Volume 5 No. Tahun 2025 Halaman 14 Ae 26 Available online : https://ejournal. id/index. php/PENIPS/index Strategi Pembelajaran Guru IPS Nonlinier dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPS Di SMP Swasta Surabaya Indy Enno Yuniar . Sarmini . Agus Suprijono . Katon Galih Setyawan . S1 Pendidikan IPS. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru IPS yang memiliki latar belakang pendidikan nonlinier dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di SMP Swasta Surabaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan beberapa guru IPS yang memiliki latar belakang pendidikan nonlinier, seperti Pendidikan Akuntansi. Geografi. Ekonomi, dan Pendidikan Dunia Usaha. Penelitian ini juga mengobservasi proses pembelajaran di kelas serta menganalisis dokumen pembelajaran yang digunakan oleh guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru IPS dengan latar belakang pendidikan nonlinier mengadopsi berbagai strategi pembelajaran inovatif, seperti pembelajaran berbasis konteks, penelitian, simulasi, dan field trip. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan memperdalam pemahaman materi. Selain itu, mereka juga mengadaptasi pengalaman dari latar belakang pendidikan mereka untuk menyusun modul ajar yang relevan dengan konteks kehidupan nyata siswa. Meskipun terdapat tantangan dalam penerapannya, seperti keterbatasan pengetahuan dan sumber daya, hasil pembelajaran menunjukkan peningkatan kualitas pemahaman siswa terhadap materi IPS. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam konteks pendidikan IPS di sekolah menengah pertama. Penelitian ini memberikan saran bagi cabang dinas agar cabang dinas mendukung penerapan strategi pembelajaran yang berbasis pada pengalaman siswa, dengan cara memberikan fleksibilitas dalam kurikulum yang memungkinkan guru untuk mengembangkan berbagai strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa seta pada penyediaan dana untuk kegiatan pemebelajaran di luar kelas. Kata kunci : Strategi Pembelajaran. Guru IPS. Latar Belakang Pendidikan Nonlinier. Kualitas Pembelajaran. SMP Swasta Surabaya Abstract This research aims to analyze the learning strategies implemented by social studies teachers who have a non-linear educational background in improving the quality of social studies learning in Surabaya Private Middle Schools. The approach used in this research is qualitative with a case study method. Data was collected through in-depth interviews with several social studies teachers who have non-linear educational backgrounds, such as accounting education, geography, economics and business education. This research also observed the learning process in the classroom and analyzed the learning documents used by the teacher. The research results show that social studies teachers with nonlinear educational backgrounds adopt various innovative learning strategies, such as context-based learning, research, simulations, and field trips. This strategy aims to increase student engagement and deepen understanding of the Apart from that, they also adapt experiences from their educational background to develop teaching modules that are relevant to students' real-life contexts. Even though there are challenges in its implementation, such as limited knowledge and resources, learning outcomes show an increase in the quality of students' understanding of social studies material. It is hoped that this research will provide insight into the development of more effective learning strategies in the context of social studies education in junior high schools. This research provides suggestions for service branches so that service branches support the implementation of learning strategies that are based on student experiences, by providing flexibility in the curriculum that allows teachers to develop various learning strategies that suit students' needs as well as providing funds for learning activities outside the classroom Keywords: Learning Strategies. Social Studies Teachers. Nonlinear Educational Background. Learning Quality. How to Cite: Yuniar. E,. Strategi Pembelajaran Guru IPS Nonliniear dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPS di SMP Swasta Surabaya. Dialektika Pendidikan IPS. Vol 5 (No. 2025: halaman 14 Ae 26 This is an open access article under the CCAeBY-SA Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 14-26 PENDAHULUAN Dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, ilmu pengetahuan sosial adalah mata pelajaran yang diajarkan di kelas. Disiplin ilmu sosial yang telah dipadukan dengan pengetahuan lain dan disajikan secara pedagogis dan ilmiah untuk meningkatkan pembelajaran siswa memiliki keterkaitan yang erat dengan IPS. Pendidikan IPS di tingkat sekolah dasar dan menengah dijelaskan oleh M. Numan Somantri . 1: . sebagai suatu susunan yang diorganisasikan secara pedagogis dan ilmiah dari kegiatan dasar manusia, humaniora, dan disiplin ilmu-ilmu sosial untuk tujuan pendidikan (Hidayat, 2. Di tingkat SMP atau SMA, mata pelajaran IPS meliputi Sejarah. Geografi. Sosiologi, dan Ekonomi. Oleh karena itu, mata pelajaran IPS dirancang untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam konteks kehidupan yang dinamis (Permendiknas RI Nomor 22 Tahun 2. (Maharani & Wandini, 2. Untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang terbaik, pendidikan yang berkualitas membutuhkan beberapa elemen penting. Secara umum, kurikulum, silabus, materi pembelajaran, sarana, dan prasarana merupakan elemen penting dalam pelaksanaan pembelajaran (Rusnawati, 2. Menurut Priyanto . , terdapat sejumlah komponen yang saling berhubungan yang membentuk lingkungan pendidikan, materi pembelajaran, kurikulum, tenaga pengajar, peserta didik, dan tujuan pendidikan (Wanimbo. Tasik, & Lasut, 2. Komponen-komponen ini saling terkait, dan efektivitas keseluruhannya dapat dipengaruhi oleh kegagalan salah satu komponen tersebut. Pemain utama dalam proses pendidikan adalah pendidik, atau guru. Dalam proses pembelajaran, setiap pendidik memiliki strategi pembelajaran masing-masing. Strategi pembelajaran adalah suatu rencana atau pendekatan yang digunakan oleh guru untuk mengatur dan melaksanakan proses pembelajaran, guna mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dalam pendidikan, strategi pembelajaran memiliki peran yang sangat penting karena dapat memengaruhi kualitas proses belajar mengajar dan hasil yang dicapai oleh siswa. Pemilihan strategi yang tepat dapat mendukung pencapaian tujuan pembelajaran dan membantu siswa untuk lebih mudah memahami dan menguasai materi yang diajarkan. Lima komponen utama strategi pembelajaran ditetapkan oleh Dick dan Carey . sebagai berikut: . kegiatan pembelajaran awal, . penyampaian informasi, . partisipasi mahasiswa, . tes, dan . kegiatan lanjutan (Lamatenggo, 2. Pada umunya tenaga pendidik khusunya dalam mata pelajaran IPS memberikan pola pengajaran dengan metode ceramah, terlalu terpaku kepada pedoman atau buku teks yang umumnya diseragamkan atau kurang mengakomodasi berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat atau daerah tertentu (Sholeh, 2. Jika melihat secara umum, strategi belajar siswa dalam pembelajaran IPS berpusat dari guru, dimana siswa hanya mendengarkan dan menulis apa yang di jelaskan oleh guru, setelah itu siswa di berikan tugas berupa soal untuk dikerjakan. Dengan cara atau strategi seperti itu sangat memungkinkan siswa tidak bisa mengeksplore kemampuannya dan aktif dalam belajar IPS. Guru nonlinier merupakan guru yang mengalami ketidaksesuaian latar belakang pendidikan dengan materi yang diajarkan. Ketidaksesuaian memiliki variasi bentuk dan kondisi. Adapun bentuk ketidaksesuaian dalam hal ini dapat berupa ketidaksesuaian kualifikasi akademik sebagai contoh profesi guru IPS dengan latar belakang pendidikan guru PKN, guru dengan kurangnya pendidikan formal atau berupa gelar sertifikasi sebagai contoh guru IPS dengan tidak adanya gelar Sarjana pendidikan, selain itu kurangnya kepakaran khusus dalam bidang yang mereka ajarakan sebagai contoh guru IPS yang tidak memiliki pengetahuan mendalam terkait humanisme. Dari sekian bentuk Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 14-26 ketidaksesuaian tersebut sangat berkaitan dengan proses pembelajaran serta kualitas pembelajaran yang dihasilkan. Menurut Barizi . , pengajar yang memiliki latar belakang pendidikan guru linier akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan kelas karena mereka telah dipersiapkan dengan keyakinan yang menjunjung tinggi peran mereka sebagai pengajar. Sebaliknya, guru yang tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan, sering kali menghadapi berbagai kesulitan selama proses pembelajaran. Pekerjaan yang memenuhi syarat profesional memiliki persyaratan tertentu, seperti pelatihan prajabatan yang relevan dengan persiapan pendidikan tertentu, misalnya. Menurut Pudyastuti . , mengajar mencakup sejumlah tugas, termasuk pengembangan profesi, pendidikan, proses belajar-mengajar, dan pelaksanaan kegiatan pendukung pendidikan (Amalia & Rokhimawan, 2. Guru yang memiliki latar belakang pendidikan lintas bidang sering menghadapi tantangan dalam menentukan strategi yang tepat untuk pembelajaran IPS. Berbeda dengan guru yang memiliki pendidikan khusus di bidang IPS, guru dengan latar belakang pendidikan yang berbeda seringkali merasa kurang percaya diri atau tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang metode pengajaran yang spesifik untuk mata pelajaran sosial. Hal ini dapat memengaruhi cara mereka menyusun dan menerapkan strategi pembelajaran, yang pada gilirannya mempengaruhi kualitas pembelajaran yang diberikan kepada siswa. Adapun beberapa penelitian yang mengkaji terkait penelitian strategi oleh (Prabaswara. Astutik, & Purwanto, 2. dengan judul AuStrategi Implementasi Kompetensi Pedagogik Guru Mismatch sebagai Upaya Pengembangan Potensi Siswa di SMA N 1 GemolongAy, bahwasannya penelitian tersebut berfokus pada kompetensi pedagogik serta pengembangan potensi siswa. Selain itu, pada penelitian oleh (Fahruddin, 2. dengan judul AuDampak Guru Berlatar belakang Pendidikan Berbeda Dalam Keberhasilan Belajar SiswaAy bahwasannya penelitian tersebut hanya berfokus pada dampak ketidaksesuaian latar belakang pendidikan guru terhadap keberhasilan belajar siswa. Tidak banayak penelitian yang membahas terkait Strategi pembelejaran guru IPS nonlinier dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS. Oleh karena itu, peneliti mengangkat judul tersebut sebagai penelitian baru yang memiliki keterbaruan mengambil atau melaksanakan strategi pembelajaran oleh guru IPS nonlinier berdasarkan pada pengalaman yang di tempuh dengan penggunaan strategi yang digunakan di tempat yang berbeds. Urgensi dalam penelitian ini adalah mengungkapkan bagaimana strategi yang dimiliki oleh guru utamanya dengan kondisi perbedaan atau ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dengan materi atau bidang yang di ajarkan di suatu lembaga pendidikan. Penelitian ini penting dilakukan karena bahwasannya tidak semua guru selalu tepat dalam memilih strategi, karena adanya tuntutan perkembangan kurikulum serta ketidaksesuaian kompetensi yang di miliki. Penelitian ini dilakukan dengan harapan sebagai bentuk pengetahuan atau pedoman bagi setiap guru dalam proses pembelajaran meliputi strategi didalamnya agar terciptanya kualitas pembelajaran yang maksimal, selain itu penelitian ini penting untuk meningkatakan efektivitas pengajaran dan hasil belajar siswa. Dengan demikian, penelitian ini memiliki relevansi yang tinggi, mengingat pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan IPS yang tidak hanya bergantung pada pengetahuan akademik guru, tetapi juga pada kemampuan mereka untuk mengadaptasi berbagai pendekatan pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang bermanfaat bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih baik di masa depan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana guru dengan latar belakang nonlinier mengimplementasikan strategi Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 14-26 pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS. Tujuan studi kasus adalah untuk mengumpulkan gambaran komprehensif dan mendalam tentang suatu entitas, yang kemudian digunakan untuk membangun teori melalui analisis data (Murdiyanto, 2. Fenomena yang diteliti dalam studi kasus biasanya berkaitan dengan kejadian yang sedang terjadi di dunia nyata, bukan kejadian di masa lalu. Penelitian ini dilakukan di beberapa SMP Swasta yang ada di Surabaya tepatnya di Kecamatan Wonokromo. Subjek penelitian ini ditentukan melalui penggunaan teknik purposive yang dipilih berdasarkan karakteristik dan memiliki kriteria yang memenuhi tujuan penelitian. Adapun subjek penelitian yang sesuai dengan kriteria penelitian adalah guru mata pelajaran IPS yang memiliki latar belakang pendidikan nonlinier dan guru IPS yang mengajar di SMP Swasta Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisisi data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model analisis Miles&Hubberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Metode truangulasi sumber digunakan pada penelitian ini dimaksudkan untuk menguji keabsahan data dengan melakukan pengecekan dari berbagai sumber. HASIL DAN PEMBAHASAN . pt, bol. Strategi Guru IPS NonLinier Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPS Perencanaan Pembelajaran Berdasarkan hasil penelitian, strategi yang dilakukan meliputi perencanan, pelaksanaan dan penilaian Dalam perencanaan pembelajaran startegi yang dilakukan mengacu pada penyusunan modul ajar. Modul ajar adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis oleh guru untuk membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran secara lebih terarah, mandiri, dan terstruktur. Perencanaan pembelajaran merupakan hal wajib dari seorang guru sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran dalam mencapai kualitas pembelajaran yang baik. Penyusunan modul ajar merupakan proses yang melibatkan berbagai langkah, mulai dari merumuskan tujuan pembelajaran, menyusun materi, menentukan metode pembelajaran, hingga merencanakan penilaian dan aktivitas. Bentuk startegi penyusunan modul ajar oleh Guru IPS nonlinier dengan : Penyusunan modul ajar mandiri dengan referensi internet Penyusunan modul ajar dengan meminjam modul guru lain Penyusunan modul ajar dengan mendownload dan mengakses secara online Penyususnan modul ajar oleh guru di atas dengan strategi pertama yakni membuat modul sendiri dengan referensi dari internet untuk meningkatkan fleksibilitas, relevansi, dan kualitas pembelajaran. Penggunaan referensi internet memungkinkan guru untuk menyusun materi yang lebih up-to-date, beragam, dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan siswa, yang pada akhirnya dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa dalam proses belajar. Strategi kedua, meminjam modul dari guru lain adalah salah satu strategi yang digunakan guru IPS nonlinier untuk mempercepat proses pembuatan modul pembelajaran yang lebih efektif dan relevan. Dengan memanfaatkan pengalaman dan materi yang sudah ada, guru dapat menyusun modul dengan lebih efisien dan menyesuaikan konten untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Terakhir, menggunakan modul yang diunduh dari internet sebagai bahan referensi utama dalam penyusunan materi ajar. Para guru cenderung melakukan penyesuaian terhadap modul tersebut agar sesuai dengan karakteristik siswa dan kebutuhan kelas, serta memperhatikan kualitas dan kredibilitas sumber yang digunakan. Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran adalah tahap di mana guru atau pengajar melaksanakan rencana pembelajaran yang telah disiapkan dalam proses perencanaan misalnya dalam Rencana Pelaksanaan Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 14-26 Pembelajaran (RPP) ataupun modul. Dalam pelaksanaan pembelajaran, strategi yang dilakukan oleh guru IPS nonlinier mencakup metode pembelajaran dan media pembelajaran sebagai berikut. 2 Rekapitulasi Strategi Pelaksanaan Pembelajaran Guru IPS Nonlinier Informan Pengalaman Metode Media Hubungan Interaksi Pembelajaran Pembelajaran (LDL) Sebagai lulusan Sejarah Penggunaan Penggunaan Guru mendorong diskusi Peradaban Islam, guru ini strategi Sejarah pemahaman metode pembelajaran peristiwa-peristiwa dalam Peradaban yang mendalam tentang pembelajaran LCD dengan sejarah peradaban Islam Islam prinsip-prinsip menampilkan yang kemanusiaan, toleransi, kontekstual kehidupan kontemporer. Guru memberikan ruang diajarkan dalam agama berupa video bagi Islam dan bagaimana dokumenter berpendapat dan berdebat nilai-nilai ini tercermin terkait materi secara dalam sejarah Islam. menciptakan lingkungan Misalnya, konsep keadilan yang lebih dinamis dan pemerintahan Islam pada prinsip persatuan umat yang tercermin dalam berbagai aspek kehidupan di dunia Islam. (S) Sebagai lulusan Penggunaan Penggunaan Interaksi antara siswa dan pendidikan dunia usaha, srategi metode media guru sangat kolaboratif. Pendidikan guru memiliki pembelajaran pembelajaran dengan guru berperan Dunia Usaha pemahaman yang kuat berbasis LCD dengan sebagai fasilitator yang tentang aspek-aspek dunia penelitian menampilkan membimbing siswa dalam bisnis seperti pemasaran, manajemen, pengelolaan penelitian dan mengolah sumber daya, serta proses berupa video data. Siswa diajak untuk terkait materi berdiskusi tentang temuan dalam bisnis. Pengalaman pendapat, dan belajar termasuk terlibat langsung bekerja dalam kelompok. Guru tetapi juga mendengarkan ide-ide ekonomi pasar. pembelajaran terjadi secara lebih proaktif dan dinamis. (EP) Sebagai lulusan Penggunaan Penggunan Dalam akuntansi, strategi media belajar berbasis simulasi, siswa Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 14-26 Pendiidkan berdasarkan pengalaman metode Akutansi guru tersebut memiliki pembelajaran pemahaman yang baik simulasi bisnis yabng meliputi perencanaan keuangan. Guru ini bisa berbagi pengalamannya anggaran pribadi atau keuangan untuk kegiatan tertentu, seperti program atau proyek usaha (AA) Sebagai S1 Penggunaan Geografi, ini strategi Geografi mempelajari bagaimana metode distribusi sumber daya pembelajaran memengaruhi berbasis kehidupan ekonomi dan penelitian sosial suatu wilayah. Misalnya, sumber daya alam seperti mineral, air, tanah subur, dan iklim memiliki peran yang sangat penting dalam kesejahteraan masyarakat. (SW) Sebagai lulusan Penggunaan akuntansi, strategi Pendidikan berdasarkan pengalaman metode Akutansi guru tersebut memiliki pembelajaran pemahaman yang baik berbasis pengelolaan simulasi bisnis yabng meliputi perencanaan keuangan, visual berupa terlibat langsung dalam keuangan, atau simulasi pengelolaan bisnis. Guru memberikan instruksi yang jelas mengenai simulasi, siswa menerapkan teori praktik langsung. Penggunan media belajar berupa video Dalam proses pembelajaran interaksi antara siswa dan guru sangat kritis dan Guru sering terbuka yang mendorong siswa untuk berpikir lebih dalam tentang fenomena yang mereka teliti. Siswa diajak untuk menganalisis data, mengajukan hipotesis, dan diskusi mengenai mereka, yang menghasilkan Penggunaan media belajar berbasis web Dalam simulasi, siswa diberi kesempatan untuk mengambil peran aktif masalah yang ada, memberi mereka kendali lebih besar atas proses belajar mereka. Guru bertindak sebagai fasilitator yang memberikan arahan dan bantuan bila Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 14-26 Guru ini bisa berbagi pengalamannya anggaran pribadi atau keuangan untuk kegiatan tertentu, seperti program atau proyek usaha (UR) Sebagai S1 Penggunaan Geografi, ini strategi Geografi memiliki pengetahuan metode tentang proses alam, pembelajaran interaksi manusia dan berbasis Field serta Trip Namun, mengingat belum tersertifikasinya, guru ini pengajaran mereka agar lebih efektif, dengan cara yang lebih menarik dan relevan bagi siswa. Guru tersebut berupaya untuk konsep-konsep geografi diamati siswa. (RN) Sebagai S1 Penggunaan Pendidikan Ekonomi, strategi Pendidikan guru ini menyadari bahwa metode Ekonomi materi ekonomi sering pembelajaran kali dianggap sulit dan berbasis abstrak oleh siswa. Oleh kontekstual konsep-konsep ekonomi dengan kehidupan seharihari. Sebagai contoh, saat inflasi atau perubahan Hal ini diperkuat karena pengalaman yang menyusun strategi mereka menyelesaikan masalah. Penggunaan strategi media belajar visual cetakan kertas Interaksi antara siswa dan guru dalam kegiatan field trip sangat dinamis dan Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa untuk menganalisis data yang ditemukan di lapangan. Siswa aktif berdiskusi teman-teman mereka dalam kelompok kecil dan saling berbagi meningkatkan keterampilan kolaborasi dan berpikir Guru mendengarkan ide-ide pemicu yang mendorong pemikiran lebih dalam. Penggunaan strategi media belajar visual berupa foto Interaksi yang dilakukan guru dan siswa bersifat kolaboratif dan partisipatif. Guru mengajak siswa untuk berdiskusi mengenai situasi ekonomi yang mereka temui di sekitar mereka, seperti masalah inflasi. Guru mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam berbagi pandangan mereka tentang bagaimana topik Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 14-26 pernah dilakukan yakni menjalankan praktikum penerapan teori ekonomi dalam kehidupan nyata, seperti analisis pasar atau perencanaan keuangan. (SH) Guru memiliki Penggunaan yang strategi Geografi dilakukan yakni pernah metode kegiatan pembelajaran pengamatan lapangan di berbasis Field sekitar sekolah atau kota Trip tempat tinggal untuk sosial-ekonomi relevan dengan materi yang diajarkan. Sebagai contoh, mereka bisa membawa siswa untuk penggunaan lahan atau pembangunan kota dan dengan materi tentang geografi ekonomi atau perubahan sosial dalam masyarakat urban. (F) Di dunia akuntansi, guru Penggunaan ini memliliki pemahaman strategi Pendidikan yang terkait metode Akutansi pengelolaan anggaran, pembelajaran alokasi sumber daya, dan simulasi Keterampilan ini bisa diterjemahkan dalam pengelolaan sumber daya pembelajaran, baik itu anggaran sekolah, waktu, maupun materi ajar yang digunakan dalam kelas IPS. yang dipelajari berlaku dalam konteks lokal atau Penggunaan strategi media belajar visual cetakan kertas Selama field trip, siswa diberikan kebebasan untuk pengamatan mereka sesuai dengan minat atau topik yang sedang dipelajari. Guru membantu mereka dalam menyusun rencana pengamatan, memilih alat pertanyaan penelitian yang Pendekatan ini mendorong siswa untuk lebih terlibat aktif dan merasa memiliki kontrol atas proses belajar mereka. Penggunaan Dalam simulasi, siswa media belajar diberi kesempatan untuk mengambil peran aktif masalah yang ada, memberi simulasi online mereka kendali lebih besar berbasis web atas proses belajar mereka. Guru bertindak sebagai fasilitator yang memberikan arahan dan bantuan bila menyusun strategi mereka menyelesaikan masalah. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 14-26 Hasil yang diperoleh oleh peneliti dalam tabel diatas, bahwasannya Guru IPS yang memiliki latar belakang nonlinier di SMP Swasta Surabaya menggunakan pengalaman mereka untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih relevan dan kontekstual. Strategi pelaksanaan yang dilakukan guru IPS nonlinier yakni menggunakan metode pembelajaran dengan berbasis pengalaman meliputi metode belajar berbasis penelitian, simulasi, kontekstual dan field trip. Selain itu penggunaan media pembelajaran sangat penting dalam mendukung pembelajaran, adapun media pembelajaran yang digunakan yakni mencakup yang pertama media visual berupa powerpoint, cetakan kertas berisi . ambar dan tulisa. Media kedua yakni audiovisual berupa video pembelajaran dan terakhir media pembelajaran interkaktif berupa simulasi melalui web online. Penilaian Pembelajaran Proses metode untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi tentang keberhasilan atau kegagalan proses pembelajaran dikenal sebagai penilaian pembelajaran. Mengukur sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai, mengevaluasi kemajuan dan pencapaian siswa, serta memberikan kritik yang berguna untuk perbaikan proses pembelajaran di masa depan adalah tujuan utama dari evaluasi pembelajaran. 3 Rekapitulasi Strategi Penilaian Pembelajaran Guru IPS Nonlinier Narasumber Penilaian Hasil Pembelajaran Refleksi LDL Penggunaan penilaian formatif melalui Refleksi diri siswa terkait (Sejarah pembelajaran berbasis kontekstual pemahaman materi meliputi kesulitan Peradaban melalui kuis singkat atau tugas kecil yang apa yang alami terkait materi sejarah Isla. topik-topik peradaban islam peradaban Islam dalam konteks sosial dan budaya saat ini Penggunaan penilaian berbasis kinerja Refleksi kinerja dengan siswa diminta (Pendidikan melalui pembelajaran berbasis penelitian untuk menulis jurnal refleksi tentang Dunia Usah. dengan penelitian proses penelitian yang telah perkembangan teknologi, tren produk dilakukan, termasuk tantangan yang baru, atau pola konsumsi masyarakat dihadapi, cara mengatasi masalah, dari e-comerce e-commerce yang sedang serta apa yang dipelajari dari berkembang di Indonesia. Penilaian ini pengalaman tersebut. Penilaian mengacu pada menilai keterampilan didasarkan pada kedalaman refleksi siswa dalam mengumpulkan data primer dan kesadaran siswa terhadap proses dan mengolahnya menjadi informasi yang telah dilakukan. yang relevan. Penggunaan penilaian berbasis kinerja Refleksi kinerja dengan siswa menulis (Pendidikan melalui pembelajaran berbasis simulasi jurnal yang menceritakan proses Akutans. dengan menjalankan bisnis kecil dan mereka selama simulasi, termasuk mengelola keuangan bisnis mereka, keputusan yang mereka ambil, mulai dari mencatat pendapatan, biaya, masalah hingga laba atau rugi yang mereka bagaimana Setelah simulasi, siswa diminta tantangan Penilaian untuk menyusun laporan keuangan didasarkan pada kedalaman refleksi seperti laporan laba rugi atau neraca yang dan pemahaman mereka tentang menggambarkan hasil dari keputusan. proses yang dilalui. Penilaian akan melihat sejauh mana laporan mereka akurat dan sesuai dengan prinsip akuntansi dasar. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 14-26 (Geograf. (Pendidikan Akutans. (Pendidikan Geograf. (Pendidikan Ekonom. (Geograf. Penggunaan penilaian berbasis proyek. Refleksi kinerja dengan siswa diminta melalui pembelajaran berbasis penelitian untuk menulis jurnal refleksi tentang dengan untuk mengumpulkan data, proses penelitian yang telah menganalisis informasi, dan menyusun dilakukan, termasuk tantangan yang dihadapi, cara mengatasi masalah, serta apa yang dipelajari dari pengalaman tersebut. Penilaian didasarkan pada kedalaman refleksi dan kesadaran siswa terhadap proses yang telah dilakukan. Penggunaan penilaian berbasis kinerja. Refleksi diri siswa. Dengan siswa melalui pembelajaran berbasis simulasi diminta untuk mengevaluasi diri yang telah dilakukan terkait menjalankan mereka bisnis kecil, mengelola arus kas, serta kriteria, mencatat transaksi keuangan secara manajerial, kemampuan komunikasi Penilaian dilakukan mengacu pada dalam kelompok, serta pemahaman pemahaman mereka melalui diskusi dan tentang konsep ekonomi dan presentasi di kelas akuntansi yang diterapkan dalam Penggunaan penilaian berbasis kinerja. Refleksi diri siswa. Siswa diminta melalaui pembelajaran berbasis field trip untuk menulis jurnal reflektif setelah dengan melakukan kunjungan tempat field trip, merenungkan apa yang seperti taman dekat sekolah untuk telah mereka pelajari, tantangan yang menganalisis bagaimana ruang terbuka dihadapi, dan bagaimana pengamatan hijau digunakan dan dampaknya bagi mereka di lapangan mengubah kesejahteraan sosial dan lingkungan. pemahaman mereka terhadap konsep Penilaian terletak pada cara siswa yang dipelajari di kelas. meyampaikan atau mepresentasikan hasil kerja mereka. Penggunaan penilaian formatif melalui Refleksi diri siswa terkait pembelajaran berbasis kontekstual pemahaman materi meliputi kesulitan dengan mengajarkan tentang konsep apa yang di alami terkait materi dalam inflasi atau perubahan harga barang, yang dihubungkan dalam konteks siswa di minta untuk mencatat harga nyata barang pokok di pasar atau toko sekitar sekolah, kemudian membandingkan harga tersebut dengan data harga barang beberapa bulan sebelumnya dan mendiskusikan mengapa harga barang bisa berubah, juga membahas bagaimana hal ini mempengaruhi daya beli masyarakat. Penilaian dilakukan dengan penyajian berupa soal dengan melihat berdasarkan kemampuan siswa menganalisis data, dan memberikan solusi yang berbasis teori ekonomi. Penilaian berbasis kinerja, melalui Refleksi diri siswa dengan siswa pembelajaran berbasis field trip untuk diminta untuk menilai keterampilan mengumpulkan data dan memberikan mereka dalam melakukan observasi, penilaian langsung terkait dengan analisis, dan presentasi hasil field trip. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 14-26 (Pendidikan Akutans. pemanfaatan lingkungan sekitar dan Penilaian ini membantu siswa dampaknya pada kehidupan manusia. menjadi lebih sadar akan proses Penilaian terletak pada cara siswa pembelajaran mereka sendiri. meyampaikan atau mepresentasikan hasil kerja mereka. Penilaian berbasi proyek melalui Refleksi kinerja dengan siswa menulis pembelajaran berbasis simulasi dengan jurnal yang menceritakan proses membagi setiap kelompok diberi peran mereka selama simulasi, termasuk tertentu, seperti penjual barang atau keputusan yang mereka ambil, pembeli yang memiliki anggaran masalah Mereka harus bernegosiasi dan bagaimana ekonomi tantangan Penilaian berdasarkan alokasi sumber daya yang didasarkan pada kedalaman refleksi Penilaian dilakukan dan pemahaman mereka tentang berdasarkan kemampuan mereka untuk proses yang dilalui. mengaitkan keputusan yang diambil dengan konsep-konsep ekonomi atau akuntansi yang relevan. Strategi penilaian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang perkembangan siswa dan menciptakan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dengan cara yang berbeda-beda. Bentuk strategi penialaian berdasarkan tabel di atas meliputi, penilaian formatif, penilaian berbasis proyek dan penilaian kinerja. Penilaian formatif ini penilaian yang bertujuan untuk memberikan umpan balik yang berkelanjutan kepada siswa untuk memperbaiki pemahaman dan keterampilan mereka selama proses pembelajaran. Umpan balik ini tidak hanya memberitahu siswa tentang kinerja mereka, tetapi juga memberikan informasi yang bermanfaat tentang apa yang perlu mereka tingkatkan. (Andayani & Madani, 2. Penilaian berbasis proyek ini penilaian yang menilai kemampuan siswa melalui pengerjaan proyek atau tugas yang kompleks, yang mencakup penelitian, kreativitas, dan penerapan konsep-konsep yang telah dipelajari selama proses pembelajaran. Penilaian kinerja ini berfokus pada proses dan hasil dari tugas yang dilakukan, memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan apa yang mereka pelajari dan bagaimana mereka dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi yang lebih nyata dan praktis. Berdasarkan hasil analisis dokumentasi dan observasi yang dilakukan oleh peneliti terkait refleksi dalam pembelajaran, di ketahui Guru IPS nonlonier menggunakan strategi refleksi yakni yang pertama refleksi guru dan siswa dalam pembelajaran, hal ini dilakukan dengan siswa memikirkan apa yang telah mereka pelajari dalam suatu pelajaran, bagaimana cara mereka memahami materi, dan apa yang masih perlu diperbaiki sedangkan guru juga dapat melakukan refleksi terhadap bagaimana metode pengajaran mereka berjalan, dan apa yang perlu diubah untuk meningkatkan hasil Selanjutnya. Guru IPS nonlinier menggunakan refleksi kinerja atau proses, hal tersebut dilakukan dengan berfokus pada bagaimana cara siswa dalam mengerjakan dan menyelesaikan projek yang diberikan serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari- hari. Kendala dan Solusi dalam Menerapkan Strategi Pembelajaran Dalam menerapkan strategi pembelajaran, guru mengalami tantangan atau kendala dalam menerapkan strategi pembelajaran. Kendala dalam pembelajaran merujuk pada berbagai hambatan atau tantangan yang dihadapi oleh guru, siswa, atau pihak terkait lainnya dalam proses pembelajaran. Kendala ini bisa memengaruhi efektivitas dan kelancaran proses pembelajaran, serta berpotensi menghambat pencapaian tujuan pendidikan. Adapun tantangan atau kendala yang dihadapi meliputi tantangan inetrnal dan juga eksternal. Tantangan internal berupa keterbatasan ilmu yang dimiliki Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 14-26 guru dalam bidang materi IPS dan rendahnya motivasi dan minat siswa. Tantangan eksternal terdapat pada kebijakan sekolah. Setiap kendala pasti memiliki bentuk penyelesaian. Adapun solusi yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala internal berupa keterbatasan ilmu yang dimiliki guru dalam bidang materi IPS, yakni menambah literasi melalui media online, buku atau sumber lainnya, mengikuti pelatihan atau workshop terkait kajian IPS guna dapat memaksimalkan penyampaaian materi agar bisa diterima oleh siswa dengan baik. Kendala selanjutnya berupa motivasi dan minat siswa rendah, cara mengatasinya yakni dengan memberikan perhatian lebih sering mengunjunginya dan mengajak Dalam artian bagaimana atau apa yang mereka perlukan, kita berharap bisa memberikan kepuasan dan memfasilitasi dia sampai bisa karena tidak semua anak bisa klasikal, tetap didampingi secara face to face. Faktor Pendorong dalam Menerapkan Strategi Pembelajaran Dalam proses pembelajaran, guru memiliki faktor pendorong sebagai pertimbanagan dalam menerapkan strategi pembelajaran yang dilakukan. Faktor pendorong dalam strategi pembelajaran adalah elemen-elemen yang mendukung dan memperkuat pelaksanaan strategi pembelajaran yang efektif meliputi penggunaan metode dan media pembelajaran yang telah dijelaskan di atas. Adapun faktor pendorong dalam menerapkan strategi pembelajaran yakni : Keinginan untuk menghubungkan teori dengan praktik Dukungan dari sekolah dan manajemen pendidikan terkait inovatif dalam pembelajaran Harapan masyarakat untuk menghasilkan lulusan yang peduli dan tanggap terhadap isu sosial KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa guru IPS di SMP Swasta Surabaya, yang memiliki latar belakang pendidikan nonlinier . ermasuk S1 Pendidikan Ekonomi. Akuntansi, dan Sejarah Peradaban Islam. Geografi. Pendidikan Dunia Usah. , mampu menerapkan berbagai strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS. Strategi pembelajaran yang diterapkan mencakup pembelajaran berbasis pengalaman. Strategi pembelajaran yang digunakan meliputi yang pertama pembelajaran berbasis penelitian: Siswa diberikan kesempatan untuk melakukan penelitian yang relevan dengan materi IPS. Hal ini mengharuskan siswa untuk mengumpulkan data, menganalisis, dan menyusun laporan yang memperkaya pemahaman mereka. Kedua, pembelajaran berbasis simulasi: dimana guru menciptakan situasi yang meniru dunia nyata untuk membangun pemahaman siswa tentang konsep-konsep sosial dan ekonomi yang diajarkan. Ketiga, pembelajaran berbasis kontekstual dengan pembelajaran yang menghubungkan pada situasi kehidupan sehari-hari siswa, menjadikan materi lebih relevan dan bermakna. Terakhir, pembelajaran field trip dengan melakukan kunjungan ke tempat yang relevan dengan materi pembelajaran memberikan siswa pengalaman langsung dan penguatan pemahaman mereka terhadap topik yang Penerapan strategi ini didorong oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor Internal berasal dari latar belakang pendidikan nonlinier guru memberikan wawasan yang luas dan pengalaman yang dapat menghubungkan teori dengan praktik nyata di lapangan. Komitmen guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran juga menjadi faktor penting. Faktor Eksternal ini merujuk pada dukungan dari kurikulum yang memungkinkan pembelajaran aktif dan fasilitasi sekolah, seperti fasilitas yang memadai dan dukungan dari manajemen sekolah, turut memperlancar penerapan strategi-strategi pembelajaran ini. Keterkaitan dengan teori pengalaman Carl Rogers dengan menerapkan strategi pembelajaran yang berbasis pada pengalaman langsung siswa, sebagaimana diajarkan oleh Carl Rogers, terbukti efektif. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 14-26 Pendekatan yang berfokus pada siswa, di mana siswa terlibat secara aktif dalam proses belajar melalui pengalaman nyata, sesuai dengan prinsip-prinsip pengalaman Rogers yang menekankan pentingnya pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman langsung, relevansi materi dengan kehidupan siswa, dan pemberdayaan siswa dalam mengambil keputusan. Dalam komteks pengaruh atau dampak terhadap kualitas pembelajaran IPS bahwasannya penerapan strategi-strategi pembelajaran ini menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan kritis dalam pembelajaran IPS. Dengan pengalaman langsung yang diperoleh, baik melalui penelitian, simulasi, kontekstualisasi materi, maupun field trip, siswa dapat mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata, sehingga meningkatkan kualitas pemahaman mereka terhadap materi yang DAFTAR PUSTAKA