STUDI FENOMENOLOGI: PERAN DUKUN DALAM KESEHATAN IBU DAN BAYI DI KABUPATEN BREBES Ratih Sakti Prastiwi1. Uki Retno Budihastuti2. Mahendra Wijaya3 Email: ratih. sakti@ymail. Prodi Diploma i Kebidanan Politeknik Harapan Bersama Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUD Dr. Moewardi Surakarta Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Dukun bayi merupakan bagian integral kesehatan ibu dan anak dalam masyarakat. Praktek dukun bayi umumnya jauh dari prinsip keamanan dan kebersihan, sehingga dapat berisiko terjadinya kematian. Adanya pembinaan dukun bayi dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan ibu dan Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan informaansi mengenai praktek dukun bayi dan bagaimana perannya dalam kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan informan utama adalah wanita yang menggunakan jasa dukun bayi selama masa kehamilan hingga nifas. Informan diambil secara purposive sampling dan snowballing sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, focus group discussion (FGD) dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dukun bayi memiliki kemampuan khusus dalam hal supranatural. Oleh karena itu dukun bayi masih dipercaya untuk melakukan ritual dan upacara adat yang berkaitan dengan kehamilan dan nifas. Selain itu, dukun bayi dipercaya masyarakat untuk mendampingi ibu selama bersalin. Masyarakat telah tinggal lama dengan dukun bayi sehingga masyarakat lebih nyaman dan tenang apabila dukun bayi mendampingi dan memantau kemajuan persalinan. Dalam pembinaan dukun diajarkan untuk memastikan kebersihan selama proses persalinan. Dukun bayi telah mempraktekkan prinsip bersih sehingga dapat membantu menurunkan risiko terjadinya infeksi. Tradisi di masyarakat Kemurang salah satunya adalah pijat perut. Pijat perut sangat bertentangan dengan ilmu medis karena dapat menyebabkan rupture uteri maupun lilitan tali pusat pada janin. Hal tersebut dapat menyebabkan kematian pada ibu dan Kata kunci: dukun bayi, budaya, persalinan, bidan ritual dan upacara diselenggarakan untuk ibu hamil dan nifas dengan dukun bayi sebagai pemimpim upacara. Namun, dengan berkembangnya budaya modern saat ini, posisi dukun bayi tergeser. Upacara dan ritual mulai tergantikan oleh para tokoh agaman. Peran dukun terkait dengan pertolongan persalinan diambil alih oleh tenaga kesehatan3,4,5. Kemampuan dukun bayi yang didapatkan secara turun temurun tanpa dilatih dapat menimbulkan risiko. Dukun tidak memiliki keterampilan medis terutama jika terjadi komplikasi selama pertolongan persalinan. Hal tersebut berakibat terjadinya keterlambatan dalam penatalaksanaan di fasilitas kesehatan yang berakibat pada terjadinya kematian ibu dan atau bayi6,7. Akan tetapi adanya pengaruh budaya dalam masyarakat, masyarakat akan kembali memiliki dukun bayi dibandingkan ke tenaga kesehatan8. Pemerintah dalam mengatasi hal tersebut mengadakan program kemitraan Pendahuluan Budaya dengan kesehatan ibu dan anak merupakan hal yang tidak dapat Kesehatan merupakan salah satu bagian integral dalam kebudayaan di Secara turun temurun budaya akan diturunkan ke generasi selanjutnya termasuk dengan kebudayaan yang terkait dengan kesehatan ibu dan anak. Dukun merupakan bagian dari kebudayaan yang oleh masyarakat menangani permasalahan kesehatan ibu dan anak. Dalam prakteknya, dukun bayi akan mengikuti keyakinan dan konsepsi budaya yang tumbuh dalam suatu masyarakat1,2. Dukun memiliki peran dalam mendampingi wanita selama persalinan, memantau kehamilan, merawat ibu dan bayinya setelah melahirkan. Dukun bayi dikenal memiliki kemampuan khusus yang dibantu dengan mantra tertentu yang dipercaya mampu menjaga ibu dan bayi dari gangguan makhluk halus. Beberapa Pembinaan dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan yang bersifat melengkapi dengan harapan dapat menurunkan risiko persalinan dan meningkatkan harapan hidup bayi dan Namun, karena adanya pengalaman sebelumnya menjadi pembinaan tersebut tidak diperhatikan dan dilaksanakan oleh dukun bayi. Sehingga masih banyak ditemukan praktek dukun bayi yang dapat membahayakan keselamatan ibu dan Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai praktek dukun bayi dan bagaimana perannya dalam peningkatan kesejahteraan dan status kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Brebes. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi, yaitu peneliti berupaya untuk menggali gambaran pengalaman informan mengenai peran dukun dukun bayi dalam kesehatan ibu dan anak. Peneliti melakukan pengambilan data di wilayah kerja Puskesmas Kemurang sejak tanggal 30 Juli 2016 dan berakhir pada tanggal 28 Agustus 2016. Wilayah Kemurang merupakan wilayah di Kabupaten Brebes kesehatan tertinggi kedua yaitu sebanyak 7 kasus sejak Januari- April 2016. Subjek dalam penelitian ini dipilih secara purposive sampling yaitu dengan kriteria wanita yang pernah menggunakan jasa dukun selama kehamilan hingga nifas, masih tinggal di lokasi penelitian hingga penelitian selesai dilakukan. Untuk mendapatkan subjek informan sesuai yang dibutuhkan, maka informan akan dibantu oleh informan kunci. Informan kunci merupakan sosok yang karena pengetahuan, pengalaman serta status sosialnya memiliki akses kepada informasi yang lebih tinggi dan memiliki nilai bagi penelitian ini. Informan kunci dalam penelitian ini adalah bidan Puskesmas Kemurang. Jumlah informan penelitian ini akan diambil menggunakan snowballing sampling10. Data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder. Data primer peneliti dapatkan melalui wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD). Peneliti menggunakan instrumen instrument . eneliti sendir. Data sekunder dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis dokumen dalam bentuk arsip, catatan maupun gambar. Data yang telah didapatkan kemudian dilakukan analisis melalui 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan Untuk keabsahan data maka peneliti melakukan triangulasi sumber, yaitu membandingkan informan kunci dan informan triangulasi yaitu Kepala Puskesmas dan kader11,12. Penelitian ini merupakan penelitian yang melibatkan makhluk hidup sehingga peneliti harus mengikuti standar yang berlaku secara ilmiah dan etik penelitian. Penelitian ini telah melalui uji kelaikan etik oleh Komisi Etik Penelitian Kesehatan RDUD Dr. Moewardi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret dan dinyatakan laik etik. Hasil dan Pembahasan Masyarakat di Kemurang merupakan masyarakat yang hidup dalam tradisi yang cukup kuat. Dalam tradisi tersebut, terdapat sosok yang dipercaya masyarakat dapat menangani permasalahan kesehatan ibu dan anak, yaitu dukun bayi. Dukun bayi di Kemurang tidak hanya menangani persalinan saja, akan tetapi dukun bayi juga menangani permasalahan yang ditemui pada masa kehamilan dan nifas. Masyarakat juga percaya dukun bayi mampu menjamin keselamatan ibu dan Masyarakat Kemurang masih banyak yang mempercayai ibu hamil hingga nifas sangat rentan akan gangguan makhluk halus. Oleh karena itu, masyarakat banyak yang mengadakan ritual atau upacara khusus bagi ibu hamil dan nifas. Upacara tersebut tidak hanya menjamin kelancaran proses persalinan saja, tetapi juga dapat menjaga ibu dan bayi dari gangguan makhluk halus. Dalam upacara tersebut, dukun membacakan doAoa-doAoa khusus yang dipercaya menjauhkan gangguan makhluk halus. Adanya upacara tersebut timbul rasa kehamilan dan persalinannya akan lebih nyaman dan tenang13,14. AuMbotenA mbah dukune mengke sing doAoa-doAoaA trus bar lairan kan nggawe jenengA nah kuwi slametanA trus pas 40 hari kan kuwi disiram dukun bayi. seng ngadusi dukune nganggo banyu kembangAy (IU. Agustus 2. Artinya: tidakA dukun nanti yang akan memimpin doAoaA kemudian setelah kelahiran akan membuat namaA. Setelah itu syukuranA. Setelah 40 hari dilakukan AosiramanAo oleh dukun bayiA. tapi yang memandikan dukun menggunakan air campur bunga. Auya ada yang ngundang dukun bayine buat ngadusi ibune sama doAoa-doay (IK. FS. IK. MD. Agustus, 2. Artinya: ya ada yang mengundang dukun bayi untuk menyiram ibu saat siraman dan membacakan doAoa Dukun bayi merupakan bagian dari masyarakat yang tinggal dan berbicara menggunakan bahasa lokal. Dukun bayi memahami dan menjalankan tradisi yang Hal tersebut menimbulkan rasa nyaman dan percaya kepada dukun. karena dukun merupakan masyarakat asli dan tinggal di Kemurang, masyarakat menganggap dukun selalu ada dan siap apabila terdapat permasalahan kesehatan ibu dan anak. Berbeda dengan bidan, yang mungkin memiliki kesibukan lain sehingga bidan tidak selalu berada ditempat dan siap untuk mendatangi rumah ibu bersalin15. AuRencanane sama bidan . cuman lahire kan pas malam jadi takut . soale lewat kuburan . trus akhire sama dukun aja dijemputAy (IU. TW, Agustus 2. Artinya: rencananya lahiran dengan bidan . hanya saja lahirannya tengah malam jadi takut . ntuk mendatangi bida. harus melewati kuburan . jadi akhirnya dengan dukun saja . AuAwedi kan kesuwen, enyonge nretek oo kepriben kiye laka uwong, uwis ngundang dukun, setengah siji teka jam loro lairA setiap malam mau, kan sudah wajibeAy (IT. Agustus 2. Artinya: takut nanti kelamaan, sayanya sudah khawatir harus bagaimana ini tidak mengundang dukun, setenga satu datang jam dua sudah lahirA setiap malam mau datang kan sudah kewajibannya sebagai Dukun bayi saat ini perannya telah Adanya kemitraan dengan tenaga kesehatan membatasi gerak dukun bayi dalam Meskipun demikian, dukun bayi memiliki peran lain dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak seperti melakukan pencegahan komplikasi, merawat ibu dan bayi. Dukun pembinaan secara rutin setiap satu bulan sekali di Kecamatan. Dukun mendapatkan materi mengenai pentingnya persalinan dengan bidan, serta persalinan yang bersih dan aman dimana dukun saat persalinan harus menerapkan prinsip Aurika melu pelatihan sebulan sekali nang Tanjung, ya bareng karo kadere, bidane karo dukun liyane . ya diomongi oo lairankeh ora olih karo dukun kudu karo bidan trus ya pelatihane isine pada bae karo sing rika ngartiAy (IK. WM. Agustus Artinya: saya ikut pelatihan sebulan sekali di Tanjung (Kecamata. , ya bareng dengan kader, bidan dan dukun lainnya . ya dikasih tahu kalau lahiran jangan dengan dukun sebaiknya dngan bidan kemudia ya pelatihan yang diberikan sama saja dengan yang sudah saya kuasai. Audiajari yen pan lairan keh apa-apa kudu bersih, alate digodog ndisit, nyiapna banyu anget karo cuci tangan sebelum nolong karo bar nolong . empraktekkan cuci tangan 6 langka. Ay (IK. WN, Agustus 2. Artinya: diajarkan kalau akan melahirkan segala sesuatunya harus bersih, alatnya direbus dulu, menyiapkan air hangat dan cuci tangan sebelum dan sesudah menolong persalinan . empraktekan cuci tangan 6 langka. AuNek teng mriki namine oyogAyen teng bidan kan mboten dioyokA nek kalo mbah dukun kan diputer ben kepala ne dibawahAy (IU. Agustus 2. Peran dukun dalam persalinan diantaranya adalah mendampingi ibu bersalin dan mempersiapkan kelengkapan Dengan diajarkannya prinsip bersih dalam pertolongan persalinan membantu bidan untuk melakukan proses persalinan yang aman dan bersih. Dukun merupakan sosok yang pertama kali dicari masyarakat saat ada tanda persalinan. Dukun akan memastikan kemajuan persalinan, hasil pemeriksaan tersebut menjadi bahan pertimbangan kapan ibu bersalin harus dibawah ke fasilitas Dalam pemeriksaan kemajuan persalinan, prinsip bersih juga diterapkan. Sehingga dapat menurunkan kemungkinan terjadinya infeksi pada ibu15,17. Pijat perut merupakan jasa dukun yang banyak dicari oleh masyarakat. Pijat perut umum dilakukan oleh ibu hamil, ibu nifas bahkan remaja putri. Pijat perut pada ibu hamil dilakukan untuk memposisikan janin agar ibu dalam menjalani kehamilan lebih mudah dan persalinannya akan Pijat perut pada ibu nifas memposisikan rahim kembali seperti sedia kala. Pijat perut pada remaja putri dilakukan agar posisi rahim benar sehingga kelak saat hamil, tidak akan mengalami permasalahan. Auoyog keh ben posisi bayine bener, sirahe pas nang ngisor misale wis posisine kaya kuwe sirahe wis mlebu, ibune biasane luwih enak mlakune. Bar lair ya biasane diurut, eben balik maning oo karo darahe sing mrengkel-mrengkel metune lancar eben ora dadi penyakitAy (IK. WM. Agustus Artinya: kalau disini namanya AooyogAoA kalau dibidan kan tidak di-AooyogAoA sedangkan kalau dukun memutar agar kepala bayi posisinya dibawahAuNek teng mriki namine oyogAyen teng bidan kan mboten dioyokA nek kalo mbah dukun kan diputer ben kepala ne dibawahAy (Informan 1. Artinya: memposisikan bayinya agar tepat, kepalanya tepat dibawah, kalau posisinya sudah seperti itu, kepalanya sudah masuk, ibunya biasanya lebih enak jalannya. Setelah melahirkan biasanya diurut supaya rahim kembali seperti semula oo dan gumpalan darah . keluarnya lancar biar tidak jadi penyakit Artinya: kalau disini namanya AooyogAoA kalau dibidan kan tidak di-AooyogAoA sedangkan kalau dukun memutar agar kepala bayi posisinya dibawah Pijat perut dalam ilmu medis sudah tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan termasuk bidan di Kemurang. Pijat perut apabila dilakukan penekanan yang berlebih dapat berisiko terjadinya rupture uteri dan terjadi lilitan tali pusat pada Tindakan pijat perut perlu dilakukan di fasilitas kesehatan yang Sehinga apabila dalam proses pijat perut tersebut muncul tanda bahaya pada bayi dan atau ibu, dapat segera pertolongan1,18. Setiap melakukan pemeriksaan ANC, bidan selalu memberikan konseling mengenai bahaya pijat perut. Namun demikian, masyarakat tetap melakukan pijat perut dikarenakan hal tersebut telah menjadi tradisi di Kemurang. Budaya yang telah tumbuh erat dalam suatu masyarakat akan sangat sulit untuk dihilangkan. Oleh karena itu perlu adanya pendekatan terhadap dukun maupun kader untuk membantu memahamkan masyarakat bahaya pijat perut pada ibu dan janin. Kesimpulan Dukun merupakan bagian dari masyarakat yang secara turun temurun dipercaya untuk menangani permasalahan yang terkait dengan kehamilan, persalinan maupun masa nifas. Dukun dikenal supranatural dan pengobatan tradisional. Masyarakat merasa aman, nyaman dan tenang menjalani proses kehamilan hingga masa nifas apabila sudah menemui dukun bayi. Dengan bermitra dengan dukun, tenaga kesehatan sangat terbantu dalam memberikan pelayanan kesehatan pada ibu selama kehamilan, persalinan dan masa nifas. Namun terdapat beberapa praktek dukun bayi yang dapat membahayakan kesejahteraan bayi dan Oleh karena itu, dengan adanya kemitraan dukun, tenaga kesehatan dapat memanfaatkan kegiatan pembinaan untuk mengurangi praktek dukun bayi yang bertentangan dengan kesehatan. Daftar Pustaka