Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. 280 - 294 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 STRATEGI DAN IMPLEMENTASI ADVOKASI DALAM UPAYA PENANGGULANGAN STUNTING : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Irfan Sazali Nasution1. Azra Muzaiyana Nasution2. Diva Keysha Aura Silalahi3. Khairunnisa4 . Nailla Deswita Sari5 . Wafida Tunnur Siregar6 . Yenni Fitriani7 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan1,2,3,4,5,6,7 Email: irfan1100000177@uinsu. id1 , azramuzaiyana28@gmail. com2,auradivakeysha@gmail. niskhairun051@gmail. com4 , nailladeswitasari@gmail. com5 , wafidatunnurwafidasrg@gmail. fitrianiyenni1@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Angka stunting di Indonesia tergolong tinggi, yaitu sebesar 19,8% pada tahun 2024. Untuk menurunkan angka tersebut, sangatlah penting untuk memiliki kemauan politik yang kuat serta menggalang sumber daya melalui upaya advokasi. Tujuan: Penelitian ini berfokus pada pengidentifikasian jenis-jenis advokasi, faktor-faktor yang mendukung atau menghambat proses tersebut, serta efektivitas intervensi yang bertujuan untuk mengurangi stunting. Metode: Tinjauan pustaka komprehensif dilakukan terhadap sepuluh artikel ilmiah yang telah melalui proses peer-review . 1Ae2. yang bersumber dari Google Scholar, dengan data dievaluasi menggunakan metode analisis konten. Hasil: Advokasi yang didorong oleh masyarakat, melalui inisiatif kebijakan lokal, pemberdayaan pemimpin lokal, alokasi dana desa . Ae10%), dan penggunaan media visual . , telah menunjukkan efektivitas yang signifikan. sisi lain, masalah sosial dan budaya seperti pernikahan anak serta kurangnya kolaborasi antarsektor menjadi tantangan utama. Rekomendasi: Disarankan agar pembuat kebijakan membentuk badan formal untuk memastikan koordinasi terintegrasi antarsektor, memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi bidang-bidang prioritas, serta secara konsisten meningkatkan kapasitas organisasi akar rumput setempat. Kata Kunci: Advokasi stunting, promosi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, kebijakan kesehatan, kolaborasi lintas sektor. ABSTRACT Background: The rate of stunting in Indonesia is notably high at 19. 8% in 2024. To decrease this figure, it is vital to have strong political will and gather resources through advocacy efforts. Objective: This research focuses on discovering types of advocacy, the factors that support or hinder this process, and the effectiveness of interventions aimed at reducing stunting. Method: A comprehensive literature review was carried out on ten peer-reviewed scientific papers . sourced from Google Scholar, with the data evaluated using content analysis methods. Results: Advocacy that is community-driven, through local policy initiatives, empowerment of local leaders, allocation of village funds . -10%), and engaging visual media . uch as flipchart. , has shown significant effectiveness. On the other hand, social and cultural issues like child marriage and poor collaboration across different sectors present major challenges. Recommendation: It is suggested that policymakers create formal bodies to ensure integrated coordination across sectors, employ artificial intelligence (AI) for identifying priority areas, and consistently improve the capabilities of local grassroots organizations. Keywords: Stunting advocacy, health promotion, community empowerment, health policy, crosectoral collaboration. | 280 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. 280 - 294 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 berfokus pada faktor penyebab langsung PENDAHULUAN Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita yang terjadi akibat makanan tambahan (PMT), suplementasi kekurangan gizi kronis, terutama pada gizi, dan promosi pemberian ASI eksklusif 000 Hari Pertama Kehidupan (Anggraini (Anggraini et al. , 2. Berdasarkan hasil keberadaan program tersebut belum tentu Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun didukung oleh strategi advokasi yang mengalami penurunan dari 21,5% pada Menurut Alif et al. tahun 2023 menjadi 19,8% pada tahun 2024, sehingga telah melewati target RPJMN 20,1%. Meskipun Namun, menunjukkan bahwa sekitar 4. kepada pengambil kebijakan dan pemangku balita di Indonesia mengalami stunting kepentingan lokal. (Kemenkes RI, 2. Penurunan angka Selain penanggulangan stunting juga memerlukan menggambarkan keberhasilan yang merata pendekatan kolaboratif yang melibatkan karena masih terdapat kesenjangan yang berbagai pihak, seperti pemerintah, sektor Sumanti . , kelompok sosial ekonomi (Kemenkes RI. Menurut Stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, seperti pola permasalahan stunting memiliki faktor asuh yang kurang optimal, keterbatasan penyebab yang kompleks dan tidak dapat akses terhadap air bersih dan sanitasi, serta diselesaikan hanya oleh satu sektor. rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan. Walaupun Upaya penanggulangan stunting secara mengenai penanggulangan stunting telah umum dilakukan melalui dua pendekatan, banyak dilakukan di Indonesia, sebagian yaitu intervensi gizi spesifik dan intervensi besar penelitian masih berfokus pada aspek Intervensi program di tingkat lapangan. Kajian yang | 281 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. 280 - 294 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 secara khusus membahas peran advokasi METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan kebijakan, penguatan komitmen, serta dalam artikel ini adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. penanggulangan stunting masih relatif Penelitian ini dilakukan dengan Kesenjangan tersebut menjadi meninjau dan menganalisis berbagai artikel dasar perlunya dilakukan kajian yang ilmiah yang berkaitan dengan strategi mengintegrasikan berbagai hasil penelitian pemberdayaan masyarakat, serta upaya advokasi dalam upaya penanggulangan untuk mempercepat pengurangan stunting stunting di Indonesia, sehingga dapat di Indonesia. Sumber data diperoleh melalui pencarian literatur di basis data Google keberhasilan maupun perbedaan capaian Scholar dan jurnal ilmiah nasional serta internasional yang diterbitkan antara tahun Berdasarkan latar belakang tersebut, 2021 hingga 2026 dengan menggunakan penelitian ini bertujuan untuk melakukan kata kunci seperti advokasi stunting, (Systematic Literature Review/SLR) terhadap penelitian masyarakat, pencegahan stunting, kebijakan yang membahas strategi dan implementasi kesehatan, dan kolaborasi lintas sektor. advokasi dalam upaya penanggulangan Artikel yang dipilih ditentukan stunting di Indonesia. Kajian ini diharapkan berdasarkan berbagai kriteria: artikel-artikel tersebut relevan dengan topik penelitian, menyeluruh mengenai bentuk advokasi memiliki temuan penelitian yang valid dan dipublikasikan di jurnal yang terakreditasi rekomendasi berbasis bukti yang dapat atau jurnal dengan kualitas akademis tinggi. dimanfaatkan oleh pembuat kebijakan. Dari pencarian ini, sepuluh artikel utama praktisi kesehatan masyarakat, dan peneliti dalam mengembangkan strategi advokasi yang lebih efektif dan sesuai dengan bentuk strategi advokasi, pola pelaksanaan kondisi lokal. penghambat, serta efektivitas intervensi | 282 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. 280 - 294 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 HASIL PENELITIAN Hasil kajian literatur dari artikel Data yang telah dikumpulkan yang diinklusi dalam systematic literature mengelompokkan temuan-temuan utama ke dalam tema tertentu, seperti advokasi penanggulangan stunting memiliki variasi pengembangan kapasitas untuk pekerja pendekatan dan tingkat efektivitas yang berbeda-beda. Rangkuman hasil 10 artikel komunitas, dan kolaborasi lintas sektor. yang memenuhi kriteria inklusi disajikan pada tabel 1 berikut: Tabel 1. Ringkasan Temuan Studi Terkait Strategi dan Implementasi Advokasi dalam Penanggulangan Stunting Penulis Judul Aminullah dan Efektivitas Riris Setiyo Rini. Pelaksanaan Program Advokasi Kebijakan Stunting Dinas P3AP2KB Kabupaten Pasuruan. Metode Penelitian kualitatif deskriptif di Dinas P3AP2KB Kabupaten Pasuruan ini mengumpulkan Data Miles. Huberman. Saldaya. Evaluasi efektivitas didasarkan pada tiga Sandfort dan Moulton . , perubahan, program inti, dan pencapaian nilai publik. Hasil Program usia perkawinan dinilai belum efektif. Hal ini pernikahan wanita usia < 20 tahun . 667 pada 2020 menjadi 2. 040 pada 2. serta tingginya 461 kawin pada tahun 2022. Kegagalan dipicu oleh kuatnya budaya pernikahan anak terbelakang, serta faktor kemudahan isbat nikah oleh Pengadilan Agama . eringkat 3 tertingg. Ketidaksiapan fisik dan | 283 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. 280 - 294 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Riyan Agus Faisal Hasibuan. Halimah Tusakdiyah, dan Ramada Sandi. Pemberdayaan Masyarakat Advokasi Stunting Melalui Forum Desa Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan di Desa Suka Maju. Metodenya mencakup pelatihan pembentukan forum gizi/sanitasi. Evaluasi keberhasilan diukur melalui uji pre-test dan post-test, serta lewat wawancara dan observasi lapangan. Dian Wiris Woro Wardani. Fitri Qoriaturrosyidah. Nurjasima Apriyanti. Diyar Sampornojati. Wilda Fasim Hasibuan, dan Sri Langgeng Ratnasari, 2023. Advokasi Kesehatan dan Konseling Kelompok Bermedia Flipchart Sebagai Upaya Preventif Penurunan Stunting. Kegiatan Pengabdian Kreativitas Mahasiswa (PKM) secara luring di Posyandu Kelurahan Belian. Kota Batam, rentang waktu 4Ae5 Intervensi terbukti merusak pola asuh dan pemenuhan nutrisi, sehingga terus kasus stunting. Strategi melalui Forum Desa Peduli Stunting (FDPS) terbukti sangat efektif. Advokasi bottom-up, di mana beranggotakan 15 unsur menyuarakan kebutuhan Bentuk nyata dari advokasi ini adalah suksesnya forum dalam mendesak dan menggolongkan alokasi 5% dari Dana Desa khusus untuk program kesehatan lokal, seperti tambahan (PMT) balita, pelatihan kader gizi, dan perbaikan sarana air Intervensi edukasi ini terbukti berjalan dengan baik dan efektif dalam mengubah pemahaman masyarakat. Proses kesehatan terarah untuk membangun kesadaran | 284 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. 280 - 294 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 pendekatan utama, advokasi kesehatan Media komunikasi berupa lembar balik . menyerupai komik dengan bahasa yang Evaluasi berdasarkan tingkat keaktifan partisipan selama proses diskusi Soraya Ratna Manajemen Penelitian kualitatif Pratiwi, 2020. Kampanye Komunikasi mengkaji Kampanye Kesehatan Gizi Nasional oleh dalam Upaya MCA-Indonesia. Pengurangan Data Prevalensi Balita Stunting wawancara Direktur Proyek dan Manajer Kampanye, sekunder diperoleh nonpartisipan serta Keabsahan triangulasi sumber, menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Augustin Rina Policy Kualitatif deskriptif Herawati. Ida Advocacy for berbasis analisis isi Hayu Stunting . ontent flipchart guna melatih Hasil dari berhasil meningkatkan pemahaman ibu secara pentingnya program KB untuk mengatur jarak menekan risiko stunting, kemampuan orang tua dalam menerapkan pola asuh yang tepat dan pemenuhan gizi anak sehari-hari. Kampanye komunikasi kesehatan ini dijalankan mengubah pola pikir Proses advokasi diawali dengan riset formatif untuk sasaran dan melakukan guna menyusun target serta uji coba materi Bentuk kolaborasi aktif dengan kader Posyandu, tokoh LSM, serta kemitraan massal lewat televisi dan media Advokasi kebijakan yang terencana dan kolaboratif | 285 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. 280 - 294 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Dwimawanti. Prevention Novieta Hardeani Indonesia Sari. Maesaroh. Azaria Eda Pradana, 2025. in Data melalui penelusuran pemerintah, laporan masyarakat (NGO), literatur akademik, sertapublikasi media Yulius Dirman. Rama Nur Kurniawan K. Ivan Wijaya. Strategi Promosi Kesehatan terhadap Upaya Pencegahan Stunting Wilayah Kerja Puskesmas Aeng Kualitatif Pengumpulan data menggunakan teknik metode analisis isi . ontent analysi. Zeti Sintia Antasya. Ridwan. La Ode Reskiaddin, 2023. Strategi Promosi Kesehatan Menanggulangi Kejadian Stunting Wilayah Kerja Posyandu Cempaka Kelurahan Pondok Meja Tahun 2022 Kualitatif deskriptif menggunakan teknik analisis isi . ontent analysi. dan sistem pengodean terbuka (Open Cod. terhadap data dari 9 orang informan. Daru Purnomo . Optimalisasi Seto Herwandito. Multi-Pihak Kris Julis Iman Penelitian krusial dalam tahapan hingga evaluasi program Selain itu, integrasi buatan (AI) terbukti efektif dalam memetakan intervensi di lapangan. Strategi penanggulangan stunting bertumpu pada anggaran kesehatan desa optimalisasi peran kader Posyandu, dukungan sosial dari otoritas lokal, penciptaan kondusif . ina suasan. , kemitraan lintas sektor (KUA dan BKKBN). Operasional Posyandu dinilai belum optimal fungsi advokasi dan penggalangan dukungan Kendati demikian, institusi ini telah berhasil menggerakkan program demonstrasi praktik ASI eksklusif, serta inisiasi kerja sama strategis perguruan tinggi. ini pemerintah desain mengoptimalkan kolaborasi aktor | 286 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. 280 - 294 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Murni Waruwu. Untuk deskriptif melalui "Program Super Brigitte Sarah Percepatan pendekatan Tangguh" . atu dinas Renyoet. Gelora Penurunan teknik mendampingi Mangalik, 2023 Stunting "Penting" Kota secara kualitatif mahasiswa Salatiga Dalam menggunakan panduan penyaluran CSR Peluang Dan wawancara terstruktur perusahaan Tantangan dan observasi, dan data makanan sehat, serta berupa pemantauan rutin 1. pengukuran status gizi Hari Pertama Kehidupan (HPK) oleh kader PKK dan Posyandu di tingkat kolaborasi ini kurva pertumbuhan angka stunting, tantangan koordinasi formal dan distribusi informasi yang belum merata antarsektor, sehingga program di lapangan berisiko tumpang tindih dan tidak Rati Collaborative Penulisan artikel ini Hasil Sumanti,2024 Governance: menggunakan metode Strategi literature review . tudi kolaborasi melalui model Penta Helix Pencegahan & pustak. Literature strategi terbaik untuk Penurunan mempercepat penurunan Prevalensi stunting di Indonesia. Stunting Tahun Organisasi bergerak langsung di masyarakat, serta media massa yang membantu informasi gizi secara Masalah utamanya koordinasi formal antarlembaga, anggaran yang belum selaras, serta masih | 287 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. 280 - 294 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Abd Rijal Penerapan Lapodi. Herlien Strategi Sinay, 2023 Promosi Kesehatan Pencegahan Stunting Puskesmas Air Besar Kota Ambon Penelitian studi ini adalah studi Metode berlandaskan pada enggunakan metode non-probability pemilihan informan tradisional yang keliru di kurangnya edukasi gizi Berdasarkan hasil dari penelitian maka strategi promosi kesehatan dalam bukan saja melibatkan program promkes saja, melainkan melibatkan semua sektor baik dari dinas kesehatan, kaderkader posyandu dan masyarakat menunjukkan hasil yang lebih PEMBAHASAN Implementasi efektif, seperti pembentukan Forum Desa Peduli Stunting (FDPS) yang mampu Indonesia menunjukkan variasi pendekatan mendorong partisipasi masyarakat dan yang dipengaruhi oleh kondisi daerah, pelaksana program, serta media yang pencegahan stunting (Faisal et al. , 2. Pendekatan berbasis kebijakan serta didukung oleh temuan bahwa tata formal seperti advokasi penundaan usia kelola dana desa yang transparan melalui perkawinan belum sepenuhnya efektif musyawarah meningkatkan keberhasilan intervensi (Syifa et al. , 2. sosiokultural, termasuk budaya pernikahan Dana Desa Selain itu, pada tingkat makro, anak, pola pikir tradisional masyarakat, serta tingginya dispensasi dan isbat nikah (Aminullah dan Rini, 2. Kondisi ini termasuk penelitian formatif, pemetaan berkaitan dengan meningkatnya risiko sasaran, dan kolaborasi lintas sektor stunting akibat rendahnya kesiapan mental Retnaningsih. Kampanye Gizi Nasional (Pratiwi, 2. (Riskawati Strategi ini diperkuat oleh pentingnya Sebaliknya, media visual dalam mengatasi kesenjangan informasi terkait stunting (Ernawati, 2. | 288 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. 280 - 294 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Pada tingkat mikro, penggunaan media et al. juga menunjukkan bahwa komunikasi interaktif seperti flipchart menghasilkan intervensi yang lebih presisi dan sesuai dengan kebutuhan kelompok pemahaman dan perilaku kesehatan ibu Berdasarkan hal tersebut, peneliti terkait KB dan gizi anak (Wardani et al. berasumsi bahwa advokasi menjadi dasar 2. , serta lebih efektif dibandingkan penting agar program stunting metode ceramah karena memberikan ruang berjalan secara parsial, tetapi terarah, terintegrasi, dan berkesinambungan. (Handayani Trisnowati, 2. Secara keseluruhan. Perumusan kebijakan stunting juga integrasi antara kebijakan, pemberdayaan perlu didukung oleh pendekatan berbasis masyarakat, dan edukasi interpersonal bukti karena stunting merupakan masalah menunjukkan bahwa keberhasilan advokasi sangat bergantung pada keterlibatan aktif kemiskinan, sanitasi, pendidikan ibu, akses masyarakat serta penguatan kapasitas kader sebagai penggerak utama di tingkat lokal Secara teoritis, evidence-based (Alkaff et al. , 2. policy menekankan bahwa kebijakan harus Sintesis disusun berdasarkan data ilmiah agar sasaran intervensi lebih tepat. Bitew et al. penanggulangan stunting di Indonesia sangat ditentukan oleh kuatnya advokasi learning lebih unggul dalam memprediksi faktor risiko malnutrisi balita dibandingkan dukungan sosial, dan kemitraan lintas model statistik klasik, termasuk dalam Dalam teori promosi kesehatan, advokasi berfungsi untuk memperoleh tempuh ke sumber air, riwayat anemia, dan dukungan politik, regulasi, sumber daya, berat badan ibu yang kurang. Temuan ini serta komitmen pemangku kepentingan agar program kesehatan dapat berjalan penggunaan data dan teknologi prediktif Hal ini sejalan dengan dapat membantu pemerintah menyusun Herawati et al. yang menegaskan strategi pencegahan stunting yang lebih bahwa arah penanganan stunting sangat objektif, cepat, dan sesuai dengan kondisi dipengaruhi oleh advokasi kebijakan. Sufri | 289 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. 280 - 294 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Pada Yusnita et al. menegaskan bahwa Puskesmas dan Posyandu memiliki peran strategi nasional penanggulangan stunting bertumpu pada partisipasi komunitas lokal. kesehatan di masyarakat. Puskesmas tidak Peran kader menjadi sangat penting karena hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan, tetapi juga sebagai aktor advokasi, edukasi, memungkinkan terbentuknya komunikasi Dirman et al. membuktikan pemantauan keluarga berisiko secara lebih Peneliti mendorong advokasi fiskal desa melalui peningkatan kapasitas kader dalam edukasi gizi, komunikasi kesehatan, dan pencatatan Sementara data akan memperkuat efektivitas program Antasya et al. menunjukkan bahwa stunting di tingkat keluarga. kegiatan Posyandu seperti edukasi ASI Dukungan sosial dan modal sosial eksklusif tidak selalu berhasil apabila tidak juga menjadi faktor yang menentukan disertai penguatan advokasi dan dukungan keberlanjutan program. Dalam teori modal sosial, jaringan sosial, norma kolektif, peneliti berasumsi bahwa keberhasilan kepercayaan, dan gotong royong dapat program stunting di tingkat lokal sangat bergantung pada kemampuan Puskesmas terhadap intervensi kesehatan. Astuti et al. Berdasarkan Posyandu . menyatakan bahwa penurunan stunting dipengaruhi oleh optimalisasi warga, serta menjadikan stunting sebagai modal sosial melalui jejaring, norma agenda pembangunan desa. bersama, dan rasa saling percaya. Selain Pemberdayaan masyarakat menjadi itu, kemitraan dengan perguruan tinggi unsur utama karena perubahan perilaku tidak cukup dicapai melalui penyuluhan satu arah. Dalam teori pemberdayaan, pengetahuan, dan evaluasi berbasis riset. masyarakat harus ditempatkan sebagai Antasya et al. menunjukkan bahwa subjek yang mampu mengenali masalah, kolaborasi akademik-komunitas mampu mengambil keputusan, dan terlibat aktif meningkatkan kapasitas kader, sedangkan Taofik et al. membuktikan bahwa | 290 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. 280 - 294 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 kerja sama antara pemerintah daerah, universitas, dan lembaga internasional pencegahan stunting di Indonesia, beberapa dapat menurunkan prevalensi stunting temuan utama yang didapatkan sebagai Peneliti bahwa kolaborasi sosial dan akademik Metode advokasi sangat penting karena menjadikan program stunting lebih ilmiah, berperan sebagai faktor utama dalam adaptif, dan berkelanjutan. Secara memperoleh dukungan anggaran, dan memfasilitasi kolaborasi lintas sektor penanggulangan stunting membutuhkan guna menurunkan angka stunting. keterpaduan antara kebijakan, pelayanan Teknik advokasi berbasis komunitas kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan . ottom-u. , termasuk pembentukan dukungan lintas sektor. Regulasi yang kuat Forum Desa yang didedikasikan untuk tidak akan efektif tanpa implementasi nyata Pencegahan Stunting, telah terbukti di tingkat desa, sedangkan pelayanan jauh lebih efektif dalam memastikan menunjukkan bahwa kegagalan program di mengalokasikan dana lokal . isalnya, desa masih dapat terjadi akibat lemahnya setidaknya 5Ae10% dari dana des. untuk kolaborasi sektor kesehatan dan non- memenuhi kebutuhan gizi anak-anak usia dini dan melatih tenaga kesehatan berasumsi bahwa pencegahan stunting harus dibangun melalui sistem terintegrasi partisipasi aktif warga. Sufri et al. Oleh Penerapan alat komunikasi visual yang dari pemerintah pusat, pemerintah daerah. Puskesmas, . eperti flipchart bergaya komik dan masyarakat, hingga perguruan tinggi agar inisiatif penelitian formati. sangat intervensi mampu menjangkau kelompok rentan secara lebih tepat dan berkelanjutan. keluarga berencana, dan kebutuhan gizi KESIMPULAN Berdasarkan di kalangan keluarga sasaran, berbeda terhadap sepuluh artikel ilmiah mengenai dengan pendekatan tradisional berbasis | 291 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. 280 - 294 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 SARAN