Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Inovasi Ekonomi Kreatif: Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah sebagai Solusi Lingkungan Kampung Buantan Lestari Kecamatan Bunga Raya Neng Sholihat1. Putri Nur Bintang2. Ibnu Kurniawan3. Marlinda4. Putri Anisa5. Rizan Isparizal6. Nurul Alyah7. Fernando Nopriandi Manik8. Zakiya Julieta Bagio9. Raisyah Putri Azizi10. Muzlifatur Rahman11. Muhammad Rasyid Ridha12. Rahmi Rafiza13 FKIP. Universitas Muhammadiyah Riau Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Riau 4,12 FKIP. Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung Fakultas Studi Islam. Universitas Muhammadiyah Riau 6,13 FEB. Universitas Muhammadiyah Riau Fakultas Kesehan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Palu 9,11 FASILKOM. Universitas Muhammadiyah Riau FMIPAKEs. Universitas Muhammadiyah Riau email: nengsholihat@umri. id putrinurbintang6@gmail. Abstract The Community Service Program (KKN) is a form of community service aimed at increasing the knowledge, skills, and awareness of environmental issues. One common problem is improperly managed used cooking oil waste, which has the potential to pollute the environment. Through this KKN program, a team of students conducted outreach and training on making aromatherapy candles from used cooking This activity included education on the dangers of used cooking oil for health and the environment, as well as hands-on practice in making aromatherapy candles with the addition of natural fragrances. The results of the activity showed that the community was very enthusiastic and able to practice making aromatherapy candles independently. This outreach not only provided an alternative way to utilize household waste into useful and economical products but also raised public awareness of the importance of environmentally friendly waste management. Thus, this KKN program is expected to be sustainable and inspire the community to develop innovations based on environmental empowerment. Keywords: KKN, used cooking oil, aromatherapy candles, waste management Abstrak Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu upaya untuk melayani masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman, kemampuan, dan rasa peduli masyarakat terhadap isu-isu di Salah satu isu yang sering ditemukan adalah pengelolaan limbah minyak goreng yang masih belum dilakukan dengan baik dan berpotensi mencemari lingkungan. Melalui program KKN ini, tim mahasiswa melakukan sosialisasi dan Pelatihan membuat lilin aromaterapi menggunakan minyak Aktivitas ini diadakan dalam bentuk sosialisasi mengenai risiko minyak jelantah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta praktik langsung dalam membuat lilin aromaterapi dengan tambahan aroma alami. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat menunjukkan minat yang tinggi dan dapat mempraktikkan pembuatan lilin aromaterapi kembali secara mandiri. Sosialisasi ini tidak hanya memberikan alternatif penggunaan sampah rumah tangga menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Dengan demikian, program KKN ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam mengembangkan inovasi berbasis pemberdayaan lingkungan. Kata Kunci: KKN, minyak jelantah, lilin aromaterapi, pengelolaan limbah. https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 PENDAHULUAN Salah satu alat yang sangat penting bagi manusia untuk mengolah makanan adalah minyak goreng. Sebagai media penggoreng. Minyak goreng menjadi lebih penting. Minyak cair yang biasanya digunakan untuk menggoreng makanan adalah minyak goreng yang berasal dari lemak tumbuhan dan hewan yang telah dimurnikan. Tanaman seperti kelapa, biji-bijian, kacang-kacangan, jagung, kedelai, dan kanola biasanya menjadi sumber minyak goreng tumbuhan (Inayati & Dhanti, 2. Minyak goreng yang dipakai lebih dari tiga kali dapat memberikan risiko bagi Ini karena minyak yang sudah digunakan dapat mengalami kerusakan yang berdampak pada kualitas dan nilai gizi makanan yang digoreng, serta berpengaruh pada kesehatan. Mengonsumsi minyak goreng bekas atau minyak jelantah yang tidak ditangani dengan benar bisa mencemari alam dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker serta menyebabkan tekanan darah tinggi, stroke, dan penyakit jantung coroner (Bachtiar et , 2. Dalam proses pembangunan di tingkat nasional, limbah minyak goreng bekas adalah isu yang umum dihadapi oleh Proses menggoreng merupakan kegiatan yang biasa dilakukan di rumah dan juga oleh industri makanan. Akan tetapi, pemakaian minyak goreng berulang-ulang, yang menjadikan minyak tersebut tidak bisa dipakai lagi dan berubah menjadi minyak jelantah, merupakan kebiasaan yang masih banyak dilakukan (Hidayati et al. , 2. Minyak jelantah berasal dari sisa minyak goreng yang diperoleh dari proses penggorengan yang dilakukan berulang kali, yang awalnya muncul karena dorongan untuk menghemat biaya saat memasak dalam jumlah besar. Kebiasaan ini menyebabkan peningkatan jumlah limbah minyak jelantah dari rumah tangga. Peningkatan jumlah minyak jelantah dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan, karena lemak tak jenuh yang teroksidasi Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 menghasilkan zat peroksida yang dapat memengaruhi kualitas serta kandungan gizi makanan yang digoreng. Di samping itu, jika minyak jelantah yang tidak dikelola dengan tepat dapat menyebabkan peningkatan risiko bagi pencemaran lingkungan serta merusak ekosistem yang ada (Hidayati et al. , 2. Minyak jelantah adalah sampah non-B3 yang membutuhkan penanganan khusus agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan jika dibuang sembarangan. Saat ini, banyak orang masih melakukan mengolah kembali minyak goreng bekas menjadi minyak goreng curah, lalu minyak ini dipasarkan kepada pemilik usaha kuliner dibandingkan minyak goreng baru. Namun, penggunaan minyak daur ulang ini sangat berisiko bagi kesehatan. Dalam situasi ini, alternatif yang sesuai untuk menangani isu ini adalah dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi lilin dengan aroma terapi. (Susilowati et al. , 2. Lilin telah dimanfaatkan secara luas sepanjang waktu, bukan hanya sebagai sumber cahaya tetapi juga sebagai sarana untuk menciptakan suasana. Salah satu bentuk penggunaan lilin yang telah ada adalah lilin aromaterapi. Lilin ini terbuat dari bahanbahan beraroma yang dapat dipakai untuk pikiran, dan menghilangkan rasa sakit kepala. (Fithry et al. , 2. Minyak jelantah adalah sisa yang dihasilkan dari aktivitas memasak atau dari makanan yang sudah digoreng dengan Sumber minyak ini biasanya berasal dari rumah tangga, restoran, atau makanan yang dimasak menggunakan minyak. Minyak yang telah digunakan lebih dari dua atau tiga kali untuk menggoreng termasuk dalam kelompok minyak bekas. Minyak bekas ini dipandang sebagai sampah karena bisa merusak lingkungan dan menimbulkan masalah bagi kesehatan. Minyak yang digunakan untuk menggoreng ini juga bisa menyebabkan aliran air terhambat dan menutup sinar matahari yang seharusnya sampai ke permukaan air, sehingga bisa merusak ekosistem perairan jika dibuang https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 sembarangan (Isjoni et al. , 2. Salah satu metode untuk mengurangi sampah minyak jelantah adalah dengan mengolah minyak bekas tersebut menjadi barang yang bernilai, seperti lilin Lilin aromaterapi merupakan sejenis lilin yang telah diubah dengan penambahan minyak aromaterapi, yang bertujuan untuk memberikan wangi yang menenangkan atau relaksasi. Aromaterapi memiliki banyak manfaat, antara lain meningkatkan daya ingat, meredakan nyeri kepala, menangani isu tidur, dan masih banyak manfaat baik lainnya (Rachmawati et al. , 2. Lilin aromaterapi memiliki kemampuan untuk memberikan ketenangan kepada Lilin-lilin ini mengandung berbagai jenis aroma dari minyak esensial yang berbeda, menciptakan beragam bau pada setiap lilin. Minyak esensial yang digunakan berfungsi sebagai terapi aroma yang memberikan efek menenangkan, penangkal stres, dan sifat sedatif, sangat berguna untuk individu yang mengalami kesulitan tidur (Syahputra et al. , 2. Selain itu, minyak ini juga dapat meningkatkan suasana hati, meredakan kecemasan, dan meningkatkan fokus. Bunga lavender mengandung senyawa polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan, mampu menghambat aktivitas radikal bebas, serta memiliki sifat anti-inflamasi, antivirus, dan antikanker. Senyawa utama dalam lavender, linalyl acetate dan linalool, menenangkan yang dirasakan (Syahputra et , 2. METODE PENGABDIAN Metode pengabdian masyarakat yang dilaksanakan bersama ibu-ibu PKK dan warga Kampung Buantan Lestari tentang proses pembuatan lilin aromaterapi dari minyak goreng bekas dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui beberapa Kegiatan diawali dengan observasi lapangan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan yang ada di masyarakat, https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 khususnya terkait limbah minyak jelantah yang seringkali tidak dimanfaatkan dengan Setelah itu, dilakukan sosialisasi mengenai efek buruk pembuangan minyak goreng bekas secara sembarangan terhadap alam serta peluang pemanfaatannya menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya lilin Langkah selanjutnya adalah pelatihan praktis dalam membuat lilin aromaterapi dengan metode demonstrasi dan praktik bersama, di mana peserta terlibat aktif mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, pemberian aroma, hingga pencetakan lilin. Untuk memperkuat hasil pelatihan, peserta didampingi dalam sesi diskusi dan tanya jawab agar memahami teknik pembuatan yang tepat dan higienis. Selain itu, tim pengabdian juga memberikan wawasan mengenai strategi pemasaran sederhana agar produk lilin aromaterapi dapat bernilai jual dan berpotensi menjadi usaha rumahan Seluruh rangkaian kegiatan berorientasi pada pemberdayaan, sehingga ibu-ibu PKK dan masyarakat tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga termotivasi untuk mengolah sampah rumah tangga diubah menjadi produk yang berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengabdian masyarakat bersama ibu PKK dan masyarakat Kampung Buantan Lestari tentang pembuatan lilin aromaterapi dengan memanfaatkan minyak bekas mendapat tanggapan positif dan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Lewat sosialisasi awal, masyarakat mulai menyadari bahwa minyak jelantah yang sebelumnya dianggap sebagai sampah sebenarnya dapat dimanfaatkan menjadi produk yang berguna dan juga memiliki nilai ekonomi. Pemahaman ini mengubah pola pikir masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara kreatif dan ramah lingkungan. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan manfaat ganda, yaitu mengurangi dampak pencemaran dari minyak jelantah sekaligus membuka peluang usaha ramah lingkungan yang berkelanjutan di Kampung Buantan Lestari. Gambar 1. Kegiatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah Pada tahap pelatihan praktik, ibu-ibu PKK dan warga mampu mengikuti setiap langkah pembuatan lilin aromaterapi dengan baik, mulai dari proses penyaringan minyak, pencampuran dengan bahan tambahan, pemberian aroma, hingga pencetakan lilin. Hasil produk yang dihasilkan cukup memuaskan, dengan variasi bentuk dan aroma yang menarik serta memiliki kualitas yang layak untuk digunakan maupun Gambar 2. Hasil Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah Selain keterampilan teknis, kegiatan ini juga memberikan dampak sosial berupa meningkatnya rasa kebersamaan dan kerjasama antarwarga dalam memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan mereka. Diskusi yang dilakukan setelah pelatihan mengembangkan usaha kecil berbasis lilin aromaterapi sebagai peluang tambahan Dengan pengetahuan tentang pemasaran sederhana, ibu-ibu PKK dan masyarakat mulai menyadari bahwa produk ini tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memiliki prospek sebagai produk SIMPULAN Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat bersama ibu PKK dan masyarakat Kampung Buantan Lestari tentang membuat minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi adalah bukti bahwa program ini sukses dalam tentang nilai pengelolaan sampah rumah tangga, terutama minyak goreng bekas, supaya tidak merusak lingkungan. Melalui pelatihan yang diberikan, masyarakat memperoleh keterampilan baru dalam mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat, bernilai estetika, dan memiliki potensi ekonomi. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong terbentuknya peluang usaha kreatif yang dapat menambah pendapatan keluarga. Selain itu, kegiatan ini memperkuat rasa kebersamaan dan kolaborasi antara ibu PKK dan warga, sehingga mampu menumbuhkan semangat pemberdayaan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Riau melalui LPPM dan seluruh masyarakat dan perangkat Kampung Buantan Lestari yang telah memberi kesempatan belajar mengabdi di Kampung Buantan Lestari dalam kegiatan KKN Muhammadiyah AoAisyiyah 2025 menyediakan pengetahuan dan keyakinan untuk menjalankan serangkaian pengabdian kepada masyarakat sampai tuntas. DAFTAR PUSTAKA