Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Bisnis 5. : 11-22 https://jurnal. net/index. php/jikab doi: https://doi. org/10. 53088/jikab. ISSN: 2962-2433 Analisis Perspektif Keuangan. Pelanggan. Proses Bisnis Internal. Pembelajaran dan Pertumbuhan Terhadap Kinerja Koperasi Konsumen Karyawan RS Kasih Ibu Surakarta dengan Menggunakan Pendekatan Balanced Scorecard Dewi Saparni. LMS Kristiyanti2. Rukmini3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Institut Teknologi Bisnis AAS Indonesia. Sukoharjo. Indonesia 1,2,3 Alamat Email: saparni@gmail. *, lms. kristiyanti@yahoo. id2, rukmini. aas@gmail. Sitasi Artikel: Saparini. Kristiyanti. , & Rukmini. Analisis Perspektif Keuangan. Pelanggan. Proses Bisnis Internal. Pembelajaran dan Pertumbuhan Terhadap Kinerja Koperasi Konsumen Karyawan RS Kasih Ibu Surakarta dengan Menggunakan Pendekatan Balanced Scorecard. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Bisnis, 5. , 11Ae22. https://doi. org/10. 53088/jikab. Abstract: This study examines the effect of the four Balanced Scorecard perspectives on the financial performance of the Employee Consumer Cooperative of Kasih Ibu Hospital Surakarta. Using a quantitative explanatory approach, data were collected from 87 cooperative members selected through the Slovin formula and analyzed using multiple linear regression. The results indicate that the financial perspective and internal business process perspective have a significant positive effect on financial performance, whereas the customer perspective and learning and growth perspective do not show a significant effect. The proposed model explains 81. 6% of the variation in the cooperative's financial performance. These findings provide additional empirical evidence on the application of the Balanced Scorecard in consumer cooperatives and suggest that financial management and internal business processes remain important considerations for improving cooperative performance. Keywords: Balanced Scorecard. Cooperative. Financial Performance. Financial Perspective. Internal Business Process. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh empat perspektif Balanced Scorecard terhadap kinerja keuangan Koperasi Konsumen Karyawan RS Kasih Ibu Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan sampel sebanyak 87 anggota koperasi yang dipilih menggunakan rumus Slovin, sedangkan data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif keuangan dan perspektif proses bisnis internal berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan koperasi, sedangkan perspektif pelanggan serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan tidak menunjukkan pengaruh yang Model penelitian mampu menjelaskan 81,6% variasi kinerja keuangan koperasi. Temuan ini memberikan tambahan bukti empiris mengenai penerapan Balanced Scorecard pada koperasi konsumen serta menunjukkan pentingnya penguatan pengelolaan keuangan dan efektivitas proses bisnis internal dalam mendukung kinerja koperasi. Kata Kunci: Balanced Scorecard. Kinerja Keuangan. Koperasi. Perspektif Keuangan. Proses Bisnis Internal. Pendahuluan Koperasi merupakan salah satu bentuk badan Dalam menjalankan fungsinya, koperasi dituntut tidak hanya mampu menjaga kinerja keuangan, tetapi Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Saparini. Kristiyanti. , & Rukmini. Analisis Perspektif Keuangan. Pelanggan. Proses Bisnis Internal. Pembelajaran dan Pertumbuhan Terhadap Kinerja Koperasi Konsumen Karyawan RS Kasih Ibu Surakarta dengan Menggunakan Pendekatan Balanced Scorecard. juga meningkatkan kualitas pelayanan, efektivitas Ratnaningrum & Aryani, . yang menunjukkan proses operasional, serta kapasitas organisasi agar bahwa BSC telah banyak digunakan di berbagai tetap mampu beradaptasi terhadap perubahan sektor dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. lingkungan usaha. Koperasi Konsumen Karyawan RS Kasih Ibu Surakarta memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui penyediaan barang dan jasa. Namun, menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah . , terjadi penurunan Hal Oleh karena itu, pengukuran kinerja yang hanya berfokus pada aspek keuangan dinilai belum mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi organisasi. untuk mengevaluasi kinerja organisasi secara komprehensif adalah Balanced Scorecard (BSC). Pendekatan yang dikembangkan oleh Kaplan dan perspektif, yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan Keempat memungkinkan organisasi menilai keterkaitan antara pencapaian finansial dengan faktor-faktor nonkeuangan yang mendukung keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang. Penerapan BSC juga relevan di sektor publik, sebagaimana ditunjukkan dalam studi Fitriandari et al. mengenai evaluasi kinerja di Polda Jawa Timur. Meskipun disesuaikan untuk kebutuhan sektor publik, perspektif BSC tetap relevan dalam termasuk koperasi. Warsida dan Lestari . menunjukkan bahwa pendekatan BSC memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kinerja koperasi dibandingkan indikator keuangan. Hasil serupa juga ditunjukkan Islamidina Fitriah menjelaskan bahwa penggunaan empat perspektif Balanced Scorecard mengevaluasi efektivitas pengelolaan strategi dan Dengan Balanced Scorecard tidak hanya berfungsi sebagai alat pengukuran, tetapi juga sebagai dasar dalam proses evaluasi dan pengambilan keputusan manajerial. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan Norton Penerapan Balanced Scorecard telah banyak Meskipun demikian, hasil penelitian mengenai masing-masing Scorecard Balanced menunjukkan temuan yang beragam. Beberapa penelitian melaporkan bahwa perspektif keuangan dan proses bisnis internal memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja organisasi, sedangkan penelitian lainnya menunjukkan bahwa perspektif pertumbuhan tidak selalu memberikan pengaruh yang konsisten terhadap kinerja. Perbedaan hasil tersebut mengindikasikan bahwa efektivitas setiap perspektif Balanced Scorecard dapat dipengaruhi oleh karakteristik organisasi, sistem pengelolaan, maupun lingkungan operasional yang berbeda. Dalam organisasi yang berorientasi pada pengembangan sumber daya. Keselarasan antara anggota menyebabkan hubungan antar perspektif strategi organisasi dan indikator kinerja utama Balanced Scorecard tidak selalu sama dengan menjadi kunci keberhasilan penerapan BSC dalam organisasi bisnis pada umumnya. Selain dituntut konteks tersebut. Hal itu juga diperkuat oleh menjaga kesehatan keuangan, koperasi juga harus Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Binis, 2026. : 11-22. keuangan sebagai indikator yang mencerminkan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan mengembangkan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. Oleh karena itu, evaluasi terhadap keempat perspektif Balanced Scorecard nonkeuangan, perspektif keuangan tetap menjadi menjadi penting untuk memperoleh gambaran ukuran akhir . ag indicato. yang menunjukkan mengenai faktor-faktor yang berkaitan dengan pencapaian kinerja koperasi. menghasilkan kinerja yang diharapkan. Pada Koperasi Konsumen Karyawan RS Kasih Ibu Surakarta merupakan salah satu koperasi yang berperan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi anggotanya melalui penyediaan barang dan jasa. Sebagai organisasi yang melayani anggota dengan Balanced Scorecard mencerminkan kemampuan memperoleh sisa hasil usaha (SHU), tetapi juga menggambarkan efisiensi pengelolaan aset, likuiditas, serta keberlanjutan usaha dalam memenuhi kebutuhan anggota. Secara teoritis, pengelolaan keuangan yang memerlukan sistem evaluasi kinerja yang tidak efektif memungkinkan organisasi mengalokasikan hanya memperhatikan aspek finansial, tetapi juga sumber daya secara lebih efisien sehingga mampu mempertimbangkan dimensi pelayanan, efektivitas meningkatkan kinerja organisasi. Pengendalian biaya operasional, pengelolaan arus kas, serta Meskipun Penggunaan Balanced Scorecard diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi kinerja koperasi berdasarkan pencapaian tujuan keuangan koperasi. berbagai perspektif yang saling berkaitan. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan Berdasarkan uraian tersebut, masih terdapat kebutuhan untuk mengkaji kembali hubungan keuangan dan kinerja organisasi. Saputra et al. antara perspektif keuangan, pelanggan, proses . menjelaskan bahwa kemampuan koperasi dalam mengelola aspek keuangan berkontribusi pertumbuhan terhadap kinerja keuangan koperasi, terhadap keberlanjutan operasionalnya. Penelitian khususnya pada koperasi konsumen berbasis Febrianto perspektif keuangan menjadi salah satu dimensi yang memperoleh perhatian utama dalam evaluasi perspektif Balanced Scorecard terhadap kinerja kinerja koperasi menggunakan Balanced Scorecard. Penelitian keuangan Koperasi Konsumen Karyawan RS Kasih Ibu Surakarta. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan tambahan bukti empiris mengenai penerapan Balanced Scorecard pada koperasi serta menjadi bahan pertimbangan bagi pengelola penyempurnaan strategi pengelolaan organisasi. Berdasarkan argumentasi teoritis dan hasil penelitian sebelumnya, semakin baik pengelolaan perspektif keuangan, semakin besar peluang koperasi mencapai kinerja keuangan yang lebih Oleh karena itu dirumuskan hipotesis sebagai H1: Perspektif keuangan berpengaruh terhadap kinerja Tinjauan Teoritis 1 Perspektif Keuangan dan Kinerja Keuangan Koperasi keuangan koperasi. 2 Perspektif Pelanggan dan Kinerja Keuangan Koperasi Balanced Scorecard menempatkan perspektif Perspektif pelanggan dalam Balanced Scorecard Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Saparini. Kristiyanti. , & Rukmini. Analisis Perspektif Keuangan. Pelanggan. Proses Bisnis Internal. Pembelajaran dan Pertumbuhan Terhadap Kinerja Koperasi Konsumen Karyawan RS Kasih Ibu Surakarta dengan Menggunakan Pendekatan Balanced Scorecard. mengelola proses operasional secara efektif dan efisien untuk menghasilkan nilai bagi pelanggan Dalam Balanced Scorecard, loyalitas, serta hubungan jangka panjang. Dalam perspektif ini meliputi proses inovasi, proses koperasi, pelanggan sekaligus merupakan anggota operasional, serta pelayanan yang mendukung sehingga kualitas pelayanan menjadi salah satu pencapaian tujuan strategis organisasi. faktor yang diharapkan mampu mempertahankan partisipasi anggota dalam kegiatan koperasi. Secara konseptual, anggota yang merasa puas pelayanan kepada anggota, efisiensi operasional, serta kemampuan organisasi dalam melakukan perbaikan proses secara berkelanjutan. Semakin Kondisi efektif proses internal yang dijalankan, semakin besar peluang koperasi meningkatkan efisiensi terhadap peningkatan pendapatan koperasi dalam biaya dan kualitas pelayanan yang pada akhirnya jangka panjang. Namun demikian, pengaruh dapat mendukung pencapaian kinerja keuangan. Pada koperasi, efektivitas proses bisnis tercermin perspektif pelanggan terhadap kinerja keuangan tidak selalu bersifat langsung karena sering kali dipengaruhi oleh karakteristik organisasi maupun perilaku anggota. Penelitian Praya . menjelaskan bahwa efisiensi proses operasional berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas organisasi. Hasil penelitian Astuti et . juga menunjukkan bahwa proses bisnis Nugraheni . bahwa kepuasan anggota merupakan salah satu dengan pencapaian kinerja organisasi. Temuan indikator penting dalam menilai keberhasilan tersebut mengindikasikan bahwa kualitas proses pelayanan koperasi. Sementara itu. Farah et al. internal merupakan salah satu faktor penting yang . menjelaskan bahwa hubungan yang baik mendukung keberhasilan implementasi Balanced antara koperasi dan anggotanya dapat mendukung Scorecard. Akan beberapa penelitian lain juga menunjukkan bahwa perspektif pelanggan tidak selalu berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, sehingga Berdasarkan argumentasi tersebut, hipotesis penelitian dirumuskan sebagai berikut. H3: Perspektif proses bisnis internal berpengaruh terhadap kinerja keuangan koperasi. memerlukan pengujian lebih lanjut pada berbagai 4 Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan konteks organisasi. terhadap Kinerja Keuangan Koperasi Berdasarkan Perspektif penelitian dirumuskan sebagai berikut. merupakan fondasi dalam Balanced Scorecard yang H2: Perspektif pelanggan berpengaruh terhadap kinerja menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia, sistem informasi, dan budaya keuangan koperasi. 3 Perspektif Proses Bisnis Internal dan Kinerja Keuangan Koperasi Perspektif organisasi sebagai pendukung keberhasilan strategi Perspektif peningkatan kapasitas organisasi agar mampu menggambarkan kemampuan organisasi dalam beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan kebutuhan pemangku kepentingan. Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Binis, 2026. : 11-22. Dalam memiliki hubungan dengan kinerja keuangan tersedianya sistem informasi yang memadai, serta terciptanya budaya organisasi yang mendukung penelitian (H1AeH. Kerangka konseptual tersebut inovasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas menjadi dasar dalam menjelaskan hubungan pelayanan dan efektivitas proses operasional. antarvariabel serta mengarahkan proses pengujian Namun pembelajaran dan pertumbuhan terhadap kinerja keuangan umumnya bersifat tidak langsung karena menghasilkan manfaat ekonomi. Siahaan et al. menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan koperasi. Idrus et al. juga menyatakan bahwa pengembangan kompetensi karyawan berpotensi meningkatkan Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian Sumber: Diadaptasi dari Kaplan & Norton . Meskipun beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengaruh perspektif pembelajaran dan pertumbuhan terhadap kinerja keuangan masih menghasilkan temuan yang beragam sehingga Metode Penelitian Penelitian hubungan tersebut perlu dikaji kembali pada kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori konteks koperasi. xplanatory researc. yang bertujuan menguji Berdasarkan penelitian dirumuskan sebagai berikut. H4: Perspektif pengaruh perspektif Balanced Scorecard terhadap kinerja keuangan Koperasi Konsumen Karyawan RS Kasih Ibu Surakarta. Populasi penelitian adalah berpengaruh terhadap kinerja keuangan koperasi. seluruh anggota koperasi yang berjumlah 696 orang per 31 Desember 2023. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan 5 Kerangka Konseptual Penelitian tingkat kesalahan . argin of erro. sebesar 10%. Kerangka Gambar sehingga diperoleh sebanyak 87 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random Balanced Scorecard, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif memiliki peluang yang sama untuk menjadi responden penelitian (Sugiyono, 2. pembelajaran dan pertumbuhan sebagai variabel independen terhadap kinerja keuangan koperasi sebagai variabel dependen. Model ini didasarkan pada konsep Balanced Scorecard yang menyatakan bahwa pencapaian kinerja organisasi tidak hanya dipengaruhi oleh aspek keuangan, tetapi juga oleh faktor nonkeuangan yang saling berkaitan. Dalam Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan koperasi (Y), sedangkan variabel independen terdiri atas perspektif keuangan (XCA), perspektif pelanggan (XCC), perspektif proses bisnis internal (XCE), serta perspektif pembelajaran dan (XCE). Operasionalisasi mengacu pada konsep Balanced Scorecard yang Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Saparini. Kristiyanti. , & Rukmini. Analisis Perspektif Keuangan. Pelanggan. Proses Bisnis Internal. Pembelajaran dan Pertumbuhan Terhadap Kinerja Koperasi Konsumen Karyawan RS Kasih Ibu Surakarta dengan Menggunakan Pendekatan Balanced Scorecard. dikembangkan oleh Kaplan dan Norton . menguji pengaruh masing-masing variabel secara Penelitian ini menggunakan variabel bebas berupa parsial, serta koefisien determinasi (Adjusted RA) untuk mengetahui kemampuan model dalam Balanced Scorecard, keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan. Variabel terikat adalah kinerja koperasi. Indikator pada perspektif keuangan didasarkan pada siklus bisnis Kaplan, yang meliputi tahap pertumbuhan, bertahan, dan menjelaskan variasi kinerja keuangan koperasi. Model penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Y = CA. X1 2. X2 3. X3 4. X4 e panen (Gunawan & Malik, 2021. Menna & Dengan keterangan: Y merupakan kinerja Temesvari, 2. Indikator pelanggan mencakup keuangan koperasi, adalah konstanta. CAAeCE kepuasan, hubungan pelanggan, dan kecepatan layanan (Laelasari et al. , 2. Seluruh indikator diukur menggunakan skala Likert lima poin, mulai keuangan. XCC adalah perspektif pelanggan. XCE dari 1 . angat tidak setuj. hingga 5 . angat setuj. adalah perspektif proses bisnis internal. XCE adalah Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada anggota koperasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan koperasi, dokumen pendukung, dan berbagai literatur yang Sebelum dilakukan analisis, instrumen penelitian diuji validitas menggunakan korelasi Product Moment Pearson Cronbach's Alpha. Instrumen dinyatakan valid apabila nilai koefisien XCA masing-masing sedangkan A merupakan galat . rror ter. Model tersebut digunakan untuk menguji pengaruh masing-masing Balanced Scorecard terhadap kinerja keuangan koperasi baik secara parsial maupun simultan. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Karakteristik responden disajikan pada Tabel 1 sedangkan reliabilitas dinyatakan memadai apabila nilai Cronbach's Alpha lebih besar dari 0,70 (Ghozali. Konsumen Karyawan RS Kasih Ibu Surakarta yang menjadi sampel penelitian. Berdasarkan jenis Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics versi 26. Tahapan analisis meliputi karakteristik responden dan variabel penelitian, dilanjutkan dengan pengujian asumsi klasik yang KolmogorovAeSmirnov. Koperasi kelamin, responden didominasi oleh perempuan sebanyak 56 orang . ,4%), sedangkan responden laki-laki berjumlah 31 orang . ,6%). Dari sisi usia, kelompok usia di atas 46 tahun merupakan kelompok terbesar dengan persentase 26,4%, diikuti kelompok usia 31Ae35 tahun sebesar 24,1%. Mayoritas berdasarkan nilai Tolerance dan Variance Inflation pendidikan sarjana sebanyak 63,2%, sedangkan Factor (VIF), uji heteroskedastisitas melalui Scatterplot, pascasarjana dan SMA/sederajat masing-masing sebesar 25,3% dan 11,5%. Berdasarkan masa DurbinAeWatson (Ghozali, 2. Setelah model keanggotaan, sebagian besar responden telah memenuhi asumsi klasik, pengujian hipotesis menjadi anggota koperasi selama 11Ae15 tahun dilakukan menggunakan analisis regresi linier . ,3%), diikuti anggota dengan masa keanggotaan berganda dengan uji F untuk menguji pengaruh kurang dari 10 tahun . ,6%). Karakteristik tersebut variabel independen secara simultan, uji t untuk Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Binis, 2026. : 11-22. Tabel 3. Hasil Uji Multikolinieritas Model berinteraksi dengan koperasi sehingga diharapkan Tabel 1. Deskripsi Responden Frekuensi Persentase Collinearity Statistics Tolerance VIF terhadap variabel yang diteliti. Karakteristik Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia 31 Ae 35 tahun 36 Ae 40 tahun 41 Ae 45 tahun Diatas 46 tahun Dibawah 30 tahun Tingkat Pendidikan Pascasarjana Sarjana SMA/Sederajat Masa Keanggotaan 11 Ae 15 tahun 16 Ae 20 tahun 21 Ae 25 tahun Diatas 26 tahun Dibawah 10 tahun (Constan. PK (Perspektif Keuanga. PP (Perspektif Pelangga. PBI (Perspektif Proses Bisnis Interna. p (Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuha. 0,225 0,335 0,202 4,436 2,986 4,948 0,315 3,170 Sumber: Data primer diolah, 2025. Hasil DurbinAeWatson Tabel menunjukkan nilai sebesar 1,815. Nilai tersebut berada pada rentang yang menunjukkan tidak memenuhi asumsi independensi residual. Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Model Square Adjusted R Square 0,908a 0,825 0,816 Std. Error of Estimate 2,26158 DurbinWatson 1,815 Sumber: Data primer diolah, 2025. Sumber: Data primer diolah, 2025. Uji normalitas dilakukan menggunakan metode Berdasarkan Scatterplot pada Gambar 2, titik KolmogorovAeSmirnov untuk mengetahui apakah residual tersebar secara acak di sekitar sumbu nol residual model regresi berdistribusi normal. Hasil dan tidak membentuk pola tertentu. Kondisi pengujian pada Tabel 2 menunjukkan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,052, lebih besar dari taraf signifikansi heteroskedastisitas sehingga model memenuhi 0,05. asumsi homoskedastisitas. Dengan berdistribusi normal sehingga asumsi normalitas telah terpenuhi. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Unstandardized Residual 0,0000000 0,101 0,071 -0,101 0,101 0,052c Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber: Data primer diolah, 2025. Berdasarkan Tabel 3, seluruh variabel memiliki nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Gambar 2. Scatterplot Sumber: Data primer diolah, 2025. Hasil analisis regresi linier berganda disajikan multikolinearitas sehingga variabel independen pada Tabel 5. Persamaan regresi yang diperoleh layak digunakan dalam analisis regresi. adalah sebagai berikut. Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Saparini. Kristiyanti. , & Rukmini. Analisis Perspektif Keuangan. Pelanggan. Proses Bisnis Internal. Pembelajaran dan Pertumbuhan Terhadap Kinerja Koperasi Konsumen Karyawan RS Kasih Ibu Surakarta dengan Menggunakan Pendekatan Balanced Scorecard. Tabel 5. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model 1 (Constan. PK_X1 PP_X2 PBI_X3 p_X4 Std. Error Beta Sig. = 0,. tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan sehingga H2 dan H4 Selanjutnya Nilai Adjusted RA sebesar 0,816 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 81,6% sedangkan 18,4% sisanya dijelaskan oleh variabel KK = -2,298 0,409X1 0,177X2 0,855X3 0,113X4 Koefisien regresi seluruh variabel independen Tabel 6. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,825 0,816 2,26158 bernilai positif. Perspektif proses bisnis internal memiliki koefisien terbesar ( = 0,. , diikuti ( lain di luar model penelitian. Sumber: Data primer diolah, 2025. 0,908a Sumber: Data primer diolah, 2025. pelanggan ( = 0,. , dan perspektif pembelajaran Berdasarkan keseluruhan hasil analisis, model serta pertumbuhan ( = 0,. Temuan tersebut regresi yang digunakan telah memenuhi asumsi menunjukkan bahwa peningkatan pada setiap klasik sehingga layak digunakan untuk pengujian perspektif cenderung diikuti oleh peningkatan skor Hasil pengujian menunjukkan bahwa kinerja keuangan koperasi, meskipun signifikansi perspektif keuangan dan perspektif proses bisnis masing-masing variabel internal berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan Koperasi Konsumen Karyawan RS Kasih ditunjukkan pada hasil uji hipotesis. Hasil uji F pada Tabel 6 menunjukkan nilai F sebesar 96,452 dengan signifikansi 0,000 (<0,. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara simultan perspektif proses bisnis internal, serta perspektif terhadap kinerja keuangan koperasi sehingga model regresi layak digunakan untuk pengujian serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan koperasi. Selain itu, nilai Adjusted R Square sebesar 0,816 mengindikasikan bahwa model penelitian mampu menjelaskan 81,6% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan-temuan tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk diinterpretasikan Tabel 6. Hasil Uji F Model Ibu Surakarta. Sebaliknya, perspektif pelanggan Sum of Squares 1973,304 419,408 2392,713 Regression Residual Total Mean Square 493,326 5,115 lebih lanjut pada bagian pembahasan dengan Sig. mengaitkannya pada landasan teori dan hasil 96,452 0,000b penelitian terdahulu. Pembahasan Sumber: Data primer diolah, 2025. Berdasarkan Tabel 5 diketahui bahwa perspektif Pengaruh Perspektif Keuangan terhadap Kinerja Keuangan Koperasi keuangan . = 0,. dan perspektif proses bisnis Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif 0,. keuangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja terhadap kinerja keuangan koperasi sehingga H1 keuangan Koperasi Konsumen Karyawan RS Kasih dan H3 diterima. Sebaliknya, perspektif pelanggan Ibu Surakarta. Temuan ini mengindikasikan bahwa . = 0,. serta perspektif pembelajaran dan pengelolaan aspek keuangan masih menjadi salah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Binis, 2026. : 11-22. satu faktor yang berkaitan dengan pencapaian koperasi yang memiliki tingkat loyalitas anggota relatif stabil sehingga variasi persepsi terhadap pelayanan belum mampu menjelaskan perubahan Dalam kinerja keuangan secara langsung. Selain itu, dampak peningkatan kualitas pelayanan umumnya memerlukan waktu sebelum tercermin dalam Kondisi tersebut sejalan dengan konsep Balanced Scorecard yang menempatkan perspektif keuangan Dengan demikian, temuan penelitian ini sebagai indikator akhir . ag indicato. dalam menunjukkan bahwa hubungan antara perspektif menilai keberhasilan organisasi (Kaplan & Norton, memerlukan perhatian dalam konteks pengelolaan Temuan penelitian ini juga konsisten dengan penelitian Febrianto . dan Saputra et al. yang menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan yang baik berkontribusi terhadap peningkatan Pengaruh Perspektif Proses Bisnis Internal terhadap Kinerja Keuangan Koperasi kinerja koperasi. Meskipun demikian, besarnya Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif pengaruh perspektif keuangan dapat berbeda pada proses bisnis internal berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan koperasi. Temuan ini karakteristik organisasi, kualitas tata kelola, serta kemampuan pengurus dalam mengelola sumber daya keuangan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini pencapaian kinerja keuangan. Proses bisnis yang menambah bukti empiris bahwa aspek keuangan berjalan secara efisien memungkinkan koperasi tetap menjadi salah satu dimensi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan, mengurangi pemborosan sumber daya, serta memperbaiki Pengaruh Perspektif Pelanggan terhadap Kinerja Keuangan Koperasi Penelitian ini menemukan bahwa perspektif pelanggan tidak berpengaruh signifikan terhadap Temuan mengindikasikan bahwa tingkat kepuasan dan kualitas hubungan dengan anggota belum secara langsung berkaitan dengan peningkatan kinerja keuangan pada objek penelitian. Dalam koperasi konsumen, anggota tidak hanya berperan sebagai pelanggan tetapi juga sebagai pemilik organisasi, sehingga manfaat pelayanan yang diterima belum tentu segera tercermin pada indikator keuangan yang diukur dalam periode penelitian. Temuan Balanced Scorecard yang menempatkan proses bisnis internal sebagai penghubung antara strategi organisasi dengan hasil yang dicapai. Penelitian Praya . maupun Astuti et al. juga menunjukkan bahwa perbaikan proses operasional Pada Koperasi Konsumen Karyawan RS Kasih Ibu Surakarta, hasil ini mengindikasikan bahwa penguatan proses administrasi, pelayanan kepada anggota, serta pengelolaan operasional merupakan aspek yang layak menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kinerja keuangan Hasil ini sejalan dengan penelitian Astuti et al. efektivitas pengelolaan operasional sehingga dapat pendekatan Balanced Scorecard. pelanggan tidak selalu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja organisasi. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh karakteristik Pengaruh Perspektif Pertumbuhan terhadap Koperasi Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Pembelajaran Kinerja Keuangan Saparini. Kristiyanti. , & Rukmini. Analisis Perspektif Keuangan. Pelanggan. Proses Bisnis Internal. Pembelajaran dan Pertumbuhan Terhadap Kinerja Koperasi Konsumen Karyawan RS Kasih Ibu Surakarta dengan Menggunakan Pendekatan Balanced Scorecard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif yang signifikan pada konteks penelitian ini. Hasil pembelajaran dan pertumbuhan tidak berpengaruh tersebut memperkaya bukti empiris mengenai signifikan terhadap kinerja keuangan koperasi. implementasi Balanced Scorecard pada koperasi. Temuan khususnya koperasi konsumen berbasis institusi pengembangan sumber daya manusia, sistem informasi, maupun pembelajaran organisasi belum implikasi praktis bahwa upaya peningkatan kinerja secara langsung berkaitan dengan peningkatan keuangan tidak hanya berfokus pada pengelolaan kinerja keuangan pada periode penelitian. Salah aspek finansial, tetapi juga memerlukan penguatan satu kemungkinan penyebabnya adalah manfaat Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan cakupan objek yang lebih luas, menambahkan variabel lain dirasakan dalam jangka menengah atau jangka yang berpotensi memengaruhi kinerja koperasi, panjang sehingga belum tercermin pada indikator serta menggunakan pendekatan longitudinal agar keuangan yang diamati. hubungan antar perspektif Balanced Scorecard Temuan ini sejalan dengan penelitian Astuti et al. yang juga menemukan bahwa perspektif menunjukkan hubungan yang signifikan dengan terhadap kinerja organisasi dapat dipahami secara lebih komprehensif. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengembangan kompetensi pengurus maupun perspektif Balanced Scorecard terhadap kinerja anggota tetap merupakan bagian penting dari keuangan Koperasi Konsumen Karyawan RS Kasih strategi organisasi, meskipun dampaknya terhadap Ibu Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan kinerja keuangan tidak selalu muncul secara bahwa perspektif keuangan dan perspektif proses Oleh karena itu, hasil penelitian ini bisnis internal berpengaruh signifikan terhadap mengindikasikan bahwa peningkatan kapasitas kinerja keuangan koperasi, sedangkan perspektif pelanggan serta perspektif pembelajaran dan sebagai investasi jangka panjang yang mendukung pertumbuhan tidak menunjukkan pengaruh yang Dalam semata-mata Temuan sebagai faktor yang langsung meningkatkan kinerja bahwa pengelolaan aspek keuangan dan efektivitas proses bisnis internal masih menjadi faktor yang Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Balanced Scorecard faktor-faktor berkaitan dengan kinerja keuangan koperasi. Temuan dimensi keuangan dan proses bisnis internal signifikan dengan kinerja keuangan Koperasi Konsumen Karyawan RS Kasih Ibu Surakarta, sedangkan dimensi pelanggan serta pembelajaran dan pertumbuhan belum menunjukkan hubungan berkaitan dengan pencapaian kinerja keuangan koperasi pada konteks penelitian ini. Dengan demikian, penelitian ini memberikan tambahan bukti empiris mengenai penerapan Balanced Scorecard menunjukkan bahwa evaluasi kinerja tidak hanya perlu memperhatikan indikator keuangan, tetapi pencapaian tujuan organisasi. Keterbatasan Dan Saran Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Binis, 2026. : 11-22. Penerapan Metode Balance Scorecard terhadap Kinerja Pengelolaan Zakat di LAZISMU Jawa Barat. Prosiding Hukum Ekonomi Syariah. menginterpretasikan hasil penelitian. Pertama, objek penelitian hanya dilakukan pada satu koperasi sehingga generalisasi hasil penelitian perlu dilakukan secara hati-hati. Kedua, penelitian cross-sectional, perubahan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, melibatkan objek penelitian yang lebih beragam, menambahkan variabel lain yang relevan, seperti tata kelola koperasi, kualitas kepemimpinan, atau penggunaan desain longitudinal agar dinamika masing-masing Scorecard Balanced dipahami secara lebih komprehensif. Dari sisi praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan pengelolaan aspek keuangan dan meningkatkan efektivitas proses bisnis internal sebagai bagian dari Daftar Pustaka