e-ISSN: 2502-6445 p-ISSN: 2502-6437 https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. TINJAUAN EPISTIMOLOGI DAN AKSIOLOGI TERHADAP PEMBELAJARAN BERORIENTASI ISU SOSIOSAINTIFIK MELALUI NARRATIVE REVIEW Dina Syaflita. Nahadi. Sjaeful Anwar. Mahasiswa Doktoral Pendidikan IPA. FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia email: dinasyaflita@upi. 2, . Dosen FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia email: nahadi@upi. edu, saefulanwar@upi. Abstract Socioscientific issues are controversial topics that are connected to both social and scientific These issues support 21st-century learning, especially related to real-world problem-based This research aims to review the epistemological and axiological aspects of socioscientific issue-oriented learning. The study employs a narrative review method, a non-systematic literature review method aimed at identifying and summarizing previously published works, providing a broader scope. The results indicate that the integration of socioscientific issues in learning demonstrates the role of science in explaining phenomena and enhances critical thinking and reasoning to distinguish between science and pseudoscience. Issue-oriented socioscientific learning can also enhance students' ethics, morals, and environmental awareness. It is important to note that basic science content still needs to be taught when addressing socioscientific issues. Teachers must have good content and pedagogical competence to teach these issues effectively to students. Keywords: Axiology. Epistemology. Socioscientific Issues, 21st Century Learning Abstrak Isu sosiosaintifik merupakan isu kontroversial yang memiliki kaitan baik dengan konteks sosial maupun konteks sains. Isu sosiosaintifik ini mendukung pembelajaran abad ke-21 terutama berhubungan dengan pembelajaran yang terkait dengan permasalahan dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kajian epistimologi dan aksiologi tentang pembelajaran berorientasi isu Penelitian ini menggunakan metode narrative review yaitu metode tinjauan literatur yang bersifat non-systematic review yang betujuan untuk mengidentifikasi dan merangkum apa yang telah diterbitkan sebelumnya sehingga memiliki cakupan yang lebih luas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi isu sosiosaintifik dalam pembelajaran menunjukkan bagaimana peran sains dalam menjelaskan fenomena, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan penalaran untuk membedakan sains dengan pseudosains. Pembelajaran berorientasi isu sosiosaintifik juga dapat meningkatkan etika, moral, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Perlu diperhatikan bahwa konten dasar sains tetap perlu diajarkan ketika membelajarkan isu sosiosaintifik ini. Guru harus memiliki kompetensi konten dan pedagogis yang baik untuk membelajarkan isu-isu ini kepada Kata Kunci: Aksiologi. Epistimologi. Isu Sosiosaintifik. Pembelajaran Abad ke-21 PENDAHULUAN Perubahan paradigma dan kebutuhan perkembangan zaman menuntut proses pendidikan memberi perhatian kepada kompetensi yang dibutuhkan di abad-21. Hal ini merupakan bentuk respon terhadap kebutuhan untuk mengoptimalkan peluang dan sumber daya yang tersedia (Teo. Pembelajaran pemikiran, keterampilan inovasi, media, literasi ICT, dan pengalaman kehidupan nyata dalam konteks mata pelajaran inti JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2502-6445 p-ISSN: 2502-6437 https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Pembelajaran otentik dimana peserta didik terlibat dalam lingkungan belajar dengan efektif perlu dilakukan. Oleh karena itu, pembelajaran abad ke-21 seharusnya berfokus pada konstruksi pengetahuan dan mendorong siswa untuk menghasilkan informasi yang memiliki nilai atau makna bagi mereka dan terhubung dengan dunia nyata (Alismail & McGuire. Secara umum terjadi pergeseran standar dari penekanan konten dan hafalan menuju keterampilan yang lebih tinggi termasuk penalaran, kreativitas, dan pemecahan masalah terbuka (Bao & Koenig, 2. Perkembangan terhadap kehidupan sosial masyarakat. Berbagai temuan terkini serta sikap dan pola pikir masyarakat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Proses mendidik siswa sesuai dengan individu yang berpengetahuan, pembelajar mandiri, komunikator efektif, dan pemikir global dengan kapasitas dan keinginan untuk mengubah dunia dalam aspek-aspek baru dan mengesankan. Transformasi pendidikan menekankan kebutuhan untuk mempertimbangkan modifikasi yang dapat mempengaruhi pengalaman belajar siswa (Khahro & Javed, 2. Pengalaman belajar sebagaimana yang dijelaskan dapat isusosiosaintifk ke dalam pembelajaran. Integrasi pembelajaran abad ke-21 menciptakan kontekstual, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan kompleks masyarakat Secara sederhana, iso sosiosaintifik ini merupakan isu-isu yang berkembang dan nyata dalam kehidupan manusia. Isu ini merambah berbagai bidang, salah satunya adalah bidang pendidikan. Kompetensi yang dikembangkan tidak lepas dari kebutuhan sosial saat ini dan masa depan serta perkembangan IPTEK. Oleh karena itu, isu sosiosaintifik sering kali diintegrasikan dalam berbagai proses pembelajaran terutama dalam pendidikan Menurut Nurtamara dkk . , reformasi pembelajaran saat ini adalah dengan melibatkan siswa dalam suatu mengembangkan cara berpikir dalam isuisu kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, isu sosiosaintifik dapat dipertimbangkan untuk menjadi konteks kajian dalam Isusosiosaintifik pembelajaran perlu mendapat perhatian dalam tinjauan filsafat. Mengingat isu sosiosaintifik merupakan isu-isu sensitif yang apabila akan diberikan kepada peserta didik sebagai konteks dalam pembelajaran, maka hal ini perlu dikaji melalui tinjauan filsafat berupa aksiologi dan epistimologi. Pentingnya isu sosiosaintifik dikaji menyoroti dua aspek utama. Aksiologi berhubungan dengan etika yang perlu (Kivunja. Aksiologi juga disebut sebagai teori nilai, yang mencakup nilai, keinginan, atau kebaikan yang diinginkan. Aksiologi membahas tujuan ilmu pengetahuan. apa pengetahuan digunakan. hubungan antara cara menggunakan pengetahuan sesuai dengan aturan moral. serta bagaimana menentukan objek kajian berdasarkan moral (Afkari, dkk, 2. Secara aksiologis, perlu ditelusuri apakah kajian terhadap isu sosiosaintifik dapat membuka peluang untuk memahami nilainilai dan etika yang terkandung dalam isuisu tersebut. Apakah pelibatan isu sosiosaintifik tidak memiliki dampak negatif terhadap proses memahami nilai dan etika pada diri peserta didik. Epistimologi adalah kajian filsafat yang mengkaji tentang bagaimana kebenaran atau realitas dipandang sebagai pengetahuan dalam dunia ini, dan bagaimana menyampaikannya (Kivunja. JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2502-6445 p-ISSN: 2502-6437 https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Eksplorasi pertanyaan-pertanyaan tentang kebenaran, termasuk dasar atau pengetahuan, metode pengetahuan, dan kebenaran pengetahuan merupakan ranah kajian epistimologi (Afkari, dkk, 2. Kajian epistimologi merupakan kajian untuk menjawab apakah memungkinkan siswa untuk memahami bagaimana ilmu memberikan solusi terhadap masalahmasalah yang kompleks dalam masyarakat melalui isu-isu kontroversial ini. Tinjauan isu sosiosaintifik dalam proses pembelajaran perlu ditelusuri secara lebih mendalam untuk memperoleh informasi seberap urgen isu ini perlu Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara filosofis mengenai landasan pengetahuan, etika dan manfaat isu sosiosaintifik dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran bahwa isu sosiosaintifik berkaitan dengan masalah sosial yang terkait dengan ilmu Isu sosiosaintifik juga seringkali merupakan isu-isu kontroversial yang tidak memiliki resolusi yang sederhana atau Tunggal. Menurut Zeidler et al . Isu sosiosaintifik merupakan isu yang biasanya bersifat kontroversial namun memiliki elemen tambahan yang memerlukan tingkat pemikiran moral atau penilaian terhadap masalah etis dalam proses pengambilan keputusan mengenai potensi penyelesaian masalah tersebut. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode narrative review yaitu metode tinjauan literatur yang bersifat non-systematic mengidentifikasi dan merangkum apa yang telah diterbitkan sebelumnya (Ferrari, 2. sehingga memiliki cakupan yang lebih luas (Byrne, 2. Penelitian ini epistimologi dan aksiologi tentang Tinjauan berhubungan dengan alasan, sifat, dan Batasan pengetahuan. Tinjauan aksiologi berhubungan dengan nilai dan manfaat. Isu sosiosaintifik adalah isu-isu sosial yang kompleks dan kontroversial dengan hubungan substansial dengan gagasan dan prinsip-prinsip ilmiah. Contoh isu sosiosaintifik yang banyak diangkat dalam topik penelitian mencakup makanan hasil rekayasa genetika, akses ke sumber daya air, dan pemecahan hidrolik (Sadler. Isu sosiosaintifik dapat berupa permasalahan terkait pemanasan global, perubahan iklim, dan makanan yang dimodifikasi secara genetika (Rahayu. Selain itu, isu lainnya yang sering diangkat dalam berbagai studi adalah terkait dengan rekayasa genetika, senjata, permasalahan lingkungan, dan sebagainya. HASIL DAN PEMBAHASAN Isu Sosiosaintifik Isu sosiosaintifik merupakan isu-isu dalam kehidupan sosial yang dikaji dalam ranah sains. Schenk . menyatakan Salah satu fitur utama dari isu Isu sosiosaintifik dapat didasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah, teori, dan data, tetapi solusi tidak dapat sepenuhnya ditentukan oleh pertimbangan Kemungkinan langkah-langkah yang terkait dengan isu-isu tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, termasuk politik, ekonomi, dan etika (Morris, 2. Isu sosiosaintifik dapat dianggap sebagai isu yang mengaitkan antara konteks sosial dengan konteks sains. Keterkaitan digambarkan seperti Gambar 1. JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2502-6445 p-ISSN: 2502-6437 https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. untuk mendukung karir dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penyelesaian masalah sehari-hari dalam proses pembelajaran dapat dilakukan salah satunya menggunakan isu sosiosaintifik. Isu sosiosaintifik berasal dari isu yang berkembang di masayarakat yang bersifat kontroversial dan kompleks sehingga penyelesaiannya harus bersifat Sains berperan dalam menjelaskan fenomena dan menghasilkan masyarakat, sedangkan konteks sosial merupakan bagian yang mempengaruhi penggunaan aplikasi sains maupun proses memperoleh teori. Gambar 1. Bagan Hubungan Konteks Sosial dan Sains dalam Isu Sosiosaintifik Sains menjelaskan suatu fenomena maupun Misalnya, fenomena efek rumah kaca, sains berperan dalam menjelaskan penyebab dan dampak efek rumah kaca sedangkan dampaknya dirasakan secara luas oleh masyarakat. Contoh lainnya adalah penemuan metode bayi tabung. Metode yang membantu masyarakat memperoleh keturunan seperti metode bayi tabung dihasilkan melali penemuan dan pembuktian saintifik, sedangkan pemanfaatannya dirasakan secara sosial dalam kehidupan masyarakat. Penemuan ini sendiri juga mempengaruhi nilai masyarakat yang pada akhirnya dapat menjadi sesuatu yang sensitif. Isu Sosiosaintifik dalam Pembelajaran IPA Pendidikan merupakan suatu proses memiliki kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan saat ini dan di masa depan. Pembelajaran sosiosaintifik memiliki kesamaan dengan pendekatan pedagogis lain, seperti pembelajaran berbasis proyek, pendekatan berbasis kasus, dan pembelajaran berbasis konteks (Sadler, dkk, 2. Isu Sosiosaintifik memberikan konteks bagi siswa untuk memahami melalui proses pengalaman bahwa pengetahuan ilmiah terkait dengan teori dan dibangun secara sosial dan budaya. Sejauh mana siswa dapat menginternalisasi konteks ini Integrasi sosiosaintifik memberikan siswa kontekskonteks sosial untuk memahami konten ilmiah serta metode dan penalaran untuk memahami isu-isu tersebut. Pembelajaran memungkinkan tereduksinya pembelajaran tradisional yang terspesialisasi dalam Ausilo disiplin ilmuAy (Zeidler, dkk, 2. Salah satu keuntungan dari integrasi isu sosiosaintifik dalam pembelajaran adalah koneksi antardisiplin ilmu yang Topik isu sosiosaintifik dapat dirancang dengan melibatkan berbagai keterampilan seperti membaca, konten sains, studi sosial, matematika, dan seni, serta memberikan pengalaman nyata keterampilan-keterampilan tersebut melibatkan penalaran moral. JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2502-6445 p-ISSN: 2502-6437 https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. perkembangan epistemologi, diskusi dan perdebatan antar teman sebaya. Isu sosiosaintifik membuat konten sains menjadi lebih relevan dan menarik (Zeidler, dkk, 2. Dalam isu sosiosaintifik, konteksnya adalah isu masyarakat yang terkait dengan sains. Isuisu ini dapat diinformasikan melalui gagasan dari berbagai perspektif, termasuk ekonomi, politik, dan etika. Mereka juga diinformasikan melalui gagasan dan bukti namun, tindakan yang diambil tidak ditentukan sepenuhnya oleh bukti ilmiah (Sadler, dkk, 2. pembangunan berkelanjutan terkait dengan isu sosiosaintifik. Isu sosiosaintifik mencakup sejumlah masalah nyata yang melibatkan isu-isu lingkungan yang kontroversial seperti pemanasan global, perubahan iklim, efek rumah kaca, penipisan ozon, polusi lingkungan, pembuangan limbah, pembangkit listrik tenaga nuklir atau hidro, bahan bakar energi alternatif (Koyulu & Topyu, 2. Hal ini diperkuat oleh Wang, dkk . masyarakat saat ini, kita menghadapi sejumlah isu yang berkaitan dengan masalah lingkungan kontroversial dan konsep ilmiah . isalnya, perubahan iklim, pemanasan global, hilangnya biodiversitas, elektromagnetik ponsel dan kesehatan Isu-isu ini dapat dipengaruhi oleh norma sosial, budaya, dan politik serta opini publik. Beberapa studi isu sosiosaintifik empiris mengambil perbedaan antara penilaian risiko profesional dan persepsi risiko sebagai titik awal untuk memotivasi pengajaran dan penelitian mereka. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pondasi dalam konsep dasar, tetapi berdasarkan tinjauan penelitian Schenk dkk . , konten pengetahuan ini jarang Oleh karena itu, meskipun isu sosiosaintifik merupakan konteks yang dibahas dalam pembelajaran, namun konten dasar materi yang terkait dengan isu tersebut tidak boleh diabaikan. Manfaat pembelajaran berbasis isu sosiosaintik dalam mengajar sains telah diakui secara luas oleh para peneliti di bidang ini Beberapa dampak positif yang ditimbulkan dari pembelajaran berorientasi isu peningkatan pemahaman konten sains, peningkatan keterampilan argumentasi, dan peningkatan pemahaman tentang sifat ilmu pengetahuan (Khishfe & Lederman. Isu sosiosaintifik merupakan isu kontroversial yang sangat baik sebagai konteks untuk pembelajaran berbasis ESD. (Kaushik, dkk, 2. Isu-isu sosiosains dan pembangunan berkelanjutan saling terkait dan keduanya melibatkan masalah dan tujuan penting yang serupa untuk Sebagian besar masalah dalam Tantangan dalam SSI bergantung pada kemampuan guru untuk memilih dan sosiosaintifik dalam masyarakat. Isu yang digunakan bersifat kontroversial, memiliki banyak perspektif, dan berdampak pada nilai-nilai moral dan etika siswa. Kriteria pemilihan dan pemanfaatan isu sosiosains dipertimbangkan dengan hati-hati: isu tersebut harus . otentik, . relevan, . kontroversial, . memungkinkan diskusi terbuka, dan . menangani masalah berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Paristri & Suyanto, 2. Firdaus . mengemukakan halhal yang harus dipersiapkan oleh guru dalam membelajarkan siswa dengan isuisu sosiosaintifik, yaitu: . memahami isuisu sosial penting yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi serta proses yang digunakan untuk menganalisis dan membuat keputusan tentang isu-isu tersebut, dan . mampu melibatkan siswa dalam pembelajaran analisis masalah, pertimbangan risiko, dan penemuan solusi Menurut Akbulut & Demir JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2502-6445 p-ISSN: 2502-6437 https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. , guru yang akan mengajar pengetahuan konten yang baik tentang isu sosiosaintifik, . menyadari dimensi sosial dari subjek tersebut, . jujur tentang tingkat pengetahuan mereka sendiri tentang isu sosiosains, . bersedia berkontribusi pada isu sosiosaintifik yang relevan, . siap menghadapi ketidakpastian pembelajaran isu sosiosaintifik. kebenaran, berpikiran terbuka, analitis, sistematis, bijaksana, dan semakin percaya diri dalam penalaran mereka (Zeidler, dkk. Fitur inti dari dialog deliberatif dalam diskusi isu sosiosaintifik adalah mengkritik, dan berargumen. Kemampuan untuk berargumen menjadi komponen sentral dari literasi sains. Pembelajaran berorientasi isu sosiosaintifik juga berpotensi melahirkan suasana belajar yang menantang, memotivasi, dan berguna komunikasi, dan pengambilan keputusan Hal ini disebabkan karena siswa ditantang untuk membuat keputusan yang berinformasi dan bertanggung jawab (Wang, dkk, 2. Menurut NSTA (National Science Teaching Associatio. , guru sains harus mampu membimbing siswa untuk melakukan penyelidikan terhadap dasar fakta dari isu-isu tersebut dan menilai tindakan dan hasil yang mungkin berdasarkan tujuan dan nilai-nilai mereka. Untuk menunjukkan bahwa guru sains siap untuk melibatkan siswa dalam studi isu-isu yang terkait dengan sains. Kompetensi terkait konten dan pedagogis ini adalah dua faktor yang harus dimiliki guru dalam mengintegrasikan isu sosiosaintifk ke dalam proses pembelajaran. Tinjauan Epistimologi Isu Sosiosaintifik dalam Pembelajaran Kompetensi abad ke-21 menuntut agar sistem pendidikan menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan berpikir Berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi abad ke-21. Salah satu manfaat dari menyertakan kurikulum isu sosiosaintifik adalah bahwa diskusi dan perdebatan mengenai isu-isu kontroversial sosiosainsistik memfasilitasi siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kemampuan analisis, inferensi, penjelasan, evaluasi, interpretasi, dan pengaturan diri (Zeidler, dkk, 2. Mengintegrasikan isu sosiosaintifik ke dalam pembelajaran dapat membantu membiasakan siswa untuk mencari Selain dapat membuktikan peran sains dalam menjelaskan fenomena melalui metode ilmiah, pembelajaran terintegtasi isu saintifik juga menguatkan peran pembelajaran sains untuk mengenali ketegasan, legitimasi, dan kebenaran klaim ilmiah untuk membedakan sains dari Penelitian penggunaan isu mencatat kemajuan siswa dalam berpikir, kualitas argumentasi, konten sains NOS (Nature of Scienc. , dan pemahaman Kemampuan berkembang ini akan digunakan setiap kali mereka diperkenalkan dengan informasi ilmiah baru (Pinzino, 2. Tinjauan Aksiologi Isu Sosiosaintifik dalam Pembelajaran Kata etika dan moral sering digunakan secara bergantian, terutama keduanya memiliki makna yang berbeda dan saling terkait. Moral adalah keyakinan dari suatu kelompok atau individu tentang apa yang benar dan salah, sementara etika adalah respons terhadap isu tertentu dan JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2502-6445 p-ISSN: 2502-6437 https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. menyediakan seperangkat pedoman atau prosedur untuk membantu menentukan tindakan apa yang seharusnya diambil dalam situasi tertentu (Pope, 2. Aspek sosio-moral adalah hal sentral ketika isuisu penyelidikan, wacana, argumentasi, dan pengambilan keputusan menjadi titik Ini terjadi ketika penalaran sosio-moral mempengaruhi (Zeidler, dkk, 2. SIMPULAN Beberapa penelitian yang ditulis oleh peneliti di bidang isu sosiosaintifik seperti. Zeidler dan Sadler menunjukkan bahwa penggunaan kerangka isu sosiosaintifik falam pembelajaran dapat meningkatkan kepekaan dan kepedulian siswa. Isu kognitif dengan mendorong siswa untuk mempertimbangkan klaim-klaim yang mungkin bertentangan dengan keyakinan dan nilai-nilai mereka sendiri. Dipercayai bahwa hal ini dapat memajukan penalaran moral dengan memberdayakan siswa untuk mempertimbangkan bagaimana isu berbasis sains dan keputusan yang dibuat mengenai isu tersebut mencerminkan prinsip-prinsip moral yang melibatkan kehidupan mereka sendiri, serta dunia fisik dan sosial di sekitar mereka (Pope, 2. Pandangan lingkungan siswa yang berbasis isu kotroversial ini mempengaruhi kesadaran siswa terhadap isu lingkungan, tanggung jawab terhadap pembangunan berkelanjutan, dan self-efficacy untuk isu Hasil penelitian Wang, dkk . menunjukkan bahwa untuk hasil kesadaran siswa terhadap isu lingkungan melalui pembelajaran isu sosiosaintifik meningkat secara signifikan. Tiga isu lingkungan yang paling dipahami oleh peserta pada awal studi adalah peningkatan gas rumah kaca, polusi udara, dan penebangan hutan untuk alih fungsi lahan (Wang, dkk, 2. Isu Sosiosaintifik merupakan isu kontroversial yang dapat dikaji dan dipelajari melalui metodologi ilmiah. Isu ini dianalisis melalui sains namun dipengaruhi oleh konteks sosial seperti politik, ekonomi, nilai, dan konteks sosial Integrasi isu sosiosaintifik dalam pembelajaran memiliki dampak positif dikaji dari filsafat epistimologi dan pembelajaran menunjukkan bagaimana peran sains dalam menjelaskan fenomena, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan penalaran untuk membedakan sains dengan Selain berorientasi isu sosiosaintifik juga mendukung pembelajaran ESD. Pembelajaran berorientasi isu sosiosaintifik juga dapat meningkatkan etika, moral, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Perlu diperhatikan bahwa konten dasar sains tetap perlu diajarkan ketika membelajarkan isu sosiosaintifik ini. Guru harus memiliki kompetensi konten dan pedagogis yang baik untuk membelajarkan isu-isu ini kepada siswa. REFERENSI