EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) DI TINGKAT PROGRAM STUDI: STUDI DI UNIVERSITAS PARAMADINA Devi Wulandari* wulandari@paramadina. Universitas Paramadina Noel Febry febry@paramadina. Universitas Paramadina Aji Kusuma Januvido Hartatmaja hartatmaja@paramadina. Universitas Paramadina Ivonne Sartika Mangula Ivonne. magula@paramadina. Universitas Paramadina Olivia Ayu Sabrina sabrina@students. Universitas Paramadina *Penulis Korespondensi: devi. wulandari@paramadina. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi terhadap implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di tingkat program studi pada Universitas Paramadina. Adapun, partisipan dari penelitian ini adalah 8 ketua program studi jenjang Strata 1 (S. yakni Prodi Psikologi. Prodi Hubungan Internasional. Prodi Manajemen. Prodi Ilmu Komunikasi. Prodi Falsafah Dan Agama. Prodi Teknik Informatika. Prodi Desain Produk Industri, serta Prodi Desain Komunikasi Visual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik sampling berupa purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Focus Group Discussion (FGD) dengan berfokus pada pedoman wawancara semi terstruktur. FGD tersebut dilaksanakan secara virtual dengan menggunakan platform Google Meet selama 1 kali dengan durasi 2 jam pada bulan Desember 2021. Pelaksanaan FGD juga direkam dengan menggunakan fitur Record Meeting yang terdapat pada Google Meet. Analisis data dilakukan dengan cara menyusun verbatim dan diberi coding pada Microsoft Word. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam implementasi MBKM, dibutuhkan adanya 3 hal yaitu . Perencanaan, . Pelaksanaan, serta . Monitoring dan evaluasi. Namun, terdapat pula 2 faktor yang berpengaruh terhadap implementasi ini yakni faktor pendukung dan faktor penghambat. Pada faktor pendukung, terdiri kebijakan. SDM Pelaksana, dan kanal informasi. Melainkan, dosen, mahasiswa, dan variasi program menjadi faktor penghambat dalam implementasi MBKM ini. Dengan demikian, perlu adanya dukungan dari universitas terhadap implementasi MBKM hingga tersedianya informasi yang lengkap agar pelaksanaan MBKM dapat berjalan dengan Kata Kunci: MBKM. program studi. INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 22-40 Abstract The purpose of this study was to determine the evaluation of the implementation on Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) prorgam at the study program level in Paramadina University. Meanwhile, the participants of this study were 8 heads of undergraduate study department such as Psychology. International Relations. Management. Communication Studies. Philosophy and Religion. Informatics Engineering, and Industrial Product Design Department. This study used a qualitative method with purposive sampling technique. Focus Group Discussion (FGD) with a focus on semi-structured interview guidelines is used to collect data. The FGD was held virtually via Google Meet platform for 1 time with a duration of 2 hours in December 2021. This FGD also recorded by using the Record Meeting feature on Google Meet. Data analysis was carried out by doing a verbatim and made a coding through Microsoft Word. The results of the study concluded that there are 3 things needed for implementing MBKM program such as . Planning, . Implementation, and . Monitoring and evaluation. However, there were also 2 factors that influence this MBKM program which are supporting factors and inhibiting factors. The supporting factors consits of policies, implementing human resources, and channel information. Instead, lectures, students, and program variations are inhibiting factors in the implementation of MBKM Thus, it is necessary to have support from university for this implementation until many information is provided so that this program can run well. Keywords: MBKM. PENDAHULUAN Pendidikan Pendidikan Tinggi. Buku Panduan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dari Direktorat Kualitas pendidikan seringkali dikaitkan dengan Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020 kualitas kehidupan yang baik di kemudian (Tinggi, 2. , (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2. Peningkatan kualitas pendidikan memang diharapkan mampu mengurangi tingkat pengangguran. Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah penetapan rangkaian Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini bertujuan lulusan pendidikan tinggi serta upaya Dengan landasan hukum yang jelas, maka kebijakan pemerintah terkait MBKM ini dapat didukung dan dijalankan oleh instansi masyarakat luas. Seiring perbaikan kualitas yang kebijakan MBKM ini dapat menjadi salah satu faktor pendorongnya. Perguruan tinggi Rangkaian kebijakan tersebut di antaranya: Indonesia yang masuk ke dalam ranking Peraturan Pemerintah RI No. 57 Tahun terbaik dunia dari tahun ke tahun terus 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional meningkat (Tinggi, 2. Hal ini seiring dengan capaian peningkatan kualitas yang menjadi indikator pelaksanaan program 24 Wulandari. Febry. Hartatmaja. Mangula. I,S. Sabrina,O,A. Evaluasi Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Di Tingkat Program Studi: Studi Di Universitas Paramadina MBKM. Sasaran dari program ini memang mencakup kualitas SDM, lulusan, dan pembekalan mengenai kehidupan dunia institusi pendidikan. Demikian manfaat professional untuk kesiapan mahasiswa program MBKM bagi peningkatan kualitas setelah lulus nanti. Agar berdampak luas, maka kegiatan tersebut dirancang untuk Universitas Paramadina dapat diakses oleh seluruh mahasiswa adalah salah satu di antaranya. Universitas Paramadina. Kegiatan tersebut Saat ini. Universitas Paramadina merupakan bentuk usaha pencapaian IKU 1, telah menerapkan kegiatan MBKM sesuai di mana bertujuan menghasilkan lulusan dengan ketentuan yang berlaku. Salah satu Keputusan Pada usaha untuk mencapai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor IKU 2. Program Pengelolaan Pembelajaran 3/M/2021, mengenai IKU (Indeks Kinerja Mahasiswa di Luar Kampus. Program Studi Utam. Kebijakan ini merupakan ukuran Ilmu Komunikasi menerapkan kegiatan kinerja baru bagi perguruan tinggi untuk magang selama kurun waktu 6 bulan ke mewujudkan perguruan tinggi yang adaptif dengan berbasis luaran lebih konkret (Tinggi, 2. dilakukan berbagai upaya terkait kualifikasi Atas dasar ini. Universitas telah Pada IKU 3 dan 4, juga menetapkan Indeks Kinerja Utama (IKU) dan Implementasi Program MBKM, yang Dukungan terhadap hal ini juga sekaligus ditetapkan dalam Surat Keputusan Rektor No. upaya pencapaian IKU 6 dan 7. SK-001/REK/UPM/VII/2021. Selanjutnya. Program MBKM dilaksanakan Hadirnya hibah PK-KM di tahun dan dikembangkan hingga tingkat Program Studi. Salah satunya adalah Program Studi Komunikasi ini, telah dimanfaatkan sebagai Ilmu wadah publikasi internasional bagi para mendapatkan hibah Program Kompetisi Manfaat program ini dirasakan oleh Kampus Merdeka (PK-KM) Liga 3 Tahun program studi lainnya, berupa kesempatan Anggaran meningkatkan kualitas penelitian dosen di Komunikasi. Program Studi Ilmu Program Studi Ilmu Komunikasi melakukan upaya memberikan tingkat internasional. rangkaian kegiatan persiapan kompetensi lulusan agar siap masuk ke dunia kerja. International Conference on Post Pandemic Beberapa Society (ICPPS), pada 10 November 2021. Hal ini dicapai INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 22-40 yang menghadirkan lebih dari 5 negara dengan melakukan kunjungan studi ke Secara keseluruhan, keikutsertaan dalam program MBKM Praktikum industri sebagai mitra kampus. Kerja sama sudah dilakukan dengan mitra industri sudah dilaksanakan pada semua Program Studi. Partisipasi di tiap prodi. (Junaidi, 2. menyatakan Program Studi di antaranya adalah dengan bahwa implementasi program MBKM perlu industri dalam kegiatan perkuliahan untuk dengan CPL dan mata kuliah pada Program memberi wawasan dunia kerja kepada Studi dan kesepakatan kerjasama yang Peningkatan matang dengan mitra. Untuk hal ini. Program Studi menyadari masih perlu kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia Di samping itu, peningkatan ini juga kurikulum dan kerjasama dengan mitra ditujukan untuk persiapan bagi mahasiswa dalam mendukung program MBKM. Selain yang ingin berpartisipasi dalam program magang di industri. Program Studi juga MBKM. Hal ini sesuai dengan harapan pemerintah bahwa melalui program ini, terbuka kesempatan bagi mahasiswa untuk MBKM yang diadakan oleh pemerintah yaitu memperkaya dan meningkatkan wawasan program magang dan Asisten Mengajar. serta kompetensinya (Direktorat Jenderal Melihat dari hasil partisipasi dalam Pendidikan Tinggi, 2. Mahasiswa akan kegiatan MBKM, maka aktivitasnya terlihat masih belum merata di tiap Program Studi. praktisi yang lebih memahami kondisi Penguatan juga perlu dilakukan misalnya terhadap persiapan sebelum melakukan Bentuk kegiatan yang dilakukan kerja sama dengan mitra di luar kampus adalah dengan mengundang industri mitra MBKM. kampus sebagai narasumber dalam kuliah Evaluasi perlu dilakukan terkait umum, praktikum, maupun Auteam teachingAy prestasi mahasiswa yang telah mengikuti dengan dosen di Program Studi. Materi program MBKM. Melihat hal tersebut maka pembelajaran juga telah berpusat pada penelitian untuk menganalisis implementasi mahasiswa, di antaranya menggunakan case Kebijakan MBKM di tingkat Program Studi. Metode ini lebih memberikan penting untuk dilakukan. Hal ini tentunya mengaplikasikan teori yang dikuasainya permasalahan saat pelaksanaan program MBKM. Untuk kebutuhan tersebut, maka 26 Wulandari. Febry. Hartatmaja. Mangula. I,S. Sabrina,O,A. Evaluasi Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Di Tingkat Program Studi: Studi Di Universitas Paramadina evaluasi dapat dilakukan dengan fokus pada Internasional. Prodi Manajemen, prodi Ilmu beberapa hal sebagai berikut: Komunikasi. Prodi Falsafah dan Agama. A Pemerataan informasi mengenai manfaat Prodi Teknik Informatika. Prodi Desain Produk dan tujuan dari progran MBKM A Pemerataan kebijakan MBKM tingkat universitas A Pemerataan Desain Komunikasi Visual. Jumlah 8 orang adalah jumlah yang memadai dalam melakukan Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yaitu dengan melibatkan MBKM sebagai ketua program studi di Universitas kurang tersosialisasi, dan belum dipahami Prodi focus group discussion (Hennink, 2. masukan terkait informasi apa yang masih Evaluasi Industri Paramadina yang terlibat dalam program MBKM. Prosedur Penelitian Focus Group Discussion (FGD) permasalahan tertentu yang dihadapi. Hal dilakukan satu kali dengan durasi diskusi ini juga terkait adanya kondisi Program selama 2 jam yang dilakukan di bulan Studi yang berbeda satu dengan yang Desember 2021. Pengaturan waktu FGD Melalui dilakukan penilaian terhadap implikasi dari Unversitas Paramadina yang disesuaikan hasil program MBKM. Selanjutnya, hasil dengan waktu yang disanggupi oleh peserta penelitian ini dapat bermanfaat untuk FGD. Proses FGD dilakukan secara daring peningkatan partisipasi dan pengembangan . melalui platform Google Meet. program MBKM di tingkat Program Studi. Proses FGD direkam dan dibuat transkrip. serta menjadi masukan bagi universitas dan Terdapat satu orang moderator dan satu fakultas dalam mendorong peningkatan orang notulen yang hadir dalam proses FGD program MBKM menjadi lebih baik lagi. selain dari peserta. Setiap peserta FGD mengisi surat persetujuan dan memeroleh METODE PENELITIAN Partisipan Penelitian Penelitian kualitatif ini melibatkan 8 souvenir di akhir proses FGD. orang ketua program studi . pada Pedoman Wawancara Wawancara jenjang Strata 1 Universitas Paramadina menggunakan pedoman wawancara semi yaitu dari Prodi Psikologi. Prodi Hubungan terstruktur . emi structured intervie. di INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 22-40 mana telah disiapkan beberapa pertanyaan wawancara dibuat oleh tim ahli yang terdiri yang akan ditanyakan kepada peserta dalam dari 3 orang. Pedoman wawancara terdiri bentuk pertanyaan terbuka. Pertanyaan ini dari Pendahuluan, dokumen pendukung ditujukan untuk mengetahui penerapan program MBKM, sosialisasi program MBKM, program MBKM yang dilakukan di tingkat Kerja sama, kurikulum, proses monitoring program studi di Universitas Paramadina. dan evaluasi dan faktor-faktor pendukung Adapun hal-hal yang ditanyakan di awal dan penghambat pelaksanaan program. Selain pertanyaan utama, moderator juga monitoring dan evaluasi serta faktor-faktor dapat menanyakan pertanyaan tambahan yang mendukung dan menghambat proses atau mengonfirmasi jawaban yang telah pelaksanaan program MBKM. Pedoman Tabel 1 Pedoman Wawancara Sesi Aspek Grup Pertanyaan Assalamualaikum wr wb. Selamat datang Bapak dan Ibu . aprodi/dekan/ware. sekalian pada focus group discussion. Pembukaan Inti Tujuan dari FGD ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai pelaksanaan MBKM di Universitas Paramadina. Bapak dan Ibu dipersilakan untuk menyatakan pendapat dengan bebas, terperinci dan bergiliran. Tidak ada jawaban benar atau salah karena kita semua di sini hadir untuk saling berbagi. Sesi FGD ini direkam dan dimohon selama proses berlangsung agar Bapak dan Ibu dapat mematikan atau memasang mode silent pada HP masing-masing. Semua informasi yang Bapak/Ibu berikan bersifat rahasia dan hanya akan dipergunakan untuk penelitian ini Jelaskan apa yang Anda ketahui mengenai program Pengetahuan/ MBKM? Awareness Bagaimana Prodi melakukan sosialisasi program MBKM, media apa yang digunakan? Dokumen-dokumen apa yang saja yang sudah/dalam proses disusun di level Prodi untuk menunjang Persiapan untuk MBKM? MBKM Bagaimana proses penyusunan dokumen-dokumen penunjang di tingkat Prodi? Bagaimana cara Prodi menjalin kerja sama dengan Kerja Sama mitra untuk pelaksanaan MBKM? Penyiapan kurikulum MBKM di prodi -Ada/tidaknya penyetaraan kurikulum untuk Kurikulum pelaksanaan MBKM? -Program apa yang dipilih? Jelaskan bagaimana implementasi pelaksanaan Implementasi MBKM yang diterapkan di Unit Bapak/Ibu? 28 Wulandari. Febry. Hartatmaja. Mangula. I,S. Sabrina,O,A. Evaluasi Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Di Tingkat Program Studi: Studi Di Universitas Paramadina Sesi Aspek Grup Dalam hal apa saja tenaga pendidik berperan dalam pelaksanaan MBKM? Jelaskan bagaimana Prodi melakukan proses monitoring dan evaluasi pelaksanaan MBKM di tingkat prodi? Jelaskan bagaimana tindak lanjut dari hasil monev pelaksanaan MBKM? Manfaat yang dirasakan prodi secara umum dari pelaksanaan MBKM? Bagaimana MBKM mendukung pencapaian CPL Prodi? Manfaat apa yang dirasakan pada mahasiswa pasca mengikuti program MBKM . kill, pengetahuan. Manfaat apa yang didapat dosen dengan kegiatan MBKM ini . eningkatan kompetens. ? Faktor-faktor apa saja yang mendukung Prodi melaksanakan MBKM? Faktor-faktor apa saja yang menghambat Prodi melaksanakan MBKM? Apakah ada hal lain yang ingin ditambahkan atau saran-saran yang dapat diberikan agar penerapan MBKM ini lebih efektif? Monev Manfaat/ IKU Faktor Pendukung & Penghambat Saran Penutup Pertanyaan Ucapan terima kasih kepada peserta FGD dan penutup Analisis Data Selama FGD perekaman yang kemudian dipindahkan Microsoft Word. Verbatim yang telah dibuat Dengan menggunakan pendekatan pemberian tema dikelompokkan sesuai dengan tema yang sama dan kemudian dikategorikan untuk tema-tema yang sama (Hennink, 2. INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 22-40 HASIL PENELITIAN PELAKSANAAN PERENCANAAN Dokumen Pendukung Kurikulum IMPLEMENTASI MBKM Sosialisasi Pelaksanaan Kerja sama dengan Mitra Keterlibatan Tendik MONITORING DAN EVALUASI FAKTOR PENGHAMBAT Monitoring Prodi Laporan dari Mitra Follow up Monitoring Evaluasi Manfaar bagi Mahasiswa Manfaat bagi Dosen Dosen Mahasiswa Variasi Program FAKTOR PENDUKUNG Kebijakan SDM Pelaksana Kanal Informasi 30 Wulandari. Febry. Hartatmaja. Mangula. I,S. Sabrina,O,A. Evaluasi Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Di Tingkat Program Studi: Studi Di Universitas Paramadina Perencanaan Dokumen Pendukung Ketua program studi menyatakan CPL Lulusa. , (Capaian Pembelajaran Adapun pendukung mengenai MBKM ini belum ada kurikulum baru ini akan diterapkan di atau masih terbatas berupa draft, sehingga semester gasal 2022. timbul kebingunan di tingkat program studi program apa yang akan diikuti. Prodi masih dokumen-dokumen disahkan oleh universitas. Dokumen yang sudah disahkan adalah kebijakan MBKM yang berrsifat umum. Program MBKM yang masih baru ini juga menyebabkan prodi perubahan-perubahan yang ada Belum adanya dokumen pendukung yang sah menyebabkan prodi bingung saat harus menangani mahasiswa yang akan mengikuti program MBKM mengungkapkan bahwa tidak ada sosialisasi MBKM Sosialisasi yang dilakukan masih mengikuti sosialisasi yang dilakukan oleh universitas. Meskipun demikian, mahasiswa cukup aktif mencari sendiri informasi mengenai MBKM yang ada di media sosial ataupun internet. Keaktifan mahasiswa ini tidak hanya pada mahasiswa senior tapi juga mahasiswa mendaftar untuk program ini. Ketertarikan MBKM merupakan hal yang baru dan harus diakomodasi dalam kurikulum prodi. Selain itu. Universitas juga meminta prodi untuk menyusun kembali kurikulum prodi yang Responden Kurikulum Ketua Pelaksanaan Sosialisasi mahasiswa yang cukup tinggi terhadap MBKM diakomodasi seluruhnya karena adanya syarat minimal semester dan tidak lolosnya mahasiswa dalam proses seleksi yang diselenggarakan oleh DIKTI. MBKM, tetapi juga disusun berdasarkan Pelaksanaan OBE (Outcome Based Educatio. Adanya Program MBKM yang dilaksanakan perubahan ini kemudian diantisipasi oleh oleh program studi adalah program kampus prodi dengan melakukan revisi kurikulum mengajar, program magang dan studi Kesulitan- INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 22-40 kesulitan yang dirasakan oleh prodi antara Adanya MBKM korversi SKS, terbatasnya pengetahuan beragam menyebabkan program MBKM pun dijalankan secara kasus per kasus MBKM, terbatas, dan lolosnya mahasiswa junior. sesuai dengan program yang diikuti oleh Program Dalam pelaksanaan program dilakukan oleh beberapa program studi MBKM diperlukan peran dosen pendamping karena memang ada dalam kurikulum, namun dirasakan peran dosen pendamping namun ketidaksesuaian nilai SKS . ntara masih belum jelas tugas dan tanggung magang dalam kurikulum prodi dengan SKS program MBKM) menyebabkan adanya kesulitan untuk proses konversi. Pada Kerja Sama dengan Mitra program MSIB, sebenarnya pihak mitra Kerja telah menyerahkan CPL dari program magang namun tidak semua prodi merasa pelaksanaan MBKM. Oleh karena itu Prodi bahwa CPL tersebut sesuai dengan CPL berusaha untuk menjalin kerja sama dengan yang ada di prodi, sehingga terkesan bekerja di perusahaan, alumni, mahasiswa Program MBKM yang tiba-tiba harus dosen-dosen yang sedang magang dan mitra yang dijalankan oleh prodi dan pengetahuan yang minim mengenai MBKM menyebabkan pengabdian masyarakat. Tawaran kerja sama ini juga tidak hanya diinisiasi dari bertubi-tubi Prodi pun mengungkapkan mendapatkan tawaran-tawaran. Kerja sama adanya komunikasi yang kurang optimal ini juga didapatkan dari jaringan dosen- antara direktorat dengan prodi sehingga dosen prodi maupun saat penyelenggaraan pelaksanaan program ini. Salah satu prodi juga menemui kendala adanya mahasiswa Keterlibatan Tendik yang lolos program MBKM meskipun ia masih di semester awal yang kemudian oleh mengikuti program MBKM ini. Selain itu, magang pada perusahaan yang tidak sesuai dengan komptensi prodi. Responden penelitian mengatakan bahwa keterlibatan tendik masih terbatas Mengenai pendaftaran program MBKM lebih banyak dilakukan oleh mahasiswa itu sendiri dan dikoordinir oleh Koodinator MBKM di tingkat universitas. 32 Wulandari. Febry. Hartatmaja. Mangula. I,S. Sabrina,O,A. Evaluasi Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Di Tingkat Program Studi: Studi Di Universitas Paramadina Monitoring Dan Evaluasi Monitoring Prodi Follow Up Monitoring Evaluasi Hasil monitoring dan evaluasi yang Ketua program studi menyatakan didapatkan oleh prodi digunakan untuk bahwa telah dilakukan proses monitoring melengkapi rancangan kurikulum yang dan evaluasi selama proses pelaksanaan MBKM ini. Meskipun demikian cara Prodi melakukan monitoring dan evaluasi antara kompetensi apa yang dibutuhkan oleh prodi beragam. Bagi prodi yang telah lulusan yang akan digunakan dalam tempat MBKM, kerja sehingga prodi dapat menyusun profil lulusan yang baik. pembimbing dan pengawasan dilakukan setiap minggu. Di akhir program terdapat Manfaat Bagi Mahasiswa laporan hasil magang yang dibuat oleh Responden FGD ini menyatakan mahasiswa yang akan diserahkan ke ketua bahwa dengan adanya program MBKM Prodi . erupa mahasiswa dapat memiliki pengalaman Prodi langsung mengenai dunia kerja yang tidak monitoring dilakukan oleh ketua program diajarkan di kampus, terutama mengenai studi dengan melaui pertemuan secara softskill-softskill online untuk mengetahui kendala-kendala apa yang dialami oleh mahasiswa. Apabila Mahasiswa yang dikirimkan untuk program mahasiswa mengalami masalah mahasiswa MBKM pun memiliki performance yang baik Kaprodi di tempat program, sehingga menambah sehingga performance di tempat kerja akan kesan positif untuk mahasiswa universitas Paramadina dan mitra pun ingin menjalin Laporan dari Mitra yang diseleksi di seluruh Indonesia juga program MBKM dan juga program MBKM Universitas Lolosnya mahasiswa dalam program MBKM DIKTI Mitra tempat mahasiswa menjalani DIKTI Paramadina perkembangan mahasiswa setiap minggu. saing yang setara dengan universitas- universitas lain yang lebih mapan. DIKTI mengirimkan nilai akhir dari mahasiswa yang mengikuti program MBKM. INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 22-40 SDM Pelaksana Manfaat Bagi Dosen Ketua prodi yang mengikuti FGD ini mengakui adanya keraguan-keraguan dari dosen terhadap program MBKM ini. Adanya kekahwatiran bahwa mahasiswa banyak akan mengikut program MBKM sehingga porsi mengajar di kelas akan sedikit. Selain Penentuan sumber daya manusia atau penentuan koordinator atau person in charge juga merupakan hal yang penting. Sebaiknya MBKM. Universitas menentukan koordinator untuk setiap program. itu timbul kekhawatiran bahwa mahasiswa yang mengikuti program akan lebih lama Kanal Informasi Khusus MBKM untuk lulus karena terlalu menikmati dunia Adanya sosialisai yang terarah dan lengkap kepada mahasiswa adalah hal yang Kompetensi yang didapatkan paska Sosialisasi ini dapat dilakukan program juga dipertanyakan apakah sama dengan dibuatnya kanal informasi khusus dengan apa yang diajarkan di kelas. ebsite terpusa. informasi MBKM oleh Nampaknya Universitas yang akan melakukan publikasi informasi, press release mengenai kegiatan MBKM MBKM mahasiswa pendapat yang bersifat negatif. Faktor Penghambat Dosen Dosen dapat Faktor Pendukung Kebijakan Kebijakan, peraturan, dan SOP yang faktor yang penting dalam pelaksanaan program MBKM agar prodi dapat memiliki panduan yang seragam dan tidak ada proses yang terlewatkan. Sosialisasi ini juga penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di level prodi termasuk dosen. Pelibatan prodi dalam penyusunan kebijakan juga dapat membantu agar kebijakan yang dibuat sesuai dengan kondisi yang ada dalam tiap prodi. penghambat karena adanya kekhawatiran pengajaran di kelas yang dilakukan oleh Dosen sebagai SDM di prodi yang terbatas namun harus mengawal program MBKM dapat menyebabkan prodi kurang MBKM ini. Adanya program dosen magang menyebabkan prodi kekurangan sumber daya untuk melakukan kegiatan tridharma perguruan tinggi. 34 Wulandari. Febry. Hartatmaja. Mangula. I,S. Sabrina,O,A. Evaluasi Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Di Tingkat Program Studi: Studi Di Universitas Paramadina Mahasiswa PEMBAHASAN Beberapa Prodi Implementasi Program Merdeka mengungkapkan bahwa minat mahasiswa Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di tingkat mengikuti MBKM cukup tinggi, bahkan Program Studi masih memiliki beberapa banyak mahasiswa yang dari semester awal hambatan dalam pelaksanaannya, beberapa juga berminat untuk mengikuti MBKM ini. di antaranya adalah mengenai sosialisasi Meskipun demikian terdapat juga ketua yang didapatkan di tingkat Program Studi Prodi yang khawatir bahwa mahasiswa mengenai pelaksanaan Program MBKM tidak berminat untuk mengikuti program Beberapa mahasiswa di setiap ini karena hanya beberapa mahasiswa yang Program Studi pada dasarnya sebagian bertanya mengenai program ini dan juga telah mengetahui mengenai Program MBKM tersebut, akan tetapi pada pelaksanaannya bekerja yang tidak lagi memiliki waktu masih belum bisa berjalan dengan baik untuk dapat mengikuti program MBKM ini. masing-masing Program Studi dihadapkan dengan penyesuaian Kurikulum ataupun pengganti Mata Kuliah apa saja Variasi Program Program MBKM yang meliputi 9 yang bisa dikonversi nantinya. Pemahaman program dirasakan oleh responden terlalu MBKM bersamaan karena akan tumpang tindih dipahami secara mendasar pada tingkat dalam pelaksanaannya. Sumber daya di Program prodi yang terbatas dan kegiatan lain yang penyesuaian Kurikulum mengenai Mata harus dilakukan dapat menyebabkan prodi Kuliah apa saja yang nantinya dapat menjadi bagian dari program tersebut Studi. Program banyak jika akan dilaksanakan secara Universitas hingga konversi sudah mulai menjadi terlebih dahulu dan dilengkapi dengan agenda pembahasan di tingkat Program manajemen yang baik. Apabila pelaksanaan Studi. sudah baik kemudian dapat ditambah jumlah program yang diikutinya di tahun INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 22-40 Membentuk Kurikulum Berbasis sebuah Program Studi dan Outcome Based Education (OBE) yang Berpusat keterampilan lain yang mereka inginkan. Pada Mahasiswa (Student Centere. Dalam Menurut (Khan Law, 2. bersama-sama tidak hanya pada tingkat dibentuk di perguruan tinggi harus dapat Program Studi membentuk kompetensi mahasiswa yang terhadap tingkat Fakultas dan Universitas sesuai dengan perubahan lingkungan dan dalam membentuk Kurikulum baru terkait berpusat pada siswa. Membentuk sebuah Program MBKM. Perbedaan pemahaman kurikulum baru yang kemudian perlu terkait nama mata kuliah ataupun mengenai disesuaikan dengan Program MBKM perlu konten mata kuliah tersebut bersifat teori mendapatkan perhatian lebih lanjut. Sebab, atau praktik tentunya harus sejalan dengan pada dasarnya harus terdapat skema yang kebutuhan dari masing-masing Program tepat agar mahasiswa yang terlibat ke Studi tersebut. dalam program tersebut bisa mendapatkan Capaian Pembelajaran Lulusan hasil yang sesuai dengan harapan Program (CPL) yang digunakan sebagai sebuah tolak MBKM. Apabila tujuan sederhana dari ukur dalam membentuk sebuah kurikulum program tersebut adalah menghasilkan lulusan yang memiliki kesiapan yang lebih matang ketika mereka terjun ke dunia kerja, melaksanakan Program MBKM ini perlu maka konsep Merdeka Belajar yang mereka adopsi seharusnya dapat memberikan ilmu Outcome Based Education (OBE). OBE dan keterampilan baru di luar jurusan yang diketahui sebagai bagian dari strategi mereka telah pilih awalnya. penjaminan mutu di mana keputusan Program Studi perlu memilih dan terkait kurikulum dan instruksi didukung menyediakan Mata Kuliah Wajib apa saja dengan hasil belajar yang harus ditampilkan yang perlu untuk ditempuh dan Mata Kuliah oleh peserta didik pada akhir program (Rao. Pilihan apa saja yang boleh menjadi opsi Artinya setiap mata kuliah wajib ataupun mata kuliah pilihan yang nantinya digantikan dengan kebutuhan dan minat akan menjadi bagian dari Program MBKM mereka dalam belajar. Akan tetapi jangan tersebut perlu melalui pengkajian dan sampai kemudian nantinya hal tersebut dilakukan penyesuaian lebih lanjut terkait menjadi cara mahasiswa yang berusaha konversi mata kuliah yang bersangkutan menghindari Mata Kuliah tertentu dalam 36 Wulandari. Febry. Hartatmaja. Mangula. I,S. Sabrina,O,A. Evaluasi Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Di Tingkat Program Studi: Studi Di Universitas Paramadina dan juga disesuaikan dengan profil lulusan mahasiswa tersebut nantinya. keterampilan sesuai dengan kebutuhan dari Pentingnya masing-masing OBE adalah untuk menjawab tantangan menjalankan Program MBKM tersebut. Adanya Industry Education sebaiknya diantisipasi oleh Prodi pada saat (Baharuddin. Program Studi belum terbentuk. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya sosialisasi pedoman yang sudah lama dimiliki oleh dan penerapan Program MBKM tersebut. Universitas ataupun Program Studi masing- maka setiap Program Studi perlu untuk mempersiapkan kurikulum Program MBKM nanti, tidak Pada program MBKM sesuai dengan minatnya MBKM Sehingga pemahaman untuk implementasi Program Kebutuhan lulusan atau mahasiswa saat bekerja kemudian akan bergantung dengan identifikasi dari masing-masing mahasiswa tersebut dalam memilih ilmu mereka butuhkan untuk bekerja nantinya. Hal tersebut sesuai dengan OBE dengan yang disusun berdasarkan OBE. Salah satu cara dari penerapan OBE yang melihat Outcome keterampilan . nowledge & skil. apa yang bisa didapatkan dari subjek mata kuliah yang telah dipilih pada Program MBKM INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 22-40 Gambar 1 Menyusun Kurikulum OBE Dengan Metode Backward Design Sumber: Wigginis & McTighe . Dengan belajar mahasiswa tersebut agar mereka mahasiswa sebagai tolak ukurnya . tudent dapat bersiap untuk menghadapi dunia pekerjaan nantinya. kurikulum yang lama tidak lagi dapat design atau student centered dengan tujuan menggunakan metode Backward Design mengidentifikasikan kebutuhan mahasiswa seperti mengidentifikasi kebutuhan dari mahasiswa atau lulusan ketika nantinya mereka akan menghadapi dunia kerja. untuk Program MBKM tersebut dapat Metode dan konten dari pembelajaran berjalan dengan baik karena dilakukannya penyesuaian pada tingkat Program Studi. Dengan kebutuhan dari pilihan mahasiswa yang mengikuti Program MBKM tersebut. Apabila Program MBKM kesempatan yang sebesar-besarnya dalam memilih untuk mendapatkan ilmu dan keterampilan dari Program Studi ataupun Universitas lainnya, sehingga penting untuk menitikberatkan pembentukkan kurikulum OBE yang memfokuskan kepada kebutuhan Peran Kerja Sama Mitra Dalam Outcome Based Education (OBE) Untuk Program MBKM, maka pada dasarnya Tendik atau Dosen mengajarkan ilmu dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan dari mahasiswa yang terlibat dalam proses Program MBKM berjalannya waktu tantangan dunia kerja 38 Wulandari. Febry. Hartatmaja. Mangula. I,S. Sabrina,O,A. Evaluasi Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Di Tingkat Program Studi: Studi Di Universitas Paramadina memerlukan solusi yang tepat dan langsung Pangkalan Data Monitoring dan Evaluasi dari pihak penyedianya. Setelah Kerja sama dengan beberapa mitra yang sesuai dengan OBE dan juga menjalin di luar Universitas menjadi hal yang sangat kerja sama dengan beberapa pihak mitra penting (Fuadi & Aswita, 2. Adanya dari luar Universitas, maka diharapkan kerjasama tidak hanya untuk menempatkan Program MBKM tersebut paling tidak dapat mahasiswa untuk magang atau praktek berjalan berdampingan dengan kebutuhan lapangan saja, akan tetapi keberadaan Mitra yang telah disesuaikan terkait keinginan dari luar Universitas dapat memberikan mahasiswa dalam Merdeka Belajar melalui ilmu terapannya secara langsung kepada mahasiswa yang membutuhkan, baik itu keterampilan yang mereka perlukan saat Universitas memberikan pelatihan secara langsung, mempersiapkan diri menghadapi dunia ataupun turun langsung ke Perusahaan kerja yang semakin berkembang di era ataupun Industri secara langsung agar Industry 4. mahasiswa dapat memiliki pengalaman Selanjutnya, diperlukan monitoring yang sesuai dengan pilihannya dalam dan evaluasi agar keberlangsungan dari Program MBKM tersebut. Program MBKM Dalam hal ini, keterlibatan kerja berjalan sesuai dengan kebutuhan dari sama dengan mitra dari luar Universitas mahasiswa dan juga industri pekerjaan dan juga Tenaga Pendidik secara langsung setelah mereka lulus. Monev tersebut pelaksanaan yang sekaligus menjadi solusi terhadap perkembangan kurikulum dan bagi beberapa faktor penghambat yang juga peraturan kebijakan yang telah dibuat. muncul ketika perlu untuk menjawab Hasil yang diperoleh dari mahasiswa yang keinginan mahasiswa dalam mendapatkan tergabung dalam Program MBKM tersebut ilmu dan juga keterampilan yang sesuai sebaiknya tidak hanya berupa transkrip dengan mereka harapkan. Dengan begitu penilaian dan juga ilmu serta keterampilan bagi mahasiswa tersebut saja, akan tetapi Sumber Daya Manusia untuk membentuk lebih baik juga apabila dibuat Pangkalan Data Big Data Pembelajaran di Program Studi dan juga mengenai Mahasiswa atau Dosen yang mengikuti Program MBKM tersebut. INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 22-40 Dengan tercatatnya dalam sebuah proses seleksi, peran dosen pendamping program MBKM masih kurang maksimal, mempermudah lapangan pekerjaan di luar dan kurangnya keterlibatan tendik di sana dalam mengakses mahasiswa sesuai dengan keahlian yang mereka butuhkan, pendaftaran dan koordinasi calon peserta disisi lain Mahasiswa dan Dosen yang telah program MBKM. sudah dilakukan oleh tiap kemudian juga mendapatkan nilai lebih program studi. Namun demikian, penerapan Program MBKM Program MBKM, di tiap Proses monitoring dan studi cukup sehingga nantinya dapat lebih membuat beragam, sehingga cukup membingungkan sinergi yang lebih besar terhadap Program Studi ataupun Universitas lainnya dengan universitas dalam melakukan penilaian tim skala yang lebih besar. monev MBKM di program studi. KESIMPULAN DAN SARAN Pada 2021. Universitas Paramadina jalannya program MBKM di semua program mulai menerapkan program MBKM di studi, perlu dilakukan beberapa langkah setiap program studi. Namun demikian, perbaikan, yaitu adanya dukungan dari pada pelaksanaannya terdapat beberapa pihak universitas dalam bentuk kebijakan, kendala yang dirasakan oleh program studi prosedur (SOP) yang jelas dan sudah monitoring dan evaluasi. Pada tahapan disosialisasikan ke semua program studi. perencanaan, kendala yang dialami yaitu adanya koordinator untuk setiap program tidak tersedianya dokumen resmi dari MBKM. universitas yang menjelaskan secara rinci aturan dan tahapan pelaksanaan MBKM di MBKM yang bisa diakses oleh mahasiswa dan dosen. adanya pelatihan mengenai Pada MBKM pembimbing dan tendik agar keterlibatan mengenai MBKM, kesulitan dalam proses dan peran mereka dapat dilakukan dengan konversi SKS program studi dengan SKS program MBKM khususnya pada mata kemitraan dengan pihak industri baik kuliah program magang, kurang optimalnya melalui kerja sama dalam program magang komunikasi antara pihak direktorat dengan melalui keterlibatan praktisi dunia kerja mahasiwa yang dapat mengikuti program dalam proses belajar mengajar di kelas Untuk MBKM akibat dari ketatnya persyaratan dan 40 Wulandari. Febry. Hartatmaja. Mangula. I,S. Sabrina,O,A. Evaluasi Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Di Tingkat Program Studi: Studi Di Universitas Paramadina sebagai dosen pengampu mata kuliah dan pembuatan pangkalan data yang berisikan informasi mengenai mahasiswa serta dosen yang terlibat dalam program monitoring dan evaluasi di semua program MBKM. PUSTAKA ACUAN