p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 40-56 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 Learning Patterns in order to improve the Quality of Learning at SDN Margahayu XIX and SDIT El-Hurriyah. North Cikarang. Bekasi Regency Sunarti. *). Sholehuddin. Program Studi Magister Pendidikan Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Jakarta Correspondence author : furqonalfarizie89@gmail. DOI: https://doi. org/10. 37012/jipmht. Abstract This study aims to examine and compare the learning patterns implemented at SDIT EL-Hurriyah North Cikarang and SDN Margahayu XIX Bekasi City. Bekasi City. SDIT EL-Hurriyah was chosen as a more advanced school, while SDN Margahayu XIX was chosen as a comparison school that is still in the development stage. The study focused on aspects of learning models, approaches, strategies, methods, and learning media used by both schools. The research method used was qualitative-descriptive with a comparative study approach. Data collection was carried out through observation, interviews with the principal and teachers, and analysis of learning documents. The results of the study show that SDIT EL-Hurriyah has implemented an innovative learning model based on student-centered learning by optimally utilizing digital technology, while SDN Margahayu XIX still relies on a conventional teacher-centered approach with limited learning media facilities. Significant differences were found in the use of active learning strategies, variations in teaching methods, and the use of technology-based media. The conclusions of this study provide implications for improving the quality of learning at SDN Margahayu XIX through the adoption of best practices successfully implemented at SDIT EL-Hurriyah. Keywords: Learning Patterns. Comparative Study. Learning Models. Learning Methods. Learning Media ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan pola pembelajaran yang diterapkan di SDIT ELHurriyah Cikarang Utara dan SDN Margahayu XIX Kota Bekasi. Kota Bekasi. SDIT EL-Hurriyah dipilih sebagai sekolah yang lebih maju, sementara SDN Margahayu XIX sebagai sekolah pembanding yang masih dalam tahap Kajian difokuskan pada aspek model pembelajaran, pendekatan, strategi, metode, serta media pembelajaran yang digunakan oleh kedua sekolah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatifdeskriptif dengan pendekatan studi komparasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah dan guru, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDIT ELHurriyah ini telah menerapkan model pembelajaran inovatif berbasis student-centered learning dengan memanfaatkan teknologi digital secara optimal, sedangkan SDN Margahayu XIX masih mengandalkan pendekatan teacher-centered yang konvensional dengan keterbatasan sarana media pembelajaran. Perbedaan signifikan ditemukan dalam penggunaan strategi pembelajaran aktif, variasi metode mengajar, dan pemanfaatan media berbasis teknologi. Kesimpulan penelitian ini memberikan implikasi bagi perbaikan kualitas pembelajaran di SDN Margahayu XIX melalui adopsi praktik-praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan di SDIT EL-Hurriyah. Keywords: Studi Komparasi. Pola Pembelajaran. Model Pembelajaran. Metode Pembelajaran. Media Pembelajaran https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3456/2872 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 40-56 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses penting dalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik. Menurut Prof. Zahari Idris . alam Rahman et al. , 2. menyatakan bahwa pendidikan adalah kegiatan dalam bentuk komunikasi antara manusia dewasa dan peserta didik secara tatap muka langsung atau melalui perantara media elektronik, dengan tujuan mengembangkan potensi anak Komunikasi pada proses pendidikan ini adalah interaksi yang terjalin antara pendidik dan peserta didik, sebagai kecakapan sesuai tujuan pembelajaran yang diharapkan dan transfer Menurut KBBI. Ilmu merupakan pengetahuan yang disusun secara sistematis. Dan menurut Brodjonegoro dalam buku Ahdar & Musyarif . menyatakan bahwa ilmu pendidikan adalah ilmu terkait konsep pendidikan dan perenungan tentang pendidikan. Ilmu ini juga menelaah tentang proses yang timbul dalam praktik pendidikan. Ilmu Pendidikan mengkaji objek manusia sebagai peserta didik belajar atau pembelajar (Kosim, 2. Objek formalnya mengkaji upaya normatif agar memberikan bimbingan kepada peserta didik. Ilmu pendidikan membahas masalahmasalah yang bersifat ilmu pengetahuan empiris, rohani, serta normatif yang berlandaskan pengalaman pendidikan yang dinarasikan secara teoritis untuk diaplikasikan secara praktis dalam praktik pendidikan. Pendidikan dan ilmu memiliki hubungan yang sangat erat karena keduanya saling melengkapi dalam membentuk peserta didik menjadi pribadi yang utuh. Menurut Nuryami. Tobroni, & Widodo . , menekankan bahwa ilmu pengetahuan, filsafat, dan pendidikan memiliki hubungan kompleks dalam membentuk pandangan hidup dan struktur sosial. Proses komunikasi antara pendidik dan peserta didik yang bertujuan mengembangkan potensi anak, baik melalui tatap muka langsung maupun dengan bantuan media. Contohnya dalam menganalisis pola pembelajaran di sekolah dasar dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai bagaimana pendidikan dasar berperan dalam membentuk generasi yang cerdas sekaligus berkarakter. Pendidikan dasar tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai fondasi pembentukan kepribadian dan akhlak peserta didik. Oleh karena itu, pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas secara intelektual sekaligus kuat secara moral dan spiritual. Menurut Trianto . alam buku Suardi, 2020:. menyatakan bahwa pola pembelajaran merupakan suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial. Sedangkan menurut Edward Harefa dkk. Pola pembelajaran adalah kerangka filosofis yang mencakup pendekatan, strategi, dan metode. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3456/2872 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 40-56 Berfungsi untuk mengarahkan siswa mencapai tujuan tertentu secara sistematis. Jadi pola pembelajaran merupakan rancangan lengkap yang dipakai guru untuk mengatur cara belajar siswa, agar kegiatan belajar lebih terarah, menyenangkan, dan tujuan pendidikan bisa tercapai. Priansa yang dikutip oleh (Julaeha & Erihardiana, 2. menyatakan model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang dipergunakan untuk acuan dalam melaksanakan kegiatan kerja atau sebuah gambaran sistematis dalam kegiatan proses belajar sehingga membantu peserta didik dalam belajar dan tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan menurut Saefuddin & Berdiati . menjelaskan pengertian model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar. Digunakan guru untuk merencanakan serta melaksanakan aktivitas pembelajaran. SDN Margahayu XIX Kota Bekasi merupakan sekolah negeri yang menerapkan sistem pembelajaran berbasis kurikulum nasional. Sementara itu. SDIT El Hurriyah Kabupaten Bekasi mengintegrasikan kurikulum nasional dengan nilai-nilai keislaman. Perbedaan ini menjadi menarik untuk dikaji secara komparatif guna mengetahui kelebihan dan kekurangan masingmasing pola pembelajaran. Berdasarkan uraian tersebut terlihat adanya perbedaan pola pembelajaran antara kedua sekolah ini menjadi penting untuk dilakukan guna mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perbedaan kualitas pendidikan, serta untuk memberikan rekomendasi perbaikan yang konkret. Penelitian komparasi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pihak sekolah, tenaga pendidik, dan pemangku kebijakan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini secara khusus mengkaji aspek pola pembelajaran yang meliputi: . model pembelajaran yang digunakan, . pendekatan pembelajaran yang diterapkan, . strategi pembelajaran yang dikembangkan, . metode mengajar yang dipilih, serta . media pembelajaran yang dimanfaatkan oleh kedua sekolah. Dengan demikian, artikel ini memberikan gambaran komprehensif tentang perbedaan dan persamaan pola pembelajaran di SDIT ELHurriyah Cikarang Utara dan SDN Margahayu XIX Kota Bekasi. Model pembelajaran atau pola pembelajaran menurut Joyce & Weil . mengemukakan bahwa pola pembelajaran merupakan sebuah rencana atau pola yang dapat digunakan dalam bentuk kurikulum atau rencana pembelajaran jangka panjang, merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain. Rusman . menjelaskan bahwa pola pembelajaran sebagai bentuk konkret dari strategi pembelajaran yang mengintegrasikan interaksi antara guru, siswa, dan sumber belajar pada lingkungan belajar. Ia menekankan bahwa pola saat https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3456/2872 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 40-56 ini tidak boleh kaku, melainkan harus fleksible mengikuti perkembangan teknologi informasi. Pola pembelajaran adalah AunapasAy dari kurikulum yang menentukan bagaimana tujuan pendidikan ditransmisi ke dalam pengalaman nyata siswa. Hamzah B. Uno . memandang pola pembelajaran sebagai sebuah desain sistemik yang mencakup pengaturan variable pembelajaran . ujuan, metode, kondis. untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Dalam konteks tahun 2023, ia menyoroti bahwa pola pembelajaran harus berbasis pada Aukebutuhan masa depan siswaAy. Di mana pola tersebut harus memfasilitasi kemandirian . elf-regulated learnin. agar siswa mampu belajar diluar kendali langsung guru. Belajar menurut Surawan . adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan. Belajar merupakan akibat adanya interaksi stimulus dan Adapun menurut Lisna et al. mendefinisikan seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Stimulus merupakan apa saja yang diberikan oleh pendidik kepada peserta didik, sedangkan respon adalah reaksi atau tanggapan dari peserta didik terhadap stimulus yang diberikan. Rinawati . mengemukakan pendapat bahwa perubahan yang terjadi akibat proses belajar dapat terjadi dalam berbagai bentuk perilaku. afektif, dan psikomotor. Model pembelajaran memiliki beragam makna di kalangan para ahli. Priansa dalam Julaeha & Erihardiana . menyatakan model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang dipergunakan untuk acuan dalam melaksanakan kegiatan kerja atau sebuah Gambaran sistematis dalam kegiatan proses belajar sehingga membantu peserta didik dalam belajar dan tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Pendapat lain dikemukakan oleh Trianto . yang menyatakan model pembelajaran sebagai perencanaan atau suatu pola yang dipergunakan sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di dalam kelas atau dalam ruang lingkup lain seperti tutor. Muhammad Yaumi . menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran adalah sudut pandang, filosofi, atau jalan yang ditempuh oleh pendidik dalam mengelola kegiatan instruksional. menekankan bahwa pendekatan bertindak sebagai payung yang menaungi metode, teknik, dan taktik pembelajaran. Menurut Syafruddin dan Adriantoni . pendekatan pembelajaran merupakan titik tolak atau landasan berpikir dalam memandang proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan tertentu. Pendekatan ini memberikan corak pada model pembelajaran yang dipilih agar selaras dengan karakteristik siswa. Dalam konteks pendidikan modern. Afandi, dkk . menyebut pendekatan pembelajaran sebagai pola interaksi antara siswa, guru, dan sumber belajar. Pendekatan ini harus adaptif https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3456/2872 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 40-56 terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi abad ke-21. Nurdyansyah . mendefinisikan strategi pembelajaran sebagai serangkaian kegiatan yang mencakup penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Menurut Masitoh dan Cinekasih . strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. Ini mencakup kegiatan awal, penyajian informasi, partisipasi siswa, tes, dan kegiatan tindak lanjut. Hamdan Husein Batubara . mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar lebih efektif. Menurut Kristanto . menyebutkan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran, yang mencakup media tradisional maupun media berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Virtual Reality. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengungkap secara mendalam fenomena pola pembelajaran di dua institusi pendidikan dengan karakteristik berbeda, yakni SDN Margahayu XIX dan SDIT El-Hurriyah. Metode kualitatif deskriptif dipilih karena peneliti ingin memberikan gambaran yang sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta serta sifat-sifat populasi tertentu tanpa melakukan intervensi atau pengujian hipotesis secara statistik. Dalam konteks ini, peneliti berperan sebagai instrumen kunci yang terjun langsung ke lapangan untuk mengamati bagaimana interaksi guru dan siswa berlangsung, bagaimana kurikulum diimplementasikan, serta bagaimana atmosfir kelas terbentuk di masing-masing sekolah. Dengan berfokus pada proses dan makna, penelitian ini tidak sekadar mencari hasil akhir, melainkan memahami kompleksitas praktik pendidikan yang unik pada masing-masing latar sekolah. Data dalam penelitian ini dihimpun melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam kepada tenaga pendidik, serta dokumentasi perangkat pembelajaran. Di SDN Margahayu XIX, fokus diarahkan pada penerapan standar kurikulum nasional dan manajemen kelas dalam skala pendidikan negeri yang inklusif. Sementara itu, di SDIT El-Hurriyah, https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3456/2872 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 40-56 pengamatan ditekankan pada integrasi nilai-nilai keislaman dalam model pembelajaran terpadu yang menjadi ciri khas sekolah Islam terpadu. Melalui deskripsi naratif yang kaya, peneliti berusaha memotret realitas aktivitas belajar mengajar, mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan di kelas, hingga sistem evaluasi yang diterapkan oleh para guru. Seluruh informasi yang diperoleh kemudian diolah dalam bentuk kata-kata tertulis untuk menggambarkan situasi secara utuh dan mendetail. Analisis data dilakukan dengan teknik komparatif konstan, di mana peneliti membandingkan temuan dari kedua sekolah untuk menemukan titik persamaan dan perbedaan yang signifikan dalam pola pembelajaran mereka. Setelah data dari SDN Margahayu XIX dan SDIT ElHurriyah terkumpul, dilakukan proses reduksi data, penyajian data secara deskriptif, dan penarikan kesimpulan. Aspek yang dibandingkan mencakup metode mengajar, penggunaan media pembelajaran, serta strategi motivasi siswa. Hasil akhirnya bukan berupa angka keberhasilan, melainkan sebuah narasi komprehensif yang menjelaskan mengapa pola pembelajaran di satu sekolah berbeda dengan sekolah lainnya, serta bagaimana keunggulan masing-masing model dapat menjadi referensi bagi peningkatan kualitas pendidikan dasar secara lebih luas. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas, dan guru mata pelajaran di SDN Peninggilan 1 dan SDN Peninggilan 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: observasi kelas untuk mengamati langsung proses pembelajaran, . wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta . studi dokumentasi terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), silabus, dan dokumen pendukung lainnya. Data dianalisis menggunakan teknik analisis komparatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Lokasi SDN Margahayu XIX SD NEGERI MARGAHAYU XIX merupakan salah satu sekolah jenjang SD berstatus Negeri yang berada di wilayah Kec. Bekasi Timur. Kota Bekasi. Jawa Barat. SD NEGERI MARGAHAYU XIX didirikan pada tanggal 7 Januari 1989 dengan Nomor SK Pendirian 421 yang berada dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam kegiatan pembelajaran, sekolah yang memiliki 309 siswa ini dibimbing oleh 16 guru yang profesional di bidangnya. SD NEGERI MARGAHAYU XIX merupakan salah satu sekolah jenjang SD di wilayah Kota Bekasi yang menawarkan pendidikan berkualitas https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3456/2872 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 40-56 dengan terakreditasi A dan sertifikasi ISO 9001:2008. SDIT El-Hurriyah SD IT EL-HURRIYAH merupakan salah satu sekolah jenjang SD berstatus Swasta yang berada di wilayah Kec. Cikarang Utara. Kab. Bekasi. Jawa Barat. SD IT EL-HURRIYAH didirikan pada tanggal 23 Juli 2004 dengan Nomor SK Pendirian 421/969/Disdik yang berada dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam kegiatan pembelajaran, sekolah yang memiliki 386 siswa ini dibimbing oleh 23 guru yang profesional di bidangnya. Waktu Penelitian ini dilaksanakan secara bertahap untuk menangkap dinamika pembelajaran pada periode yang berbeda di kedua lokasi. Di SDN Margahayu XIX, observasi dilakukan pada semester ganjil guna memotret adaptasi siswa terhadap kurikulum baru di awal tahun ajaran. Sebaliknya, penelitian di SDIT El-Hurriyah dilangsungkan pada semester genap untuk mengamati puncak implementasi program unggulan serta persiapan evaluasi akhir tahun. Perbedaan lini masa ini sengaja diambil agar peneliti mendapatkan gambaran komprehensif mengenai fluktuasi instruksional dan kesiapan akademik siswa dalam rentang waktu satu tahun pelajaran penuh, sehingga data komparatif yang dihasilkan menjadi lebih kaya dan mendalam. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh subjek yang memiliki karakteristik serupa di dua institusi pendidikan yang akan di teliti, yaitu seluruh guru dan siswa yang terlibat aktif dalam proses akademik di SDN Margahayu XIX dan SDIT El-Hurriyah. Secara luas, populasi ini mencakup dinamika pendidikan di sekolah negeri dan swasta, yang memberikan keragaman latar belakang sosial serta metode pengajaran. Fokus utama populasi adalah pada interaksi edukatif yang terjadi dalam lingkungan sekolah dasar, di mana setiap individu dianggap memiliki kontribusi terhadap pembentukan pola pembelajaran yang akan diteliti lebih Mengingat keterbatasan waktu dan sumber daya, pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan responden yang paling representatif terhadap tujuan penelitian. Sampel yang dipilih terdiri dari guru-guru kelas atas dan siswa pada jenjang yang sama di kedua sekolah untuk memastikan perbandingan yang konsisten dan setara. Dengan membatasi subjek pada kelompok tertentu, peneliti dapat https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3456/2872 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 40-56 menggali informasi yang lebih spesifik mengenai implementasi kurikulum dan strategi instruksional secara mendetail. Penggunaan sampel yang terukur ini diharapkan mampu memberikan data yang akurat guna mendeskripsikan perbedaan serta persamaan pola pembelajaran di kedua sekolah tersebut secara komprehensif. Teknik Sampling Teknik sampling dalam penelitian kualitatif deskriptif tidak bertujuan untuk melakukan generalisasi, melainkan untuk mendapatkan informasi yang mendalam dan kaya makna. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling, khususnya purposive Melalui metode ini, informan dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang dianggap paling memahami fenomena yang sedang diteliti. Selain itu, peneliti sering kali menerapkan snowball sampling untuk memperluas jangkauan informan melalui rekomendasi subjek Proses pengambilan sampel ini bersifat fleksibel dan terus berlanjut hingga mencapai titik jenuh data, di mana informasi yang diperoleh sudah konsisten dan tidak ditemukan lagi variasi baru yang signifikan untuk menjawab permasalahan penelitian. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pengumpulan data naturalistik. Menurut Sugiyono . menegaskan bahwa teknik pengumpulan data pada metode naturalistik dilakukan pada kondisi yang alamiah . atural settin. Peneliti berperan sebagai instrumen kunci . ey instrumen. , di mana proses pengumpulan data lebih menekankan pada pengamatan berperan serta . articipant observatio. dan wawancara mendalam. Tujuannya adalah untuk menangkap makna di balik perilaku yang tampak. John W. Creswell dan J. David Creswell . mengemukakan bahwa dalam pendekatan naturalistik, pengumpulan data bersifat emergent . uncul secara bertaha. Peneliti tidak menggunakan instrumen yang kaku . eperti kuesioner tertutu. , melainkan mengandalkan protokol observasi dan wawancara yang berkembang sesuai dengan temuan di lapangan untuk memastikan kedalaman data kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif deskriptif dilakukan secara naturalistik untuk mendapatkan data yang utuh dan mendalam. Peneliti bertindak sebagai instrumen kunci dengan menerapkan teknik observasi non-partisipan untuk merekam aktivitas belajar secara objektif di lapangan. Selain itu, wawancara mendalam dilakukan kepada informan terpilih untuk menggali persepsi dan alasan di balik tindakan tertentu. Guna memperkuat validitas, https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3456/2872 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 40-56 digunakan teknik dokumentasi untuk menghimpun arsip resmi seperti perangkat pembelajaran dan foto kegiatan. Seluruh data dari berbagai sumber tersebut kemudian dikumpulkan melalui triangulasi teknik, sehingga peneliti dapat menyajikan gambaran fenomena yang komprehensif, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai realitas yang ada. Analisis Data Analisis data dalam studi komparasi ini dilakukan secara induktif melalui model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti memproses seluruh catatan lapangan dan transkrip wawancara dari SDN Margahayu XIX dan SDIT ElHurriyah untuk mengidentifikasi tema-tema utama dalam pola pembelajaran. Selanjutnya, dilakukan teknik analisis komparatif konstan guna membedah perbedaan dan persamaan yang muncul dari kedua lokasi tersebut. Data dikategorikan berdasarkan variabel yang setara, kemudian diinterpretasikan secara mendalam untuk memahami latar belakang di balik fenomena yang ditemukan. Hasil analisis disajikan dalam bentuk uraian naratif deskriptif yang menyatukan fakta lapangan menjadi sebuah kesimpulan komprehensif mengenai karakteristik unik masing-masing sekolah. Penyajian Data Penyajian data dalam studi komparasi ini disusun dalam bentuk narasi deskriptif yang sistematis untuk menggambarkan realitas pembelajaran di SDN Margahayu XIX dan SDIT ElHurriyah. Data yang telah melalui proses reduksi diorganisasikan ke dalam kategori-kategori tema, seperti strategi instruksional, manajemen kelas, dan integrasi nilai karakter. Untuk memperkuat analisis perbandingan, peneliti menggunakan matriks komparatif yang menyandingkan temuan dari kedua sekolah secara sejajar, sehingga perbedaan dan persamaan pola pembelajaran dapat terlihat dengan jelas. Pada penulisan penelitian tidak hanya menyajikan fakta lapangan, tetapi juga menghubungkan kutipan wawancara informan dengan hasil observasi untuk memberikan gambaran yang mendalam dan kredibel. Penyajian ini dirancang untuk mengungkap keunikan karakteristik masing-masing sekolah, di mana pola pembelajaran di sekolah negeri disandingkan secara kontras dengan model pendidikan terpadu di sekolah swasta. Melalui pemaparan yang terstruktur, peneliti mampu menyajikan alur pemikiran yang logis, sehingga pembaca dapat memahami kompleksitas fenomena pendidikan di kedua lokasi secara utuh dan komprehensif. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3456/2872 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 40-56 HASIL DAN PEMBAHASAN Kajian Komparasi Pola Pembelajaran Model Pembelajaran SDIT El-Hurriyah telah mengimplementasikan berbagai model pembelajaran inovatif secara konsisten. Model Problem Based Learning (PBL) diterapkan terutama pada mata pelajaran IPA dan Matematika, di mana siswa dihadapkan pada masalah nyata yang harus dipecahkan secara berkelompok. Model Project Based Learning (PjBL) diterapkan dalam pembelajaran tematik integratif, memungkinkan siswa untuk menghasilkan produk atau karya nyata sebagai bukti pembelajaran. Selain itu, model Cooperative Learning tipe STAD (Student Teams Achievement Division. dan Jigsaw juga secara rutin diimplementasikan untuk mendorong pembelajaran kolaboratif. Sedangkan SDN Margahayu XIX, model pembelajaran yang dominan masih berupa model pembelajaran langsung (Direct Instructio. di mana guru menjadi pusat informasi dan siswa lebih banyak menerima materi secara pasif. Meskipun sesekali diterapkan model diskusi kelompok, namun belum terstruktur dengan baik dan belum mengacu pada model pembelajaran yang baku. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup signifikan dalam hal variasi dan inovasi model pembelajaran antara kedua sekolah. Pendekatan Pembelajaran SDIT El-Hurriyah menerapkan pendekatan saintifik . M: Mengamati. Menanya. Mencoba. Menalar. Mengomunikasika. secara konsisten sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Pendekatan ini menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam proses penemuan pengetahuan secara mandiri. Pendekatan student-centered yang dominan di SDIT El-Hurriyah 2 telah terbukti meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. SDN Margahayu XIX masih dominan menggunakan pendekatan teacher-centered, di mana guru menjadi sumber utama pengetahuan. Meskipun dalam beberapa kelas mulai diterapkan pendekatan saintifik, namun belum dilaksanakan secara konsisten dan Transisi dari pendekatan konvensional ke pendekatan inovatif masih dalam proses dan memerlukan dukungan pelatihan yang lebih intensif bagi guru-guru di sekolah https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3456/2872 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 40-56 Strategi Pembelajaran Guru-guru di SDIT El-Hurriyah menerapkan strategi pembelajaran aktif . ctive learnin. yang beragam. Strategi inquiry-based learning mendorong siswa untuk bertanya dan menyelidiki sendiri permasalahan yang ada. Strategi differentiated instruction diterapkan untuk mengakomodasi perbedaan kemampuan dan gaya belajar siswa. Selain itu, strategi pembelajaran berbasis proyek dan berbasis masalah diterapkan secara terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran harian, sehingga siswa terbiasa dengan proses berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Sedangkan SDN Margahayu XIX, strategi pembelajaran yang digunakan cenderung seragam dan kurang bervariasi. Strategi ekspositif . eramah dan tanya jawa. masih menjadi pilihan utama sebagian besar guru. Strategi pembelajaran aktif mulai diperkenalkan namun implementasinya belum optimal. Keterbatasan pemahaman guru terhadap strategi pembelajaran inovatif dan kurangnya pelatihan menjadi faktor penghambat berkembangnya strategi pembelajaran di sekolah ini. Dalam lanskap pendidikan dasar di Bekasi, pemilihan antara sekolah negeri seperti SDN Margahayu XIX dan sekolah swasta berbasis Islam seperti SDIT El-Hurriyah sering kali bermuara pada efektivitas strategi pembelajaran. Meskipun SDN Margahayu XIX menjalankan kurikulum nasional dengan dedikasi tinggi. SDIT El-Hurriyah menawarkan keunggulan kompetitif melalui pendekatan yang lebih holistik, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Perbedaan paling fundamental terletak pada konsep Integrated Learning. Di SDN Margahayu XIX, mata pelajaran umum dan agama sering kali berdiri sebagai entitas yang terpisah sesuai standar kurikulum negeri. Sebaliknya. SDIT ElHurriyah menerapkan strategi di mana nilai-nilai spiritualitas Islam tidak hanya diajarkan di kelas agama, tetapi diinternalisasikan ke dalam sains, matematika, dan sosial. Strategi ini membantu siswa memahami kaitan antara ilmu pengetahuan duniawi dengan etika moral, menciptakan pemahaman yang lebih mendalam dan tidak parsial. Metode Pembelajaran SDIT El-Hurriyah menunjukkan keragaman metode pembelajaran yang tinggi. Guru-guru secara kreatif memadukan berbagai metode seperti diskusi, simulasi, demonstrasi, eksperimen, permainan edukatif, dan presentasi siswa dalam satu rangkaian kegiatan Metode pembelajaran berbasis digital seperti video pembelajaran interaktif dan kuis online . enggunakan platform Quizizz dan Kahoo. juga telah diintegrasikan dalam proses pembelajaran. Rotasi metode yang dinamis membuat proses pembelajaran https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3456/2872 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 40-56 menjadi lebih menarik dan tidak monoton. Sementara itu SDN Margahayu XIX lebih mengandalkan metode ceramah sebagai metode utama, diikuti oleh metode tanya jawab dan penugasan. Metode diskusi kelompok mulai diterapkan namun belum terstruktur dengan baik. Minimnya penggunaan metode yang bervariasi mengakibatkan proses pembelajaran menjadi kurang dinamis dan berpotensi menurunkan motivasi belajar siswa. Penggunaan metode berbasis teknologi belum dapat diimplementasikan secara optimal karena keterbatasan fasilitas. SDIT El-Hurriyah menawarkan keunggulan signifikan dibandingkan SDN Margahayu XIX melalui penerapan metode Integrated Curriculum yang menyatukan nilai-nilai karakter Islam ke dalam setiap mata pelajaran umum. Berbeda dengan SDN Margahayu XIX yang cenderung menggunakan metode konvensional berbasis target kurikulum nasional. SDIT El-Hurriyah mengedepankan pendekatan Student-Centered Learning. Metode ini memungkinkan siswa menjadi subjek aktif dalam pembelajaran melalui proyek kolaboratif dan eksplorasi nilai. Selain itu, penggunaan metode Active Learning yang didukung dengan fasilitas teknologi memadai membuat proses belajar jauh lebih interaktif dan tidak membosankan. Keunggulan lainnya terletak pada metode Tahfidz dan Pembiasaan Adab yang terstruktur setiap hari, sehingga aspek kognitif berjalan selaras dengan kecerdasan emosional dan spiritual. Dengan rasio guru dan siswa yang lebih ideal, setiap anak mendapatkan perhatian personal yang lebih mendalam, memastikan bahwa tidak ada satu pun potensi siswa yang terlewatkan dalam proses pengembangan diri. Media Pembelajaran Adapun keunggulan SDIT El-Hurriyah dibandingkan SDN Margahayu XIX terlihat sangat kontras pada aspek media pembelajaran yang digunakan. Di era digital saat ini, media bukan sekadar alat bantu, melainkan jembatan utama untuk mentransfer pemahaman secara SDIT El-Hurriyah telah mengadopsi media pembelajaran berbasis teknologi mutakhir dan multimedia interaktif yang jauh lebih dinamis dibandingkan dengan keterbatasan media di sekolah negeri konvensional. Setiap ruang kelas umumnya telah dilengkapi dengan perangkat pendukung seperti proyektor hingga akses internet yang memungkinkan guru menyajikan konten visual berkualitas tinggi, video edukasi, dan simulasi digital. Hal ini berbeda dengan SDN Margahayu XIX yang sering kali masih bergantung pada media cetak konvensional, papan tulis manual, atau alat peraga yang terbatas jumlahnya. Penggunaan media digital di SDIT El-Hurriyah memungkinkan siswa https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3456/2872 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 40-56 memahami konsep abstrak dalam sains atau matematika secara lebih konkret dan Selain media digital. SDIT El-Hurriyah juga unggul dalam media pembelajaran afektif. Mereka menyediakan fasilitas khusus seperti laboratorium keagamaan dan alat peraga penunjang ibadah yang sangat lengkap untuk mendukung kurikulum terpadunya. Sementara SDN Margahayu XIX memiliki keterbatasan dalam pengadaan alat peraga khusus karena ketergantungan pada anggaran pemerintah yang terbagi secara luas. SDIT El-Hurriyah secara mandiri mampu menghadirkan modul pembelajaran eksklusif yang dirancang khusus untuk memperkuat karakter siswa. Dengan dukungan media yang variatif dan relevan dengan perkembangan zaman, siswa SDIT El-Hurriyah mendapatkan pengalaman belajar yang lebih multisensori, imersif, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi global. Tabel 1. Hasil Analisis Studi Komparasi Pola Pembelajaran Aspek Kajian SDN Margahayu XIX SDIT El-Hurriyah Model Pembelajaran Dominan menggunakan model konvensional dan Direct Instruction . embelajaran Menerapkan Integrated Learning Model . odel terpad. dan Project Based Learning (PjBL). Pendekatan Berpusat pada guru (Teacher-Centere. dengan pendekatan saintifik standar kurikulum nasional. Berpusat pada siswa (Student-centere. dengan pendekatan kontekstual dan Personalized Learning. Temuan SDIT El-Hurriyah lebih unggul materi akademik dengan nilai-nilai spiritual dan proyek nyata. SDIT lebih intensif dalam potensi unik setiap Strategi Strategi ekspositori yang berfokus pada penyampaian materi buku teks. Strategi inkuiri dan kooperatif yang mendorong eksplorasi mandiri serta kerja sama SDIT lebih berpegang teguh dalam membentuk berpikir dan kolaborasi siswa yang lebih kuat sejak dini. Metode Ceramah, tanya jawab terbatas, dan Fun Learning, diskusi kelompok. Role Playing. SDIT lebih terarah https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3456/2872 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 penugasan mandiri secara tertulis. Media Pembelajaran Alat peraga standar, papan tulis, dan buku paket cetak. p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 40-56 serta metode murajaAoah yang sitematis. variasi metode Multimedia interaktif, lingkungan alam, dan platform digital edukatif. SDIT lebih aktif teknologi yang lebih mutakhir untuk mendukung visualisasi konsep yang abstrak menjadi lebih Komparasi Pola Pembelajaran SDN Margahayu XIX dan SDIT El-Hurriyah Berdasarkan hasil studi komparatif, terdapat perbedaan signifikan dalam efektivitas pola pembelajaran antara SDN Margahayu XIX dan SDIT El-Hurriyah. Secara keseluruhan. SDIT El-Hurriyah menunjukkan keunggulan yang lebih komprehensif dalam menyelaraskan kurikulum akademik dengan pengembangan karakter melalui inovasi pada lima aspek utama Dalam aspek model pembelajaran. SDIT El-Hurriyah telah melampaui model konvensional yang masih sering dijumpai di SDN Margahayu XIX. Sekolah ini menerapkan Integrated Learning Model (Model Terpad. yang menghubungkan setiap materi pelajaran dengan nilai-nilai ketauhidan dan aplikasi kehidupan nyata. Melalui model Project-Based Learning (PjBL), siswa di SDIT El-Hurriyah tidak hanya menjadi pendengar pasif, melainkan aktor utama dalam memecahkan masalah melalui proyek nyata. Hal ini menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dibandingkan model instruksi langsung yang dominan di sekolah reguler. Keunggulan berlanjut pada pendekatan pembelajaran. SDN Margahayu XIX masih condong pada pendekatan berpusat pada guru . eacher-centere. SDIT El-Hurriyah secara konsisten student-centered. Pendekatan Personalized Learning, di mana guru memahami bahwa setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda. Dengan pendekatan kontekstual, setiap teori yang diajarkan selalu dikaitkan dengan situasi riil, sehingga daya serap siswa terhadap materi menjadi jauh lebih tinggi. Dari segi strategi pembelajaran. SDIT El-Hurriyah lebih unggul dalam penggunaan strategi inkuiri dan kooperatif. Strategi ini mendorong siswa untuk berkolaborasi dalam kelompok kecil, membangun kemampuan komunikasi, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Sebaliknya, strategi ekspositori yang jamak digunakan di sekolah umum cenderung membuat siswa cepat bosan dan kurang terlatih dalam berpikir kritis. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3456/2872 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 40-56 Pada aspek metode pembelajaran. SDIT El-Hurriyah mengadopsi variasi metode yang lebih dinamis seperti fun learning, role playing, dan metode simulasi. Metode ini dirancang untuk menciptakan atmosfer kelas yang menyenangkan namun tetap disiplin. Selain itu, adanya metode pembiasaan . dalam nilai-nilai karakter menjadi pembeda utama yang tidak dimiliki secara intensif oleh SDN Margahayu XIX. Selanjutnya, pada aspek media pembelajaran. SDIT El-Hurriyah menunjukkan integrasi teknologi yang jauh lebih maju. Pemanfaatan multimedia interaktif, platform digital, hingga penggunaan lingkungan sekitar sebagai laboratorium alam memberikan visualisasi yang kuat bagi siswa. Ketersediaan fasilitas pendukung ini memungkinkan guru untuk menyajikan materi yang kompleks secara lebih sederhana dan menarik, melampaui penggunaan media tradisional seperti papan tulis dan buku teks yang masih menjadi tumpuan utama di SDN Margahayu XIX. KESIMPULAN Berdasarkan analisis lima aspek instruksional. SDIT El-Hurriyah menunjukkan keunggulan kompetitif dibandingkan SDN Margahayu XIX melalui implementasi sistem pendidikan yang lebih adaptif, inovatif, dan holistik. Keunggulan ini terletak pada: . Integrasi Nilai. menyatukan aspek akademik dengan nilai karakter dan spiritual dalam model pembelajaran terpadu, . Aktivasi Siswa. peralihan dari pola pasif-konvensional menuju pendekatan yang berpusat pada siswa/students-centered yang memicu daya kritis, dan . Modernisasi Sarana. pemanfaatan media sebagai multimedia interaktif yang lebih masif guna mendukung efektivitas penyampaian materi di era digital. DAFTAR REFRENSI Afandi, dkk. Model dan Metode Pembelajaran di Sekolah. Semarang: UNISSULA Press. Afandi. Chamidah. , & Wardani. Model dan Metode Pembelajaran di Sekolah. Semarang: UNISSULA Press. Arsyad. Media Pembelajaran (Edisi Revis. Jakarta: Rajawali Pers. Batubara. Media Pembelajaran Efektif. Yogyakarta: Fatiha Media. Daryanto. Media Pembelajaran: Peranannya Sangat Penting dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media. Dimyati & Mudjiono. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djamarah. , & Zain. Strategi Belajar Mengajar (Edisi Revis. Jakarta: Rineka https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3456/2872 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 40-56 Cipta. Joyce. Weil. , & Calhoun. Models of Teaching . th ed. Boston: Pearson Education. Hamalik. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Haudi. Strategi Pembelajaran. Sumatera Barat: Insan Cendekia Mandiri. Helmiati. Model-Model Pembelajaran. Pekanbaru: Cahaya Firdaus. Komalasari. , & Saripudin. Digital Learning Strategy. Bandung: Refika Aditama. Kristanto. Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi. Surabaya: Jakad Media Publishing. Majid. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Anitah. Media Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka. Masitoh, & Cinekasih. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Mulyasa. Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Munir. Multimedia Pembelajaran Interaktif: Teori dan Pengembangan. Bandung: Alfabeta. Nurdyansyah. Media Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: UMSIDA Press. Prasetyo. , & Sutopo. Industri 4. 0: Telaah Klasifikasi Aspek dan Arah Perkembangan Riset. Jurnal Teknik Industri. Ramli. Media dan Teknologi Pembelajaran. Banjarmasin: Antasari Press. Rusman. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru (Edisi Kedu. Depok: PT Raja Grafindo Persada. Sadiman. Rahardjo. Haryono. , & Rahardjito. Media Pendidikan: Pengertian. Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Pers. Sanjaya. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenadamedia Group. Slavin. Cooperative Learning: Theory. Research, and Practice . nd ed. Boston: Allyn & Bacon. Sudjana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Prastowo. Analisis Pembelajaran Tematik Terpadu. Jakarta: Prenadamedia Group. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3456/2872 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 40-56 Surya. Strategi Kognitif dalam Proses Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Surani. , dkk. Media Pembelajaran Digital. Bandung: Widina Bhakti Persada. Syafruddin, & Adriantoni. Kurikulum dan Pembelajaran. Depok: Rajawali Pers. Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep. Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana. Wena. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Aksara. Yaumi. Prinsip-Prinsip Desain Pembelajaran: Disesuaikan dengan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kencana. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3456/2872