Jurnal PPKM UNSIQ I . ISSN: 2354-869X PREDIKSI KENYAMANAN TERMAL DENGAN PMV DI SMK 1 WONOSOBO Hermawana. Eddy Priantob. Erni Setyowatic Mahasiswa Program Doktor Arsitektur UNDIP Semarang Doktor Arsitektur UNDIP Semarang E-mail: a hermawanarsit@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima : 27 Desember 2013 Disetujui : 20 Januari 2014 Kenyamanan Termal merupakan kondisi pikir seseorang terhadap Dewasa ini telah banyak penelitian kenyamanan termal yang menggunakan kenyamanan termal adaptif dikarenakan bahwa PMV (Predicted Mean Vot. tidak cocok untuk ruang yang berventilasi alami. PMV hanya cocok untuk ruang yang berventilasi buatan (AC). Salah satu ruang laboratorium komputer di SMK 1 Wonosobo menggunakan gabungan ventilasi alami dan buatan sehingga perlu diverifikasi apakah PMV berlaku di ruang dengan ventilasi gabungan di SMK 1 Wonosobo. Metode yang digunakan menggunakan metode kuantitatif dengan berdasar pada teori PMV dari Fanger. Kondisi Iklim diukur menggunakan alat-alat pengukur Software yang digunakan adalah Software ASHRAE yang berdasar pada teori PMV. Hasil yang didapat bahwa prediksi kenyamanan termal di SMK 1 agak hangat . gak tidak nyama. Kata Kunci: Kenyamanan Termal. SMK 1 Wonosobo PMV, ARTICLE INFO ABSTRACT Article History Received : December 27, 2013 Accepted : January 20, 2014 Thermal comfort is a condition thought someone on the environment. There have been many studies of thermal comfort using adaptive thermal comfort because that PMV (Predicted Mean Vot. is not suitable for naturally ventilated spaces. PMV is only suitable for artificial ventilated space (AC). One of the computer laboratory at SMK 1 Wonosobo using a combination of natural and artificial ventilation so it needs to be verified whether the PMV apply in space combined with ventilation at SMK 1 Wonosobo. The method used by the quantitative method based on the theory of Fanger PMV. Climate conditions were measured using measuring tools climate. Software used is based on the ASHRAE Software PMV theory. The results that the prediction of thermal comfort in SMK 1 slightly warm . ather Key Words : Thermal comfort. PMV. SMK 1 Wonosobo PENDAHULUAN Penghuni bangunan yang berventilasi alami lebih toleransi terhadap kondisi iklim Menurut penelitian Kim dan de Dear . yang meneliti perbandingan bangunan berventilasi alami dan buatan dengan menggunakan faktor IEQ (Indoor Environment Qualit. penghuni bangunan yang berventilasi alami lebih toleransi terhadap kondisi iklim. Hal ini bisa diterima karena dimungkinkan adanya kontrol yang mudah terhadap lingkungannya dengan kemampuan membuka tutup jendela sesuai dengan keinginan dari penghuni. Sisi lain adalah adanya penyesuaian dari penghuni dengan merubah aktivitas penghuni yang dapat membuat penerimaan dari kondisi iklim yang ada. Berhubungan dengan psikologi, harapan dari penghuni bangunan berventilasi alami lebih rendah dibanding dengan harapan dari penghuni bangunan berventilasi buatan sehingga penerimaan penghuni lebih tinggi. Jurnal PPKM UNSIQ I . 13-20 Standard internasional yang digunakan saat ini adalah ISO 7730 . ASHRAE (American Society of Heating. Refrigerating. Air Conditioning Engineer. Standard 55 tahun 2010 dan European Standard EN 15251. Perlu adanya perbandingan antara kenyamanan termal PMV yang disebut beberapa peneliti sebagai kenyamanan termal statik dan kenyamanan termal adaptif yang mempunyai banyak kelebihan. Kenyamanan termal psikologi dari penghuni sehingga penerimaan dari teori adaptif juga lebih besar dibanding teori PMV (Halawa and Hoof, 2. Kenyamanan Termal didefinisikan sebagai rasa nyaman dari seseorang terhadap keseimbangan antara pertukaran panas tubuh dan lingkungannya . ertukaran radiatif, konvektif, pernapasan, konduksi terhadap jenis pakaiannya dan keringatny. Enam parameter pengukur kenyamanan termal seseorang adalah terdiri dari 4 . parameter lingkungan dan 2 . parameter perorangan yaitu suhu udara, suhu radiasi matahari rata-rata, kelembaban, kecepatan udara, pakaian dan aktivitas. (Fanger dalam Prianto, 2. PMV merupakan teori kenyamanan termal yang memprediksi kenyamanan termal seseorang dengan melihat pada indeks PMV. Selain PMV sebagai indeks kepuasan terhadap termal, ada indeks PPD (Predicted Percentage of Dissatisfie. yang memprediksi (Prianto, 2. Penghitungan PMV-PPD berdasarkan dari teori Fanger telah ada software yang membantu untuk melakukan prediksi kenyamanan termal. Setelah banyak peneliti menemukan kekurangan dari PMV yang dianggap tidak cocok untuk bangunan berventilasi alami, berkembang penelitian kenyamanan adaptif seperti yang telah dilakukan oleh Indraganti ISSN: 2354-869X dan Rao . yang meneliti pengaruh dari usia, gender, kelompok ekonomi dan jabatan pekerjaan terhadap kenyamanan termal yang dilakukan di bangunan rumah tinggal pada iklim panas dan dingin dengan variasi musim. Hasil penelitian ini menganggap bahwa usia, gender dan jabatan dalam pekerjaan mempunyai korelasi yang lemah terhadap kenyamanan termal. Sedangkan penerimaan termal wanita, subyek yang lebih tua lebih Level ekonomi dari subyek mempunyai korelasi yang signifikan terhadap kenyamanan termal. Rentang nyaman dari level ekonomi yang paling rendah ditemukan pada suhu 27,3-33,1AC. Kenyamanan termal yang berdasar pada teori PMV perlu dibandingkan dengan kenyamanan termal yang disurvey secara langsung . ield stud. termasuk di ruang laboratorium SMK 1 Wonosobo yang mempunyai ventilasi gabungan antara ventilasi alami dan ventilasi buatan. METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian terletak di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah tepatnya di SMK 1 Wonosobo. SMK 1 Wonosobo merupakan Sekolah Menengah Kejuruan informatika sehingga beberapa pembelajaran menggunakan ruang laboratorium komputer. Laboratorium Komputer merupakan ruang pembelajaran komputer sehingga suhu udara bertambah panas dikarenakan komputer mengeluarkan panas. Penelitian dilakukan pada satu ruang laboratorium komputer dengan dua kelompok Masing-masing kelompok siswa berjumlah 32 siswa sehingga total siswa yang diteliti berjumlah 64 siswa. Ruang berukuran 8x9 m2 dan berisi 32 Ruang kelas berventilasi alami dengan krepyak di atas jendela. Gambar ruang kelas dapat dilihat di bawah. Jurnal PPKM UNSIQ I . ISSN: 2354-869X Gambar 1. Ruang Laboratorium Komputer SMK 1 Wonosobo Sumber : Peneliti Pengukuran iklim mikro dengan menggunakan alat pengukur iklim yaitu suhu udara dengan environment meter, suhu radiasi matahari rata-rata dengan black globe anemometer, kelembaban udara dengan environment meter. Software yang digunakan adalah software yang dikeluarkan oleh ASHRAE yang dapat didownload melalui Gambar peralatan pengukuran dan gambar depan ASHRAE Thermal Comfort Program dapat dilihat pada gambar di bawah. Gambar 2. Alat-alat pengukuran dan software yang digunakan Sumber : Peneliti HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian dilaksanakan pada bulan September Suhu udara di dalam ruang menggunakan gabungan ventilasi alami dan ventilasi buatan (AC) dan suhu udara yang didapat pada saat pengukuran adalah 25AC. Suhu radiasi matahari rata-rata didapat 25,1AC hanya selisih 0,1AC dan hal ini relevan dengan penelitian dari Sugini . yang menyebut bahwa suhu radiasi matahari rata-rata di daerah tropis hampir sama atau tidak berbeda jauh dengan suhu udara. Kelembaban yang didapat 78,5% dan pergerakan angin tidak ada . Variabel personal yang terdiri dari variabel pakaian dan aktivitas di ruang dikarenakan pemakaian seragam wajib di SMK. Beberapa siswa yang tidak seragam lebih dikarenakan pemakaian tambahan pakaian seperti jilbab. Pakaian tersebut kenyamanan termal ASHRAE mempunyai nilai 0,88-1 clo. Meskipun jilbab belum ada di dalam program ASHRAE, akan tetapi nilai Jurnal PPKM UNSIQ I . 13-20 jilbab dianggap sama dengan pakaian yang Sedangkan aktivitas yang dilakukan oleh siswa sama yaitu pekerjaan mengetik yang merupakan pekerjaan ringan dengan metabolisme sebesar 1,2 met. ISSN: 2354-869X Hasil perhitungan indeks PMV setelah dimasukkan dalam program seperti terlihat di Gambar 3. Hasil Perhitungan Kenyamanan Termal PMV Sumber : Analisis Peneliti Hasil perhitungan memperlihatkan nilai ET* sebesar 26,3AC. SET* sebesar 28,6AC. TSENS sebesar 0. DISC sebesar 1. PMV sebesar 0,84. PPD sebesar 20%. PD sebesar 10%. PS sebesar 40%. TS sebesar 0,3. Tneutral 23,3 berdasarkan teori Humphreys dan Tneutral 24,0 berdasarkan teori Auliciems. Hasil dari Indeks PMV sebesar 0,84 dapat dikatakan sebagai slighty uncomfortable atau agak tidak nyaman . gak Dari data lapangan . ield stud. , 64 responden diberi kuesioner dengan 7 skala sensasi termal dengan keterterimaan termal nilai -3 untuk dingin, -2 untuk sejuk, -1 untuk agak sejuk, 0 untuk nyaman, 1 untuk agak hangat, 2 untuk hangat, dan 3 untuk panas, sedangkan untuk preferensi termal digunakan nilai -1 untuk lebih hangat, 0 untuk tetap, 1 untuk lebih sejuk. Hasil data yang didapat sebagai berikut. Jurnal PPKM UNSIQ I . ISSN: 2354-869X Tabel 1. Data Keterterimaan dan Preferensi Termal Siswa SMK 1 Wonosobo Responden Keterterimaan Keterangan Preferensi Keterangan Responden 1 Agak Hangat Lebih sejuk Responden 2 Agak Hangat Lebih sejuk Responden 3 Agak Sejuk Lebih hangat Responden 4 Agak Hangat Tetap Responden 5 Hangat Lebih sejuk Responden 6 Nyaman Tetap Responden 7 Dingin Lebih hangat Responden 8 Nyaman Lebih hangat Responden 9 Dingin Lebih sejuk Responden 10 Sejuk Lebih sejuk Responden 11 Agak Hangat Lebih sejuk Responden 12 Nyaman Tetap Responden 13 Nyaman Tetap Responden 14 Agak Hangat Lebih sejuk Responden 15 Agak Hangat Lebih sejuk Responden 16 Nyaman Tetap Responden 17 Agak Hangat Lebih sejuk Responden 18 Sejuk Lebih hangat Responden 19 Hangat Tetap Responden 20 Sejuk Lebih sejuk Responden 21 Nyaman Lebih sejuk Responden 22 Nyaman Tetap Responden 23 Sejuk Lebih sejuk Responden 24 Agak Hangat Lebih sejuk Responden 25 Agak Hangat Lebih sejuk Responden 26 Dingin Lebih hangat Responden 27 Agak Sejuk Tetap Responden 28 Nyaman Tetap Responden 29 Hangat Lebih sejuk Responden 30 Agak Hangat Lebih sejuk Responden 31 Nyaman Tetap Responden 32 Agak Hangat Lebih sejuk Responden 33 Agak Sejuk Lebih sejuk Responden 34 Agak Hangat Lebih sejuk Responden 35 Hangat Lebih sejuk Responden 36 Agak Sejuk Tetap Responden 37 Nyaman Lebih hangat Responden 38 Agak Sejuk Lebih sejuk Responden 39 Agak Hangat Lebih sejuk Responden 40 Agak Hangat Lebih sejuk Responden 41 Nyaman Lebih hangat Responden 42 Nyaman Tetap Responden 43 Dingin Lebih hangat Responden 44 Panas Lebih sejuk Responden 45 Nyaman Lebih sejuk Jurnal PPKM UNSIQ I . 13-20 46 Responden 46 47 Responden 47 48 Responden 48 49 Responden 49 50 Responden 50 51 Responden 51 52 Responden 52 53 Responden 53 54 Responden 54 55 Responden 55 56 Responden 56 57 Responden 57 58 Responden 58 59 Responden 59 60 Responden 60 61 Responden 61 62 Responden 62 63 Responden 63 64 Responden 64 Sumber : Analisa Peneliti ISSN: 2354-869X Agak Sejuk Nyaman Agak Sejuk Agak Sejuk Agak Sejuk Nyaman Sejuk Agak Sejuk Agak Hangat Nyaman Nyaman Nyaman Agak Hangat Nyaman Hangat Sejuk Agak Sejuk Agak Hangat Nyaman Dari data di atas dapat dilihat bahwa responden yang merasa panas 1,56%, merasa hangat 7,81%, merasa agak hangat sebesar 25,56%, merasa nyaman sebesar 31,25%, merasa agak sejuk sebesar 17,19%, merasa sejuk 9,38%, merasa dingin 6,25%. Jika dibandingkan dengan hasil dari software PMV terlihat bahwa PPD 20% ada diprediksikan yaitu agak hangat sebesar 20% Tetap Lebih sejuk Lebih sejuk Lebih sejuk Lebih sejuk Lebih sejuk Lebih sejuk Lebih sejuk Lebih sejuk Tetap Tetap Tetap Lebih sejuk Lebih sejuk Lebih sejuk Lebih hangat Lebih hangat Lebih sejuk Tetap dari responden. Akan tetapi hasil dari data lapangan hanya terdapat kesamaan dengan kriteria dalam software termal sebesar 25,56%. Ada perbedaan yang cukup besar dalam penentuan prediksi kenyamanan termal Jika membandingkan antara keterterimaan termal dan preferensi termal dari data lapangan yang didapat maka dapat dilihat dari gambar grafik di bawah. Data Keterterimaan dan Preferensi Termal Keterterimaan Preferensi Gambar 3. Grafik Keterterimaan dan Preferensi Termal Sumber : Analisa Peneliti Responden 63 Responden 61 Responden 59 Responden 57 Responden 55 Responden 53 Responden 51 Responden 49 Responden 47 Responden 45 Responden 43 Responden 41 Responden 39 Responden 37 Jam Responden 35 Responden 33 Responden 31 Responden 29 Responden 27 Responden 25 Responden 23 Responden 21 Responden 19 Responden 17 Responden 15 Responden 13 Responden 11 Responden 9 Responden 7 Responden 5 Responden 3 Responden 1 Jurnal PPKM UNSIQ I . 13-20 Grafik responden lebih banyak yang menginginkan perubahan terhadap kondisi termal yang ada. Hasil dari survey memperlihatkan responden yang menginginkan kondisi kenyamanan termal yang ada sebesar 26,56%, sedangkan yang menginginkan lebih sejuk sebesar 59,38% menginginkan lebih hangat sebesar 14,06%. KESIMPULAN Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa software kenyamanan termal yang didasarkan pada teori PMV untuk SMK 1 Wonosobo yang terletak di daerah tropis kurang sesuai dengan hasil keterterimaan kenyamanan termal yang didapat dari survey secara langsung di lapangan . ield stud. Hal ini sejalan dengan banyaknya pendapat dari peneliti bahwa ada perbedaan yang signifikan antara prediksi kenyamanan termal PMV dengan hasil data di lapangan terutama untuk daerah tropis dan bangunan berventilasi alami (Deube and de Dear, 2. Arens. Humphreys, de Dear and Zhang . juga meneliti tentang pembagian kelas atau kategori dalam kenyamanan termal dan kenyamanan termal yang dikeluarkan oleh ASHRAE 55 tidak berbeda secara signifikan. Meskipun ketiga kategori atau kelas penyempurnaan dari PMV dan PPD dari Fanger akan tetapi hal ini masih dipertanyakan kebenarannya. Hasil penelitian di SMK 1 Wonosobo juga selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh ter Mors. Hensen. Loomans, dan Boerstra . yang meneliti Sekolah Primer di Belanda dengan membandingkan antara studi lapangan dengan perhitungan PMV dari Fanger. Hasil yang didapat terdapat perbedaan yang jelas antara hasil studi lapangan dengan perhitungan PMV dari Fanger. Hal ini juga sejalan dengan Penelitian Conceicao. Gomes. Antao dan Lucio . yang meneliti Taman Kanakkanak berventilasi alami. Menurut beberapa peneliti lain, memang belum ada yang mengakomodir pengetahuan yang mutlak untuk semua lokasi Masih ada beberapa perbedaan- ISSN: 2354-869X perbedaan yang muncul dari beberapa lokasi Untuk itu perlu adanya penelitianpenelitian lain dengan lokasi dan subyek yang DAFTAR PUSTAKA