Cakrawala Jurnal Pendidikan Volume 19 No 2 . http://cakrawala. id/index. php/Cakrawala email: cakrawala. upstegal@gmail. Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Project Untuk Meningkatkan Kecakapan Hidup (Life Skil. Pada Mata Pelajaran IPS di SMP Kota Tegal Anis Khamidah 1A. Suriswo 2 Dewi Apriani 3 Info Artikel _______________________________________________ 1,2,3 Magister Pedagogi. Universitas Pancasakti Tegal Email: anis. khamidah@gmail. Diterima Januari Disetujui Februari Direvisi Dipublikasikan Maret DOI: _____________________________________ DOI: . Abstract Project-based learning model (PBL) as one of the innovative learning models based on students . tudent cente. can be used and selected by teachers as one of the alternative learning methods that will provide a new "color" in learning from the generally conventional ones. The purpose of this study is to produce a project-based learning model that is feasible to improve life skills in social studies lessons in junior high schools and to describe and analyze the effectiveness of the project -based learning model that is effectively adapted to improve life skills in social studies lessons in junior high schools. The type of research used in this study is Research and Development (R&D). This study uses Borg & Gall's research and development procedures which are the basis for developing a project-based learning model to improve life skills in social studies subjects in grade Vi junior high schools. The data collection technique for this study uses Observation. Interviews. Test Questionnaires. Data analysis of the effectiveness of the project-based learning model to improve life skills in social studies lessons in junior high schools uses the Wilcoxon test. The conclusion of this study shows that . The current social studies learning in junior high schools is that teachers have not fully developed teaching materials that are oriented towards life . The project-based learning model has proven to be effective in improving life skills. The results of the assessment by teachers get a Good category. This result is also supported by an increase in life skills. The calculation of the increase in life skills in three aspects, namely attitude, knowledge and skills, gets a significance value below 0. 05 so that it can be interp reted that there is a significant difference in life skills before the pretest and after the posttest. Keyword: project based learning, life skills, social studies learning NB)Halaman Judul yang berisi 2 abstract dan identitas harus dalam halaman pertama. Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN: 2549-9300 (Onlin. | ISSN: 1858-4497 (Prin. | 104 | Anis Khamidah . Suriswo. Dewi Apriani / Cakrawala 19 . PENDAHULUAN Pendidikan yang diterapkan di Indonesia sebenarnya sudah berkualitas, namun ada beberapa hal yang dilupakan sehingga metode pengajaran dirasakan kurang efektif. Salah satunya yang terpenting namun sering dilupakan adalah life skill atau kecakapan hidup. Pendidikan diharapkan mampu membangun integritas kepribadian manusia Indonesia seutuhnya dengan mengembangkan berbagai potensi secara terpadu. Dunia pendidikan perlu menanamkan nilai etos kerja dan pengembangan kreativitas anak karena keduanya dapat menjadi bekal bagi anak didik agar lebih bersemangat, mandiri, kompetitif dan proaktif dalam menghadapi proses perubahan di era sekarang ini (Rina dan Karmila 2. Pengenalan pendidikan kecakapan hidup . ife skil. pada semua jenis dan jenjang dalam pendidikan pada dasarnya didorong oleh anggapan bahwa relevansi pendidikan dengan kehidupan nyata kurang erat. Kesenjangan antara keduanya dianggap masih lebar baik dalam kuantitas maupun kualitas. Pendidikan semakin terisolasi dari kehidupan nyata sehingga lulusan dari berbagai jenis dan jenjang dianggap kurang siap menghadapi kehidupan nyata. Pendidikan dikatakan relevan dengan kehidupan nyata jika pendidikan tersebut berpijak pada kehidupan nyata. Maka dalam hal ini untuk merumuskan tentang pendidikan kecakapan hidup perlu adanya rumusan dan pemahaman tentang kecakapan hidup . ife skil. itu sendiri. Kecakapan hidup . ife skil. sebagai kecakapan yang harus dimiliki seseorang untuk mau dan berani menghadapi problema hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya (Suliyah et al. , 2. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMP dan MTs merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib ditempuh oleh peserta didik SMP dan MTs sebagaimana yang diungkapkan oleh Sapriya . bahwa IPS pada kurikulum sekolah . atuan pendidika. , pada hakikatnya merupakan mata pelajaran wajib sebagaimana dinyatakan dalam UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 37 yang berbunyi bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat ilmu pengetahuan sosial. Pada tingkat SMP pendidikan Kecakapan hidup menekankan pada kecakapan hidup umum . eneric skil. Menurut Samani, . , kecakapan hidup umum . eneric skil. itu sendiri adalah kecakapan yang diperlukan oleh siapa saja, apapun pekerjaannya dan bahkan mereka yang tidak bekerja. Kecakapan generik sendiri mencakup aspek kecakapan personal . ersonal skil. dan kecakapan sosial . ocial skil. , dua kecakapan ini merupakan prasyarat yang harus diupayakan berlangsung pada jenjang ini sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Peserta didik dapat memiliki kecakapan sesuai dengan tujuan pembelajaran IPS terpadu, yakni kecakapan personal, kecakapan berpikir rasional, kecakapan berkomunikasi dalam bentuk lisan maupun tulisan, dan kecakapan bekerja sama. Dari kecakapan-kecakapan tersebut diharapkan peserta didik dapa memiliki kecakapan hidup yang baik yang dapat bermanfaat dalam kehidupan dan masa depan peserta didik. Terdapatnya kelemahan pembelajaran IPS, tidak terlepas dari kurangnya penggunaan sumber daya dan model pembelajaran lain yang inovatif oleh guru dalam melaksanakan proses Kurangnya guru dalam menggunakan model pembelajaran yang inovatif dan strategi yang bervariasi dalam proses pembelajaran, akan berdampak peserta didik kurang tertarik mengikuti proses belajar dan memiliki anggapan pelajaran IPS adalah pelajaran AulunakAy membutuhkan hapalan yang dalam waktu singkat sebelum menghadapi tes atau ujian. Anggapan ini akan hilang apabila terdapat perubahan orientasi guru dalam pembelajaran IPS Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Project | 105 | dan memahami pembelajaran IPS yang powerful dan bermakna melalui penggunaan model dan strategi pembelajaran yang tepat. Model pembelajaran berbasis proyek . roject based learning/PBL) sebagai salah satu model pembelajaran inovatif yang berbasis pada peserta didik . tudent centr. dapat digunakan dan dipilih oleh guru sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran yang akan memberikan AuwarnaAy baru dalam pembelajaran dari yang umumnya cenderung konvensional. Menurut George Lucas Educational Foundation . AuModel pembelajaran berbasis proyek . roject based learning/PBL) sebagai salah satu model pembelajaran inovatif yang berbasis pada peserta didik . tudent centr. dapat digunakan dan dipilih oleh guru sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran yang akan memberikan AuwarnaAy baru dalam pembelajaran dari yang umumnya cenderung konvensionalAy. Menurut Boss & Krauss . pembelajaran berbasis proyek adalah strategi tertentu untuk mengubah atau membalikkan wajah kelas tradisional. Maksudnya adalah melalui pembelajaran ini, maka pembelajaran di kelas yang umumnya menggunakan pembelajaran konvensional menjadi lebih inovatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pembelajaran IPS SMP yang berjalan saat ini, mendeskripsikan dan menganalisis rancangan program pembelajaran kecakapan hidup . ife skil. pada pelajaran IPS di SMP, menghasilkan model pembelajaran berbasis proyek yang layak untuk meningkatkan kecakapan hidup . ife skil. pada pelajaran IPS di SMP dan mendeskripsikan dan menganalisis efektifitas model pembelajaran berbasis proyek yang diadaptasi efektif untuk meningkatkan kecakapan hidup . ife skil. pada pelajaran IPS di SMP METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) atau penelitian dan pengembangan. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas Vi SMP di Kota Tegal Tahun Pelajaran 2024/2025. Untuk Kecamatan Tegal Timur akan diwakili oleh SMPN 14. untuk Kecamatan Tegal Barat akan diwakili oleh SMP Muhammadiyah 3. Untuk Kecamatan Tegal Selatan akan diwakili oleh SMPN 19 dan untuk Kecamatan Margadana akan diwakili oleh SMPN 18. Sugiyono . menyatakan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas Vi SMP di Kota Tegal dari 4 sekolah di 4 Kecamatan dimana masing-masing Kecamatan akan diwakili oleh satu sekolah. Teknik analisis data disesuaikan dengan proses penilaian dan instrumen penilaian yang digunakan sebagai berikut Analisis hasil Analisis data efektifitas model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kecakapan hidup . ife skil. pada pelajaran IPS di SMP HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Studi Pendahuluan Tahap studi pendahuluan ini juga sekaligus menjawab tujuan penelitian yang pertama yaitu AuMendeskripsikan dan menganalisis pembelajaran IPS SMP yang berjalan saat iniAy. Tahap ini merupakan langkah awal yang dilakukan dalam pengembangan produk yaitu studi pendahuluan . nalisis kebutuha. Analisis kebutuhan adalah proses menemukan masalah, menentukan tujuan, kebutuhan dilapangan dan langkah yang akan dilakukan. Tahap analisis kebutuhan dilakukan pada SMPN 14 Kota Tegal dengan cara wawancara pada guru dan Hasil analisis kebutuhan berfungsi untuk mengetahui masalah atau kendala yang Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN: 2549-9300 (Onlin. | ISSN: 1858-4497 (Prin. | 106 | Anis Khamidah . Suriswo. Dewi Apriani / Cakrawala 19 . dihadapi saat dilapangan. Temuan ini akan ditelaah dicarikan solusi untuk pemecahan Berdasarkan hasil obervasi dan wawancara dapat diperoleh pertarna, bahwa kecakapan hidup peserta didik rnasih rendah. Ketidakrnarnpuan ini terlihat ketika Peserta didik masih kurang mampu dalam meningkatkan rasa percaya dirinya. Saat peneliti melakukan observasi, terlihat dalam diskusi di kelas, lebih dari 50% peserta didik kurang mampu meningkatkan rasa pecaya diri untuk untuk menjawab pertanyaan didepan kelas. Peserta didik masih kurang mampu dalam meningkatkan rasa percaya dirinya. Saat peneliti melakukan observasi, terlihat dalam diskusi di kelas, lebih dari 50% peserta didik kurang mampu meningkatkan rasa pecaya diri untuk untuk menjawab pertanyaan didepan kelas dan Peserta didik masih kurang mampu mengikuti dan memahami pelajaran yang diberikan. Saat peneliti melakukan observasi, lebih dari 55% peserta didik yang masih kurang dalam memahami dan mengikuti pembelajaran. Terlihat dalam diskusi di kelas, peserta didik masih kesulitan untuk memahami dan mencari infromasi mengenai materi yang akan di diskusikan. Pembelajaran IPS di tingkat SMP saat ini, meskipun sudah mengalami banyak inovasi, sering kali masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan kecakapan hidup . ife skill. secara efektif ke dalam proses belajar. Dalam banyak kasus, pembelajaran IPS cenderung berfokus pada penguasaan teori dan hafalan fakta sejarah, geografi, atau ekonomi, tanpa memberikan cukup ruang bagi peserta didik untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam konteks kehidupan nyata. Hal ini membuat peserta didik kurang mampu menghubungkan apa yang mereka pelajari dengan tantangan yang mereka hadapi sehari-hari, seperti memecahkan masalah sosial, berkomunikasi secara efektif, atau mengambil keputusan yang bertanggung Rendahnya kecakapan hidup anak SMP juga dipengaruhi oleh metode pengajaran yang kurang melibatkan pengalaman langsung dan pembelajaran berbasis proyek. Banyak guru masih terpaku pada pendekatan ceramah atau tugas tertulis, sehingga peserta didik kehilangan peluang untuk belajar melalui aktivitas yang interaktif dan kolaboratif. Padahal. IPS memiliki potensi besar untuk mengembangkan kecakapan hidup, seperti keterampilan berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, dan memahami keberagaman masyarakat. Jika pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, berbasis masalah, dan melibatkan peserta didik secara aktif diterapkan, maka IPS bisa menjadi mata pelajaran yang lebih bermakna, tidak hanya untuk pencapaian akademik tetapi juga untuk pengembangan keterampilan hidup peserta didik. Deskripsi Draft Produk Awal Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang telah dijelaskan diatas, rnaka peneliti rnerniliki garnbaran dalarn kebutuhan rnateri produk. Proses ini sekaligus menjawab tujuan penelitian yang kedua yaitu AuMendeskripsikan dan menganalisis rancangan program pembelajaran kecakapan hidup . ife skil. pada pelajaran IPS di SMPAy. Sebelum itu, produk yang dikernbangkan dalarn penelitian ini adalah model pembelajaran berbasis proyek yang disesuaikan dengan kecakapan hidup . ife skil. pada pelajaran IPS di SMP. Dalarn model pernbelajaran ini akan dijelaskan langkah-langkah guru untuk rnelaksanakan pernbelajaran yang rneningkatkan kecakapan hidup . ife skil. pada pelajaran IPS di SMP. Produk yang akan dikembangkan harus melalui beberapa tahap yaitu: Perencanaan Tahap perencanaan dilakukan dengan mengkaji beberapa teori tentang model pembelajaran dan langkah-langkah model pembelajaran berbasis proyek. Pelaksanaan model pembelajaran berbasis proyek pada penelitian ini menggunakan mata pelajaran IPS Kelas Vi Semesetr 1 Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Project | 107 | SMP/Mts Bab 2 tentang Kemajemukan Masyarakat Indonesia. Kebutuhan materi yang ditentukan dalam penelitian ini berfokus pada kemampuan kecakapan hidup . ife skil. Model pembelajaran diuraikan dalam bentuk buku panduan. Komponen pengembangan model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kemampuan kecakapan hidup . ife skil. peserta didik SMP yaitu . Identitas buku diantaranya judul buku, identitas penulis, nama penelaah . kata pengantar diantaranya rasa syukur dan harapan penulis tehadap produk . daftar isi diantaranya petunjuk halaman pada setiap isi buku. panduan umum diantaranya petunjuk penggunaan mengenai model secara ringkas. pendahuluan diantaranya deskripsi latar belakang sebagai dasar pengembagan model. tujuan pembelajaran diantaranya kompetensi yang dapat dicapai oleh model pembelajaran secara . konsep model pembelajaran diantaranya penjelasan secara ringkas tentang pembelajaran berbasis proyek. support system diantaranya penjelasan tentang sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pelaksaan model. Pengembangan Pengembangan model pembelajaran berbasis proyek berbasis proyek untuk meningkatkan kemampuan kecakapan hidup . ife skil. peserta didik SMP bertujuan untuk memberikan inovasi dalam pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik SMP terutama dalam meningkatkan kemampuan kecakapan hidup . ife skil. Model pembelajaran berbasis proyek terdiri dari kegiatan yang aktif dan menyenangkan. Aturan umum pelaksanaan model pembelajaran berbasis proyek untuk peserta didik SMP yaitu kegiatan membuat proyek dilakukan dalam sebuah kelompok. Ada tiga kali pertemuan dalam satu minggu. Setiap pertemuan terdiri dari beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru dan peserta didik. Tujuan utama dalam model ini adalah menyelesaikan kerja proyek yang diiringi dengan peningkatan kemampuan kecakapan hidup . ife skil. Deskripsi Data Kelayakan Materi dan Media Kelayakan Materi Proses pelaksanaan kelayakan draft produk awal bertujuan untuk memperoleh kelayakan terhadap model pembelajaran yang telah dikembangkan. Validator dalam pengembangan ini ada dua yaitu: dua orang ahli materi. Validasi produk menggunakan angket serta mengisi saran dan masukan terkait materi model pembelajaran. Penilaian validasi terdiri dari tiga komponen yaitu komponen materi, komponen sintaks dan komponen bahasa serta penyajian draft. Adapun hasil penilaian yang didapatkan dari ahli sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Kelayakan Ahli Materi Aspek Ahli 1 Ahli 2 Materi Baik Sangat baik Sintaksis Baik Baik Bahasa dan penyajian draft Baik Baik Berdasarkan data diatas, hasil penilaian oleh ahli pertama memperoleh kriteria AuBaikAy untuk komponen materi. Ahli kedua memperoleh kriteria AuSangat BaikAy untuk komponen Jadi didapatkan bahwa komponen materi model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kemampuan kecakapan hidup . ife skil. sudah layak dengan revisi untuk di lakukan pada tahap uji coba. Penilaian pengembangan produk awal oleh ahli juga diiringi dengan saran dan komentar untuk proses perbaikan. Komentar dan saran yang diberikan oleh ahli terkait tentang pengorganisasian materi yang lebih informatif dan penggunaan bahasa yang sederhana. Peneliti Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN: 2549-9300 (Onlin. | ISSN: 1858-4497 (Prin. | 108 | Anis Khamidah . Suriswo. Dewi Apriani / Cakrawala 19 . melakukan revisi terhadap pengembangan materi model pembelajaran berbasis proyek sesuai komentar dan saran dari ahli. Kelayakan oleh Ahli Media Proses pelaksanaan kelayakan draft produk awal bertujuan untuk memperoleh kelayakan terhadap model pembelajaran yang telah dikembangkan. Validator dalam pengembangan ini ada dua yaitu: dua orang ahli materi dan media buku panduan. Validasi produk menggunakan angket serta mengisi saran dan masuka terkait materi model pembelajaran. Penilaian validasi terdiri dari tiga komponen yaitu komponen materi, komponen sintaks dan komponen bahasa serta penyajian draft. Adapun hasil penilaian yang didapatkan dari ahli sebagai berikut: Perencanaan produk awal yang dirancang oleh peneliti di bentuk dalam buku panduan model. Buku panduan model di validasi oleh ahli media menggunakan lembar validasi media. Penilaian validasi ini terdiri dari tiga komponen. Komponen-komponen tersebut adalah komponen kelayakan isi, komponen tampilan cetakan dan komponen manfaat. Setiap komponen memiliki beberapa item yang kemudian dianalisis dan dikonversikan. Berikut ini hasil penilaian kelayakan buku panduan yang diperoleh dari ahli media yaitu: Tabel 3 Hasil Kelayakan Buku Panduan Model Aspek Ahli 1 Ahli 2 Kelayakan Isi Baik Baik Tampilan cetakan Baik Sangat Baik Manfaat Baik Cukup Berdasarkan data diatas, skor validasi buku panduan model oleh ahli media adalah kriteria AuBaikAy. Penilaian setiap komponen model pengembangan yakni komponen kelayakan isi dengan AuBaikAy, komponen tampilan cetakan dengan AuBaikAy dan komponen Manfaat dengan AuBaikAy. Hasil validasi buku panduan masih Aulayak digunakan dengan revisiAy. Komentar dan saran yang diberikan ahli diantaranya. pada pendahuluan langsung menjelaskan kegiatan yang dilakukan oleh guru, langkah model disusun secara operasional dan petunjuk di buku di susun secara analisis untuk memudahkan guru guru. Hasil Uji Coba Produk Hasil Uji Coba Lapangan Awal . Proses pelaksanaan uji coba lapangan awal di SMPN 14 Kota Tegal. Rincian subjek yang dilibatkan meliputi 1 orang guru. Sebelum guru menerapkan model pembelajaran berbasis proyek, terlebih dahulu peneliti menjelaskan model pembelajaran berbasis proyek dengan buku Hal ini dilakukan agar guru dapat mengetahui langkah pelaksanaan model pembelajaran tersebut. Pada uji coba lapangan awal, peneliti memberikan angket respon penilaian penerapan model pembelajaran berbasis proyek kepada guru. Penilaian yang dilakukan guru memiliki 3 komponen yaitu materi, sintaksis dan bahasa penyajian. Penilaian dilakukan setelah guru menerapkan model pembelajaran berbasis proyek dengan memberikan tanda ceklist (O. Proses ini bertujuan untuk mengetahui respon penilaian dan masukan guru terhadap penerapan model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kemampuan kecakapan hidup . ife Berikut ini hasil penilaian yang diberikan guru terhadap model pembelajaran berbasis proyek pada uji coba lapangan awal . Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Project | 109 | Tabel 4 Hasil Penilaian setiap komponen model pembelajaran oleh guru Aspek Penilaian Guru Materi Baik Sintaksis Baik Bahasa dan Penyajian Draft Baik Berdasarkan data diatas, jumlah setiap komponen model pembelajaran oleh guru memperoleh kriteria AuBaikAy untuk komponen materi. Memperoleh kriteria AuBaikAy untuk komponen sintaksis. Memperoleh kriteria AuBaikuntuk komponen bahasa dan penyajian draft. Penilaian keseluruhan komponen model pembelajaran memperoleh kriteria AuBaikAy. Komentar dan saran yang diberikan guru menjadi perbaikan produk sebelum di uji coba pada tahap Hasil Uji Coba Lapangan Luas Proses pelaksanaan uji coba lapangan luas dilakukan setelah melewati revisi produk dari uji coba awal . Tahap uji coba lapangan luas dilakukan di SMPN 3 Kota Tegal. SMPN 18 Kota Tegal dan SMPN 19 Kota Tegal. Rincian subjek yang dilibatkan meliputi 1 orang guru. Sama dengan uji coba terbatas sebelum guru menerapkan model, peneliti menjelaskan langkahlangkah model pembelajaran berbasis proyek dengan buku panduan. Pada uji coba lapangan luas, peneliti meminta guru untuk melakukan penilaian terhadap model tersebut. Penilaian dilakukan setelah guru menerapkan model pembelajaran berbasis proyek dengan memberikan tandaceklist (O. Penilaian yang dilakukan guru memiliki 3 komponen yaitu materi, sintaksis dan bahasa penyajian. Proses ini bertujuan untuk mengetahui respon penilaian dan masukan guru terhadap penerapan model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kemampuan kecakapan hiudp. Berikut ini hasil penilaian yang diberikan guru terhadap model pembelajaran berbasis proyek pada uji coba lapangan luas : Tabel 5 Hasil Penilaian setiap komponen model pembelajaran oleh guru Aspek Penilaian Penilaian Penilaian Guru 1 Guru 2 Guru 3 Materi Baik Baik Baik Sintaksis Baik Baik Baik Bahasa dan Penyajian Draft Baik Baik Baik Berdasarkan data di atas, jumlah setiap komponen model pembelajaran oleh guru memperoleh kriteria AuSangat BaikAy untuk komponen materi. Memperoleh kriteria AuBaikAy untuk komponen sintaksis. Memperoleh kriteria AuBaikAy komponen bahasa dan penyajian draft. Penilaian keseluruhan komponen model pembelajaran memperoleh kriteria AuBaikAy. Dengan demikian penelitian ini telah menjawab tujuan penelitian ketiga yaitu AuMenghasilkan model pembelajaran berbasis proyek yang layak untuk meningkatkan kecakapan hidup . ife skil. pada pelajaran IPS di SMPAy. Hasil Efektifitas Model Pembelajaran Proyek Untuk menjawab tujuab penelitian keempat yaitu AuMendeskripsikan dan menganalisis efektifitas model pembelajaran berbasis proyek yang diadaptasi efektif untuk meningkatkan kecakapan hidup . ife skil. pada pelajaran IPS di SMPAy maka dilakukan uji efektifitas model pembelajaran proyek. Proses pengujian Model Pembelajaran Proyek dilakukan di 4 SMP yaitu SMPN 3 Kota Tegal. SMPN 14 Kota Tegal. SMPN 18 Kota Tegal dan SMPN 19 Kota Tegal. Pada uji efektifitas peneliti menggunakan desain eksperimen one grup pretest postest yang Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN: 2549-9300 (Onlin. | ISSN: 1858-4497 (Prin. | 110 | Anis Khamidah . Suriswo. Dewi Apriani / Cakrawala 19 . penilaiannya dilakukan melalui non test . dan tes. Pada awalnya anak diberikan soal pretest, pemberian soal pretest dilakukan sebelum melaksanakan model pembelajaran berbasis Saat pelaksanaan model pembelajaran, guru mengamati aspek sikap dan keterampilan. Pada pertemuan terakhir anak diberikan soal posttest. Berikut ini akan dijelaskan deskripsi dari nilai pretest dan post test. Rumus deskripsi statistik untuk menghitung rentang kategori atau interval kelas berdasarkan nilai maksimum dan nilai minimum adalah sebagai berikut: Keterangan: Nilai Maksimum: Nilai tertinggi dalam data. Nilai Minimum: Nilai terendah dalam data. Jumlah Kategori: Banyaknya kategori atau kelas yang diinginkan Berikut ini data tes hasil pretest-posttest kecakapan hidup peserta didik SMP dapat dilihat pada tabel berikut: Hasil Kecakapan Hidup Pretest Rata-Rata Minimum Maximum Posttest Grafik 1. hasil pretest-posttest Dari data di atas diketahui bahwa pada pretest rata-rata nilai yang diperoleh peserta didik adalah 59 dengan nilai terendah 35 dan nilai tertinggi 95. Setelah dilakukan model pembelajaran berbasis proyek kecakapan hidup peserta didik meningkat yaitu rata-rata hasil post test adalah 84 dengan nilai terendah 45 dan nilai tertinggi adalah 45. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis proyek tidak hanya efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga mampu mengasah kemampuan peserta didik untuk menerapkan keterampilan hidup . ife skill. dalam konteks Keberhasilan model pembelajaran ini terlihat terutama dalam pengembangan kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan kemajemukan masyarakat Indonesia. Pada materi tentang keragaman aktivitas ekonomi masyarakat dan mobilitas sosial, peserta didik mampu menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam serta solusi kreatif terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan pendekatan berbasis proyek, peserta didik diajak untuk belajar secara aktif melalui pengalaman langsung, analisis kritis, dan kolaborasi, sehingga keterampilan mereka dalam memahami dan menghargai keberagaman semakin meningkat. Hal ini menegaskan pentingnya inovasi dalam pembelajaran untuk mendukung pencapaian kompetensi peserta didik secara holistic. Berikut ini data kriteria hasil pretest-posttest peserta didik SMP dapat dilihat pada tabel berikut: | 111 | Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Project Kriteria Kecakapan Hidup Cukup Baik Baik Pretest Kurang Baik Posttest Grafik 2. hasil pretest-posttest peserta didik Dari data di atas diketahui bahwa pada pretest terdapat 53 peserta didik dalam kriteria kurang baik, 59 peserta didik dalam kategori cukup baik, dan 14 peserta didik dalam kategori Setelah dilakukan model pembelajaran berbasis proyek kecakapan hidup peserta didik 6 peserta didik berada dalam kriteria kurang baik, yang berarti mereka menunjukkan pemahaman yang rendah terhadap materi ini. Mereka mungkin menghadapi kesulitan dalam mengaitkan konsep kemajemukan masyarakat dengan konteks kehidupan sehari-hari atau tidak dapat menjawab soal dengan benar. 47 peserta didik masuk dalam kriteria cukup baik, yang menunjukkan tingkat pemahaman yang moderat. Kelompok ini mampu menjawab soal dengan tingkat keberhasilan tertentu, tetapi masih ada ruang untuk peningkatan dalam memahami dan menerapkan konsep kemajemukan masyarakat. 73 peserta didik berada dalam kriteria baik, yang mengindikasikan bahwa mayoritas peserta didik memiliki pemahaman yang baik tentang bab ini. Mereka mampu menunjukkan kecakapan hidup yang relevan dengan kemajemukan masyarakat, seperti menghargai perbedaan dan memahami pentingnya keberagaman dalam masyarakat Indonesia. Pada uji operasional, data kuantitatif digunakan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran berbasis proyek yang diadaptasi. Penelitian ini akan dilakukan pretest yaitu data anak sebelum diberikan perlakuan dan posttest yaitu hasil data anak sesudah diberikan Teknik analisis uji efektifitas dengan desain one grup pretest and posttest, berikut ini tahapan keefektifan model pembelajaran berbasis proyek yaitu: Penelitian ini menggunakan design pre experimental design. Uji normalitas dilakukan terhadap data prestest dan posttest. Uji ini dilakukan untuk mengetahui data yang didapatkan dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilihat pada hasil dari uji normalitas Kolmogorov smirnov yang dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS (Statistical Product and Services Solution. 26 for Windows. Tahap pengujian normalitas ini berdasarkan hipotesis yakni ada perbedaan yang signifikan antara kecakapan hidup pada pretest dan postest setelah diterapkan model pembelajaran berbasis proyek peserta didik kelas Vi SMP. Peneliti melakukan uji normalitas terlebih dahulu dengan menggunakan uji normalitas Kolmogorov smirnov. Apabila data berdistribusi normal maka peneliti menggunakan uji paired t test/ dependent t test, namun jika data berdistribusi tidak normal maka uji yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN: 2549-9300 (Onlin. | ISSN: 1858-4497 (Prin. | 112 | Anis Khamidah . Suriswo. Dewi Apriani / Cakrawala 19 . Tabel 6. Hasil uji normalitas Kolmogorov smirnov. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Pretest Posttest Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari pengujian normalitas menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test diperoleh hasil Asymp. Sig. -taile. untuk pretest sebesar 0,002 dan untuk post test adalah sebesar 0,000 yang menunjukkan data tidak terdistribusi dengan normal. Karena data berdistribusi tidak normal maka uji beda yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Derajat kepercayaan uji Wilcoxon dalam penelitian ini adalah 95% ( = 0,. Jika Pvalue O 0,05, maka hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. diterima, artinya ada model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kecakapan hidup . ife skil. pada pelajaran IPS di SMP, namun jika P-value >0,05 maka hipotesis nol (H. diterima dan hipotesis alternatif (H. ditolak artinya tidak ada model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kecakapan hidup . ife skil. pada pelajaran IPS di SMP. Tabel 7. Deskripsi data Descriptive Statistics Mean Std. Minimu Maximu Deviation Pretest Posttest Tabel 8. Data uji statistik Test Statisticsa Posttest Pretest Asymp. Sig. Wilcoxon Signed Ranks Test Based on negative ranks. Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa rata-rata kecakapan hidup . ife skil. pada pelajaran IPS di SMP pada saat pre test adalah 59 sedangkan setelah dilakukan pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis proyek kemudian dilakukan post test maka nilai rata-rata kecakapan hidup . ife skil. pada pelajaran IPS di SMP adalah sebesar 84. Nilai probabilitas signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 dengan demikian dapat diartikan Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Project | 113 | terdapat perbedaan kecakapan hidup . ife skil. pada pelajaran IPS di SMP sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran berbasis proyek? KESIMPULAN Pembelajaran IPS SMP yang berjalan saat ini adalah guru belum sepenuhnya mengembangkan bahan ajar yang berorientasi kecakapan hidup, program pembelajaran IPS SMP saat ini guru belum sepenuhnya menerapkan metode mengajar yang bervariasi dan masih monoton dengan sistem ceramah dan belum banyak pengembangan model pembelajaran berbasis proyek untuk peserta didik SMP pada mata pelajaran IPS terutama dalam kemampuan life skill. Model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kecakapan hidup . ife skil. sesuai dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran berbasis proyek terbukti efektif untuk meningkatkan kecakapan hidup . ife skil. Penghitungan peningkatan kecakapan hidup . ife skil. dalam tiga aspek yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan mendapatkan nilai signifikansi dibawah 0,05 sehingga dapat dimaknai terdapat perbedaan yang signifikan kecakapan hidup . ife skil. sebelum pretest dan sesudah posttest. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada dosen pembimbing dan seluruh dosen Program Studi Pegagogi yang telah banyak membantu dalam penyelesaian penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA