1 Miftahul Jannah, 2Autry Dian Ramasari, 3Sri Peby Agustina, *4Fera Zora Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 Terbit online pada laman web jurnal : http://e-journal. sastra-unes. com/index. php/JIPS JURNAL JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic ) Fakultas Sastra Universitas Ekasakti Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 edia ceta. E-ISSN : edia onlin. Analisis Peran Evaluasi Dalam Pembelajaran di Sekolah Miftahul Jannah, 2Autry Dian Ramasari, 3Sri Peby Agustina, *4Fera Zora Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan,Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, mimipaqsa123@gmail. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan,Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, rautrydian@gmail. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan,Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, srifebyagustina@gmail. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan,Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, ferazora1987@gmail. *Corresponding Author Fera Zora Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan,Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, ferazora1987@gmail. Abstract Artikel ini ialah sebuah kajian teori mengenai evaluasi pembelajaran. Evaluasi adalah bagian penting dari sistem pendidikan dan pengajaran dalam berbagai bentuk dan waktu pengajarannya. Istilah evaluasi pemakaiannya sering dipertukarkan karena konsep yang mendasarinya kurang di pahami oleh penggunannya. Istilah yang dimaksud adalah penilaian, pengukuran dan tes. Dengan demikian, konsep-konsep dasar yang terkait langsung perlu diketahui oleh setiap pembelajar. Evaluasi atau penilaian pada dasarnya bertujuan menentukan evektivitas dan evisiensi kegiatan pembelajaran dengan indikator utama pada keberhasilan atau kegiatan pembelajar dalam mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang di tetapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi Pustaka serta studi literatur. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman mengenai peran evaluasi dalam pembelajaran di sekolah, serta dapat meningkatkan kualitas Pendidikan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran evaluasi bagi sekolah yaitu sebagai pedoman untuk meningkatkan pelayanan dalam pembelajaran di sekolah. Sedangkan bagi masyarakat, evaluasi berperan sebagai penilaian terhadap peserta didik. Sehingga dapat menempatkan mereka sesuai dengan kemampuannya. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk memasuki jenjang sekolah yang lebih tinggi atau untuk mengetahui kelayakan mendapatkan pekerjaan atau jabatan tertentu. Hasil evaluasi ini bisa dijadikan pedoman dalam melaksanakan pembelajaran selanjutnya. Keywords: Peran Evaluasi. Pembelajaran. Evaluasi A 2024Jurnal JIPS Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic ) Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Miftahul Jannah, 2Autry Dian Ramasari, 3Sri Peby Agustina, *4Fera Zora Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 I INTRODUCTION Proses pembelajaran adalah proses interaksi antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan belajar. Proses ini merupakan inti dari pendidikan formal maupun non formal. Dalam proses pembelajaran, guru dan siswa merupakan Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai menjadi acuan dalam penyelenggaraan proses pembelajaran. Menurut Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 . menjelaskan bahwa: AuPendidikan merupakan usaha sadar dan terencana agar terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya agar pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan berahlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinyaAy. (Miftha Huljannah, 2. Pendidikan merupakan pilar penting dalam membangun generasi bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Di sekolah dasar, evaluasi pembelajaran memegang peran krusial dalam memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan mencapai potensi terbaik mereka. Pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun generasi bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing Evaluasi pembelajaran bagaikan kompas yang menuntun arah pendidikan. Tanpa evaluasi, proses belajar mengajar bagaikan perjalanan tanpa tujuan, kehilangan arah dan makna. Sekolah merupakan suatu lembaga yang memberikan pendidikan dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk menentukan keberhasilan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran maka diperlukan suatu alat ukur keberhasilan yang dimaksud dengan evaluasi pembelajaran. Secara bahasa, evaluasi berasal dari kata bahasa Inggris AuevaluationAy yang artinya penaksiran atau penilaian. Sedangkan secara harfiah evaluasi adalah proses penentuan nilai untuk suatu hal atau objek berdasarkan acuan tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti dari kata evaluasi adalah penilaian. Evaluasi mengumpulkan informasi mengenai kinerja sesuatu . etode, manusia, peralata. , dimana informasi tersebut akan digunakan untuk menentukan alternatif terbaik dalam mengambil Evaluasi merupakan pengukuran atau dilaksanakan, seperti membandingkan hasil-hasil kegiatan yang telah direncanakan. Dari situlah tujuan evaluasi tersebut, agar rencana-rencana yang telah dibuat dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan dapat terselenggarakan. Dapat juga diartikan bahwa hasil evaluasi itu sendiri dimaksudkan untuk perencanaan kembali lalu berfungsi sebagai administrasi dan fungsi mengkombinasikan dan mengumpulkan data dengan standar yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Peran evaluasi dalam pendidikan dan pengajaran dapat dikelompokkan menjadi empat fungsi, yaitu: Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran. Untuk keperluan bimbingan dan konseling (BK). Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah Dalam kegiatan mengajar evaluasi berfungsi sebagai alat guna mengetahui apakah peserta didik telah menguasai pengetahuan, nilainilai, dan keterampilan yang telah diberikan oleh seorang guru. Serta untuk mengetahui aspekaspek kelemahan peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar. Adapun saran praktis untuk implementasi evaluasi pembelajaran adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang, melaksanakan, dan menganalisis hasil Pelatihan profesional yang berkelanjutan bagi para pendidik akan membantu meningkatkan kualitas evaluasi (Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Evaluasi Yang Efektif: Tinjauan Terhadap Praktik Dan Metode Evaluasi. Berdasarkan penjelasan diatas, maka penting bagi guru atau pendidik untuk mengkaji dan memahami kembali konsep peran evaluasi, tujuan evaluasi, prinsip evaluasi, syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam evaluasi, dan teknik evaluasi dalam pembelajaran. Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic ) Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Miftahul Jannah, 2Autry Dian Ramasari, 3Sri Peby Agustina, *4Fera Zora Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 II RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi Pustaka dan studi literatur. Studi pustaka yaitu rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan Studi pustaka juga dapat dikatakan sebagai kegiatan menghimpun informasi yang relevan terkait topik atau masalah yang merupakan objek pembahasan. Studi literatur juga dikenal juga sebagai studi kepustakaan. Tujuan dari studi pustaka adalah untuk mengumpulkan informasi yang relevan tentang topik atau masalah yang sedang dibahas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menelaah jurnal hasil penelitian atau artikel ilmiah, buku, dokumen, atau informasi lain yang berhubungan dengan judul penelitian. Setelah data terkumpul selanjutnya dilakukan analisis data. Analisis data dalam penelitian ini adalah menganalisis dan mensintesis dokumen tersebut untuk dikaji dan menjadi gagasan baru dalam menunjang hasil penelitian yang pembelajaran dalam pembentukan karakter peserta didik di sekolah dasar. i RESULTS AND DISCUSSIONS Pengertian Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran terdiri dari kata evaluasi dan pembelajaran. Evaluasi berasal dari kata evaluation dalam bahasa inggris, memiliki kata dasar value yang berarti nilai. Dari kata nilai terbentuklah kata penilaian yang sering digunakan sebagai padanan dari evaluasi, padahal secara konsep, kata penilaian bukan merupakan alih bahasa dari kata evaluasi. (Miftha Huljannah. Menurut UU No. 20/2003 tentang Sidiknas Bab 1 Pasal 1 ayat 21 menyatakan bahwa pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban (Magdalena. Juliasih, et al. , 2. Evaluasi diartikan sebagai suatu proses mempertimbangkan suatu hal atau gejala dengan mempergunakan patokan-patokan tertentu yang bersifat kualitatif, misalnya baik-tidak baik, kuat lemah, memadai-tidak memadai, tinggi rendah, dan sebagainya. Kualitas hasil belajar sangat ditentukan oleh kualitas proses pembelajaran, namun evaluasi kurang mendapat perhatian dari para guru dibandingkan evaluasi hasil belajar. Seperti yang diketahui bahwa ruang lingkup evaluasi dalam bidang pendidikan di sekolah pada umumnya ada tiga yaitu evaluasi program pembelajaran, evaluasi proses pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Evaluasi merupakan usaha untuk memperoleh informasi tentang perolehan belajar siswa secara menyeluruh, baik pengetahuan, konsep, sikap, nilai, maupun keterampilan proses. (Namira Aulia et al. , n. Pada mengutamakan hasil belajar daripada proses pembelajaran sebagai ukuran berhasil atau tidaknya kegiatan pembelajaran. Evaluasi yang hanya berfokus pada hasil belajar cenderung bersifat menyalahkan peserta didik jika hasil belajarnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Pendidikan tidak hanya mengarah pada hasil tetapi juga proses, oleh karena itu evaluasi hasil dilaksanakan secara seimbang. Dengan adanya evaluasi peserta didik dapat mengetahui sejauh mana prestasi yang telah dicapai selama mengikuti pembelajaran. Ketika peserta didik mendapatkan nilai yang memuaskan, maka akan memberikan dampak positif berupa suatu stimulus, yang memotivasi agar peserta didik dapat meningkatkan prestasi. Namun sebaliknya, jika hasil yang dicapai tidak memuaskan, maka peserta didik berusaha memperbaiki proses belajar, namun sangat diperlukan pemberian stimulus positif dari guru agar peserta didik tidak putus asa. (Magdalena. Nurchayati, et al. , 2. Peran Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran bukan hanya sekadar alat untuk mengukur pencapaian akademis, tetapi juga sebagai instrumen untuk menilai sejauh mana peserta didik dapat menginternalisasi dan menerapkan nilai-nilai kebudayaan Islam dalam kehidupan sehari-hari. (Surya Islamudin et al. , n. Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic ) Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Miftahul Jannah, 2Autry Dian Ramasari, 3Sri Peby Agustina, *4Fera Zora Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 Evaluasi pendidikan pada hakikatnya terdiri dari penyelidikan dan evaluasi pertumbuhan siswa. Oleh karena itu, guru harus memutuskan maksud dan tujuan apa yang harus dipenuhi sebagai hasil evaluasi sebelum (Prayitno & Ashari, 2. Hasil evaluasi tidak memiliki dampak yang baik jika tidak difungsikan semestinya. Ada tiga hal pembelajaran, yaitu : Mengukur Pencapaian Tujuan Pembelajaran Evaluasi membantu mengukur sejauh mana tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan tercapai oleh peserta Melalui evaluasi, dapat diketahui materi mana yang sudah dikuasai dengan baik dan materi mana yang masih perlu Memberikan Umpan Balik Hasil evaluasi memberikan informasi kepada peserta didik tentang kekuatan dan kelemahan mereka, sehingga mereka dapat memperbaiki diri. Evaluasi mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dalam proses pembelajaran, seperti metode pengajaran atau materi yang kurang relevan. Membuat Keputusan Hasil evaluasi dapat menjadi dasar untuk membuat keputusan tentang pembelajaran, atau penggunaan media pembelajaran yang lebih efektif. Dalam skala yang lebih besar, hasil evaluasi dapat digunakan untuk membuat kebijakan pendidikan yang lebih baik. Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Evaluasi menjadi bagian dari siklus perbaikan pembelajaran yang Dengan terus melakukan evaluasi, kualitas pembelajaran dapat terus ditingkatkan. Evaluasi juga berfungsi sebagai bentuk akuntabilitas bagi guru, sekolah, dan sistem pendidikan secara keseluruhan. Salah satu faktor pembelajaran adalah guru. Dari beberapa uraian di muka, nampak bahwa tugas panggilan guru menjadi pendidikdan pengajar di jaman sekarang ini tidak Tantangannya begitu banyak dan Misalnya, anak didik tidak mau diatur, semangat belajar rendah, maunya cari yang mengenakkan, daya juang kecil. Dalam bidang pembelajaran, banyak dari mereka sungguh tidak maju. Tantangan menjadi lebih berat lagi karena kesejahteraan guru di Negara ini memang rendah, sehingga semakin berat bagi guru untuk dapat menjalankan tugas mereka (Evaluasi Program Pembelajaran Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Jamilah, 2. Motivasi Peserta Didik Evaluasi yang positif dapat meningkatkan motivasi belajar peserta Evaluasi juga dapat menjadi pendorong bagi peserta didik untuk terus berusaha memperbaiki diri. Sikap siswa dalam kegiatan pembelajaran mempunyai peran yang cukup dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Belajar siswa yang memiliki sikap positif dan motivasi memiliki peluang yang lebih untuk mencapai prestasi belajar lebih baik daripada siswa yang memiliki sikap yang (Evaluasi Program Pembelajaran Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Jamilah, 2. Evaluasi dilaksanakan untuk meneliti hasil dan proses belajar siswa, untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang melekat pada proses belajar itu. Evaluasi tidak mungkin dipisahkan dari belajar, maka harus diberikan secara wajar agar tidak merugikan. Dalam menjalankan evaluasi, pelajar sendiri harus turut mempunyai saham secara aktif. Evaluasi pembelajaran berperan juga untuk: Pengembangan Untuk pengembangan sutau program pendidikan, yang meliputi program studi, kurikulum, program pembelajaran, desain belajar mengajar, . Akreditasi Evaluasi juga berperan untuk menetapkan kedudukan suatu program pembelajaran berdasarkan ukuran/kriteria tertentu,sehingga suatu program dapat dilaksanakan terus, atau sebaliknya diperbaiki/disempurnakan. Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic ) Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Miftahul Jannah, 2Autry Dian Ramasari, 3Sri Peby Agustina, *4Fera Zora Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 Evaluasi itu sendiri dalam kaitannya dengan pembelajaran akan berpengaruh terhadap apakah tujuan pembelajaran itu tercapai atau Dengan begitu kegiatan evaluasi sangat penting untuk mengukur sejauh mana keberhasilan siswa maupun guru dalam proses belajar mengajar. Tujuan Evaluasi Pembelajaran Tujuan pembelajaran yaitu untuk mengetahui seberapa efektif dari proses pembelajaran yang dilakukan, materi, metode, dan media pembelajaran. Secara umum evaluasi pembelajaran dilakukan setelah proses pembelajaran di kelas sudah terlaksana. (Triatmojo & Sukirman, 2. Secara keefektifan dan efisiensi sistem pembelajaran secara luas. Sistem pembelajaran dimaksud meliputi: tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, lingkungan maupun sistem penilaian itu Tujuan dari suatu kegiatan evaluasi pembelajaran ialah untuk dapat menentukan kualitas dari setiap proses yang dilakukan dalam suatu kegiatan program pembelajaran, kegiatan ini juga dapat menjadikan pengumpulan informasi sebagai alternatif yang tepat dalam mengambil (Rani Tri Damayanti et al. , 2. Selain itu, evaluasi pembelajaran juga ditujukan untuk menilai efektifitas strategi pembelajaran, menilai dan meningkatkan efektifitas program kurikulum, menilai dan membantu belajar peserta didik, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan peserta didik, serta untuk menyediakan data yang membantu dalam membuat keputusan. Berikut tujuan umum dan tujuan khusus dalam evaluasi pendidikan : Tujuan Umum: Untuk mengetahui keefektifan dan efisiensi sistem pembelajaran, baik yang menyangkut tentang tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, lingkungan maupun sistem penilaian itu sendiri. Untuk menghimpunbahan keterangan . yang dijadikan sebagai bukti mengenai tarap kemajuan anak didik dalam mengalami proses pendidikan selama jangka waktu tertentu. Tujuan Khusus Penilaian dalam pembelajaran Chittenden . , mengemukakan . ssessment purpos. adalah Aukeeping track, checking-up, finding-out, and summing-upAy. Keeping track, yaitu untuk menelusuri dan melacak proses belajar peserta didik sesuai dengan . Checking-up, kemampuan peserta didik dalam kekurangan-kekurangan peserta didik selama mengikuti proses . Finding-out, yaitu untuk mencari, menemukan dan mendeteksi kelemahan peserta didik dalam proses pembelajaran, sehingga guru dapat dengan cepat mencari alternatif solusinya. Summing-up, penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditetapkan. Menurut Sudijono. bahwa tujuan evaluasi terdiri dari tujuan umum dan tujuan Tujuan Umum adalah untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami peserta didik, setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu dan untuk mengukur dan menilai sampai dimanakah evektifitas mengajar dan metode-metode mengajar yang telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik, serta kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh peserta didik. Tujuan Khusus adalah untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan. Prinsip Evaluasi Pembelajaran Prinsip-prinsip evaluasi pembelajaran sangat penting untuk memastikan bahwa penilaian yang Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic ) Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Miftahul Jannah, 2Autry Dian Ramasari, 3Sri Peby Agustina, *4Fera Zora Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 dilakukan efektif dan adil. Prinsip diperlukan sebagai pemandu dalam kegiatan evaluasi. Oleh karena itu evaluasi dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila dalam pelaksanaannya senantiasa berpegang pada prinsip-prinsip berikut Prinsip Kontinuitas Evaluasi harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada akhir semester, tetapi juga di tengah proses Hal ini memungkinkan guru untuk memantau perkembangan peserta didik secara berkala dan melakukan penyesuaian pembelajaran jika diperlukan. Prinsip Komprehensif Evaluasi harus mencakup semua aspek pembelajaran, baik kognitif . , afektif . , maupun psikomotorik . Prinsip Objektif Evaluasi harus bebas dari bias dan didasarkan pada bukti yang jelas. Instrumen evaluasi harus dirancang dengan baik dan valid. Prinsip Kooperatif Proses evaluasi yang melibatkan partisipasi aktif dari peserta didik, guru, dan pihak terkait lainnya. Hal ini dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan kualitas pembelajaran secara Prinsip Praktis Evaluasi harus efisien dan tidak membebani guru maupun peserta didik. Instrumen evaluasi harus mudah dibuat, dilaksanakan, dan dinilai. Prinsip Keterpaduan Evaluasi dengan proses pembelajaran. Artinya, evaluasi bukan hanya sebagai kegiatan terpisah, tetapi menjadi bagian integral dari kegiatan belajar mengajar. Prinsip Koherensi Evaluasi harus sejalan dengan Instrumen evaluasi harus pembelajaran secara tepat. Prinsip Pedagogis Evaluasi harus bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Hasil evaluasi harus digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki strategi Prinsip Akuntabilitas Evaluasi Hasil evaluasi harus dapat diandalkan dan dapat digunakan sebagai bukti kinerja guru dan peserta didik. (Magdalena. Nurchayati, et , 2. Syarat-Syarat Evaluasi Pembelajaran Dalam pembelajaran juga perlu memperhatikan syaratsyarat yang harus dipenuhi, yang terdiri dari 3 . syarat yaitu, kesahihan/validasi, keterandalam/reliabilitas dan kepraktisan. Validasi Kesahihan atau validitas . dapat mengevaluasi apa yang harus dievaluasi. Reliabilitas Reliabilitas berhubungan dengan masalah kepercayaan, yakni tingkat kepercayaan bahwa suatu instrumen evaluasi mampu memberikan hasil yang tepat. Kepraktisan Kepraktisan merupakan syarat suatu tes standar, kepraktisan mengandung arti kemudahan suatu tes baik dalam mempersiapkan, menggunakan, mengolah dan menafsirkan. (Magdalena. Nurchayati, et al. , 2. Teknik Evaluasi Pembelajaran Teknik evaluasi pembelajaran adalah prosedur atau cara yang dapat dilakukan oleh pendidik untuk melakukan proses evaluasi. Teknik evaluasi pembelajaran terbagi atas dua jenis yaitu teknik tes dan teknik non tes. Teknik Tes Teknik tes adalah prosedur yang digunakan pada saat pengukuran dan penilaian, yang dapat berupa pertanyaan, perintah, dan petunjuk dengan tujuan untuk mengukur tingkat kemampuan atau mengungkap aspek-aspek tertentu dari seseorang. Teknik tes melibatkan pemberian tugas atau pertanyaan kepada peserta didik untuk dijawab. Hasil jawaban kemudian dinilai untuk mengukur pemahaman dan kemampuan peserta didik. Tes Tertulis . Pilihan ganda: Peserta didik memilih satu jawaban yang paling tepat dari beberapa pilihan. Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic ) Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Miftahul Jannah, 2Autry Dian Ramasari, 3Sri Peby Agustina, *4Fera Zora Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 Benar-salah: Peserta menentukan apakah pernyataan yang diberikan benar atau salah. Menjodohkan: Peserta menghubungkan dua kolom yang . Isian singkat: Peserta didik mengisi jawaban dalam bentuk kata atau frase . Esai: Peserta didik memberikan jawaban yang lebih panjang dan mendalam terhadap suatu pertanyaan. Tes Lisan: Wawancara: Guru melakukan tanya jawab secara langsung dengan peserta . Presentasi: Peserta didik menyampaikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Tes Tindakan: Praktikum: Peserta didik melakukan menunjukkan kemampuannya. Proyek: Peserta didik mengerjakan proyek yang lebih kompleks dan membutuhkan waktu yang lebih lama. Teknik Non-tes Teknik non tes adalah cara penilaian hasil belajar peserta didik dengan melakukan pengamatan secara sistematis. Teknik nontes juga dapat diartikan sebagai cara mengumpulkan kemajuan belajar dengan tidak menggunakan tes Teknik ini umumnya ditujukan untuk menilai kepribadian siswa secara menyeluruh yang meliputi tingkah laku, keterampilan, sikap sosial, dan sebagainya. (Miftha Huljannah, 2. Teknik non-tes melibatkan observasi langsung terhadap perilaku peserta didik atau hasil kerja Observasi: Guru mengamati perilaku Angket: Peserta didik mengisi angket untuk memberikan pendapat atau tanggapan tentang suatu hal. Portofolio: Kumpulan karya peserta didik selama periode tertentu. Jurnal: Catatan harian peserta didik tentang pengalaman belajar mereka. IV CONCLUSION Kegiatan evaluasi merupakan hal penting dalam proses pembelajaran. Maka dari itu hendaknya pendidik mengetahui makna, tujuan, manfaat dan cara untuk melakukan evaluasi. Evaluasi bukan hanya berperan bagi peserta didik saja, namun juga bagi pendidik, sekolah dan Bagi peserta didik, evaluasi digunakan untuk melihat dan mengukur capaian keberhasilan selama mengikuti pembelajaran di Bagi pendidik, evaluasi digunakan untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran yang ia lakukan. Selain itu evaluasi juga membantu pendidik untuk mengetahui mana peserta didik yang belum memahami materi pelajaran, peserta didik yang mengalami kesulitan dan letak kesulitannya. Hasil evaluasi ini bisa dijadikan pedoman dalam melaksanakan pembelajaran selanjutnya. Peran evaluasi bagi sekolah yaitu sebagai pedoman untuk meningkatkan pelayanan dalam pembelajaran di sekolah. Sedangkan bagi masyarakat, evaluasi berperan sebagai penilaian terhadap peserta didik. Sehingga dapat Hasil evaluasi dapat digunakan untuk memasuki jenjang sekolah yang lebih tinggi atau untuk mengetahui kelayakan mendapatkan pekerjaan atau jabatan tertentu. Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic ) Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Miftahul Jannah, 2Autry Dian Ramasari, 3Sri Peby Agustina, *4Fera Zora Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 Bibliography