JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT FORDICATE (INFORMATICS ENGINEERING DEDICATION) E-ISSN: 2809-2546 VOL 4. NO. 1 TAHUN 2024 EDUKASI ETIKA DAN DAMPAK PENGGUNAAN KECERDASAN BUATAN DI ERA DIGITAL PADA SISWA SMA XAVERIUS 2 PALEMBANG Lisa Amelia Fransen1*). Dorie Pandora Kesuma2. Chriestina3. M Wildan Solihan4 & Syifa Wahyuni5 1,2,3,4,5Universitas Multi Data Palembang Email: 1lisa@mdp. id, 2dpkesuma@staff. id, 3chriestina@mdp. id, 4mwildansolihan@mhs. 5syifawahyuni@mhs. Key Words: Etika. Era Digital. Buatan. Siswa. Kecerdasan Abstract: Students at SMA Xaverius 2 Palembang are educated about the ethics and consequences of using AI. In today's era of computers and the internet, it is very important for students to understand how to use technology properly. The community service program, which involves interactive discussions, case studies, and simulations, helps students understand ethical principles and the potential negative impacts of using artificial intelligence. Results from this program show that students better understand the ethics of using artificial intelligence, are more aware of the negative impacts of using artificial intelligence, and pay more attention to what they see. In addition, students' active participation in discussions shows increased argumentation and collaboration skills. It is hoped that this knowledge will produce a more technologically aware generation. Abstrak: Siswa di SMA Xaverius 2 Palembang dididik tentang etika dan konsekuensi penggunaan AI. Di era komputer dan internet saat ini, sangat penting bagi siswa untuk memahami cara menggunakan teknologi dengan benar. Program pengabdian masyarakat, yang melibatkan diskusi interaktif, studi kasus, dan simulasi, membantu siswa memahami prinsip-prinsip etika dan potensi dampak negatif dari penggunaan kecerdasan buatan. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa siswa lebih memahami etika tentang penggunaan kecerdasan buatan, lebih menyadari dampak negatif dari penggunaan kecerdasan buatan, dan lebih memperhatikan apa yang mereka lihat. Selain itu, partisipasi aktif siswa dalam diskusi menunjukkan peningkatan kemampuan argumentasi dan kolaborasi. Diharapkan bahwa pengetahuan ini akan menghasilkan generasi yang lebih sadar teknologi. Lisa, dkk. Edukasi Etika dan Dampak Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) di Era Digital pada Siswa SMA Xaverius 2 Palembang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Fordicate This is an open-access article under the CC-BY-CA license Universitas Multi Data Palembang | 38 JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT FORDICATE (INFORMATICS ENGINEERING DEDICATION) E-ISSN: 2809-2546 VOL 4. NO. 1 TAHUN 2024 PENDAHULUAN Penggunaan kecerdasan buatan (AI) telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari di era digital yang semakin maju dan berkembang, termasuk di dunia pendidikan. Teknologi kecerdasan buatan atau AI sendiri merupakan cabang dari ilmu komputer yang berkaitan dengan pengembangan sistem kecerdasan pada komputer yang mampu untuk merespon, menganalisa dan bertindak berdasarkan input yang diterimanya . Teknologi ini juga bisa didefinisikan sebagai bidang studi yang berhubungan dengan penangkapan, pemodelan, dan penyimpanan kecerdasan manusia ke dalam sebuah sistem teknologi informasi sehingga sistem tersebut dapat digunakan sebagai proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manusia . Siswa sekolah menengah atas, khususnya siswa di SMA Xaverius 2 Palembang, sedang berada di masa transisi dari remaja menuju dewasa. Pada titik ini dalam hidup mereka, mereka sedang membentuk pola pikir, nilai, dan prinsip yang akan membimbing mereka sepanjang hidup. Selain itu, mereka mulai memperoleh identitas sosial dan pribadi, yang akan berdampak pada cara mereka berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, pendidikan di sekolah menengah tidak hanya berfokus pada penguasaan materi akademik tetapi juga pada pembentukan karakter dan moral siswa. Pada tahap ini, siswa mulai menghadapi berbagai pilihan dan kesulitan yang lebih kompleks, seperti penggunaan teknologi. Siswa SMA, seperti SMA Xaverius 2 Palembang, membutuhkan pemahaman yang kuat tentang bagaimana teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), dapat digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Hampir setiap aspek kehidupan sekarang dipengaruhi oleh kecerdasan buatan (AI), seperti media sosial, aplikasi kesehatan, alat pembelajaran, dan bahkan tempat Oleh karena itu, sangat penting bagi siswa untuk memahami konsekuensi etis dari penggunaan teknologi ini, seperti masalah privasi, ketidakadilan algoritma, dan kemungkinan penyalahgunaan. Etika adalah nilai dan norma moral yang menjadi suatu acuan bagi umat manusia secara baik secara individual atau kelompok dalam mengatur semua tingkah lakunya . Pendidikan tentang etika dan konsekuensi penggunaan kecerdasan buatan (AI) diharapkan dapat mengajarkan siswa tidak hanya tentang teknologi itu sendiri, tetapi juga mengajarkan mereka untuk menemukan dan menganalisis dampak kecerdasan buatan (AI) pada berbagai aspek kehidupan. Hal ini penting karena berdasarkan data statistik dari UNIESCO pada tahun 2023, dari 450 sekolah dan perguruan tinggi yang menjadi responden dalam survey mereka ternyata kurang dari 10% yang telah mengembangkan kebijakan atau pedoman formal mengenai penggunaan kecerdasan buatan (AI) bagi siswanya . Dengan adanya pemahaman ini, diharapkan siswa dapat lebih bijak berperilaku dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi . Kecerdasan buatan (AI) telah masuk ke banyak bidang dalam beberapa tahun terakhir, termasuk industri kreatif, pendidikan, dan kesehatan. Kecerdasan buatan (AI) memiliki kemampuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam berbagai kegiatan dengan memberikan rekomendasi yang relevan dan memproses jumlah data yang besar. Meskipun demikian, kemajuan ini membawa tantangan unik, termasuk masalah privasi, bias algoritma, dan efek sosial yang tidak terduga. Oleh karena itu, sangat penting bagi siswa untuk memahami bagaimana teknologi ini bekerja serta konsekuensi moral dari penggunaannya. Belum lagi dengan adanya permasalahan yang terkait dengan pengembangan ketrampilan siswa yang dapat terhambat jika penggunaan kecerdasan buatan ini oleh para siswa terlalu berlebihan . Kecerdasan buatan (AI) sebagai ciptaan manusia, memiliki potensi yang baik dan merusak. Hal dasar yang harus dipahami bersama adalah bahwa landasan etik harus melekat pada munculnya kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan manusia. Sehingga, manusia tidak perlu merasa was-was dengan kehadiran kecerdasan buatan (AI). Namun, kelahiran kecerdasan buatan (AI) tidak dibidani oleh para pemuka agama, filsuf dan orang-orang spiritualis, kelahiran kecerdasan buatan (AI) murni muncul dari kebutuhan industrial . Edukasi Etika dan Dampak Penggunaan Kecerdasan Buatan di Era Digital pada Siswa SMA Xaverius 2 Palembang | 39 JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT FORDICATE (INFORMATICS ENGINEERING DEDICATION) E-ISSN: 2809-2546 VOL 4. NO. 1 TAHUN 2024 Holmes. Bialik, dan Underwood menekankan pentingnya mengeksplorasi manfaat kecerdasan buatan dalam konteks pendidikan, yang mencakup aspek pembelajaran, metode pengajaran, dan peningkatan efektivitas secara keseluruhan . SMA Xaverius 2 Palembang adalah sebuah lembaga pendidikan yang bertujuan untuk menghasilkan generasi masa depan yang berkualitas. Lembaga ini menyadari pentingnya peran pendidikan dalam membentuk karakter dan kecerdasan siswa. Kami memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan pola pikir yang kritis, kreatif, dan moral dalam diri mereka, yang akan menjadi landasan bagi kemajuan mereka sebagai individu. Dalam upaya ini, nilai-nilai kebijaksanaan dan etika ditanamkan dalam setiap aspek pendidikan, membantu mereka menjadi siswa yang bijak, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama. Kami berharap melalui program pendidikan yang komprehensif ini, siswa akan terinspirasi untuk menjadi agen perubahan yang memiliki pengetahuan tentang teknologi dan bagaimana memenuhi tanggung jawab moral dan sosial mereka. Dalam era yang semakin dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), penting bagi siswa untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan baik untuk kebaikan maupun buruk. Mereka juga harus tahu tentang dampak negatif dan potensi manfaat teknologi ini. Kami ingin berkontribusi untuk mendorong siswa berpikir kritis. kami tidak berharap para siswa hanya menggunakan teknologi secara pasif, tetapi juga akan terlibat secara aktif dalam meneliti cara-cara di mana kecerdasan buatan (AI) dapat digunakan dengan cara yang bijak dan bertanggung jawab. Selama proses ini, kami melibatkan mereka dalam studi kasus dan diskusi terbuka untuk mengajak mereka mempertimbangkan berbagai perspektif dan menemukan solusi moral. Dengan cara ini, kami berharap siswa tidak hanya menjadi orang yang mahir dalam teknologi tetapi juga orang yang cerdas secara emosional dan sosial, sehingga mereka dapat membantu masyarakat dan masa depan yang lebih baik. Banyak penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan telah dilakukan dalam konteks ancaman dan peluang kecerdasan buatan (AI). Berbagai kekhawatiran etis terkait penggunaan kecerdasan buatan (AI), termasuk masalah diskriminasi dan bias dalam sistem kecerdasan buatan (AI) yang dapat memperburuk kesenjangan sosial . Kami berharap dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya etika di era komputer dan internet melalui kegiatan ini. Dengan demikian, mereka tidak hanya akan siap menghadapi tantangan teknologi di masa depan, tetapi mereka juga akan mampu membangun masyarakat yang lebih moral. Kegiatan pendidikan ini merupakan langkah awal dalam membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup di dunia yang semakin dipengaruhi oleh kecerdasan buatan (AI). Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendidik siswa SMA Xaverius 2 Palembang tentang etika penggunaan kecerdasan buatan (AI). Kami akan membahas berbagai masalah etis yang muncul sebagai akibat dari pengembangan kecerdasan buatan, serta bagaimana hal itu berdampak pada kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Siswa SMA Xaverius 2 Palembang harus lebih memahami etika saat menggunakan kecerdasan buatan (AI) melalui program pengabdian masyarakat ini. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kecerdasan buatan telah menjadi bagian penting dari berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari industri hingga pendidikan dan kesehatan. Namun, beberapa masalah etis perlu dipertimbangkan di balik kemajuan ini. Ini termasuk masalah privasi, diskriminasi algoritmik, dan dampak kecerdasan buatan (AI) pada pekerjaan manusia. Program ini akan membahas berbagai masalah etis yang muncul dari penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Sebagai contoh, kecerdasan buatan (AI) dapat memperburuk ketimpangan sosial jika digunakan dengan tidak bijak, atau bahkan dapat menimbulkan perubahan budaya yang dapat merugikan sebagian besar masyarakat. Selain itu, program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang cara mengimbangi pemanfaatan teknologi dengan dampak negatifnya. 40 | Edukasi Etika dan Dampak Penggunaan Kecerdasan Buatan di Era Digital pada Siswa SMA Xaverius 2 Palembang JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT FORDICATE (INFORMATICS ENGINEERING DEDICATION) E-ISSN: 2809-2546 VOL 4. NO. 1 TAHUN 2024 Program ini menggunakan pendekatan interaktif dan partisipatif sehingga siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif tetapi juga berpartisipasi secara aktif dalam diskusi, mengkritisi, dan mencari solusi untuk masalah mereka. Diharapkan bahwa kegiatan ini akan mengajarkan siswa tidak hanya tentang pentingnya penggunaan teknologi secara etis, tetapi juga tentang bagaimana menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuat keputusan yang bijak tentang teknologi dan bertanggung jawab atas dampak sosial yang mungkin ditimbulkan oleh penggunaan kecerdasan buatan (AI). Dengan demikian, siswa akan menjadi generasi yang cerdas yang menggunakan teknologi untuk kebaikan bersama. IDENTIFIKASI MASALAH Siswa di SMA Xaverius 2 Palembang menghadapi tantangan besar dalam memahami dan menerapkan etika dalam penggunaan kecerdasan buatan (AI). Mereka belum sepenuhnya menyadari betapa pentingnya memahami bagaimana berperilaku etis saat menggunakan teknologi canggih. Penyalahgunaan data pribadi, ketidakadilan dalam keputusan algoritma, dan efek sosial dan ekonomi yang merugikan adalah beberapa contoh penggunaan kecerdasan buatan yang tidak bijak. Sayangnya, banyak siswa yang belum sepenuhnya menyadari efek buruk ini, yang dapat merusak keadilan dan integritas dalam kehidupan sosial mereka, baik dalam skala individu maupun masyarakat luas. Selain itu, sebagian besar siswa belum mengembangkan kemampuan yang diperlukan untuk menganalisis dan mengevaluasi data yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Dalam era informasi yang serba cepat ini, banyak data yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) dapat memengaruhi keputusan penting dalam berbagai bidang, seperti industri, kebijakan publik, dan pendidikan. Namun, siswa sering kesulitan dalam menginterpretasikan data dengan benar jika mereka tidak memiliki kemampuan analitis yang cukup, yang dapat menghasilkan kesimpulan yang salah atau bahkan berbahaya. METODELOGI PELAKSANAAN Proses pengabdian masyarakat ini dimulai dengan tim pengabdi yang menyampaikan materi secara teoretis kepada peserta dengan tujuan untuk memberi mereka pemahaman dasar yang kuat. Untuk menjamin keberhasilan program, tim pengabdian melakukan persiapan yang matang dan terorganisir sebelum kegiatan ini dilaksanakan di SMA Xaverius 2 Palembang. Dalam persiapan ini, anggota tim diberi tugas khusus dengan mempertimbangkan keahlian dan kompetensi masing-masing. Tim pengabdian ini terdiri dari tiga dosen dan dua mahasiswa. Setiap anggota tim memiliki tugas yang jelas. Selama kegiatan berlangsung, siswa bertindak sebagai fasilitator yang membantu kelancaran kegiatan. Dosen yang lebih berpengalaman bertanggung jawab untuk menyusun materi dan memberikan penjelasan yang lebih mendalam. Dorie, sebagai narasumber, memiliki tanggung jawab untuk menyusun materi agar dapat menyampaikan inti pembelajaran secara sistematis kepada peserta. Sementara itu, sebagai narahubung. Lisa bertanggung jawab untuk memastikan kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar dengan melakukan koordinasi kepada pihak yang terkait. Chriestina, anggota tim lainnya, membantu menyusun proposal dan laporan kegiatan untuk menjamin dokumentasi yang baik dan kejelasan dalam pelaksanaan pengabdian Kegiatan ini juga dibantu oleh dua orang mahasiswa yaitu M. Wildan Solihan dan Syifa Wahyuni sebagai asisten pelatihan, yang membantu dalam mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk kelancaran dan efektivitas kegiatan sosialisasi. Kegiatan diadakan pada tanggal 14 Mei 2024. Siswa SMA Xaverius 2 Palembang adalah subjek sosialisasi ini yang mana diikuti oleh siswa SMA kelas XI sebanyak 92 peserta. Kegiatan ini adalah bagian Edukasi Etika dan Dampak Penggunaan Kecerdasan Buatan di Era Digital pada Siswa SMA Xaverius 2 Palembang | 41 JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT FORDICATE (INFORMATICS ENGINEERING DEDICATION) E-ISSN: 2809-2546 VOL 4. NO. 1 TAHUN 2024 dari upaya untuk memperkenalkan dan mendalami topik yang sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini, seperti etika dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di era digital. Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya memahami prinsip-prinsip etika saat menggunakan teknologi serta mengidentifikasi dampak dan konsekuensi dari penggunaan teknologi yang tidak etis. Kegiatan dimulai dengan seminar yang dipandu oleh tim pengabdi, materi yang lengkap dan mudah dipahami membahas etika penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan konsekuensi yang mungkin dihadapi masyarakat dan individu. Siswa memiliki kesempatan untuk memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang tugas mereka sebagai pengguna teknologi yang bertanggung jawab di seminar ini. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang sangat interaktif setelah presentasi materi. Ini memungkinkan peserta untuk berinteraksi langsung dengan narasumber dan mempelajari lebih lanjut tentang topik yang dibahas. Selain itu, sesi ini memungkinkan siswa untuk mengajukan pertanyaan atau berbagi pendapat mereka tentang masalah sehari-hari yang berkaitan dengan kecerdasan buatan. Diharapkan bahwa siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis melalui metode sosialisasi ini, tetapi juga memperoleh keterampilan berpikir kritis yang diperlukan untuk mempertimbangkan perkembangan teknologi secara bijaksana dan etis. Dengan demikian, kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan digital di masa depan sambil menanamkan nilai-nilai moral. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian masyarakat ini menekankan pendekatan yang menyeluruh dan komprehensif, yang melibatkan kolaborasi aktif antara narasumber dan peserta di setiap tahap penyampaian materi. Tidak hanya terbatas pada teori, kerja sama ini juga melibatkan studi kasus nyata tentang masalah yang dihadapi masyarakat saat ini, sehingga peserta dapat melihat bagaimana ide-ide yang dibahas diterapkan dalam kehidupan seharihari. Metode ini diharapkan dapat membantu peserta seminar memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan relevan serta menemukan solusi praktis untuk masalah yang ada di lingkungan mereka. Selain itu, sesi tanya jawab yang dilakukan secara interaktif akan memungkinkan peserta untuk menyampaikan ide, pertanyaan, atau tantangan yang mereka hadapi selain meningkatkan pemahaman mereka tentang materi yang Hasil menunjukkan bahwa pengajaran etika dan efek penggunaan kecerdasan buatan (AI) di SMA Xaverius 2 Palembang memberikan pengetahuan baru dalam membentuk pola pikir siswa. Pemahaman yang lebih baik tentang etika AI sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan di era digital. Memahami etika kecerdasan buatan (AI) akan melindungi siswa dari potensi bahaya teknologi dan membantu mereka menggunakan kecerdasan buatan (AI) dengan lebih bertanggung jawab. Semakin banyak orang yang menyadari efek negatif kecerdasan buatan (AI) membuat mereka lebih Diharapkan siswa akan menjadi lebih baik dalam menganalisis data dan mempertimbangkan implikasi sosial dari teknologi yang mereka gunakan saat ini. Keterampilan analisis ini sangat penting, terutama di dunia digital, di mana banyak informasi tersebar luas. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pengumpulan dan analisis data pribadi dapat mengancam privasi individu. Diperlukan perlindungan data pribadi yang kuat dan kebijakan privasi yang tepat untuk memastikan bahwa informasi sensitif tidak disalahgunakan atau diakses tanpa persetujuan individu terkait . Keterlibatan aktif siswa dalam diskusi menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mulai menyadari pentingnya bekerja sama dalam pengambilan keputusan dan berkomunikasi dengan baik. Ketika mereka berbicara, mereka menunjukkan bagaimana mereka menyadari bahwa berhasil dalam berbagai situasi juga bergantung pada kemampuan untuk bekerja sama, mendengarkan pendapat orang lain, dan beradaptasi dengan berbagai perspektif. Hal ini menunjukkan bahwa program tidak hanya mengajarkan pengetahuan akademik tetapi juga mengajarkan soft skills seperti kepemimpinan, 42 | Edukasi Etika dan Dampak Penggunaan Kecerdasan Buatan di Era Digital pada Siswa SMA Xaverius 2 Palembang JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT FORDICATE (INFORMATICS ENGINEERING DEDICATION) E-ISSN: 2809-2546 VOL 4. NO. 1 TAHUN 2024 pemecahan masalah, dan keterampilan interpersonal. Sifat-sifat ini seringkali tidak diajarkan secara eksplisit di kelas, tetapi sangat penting untuk membekali siswa dengan kemampuan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari dan di dunia kerja. Oleh karena itu, mereka tidak hanya dididik secara intelektual, tetapi juga secara sosial dan emosional melalui program ini, sehingga generasi penerus bangsa akan lebih siap dan tangguh untuk menghadapi evolusi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa jika pendidikan etika diintegrasikan dengan pengaruh kecerdasan buatan (AI) di sekolah, itu memiliki potensi yang sangat besar untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas dalam teknologi tetapi juga memiliki kesadaran moral yang tinggi dan rasa tanggung jawab atas penggunaan teknologi tersebut. Pengembangan yang lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa program ini tidak hanya sementara tetapi juga bertahan lama dan memberikan dampak yang lebih luas kepada komunitas pendidikan. Pengembangan ini mencakup pelatihan berkelanjutan untuk guru agar mereka dapat mengajarkan konsep teknologi dan etika dengan cara yang relevan dan mudah dipahami karena perubahan teknologi yang cepat terjadi. Selain itu, kerja sama antara sekolah, pemerintah, dan sektor bisnis sangat penting untuk membangun ekosistem pendidikan yang mendukung implementasi pendidikan etika dan kecerdasan buatan (AI) secara menyeluruh. Dengan melakukan langkah-langkah ini, diharapkan program tersebut akan memiliki efek yang berkelanjutan bagi masyarakat secara keseluruhan, membuat siswa menjadi warga dunia yang tidak hanya mahir dalam teknologi tetapi juga cerdas, bijaksana dan bertanggung jawab terhadap tindakannya. Berikut data peserta yang mengikuti kegiatan : Tabel 1. Peserta Kegiatan Kelas XI 1 XI 2 XI 3 XI 4 TOTAL Jumlah Peserta Kegiatan Laki-Laki Perempuan Gambar 1. Grafik Peserta kegiatan Edukasi Etika dan Dampak Penggunaan Kecerdasan Buatan di Era Digital pada Siswa SMA Xaverius 2 Palembang | 43 JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT FORDICATE (INFORMATICS ENGINEERING DEDICATION) E-ISSN: 2809-2546 VOL 4. NO. 1 TAHUN 2024 Gambar 2 Sesi tanya jawab dengan peserta SIMPULAN Berdasarkan uraian dari pembahasan dan analisis yang dilakukan penulis terhadap Edukasi Etika dan Dampak Penggunaan Kecerdasan Buatan di Era Digital pada Siswa SMA Xaverius 2 Palembang, program edukasi tentang etika dan dampak penggunaan kecerdasan buatan (AI) di SMA Xaverius 2 Palembang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa mengenai pemahaman yang mendalam tentang masalah etis dan konsekuensi yang mungkin ditimbulkan oleh penggunaan kecerdasan buatan (AI). Dengan mengidentifikasi masalah yang ada, jelas bahwa siswa membutuhkan pemahaman yang lebih baik tentang etika dan konsekuensi sosial dan ekonomi dari penggunaan kecerdasan buatan (AI). Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan kritis siswa sehingga mereka dapat menganalisis dan membuat keputusan yang lebih baik. Diharapkan melalui pendekatan yang interaktif dan partisipatif, tidak hanya mengajar siswa menggunakan teknologi, tetapi juga membangun karakter mereka sehingga mereka menjadi orang yang bermoral dan sadar akan tanggung jawab sosial mereka. Pelatihan dan pendidikan yang berpusat pada keterampilan unik manusia, seperti kreativitas, pemecahan masalah kompleks, dan interaksi sosial, akan sangat penting untuk menghadapi perubahan pasar tenaga kerja yang disebabkan oleh kecerdasan buatan . Siswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna kecerdasan buatan (AI) yang cerdas, tetapi juga menjadi pemimpin transformasi yang mampu menghadapi tantangan di era digital yang semakin kompleks dengan kebijaksanaan, integritas, dan kesadaran moral yang tinggi. Siswa diharapkan dapat membuat keputusan yang bijak dan bertanggung jawab dalam setiap aspek kehidupan mereka karena kecerdasan buatan (AI) semakin berkembang. Dengan memahami dampak sosial, ekonomi, dan budaya yang ditimbulkannya, mereka akan dapat memahami etika penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan potensi efek positif dan negatifnya. Lebih dari sekadar memahami, siswa diharapkan mampu menjadi teladan dalam mendorong penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang moral, mendorong transparansi, keadilan, dan keberagaman saat Oleh karena itu, mereka tidak hanya akan memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, tetapi mereka juga akan berpartisipasi secara aktif dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih adil dan ramah. Mereka diharapkan dapat membangun masyarakat yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab yang mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan, privasi, dan keadilan saat menggunakan teknologi. Sebagai generasi penerus bangsa, siswa diharapkan dapat menjadi pemimpin dalam mendorong perubahan positif di masyarakat dengan menggunakan teknologi sebagai alat kemajuan yang didasarkan pada nilai-nilai dan moralitas luhur. DAFTAR PUSTAKA