Volume 21 Nomor 2 JURNAL STUDI INTERDISIPLINER PERSPEKTIF JPIAN: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Jayabaya ISSN: 1412-9000 BANK SAMPAH. SEBUAH UPAYA MENGURANGI JUMLAH PRODUKSI SAMPAH RUMAH TANGGA (STUDI KASUS BANK SAMPAH BAROKAH. RW. 07 KOMPLEKS PERUMAHAN BDN-RANGKAPAN JAYA BARU-PANCORAN MAS-KOTA DEPOK) Deradjat M Sasoko Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jayabaya Abstrak Masalah sampah merupakan persoalan klasik yang dihadapi masyarakat. Karena hampir setiap aktivitas kehidupan kita sehari-hari hampir selalu menghasilkan sampah. Mulai dari bungkus belanjaan, sisa makanan hingga barang-barang yang sudah tidak kita gunakan. Membuang sampah bukan pada tempatnya rupanya masih menjadi kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia. Bahkan tak sedikit pula yang melakukannya di tempat umum tanpa rasa bersalah. Padahal efek dari lingkungan yang tercemar juga akan berdampak pada masyarakat itu sendiri. Agar persoalan ini tidak kian menumpuk dan menggelinding bak bola salju, perlu ada upaya dan kebijakan yang bersifat integral dan komprehensif adalah mengurangi produksi sampah, menekan kebutuhan lahan untuk hunian, dan pada saat bersamaan mencari teknologi yang murah, efisien dan efektif dalam pengelolaan dan pengolahan sampah yang terus Kata Kunci: sampah, rumah tangga, teknologi Abstract The problem of waste is a classic problem faced by society. Because almost every activity of our daily lives almost always produces garbage. Starting from grocery packages, leftovers to items that we no longer use. Throwing garbage is not in its place apparently still a habit of some people in Indonesia. Not even a few who do it in public without guilt. Though the effects of the polluted environment will also have an impact on the community itself. So that this problem does not accumulate and roll like a snowball. There needs to be efforts and policies that are integral and The effort is to reduce waste production, reduce the need for land for occupancy, and at the same time look for cheap, efficient and effective technology in the management and processing of waste that continues to grow. Keywords: garbage, household, technology Pendahuluan Masalah sampah merupakan persoalan klasik yang dihadapi masyarakat (Tambunan et al. , 2. Karena hampir setiap aktivitas kehidupan kita seharihari hampir selalu menghasilkan Mulai dari bungkus belanjaan, sisa makanan hingga barang-barang yang sudah tidak kita gunakan. Produksi sampah setiap rumah tangga ini selalu menjadi masalah sosial di Karena. Pertama, jumlahnya A 2022 Perspektif Universitas jayabaya. All Right Reserved Corresponding author: deradjatmahadisasoko@gmail. Received 03 February 2022. Accepted 10 February 2022. Published 15 February 2022 Deradjat M Sasoko / Bank Sampah. Sebuah Upaya Mengurangi Jumlah . terus bertambah seiring bertambahnya Kedua, lahan yang tersedia untuk menampung timbunan sampah makin terbatas lantaran tingginya kebutuhan tanah untuk hunian, dan Ketiga, upaya untuk mengurangi volume sampah dengan mengolah atau mendaur ulang menjadi barang yang bermanfaat membutuhkan investasi yang tidak Berdasarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Indonesia menghasilkan 67,8 juta ton sampah pada tahun 2020 (Rahayu et al, 2022. Saputra & Fauzi. Sudrajat & Marpaung, 2. Dari jumlah tersebut: . 37,3% berasal dari aktivitas rumah tangga, . 16,4% berasal dari pasar tradisional, . 15,9% sampah berasal dari kawasan, . 14,6% sampah berasal dari sumber lainnya, . 7,29% sampah yang berasal dari perniagaan, . 5,25% sampah dari fasilitas publik, dan . 3,26% sampah berasal dari Sedangkan berdasarkan jenisnya: . 39,8% sampah yang dihasilkan masyarakat berupa sisa makanan, . 17% sampah plastik, . 14,01% sampah berupa kayu atau ranting, . 12,02% sampah berupa kertas atau karton, . 6,94% sampah berupa jenis lainnya, . 3,34% sampah berjenis logam, . 2,69% sampah berjenis kain, . 2,29% sampah yang berupa kaca, dan . 1,91%. karet atau kulit. Dari data tersebut, 55,87% sampah berhasil dikelola sepanjang tahun lalu. Sedangkan 44,13% sampah masih tersisa karena belum dikelola. Meskipun berdasarkan data KLHK jenis sampah plastik hanya berada di urutan kedua di bawah sampah sisa makanan, namun karena sampah plastik tidak bisa terurai sebagaimana sampah makanan yang mudah diolah menjadi pupuk organik, jenis sampah ini perlu mendapat perhatian ekstra. Volume sampah plastik di Indonesia sendiri angkanya cukup tinggi dan sangat memprihatinkan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sebanyak 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut (Efriawan & Riyantini, 2019. Arjal & Rafidah, 2. Sementara itu, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 000 ton kantong plastik (Utami et al. Rahmi & Selvi, 2. Di level Kota Depok. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Ety Suryahati menyebut saat ini tidak kurang dari 1. ton sampah per hari yang dihasilkan warga Kota Depok. Dari jumlah itu hanya 700 ton sampah yang masuk ke TPA Cipayung Untuk mengangkut sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang tersebar di berbagai titik di Kota Depok ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Cipayung menurut Kepala Bidang Kebersihan DLHK Kota Depok. Iyay Gumilar pihaknya mengerahkan 500 personel dan 120 truk setiap harinya. Gambaran Sampah Umum Tentang Bank Sampah adalah sesuatu bahan atau benda padat yang sudah tidak dipakai lagi oleh manusia, atau benda padat yang sudah tidak digunakan lagi dalam kegiatan manusia dan dibuang (Azhar & Fitria, 2019. Rifani & Jalaluddin, 2. Para ahli kesehatan Amerika membuat Page | 16 JURNAL PERSPEKTIF Volume 21 Nomor 2 batasan sampah . adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia, dan tidak terjadi dengan sendirinya (Notoatmodjo, 2. Bank sampah adalah suatu tempat yang sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank (Bakhri. Ariefahnoor et al. , 2. Jenis Sampah dalam Kelompok Bank Sampah menurut Lampiran II point G Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce. Reuse, dan Recycle Melalui Bank Sampah dimana jenis-jenis ditabungkan dibank sampah yaitu: Kertas, meliputi koran, kardus dan dupleks. Plastik, meliputi plastik bening, botol plastik, dan plastik kertas lainnya. Logam, meliputi besi, aluminium, dan Gambar 1 Pamflet Bank Sampah Barokah, 2022 Berdasarkan persoalan tersebut, penulis mencoba merumuskan permasalahan sebagai berikut: . Apa saja penyebab terjadinya penumpukan sampah? . Bagaimana cara mengatasi penumpukan Seperti diuraikan sebelumnya, penyebab utama penumpukan sampah adalah karena Pertama, jumlahnya terus Kedua, lahan yang tersedia untuk menampung timbunan sampah makin terbatas lantaran tingginya kebutuhan tanah untuk hunian, dan Ketiga, upaya untuk mengurangi volume sampah dengan mengolah atau mendaur ulang menjadi barang yang bermanfaat membutuhkan investasi yang tidak Namun faktor lain yang tidak Page | 17 Deradjat M Sasoko / Bank Sampah. Sebuah Upaya Mengurangi Jumlah . menyumbang penumpukan sampah adalah perilaku dari masyarakat sendiri. Membuang sampah bukan pada tempatnya rupanya masih menjadi kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia. Bahkan tak sedikit pula yang melakukannya di tempat umum tanpa rasa bersalah. Padahal efek dari lingkungan yang tercemar juga akan berdampak pada masyarakat itu sendiri. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesda. Kementerian Kesehatan tahun 2013, sebagian besar rumah tangga di Indonesia masih tidak mengelola sampah dengan baik. Menurut hasil riset itu, dalam memperlakukan sampah: . 50,1% masyarakat masih lebih suka dengan cara membakar, . 10,4% membuang sampah ke kali, parit dan laut, . 9,7% membuang sampah sembarangan, . 3,9% menimbun sampah dalam tanah, . 25,9% yang membuang sampah dengan benar. Sedangkan ketika membuang limbah rumah tangga, perilaku masyarakat Indonesia: . 46,7% membuang limbah langsung ke got, . 17,2% penampungan, . 15,5% membuang limbah menggunakan penampungan tertutup di pekarangan dilengkapi SPAL, . 13,2% membuang limbah menggunakan penampungan terbuka di pekarangan, dan . 7,4% membuang limbah dengan penampungan di luar Metode Penelitian Penelitian dilaksanakan di Bank Sampah RW. 07 Perumahan Kompleks BDN Depok. Waktu penelitian dilakukan bulan Desember 2021. Teknik analisa data yang digunakan penulis adalah Deskriptif Kualitatif, yaitu menganalisa data yang menjelaskan secara rinci tentang keadaan objek dan subjek yang diteliti sebagaimana adanya berdasarkan fakta-fakta yang aktual. Sehingga dapat menggambarkan situasi yang ada dan mengungkapkan keadaan lainnya yang berhubungan dengan permasalahan yang diajukan. Hasil Dan Pembahasan Cara Mengatasi Penumpukan Sampah Agar menumpuk dan menggelinding bak bola salju, perlu ada upaya dan kebijakan yang bersifat integral dan komprehensif. Upaya itu adalah . Mengurangi . Menekan kebutuhan lahan untuk hunian, dan . Pada saat bersamaan mencari teknologi yang murah, efisien dan efektif dalam pengelolaan dan pengolahan sampah yang terus bertambah. Ketiga hal tersebut hanya bisa berjalan apabila ada concern dan kebijakan yang mendukung dari pemerintah. Misalnya, larangan menggunakan kemasan atau kantong plastik, menggalakkan kembali program Keluarga Berencana (KB) untuk berdampak pada produksi sampah, serta memberi insentif, kemudahan dan fasilitasi kepada pihak-pihak yang ingin berinvestasi di bidang pengelolaan dan pengolahan sampah. Tetapi berbagai kebijakan tersebut hanya akan berjalan baik apabila ada concern. Page | 18 JURNAL PERSPEKTIF Volume 21 Nomor 2 Di sinilah pentingnya bagaimana persoalan sampah ini harus dipecahkan dan diatasi bersama, agar tidak menjadi masalah yang makin besar dan sulit diatasi di masa mendatang. Saat ini sudah cukup banyak pimpinan daerah yang menunjukkan concern itu mengkampanyekan program pemilahan Program itu dikenal dengan 3R. reduce, reuse dan recycle. Yakni memanfaatkan kembali, dan mengolah sampah menjadi produk daur ulang yang memiliki nilai guna dan nilai Dengan program 3R tersebut, persoalan sampah dapat ditekan mulai dari level yang paling bawah, yakni masyarakat dan lingkungan. Dengan mendorong keluarga dan masyarakat melakukan reduce, reuse dan recycle, volume sampah yang menjadi problem keluarga dan lingkungan berkurang. Seiring dengan itu cost atau biaya yang dikeluarkan untuk mengangkut sampah dapat Studi Kasus: Bank Sampah Barokah Komplek BDN. Depok Berangkat dari pemahaman tersebut tulisan ini coba memaparkan studi kasus pengelolaan sampah di Komplek Perumahan BDN. Depok, khususnya melalui pendirian Bank Sampah Barokah Gambar 2. Lokasi Baru Bank Sampah Barokah, 2022 Awalnya di komplek perumahan yang dibangun awal 1990 an ini pengelolaan sampah dikelola secara mandiri. Warga mengumpulkan dan membuang sendiri sampah rumah tangga di tempat sampah yang dibuat dengan menggali tanah. Dan setelah sampah penuh, ditimbun dengan tanah hasil pembuatan galian baru penampungan sampah. Seiring dengan bertambahnya jumlah penghuni komplek, volume sampah pun tidak dapat lagi ditampung dengan cara gali lobang tutup lobang. Untuk membuang ke tempat lain tidak semua warga tahu tempat dan caranya. Maka dilakukan secara kolektif dengan membayar tenaga dari warga sekitar Page | 19 Deradjat M Sasoko / Bank Sampah. Sebuah Upaya Mengurangi Jumlah . Cara ini dianggap simbiosis warga tidak perlu capek dan bingung memikirkan bagaimana membuang sampah, sebaliknya bagi memberikan peluang usaha bagi mereka dalam mencari penghasilan. Dalam dengan tata kelola pemerintahan Kota Depok yang kian berkembang menjadi metropolis, manajemen sampah pun kian mendapat perhatian. Seperti di kota-kota lainnya. Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) mengerahkan truktruk yang setiap hari beroperasi hingga ke kelurahan dan komplek perumahan untuk menarik sampah warga yang titik-titik Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah. Dari TPS-TPS, sampah warga ini diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang berlokasi di Kecamatan Cipayung. Dengan perkembangan yang demikian itu warga Komplek BDN pun mulai membuat pola baru dengan membangun TPS di areal komplek yang berfungsi sebagai fasilitas umum/fasilitas sosial. Untuk mengangkut sampah dari rumahrumah, warga melalui pengurus RW mempekerjakan tenaga reguler dengan gaji bulanan dari hasil iuran keamanan dan kebersihan lingkungan. Meski demikian persoalan sampah belum selesai. Jumlah penghuni terus Dan itu berarti volume sampah semakin besar. Di satu sisi kapasitas TPS yang bisa disediakan warga Komplek BDN terbatas, di sisi lain kapasitas tenaga penarik sampah yang umumnya sudah berumur . arena tenaga yang lebih muda dengan jenis pekerjaan dan kompensasi gaji yang diberikan tidak tertarik menerima pekerjaan in. juga tidak bisa mengcover pengambilan sampah warga secara Gambar 3. Kegiatan Bank Sampah Barokah, 2022 Setelah segala upaya dipikirkan untuk mengatasi problematika sampah ini, akhirnya berdasarkan hasil musyawarah warga, di RW. 07 Komplek BDN sepakat dilakukan upaya mengurangi tumpukan Page | 20 JURNAL PERSPEKTIF Volume 21 Nomor 2 Kebetulan dalam waktu bersamaan Pemerintah Kota Depok sedang gencar sampah dan mendorong pendirian unitunit Bank Sampah di lingkungan RT/RW dan komplek pemukiman warga. Meski operasional Bank Sampah Barokah ini sudah berjalan 2 tahun, susunan pengurusnya baru ditetapkan secara formal oleh Lurah Rangkapan Jaya Baru. Zayadi S. Sos pada November Adapun susunan Tim Adapun susunan Tim Pengelola Bank Sampah Barokah. Kelurahan Rangkapan Jaya Baru. Kecamatan Pancoran Mas. Kota Depok adalah sebagai berikut: . Komisaris : Ketua RW. 07, . Direktur Utama : Sri Utomo, . Direktur Pemasaran : Moh. Irfan, . Direktur Operasional : Deradjat Mahadi. S, . Sekretaris : Taufik Fauji, . Manajer Keuangan : Budi S Bandono, . Wakil Manajer Keuangan : Sunaryo, . Manajer Pemasaran : Fauzan Jayadi, . Manajer Operasional : Danny Padang. Noorahmad dan Agus Iriwanto, . Teller :Rudy Iskandar, . Petugas Keamanan : Satpam RW. Bank Sampah Barokah buka setiap hari Sabtu pagi pukul 08. 00 hingga 10. untuk menerima setoran sampah hasil pemilahan dari warga. Sampah-sampah hasil pilahan ini ditimbang dan dibukukan sebagai catatan tabungan yang akan dikonversi dengan harga per kilogram masing-masing jenis sampah recycle yang disetor. Tabel 1 Rekap Setoran Sampah Jenis Sampah Dus Koran Kertas Putih Duplex Bungkus Susu Cair Gelas Botol Emberan Keras Kaleng/Seng Botol Beling Plastik/Asoy Berat Total (K. Harga Jual/Kg (R. Total Total Harga Jual (R. Sumber: Bank Sampah Barokah, 2022 Adapun jenis sampah yang bisa diterima dimasukkan dalam beberapa kategori yaitu: . Koran, . Buku/majalah, . Kardus, . Duplek, . Botol air minum/PET, . Gelas air minum/PET, . Beling/kaca, . Besi, . Bungkus minuman kotak, . Emberan lunak, . Emberan keras Seperti biasa, membangun budaya dan kebiasaan baru tidaklah mudah. waktu-waktu awal sulit mengajak warga untuk ikut terlibat dalam pemilahan Ada yang karena sibuk bekerja kantoran berangkat pagi pulang malam. Ada yang karena kondisi fisiknya, entah sakit atau umurnya yang sudah tua sehinga tidak memungkinkan untuk Page | 21 Deradjat M Sasoko / Bank Sampah. Sebuah Upaya Mengurangi Jumlah . kegiatan kegiatan pilah sampah. Tetapi ada juga yang karena rasa malas. Merasa menganggap bukan lagi kewajiban mereka melakukan pemilahan sampah. Apalagi sebelum tiba waktu setor ke bank sampah di hari Sabtu, sampahsampah hasil pilahan harus disimpan di rumah dalam sejumlah kantong terpisah. Selain memakan ruang/tempat, tentu pemandangan/kenyamanan. Namun karena upaya mengatasi problematik sampah ini membutuhkan komitmen pengurus Bank Sampah maupun pengurus lingkungan (RT/RW) tidak pernah lelah melakukan sosialisasi tentang pentingnya pemilahan sampah. Selain sosialisasi, untuk memperkuat, partisipasi warga pada gerakan pilah sampah ini, pengurus RW membuat ketentuan atau peraturan lingkungan. Ketentuan itu mengatur adanya empat kategori atau jenis sampah: Pertama. Sampah organik, yakni sampah berupa sayur, buah, makanan dan tumbuhan konsumsi keluarga sehari-hari. Kedua. Sampah anorganik yang bisa di-reduce, diterima/disetor ke bank sampah. Misalnya kertas koran, buku/majalah, botol dan gelas mineral berbahan PET, kardus, kantong plastik . duplex, botol dan kemasan produk berbahan plastik yang dikategorikan sebagai emberan, botol beling, kaleng dan lainlain. Ketiga. Sampah nonorganik yang tidak bisa disetor atau diterima bank sampah, seperti pakaian/kain bekas, sepatu, styrofoam dan lain-lain. Keempat. Sampah extraordinary atau tidak biasa yang bukan merupakan sampah rumah tangga sehari-hari. Misalnya tebangan pohon, material bangunan, furnitur, perabot rumah tangga ukuran besar semisal radio/tv, kulkas, bak mandi dan lain-lain. Dalam ketentuan diatur bahwa: Untuk . perlakukannya dibuang di Pemerintah Kota Depok yang ditempatkan di sejumlah titik sekitar Sampah organik ini nantinya diangkut oleh mobil Pemerintah Kota Depok untuk diolah menjadi pupuk, yang hasilnya atau mengajukan secara gratis. Untuk sampah jenis kedua, sampah organik yang bisa diolah dan didaur ulang, disetor ke bank sampah setiap jam buka hari Sabtu pagi pukul 08. - 10. Dengan catatan, sampah sudah dipilah dan dimasukkan dalam terpisah-pisah jenis/kategorinya. Sampah ini akan ditimbang dan uang dari hasil penjualan sampah pilahan akan Untuk sampah jenis ketiga, petugas mengangkat atau mengambil sampah warga ini dari rumah-ke rumah untuk dibuang di tempat pembuangan sementara (TPS) yang ada di Selanjutnya, sampah di TPS akan diangkut oleh truk sampah milik Pemerintah Kota Depok untuk dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kecamatan Cipayung. Kota Depok, dengan kompensasi biaya angkut yang harus ditanggung oleh lingkungan. Page | 22 JURNAL PERSPEKTIF Volume 21 Nomor 2 Sedangkan untuk sampah jenis terakhir, menjadi kewajiban masingmasing warga untuk membuang puing bangunan, tebangan pohon, furniture dan sebagainya. Misalnya dengan mengupah pemulung atau orang yang bersedia membuangkan atau membutuhkan barangbarang Ketentuan ini efektif "memaksa" warga untuk lebih partisipatif dan peduli dengan program pilah sampah. Karena, misalnya, jika ada warga yang di bak sampah depan rumahnya didapati ada jenis barang yang harusnya disetor ke bank sampah seperti botol, kardus dan lain-lain, atau bercampur dengan sampah dapur/sisa makanan yang harusnya dibuang di ember organik, maka petugas kebersihan tidak akan mengangkatnya dari depan rumah Akibatnya sampah menumpuk dan mengganggu kenyamanan mereka Sebaliknya, bagi warga yang tertib, disiplin, kooperatif dan partisipatif menjalankan program pilah sampah dan mengikuti ketentuan boleh dibagikan kepada warga lingkungan, akan mendapat manfaat dan insentif berupa Pertama, pemilahan sampah, volume sampah yang dibuang warga dan harus diangkut Dengan berkurangnya sampah di TPS, maka dikeluarkan pengurus. Dan ini berarti dibebankan kepada warga. Kedua, dengan aktif dan partisipatif membuang sampah terpilah ke bank sampah, warga yang bersangkutan penjualan kembali sampah anorganik Sesuai volume dan nilai jual dari masingmasing jenis sampah organik yang disetor. Kesimpulan Dengan adanya pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Barokah, maka: . Diperlukan pemerintah dan masyarakat dalam penanganan sampah, . Pentingnya sosialisasi atau penjelasan tentang pentingnya keberadaan dan kegiatan Bank Sampah, . Membantu pemerintah dalam upaya mengurangi produksi sampah, . Menciptakan kondisi lingkungan yang bersih dan sehat. Menciptakan kondisi kebersamaam dalam masyarakat. Referensi