Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Volume. Nomor. Tahun 2025 e-ISSN : 3031-3406, dan p-ISSN : 3031-3414. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/jepi. Available online at: https://journal. id/index. php/jepi Pengembangan Usaha Ekspor Kayu Manis UMKM di Kelurahan Simarito Romario F D Purba1*. Rizky Sahertian2. Dian G Purba3. Yosi Saragih4. Putri Khairunissa5. Octa Saragih6. Muhammad Fauzi 7 Fakultas Ekonomi. Program Studi Ekonomi Pembangunan. Universitas Simalungun. Indonesia purbaromario99@gmail. com 1* Alamat: Jl. Sisingamaraja Barat. Bah Kapul. Kec. Siantar Sitalasari. Kota Pematang Siantar. Sumatera Utara Email korespondensi: purbaromario99@gmail. Abstract: Indonesia is one of the world's main producers of cinnamon (Cinnamomum burmanni. , but in the last five years. Indonesian cinnamon exports have decreased by around 10. 13% per year. This decline is influenced by various factors that are closely related to competitiveness. As one of the plantation sub-sector commodities, cinnamon plays an important role in national economic development, especially in improving people's welfare. Cinnamon is used as an ingredient in food, beverages, medicines, cosmetics, and other industries. In addition to supporting income, this plant also contributes to environmental preservation, especially in river basins and conservation areas. Most of Indonesia's cinnamon exports come from areas such as Kerinci. West Sumatra. Central Java, and Yogyakarta, which are dominated by smallholder plantations. One of the MSMEs in Simarito Village. North Sumatra, is a cinnamon exporter with a capacity of 500-1000 tons per year. The success of this MSME is supported by the implementation of an effective STP (Segmentation. Targeting. Positionin. marketing strategy, product innovation, and a focus on quality and customer satisfaction. In an increasingly competitive market, developing marketing strategies and improving quality are the main keys to maintaining the sustainability of Indonesian cinnamon exports. Keywords: cinnamon, export activities, international trade Abstrak: Indonesia merupakan salah satu produsen utama kayu manis (Cinnamomum burmanni. dunia, namun dalam lima tahun terakhir ekspor kayu manis Indonesia menurun sekitar 10,13% per tahun. Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berkaitan erat dengan daya saing. Sebagai salah satu komoditas subsektor perkebunan, kayu manis memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi nasional, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kayu manis digunakan sebagai bahan makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, hingga industri lainnya. Selain mendukung pendapatan, tanaman ini juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan, khususnya di daerah aliran sungai dan kawasan konservasi. Sebagian besar ekspor kayu manis Indonesia berasal dari daerah seperti Kerinci. Sumatera Barat. Jawa Tengah, dan Yogyakarta, yang didominasi oleh perkebunan rakyat. Salah satu UMKM di Kelurahan Simarito. Sumatera Utara, menjadi eksportir kayu manis dengan kapasitas 500Ae1000 ton per tahun. Keberhasilan UMKM ini didukung oleh penerapan strategi pemasaran STP (Segmentation. Targeting. Positionin. yang efektif, inovasi produk, serta fokus pada kualitas dan kepuasan pelanggan. Dalam pasar yang semakin kompetitif, pengembangan strategi pemasaran dan peningkatan mutu menjadi kunci utama untuk menjaga keberlanjutan ekspor kayu manis Indonesia Kata kunci: kayu manis, kegiatan ekspor, perdagangan internasional PENDAHULUAN Indonesia adalah salah satu negara produsen terbesar kayu manis di dunia, tetapi dalam 5 tahun terakhir jumlah ekspor kayu manis Indonesia mengalami penurunan berkisar 10,13 persen per tahun. Turunnya jumlah ekspor tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor dan saling berkaitan erat dengan daya saing. manis Indonesia di 11 negara tujuan ekspor Indonesia sebagai salah satu negara yang mempunyai sumber daya alam pertanian yang Received: Oktober 12, 2024. Revised: November 27, 2024. Accepted: Desember 14, 2024. Online Available: Desember 17, 2024 PENGEMBANGAN USAHA EKSPOR KAYU MANIS UMKM DI KELURAHAN SIMARITO melimpah ruah, dimana sebagian besar wilayahnya mempunyai potensi untuk perkembangan sektor pertanian serta masih tingginya peran sektor pertanian dalam pembentukan perekonomian wilayah di Indonesia, sehingga pengembangannya perlu mendapat perhatian (BPS, 2. Perkebunan sebagai salah satu subsektor pertanian memiliki peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Kayu manis atau dalam bahasa latin Cassiavera adalah sejenis pohon yang beraroma, manis, dan pedas yang mana adalah salah satu tanaman perkebunan yang memiliki peranan penting bagi subsektor perkebunan. Kulit kayu manis adalah salah satu bumbu masakan tertua yang digunakan manusia, secara tradisional juga digunakan sebagai suplemen untuk mengatasi bermacam penyakit dengan dicampurkan pada madu, misalnya untuk pengobatan penyakit radang sendi, kulit, jantung, dan perut kembung. Kayu manis di Indonesia memiliki prospek yang bagus untuk mendukung pendapatan dan kegiatan penghijauan serta rehabilitasi lahan kritis, terutama pada bagian daerah aliran sungai serta di kawasan konservasi dan dapat berfungsi sebagai penata tata air (Jaya, 2. Kayu manis juga mempunyai manfaat sangat banyak selain dapat dipakai sebagai bahan mentah pada makanan dan minuman, produk ini dapat digunakan untuk obat, industri kosmetik, minuman keras, rokok, roti, permen, serta industri pestisida. Kayu manis sudah lama dikembangkan di Indonesia dan menjadi salah satu komoditas rempah digunakan menjadi barang perdagangan utama sejak zaman penjajahan. Komoditas kayu manis di ekspor ke Penang dan Singapura, hingga saat ini masih mempunyai potensi di pasar regional dan internasional. Jenis kayu manis yang di ekspor negara Indonesia adalah Cassia Burmanii. Yang mana sebagian besar ekspor kayu manis Indonesia berasal dari Kerinci (Jamb. Sumatera Barat. Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pengembangan kayu manis di Indonesia dominan dilakukan oleh masyarakat dalam bentuk perkebunan rakyat (ITPC Milan, 2. Salah satu UMKM di Kelurahan Simarito merupakan salah satu UMKM yang bergerak dalam bidang kegiatan ekspor rempah rempah. Bambang . menyebutkan bahwa kegiatan ekspor ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu, yang mana mereka telah mengkhususkan diri dalam bisnis cassia dan sudah menjadi salah satu eksportir cassia dari Sumatera Utara dengan kapasitas ekspor antara 500 -1000 ton per tahun. Kami memproduksi dan mendistribusikan semua grade cassia dan sejauh ini kualitas kami sudah diterima secara luas oleh bebrapa pasar Mancanegara. Kualitas yang baik menjadi faktor penting. Perkembangan bisnis yang kian kompetitif membuat UMKM tersebut harus terus melakukan inovasi dalam produk maupun pelayanan dengan mengutamakan kualitas JEPI - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 3031-3406, dan p-ISSN : 3031-3414. Hal. dan kepuasan pelanggan. Salah satu faktor pendukung dari keberhasilan UMKM tersebut pemasarannya yang cukup efektif menerapkan strategi STP (Segmentation. Targeting dan Positionin. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara kemudian di analisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menjawab tujuan penelitian tentang bagaimana cara bagaimana dalam pengembangan usaha kayu manis di Kelurahan Simarito kota Pematang siantar. Potensi Kayu Manis di Indonesia Kayu manis (Cinnamomum burmanni. merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Sebagai produsen utama dunia. Indonesia memiliki berbagai wilayah yang cocok untuk pengembangan kayu manis, seperti Kerinci (Jamb. Sumatera Barat. Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Menurut Jaya . , kayu manis tidak hanya bermanfaat sebagai bahan mentah untuk makanan dan minuman, tetapi juga untuk produk farmasi, kosmetik, dan industri lainnya. Selain itu, tanaman ini berkontribusi dalam penghijauan, rehabilitasi lahan kritis, dan pengelolaan tata air. Penurunan Ekspor Kayu Manis Data menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, ekspor kayu manis Indonesia mengalami penurunan sebesar 10,13% per tahun. Penurunan ini dipengaruhi oleh daya saing produk Indonesia di pasar internasional, termasuk kualitas produk, inovasi, dan strategi pemasaran (ITPC Milan, 2. Faktor lain yang turut memengaruhi adalah fluktuasi harga global dan persaingan dengan negara produsen lain seperti Vietnam dan Sri Lanka. Peran UMKM dalam Ekspor Kayu Manis UMKM memiliki peran penting dalam mendukung ekspor kayu manis Indonesia. Salah satu UMKM di Kelurahan Simarito. Sumatera Utara, telah menjadi eksportir cassia dengan kapasitas 500Ae1000 ton per tahun. Menurut Bambang . , keberhasilan UMKM ini tidak terlepas dari penerapan strategi pemasaran STP (Segmentation. Targeting. Positionin. yang efektif, inovasi produk, dan fokus pada kepuasan pelanggan. Strategi ini memungkinkan UMKM untuk mengidentifikasi kebutuhan pasar, menyasar segmen yang tepat, dan membangun posisi yang kuat di pasar internasional. Strategi Pemasaran dan Daya Saing Strategi pemasaran yang tepat menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam PENGEMBANGAN USAHA EKSPOR KAYU MANIS UMKM DI KELURAHAN SIMARITO meningkatkan daya saing produk ekspor. Kotler dan Keller . menekankan pentingnya strategi STP dalam mengembangkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Inovasi dan peningkatan kualitas produk juga menjadi elemen penting dalam mempertahankan keberlanjutan ekspor kayu manis Indonesia di pasar global yang semakin kompetitif. Manfaat Lingkungan dan Sosial Kayu manis tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berperan dalam pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurut Jaya . , tanaman ini mendukung penghijauan dan rehabilitasi lahan kritis, khususnya di daerah aliran sungai dan kawasan konservasi, sehingga memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Dengan potensi yang besar, pengembangan kayu manis di Indonesia membutuhkan perhatian pada aspek pemasaran, inovasi, dan keberlanjutan untuk menjaga daya saing di pasar internasional serta meningkatkan kontribusinya terhadap ekonomi dan lingkungan. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1 Proses pemgeringan kayu manis Pembahasan Bambang sebagai salah satu narasumber kami menuturkan bahwa kegiatan ekspor kayu manis pada kelurahan simarito mengalami pasang surut. Terutama pada saat pandemi covid-19 yang mana emang membuat ekonomi indonesia lumpuh secara total, dan berimbas juga pada sektor Menurut pemaparan narasumber kami, bahwa sebenarnya kegiatan ekspor kayu manis dapat dikatakan menguntungkan, alasannya sederhana yaitu masih minimnya orang akan terjun kepada salah satu sektor pertanian ini. Dan setelah kami cek pada BPS bahwa sektor pertanian yang paling banyak itu ada. JEPI - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 3031-3406, dan p-ISSN : 3031-3414. Hal. sektor pertanian sawah dan juga perkebunan kelapa sawit. Seharusnya juga, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah kota Pematangsiantar perlu memperhatikan bagaimana UMKM kecil seperti yang ada di kelurahan simarito ini, yang mana sebenarnya akan menguntungkan kegiatan perkeonomian lokal bahkan nasional jika dapat dimaksimalkan dengan tepat . Apalagi jika UMKM tersebut sudah terjun kedalam bisnis perdagangan internasional, yang mana prospek jangaka panjang nya dapat menambah cadangan devisa negara Indoneisa, dan juga mengatasi dalam hal pengurangan angka tingkat pengangguran di Pematangsiantar. Jadi besar harapan penulis, untuk mengajak pemerintah dan segala elemen agar melek pada sektor pertanian terutama kayu manis, yang mana akan berguna buat segala sektor dan elemen yang ada juga KESIMPULAN Kesimpulan pada penelitian ini adalah dengan adanya kegiatan Pengembangan Usaha pada UMKM yang bergerak pada penjualan Kayu Manis di Kota Pematang Siantar, dapat disimpulkan bahwa UMKM ini adalah usaha yang sudah berdiri sejak lama yang mana ada pada tahun 2006. Usaha ini sudah mempunyai izin resmi dari Pemerintah dengan ketentuan yang sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. UMKM ini juga menggunakan strategi meningkatkan mutu dan kualitas produk untuk meningkatkan jumlah penjualannya untuk kegiatan ekspor. Sehingga buyer puas dengan produk dari UMKM ini, dengan itu usaha ini jarang mengecewakan pembeli DAFTAR PUSTAKA