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, diperoleh bahwa model yang paling tepat digunakan adalah Fixed Effect Model Napisah1. Ferdian Gunawijaya2. Rifah Kurniasih3 (FEM). Selanjutnya, hasil estimasi dengan menggunakan FEM menunjukkan hasil sebagai berikut: Tabel 3. Multiple Regression Analysis Substruktur 1 Var Uji t Prob t BODC Adj RSquared Prob FStatistic Berdasarkan hasil analisis data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) pada 170 observasi perusahaan sektor industri periode 2020Ae2024, diperoleh nilai Prob(F-statisti. sebesar 0,000000, yang menunjukkan bahwa model signifikan secara simultan. Artinya, variabel Audit Committee (AC). Board of Directors Change (BODC), dan Struktur Modal (SM) secara bersamasama berpengaruh terhadap Audit Report Lag (LAG). Hasil menunjukkan bahwa variabel Audit Committee (AC) memiliki t-statistik sebesar Oe3,705955 dengan probabilitas 0,0003 < 0,05 dan . -hitun. > t-tabel ,705955 berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Audit Report Lag. Hal ini menunjukkan bahwa semakin efektif komite audit dalam melaksanakan fungsi pengawasan terhadap proses pelaporan keuangan dan auditor eksternal, maka keterlambatan penyelesaian laporan audit semakin berkurang. Variabel Board of Directors Change (BODC) memiliki t-statistik sebesar 0,307577 dengan probabilitas 0,7589 > 0,05 dan . -hitun. < t-tabel . ,307577 < 1,. , sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap Audit Report Lag. Hasil ini mengindikasikan bahwa perubahan dalam susunan dewan direksi tidak secara langsung memengaruhi Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan ketepatan waktu penyelesaian audit karena sifatnya lebih berkaitan dengan strategi manajerial jangka panjang. Adapun variabel Struktur Modal (SM) memiliki t-statistik sebesar Oe2,043541 dengan probabilitas 0,0430 < 0,05 dan . > t-tabel . ,043541 > 1,. , sehingga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Audit Report Lag. Artinya, semakin baik pengelolaan struktur modal perusahaan, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara utang dan ekuitas, maka proses audit dapat diselesaikan lebih cepat karena auditor dalam melakukan pemeriksaan. Secara keseluruhan, hasil pengujian substruktur 1 menunjukkan bahwa Audit Committee Struktur Modal berpengaruh negatif signifikan terhadap Audit Report Lag, sedangkan Board of Directors Change tidak berpengaruh signifikan, dan nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,530176 menunjukkan bahwa sebesar 53,02% variasi Audit Report Lag dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dalam model, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar Tabel 4. Multiple Regression Analysis Substruktur 2 Var Uji t Prob t BODC LAG Adj RSquared Prob FStatistic Berdasarkan hasil analisis data panel dengan menggunakan Random Effect Model (FEM) pada 170 observasi perusahaan sektor industri periode 2020Ae 2024, diperoleh nilai Prob(F-statisti. sebesar 0,013895, yang menunjukkan Napisah1. Ferdian Gunawijaya2. Rifah Kurniasih3 bahwa model signifikan secara simultan pada tingkat signifikansi 5%. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa variabel Audit Committee (AC) memiliki nilai t-hitung Oe0,483685 < t-tabel 1,974 dengan probabilitas 0,6293 > 0,05, sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap Audit Quality. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan komite audit belum secara efektif meningkatkan kualitas audit perusahaan. Variabel Board of Directors Change (BODC) memiliki thitung 0,774763 < t-tabel 1,974 dengan probabilitas 0,4396 > 0,05, sehingga juga tidak berpengaruh signifikan terhadap Audit Quality, yang berarti perubahan dewan direksi belum berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas audit. Sementara itu, variabel Struktur Modal (SM) menunjukkan t-hitung Oe2,765474 > t-tabel 1,974 dengan probabilitas 0,0063 < 0,05, sehingga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Audit Quality, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi leverage perusahaan maka semakin rendah kualitas audit yang dihasilkan karena meningkatnya risiko keuangan. Selanjutnya, variabel Audit Report Lag (LAG) memiliki t-hitung Oe2,475722 > ttabel 1,974 dengan probabilitas 0,0143 < 0,05, sehingga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Audit Quality, menunjukkan bahwa semakin lama waktu penyelesaian audit maka semakin rendah kualitas audit yang dihasilkan. Nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,050152 mengindikasikan bahwa sebesar 5,02% variasi Audit Quality dapat dijelaskan oleh variabel AC. BODC. SM, dan LAG, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian JURNAL Edueco Universitas Balikpapan BODC AQMS AC*AQMS BODC*AQMS SM*AQMS Squared Berdasarkan hasil analisis regresi moderasi menggunakan Fixed Effect Model (FEM) pada 170 observasi perusahaan sektor industri periode 2020Ae 2024, diperoleh nilai Prob(F-statisti. sebesar 0,000000 yang menunjukkan bahwa model signifikan secara simultan pada tingkat signifikansi 5%. Nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,585226 menunjukkan bahwa sebesar 58,52% variasi variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen dan interaksi moderasi dalam model, sedangkan sisanya sebesar 41,48% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa variabel Audit Committee (AC) memiliki nilai t-hitung Oe27,41728 > t-tabel 1,974 dengan probabilitas 0,0026 < 0,05, sehingga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel dependen. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar proporsi komite audit justru cenderung memperpanjang audit report lag, yang mengindikasikan bahwa pengawasan yang lebih ketat dapat kehati-hatian Variabel Board of Directors Change (BODC) memiliki nilai t-hitung 1,477994 < t-tabel 1,974 dengan probabilitas 0,7655 0,05, berpengaruh signifikan terhadap variabel Selanjutnya, variabel Struktur Tabel 4. Moderate Regresion Analysys Modal (SM) menunjukkan nilai t-hitung Var Uji t Prob t Adj RProb FOe6,004319 > t-tabel 1,974 dengan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Statistic Napisah1. Ferdian Gunawijaya2. Rifah Kurniasih3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan probabilitas 0,0293 < 0,05, sehingga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel dependen, yang berarti perusahaan, maka semakin panjang waktu penyelesaian audit. Variabel Audit Quality (AQMS) sebagai variabel moderasi memiliki nilai t-hitung Oe13,51998 > t-tabel 1,974 dengan probabilitas 0,0806 > 0,05, sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap hubungan langsung dalam Interaksi antara Audit Committee Audit Quality (AC*AQMS) menunjukkan nilai t-hitung 0,477800 < ttabel 1,974 dengan probabilitas 0,9357 > 0,05, menandakan bahwa Audit Quality tidak memoderasi hubungan antara Audit Committee dan variabel dependen. Demikian pula, interaksi Board of Directors Change dan Audit Quality (BODC*AQMS) t-hitung 0,283761 < t-tabel 1,974 dengan probabilitas 0,9351 > 0,05, sehingga tidak terdapat efek moderasi signifikan. Sementara itu, interaksi Struktur Modal Audit Quality (SM*AQMS) menunjukkan t-hitung 1,223725 < t-tabel 1,974 dengan probabilitas 0,4286 > 0,05, sehingga Audit Quality juga tidak memoderasi hubungan Struktur Modal terhadap variabel dependen. Dengan demikian, hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun model signifikan secara keseluruhan. Audit Quality tidak berperan sebagai variabel moderasi signifikan. Audit Committee Struktur Modal berpengaruh negatif signifikan terhadap variabel dependen. Hasil analisis menunjukkan bahwa koefisien pengaruh Audit Committee terhadap Audit Report Lag sebesar Ae 54069 dengan p-value 0. sedangkan pengaruh Audit Report Lag terhadap TobinAos Q sebesar Ae0. dengan p-value 0. Kedua jalur memiliki nilai probabilitas di bawah 0,05 yang berarti signifikan. Nilai efek tidak langsung dihitung melalui perkalian kedua koefisien . yaitu (Ae29. 54069 y Ae0. = 0. Hasil ini menunjukkan bahwa Audit Report Lag memediasi secara parsial hubungan antara Audit Committee dan Firm Value, di mana komite audit yang efektif mampu menekan keterlambatan pelaporan audit, sehingga meningkatkan nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien jalur Board of Directors Change terhadap Audit Report Lag sebesar 007822 dengan p-value 0. sedangkan pengaruh Audit Report Lag terhadap TobinAos Q tetap signifikan dengan koefisien Ae0. 003702 dan p-value Namun karena jalur pertama (XIeM) tidak signifikan . > 0. , efek mediasi menjadi tidak signifikan. Nilai efek tidak langsung . 007822 y Ae0. = Ae0. Dengan demikian. Audit Report Lag tidak memediasi hubungan antara perubahan dewan direksi dengan nilai perusahaan. Perubahan berpengaruh langsung terhadap ketepatan waktu audit, sehingga tidak memberikan keterlambatan audit. Koefisien pengaruh Capital Structure terhadap Audit Report Lag sebesar Ae 571493 dengan p-value 0. sedangkan pengaruh Audit Report Lag terhadap TobinAos Q adalah Ae0. dengan p-value 0. Kedua nilai probabilitas signifikan . < 0. sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh tidak langsung yang Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Napisah1. Ferdian Gunawijaya2. Rifah Kurniasih3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan signifikan dengan nilai efek . sebesar (Ae3. 571493 y Ae0. = 0. Dengan demikian. Audit Report Lag memediasi secara parsial hubungan antara Capital Structure dan Firm Value. Artinya, struktur modal yang sehat berkontribusi terhadap peningkatan nilai perusahaan melalui efisiensi proses audit dan percepatan penyelesaian laporan Pembahasan Pengaruh Audit Committee terhadap Audit Report Lag Hasil pengujian menunjukkan bahwa Audit Committee berpengaruh signifikan terhadap Audit Report Lag. Hal ini menunjukkan bahwa semakin efektif komite audit, semakin singkat waktu penyelesaian audit. Komite audit yang berfungsi baik mampu mempercepat proses audit melalui pengawasan terhadap manajemen dan auditor eksternal. Hasil ini konsisten dengan penelitian (Kurnia et , 2. yang menyatakan bahwa menurunkan audit delay. Secara teoretis, hal ini mendukung Agency Theory, di mana mekanisme pengawasan internal dapat meningkatkan efisiensi pelaporan Perlu dicatat bahwa awal periode penelitian . 0Ae2. berada dalam masa pandemi COVID-19, di mana pembatasan aktivitas fisik, penyesuaian sistem kerja remote, dan keterlambatan proses verifikasi dokumen. Namun, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa komite audit yang efektif tetap mampu menjaga efisiensi audit meskipun koordinasi pengawasan dan komunikasi digital tetap berjalan secara optimal Pengaruh Board of Directors Change terhadap Audit Report Lag Hasil penelitian menunjukkan bahwa Board of Directors Change yang berarti tidak signifikan. Artinya, perubahan susunan dewan tidak berpengaruh Ketidaksignifikanan ini menunjukkan bahwa pergantian dewan tidak secara langsung memengaruhi proses audit. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Julfa & Wafiroh, 2. yang menyatakan memberikan efek langsung terhadap efisiensi audit karena auditor lebih fokus pada kualitas pelaporan, bukan dinamika Temuan ini juga mendukung pandangan Agency Theory, bahwa fungsi pengawasan dewan baru memerlukan waktu untuk efektif setelah pergantian Dalam konteks pandemi COVID-19, respons terhadap ketidakpastian ekonomi. Namun, pergantian dewan pada periode tersebut cenderung berfokus pada stabilisasi internal, bukan pengawasan proses audit. Hal ini dapat menjelaskan berdampak signifikan pada audit lag selama masa pandemi, karena auditor tetap bekerja berdasarkan standar profesional yang tidak bergantung pada dinamika dewan. Pengaruh Capital Structure terhadap Audit Report Lag Hasil analisis menunjukkan bahwa Capital Structure berpengaruh negatif signifikan terhadap Audit Report Lag. Hasil ini menunjukkan bahwa struktur modal yang sehat mampu memperpendek Perusahaan pengelolaan keuangan yang efisien Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Napisah1. Ferdian Gunawijaya2. Rifah Kurniasih3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan cenderung memiliki sistem pelaporan yang lebih baik, sehingga memudahkan auditor menyelesaikan tugasnya. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Sihono, 2. dan (Wijaya et al. , 2. yang menemukan bahwa struktur modal yang stabil meningkatkan efisiensi audit. Hasil ini juga mendukung Trade-Off Theory, bahwa pengelolaan utang yang efisien mampu mengurangi tekanan keuangan dan memperlancar proses audit. Pandemi COVID-19 memberikan perusahaan, terutama yang memiliki struktur utang tinggi. Perusahaan dengan struktur modal yang sehat lebih mampu mempertahankan kelancaran pelaporan dan menyediakan dokumen audit tepat waktu, sehingga audit lag lebih rendah dibanding perusahaan yang mengalami tekanan likuiditas akibat pandemi. Pengaruh Audit Committee terhadap Firm Value Hasil analisis menunjukkan bahwa Audit Committee (AC) berpengaruh signifikan terhadap Firm. Hal ini menunjukkan bahwa semakin efektif komite audit, semakin tinggi nilai Komite audit yang berfungsi baik mampu meningkatkan kualitas pelaporan keuangan dan menekan peluang manajemen laba, sehingga memperkuat kepercayaan investor. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Kurnia et , 2. dan (Handayani & Trisnawati, 2. yang menemukan bahwa efektivitas komite audit berhubungan positif dengan peningkatan nilai perusahaan. Secara teoretis, temuan ini mendukung Agency Theory mekanisme pengawasan internal, seperti komite audit, dapat mengurangi konflik kepentingan antara agen dan prinsipal. Pada masa pandemi COVID-19, ketidakpastian ekonomi meningkatkan kebutuhan investor terhadap transparansi laporan keuangan. Komite audit yang efektif mampu memberikan keyakinan lebih besar kepada investor melalui sehingga nilai perusahaan tetap terjaga selama periode krisis. Hal ini menjelaskan mengapa pengaruh komite audit terhadap nilai perusahaan tetap kuat selama Pengaruh Board of Directors Change terhadap Firm Value Hasil penelitian menunjukkan bahwa Board of Directors Change (BODC) yang berarti tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan susunan dewan direksi tidak secara langsung Ketidaksignifikanan ini dapat disebabkan oleh stabilitas jangka pendek yang belum Hasil ini sejalan dengan penelitian (Julfa & Wafiroh, 2. dan (Damayanti, 2. yang menyatakan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan karena efeknya baru terlihat dalam jangka panjang. Secara teori, hal ini dapat dijelaskan dengan Agency Theory, di mana efektivitas dewan bergantung pada pengalaman dan sinergi antaranggota, bukan frekuensi perubahan susunan dewan. Pada masa pandemi COVID-19, banyak pergantian dewan terjadi sebagai respons terhadap tekanan operasional. Meskipun demikian, perubahan tersebut belum memberikan efek langsung pada nilai perusahaan, karena butuh waktu bagi dewan baru untuk menyesuaikan diri, memahami kondisi krisis, dan menyusun strategi stabilisasi. Dengan demikian. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Napisah1. Ferdian Gunawijaya2. Rifah Kurniasih3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan perubahan dewan tidak cukup kuat memengaruhi nilai perusahaan Pengaruh Capital Structure terhadap Firm Value Capital Structure (SM) memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap Firm Value. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi proporsi utang dalam Kondisi mencerminkan risiko keuangan yang lebih besar dan menurunnya kepercayaan Penelitian ini sejalan dengan (Sihono, 2. dan (Riri & Nurmalina, 2. yang menemukan bahwa struktur modal berpengaruh negatif terhadap nilai Hasil ini mendukung TradeOff Theory, yang menjelaskan bahwa penggunaan utang yang berlebihan dapat menurunkan nilai perusahaan karena peningkatan risiko kebangkrutan. Selama COVID-19, perusahaan dengan tingkat utang tinggi menghadapi risiko gagal bayar dan gangguan arus kas, sehingga menurunkan penilaian investor. Pasar lebih sensitif terhadap risiko keuangan pada masa pandemi, sehingga struktur modal yang tidak sehat semakin menekan nilai Audit Report Lag Memediasi Pengaruh Audit Committee terhadap Firm Value Audit Report Lag memediasi secara parsial pengaruh Audit Committee terhadap Firm Value. Hubungan ini menunjukkan bahwa efektivitas komite audit dapat menurunkan audit lag, yang kemudian meningkatkan nilai perusahaan. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Fatmawati & Hariyono, 2. serta (Kurnia et al. , 2. yang menyatakan perusahaan melalui ketepatan waktu Pada masa pandemi, efektivitas komite audit dalam menjaga kelancaran proses audit menjadi sangat penting karena banyak proses verifikasi yang terhambat akibat pembatasan kegiatan. Komite audit yang mampu meminimalkan audit lag selama pandemi berhasil meningkatkan persepsi pasar terhadap ketepatan waktu pelaporan, sehingga memperkuat nilai perusahaan. Audit Report Lag Memediasi Pengaruh Board of Directors Change terhadap Firm Value Audit Report Lag tidak memediasi hubungan antara Board of Directors Change dan Firm Value. Hasil ini menunjukkan bahwa perubahan dewan tidak memiliki implikasi terhadap ketepatan waktu pelaporan dan nilai Penelitian ini sejalan dengan (Julfa Wafiroh, menemukan bahwa pergantian direksi tidak berdampak terhadap audit delay. Temuan ini mendukung pandangan Agency Theory, bahwa efektivitas pengawasan dewan lebih dipengaruhi oleh kualitas kolaborasi, bukan frekuensi perubahan anggota. Pandemi COVID-19 menyebabkan pergantian dewan lebih bersifat reaktif daripada strategis, sehingga tidak berpengaruh pada ketepatan waktu audit maupun nilai perusahaan. Situasi pandemi membuat proses audit lebih dipengaruhi pelaporan digital dibanding dinamika Audit Report Lag Memediasi Pengaruh Capital Structure terhadap Firm Value Audit Report Lag memediasi secara parsial pengaruh Capital Structure terhadap Firm Value. Perusahaan dengan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Napisah1. Ferdian Gunawijaya2. Rifah Kurniasih3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan struktur modal yang baik memiliki audit report lag yang lebih pendek, sehingga meningkatkan persepsi positif pasar. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Sihono, 2. dan (Handayani & Trisnawati, 2. yang menemukan bahwa struktur modal yang sehat meningkatkan efisiensi audit dan nilai Temuan ini mendukung Trade-Off Theory dan Signaling Theory, di mana efisiensi pelaporan menjadi sinyal keuangan positif bagi investor. Pada masa pandemi, perusahaan dengan struktur modal yang sehat mampu menjaga stabilitas operasional dan kesiapan dokumen audit sehingga audit lag lebih pendek. Ketepatan waktu pelaporan menjadi sinyal penting bagi pasar dalam kondisi krisis, sehingga memperkuat hubungan positif antara struktur modal sehat dan nilai perusahaan. Audit Quality Memoderasi Pengaruh Audit Committee terhadap Firm Value Audit Quality memperkuat hubungan antara Audit Committee dan Firm Value. Kualitas audit eksternal yang baik pengawasan komite audit terhadap Temuan didukung oleh penelitian (Saputra et al. dan (Oktaviani & Achmad, 2. yang menyatakan bahwa reputasi auditor memperkuat efek tata kelola terhadap nilai perusahaan. Hasil ini konsisten dengan Signaling Theory (Spence, 1. yang menyatakan bahwa audit berkualitas tinggi memberikan sinyal positif tentang integritas laporan keuangan. Selama pandemi COVID-19, kualitas audit eksternal menjadi faktor penting karena banyak perusahaan menghadapi risiko penurunan kualitas laporan akibat Auditor berkualitas tinggi mampu memastikan memperkuat efek komite audit terhadap nilai perusahaan. Audit Quality Memoderasi Pengaruh Board of Directors Change terhadap Firm Value Kualitas audit tidak memperkuat hubungan antara perubahan dewan direksi dan nilai perusahaan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh auditor eksternal yang tidak memiliki kontrol terhadap dinamika internal dewan. Hasil ini sejalan dengan (Ishaku et al. , 2. yang menemukan bahwa auditor eksternal tidak selalu mampu menekan dampak ketidakstabilan manajemen terhadap nilai perusahaan. Temuan ini mendukung Agency Theory, bahwa peran audit eksternal bersifat komplementer terhadap tata kelola Di masa pandemi, auditor eksternal tidak dapat mengontrol dinamika internal dewan atau efektivitas kolaborasi dewan Perubahan dewan lebih dipengaruhi kondisi krisis dibanding pengawasan auditor, sehingga moderasi tidak muncul. Audit Quality Memoderasi Pengaruh Capital Structure terhadap Firm Value Audit Quality memperkuat hubungan antara Capital Structure dan Firm Value. Semakin tinggi kualitas audit, semakin besar dampak positif struktur modal terhadap peningkatan nilai perusahaan. Hasil ini konsisten dengan penelitian (Anggraini et al. , 2. dan (Wijaya et , 2. yang menunjukkan bahwa auditor berkualitas tinggi mampu memperkuat kepercayaan pasar terhadap stabilitas pendanaan perusahaan. Temuan ini mendukung Trade-Off Theory dan Signaling Theory, di mana laporan audit yang kredibel menjadi sinyal positif bagi investor mengenai kesehatan finansial Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Napisah1. Ferdian Gunawijaya2. Rifah Kurniasih3 Di tengah ketidakpastian pandemi COVID-19, laporan keuangan yang memberikan keyakinan lebih besar kepada investor mengenai stabilitas struktur modal perusahaan. Hal ini memperbesar dampak struktur modal terhadap nilai perusahaan selama kondisi JURNAL Edueco Universitas Balikpapan KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data panel dan pembahasan dua substruktur model penelitian, dapat disimpulkan bahwa mekanisme tata kelola perusahaan yang terdiri dari Audit Committee. Board of Directors Change, dan Capital Structure memiliki pengaruh yang berbeda terhadap Audit Report Lag dan Firm Value. Hasil menunjukkan bahwa Audit Committee dan Capital Structure berpengaruh negatif signifikan terhadap Audit Report Lag, sedangkan Board of Directors Change tidak berpengaruh signifikan. Hal ini komite audit dan struktur modal yang sehat mampu mempercepat penyelesaian audit, sementara pergantian dewan direksi belum berkontribusi terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Selanjutnya, terhadap Firm Value, ditemukan bahwa Audit Committee dan Capital Structure berpengaruh signifikan, sedangkan Board of Directors Change tidak berpengaruh signifikan. Selain itu. Audit Report Lag berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, menunjukkan bahwa semakin lama waktu penyelesaian audit maka semakin rendah persepsi investor terhadap kinerja Uji mediasi memperlihatkan bahwa Audit Report Lag memediasi secara parsial hubungan Audit Committee dan Capital Structure terhadap Firm Value, namun tidak memediasi hubungan Board of Directors Change terhadap Firm Value. Adapun menunjukkan bahwa Audit Quality memperkuat hubungan antara Audit Committee dan Capital Structure dengan Firm Value, namun tidak memperkuat hubungan Board of Directors Change dengan Firm Value. Temuan penelitian ini memberikan implikasi teoretis dan manajerial yang Secara teoretis, hasil ini menegaskan pentingnya tata kelola efektif, transparansi, serta efisiensi keuangan dalam menciptakan nilai Secara manajerial, hasil ini menegaskan bahwa perusahaan perlu memperkuat peran komite audit, mengelola struktur modal secara seimbang, dan memastikan audit kepercayaan investor dan meningkatkan nilai pasar perusahaan. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, mencakup tahun 2020Ae2024 berada dalam COVID-19, perusahaan tidak stabil dan dapat memengaruhi variabel Audit Report Lag maupun Firm Value secara tidak merata Kedua, penggunaan sampel terbatas pada perusahaan dengan kriteria tertentu dan adanya penghapusan Ketiga, penelitian hanya menggunakan tiga variabel tata kelola (Audit Committee. Board of Directors Change, dan Capital Structur. , sehingga kemungkinan terdapat faktor tata kelola lainnya yang belum diteliti tetapi Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Napisah1. Ferdian Gunawijaya2. Rifah Kurniasih3 Keempat, variabel Audit Quality diukur menggunakan indikator tertentu yang mungkin belum sepenuhnya mencerminkan kualitas audit secara Untuk disarankan agar periode penelitian diperluas hingga mencakup kondisi memberikan gambaran yang lebih stabil mengenai perilaku audit dan respons Penelitian selanjutnya juga dapat memperluas cakupan sampel pada sektor industri lain atau memperbesar jumlah tahun observasi untuk meningkatkan generalisasi hasil. Selain itu, penambahan variabel tata kelola seperti board expertise, ownership structure, atau kualitas komite audit dapat memperkaya model penelitian. Pengembangan metode pengukuran Audit Quality yang lebih variatif atau kombinasi indikator juga penting dilakukan agar hasil analisis moderasi menjadi lebih robust. JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Abbott. Parker. , & Peters. Audit reporting quality. Auditing: A Journal of Practice & Theory, 31. , 17Ae34. Ahmed. , & Che-Ahmad. Effects of corporate governance characteristics on audit report lags. International Journal of Economics and Financial Issues, 6(S. , 159Ae Al Daoud. Ismail. , & Lode. The impact of internal corporate governance on audit report Mediterranean Journal of Social Sciences, 6. , 444Ae454. Anggraini. Nurim. Zuhrohtun. , & Sriyono. The Role of the Reputable Auditor in Audit Report Lag and Firm Value: Empirical Evidence from Indonesia during the COVID-19 Pandemic. Review of Integrative Business and Economics Research, 13. , 32Ae44. Damayanti. ANALISIS AUDIT REPORT LAG: Dampak Pergantian Manajemen. Kompleksitas Operasional, dan Ukuran Perusahaan pada Consumer Non-Cyclicals di BEI . SCIENTIFIC JOURNAL OF REFLECTION : Economic. Accounting. Management and Business, 7. , 739Ae747. https://doi. org/10. 37481/sjr. Fatmawati. , & Hariyono. How Does Audit Report Lag Mediate Solvency And Audit Committee On Financial Statement Integrity? Jurnal Akuntansi AKUNESA, 13. , 260Ae275. https://doi. org/10. 26740/akunesa. Ghozali. Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25 . th ed. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hair. Babin. Anderson. & Black. Multivariate Data Analysis . th ed. Cengage Learning. Handayani. , & Trisnawati. Analysis Of Factors Influencing Audit Report Lag In Companies Listed On The Indonesia Stock Exchange (Id. Journal of Economic. Business and Accounting (COSTING), 7. , 7413Ae7431. Ishaku. Abdulkarim. , & Mohammed. Moderating Effect of Audit Quality on the Relationship Between Board Characteristics and Audit Report Lag of Listed Non-Financial Companies in Nigeria. Research Journal of Finance and Accounting, 12. , 64Ae Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 DAFTAR PUSTAKA