e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 Konsep Manajemen Pendidikan Islam Sultan Syarif Kasim Muhammad Adelin1. Ngainun Nangim2 . Ellya Roza3 Manajemen Pendidikan Islam. Tarbiyah dan Keguruan. Pascasarjana UIN Suska Riau E- mail: aadelin993@gmail. com1, ananuaimy93@gmail. com2 ellya. roza@uin. Submitted: 16 May 2025 Accepted: 20 June 2025 Published: 23 June 2025 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan dan manajemen pendidikan islam Sultan Syarif Kasim Riau. Dalam konsep pendidikannya. Sultan Syarif Kasim II memberikan ilmu-ilmu agama sebagai pembentuk akhlak dan budi pekerti serta peningkatan karakter agar moral rakyat tidak mudah digerus budaya dan kebiasaan buruk orang-orang Belanda. Sedangkan ilmu-ilmu umum digunakan sebagai bekal rakyat agar mencapai kehidupan dunia yang layak dan bahagia serta tidak mudah ditipu atau dipengaruhi oleh para penjajah saat itu. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan kualitatif desriptif merupakan penelitian yang sering digunakan dalam penelitian sosial. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan data kedua atau data yang telah jadi seperti jurnal, buku, modul, serta web yang dapat dijadikan referensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisa sejarah . istorical approac. serta analisa filsafat . hilosophy approac. Peter Mahmud menyebutkan kedua metode ini digunakan dalam rangka pelacakan sejarah dari waktu ke waktu, sebab membantu peneliti untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap implikasi sosial dan efek Dalam hal ini, pendekatan dan metode yang digunakan untuk memaparkan konsep pendidikan islam Sultan Syarif Kasim. Hasil dari kajian ini menunjukkan Sultan Syarif Kasim II telah menerapkan moderasi beragama dibidang pendidikan yang mana ia tidak hanya mendirikan sekolah Agama namun ia juga mendirikan sekolah Umum. Ia telah mendirikan beberapa sekolah diantaranya H. S pada tahun 1915. Latifah Scholl pada tahun 1926, sedangkan Pendidikan Agama didirikan pada tahun 1917 yang bernama Taufiqiyah Al-Hasyimiyah hanya buat laki-laki, pada tahun 1929 mendirikan Madrasah An-nisa untuk kaum wanita. Kata Kunci: Pendidikan. Manajemen Pendidikan. Sultan Syarif Kasim Riau ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -ABSTRACT This research aims to determine the concept of education and Islamic educational management of Sultan Syarif Kasim Riau. In his educational concept. Sultan Syarif Kasim II provided religious knowledge as a form of morals and manners as well as improving character so that people's morals were not easily eroded by the culture and bad habits of the Dutch people. Meanwhile, general sciences were used as provisions for the people to achieve a decent and happy life in the world and not be easily deceived or influenced by the colonialists at that time. Type of qualitative research with a descriptive approach. The descriptive qualitative approach is research that is often used in social research. The data collection technique is to use secondary data or ready-made data such as journals, books, modules and websites that can be used as The method used in this research is historical analysis . istorical approac. and philosophical analysis . hilosophy approac. Peter Mahmud said that these two methods are used in order to track history over time, because they help researchers to gain a deeper understanding of the social implications and effects of implementation. In this case, the approach and methods used to explain Sultan Syarif Kasim's concept of Islamic education. The results of this study show that Sultan Syarif Kasim II has implemented religious moderation in the field of education where he not only founded religious schools but he also founded public schools. He has founded several schools including H. S in 1915. Latifah Scholl in 1926, while Religious Education was founded in 1917 which was named Taufiqiyah Al-Hasyimiyah was only for men, in 1929 it founded Madrasah An-nisa for women. Keywords: Education. Management Education. Sultan Syarif Kasim Riau e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha dasar untuk menyiapkan manusia yang berkualitas, baik dan cakap dalam segala aspek kehidupan di dunia ini. Pendidikan juga sebagai upaya mencapai suatu tingkat kemajuan, sebagai sarana untuk membebaskan diri dari keterbelakangan dan berbagai belenggu sosial yang menghambat tercapainya kesejahteraan bersama, yaitu dengan memberikan pemahaman yang utuh dan komplit. Untuk menghasilkan orang-orang yang memiliki pemahaman yang lengkap dan utuh, secara konseptual pendidikan perlu diawali dengan pemikiran dan landasan filosofis-metodologis. Pemikiran dengan landasan ini sangat penting, terutama dalam pendidikan Islam, mengingat adanya problem dikotomi ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum, menyebabkan terjadinya krisis metodologi keilmuan. Krisis dikotomi keilmuwan sudah sejak lama mengakar kuat di segala bidang keilmuwan. Bahkan lembaga pendidikanpun ada lembaga pendidikan umum dan lembaga pendidikan agama1. Ilmu Pendidikan Islam ialah Ilmu tentang mendidik agar manusia beragama Islam. Ilmu adalah alat usaha yang disebut Pendidikan, dan pendidikan adalah alat untuk mencapai tujuanyaitu beragama Islam2. Pendidikan dalam Islam sudah semestinya dikelola dengan sebaik-baiknya. Manajemen pendidikan Islam merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kehidupan umat dari keterbelakangan, baik secara moral, materi, dan spiritual. Dalam Islam, manajemen adalah hal yang sangat penting. Manajemen yang baik adalah manajemen yang mempunyai konsep dan sesuai dengan objek serta tempat organisasinya. Proses manajemen merupakan aktivitas yang melingkar, mulai dari perencanaan, pengorganisasian. Manajemen dalam pendidikan itu sangat penting, terutama dalam lembaga pendidikan Islam. Lembaga pendidikan Islam harus mampu menciptakan bagaimana pelaksanaan manajemen pendidikan yang efektif dan efisien. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pengelola lembaga pendidikan Islam harus mampu memanfaatkan setiap sumber yang tersedia sesuai dengan perencanaannya3. Di Indonesia, upaya ini sebenarnya telah dimulai oleh para tokoh bangsa sejak masa penjajahan kolonial Belanda, salah seorang diantaranya adalah Sultan Syarif Kasim II. Pokok pemikiran pendidikan Islam yang ditawarkannya memiliki keterkaitan dan keterpaduan dalam menjawab tantangan pendidikan yang dimaksud. Seperti kebijakan pendidikannya dalam upaya melawan kebijakan dikotomi pendidikan dari kolonial Belanda. Dalam konsep pendidikannya. Sultan Syarif Kasim II memberikan ilmu-ilmu agama sebagai pembentuk akhlak dan budi pekerti serta peningkatan karakter agar moral rakyat tidak mudah digerus budaya dan kebiasaan buruk orangorang Belanda. Sedangkan ilmu-ilmu umum digunakan sebagai bekal rakyat agar mencapai kehidupan dunia yang layak dan bahagia serta tidak mudah ditipu atau dipengaruhi oleh para penjajah saat itu. Fakta ini menendakan bahwa Sultan Syarif Kasim II berupaya menyeimbangkan ilmu agama dan ilmu umum sebagai bentuk merajut kembali integrasi ilmu. Hal ini perlu dikaji dan didalami untuk memberi pemahaman bagi generasi saat ini, sebagai bahan berpijak dalam mengentaskan masalah pendidikan di masa sekarang ini. METODE PENELITIAN Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan kualitatif desriptif merupakan penelitian yang sering digunakan dalam penelitian sosial. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan data kedua atau data yang telah jadi seperti jurnal, buku, modul, serta web yang dapat dijadikan referensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisa sejarah . istorical approac. serta analisa filsafat . hilosophy approac. Peter Mahmud menyebutkan kedua metode ini digunakan dalam rangka pelacakan sejarah dari waktu ke waktu, sebab membantu peneliti untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap implikasi sosial dan efek penerapan. Dalam hal ini, pendekatan dan metode yang digunakan untuk memaparkan konsep pendidikan islam Sultan Syarif Kasim. Mhd Novedy Husaini. Eva Dewi, and Elliya Roza. AoIntegrasi Ilmu Perspektif Pemikiran Sultan Syarif Kasim IIAo. Jurnal Pendidikan Inovatif, 6. , 281Ae93. Hery Noer Aly. Ilmu pendidikan Islam, (Jakarta: PT. logos wacana ilmu, 1. , hlm. Wildan Halid. AoKonsep Manajemen Pendidikan IslamAo. Jurnal Mahasantri, 3. , 596Ae607. e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 bekerjasama dengan Belanda yang terlalu ikut campur mengenai hal internal istana. Banyak cara yang dilakukan pemerintah Belanda untuk terus menggerus kekuasaan Sultan pada menandatangani berbagai kontrak . Sultan Syarif Kasim II sempat menggunakan Jepang sebagai alat untuk melawan Belanda, namun ini tidak berlangsung lama, karena ternyata Jepang tidak jauh lebih baik dari Belanda. Jepang kemudian menguasai pemerintahan secara struktural di wilayah Siak. Sultan Syarif Kasim II baru tahu kabar kemerdekaan Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1945. Hal ini dikarenakan ketatnya pengawasan Jepang terhadap telekomunikasi radio yang menjadi sumber penghubung Riau ke dunia luar, ditambah lagi Jepang saat itu harus mempertahankan status quo Indonesia sebagai syarat terhadap sekutu. Kesultanan Siak tergabung kedalam Keresidenan Sumatera Timur (Afdeeling Siak yang meliputi wilayah Kesultanan Siak. Pelalawan. Kampar dan Roka. yang kemudian dikeluarkan dari Keresidenan ini oleh pemerintah Belanda pada 1 Januari 1941 dan dimasukkan kedalam Residensi Riau. Siak ikut tergabung dalam konferensi yang diadakan oleh Gubernur T. M Hasan yaitu konferensi besar Raja-raja Sumatera Timur. Konferensi ini didorong oleh sikap positif mereka atas pendirian Republik bersama dengan aparat pemerintahan NRI dan Komite Nasional serta partai-partai pada tanggal 3 Februari 1946 di Jalan Sukamulia. Medan. Sultan Langkat bersama raja-raja Sumatera Timur lainnya termasuk Sultan Syarif Kasim II menyatakan mendukung Republik dan mematuhi semua perintah pemerintah republik serta segera menyusun peraturan pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat pada tiap Daerah Istimewa (Swapraj. dan mengadakan proses demokratisasi dalam tubuh kerajaan, sesuai dengan tuntutan revolusi Indonesia. Konsep Manajemen Sultan Syarif Kasim HASIL DAN PEMBAHASAN Biografi Singkat Sultan Syarif Kasim Sultan Abdul Jalil Syaifuddin atau lebih dikenal dengan nama Sultan Syarif Kasim II merupakan sultan terakhir dari Kesultanan Siak. Beliau adalah salah satu tokoh pahlawan nasional dari Riau. Ia lahir di pusat Kerajaan Siak Sri Indrapura, 11 Jumadil Awal 1310 Hijriyah bertepatan dengan 1 Desember 1893. Selain itu, ia adalah sultan ke-12 dari Kesultanan Siak. Sultan Kasim II dinobatkan menjadi sultan ketika ia berumur 23 tahun, menggantikan ayahnya. Sultan Syarif Hasyim. Pada tanggal 13 Maret 1915 ia mendapat gelar Sultan Assyaidis Syarif Kasim Sani Abdul Jalil Syaifuddin. Pada tahun 1908, ketika Sultan kecil masih menuntut ilmu di Batavia, ayahandanya meninggal dunia. Saat itu pula Sayid Kasim masih berumur 16 tahun. Oleh karena itu, beliau tidak langsung dinobatkan menjadi raja, menggantikan ayahandanya. Untuk diangkatlah dua orang pejabat, yaitu Tengku Besar Sayed Syagaf dan Datuk Lima Puluh selama kurang lebih 7 tahun. Kepergiannya ke Batavia adalah inisiatif dari ayahnya sendiri, yaitu untuk memperdalam ilmu hukum agama Islam dan hukum Ketatanegaraan. Dalam hukum Islam beliau diasuh oleh Sayed Husen Aidit, sedangkan hukum ketatanegaraan beliau diajarkan oleh Prof. Snock Hurgronye pada Institut Beck en Volten Batavia. Selama mendalami pendidikan beliau memperoleh tempaan semangat kebangsaan pergerakan nasional yang digerakkan oleh para pemuda untuk melepaskan diri dari penjajahan. Tahun 1908 adalah puncak kekesalannya kepada belanda, dikarenakan bergabungnya beliau dengan pergerakan nasional di jakarta. Selama 11 tahun Beliau mengecap pendidikan di pulau Jawa. Pada tanggal 3 Maret 1915 Beliau dinobatkan sebagai Sultan Siak XII dengan gelar Sultan yang dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil Syaifuddin. Sultan Syarif Kasim II adalah seorang yang antikolonial dan menolak Muhammad Hafiz. AoPendidikan Di Kerajaan Siak Sri Indrapura Telaah Historis Pendidikan Di Era Sultan Syarif Kasim IIAo. Tesis, 2012, 1Ae161