Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juli 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERINTERAKSI SOSIAL MELALUI KEGIATAN PEKAN DOLANAN PADA PESERTA DIDIK KELOMPOK B DI RA ALHIDAYAH PRONOJIWO KABUPATEN LUMAJANG Fitri Dewi Lestari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang fitridewi4596@gmail. Ayu Asmah Universitas PGRI Kanjuruhan Malang ayuasmah@unikama. Mochamad Ramli Akbar Universitas PGRI Kanjuruhan Malang ramli_akbar@unikama. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kemampuan interaksi sosial pada anak usia dini dalam pembentukan kecerdasan sosial di masa depan. Namun, masih banyak anak usia dini yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan konflik secara positif. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada peserta didik kelompok B di RA Al-Hidayah Pronojiwo, peneliti mengemas kegiatan permainan tradisional dalam bentuk Pekan Dolanan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan. Kegiatan Pekan Dolanan dirancang secara terstruktur dan menyenangkan melalui berbagai permainan tradisional yang menekankan aspek kolaborasi dan keterlibatan aktif anak. Hasil penelitian yang dilakukan di RA Al-Hidayah Pronojiwo menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam kemampuan interaksi sosial anak. Data kuantitatif mencatat peningkatan dari 37,5% pada pra tindakan menjadi 81,3% pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Pekan Dolanan merupakan pendekatan pedagogis yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kemampuan berinteraksi sosial pada anak usia dini. Kata Kunci: Pekan Dolanan, interaksi sosial, anak usia dini, permainan tradisional, pembelajaran berbasis budaya. Abstract This research is motivated by the importance of developing social interaction skills in early childhood in the formation of social intelligence in the future. However, many early childhood still experience difficulties in communicating, collaborating, and resolving conflicts positively. Therefore, to improve social interaction skills in group B students at RA Al-Hidayah Pronojiwo, researchers packaged traditional game activities in the form of Pekan Dolanan. The research method used was classroom action research (PTK) which was implemented in two cycles. Each cycle consisted of 4 stages. Pekan Dolanan activities were designed in a structured and fun way through various traditional games that emphasized aspects of collaboration and active involvement of children. The results of the research conducted at RA Al-Hidayah Pronojiwo showed that there was a significant increase in children's social interaction skills. Quantitative data recorded an increase from 37. 5% in the pre-action to 81. 3% in the second cycle. The conclusion of this study is that Pekan Dolanan is an effective and relevant pedagogical approach to improving social interaction skills in early childhood. Keywords: Pekan Dolanan, social interaction, early childhood, traditional games, culturebased learning. P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juli 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. PENDAHULUAN jasmaniah, sehingga dapat dikenali oleh orang Pendidikan anak usia dini memegang Menurut Hurlock, . alam Fitri & peranan penting dalam membentuk dasar sosial-emosional Rusdiani. Interaksi sosial memiliki peran krusial dalam merupakan kemampuan berperilaku yang perkembangan anak pada usia ini, karena diperoleh sesuai dengan tuntutan sosial. Pengalaman pertama anak untuk berinteraksi sosial dengan teman sebayanya yaitu di komunikasi, dan keterampilan kerjasama lingkungan sekolah dimana anak dapat (Wijaya Erik & Nuraini Farah, 2. Dalam kelompok teman sebayanya, bahkan anak percepatan luar biasa dalam perkembangan mulai memahami dan menaati peraturan sosial emosional. Aspek ini sangat penting anak-anak Menurut Erikson dalam (Puspita et al. karena berpengaruh terhadap pembentukan 2. , anak usia 3Ae6 tahun berada pada tahap membentuk pertemanan, serta keterampilan psikososial AuInisiatif vs. Rasa BersalahAy. Pada interaksi sosial dengan orang lain. Lingkungan sekitar, termasuk keluarga, guru, dan teman sebaya, memainkan peran penting dalam bermain, dan membentuk kesadaran moral mendukung proses ini (Bulan et al. , 2. tentang benar dan salah. Dukungan positif dari Perkembangan sosial anak diartikan lingkungan akan mendorong anak untuk sebagai proses anak dalam mempelajari membangun inisiatif yang sehat, sementara keterampilan berperilaku yang sesuai dengan hambatan atau hukuman berlebihan dapat norma sosial dan mampu menjalin hubungan menimbulkan rasa bersalah yang menghambat interpersonal yang positif (Setiawati et al. perkembangan sosial anak. Sedangkan perkembangan emosional mengembangkan aspek sosial emosional anak mengenali, mengekspresikan, dan mengelola usia dini adalah melalui kegiatan bermain. emosinya dalam situasi sosial yang berbeda Bermain (Maulinda et al. , 2. Walgito . alam Sapendi, 2. menjelaskan bahwa emosi medium pembelajaran yang esensial. Jean merupakan kondisi yang muncul akibat situasi Piaget menegaskan bahwa bermain adalah sarana alami bagi anak untuk belajar melalui Salah satu metode efektif untuk P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juli 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. pengulangan dan eksplorasi (Alfadhilah, pembelajaran dan interaksi anak, baik di Sementara itu. Vygotsky . alam dalam kelas maupun di luar ruangan. Pinangkaan & Silaban, 2. menyatakan Observasi dilaksanakan selama beberapa hari bahwa bermain memiliki fungsi penting dalam dengan mengikuti kegiatan pembelajaran dari perkembangan kognitif dan sosial karena awal hingga akhir. memungkinkan anak untuk berinteraksi secara Berdasarkan hasil pengamatan selama aktif dengan lingkungan dan membentuk observasi berlangsung, ditemukan bahwa pemahaman tentang aturan sosial dan budaya. sebagian anak menunjukkan keterbatasan Siti Anisah Holis, . menjelaskan bahwa permainan tradisional Terdapat 7 dari 16 peserta didik tampak merupakan suatu aktivitas permainan yang kurang aktif dalam menjalin komunikasi dan tumbuh dan berkembang di daerah tertentu, kerja sama dengan teman sebayanya. Anak- yang sarat dengan nilai-nilai budaya dan tata anak lebih sering terlihat bermain secara nilai kehidupan masyarakat dan diajarkan individual atau hanya berdua dengan teman turun temurun dari satu generasi ke generasi dekatnya, tanpa melibatkan teman-teman yang Permainan Misalnya, saat kegiatan bermain balok, anak-anak tersebut tampak asyik bermain mengekspresikan diri, berkolaborasi, dan hanya dengan satu teman saja dan tidak membangun keterampilan sosial. Studi oleh menunjukkan upaya untuk bergabung dalam Ulya Latifah dan Anita Chandra Dewi Sagala kelompok yang lebih besar. Anak-anak . tampak nyaman dalam interaksi terbatas dan tradisional AuJamuranAy dapat meningkatkan kurang menunjukkan inisiatif untuk mengenal interaksi sosial anak usia dini di TK Kuncup atau bermain dengan teman lain. Selain itu. Sari Semarang. Penelitian ini memperkuat dalam sesi pembelajaran di kelas, ketika guru pandangan bahwa permainan tradisional yang mengajukan pertanyaan, sebagian besar dari dilakukan secara berkelompok memberikan mereka menunjukkan sikap ragu-ragu, malu, kesempatan anak untuk belajar bekerja sama, dan tidak percaya diri untuk menjawab, berbagi, dan berkomunikasi secara efektif. meskipun mereka terlihat memperhatikan Selama pelaksanaan observasi di RA Al-Hidayah Pronojiwo, materi yang disampaikan. Permasalahan ini diduga muncul karena kelompok B AuSunan KudusAy yang terdiri dari 16 anak . anak laki-laki dan 7 anak Permainan yang digunakan perempua. , peneliti melakukan pengamatan selama pembelajaran cenderung monoton dan lebih banyak dilakukan di dalam ruangan. P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juli 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. Kegiatan belajar juga jarang melibatkan anak Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten dalam bermain kelompok yang bersifat Lumajang Pada Tanggal 7-14 Juni 2025. kolaboratif dan merangsang interaksi sosial. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik Selain itu, kondisi halaman sekolah yang dikelas A RA As Syifa Supiturang dengan kurang representatif untuk kegiatan bermain jumlah 15 peserta didik. Yang terdiri dari 8 luar ruangan membuat guru merasa khawatir peserta didik laki-laki serta 7 peserta didik membiarkan anak bermain di luar tanpa pengawasan yang ketat. Akibatnya, anak-anak Salah satu karakteristik penelitian tindakan kelas adalah penelitian dilakukan secara bersiklus. Setiap siklus terdiri dari melalui interaksi langsung dalam situasi bermain yang alami. Berdasarkan temuan pengamatan dan refleksi. Hasil refleksi akan tersebut, diperlukan strategi yang lebih kreatif digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan, proses dan hasil pada siklus interaksi sosial anak, salah satunya adalah Pada penelitian ini berkolaborasi dengan guru pendamping kelompok A di RA menekankan permainan tradisional secara As-Syifa Supiturang Kecamatan Pronojiwo berkelompok dan penuh kegembiraan. Kabupaten Lumajang. Model penelitian Sebagai tindakan kelas yang digunakan mengacu permasalahan tersebut, peneliti mengusulkan pada model Kemmis dan McTaggart yang pelaksanaan kegiatan AuPekan DolananAy, yaitu terdiri dari empat tahapan dalam setiap siklu. Model aktivitas bermain peran yang dirancang untuk digunakan oleh peneliti adalah model yang meningkatkan kemampuan berinteraksi sosial dikembangkan oleh (Arikunto, 2. pada gambar 1 berikut ini: METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan kualitatif Gambar 1 Alur PTK (Arikunto, 2. mendalam proses meningkatkan kemampuan aktivitas gerak melalui kegiatan menari pada anak didik kelompok A di RA As-Syifa P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juli 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. HASIL DAN PEMBAHASAN juga memiliki angka yang sama, yaitu 68,8% Hasil atau 11 anak. Ini menandakan bahwa anakBerdasarkan anak mulai menunjukkan empati, seperti peningkatan kemampuan berinteraksi sosial melalui kegiatan pekan dolanan pada peserta memberi semangat saat bermain. Untuk didik kelompok B di RA Al-Hidayah kemampuan berkolaborasi, tercatat 10 anak Pronojiwo. Kabupaten Lumajang, terlihat atau 62,5% mampu bekerja sama, misalnya adanya capaian yang cukup signifikan dalam dalam mengikuti aturan main dan berbagi aspek-aspek sosial anak. Secara umum, dari empat indikator yang diamati, rata-rata menyelesaikan konflik secara positif masih capaian kemampuan sosial peserta didik berada di angka yang lebih rendah, yaitu adalah 64,1%, yang mencerminkan adanya 56,3% atau 9 anak, yang menunjukkan bahwa perkembangan yang cukup baik setelah aspek ini masih perlu mendapatkan perhatian dilaksanakan kegiatan bermain tradisional dan pembinaan lebih lanjut. Data ini secara secara terstruktur. keseluruhan mencerminkan bahwa kegiatan Tabel 1. Hasil penelitian pada siklus 1 Aspek Sementara pekan dolanan memberikan kontribusi yang Oc siswa Prosentase nyata dalam membentuk keterampilan sosial 68, 8% anak usia dini, meskipun masih terdapat 62,5% ruang untuk peningkatan, terutama dalam hal 68, 8% Kemampuan dengan teman sebaya Dapat berkolaborasi dengan teman Kepedulian terhadap Kemampuan konflik secara positif Rata Ae rata Pada 64,1 % kelas B di RA Al-Hidayah Pronojiwo. Kabupaten Lumajang pada siklus I belum menunjukkan ketuntasan karena prosentase hasil masih < 75%. Tabel 2 Hasil penelitian pada siklus 2 secara verbal maupun nonverbal selama kegiatan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pekan dolanan efektif mendorong anak untuk lebih terbuka dalam mengungkapkan pikiran dan perasaannya Prosentase tersebut menunjukkan, bahwa beberapa anak sebanyak 11 anak atau 68,8% menunjukkan kemampuan yang baik dalam berinteraksi Aspek Kemampuan dengan teman sebaya Dapat berkolaborasi dengan teman Kepedulian terhadap Kemampuan konflik secara positif Rata Ae rata Oc siswa Prosentase 87,5% 93,8% 81,3 % kepada teman-temannya. Indikator kepedulian terhadap teman P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juli 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. Berdasarkan hasil observasi yang 81,3%, yang mengindikasikan bahwa tujuan disajikan pada table di atas, terlihat adanya penelitian untuk meningkatkan kemampuan peningkatan yang cukup signifikan dalam berinteraksi sosial melalui kegiatan Pekan kemampuan interaksi sosial anak setelah Dolanan dengan permainan krupukan pada pelaksanaan tindakan pada siklus II. Aspek siklus II telah berhasil. Hal ini menunjukkan pertama yang diamati adalah kemampuan efektivitas strategi pembelajaran berbasis berkomunikasi dengan teman sebaya, yang permainan tradisional dalam membentuk menunjukkan bahwa sebanyak 14 dari 16 keterampilan sosial anak usia dini. ,5%) komunikasi secara aktif, baik dalam bentuk PEMBAHASAN ajakan bermain, bertanya, maupun memberi Kegiatan tanggapan saat berinteraksi dalam permainan meningkatkan kemampuan berinteraksi sosial pada peserta didik kelompok B RA Aspek Pekan Al-Hidayah berkolaborasi dengan teman, memperoleh Lumajang. hasil tertinggi dengan 15 anak . ,8%) Dolanan Pronojiwo Kegiatan Pekan Kabupaten Dolanan menunjukkan kemampuan bekerja sama dilaksanakan dalam penelitian ini terbukti dalam satu kelompok. Hal ini tampak jelas berinteraksi sosial peserta didik kelompok B permainan krupukan, berbagi peran, dan di RA Al-Hidayah Pronojiwo. Hal ini terlihat menunjukkan semangat tim. Pada aspek dari peningkatan capaian anak dari pra kepedulian terhadap teman, sebanyak 12 tindakan sebesar 37,5 menjadi 81,3% pada anak . %) sudah mulai memperlihatkan jatuh, memberikan kesempatan bermain, dan menyemangati satu sama lain. Sementara itu, kemampuan menyelesaikan konflik secara positif dicapai oleh 11 anak . ,8%), yang menunjukkan bahwa sebagian besar anak mulai bisa mengelola emosi, meminta maaf, serta mencari solusi saat terjadi perselisihan kecil selama bermain. Secara keseluruhan, rata-rata capaian dari keempat aspek interaksi sosial mencapai P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Pra Tindakan Siklus 1 sikap empati, seperti membantu teman yang Siklus 2 Gambar 2. Grafik Komparasi pertemuan 1 dan 2 Grafik siklus 1 dan 2 di atas menunjukkan peningkatan skor antara dua pengamatan dalam pelaksanaan kegiatan Pekan Dolanan, khususnya dalam konteks Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juli 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. penggunaan permainan tradisional. Pada pengamatan pertama . , nilai yang menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap diperoleh adalah 64,1% sedangkan pada kelompok, sehingga meningkatkan kualitas pengamatan kedua . meningkat interaksi sosial di lingkungan belajar anak menjadi 81,3%. usia dini. Peningkatan ini mencerminkan bahwa Lebih permainan tradisional yang digunakan dalam Pekan Dolanan menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, sekaligus memberi ruang alami bagi anak-anak untuk berinteraksi secara sosial. Anak-anak lebih aktif, terlibat secara emosional, dan merasa nyaman saat sosial mereka. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi permainan tradisional bukan hanya mendukung pelestarian budaya lokal, tetapi juga efektif sebagai pendekatan pembelajaran yang mendukung tumbuh kembang sosialtradisional komunikasi, dan koordinasi gerakan antar Saat bermain, anak harus mampu mengikuti aturan, memahami peran, serta Proses ini secara alami melatih kemampuan sosial seperti empati, toleransi, serta pengendalian diri. Menurut hasil kajian oleh. Deni Widjayatri et al. permainan tradisional berkelompok mengindikasikan bahwa Pekan Dolanan memberi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar mengelola konflik secara sehat. Selama proses bermain, perbedaan pendapat atau perselisihan yang muncul di antara anakanak menjadi bagian dari pembelajaran yang Anak-anak belajar mengekspresikan pendapat, mendengarkan orang lain, serta bersamaAisebuah keterampilan penting dalam perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Dengan bimbingan guru yang tepat, konflik dalam permainan dapat dijadikan sebagai momen dan penyelesaian masalah secara positif. Faktor krupukan yang digunakan dalam siklus II reflektif yang mengajarkan empati, toleransi, emosional anak usia dini. Permainan P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 keberhasilan kegiatan Pekan Dolanan adalah pendekatan pembelajaran yang berbasis budaya lokal. Permainan tradisional seperti merupakan bagian dari warisan budaya yang akrab dengan kehidupan anak, sehingga mereka merasa nyaman dan termotivasi untuk terlibat. Kajian empiris oleh Anggreni & Fachrurrazi, . menyatakan bahwa memberikan rasa identitas dan keterikatan Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juli 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. emosional pada anak, yang pada gilirannya khususnya dalam mendukung penguatan meningkatkan kepercayaan diri dan kemauan Profil Pelajar Pancasila sejak dini. anak untuk menjalin hubungan sosial dalam Langkah-langkah Dolanan Intervensi melalui Pekan Dolanan juga Pekan kemampuan interaksi sosial membuka peluang bagi anak-anak yang Pekan Dolanan sebelumnya pasif atau cenderung menyendiri pembelajaran berbasis permainan tradisional untuk ikut terlibat dalam dinamika sosial merupakan bentuk kegiatan yang dirancang Pengamatan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus II, lima dari keterlibatan aktif anak dalam interaksi sosial. tujuh anak yang awalnya menunjukkan Langkah pertama dalam pelaksanaannya adalah tahap perencanaan, yang mencakup Temuan hambatan sosial yang dihadapi peserta didik. Ramadhani . yang menyebutkan bahwa tradisional yang relevan. Guru menyusun rancangan kegiatan dengan memilih jenis dolanan yang bersifat kolaboratif, seperti penurunan perilaku isolatif dan peningkatan engklek, krupukan, lompat tali, petak umpet, dalam kemampuan berbagi, bergiliran, serta dan abc lima dasar. Permainan ini dipilih menyelesaikan konflik sosial. karena secara alami mendorong anak untuk Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan Pekan Dolanan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berinteraksi sosial peserta didik kelompok B di RA Al-Hidayah Pronojiwo. Pendekatan ini bukan hanya menyenangkan dan murah, mematuhi aturan bersama. Berdasarkan penelitian perkembangan anak usia dini, pendekatan bermain kooperatif terbukti lebih efektif dalam membentuk keterampilan sosial dibandingkan pendekatan individual. Langkah kedua adalah penyediaan media dan alat permainan yang sesuai dengan kontekstual dan sesuai dengan karakteristik karakter permainan tradisional. Guru harus perkembangan anak usia dini. Oleh karena memastikan alat permainan tersedia dan itu, kegiatan seperti ini layak dijadikan aman digunakan oleh anak-anak. Misalnya, sebagai bagian dari strategi pembelajaran dalam permainan krupukan, diperlukan ruang yang rutin dan sistematis di satuan PAUD, lapang yang cukup dan bersih. Penyediaan P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juli 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. rotasi pasangan bermain dan kerja sama motorik anak. Kajian terbaru menunjukkan berbagai teman. Strategi ini menghindari bahwa permainan yang melibatkan aktivitas eksklusivitas atau keterikatan pada satu fisik dan penginderaan secara langsung dapat teman saja, yang sering kali menjadi penyebab keterbatasan sosial pada anak usia Studi empiris menyatakan bahwa dibandingkan metode belajar pasif di dalam keterpaparan pada kelompok bermain yang beragam dapat mempercepat adaptasi sosial Langkah berikutnya adalah pembagian dan kemampuan komunikasi anak. peran guru dan guru pendamping dalam Selain pengawas, guru bertindak juga sebagai fasilitator sosial yang membantu anak Guru memberikan contoh interaksi positif, seperti menyapa, menunggu giliran, atau meminta Dalam praktiknya, guru dapat mengamati secara langsung perkembangan kemampuan anak Pendekatan ini sejalan dengan teori Vygotsky tentang "zona perkembangan proksimal", di mana anak berkembang optimal ketika didampingi oleh orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu. Langkah penguatan interaksi sosial selama kegiatan Guru dapat melakukan teknik scaffolding atau pendampingan terstruktur, misalnya dengan memberi pujian saat anak menunjukkan perilaku sosial positif, atau membantu anak yang kurang percaya diri untuk memulai komunikasi. Dalam konteks ini, guru berperan sebagai pengarah nilainilai sosial dasar seperti empati, toleransi, dan kerja sama. Hasil penelitian dalam menunjukkan bahwa pembiasaan nilai-nilai dibandingkan melalui ceramah atau instruksi verbal semata. Setelah itu, pelaksanaan kegiatan Pekan Dolanan dilakukan secara bertahap Misalnya, difokuskan pada permainan engklek, hari selanjutnya pada permainan krupuk an. Permainan ini dirancang agar mendorong P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Setelah kegiatan selesai, dilakukan observasi dan pencatatan perilaku sosial anak komunikasi, kolaborasi, kepedulian, dan Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juli 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. penyelesaian konflik. Guru mencatat siapa anak untuk terlibat lebih aktif di kegiatan yang cenderung dominan, pasif, menyendiri, atau sering terlibat konflik. Penggunaan terhadap perkembangan dirinya. Selain itu, memberikan data objektif yang mendukung refleksi dan evaluasi tindakan. Dalam Penelitian mutakhir di bidang penelitian tindakan kelas, data observasi pembelajaran partisipatif menyatakan bahwa menjadi dasar dalam menentukan efektivitas dokumentasi proses belajar meningkatkan keterlibatan emosional anak terhadap proses merancang siklus pembelajaran berikutnya. Langkah bersama antara guru dan peneliti. Refleksi ini maupun kekurangan pelaksanaan kegiatan. Misalnya, jika ditemukan bahwa anak belum merata dalam keterlibatan sosial, guru dapat menyesuaikan jenis permainan, durasi waktu, atau metode pembentukan kelompok pada siklus berikutnya. Refleksi menjadi wadah untuk menganalisis konteks sosial anak dan terhadap kebutuhan mereka. Dalam studi tindakan kelas yang dilakukan oleh beberapa peneliti PAUD di Indonesia, refleksi terbukti efektivitas pendekatan yang digunakan. Langkah terakhir adalah dokumentasi PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian di RA AlHidayah Pronojiwo, kegiatan Pekan Dolanan terbukti efektif meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak kelompok B. Data kemampuan sosial anak dari 37,5% menjadi 81,3% setelah pelaksanaan dua siklus Keseluruhan langkah kegiatan Pekan Dolanan yang dilaksanakan secara sistematis dan reflektif terbukti mampu mendorong pertumbuhan interaksi sosial anak secara Kegiatan pekan dolanan di awali dengan permainan yang dapat menarik siswa untuk ikut bermain bersama teman, yaitu kegiatan, berupa foto, video, maupun narasi harian guru. Dokumentasi ini tidak hanya permainan pertama untuk mengajak anak berguna sebagai bukti pelaksanaan kegiatan, mau bersosialisasi dan bermain bersama tetapi juga sebagai bahan reflektif visual bagi dengan teman. Pada siklus selanjutnya anak anak, guru, dan orang tua. Melihat kembali di ajak untuk bermain kelompok, dimana kegiatan yang dilakukan dapat memotivasi anak akan lebih banyak berinteraksi dan P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juli 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. bekerjasama dengan teman. Dalam hal ini guru dapat melakukan teknik scaffolding menunjukkan perilaku sosial positif, atau membantu anak yang kurang percaya diri untuk memulai komunikasi. Saran Pelaksanaan kegiatan Pekan Dolanan di RA Al-Hidayah Pronojiwo memberikan dampak positif yang menyeluruh, baik bagi institusi, guru, maupun peserta didik. Sekolah mendapatkan citra sebagai lembaga yang mampu mengintegrasikan nilai kearifan lokal dalam pembelajaran yang ramah anak dan komitmen terhadap pembentukan karakter sosial anak. Bagi guru, kegiatan ini menjadi peluang untuk berinovasi dalam metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan berfokus pada interaksi sosial, dengan peran perkembangan anak. Sementara itu, peserta didik merasakan manfaat langsung melalui peningkatan keterampilan sosial seperti pengelolaan emosi. Kegiatan pekan dolanan juga dapat diintegrasikan secara rutin dalam PAUD pembelajaran inovatif yang mendukung perkembangan sosial anak secara holistik. DAFTAR PUSTAKA