Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 241 Intensitas Riset dan Pengembangan untuk Peningkatan Kinerja Keuangan Melalui Inovasi Produk Ramah Lingkungan Khairina Nur Izzaty1. Suci Atiningsih2 STIE Bank BPD Jateng Email1: izzaty33@gmail. Email2: atiningsih. suci@gmail. Abstract The financial performance of manufacturing companies depends on how capable the company is of continuing to innovate to produce quality and environmentally friendly products in order to gain customer trust. This innovation certainly requires in-depth research and development with adequate costs and intensity. Therefore, this research aims to analyze the influence of research and development intensity carried out by companies in encouraging environmentally friendly product innovation which is ultimately able to increase profitability as an illustration of the company's financial performance. The sample used for this research is manufacturing companies listed on the BEI in 2020 - 2022. This research uses quantitative research with secondary data, namely annual reports and financial reports from the idx. id website. The results of this research found that: . research and development intensity has a positive effect on financial performance. research and development intensity has a significant positive effect on environmentally friendly product innovation. environmentally friendly product innovation has a significant positive effect on financial performance. environmentally friendly product innovation is able to partially mediate the influence of research and development intensity on financial performance. Keywords: Research and development, product innovation, firm performance, environmentally friendly Abstrak Kinerja keuangan perusahaan manufaktur bergantung pada seberapa mampu perusahaan dalam terus berinovasi menghasilkan produk yang berkualitas dan ramah lingkungan supaya memperoleh kepercayaan pelanggan. Inovasi tersebut memerlukan riset dan pengembangan dengan biaya dan intensitas yang memadai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intensitas riset dan pengembangan untuk mendorong inovasi produk ramah lingkungan sehingga meningkatkan profitabilitas sebagai kinerja keuangan perusahaan. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2020 - 2022. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan data sekunder yaitu annual report dan laporan keuangan dari website idx. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa: . intensitas riset dan pengembangan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. intensitas riset dan pengembangan berpengaruh positif signifikan terhadap inovasi produk ramah lingkungan. inovasi produk ramah lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan. inovasi produk ramah lingkungan mampu memediasi secara parsial pengaruh intensitas riset dan pengembangan terhadap kinerja keuangan. Kata kunci: Riset dan pengembangan, inovasi produk, kinerja keuangan, ramah lingkungan PENDAHULUAN Keberlanjutan perusahaan dan kinerja menggambarkan peningkatan perhatian berkelanjutan (Kabongo, 2. Di era globalisasi sekarang ini, semakin pesatnya kemajuan pengetahuan dan teknologi, berdampak pada perkembangan ekonomi, karena dapat mendorong percepatan proses pembangunan, meningkatkan efisiensi, kualitas, dan kuantitas aktivitas-aktivitas ISSN: 2337778X pembangunan ekonomi. Perkembangan ekonomi menciptakan persaingan antar Persaingan ini memicu perusahaan untuk berusaha meningkatkan kinerja perusahaannya agar tujuannya dapat tercapai (Kuniawati & Asyik, 2. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan perlu melakukan inovasi, menciptakan produk baru bahkan unik untuk dapat bersaing di Kegiatan (Research E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 242 Development/R&D) merupakan kegiatan yang berperan dalam sebuah inovasi dan memiliki kepentingan komersial dalam kaitannya dengan riset ilmiah murni dan perkembangan aplikatif di bidang teknologi (Kurniawan & Mertha, 2. Ketika persaingan antar perusahaan semakin ketat, maka penting bagi perusahaan untuk menemukan keuntungan-keuntungan baru. Salah satu cara untuk mengeksplorasi keuntungan tersebut adalah melalui inovasi, dimana hal ini didorong dengan investasi pada bidang riset dan pengembangan (R&D). Kualitas riset dan pengembangan bergantung pada efisiensi dan keahlian praktisinya dimana hal ini penting bagi keberhasilan keberlanjutan perusahaan, karena dapat mempersingkat waktu jangkauan pasar yang mengakselerasi kebutuhan untuk menghasilkan produk baru (Lee & Lee, 2. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menganalisis pengaruh intensitas riset dan pengembangan terhadap kinerja Diantaranya penelitian yang dilakukan oleh (Yousaf & Khurshid, 2. yang meneliti di perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Pakistan Stock Exchange menemukan bahwa intensitas riset dan diproksikan dengan ROA. Hal senada disajikan oleh (Subaida & Sari, 2. yang menemukan intensitas R&D berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Terkait dengan intensitas riset dan pengembangan dalam memenuhi harapan stakeholder mengatasi masalah lingkungan, telah dilakukan beberapa penelitian Diantaranya, (Kabongo, 2. yang menyatakan semakin tinggi intensitas research and lingkungan dapat dikurangi. Selanjutnya, penelitian dari (Singh et al. , 2. dan (Agustia et al. , 2. menyatakan bahwa inovasi hijau mampu meningkatkan kinerja ISSN: 2337778X perusahaan karena perusahaan memperoleh kepercayaan lebih dari konsumen. Namun demikian, penelitian yang mengaitkan antara intensitas riset dan pengembangan, inovasi produk ramah lingkungan, dan dilakukan dan belum berfokus pada perusahaan manufaktur yang lebih banyak melakukan inovasi. Oleh karena itu, masih menarik untuk diteliti apakah investasi yang dilakukan perusahaan dalam bidang riset dan pengembangan mampu meningkatkan kinerja keuangan melalui penciptaan atau inovasi produk ramah lingkungan. Penelitian ini berfokus pada perusahaan manufaktur, karena sector ini memiliki konsumen yang paling concern terhadap produk yang dihasilkan dan berharap perusahaan mampu konsisten terhadap inovasi teknologi yang ramah lingkungan, karena lebih sehat bagi tubuh dan lingkungan hidup. Tinjauan Pustaka Pengembangan Hipotesis Landasan Teori Teori yang mendasari penelitian ini adalah Resource Based View Theory (RBV Theor. dan Stakeholder Theory. RBV atau teori berbasis sumber daya adalah teori yang dikembangkan untuk menganalisis keunggulan bersaing suatu perusahaan yang menonjolkan pengetahuannya dan mengandalkan aset- aset tak berwujud. Pandangan teori RBV dalam mencapai keunggulan dalam bersaing sumber daya perusahaan harus terdiri dari empat atribut, yaitu langka, bernilai tinggi, tidak mudah tergantikan, dan tidak mudah ditiru. Teori ini berasumsi bagaimana suatu perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan lain yang mana berhubungan dengan mengelola potensi sumberdaya dan kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk mendapatkan keunggulan yang kompetitif (Ghozali. Berdasarkan perusahaan harus memperi perhatian pada kepentingan stakeholder karena perusahaan E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 243 tidak dapat beroperasional sendiri, namun bergantung pada seluruh stakeholder (Ghozali, 2. Intensitas riset dan merefleksikan sudut pandang perusahaan yang selalu ingin berkembang dan bertahan untuk memenuhi tujuan going concern. Demikian pula dengan inovasi produk ramah lingkungan, perusahaan hendak menegaskan bahwa stakeholder tidak perlu khawatir karena inovasi dilakukan perusahaan karena memperhatikan masalah lingkungan (Agustia et al. , 2. Pengaruh Intensitas Riset Pengembangan Kinerja Keuangan Perusahaan Intensitas research and development yang tinggi dapat mempengaruhi kinerja Hal tersebut terjadi karena kegiatan research and development dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi Karena semakin tinggi pengeluaran yang dikeluarkan untuk biaya research and development, maka akan berpengaruh terhadap laba yang dihasilkan oleh perusahaan. Penjualan produk-produk yang berinovasi dan kreatif seperti yang dinyatakan dalam resource based theory yaitu langka, bernilai tinggi, tidak mudah tergantikan juga dapat meningkatkan laba suatu perusahaan (Ningtyas & Kartika. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dirumuskan hipotesis berikut: H1: Intensitas riset dan pengembangan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan Pengaruh Intensitas Riset Pengembangan Inovasi Produk Ramah Lingkungan Apabila organisasi itu ingin sukses dalam mengembangkan produk baru yang ramah lingkungan harus berinvestasi pada alat dan metode itu dapat mendukung tujuan tersebut. manajer mengevaluasi jenis dan jumlah investasi di R&D diperlukan untuk mengembangkan inovasi produk (Huang et al. , 2. menyatakan investasi dalam R&D dapat mempengaruhi ISSN: 2337778X mengembangkan produk baru dan menciptakan serta mengadopsi teknologi inovatif yang dapat meningkatkannya keunggulan kompetitif. Hal ini sesuai dengan teori resource-based view yang menyatakan bahwa sumber daya internal yang dimiliki perusahaan seperti kegiatan R&D dapat meningkatkan keunggulan kompetitif pada perusahaan, salah satunya inovasi produk hijau (Agustia et al. , 2. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H2: Intensitas riset dan pengembangan berpengaruh positif terhadap inovasi produk ramah lingkungan Pengaruh Inovasi Produk Ramah Lingkungan Kinerja Keuangan Perusahaan Inovasi menggunakan teknologi ramah lingkungan profitabilitas yang lebih tinggi karena: . produk akan lebih nampak di mata pelaku lingkungan yang dilakukan di internal perusahaan, . produk ramah lingkungan dihasilkan dari rencana investasi jangka panjang dalam riset dan pengembangan, dimana hal ini membantu menarik pelanggan pada pangsa yang lebih tinggi, dan sulit untuk ditiru pesaing. Oleh karena itu, produk baru yang lebih ramah lingkungan akan membawa potensi penjualan yang lebih tinggi Ketika produk tersebut dikerjakan dengan inovasi teknologi baru, dan selanjutnya akan mendorong profitabilitas yang lebih tinggi untuk perusahaan (Palmer & Truong. Oleh karena itu dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H3: Inovasi produk ramah lingkungan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan Pengaruh Intensitas Riset Pengembangan Kinerja Keuangan Perusahaan dimediasi oleh Inovasi Produk Ramah Lingkungan E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 244 Berdasarkan perusahaan harus mampu memenuhi kepentingan stakeholder, salah satunya adalah harapan agar perusahaan dapat going concern. Aktivitas riset dan perusahaan agar tetap unggul dan bersaing dengan melanjutkan inovasi. Meskipun biaya riset dan pengembangan cenderung tinggi, aktivitas ini memiliki pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Aktivitas riset dan pengambangan juga mampu mendukung eksistensi inovasi produk hijau di perusahaan (Tumelero et , 2. Investasi dalam riset dan perusahaan dalam mengembangkan produk Hal ini sejalan dengan teori RBV dimana menekankan pada sumber daya Inovasi produk ramah lingkungan juga merupakan penerapan teori legitimasi, dimana menyatakan bahwa perusahaan harus bertindak mengikuti norma dan aturan di masyarakat. Dalam hal ini, perusahaan mempertimbangkan dampak lingkungan yang dapat diterima oleh Keberadaan inovasi ramah lingkungan dapat juga meningkatkan kepercayaan public dalam mengkonsumsi produk perusahaan yang selanjutnya akan berdampak pada kinerja perusahaan itu sendiri (Singh et al. , 2. Berdasarkan penjelasan di atas, hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut: H4: Intensitas riset dan pengembangan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan melalui inovasi produk ramah Model Penelitian Berdasarkan dikembangkan maka dapat digambarkan kerangka pemikiran teoritis sebagai Gambar 1. Kerangka Pemikiran Teoritis Intensitas Riset dan H2 Pengembangan H1 Kinerja Keuangan Perusahaan H3( ) Inovasi Produk Ramah Lingkungan H4( ) Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan manufaktur dipilih karena diharapkan menghasilkan produk ramah lingkungan dengan inovasi yang dilakukan secara kontinu. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yaitu sebanyak 243 perusahaan. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling, dengan kriteria sebagai berikut: . Perusahaan manufaktur yang konsisten terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada ISSN: 2337778X Perusahaan manufaktur yang menerbitkan laporan tahunan . nnual repor. dan laporan keuangan . inancial repor. secara kontinu. Perusahaan menyediakan data variable penelitian secara lengkap. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel penelitian ini terdiri dari Variabel independen (X) yaitu intensitas riset dan operasional yaitu semua pengeluaran yang menciptakan produk atau proses baru, ataupun mengembangkan produk yang ada, atau menemukan pengetahuan baru yang akan bermanfaat di masa yang akan datang. E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 245 Variabel ini diukur dengan formula Intensitas R&D = Beban Riset dan Pengembangan / Penjualan Tahunan (Fredrich et al. , 2. Variabel dependen (Y) yaitu kinerja keuangan perusahaan merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan adalah Profitabilitas yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan keseluruhan (Yatim et al. , 2. yang diukur dengan ROA = Laba bersih setelah pajak / Total Aset. Variabel mediasi (Z) penelitian ini adalah inovasi produk ramah lingkungan. Proses beragam yang memiliki tiga kata kunci fokus lingkungan: bahan baku, energi, dan polusi. Terdapat 10 indikator pengukuran untuk melihat apakah perusahaan mengimplementasikan inovasi produk ramah lingkungan, menurut (Huang et al. , 2. Pengukuran variabel ini adalah dengan Skor inovasi produk ramah lingkungan = Jumlah indicator yang diungkapkan / 10 Penelitian ini menggunakan analisis linier berganda,dimaksukan untuk menguji pengaruh variable dependen terhadap variable independent. Dalam hal ini untuk menguji pengaruh Inovasi produk ramah lingkungan terhadap kinerja keuangan dengan mediasi Intensitas riset dan Persamaan regresi linier Y = b1X1 b2Z e Keterangan: = Kinerja Keuangan = Konstanta b1-b2 = Koefisien Regresi Intensitas Riset Pengembangan Inovasi Produk Ramah Lingkungan = error Untuk menguji hipotesis penelitian. Langkah pertama adalah melakukan uji Asumsi Klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis ISSN: 2337778X dengan menggunakan path analysis atau uji penelitian jalur. Uji path analysis ini pengaruh mana yang lebih besar antara pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung, sehingga mengetahui adanya variabel mediasi yang dapat memperkuat atau meperlemah pengaruh independent terhadap dependen. Hasil Dan Pembahasan Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yaitu sebanyak 226 Setelah melalui pemilihan sampel dengan metode purposive sampling, ditemukan hasil sebagai berikut: Tabel 1. Eliminasi Populasi berdasarkan Purposive Sampling No. Kriteria Perusahaan manufaktur yang konsisten terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2022 Perusahaan manufaktur yang menerbitkan laporan tahunan . nnual repor. dan laporan keuangan . inancial repor. secara Perusahaan manufaktur yang menyediakan data variable penelitian secara Total sampel = 39 perusahaan x 3 tahun Jumlah Perusahaan konsisten terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2022 sebanyak 194 Dari 194 perusahaan tersebut, hanya 174 perusahaan yang konsisten menerbitkan laporan keuangan dan laporan Selanjutnya setelah melalui proses pemilahan sampel, terdapat 135 perusahaan yang tidak lengkap menyajikan atau tidak pengambangan, sehingga variable-variabel penelitian yang diperlukan tidak dapat diobservasi dari laporan yang dikumpulkan. Oleh karena itu, sampel akhir penelitian ini E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 246 sebanyak 39 perusahaan selama 3 tahun pengamatan sehingga terdapat 117 firmyears. Statistik Deskriptif Hasil pengujian statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi mengenai suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata . , deviasi standar, minimum, dan maksimum. Untuk memberikan gambaran analisis statistik deskriptif, berikut adalah tabel yang menyajikan analisis variabel-variabel penelitian: Tabel 2 Statistik Deskriptif RND Inovasi ROA Valid N . N Minimum Maximum 0,000000 0,073820 0,20 0,90 -0,2231 0,5990 Std. Mean Deviation 0,00470700 0,012057639 0,6436 0,15668 0,070300 0,1085779 Sumber: Data sekunder yang diolah, 2023 Berdasarkan output SPSS tersebut dapat diketahui bahwa jumlah sampel pengamatan (N) sebesar 117. Dari 117 sampel tersebut, intensitas beban riset dan pengembangan (R&D) terkecil sebesar 0 dan terbesar 0,0738 dengan rata-rata intensitas beban R&D sebesar 0,0047 dan deviasi standar sebesar 0,012. Dengan ratarata sebesar 0,0047 tersebut, menunjukkan bahwa rata-rata perusahaan mencatatkan beban riset dan pengembangan yang relatif kecil dibandingkan penjualan tahunan yang berhasil dicapai. Berdasarkan data, terdapat 8 perusahaan yang tidak memiliki beban RnD secara konsisten 2020-2022 yaitu diantaranya PT. Indocement Tunggal Prakasa Tbk dan PT. Wijaya Karya Beton Tbk. Sementara itu, perusahaan dengan intensitas R&D tertinggi adalah PT. Unilever Indonesia Tbk. Nilai terkecil dari variable inovasi produk ramah lingkungan adalah 20%, yaitu PT. Garudafood PutraPutri Jaya Tbk. Sedangkan nilai inovasi produk ramah Normalitas Asym. Sig . Memenuhi lingkungan tertinggi adalah PT. Unilever Indonesia Tbk dengan angka 90%, pada Rata-rata diversitas gender dewan direksi pada sampel yang diamati adalah sebanyak 64,3% dengan standar deviasi 15,66%. Variabel kinerja keuangan yang diukur dengan Return on Assets (ROA) memiliki nilai terrendah -22,3% yaitu pada PT. Megalestari Epack Sentosaraya Tbk pada tahun 2022. Adapun nilai tertinggi dari variable kinerja keuangan dimiliki oleh PT. FKS Food Indonesia Tbk pada tahun 2020 dengan nilai ROA sebesar 59,9%. Rata-rata nilai ROA pada sampel yang diamati adalah sebesar 7,03% dengan standar deviasi sebesar 10,8%. Analisis Data Uji Asumsi Klasik Adapun ringkasan dari asumsi klasik dalam penelitian ini adalah sebagai Tabel 3: Hasil Uji Asumsi Klasik Persamaan I Multikolinieritas Autokorelasi Tolerance VIF 0,139 RnD 1,000 1,000 Uji 0,151 0,200 Runs ISSN: 2337778X Memenuhi Memenuhi Heteroskedastisitas Uji Glesjer RnD 0,252 Memenuhi E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 247 Normalitas Tabel 4: Hasil Uji Asumsi Klasik Persamaan II Multikolinieritas Autokorelasi Tolerance VIF 0,118 RnD 0,961 1,040 Uji 0,115 0,200 Runs Asym. Sig Memenuhi Memenuhi Sumber: data sekunder yang diolah . Memenuhi Heteroskedastisitas Uji Glesjer RnD Inovasi Memenuhi 0,856 0,121 Hasil Analisis Data Intensitas Riset dan Pengembangan (X) Inovasi Produk Ramah Lingkungan (M) Kinerja Keuangan Perusahaan (Y) Tabel 5: Hasil Uji Path Analysis Jalur Koefisien a=XIeM 2,5501 cAo = X Ie Y 2,5137 b=MIeY 0,1831 a*b = mediasi X IeY 0,4670 c = efek total X Ie Y 2,9807 Sumber: data sekunder diolah . Bagan pengaruh total . otal effec. intensitas riset dan pengembangan (X) terhadap kinerja keuangan (Y). Bagan kedua menunjukkan pengaruh langsung . irect effec. dan tidak langsung . ndirect effec. variabel X ke Y melalui inovasi produk ramah lingkungan (M). Huruf a merupakan koefisien regresi dari X ke M. huruf b merupakan koefisien regresi variabel M ke Y dengan mengontrol X. Huruf cAo merupakan koefisien regresi X ke Y dengan mengontrol Y. Pengaruh langsung diperoleh dari koefisien cAo, sedangkan pengaruh tidak langsung diperoleh dari perkalian koefisien a*b. Analisis jalur dari hasil pengujian matrix di atas adalah sebagai berikut: Jalur a merupakan pengaruh X ke Dari output di atas, koefisien jalur a sebesar 2,5501 dan nilai probabilitas 0,034, dimana pada taraf p<0,05 maka pengaruh X ke M adalah signifikan. Oleh karena itu hipotesis kedua yang menyatakan ISSN: 2337778X Signifikansi 0,034 0,0017 0,0029 0,0003 intensitas riset dan pengembangan inovasi produk ramah lingkungan. Jalur cAo merupakan pengaruh X ke Y atau efek langsung dari X ke Y. Koefisien jalur c sebesar 2,5137 dan nilai probabilitas 0,0017 dimana signifikan pada taraf p<0,05. Hipotesis menyatakan intensitas riset dan pengembangan berpengaruh positif Jalur b merupakan efek M ke Y. Koefisien jalur b sebesar 0,1831 dengan nilai probabilitas 0,0029 dimana signifikan pada taraf p<0,05. Oleh karena itu, hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa inovasi produk ramah lingkungan kinerja keuangan, dapat diterima. Jalur a*b merupakan efek tidak langsung X ke Y. Dari output di atas E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 248 dapat kita hitung efek tidak langsung adalah 0,4670. Jalur c merupakan efek total X ke Y. Efek total dapat dihitung juga langsung ditambah efek tidak langsung, atau penjumlahan jalur a jalur . Besar koefisien efek total adalah 2,9807 dengan nilai p = 0,0003 dimana signifikan pada taraf p<0,05. Karena jalur a dan jalur b signifikan, maka jika mengacu pada panduan Baron dan Kenny . , dapat ditarik kesimpulan ada peran Oleh karena itu dapat disimpulkan, inovasi produk ramah pengaruh intensitas riset dan pengembangan terhadap kinerja Tabel 6 Ringkasan Hasil Uji Hipotesis Hipotesis Intensitas Riset dan Pengembangan Ie Kinerja Keuangan Intensitas Riset dan Pengembangan Ie Inovasi Produk Ramah Lingkungan Inovasi Produk Ramah Lingkungan Ie Kinerja Keuangan Intensitas Riset dan pengembangan Ie Inovasi produk ramah lingkungan Ie Kinerja keuangan Sumber: data sekunder yang diolah . Pembahasan Pengaruh Intensitas Berdasarkan pengujian regresi linier, hasil yang diperoleh menyatakan bahwa intensitas riset dan pengembangan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan, sehingga hipotesis pertama diterima. Hasil ini didukung dengan data penelitian dimana sampel perusahaan yang memiliki intensitas riset dan pengembangan tertinggi yaitu PT. Unilever Indonesia Tbk juga memiliki kinerja keuangan, dalam hal ini profitabilitas yang tinggi, di atas rata-rata Sebaliknya perusahaan yang tidak konsisten berinvestasi pada memiliki riset dan pengembangan cenderung memiliki kinerja keuangan yang lebih rendah, bahkan mengalami kerugian, contohnya adalah PT. Megalestari Epack Sentosaraya. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori stakeholder, dimana perusahaan yang focus melakukan riset dan pengembangan dinilai memiliki upaya lebih baik untuk ISSN: 2337778X Keputusan Diterima Diterima Diterima Diterima memenuhi ekspektasi pihak-pihak yang berkepentingan utamanya produk yang menjadi lebih berkualitas, sehingga kepercayaan public dapat meningkat yang berdampak pada peningkatan profitabilitas. Hasil ini mendukung penelitian dari Agustia et al. Yousaf & Khurshid . dan Ningtyas & Kartika . yang menyatakan bahwa semakin tinggi intensitas riset dan pengembangan yang meningkatkan kinerja keuangan. Pengaruh Intensitas Riset Pengembangan Inovasi Produk Ramah Lingkungan Berdasarkan pengujian regresi linier, hasil yang diperoleh menyatakan bahwa intensitas riset dan pengembangan berpengaruh positif signifikan terhadap inovasi produk ramah lingkungan, sehingga hipotesis kedua diterima. Hasil ini didukung dengan data penelitian dimana sampel perusahaan yang memiliki intensitas riset dan pengembangan tertinggi yaitu PT. Unilever Indonesia Tbk juga E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 249 lingkungan dengan lebih maksimal. Sebaliknya perusahaan yang memiliki intensitas riset dan pengembangan rendah, dan cenderung menurun dari tahun ke tahun akan memiliki skor inovasi produk ramah lingkungan yang rendah pula, contohnya adalah PT. Sentra Food Indonesia. Tbk. Hasil pengujian hipotesis kedua ini sesuai dengan Resource Based View Theory, yang menyatakan bahwa untuk sumberdaya nya untuk mencapai produk yang langka, bernilai tinggi, tidak mudah tergantikan, dan tidak mudah ditiru (Ghozali, 2. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian (Tumelero et al. , 2. dan (Agustia et al. , 2. yang menyatakan bahwa perusahaan yang lebih banyak melakukan riset dan pengembangan, akan lebih mudah untuk mengembangkan produk baru dan menaruh perhatian lebih pada keberlanjutan lingkungan dari produk yang mereka ciptakan. Pengaruh Inovasi Produk Ramah Lingkungan Kinerja Keuangan Hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa inovasi produk ramah lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan, diterima. Data hasil penelitian memberikan dukungan atas hal Perusahaan yang lebih banyak melakukan inovasi produk yang lebih profitabilitas yang tinggi pula. Dari data yang diperoleh. PT. FKS Food Indonesia Tbk yang memiliki rasio profitabilitas (ROA) tertinggi, didukung dengan skor inovasi produk ramah lingkungan yang juga relative tinggi, di atas rata-rata sample. Hasil ini sesuai dengan teori stakeholder, dimana Ketika perusahaan masyarakat dan memenuhi kepentingan stakeholder dengan menciptakan produkproduk dan menerapkan proses produksi yang ramah lingkungan, maka perusahaan ISSN: 2337778X masyarakat sehingga tingkat penjualan, laba bersih dan kinerja keuangan secara keseluruhan dapat meningkat. Hasil hipotesis ketiga mendukung penelitian Pengaruh Intensitas Riset Kinerja Keuangan dengan Inovasi Produk Ramah Lingkungan sebagai Mediasi Hasil analisis regresi menyatakan bahwa Hipotesis keempat yang menyatakan bahwa intensitas riset dan pengembangan berpengaruh terhadap kinerja keuangan dengan dimediasi oleh inovasi produk ramah lingkungan, diterima. Hal ini dapat diartikan. Ketika perusahaan melakukan lebih banyak riset dan pengembangan terhadap produk baru, maka perusahaan profitabilitasnya dengan melalui inovasi atau peningkatan fungsi produk yang lebih memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Menurut data penelitian. PT. Unilever Indonesia Tbk yang memiliki intensitas riset dan pengembangan tertinggi, memiliki skor inovasi produk ramah lingkungan yang tinggi pula, sehingga profitabilitasnya juga Hasil penelitian ini mendukung penelitian dari (Agustia et al. , 2. yang menyatakan bahwa perusahaan yang lebih banyak melakukan riset dan pengembangan akan lebih produktif dalam menciptakan produk baru yang lebih bisa diterima pasar dan Hal ini tentu saja dapat mengungkit jumlah penjualan dan sekaligus laba bersih yang diraih oleh Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap 39 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan tahun pengamatan 2020 sampai dengan 2022, ditemukan hasil sebagai berikut: . Intensitas riset dan signifikan terhadap kinerja keuangan. intensitas riset dan pengembangan berpengaruh positif signifikan terhadap E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 250 inovasi produk ramah lingkungan. berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan. inovasi produk ramah lingkungan mampu memediasi secara parsial pengaruh intensitas riset dan pengembangan terhadap kinerja keuangan Penelitian mengembangkan sampel pada jenis perusahaan lain seperti pertambangan dan ataupun jasa. Selain itu dapat menambah variabel independent yang mempengaruhi kinerja keuangan. DAFTAR PUSTAKA