KONTRIBUSI CURAHAN TENAGA KERJA PEREMPUAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI KECAMATAN PEDAMARAN KABUPATEN OKI Contribution of Female Labor Output to Household Income In Pedamaran District. OKI Regency Maulidia Tri Yuliani1* . Khairul Fahmi Purba 2 . Meitry Firdha Tafarini3 . Azqia Wardani 4 . Yulian Junaidi 5 . Huanza6 . Etika Fuji Lestari7 Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya *Coresponding Author: maulidiauly@fp. Abstrak Perempuan memiliki peran yang tidak kalah pentingnya dibandingkan pria dalam rumah tangga. Kontribusi tenaga dan penghasilan perempuan sering kali tidak dipertimbangkan sehingga nilainya dalam mendukung pendapatan rumah tangga kurang diapresiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kontribusi curahan tenaga kerja perempuan terhadap pendapatan rumah tangga di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara sensus yaitu melakukan wawancara pada semua anggota perempuan yang tergabung dalam unit usaha pembuat kemplang dan pengrajin purun. Total responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah 48 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan total rata-rata curahan waktu kerja prempuan untuk unit usaha pengrajin purun sebesar 2,6 jam perhari dan selama 1 minggu rata-rata bekerja selama 4,7 hari kerja dan unit usaha pembuat kemplang curahan waktu kerja lebih lama yaitu sebesar 4,6 jam per hari dan 5,8 hari kerja dalam 1 minggu. Kontribusi yang diberikan masih tergolong kecil karena dibawah 50% dari total pendapatan rumah tangga yaitu dari usaha pengrajin purun hanya sebesar 33,33% dan usaha pembuat kemplang memberikan kontribusi sebesar 40,71%. Temuan ini mengisyaratkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membantu pendapatan dan menopang ekonomi rumah Perlunya pemberdayaan perempuan untuk memposisikan peran perempuan pedesaan dalam kontribusi ekonomi rumahh tangga. Kata Kunci: Curahan Tenaga Kerja. Ekonomi Rumah Tangga. Kontribusi Pendapatan. Pemberdayaan Perempuan. Abstract Women play an equally vital role as men in term of households. However, womenAos contributions in terms of labor and income are inconsiderable. Consequently, the contribution in supporting household income being undervalued. This study aims to assess the contribution of womenAos labor allocation to household income in Pedamaran District. OKI Regency. A survey method with a descriptive quantitative approach was employed. Data were collected through a census by interviewing to all female involved in kemplang and purun small business. The respondents consisted of 48 women engaged in kemplang and purun handicraft small businesses. The results reveal that Kontribusi Curahan Tenaga Kerja Perempuan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI Maulidia Tri Yuliani. Khairul Fahmi Purba. Meitry Firdha Tafarini. Azqia Wardani. Yulian Junaidi . Huanza. Etika Fuji Lestari women working in purun handicraft small businesses spent an average of 2. 6 hours for a day and 5. working days for a week. Meanwhile, those involved in kemplang small business devoted an average 6 hours for a day and 5. 8 working days for a week. Obviously, the contribution of womenAos income remains relatively low, accounting for less than 50% of total household income Ai33. from purun hancrafts and 40. 71% from kemplang. Nevertheless, the findings highlight the crucial role of women in supporting household income and sustaining family economic well-being. The women empowerment program is needed to to strengthen the position of rural women in contributing to household economy. Keyw ord: Labor Allocation. Household Economy. Income Contribution. Women Empowement PENDAHULUAN Kaum perempuan memiliki peran yang tidak kalah pentingnya dibandingkan kaum pria, sejalan dengan perkembangan zaman. Perkembangan ini membawa konsekuensi dimana perempuan dituntut untuk tidak hanya bekerja mengurus rumah tangga, tetapi juga harus dapat bekerja di luar rumah untuk menambah penghasilan rumah tangga. Perempuan ikut dituntut mensejahterakan rumah tangga dengan cara memilih bekerja diluar sebagai pedagang, pekerja industri atau menjadi pengusaha. Faktor usia individu yang semakin bertambah akan meningkatkan penawaran tenaga kerja yang semakin besar, meskipun pada titik tertentu penawaran akan menurun seiring dengan usia yang makin bertambah (Prawirasari & Ridho, 2. Menurut Norfahmi et al. , 2. Curahan waktu kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah Pendidikan. Pengalaman bekerja dan Jumlah tanggungan anggota rumah tannga. Salah satu masalah utama dalam ketenagakerjaan adalah produktivitas tenaga kerja yang rendah. Tenaga kerja yang berasal dari keluarga, melibatkan anggota keluarga yang dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, baik itu suami, istri dan anak. Peran aktif perempuan di pedesaan tidak hanya sebagai ibu rumah tangga tetapi juga dalam perolehan pendapatan rumah tangga melalui kegiatan lain yang dilakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan (Selan & Hutapea, 2. Peran serta perempuan dalam aktivitas meningkatkan pendapatan sudah berlangsung sejak lama. Terdapat 2 tipe perempuan dalam rumah tangga yang digolongkan berdasarkan tingkat ekonominya: . Keluarga dimana perempuan bebas menjalankan aktivitas dan mempunyai posisi tawar yang lebih kuat dalam pengambilan keputusan, umumnya merupakan perempuan dengan tingkat perekonomian keluarganya menengah ke bawah. Keluarga dimana perempuan masih sangat bergantung pada suami, umumnya perempuan dengan tingkat perekonomian keluarganya dapat digolongkan cukup tinggi. Cara untuk mengukur peran perempuan dalam rumah tangga adalah melalui alokasi waktu yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, pada setiap harinya (Agouw et al. Besarnya curahan waktu kerja memberikan kontribusi terhadap pendapatan rumah Kontribusi pendapatan perempuan adalah sumbangan pendapatan yang diberikan perempuan terhadap pendapatan rumah tangga yang diperoleh dari kegiatan diluar rumah yang dikerjakan baik sebagai pekerja buruh, berdagang dan kegiatan lainnya yang memberikan upah dalam mengerjakannya (Pariyanti, 2. Diketahui bahwa kontribusi rata-rata pendapatan perempuan di pedesaan sekitar 48,22%. Bahkan untuk perempuan yang berstatus janda, kontribusi pendapatannya bisa mencapai 100%, karena dia harus memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dan keluarganya. Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 Kontribusi Curahan Tenaga Kerja Perempuan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI Maulidia Tri Yuliani. Khairul Fahmi Purba. Meitry Firdha Tafarini. Azqia Wardani. Yulian Junaidi . Huanza. Etika Fuji Lestari Hal ini berarti pendapatan perempuan tidak dapat dikatakan hanya sebagai pendapatan tambahan saja melainkan juga sebagai sumber pendapatan rumah tangga yang utama (Assa et al. , 2. Menurut Asriyani et al. , 2017 menyatakan bahwa dalam realitanya, curahan kerja perempuan yang bekerja sebagai buruh antara 6-8 jam perhari. Selain bekerja sebagai buruh, umumnya mereka juga mempunyai pekerjaan sampingan seperti membuat kerupuk, berdagang, pembantu rumah tangga dan lain-lain. Belum lagi aktivitas dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti: pengajian dan PKK. Ini berarti waktu yang dicurahkan perempuan pedesaan dalam kegiatan produktif sangat padat dan masih ditambah dengan kegiatan reproduktif untuk mengurus keluarganya. Sehingga dapat dikatakan bahwa peran ganda perempuan pedesaan di dalam keluarga dan masyarakat sangat besar. Pendapatan rumah tangga adalah jumlah pendapatan seluruh anggota keluarga yang bekerja selama satu tahun, baik dari sektor pertanian maupun dari luar sektor pertanian. Pendapatan perempuan yang berkeluarga akan memberikan kontribusi besar pada perekonomian keluarga kemungkinan istri akan tetap memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan meski suami kembali bekerja dan berpenghasilan layak, jadi, sangat penting untuk memperhatikan istri sebagai pencari nafkah bagi keluarga di tempat kerja sekaligus sebagai penggerak perekonomian (Unu et al. , 2. Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir, memiliki ciri khas sebagai daerah penghasil kerajinan purun dan juga terdapat banyak UMKM kemplang panggang atau biasa disebut kemplang tunu menurut bahasa daerah setempat. Tanaman purun merupakan tanaman yang tumbuh di lahan gambut berbentuk seperti rumput, tanaman ini digunakan sebagai bahan baku produk anyaman. Kedua kegiatan usaha ini didominasi oleh perempuan dalam pengerjaannya. Kedua kegiatan tersebut dapat memberikan tambahan pendapatan yang digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, kontribusi tenaga dan penghasilan perempuan sering kali tidak tercatat secara formal, sehingga nilainya dalam mendukung pendapatan rumah tangga kurang dihargai (Wibowo et al. , 2. Penelitian ini penting dilakukan untuk menganalisis seberapa besar kontribusi curahan tenaga kerja perempuan berpengaruh terhadap pendapatan rumah tangga dengan tujuan untuk mengidentifikasi karakteristik yang bekerja dan mengukur kontribusi curahan tenaga kerja perempuan terhadap pendapatan rumah tangga di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif dengan metode Pendekatan kuantitatif dipilih karena mampu memberikan gambaran yang terukur, objektif, dan dapat diuji secara statistik mengenai kontribusi tenaga kerja perempuan terhadap pendapatan rumah tangga. Sementara itu, sifat deskriptif dari penelitian ini dimaksudkan untuk menjelaskan kondisi nyata di lapangan sebagaimana adanya, tanpa melakukan manipulasi variabel. Melalui kombinasi kedua pendekatan tersebut, penelitian diharapkan mampu menghadirkan data yang komprehensif sekaligus akurat mengenai peran ekonomi perempuan dalam rumah tangga. Lokasi penelitian ditetapkan di Kecamatan Pedamaran. Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja . dengan pertimbangan bahwa wilayah ini memiliki jumlah perempuan pekerja atau perempuan pelaku usaha rumah tangga yang cukup signifikan, terutama mereka yang terlibat dalam kegiatan ekonomi berbasis kerajinan dan produksi pangan olahan. Populasi penelitian mencakup seluruh perempuan Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 Kontribusi Curahan Tenaga Kerja Perempuan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI Maulidia Tri Yuliani. Khairul Fahmi Purba. Meitry Firdha Tafarini. Azqia Wardani. Yulian Junaidi . Huanza. Etika Fuji Lestari yang bekerja atau menjalankan usaha dalam lingkup rumah tangga mereka, sehingga penelitian dapat menangkap dinamika kontribusi pendapatan secara lebih menyeluruh. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sensus, yaitu dengan mewawancarai seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria penelitian. Teknik ini dipilih agar data yang diperoleh benar-benar merepresentasikan kondisi sebenarnya tanpa potensi bias pemilihan sampel. Adapun responden terdiri dari dua kelompok utama, yaitu tenaga kerja perempuan yang tergabung dalam kelompok pengrajin purun sebanyak 20 orang, serta perempuan pelaku usaha kemplang sebanyak 28 orang. Dengan demikian, total jumlah responden dalam penelitian ini adalah 48 orang yang seluruhnya berasal dari Kecamatan Pedamaran. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung menggunakan instrumen kuisioner terstruktur. Kuisioner tersebut memuat sejumlah pertanyaan yang dirancang untuk mengukur aspek-aspek kontribusi ekonomi, karakteristik pekerjaan, dan persepsi responden terhadap peran mereka dalam menunjang pendapatan keluarga. Sebagian besar pertanyaan menggunakan skala Likert . Ae. untuk memudahkan analisis numerik dan interpretasi statistik. Melalui teknik pengumpulan data ini, peneliti dapat memperoleh informasi primer yang reliabel, rinci, serta relevan dengan tujuan penelitian. Menurut Amheka et al. mengukur curahan waktu kerja dan kontribusi pendapatan didapat dari: Mengukur curahan waktu kerja Curahan waktu kerja = Total jam kerja yang digunakan dalam satu hari penuh. Didapatkan dari total jam kerja yang dihabiskan oleh tenaga kerja perempuan dalam satu periode tertentu. Dalam penelitian ini ukuran periode waktu kerja dilihat selama 1 minggu. Mengukur kontribusi pendapatan Persentase Kontribusi Pendapatan Perempuan yaycE= (TPP/TPRT) X 100% : kontribusi pendapatan TPP : total pendapatan perempuan TPRT : total pendapatan rumah tangga Untuk menetapkan besar kecilnya kontribusi curahan tenaga kerja perempuan terhadap pendapatan rumah tangga adalah: - Jika kontribusi pendapatan perempuan terhadap pendapatan < 50%, maka kontribusi pendapatan perempuan kecil. - Jika kontribusi pendapatan perempuan terhadap pendapatan usahatani = 50% maka kontribusi pendapatan perempuan sedang. - Jika kontribusi kontribusi pendapatan perempuan terhadap pendapatan usahatani > 50% maka kontribusi pendapatan perempuan besar. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Karakteristik sosiodemografi responden dalam penelitian ini terdiri dari perempuan yang bekerja sebagai pengrajin purun dan pembuat kemplang. Karakteristik sosiodemografi yang ditinjau meliputi umur, pendidikan, jumlah anggota rumah tangga dan pengalaman Kelompok usaha pengrajin purun dari aspek umur, responden didominasi oleh kelompok umur produktif menengah hingga lanjut. Sebanyak 5 orang . ,00%) berumur 21Ae 30 tahun, 3 orang . ,00%) berumur 31Ae40 tahun, 6 orang . ,00%) berada pada rentang 41Ae Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 Kontribusi Curahan Tenaga Kerja Perempuan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI Maulidia Tri Yuliani. Khairul Fahmi Purba. Meitry Firdha Tafarini. Azqia Wardani. Yulian Junaidi . Huanza. Etika Fuji Lestari 50 tahun, dan 6 orang lainnya . ,00%) berumur 51Ae60 tahun, sama halnya dengan kelompok usaha kemplang mayoritas responden berada dalam kelompok umur produktif menengah hingga lanjut. Sebanyak 12 orang . ,86 %) berada pada rentang 31-40 tahun, 15 orang . ,57 %) berumur 41-50 tahun dan 1 orang . ,57%) berumur pada rentang 51-60 tahun. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden baik dari kelompok usaha pengrajin purun dan pembuat kemplang berada pada usia matang. Dari sisi tingkat pendidikan, responden berasal dari latar belakang pendidikan yang Untuk kelompok pengrajin purun sebanyak 6 orang . ,00%) berpendidikan SD, 3 orang . ,00%) menamatkan SMP, 6 orang . ,00%) lulusan SMA, serta 5 orang . ,00%) memiliki pendidikan D3 atau S1. Untuk kelompok usaha kemplang terdapat 3 orang . ,71 %) yang tidak sekolah, menamatkan SD, 10 orang . ,71%), lulusan SMP, 6 orang . ,43%) dan lulusan SMA, 9 orang . ,14%). Hal ini memperlihatkan bahwa meskipun terdapat peserta dengan pendidikan rendah, namun ada pula sebagian yang berpendidikan tinggi sehingga dapat menjadi motor penggerak dalam usaha yang dijalankan. Berdasarkan jumlah anggota rumah tangga, sebagian besar peserta memiliki jumlah anggota rumah tangga dalam kategori sedang hingga tinggi. Untuk kelompok usaha pengrajin purun, sebanyak 4 orang . ,00%) memiliki 0Ae2 anggota rumah tangga, 9 orang . ,00%) memiliki 3Ae4 anggota rumah tangga, sementara 7 orang . ,00%) memiliki anggota rumah tangga Ou5 orang dan untuk kelompok usaha pembuat kemplang sebanyak 10 orang . ,71%) memiliki 0-2 anggota rumah tangga, 16 orang . ,14%) memiliki anggota rumah dan 2 orang . ,14%) memiliki Ou5 orang anggota rumah tangga. Kondisi ini mencerminkan adanya kebutuhan ekonomi yang cukup besar, sehingga curahan tenaga kerja perempuan memiliki kontribusi terhadap pendapatan rumah tangga. Dari aspek pengalaman kerja responden perempuan baik pada kelompok pengrajin purun dan kemplang, mayoritas responden telah cukup lama berkecimpung dalam kegiatan usaha yang mereka jalanin. Pengalaman yang cukup dalam menjalankan usaha dapat menjadi kekuatan dan keunggulan perempuan untuk terus dapat menekuni bidang usaha dalam berkontribusi terhadap pendapatan rumah tangga. Untuk kelompok usaha purun terdapat 19 orang . ,00%) memiliki pengalaman 1Ae5 tahun, sementara 1 orang . ,00%) memiliki pengalaman 5-10 tahun. Untuk kelompok pembuat kemplang sebanyak 4 orang . ,29%) memiliki pengalaman 1-5 tahun, sebanyak 3 orang . ,71%) memiliki pengalaman 6-10 tahun, sebanyak 12 orang . ,86%) memiliki pengalaman 11-15 tahun dan sebanyak 9 orang . ,14%) memiliki pengalaman diatas 15 tahun. Secara keseluruhan, karakteristik ini menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini memiliki profil yang potensial. Usia yang matang, latar belakang pendidikan yang beragam, pengalaman kerja yang cukup, serta motivasi ekonomi karena jumlah anggota rumah tangga yang tinggi menjadikan mereka sasaran yang tepat untuk menjadi objek penelitian terkait kontribusi curahan tenaga kerja perempuan terhadap pendapatan rumah tangga. Data lengkap karakteristik sosiodemografi dapat di lihat pada Tabel 1. Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 Kontribusi Curahan Tenaga Kerja Perempuan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI Maulidia Tri Yuliani. Khairul Fahmi Purba. Meitry Firdha Tafarini. Azqia Wardani. Yulian Junaidi . Huanza. Etika Fuji Lestari Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Sosiodemografi Responden Tenaga Kerja Perempuan Usaha Kemplang Karakteristik Frekuensi Umur Persentase (%) Usaha Pengrajin Purun Frekuensi Persentase (%) 42,86 53,57 3,57 Tidak Sekolah 10,71 SMP SMA D3/S1 35,71 21,43 32,14 Jumlah Anggota Rumah Tangga Ou5 35,71 57,14 7,14 Pengalaman Kerja >15 14,29 10,71 42,86 32,14 Pendidikan Sumber: data setelah diolah 2025 Curahan Waktu Kerja Tenaga kerja perempuan adalah seorang perempuan yang mampu melakukan kegiatan ataupun pekerjaan baik di dalam maupun di luar hubungan kerja sehingga menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun kebutuhan rumah tangga (Hardiana et al. , 2. Curahan waktu kerja adalah jumlah waktu yang dialokasikan untuk melakukan serangkaian kegiatan yang biasa dilakukan di dalam dan luar rumah tangga dalam satuan waktu atau jam. Jumlah jam kerja yang dicurahkan pada suatu kegiatan dipengaruhi oleh produktivitas tenaga kerja pada kegiatan tersebut, artinya semakin tinggi produktivitas tenaga kerja mendorong orang untuk mencurahkan waktu kerja lebih lama. Curahan tenaga kerja perempuan dalam kegiatan ekonomi rumah tangga di Kecamatan Pedamaran meliputi pekerjaan sebagai pengrajin purun dan usaha pembuat Dari hasil wawancara yang telah dilakukan responden menyatakan kedua unit usaha ini dilakukan dari rumah dengan tujuan dapat membantu memberikan kontribusi pendapatan rumah tangga tanpa harus meninggalkan tangung jawab domestik, seperti kegiatan memasak, mencuci dan kegiatan rumah lainnya. Motivasi untuk mendukung suami juga menjadi alasan penting dalam menjalankan usaha meskipun kegiatan usaha dilakukan dari dalam rumah namun tettep dapat menunjukkan adanya bentuk kerjasama ekonomi Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 Kontribusi Curahan Tenaga Kerja Perempuan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI Maulidia Tri Yuliani. Khairul Fahmi Purba. Meitry Firdha Tafarini. Azqia Wardani. Yulian Junaidi . Huanza. Etika Fuji Lestari dalam rumah tangga yang bersifat partisipatif. Dimana Perempuan tidak hanya berperan sebagai pengurus rumah tangga tetapi juga sebagai partner ekonomi dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga. Curahan waktu kerja yang dihiung dalam penelitian ini menggunakan ukuran periode waktu kerja dilihat selama 1 minggu. Berikut data lengkap mengenai curahan waktu kerja berdasarkan jam kerja dan hari kerja dapat di lihat pada Tabel 2. Tabel 2. Curahan Waktu Kerja Perempuan Berdasarkan Jam dan Hari Kerja dalam 1 Minggu Jenis Kegiatan Curahan Waktu Kerja JOK (Jam Orang Kerj. HOK (Hari Orang Kerj. Pengrajin Purun Pembuat Kemplang Sumber: data setelah diolah 2025 Hasil analisis menunjukkan total rata-rata curahan waktu kerja prempuan di Kecamatan Pedamaran untuk unit usaha pengrajin purun sebesar 2,6 jam perhari dan selama 1 minggu rata-rata bekerja selama 4,7 hari kerja. Sedangkan unit usaha pembuat kemplang curahan waktu kerja lebih lama yaitu sebesar 4,6 jam per hari dan 5,8 hari kerja dalam 1 Kontribusi Pendapatan Kontribusi pendapatan perempuan merupakan sumbangan pendapatan berupa uang yang diberikan dari perempuan yang telah melakukan kegiatan usaha untuk rumah tangganya dengan indikator jumlah pendapatan yang diterima dan jumlah uang yang diberikan kepada rumah tangganya (Sahetapy et al. , 2. Pendapatan rumah tangga merupakan total pendapatan yang diperoleh dari seluruh anggota rumah tangga baik dari suami, istri maupun anak yang sudah memiliki pekerjaan dan mendapatkan upah atas pekerjaannya. Dari hasil analisis didapatkan kontribusi pendapatan perempuan di Kecamatan Pedamaran yang didapat dari usaha pengerajin purun dan pembuat kemplang masing-masing berkontribusi terhadap pendapatan total keluarga di bawah 50%. Artinya kontribusi yang diberikan masih tergolong rendah. Dimana pendapatan rata-rata perempuan usaha pengrajin purun hanya mendapatkan Rp. 000 perbulannya dengan total rata-rata pendapatan rumah tangga sebesar Rp. 000 perbulan maka didapatkan kontribusinya sebesar 33,33%. Sedangkan untuk usaha pembuat kemplang memberikan kontribusi sebesar 40,71% atau senilai Rp. 000 perbulan dengan total rata-rata pendapatan rumah tangga perbulan sebesar Rp. Berikut data lengkap terkait besaran kontribusi pendapatan perempuan perbulan terhadap pendapatan total rumah tangga perbulan dapat di lihat pada Tabel 3. Tabel 3. Kontribusi Pendapatan Perempuan Terhadap Pendapatan Total Rumah Tangga Kontribusi Pendapatan Pendapatan total Jenis Kegiatan Perempuan Persentase (%) (Rp/Bula. (Rp/Bula. Pengrajin Purun Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 33,33333 Kontribusi Curahan Tenaga Kerja Perempuan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI Maulidia Tri Yuliani. Khairul Fahmi Purba. Meitry Firdha Tafarini. Azqia Wardani. Yulian Junaidi . Huanza. Etika Fuji Lestari Pembuat Kemplang Sumber: data setelah diolah 2025 40,71429 SIMPULAN Prempuan memiliki peran penting dalam menopang ekonomi rumah tangga melalaui kontribusi curahan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan total rata-rata curahan waktu kerja prempuan untuk unit usaha pengrajin purun sebesar 2,6 jam perhari dan selama 1 minggu rata-rata bekerja selama 4,7 hari kerja dan unit usaha pembuat kemplang curahan waktu kerja lebih lama yaitu sebesar 4,6 jam per hari dan 5,8 hari kerja dalam 1 minggu. Kontribusi yang diberikan masih tergolong kecil karena dibawah 50% dari total pendapatan rumah tangga yaitu dari usaha pengrajin purun sebesar 33,33% dan usaha pembuat kemplang memberikan kontribusi sebesar 40,71%. Besarnya kontribusi dipengaruhi oleh beberapa hal seperti umur, tingkat pendidikan, jumlah anggota rumah tangga, dukungan suami dan juga pengalaman kerja yang luas cenderung memberikan kontribusi pendapan yang besar. Dengan demikian, peningkatan kontribusi linier dengan peningkatan partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi perlu terus didukung dengan program pemberdayaan dan pelatihan keterampilan sehingga peran perempuan dalam mendukung ekonomi rumah tangga dapat DAFTAR PUSTAKA