JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 11 No 2 Agustus 2024 Analisis Sistem Informasi dan Proses Bisnis Untuk Penjualan Produk PT ASMI Dana Nasihardani1*. Hendri Pujianto2 Teknik Industri. Universitas Pelita Bangsa. Cikarang Selatan, 17530 Teknik Pembuatan Kain Tenun. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil. Surakarta, 57126 E-mail: dananasihardani@pelitabangsa. ABSTRAK PT Aristo Satria Mandiri Indonesia bergerak di industri precision part, die casting, die stamping, dan mould yang melayani perusahaan otomotif. Precision part adalah komponen dengan tingkat akurasi tinggi, di mana kesalahan kecil dapat mempengaruhi kinerja produk atau sistem. Untuk menjaga daya saing di tengah meningkatnya persaingan. PT Aristo Satria Mandiri Indonesia berupaya melakukan perbaikan berkelanjutan guna menjaga kualitas produk dan layanan. Sistem informasi yang efektif sangat penting untuk mendukung operasional perusahaan. Namun, ketidakintegrasian informasi sering menyebabkan keterlambatan pengiriman, yang berdampak pada kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem informasi penjualan yang terintegrasi di PT Aristo Satria Mandiri Indonesia. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi data, mempercepat penyediaan informasi, serta mendukung pengambilan keputusan manajemen. Hasil penerapan sistem ini dapat mengatasi keterlambatan pengiriman produk, meningkatkan efisiensi alur distribusi, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, penelitian ini juga memberikan manfaat jangka panjang berupa pengelolaan data yang lebih efektif, pengambilan keputusan yang lebih baik, serta keunggulan kompetitif di industri yang semakin ketat. Kata kunci: Precision part. Sistem Informasi Penjualan. Integrasi Data. Efisiensi Distribusi. Kepuasan Pelanggan. ABSTRACT PT Aristo Satria Mandiri Indonesia is engaged in the precision part, die casting, die stamping, and mold industry serving automotive companies. Precision parts are components with a high degree of accuracy, where small errors can affect the performance of the product or system. To maintain competitiveness amidst increasing competition. PT Aristo Satria Mandiri Indonesia strives to make continuous improvements to maintain product and service quality. An effective information system is essential to support the company's operations. However, non-integration of information often causes delays in delivery, which impacts customer satisfaction. This research aims to design and develop an integrated sales information system at PT Aristo Satria Mandiri Indonesia. This system is expected to improve data accuracy, speed up information provision, and support management decision making. The results of the implementation of this system are expected to overcome delays in product delivery, improve the efficiency of distribution channels, and increase customer satisfaction. In addition, this research also provides long-term benefits in the form of more effective data management, better decision making, and a competitive advantage in an increasingly tight industry. Keyword: Precision part. Sales Information System. Data Integration. Distribution Efficiency. Customer Satisfaction. PENDAHULUAN PT Aristo Satria Mandiri Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri precision part. Precision part adalah komponen atau bagian yang diproduksi dengan tingkat akurasi dan toleransi yang sangat tinggi. Precision parts biasanya digunakan dalam DOI: /10. 24853/jisi. industri di mana kesalahan kecil dalam ukuran atau bentuk dapat mempengaruhi kinerja keseluruhan produk atau sistem, seperti dalam industri manufaktur, kedirgantaraan, otomotif, medis, dan elektronik (Huo & Cheng, 2. Aristo Satria Mandiri Indonesia menghasilkan produk Precision part. Die Casting. Die JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi Stamping, dan Mould. Produk-produk tersebut akan dipasarkan ke berbagai perusahaan Seiring berkembangnya perusahaanperusahaan yang menghasilkan produk sejenis. PT Aristo Satria Mandiri Indonesia berusaha pemborosan, untuk selalu melakukan perbaikan secara terus menerus . ontinuous improvemen. dan produktivitas produksi (Subakdo et al. Hal ini untuk menjaga kualitas produk maupun jasa yang dihasilkan (Mochamad & dina, 2. , menghilangkan penyebab kendalakendala yang mengganggu proses produksi (Pujianto et al. , 2. dan juga mempertahankan kompetisi dalam dunia industri (Nasihardani et al. , 2. Sistem informasi adalah komponen krusial bagi perkembangan organisasi atau perusahaan saat ini (Varajyo, 2. Namun, kesalahan dalam sistem informasi dapat berakibat serius, bukan hanya membuang investasi, tetapi juga menghambat laju pertumbuhan organisasi atau perusahaan tersebut (Nabot, 2. Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis komputer adalah alat pendukung yang sangat penting, bahkan bisa dibilang esensial, bagi operasional perusahaan (Al-kaseasbeh et al. , 2. Tujuannya adalah untuk menyediakan informasi yang tepat waktu dan efektif guna manajemen serta memastikan pengiriman produk sesuai jadwal dan permintaan (Al-kaseasbeh et al. , 2. Akurasi data dan penyediaan informasi yang cepat adalah faktor penting dalam mendukung kinerja perusahaan. Pengelolaan dan penyediaan data ini bisa dirancang, dibangun, dan dikembangkan dalam sistem informasi penjualan produk (Apriana & Fauziah, 2. Sistem informasi yang sesuai harus mampu mengikuti dinamika perusahaan untuk menjaga integritas data. Sistem yang efektif nantinya akan sangat berguna bagi pihak terkait dalam melakukan perencanaan dan evaluasi (Nurdin et al. , 2. penyebab terjadinya keterlambatan pengiriman barang ke berbagai perusahaan dari jadwal yang telah ditentukan disebabkan adanya informasi yang tidak saling terintergrasi (Akbar et al. , 2. Hal ini menjadi perhatian cukup krusial karena dapat mengakibatkan gangguan pada alur distribusi dan menurunkan tingkat kepuasan Oleh karena itu, diperlukan P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X perbaikan pada sistem informasi dan proses bisnis untuk memastikan bahwa semua data terintegrasi dengan baik, sehingga pengiriman produk dapat dilakukan tepat waktu dan sesuai dengan permintaan pelanggan (Damruwan et , 2. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem informasi penjualan produk yang terintegrasi di PT Aristo Satria Mandiri Indonesia, yang bergerak di industri precision part. Die Casting. Die Stamping. Mould. Dengan mengembangkan sistem ini, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan akurasi data, mempercepat penyediaan informasi, dan Penelitian ini juga bertujuan untuk pengiriman barang yang disebabkan oleh ketidakintegrasian informasi, sehingga alur distribusi dapat berjalan lebih efisien dan kepuasan pelanggan meningkat (Christian & Widiatry, 2. Manfaat penelitian ini di masa depan mencakup berbagai aspek penting bagi perkembangan PT Aristo Satria Mandiri Indonesia. Pertama, sistem informasi yang terintegrasi akan membantu perusahaan dalam mengelola data secara lebih efektif, sehingga proses bisnis dapat berjalan lebih lancar dan Kedua, dengan tersedianya informasi yang akurat dan tepat waktu, manajemen akan mampu membuat keputusan yang lebih baik dan strategis untuk mendukung pertumbuhan Selain itu, perbaikan pada sistem informasi akan memungkinkan pengiriman produk dilakukan tepat waktu sesuai dengan permintaan pelanggan, yang pada akhirnya Selanjutnya, sistem yang efisien dan terintegrasi akan memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Terakhir, sistem yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang dan memfasilitasi adaptasi terhadap perubahan yang terjadi di pasar (Erliyani & Faizi, 2. TINJAUAN PUSTAKA Sistem Informasi Sistem Informasi dalam Penjualan Produk adalah rangkaian komponen yang saling terintegrasi guna mengumpulkan, memproses. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, visualisasi di dalam organisasi (Nurdin et al. Dalam konteks penjualan, sistem informasi sangat penting untuk memfasilitasi otomatisasi proses bisnis, seperti pengolahan pesanan, manajemen inventori, dan analisis data (OAoBrien & Marakas, 2. Proses Bisnis Proses bisnis adalah serangkaian kegiatan atau tugas yang dirancang untuk menghasilkan produk atau layanan tertentu bagi pelanggan (Maleyeff, 2. Dalam penjualan produk, proses bisnis meliputi manajemen penawaran, pemrosesan pesanan, pengiriman, serta layanan purna jual. Pemetaan proses bisnis yang efisien dan optimal akan meningkatkan daya saing perusahaan dalam pasar yang kompetitif (Ayu et , 2. Integrasi Sistem Informasi Integrasi Sistem Informasi dan Proses Bisnis dalam Penjualan keterpaduan antara sistem informasi dan proses bisnis sangat penting dalam menciptakan efisiensi penjualan produk(Balslev et al. , 2. Sistem informasi yang baik akan mendukung otomasi proses penjualan, mulai dari pemesanan produk, manajemen inventaris. Integrasi memungkinkan analisis data penjualan secara real-time, sehingga manajemen dapat membuat keputusan yang lebih cepat dan akurat (Laudon & Laudon, 2. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Tempat yang dilakukan untuk penelitian ini berlokasi di Bekasi, untuk waktu pelaksanaanya dilakukan pada bulan Agustus Gambar 1. PT Aristo Satria Mandiri Indonesia (PT. ASMI) Volume 11 No 2 Agustus 2024 Wawancara adalah metode pengumpulan data melalui proses tanya jawab dengan pekerja atau pemilik perusahaan. Dalam hal ini, penulis mewawancarai karyawan PT ASMI untuk mengetahui alur proses pemesanan produk hingga produk tersebut tiba tepat waktu di tangan pelanggan. Pengamatan (Observas. Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengamati secara langsung objek, peristiwa, atau situasi untuk memperoleh informasi yang relevan. Dalam penelitian ini, penulis melakukan pengamatan langsung di PT ASMI. FGD (Forum Group Discussio. Metode pengumpulan data ini dilakukan melalui diskusi kelompok terarah, di mana sejumlah orang membahas topik tertentu dengan bimbingan seorang moderator. Tujuan dari FGD adalah untuk mendapatkan pandangan, opini, atau informasi dari peserta terkait masalah proses bisnis yang sering menjadi hambatan di PT ASMI. Dokumentasi Metode pengumpulan data ini dilakukan mengumpulkan informasi melalui dokumen tertulis, gambar, video, atau arsip lain yang diperoleh saat melakukan observasi di lokasi Pengolahan Data Data-data yang terkait dengan proses bisnis di PT. Aristo Satria Mandiri Indonesia dan prosedur produksi yang ada yang ada di PT Aristo Satria Mandiri Indonesia. Kemudian dikumpulkan dan diolah dengan beberapa tahap diantarnya yaitu: Pemetaan Proses Bisnis A Proses Bisnis Level 1 A Proses Bisnis Level 2 A Proses Bisnis Level 3 Diagram Arus Data Diagram Konteks A Diagram Arus Data Level 1 A Diagram Arus Data Level 2 Dari metode tersebut didapatkan kendala yang sering terjadi pada alur proses bisnis penjualan produk di PT. Aristo Satria Mandiri Indonesia, sehingga perlu adanya perbaikan. Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh penelitian ini adalah sebagai berikut : Wawancara (Intervie. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X PROSES BISNIS LEVEL 1 PT ARISTO SATRIA MANDIRI INDONESIA Mulai Studi Pustaka Studi Lapangan Customer Marketing Identifikasi Masalah PPIC Perumusan Masalah Menetapkan Tujuan Penelitian Engineering Pengumpulan Data Pengolahan Data Purchasing Analisis dan Pembahasan Kesimpulan dan Saran Storage Selesai Gambar 2 Alur Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil pengamatan dari hasil pemetaan proses bisnis pada PT Aristo Satria Mandiri Indonesia terdiri atas beberapa proses bisnis level dan didalam nya memiliki beberapa level diantaranya level 1 sampai dengan level 3 (Tukiran et al. , 2. Proses bisnis level 1 pada PT Aristo Satria Mandiri Indonesia melibatkan dua entitas eksternal utama, yaitu konsumen dan pemasok. Kedua pihak ini berperan penting dalam siklus operasional perusahaan, dimana interaksi dengan konsumen dan pemasok menjadi kunci utama dalam mendukung kelancaran dan efisiensi proses bisnis secara Proses bisnis level 1 hingga level 3 dapat dilihat pada Gambar 3. Production Supplier Quality Control Warehouse Customer Finance Gambar 3 Proses Bisnis Level 1 JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 11 No 2 Agustus 2024 Gambar 4 Proses Bisnis Level 2 Gambar 4 diatas menunjukan proses bisnis level 2 merupakan penguraian lebih detail dari proses bisnis di level sebelumnya. Pada tahap ini, seluruh alur kerja, baik yang termasuk dalam proses inti maupun proses pendukung, dijabarkan dengan lebih jelas, sehingga setiap aktivitas dapat diidentifikasi dan dihubungkan dengan terminator yang Dengan demikian, proses bisnis level 2 memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai peran dan kontribusi setiap elemen dalam keseluruhan operasional perusahaan. Gambar 5 menunjukan proses bisnis level 3 adalah hasil dari pemecahan detail proses yang ada di level 2. Pada tahap ini, dokumen-dokumen yang terlibat dalam setiap memungkinkan identifikasi yang lebih akurat terhadap setiap langkah operasional yang Dengan begitu, proses bisnis level 3 memberikan pandangan yang lebih terstruktur mengenai interaksi dan pergerakan dokumen di sepanjang proses bisnis. Tahap selanjutanya adalah diagram arus data yaitu suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas. Diagram yang paling awal dalam aliran data adalah disebut diagram konteks. Diagram konteks adalah diagram paling awal dalam diagram arus data. Diagram memperlihatkan interaksi sistem informasi tersebut dengan lingkungan di mana sistem JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi tersebut ditempatkan. Diagram konteks dapat dilihat pada Gambar 6 Setelah diagram konteks maka turunan selanjutnya adalah diagram arus data dimana terdapat 2 diagram yang disebut, diagram arus data level 1 dan diagaram arus data level 2. Diagram arus data level 1 memberikan penjelasan yang lebih mendetail tentang aliran informasi yang diuraikan dalam konteks Pada level ini, diagram tersebut menggambarkan proses-proses yang terlibat P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X dalam aliran data yang berkaitan dengan sistem pembuatan produk di PT Aristo Satria Mandiri Indonesia. Dengan diagram ini, setiap langkah dan interaksi dalam penyampaian data dapat terlihat lebih jelas, memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana informasi bergerak melalui sistem. Gambar 5 Proses Bisnis Level 3 JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 11 No 2 Agustus 2024 Gambar 6 Diagram Konteks Gambar 7 Diagram Arus Data Level 1 JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X Gambar 8 Diagram Arus Data Level 2 Gambar 8 diatas menunjukan diagram arus data level 2 memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai aliran data yang terjadi di antara entitas-entitas yang terlibat. Diagram ini memperluas detail proses yang ada dalam diagram arus data level 1, menjelaskan secara lebih mendalam setiap interaksi dan arus informasi yang ada. Pada sistem pembuatan produk di PT Aristo Satria Mandiri Indonesia, diagram arus data level 2 memperlihatkan hubungan yang lebih spesifik antar proses, memungkinkan analisis yang lebih terperinci terhadap jalannya data dalam sistem tersebut. Pembahasan Proses bisnis produksi precision part di PT Aristo Satria Mandiri Indonesia melibatkan tiga level yang terstruktur, masing-masing dengan tingkat detail yang semakin mendalam. Pada level 1, identifikasi elemen kunci seperti pemasok, input, pelanggan, dan output memberikan gambaran umum tentang alur produksi, mulai dari pemesanan hingga pengiriman produk. Proses ini mencakup pemesanan bahan baku, produksi, pengendalian kualitas, dan distribusi produk kepada Pada level 2, setiap langkah dalam alur produksi diuraikan lebih rinci, menyoroti peran masing-masing departemen, mulai dari pemasaran, perencanaan produksi (PPIC), hingga pembelian bahan baku dan pengendalian Proses ini juga mencakup interaksi antara departemen, seperti pengecekan ketersediaan bahan baku dan koordinasi Level berbagai dokumen yang digunakan dalam proses produksi, seperti surat pengantar, surat jalan, dan bukti pembayaran. Dokumendokumen ini penting untuk menjaga akurasi dan kelancaran alur produksi, serta memastikan semua langkah diikuti dengan benar, mulai dari pemesanan bahan baku hingga pembayaran oleh pelanggan. Secara keseluruhan, ketiga level proses bisnis ini memberikan pandangan komprehensif tentang bagaimana PT Aristo Satria Mandiri Indonesia mengelola produksi precision part, memastikan bahwa setiap tahap dilakukan secara efisien dan terdokumentasi dengan baik JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Diagram arus data adalah alat visual yang sangat berguna untuk menggambarkan aliran data dalam suatu sistem secara logis, terstruktur, dan jelas (Zhang et al. , 2. Di PT Aristo Satria Mandiri Indonesia, diagram arus data dirancang dalam tiga level: context diagram . , diagram arus data level 1, dan diagram arus data level 2. Masing-masing level memberikan detail yang semakin mendalam mengenai proses bisnis perusahaan, mulai dari aliran data antar entitas di context diagram hingga rincian proses-proses spesifik di level 2. Pada context diagram, gambaran sistem disajikan secara umum dengan menyoroti hubungan antara entitas eksternal dan sistem Level 1 kemudian memperinci proses menjadi lima bagian utama: pemesanan. Level 2 lebih lanjut mendetailkan proses-proses ini, memecahnya menjadi tahapan yang lebih spesifik, seperti pemesanan part, pembayaran, pembelian bahan baku, serta Konsistensi dan ketelitian sangat penting dalam pembuatan diagram arus data, karena setiap level harus mencerminkan arus data yang sama dan penamaan arus data harus dijaga agar Secara keseluruhan, diagram arus data berfungsi sebagai alat yang efektif untuk mengomunikasikan sistem yang sedang berjalan di perusahaan (Kopp & Orlovskyi. KESIMPULAN Penggunaan proses bisnis, diagram konteks, dan diagram arus data (DAD) dalam sistem informasi pembuatan precision part di PT Aristo Satria Mandiri Indonesia sangat efektif untuk menggambarkan aliran informasi secara jelas dan terperinci. Setiap entitas dan proses serta hubungan di antara keduanya divisualisasikan dengan baik dalam diagram, sehingga alur informasi menjadi lebih mudah Penggambaran yang rinci ini juga membantu meminimalkan risiko kesalahan manajemen sistem informasi yang konsisten dan terkelola dengan baik sebagai hal yang Hal ini memastikan bahwa produk dapat dihasilkan dengan tepat waktu sesuai dengan permintaan pelanggan. Volume 11 No 2 Agustus 2024 DAFTAR PUSTAKA