JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2024, pp:299-304 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Doi : 10. 51903/kompak. n page 1 http://journal. id/index. php/kompak Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Peningkatan Efisiensi Pada Pelayanan Rawat Inap Di UPTD Puskesmas Hiliweto Gido Tree Engel Natalia1. Marliyah2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara email: triangelnatalia@gmail. ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Every information related to accounting is handled by the Accounting Information System. (AIS). The purpose of this study was to assess whether the accounting information system at the UPTD Hiliweto Gido Health Center has been implemented successfully and efficiently, and to examine the function of the system in inpatient services. The research methodology of this study uses an exploratory qualitative approach, specifically by using the Google Scholar internet database to obtain secondary data from national papers and conducting focused interviews. The results of this study are that the installation of the accounting information system at the Hiliweto Gido Health Center has been successful based on research This study examines how a more integrated and real-time accounting information system can improve the efficiency of inpatient services at the Health Center, especially in resource management and financing. Keywords: Accounting Information System. Inpatient Services. Increasing Efficiency Received 13 Oktober 2024 Received in revised form 13 November 2024 Accepted 22 November 2024 Available online 1 Desember 2024 PENDAHULUAN Setiap informasi yang berkaitan dengan akuntansi ditangani oleh Sistem Informasi Akuntansi. (SIA). Sistem informasi akuntansi (SIA) yakni organisasi memainkan peran penting dalam akuntansi dengan menyalin setiap transaksi dalam data, mengubah semua transaksi yang terkumpul menjadi keputusan, dan menerapkan kontrol yang benar atas harta dalam organisasi (Endaryati, 2. Akuntansi syariah adalah komponen dari operasi perusahaan yang menggabungkan konsepkonsep Islam, seperti muamalah dalam studi Islam (Khaddafi dkk. , 2. Kegiatan yang melibatkan manusia namun memiliki nilai akuntabilitas kepada Allah SWT dikenal sebagai kegiatan muamalah. Komponen atau pihak dan metode yang terlibat dan dipengaruhi oleh penentuan atau penyediaan informasi keuangan, serta interaksi di antara elemen-elemen tersebut, digambarkan dalam struktur Para aktor dan organisasi seperti pembuat standar, profesi, pemerintah, otoritas pengawas pasar modal, perusahaan sebagai entitas, analis, manajer, akuntan publik, dan pengguna laporan termasuk di antara pihak-pihak yang terlibat atau tertarik. Aturan pemerintah, standar akuntansi, laporan keuangan, dan konvensi pelaporan adalah beberapa contoh alat yang membentuk kerangka Received Agustus 13, 2024 Revised November 13, 2024. Accepted November 22, 2024 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 akuntansi (Simarmata & Situmorang, 2. Diperlukan upaya untuk akuntabilitas dengan prinsipprinsip Islam, yang didasarkan pada akuntabilitas, keadilan, dan kejujuran sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadis. Cara hidup Islam, yang didasarkan pada hubungan manusia dengan Tuhan . ablum minalla. dan dengan sesama manusia . ablum minanna. , menuntut agar orang menjalani hidup mereka sesuai dengan hukum syariah dan dengan harapan akan kekayaan dan kebahagiaan baik di dunia ini maupun di akhirat agar hidup menjadi damai dan kehidupan . uaconditional dan muamala. selaras dengan dasar kehidupan (Lukiman, 2. Sistem informasi akuntansi syariah memiliki tugas yang signifikan dalam hal moralitas karena pada dasarnya menekankan cita-cita Islam baik dalam objek akuntansi maupun sistem Tujuan pembuatan sistem informasi akuntansi syariah sama dengan menciptakan sistem akuntansi, dan meliputi hal-hal berikut: . Memberikan informasi kepada pemroses baru kegiatan . Untuk meningkatkan informasi yang dihasilkan oleh sistem saat ini dalam hal struktur, kualitas, dan kebenaran presentasinya. Untuk mempermudah inspeksi internal dan pengendalian akuntansi . Untuk mengurangi biaya administrasi yang terkait dengan penyusunan catatan akuntansi (Yousida & Lestari, 2. Menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja adalah tanggung jawab puskesmas, unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota (Trihono, 2005:. Puskesmas atau puskesmas didefinisikan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang mengedepankan langkah-langkah pencegahan dan promosi untuk mencapai tingkat kesehatan masyarakat tertinggi di wilayah layanannya sekaligus menyelenggarakan inisiatif kesehatan masyarakat dan inisiatif kesehatan individu tingkat pertama (Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 2014 di (Khusna, 2. Menurut teori Zeithaml, yang disajikan oleh Ratminto dan Winarsih . 5:175Ae. , ada lima cara untuk mengukur kualitas layanan (Firdhaus & AKbar, 2. Dimensi Realibility (Kehandala. Kapasitas staf medis di Puskesmas Hiliweto Gido untuk memberikan perawatan medis yang dijanjikan kepada pasien sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan disebut sebagai keandalan. Dimensi Responsiveness (Daya Tangga. Sejauh mana profesional kesehatan dapat memahami tuntutan pasien mereka adalah apa yang dimaksud dengan responsif. Dimensi Assurance (Jamina. Secara khusus, item layanan kesehatan yang diberikan kepada pasien untuk memastikan bahwa mereka menerima perawatan medis berkualitas tinggi. Dimensi Empahty (Empat. Berkaitan dengan perawatan atau perhatian individu yang diberikan oleh profesional medis kepada pasien. Dimensi Tangibles (Bukti Langsun. Dalam konteks pelayanan kesehatan di UPTD Hiliweto Gido, komponen tangibles . ukti langsun. mengacu pada barang-barang fisik di Puskesmas yang dapat membantu dalam penyampaian pelayanan medis kepada pasien melalui alat kesehatan. Fasilitas dan interior puskesmas saat ini, jumlah staf atau petugas yang melayani pasien, kenyamanan dan kebersihan ruang tunggu, serta penampilan dan kerapian anggota staf yang memberikan layanan adalah contoh nyata . ukti Berdasarkan teori di atas ada yang tidak sesuai dengan hasil dari survei awal saya Di mana pada survei awal tersebut saya ada mewawancarai beberapa orang seperti family serta tetangga yang pernah berobat di Puskesmas tersebut. Pada hasil wawancara tersebut mereka mengatakan tidak semua dari pegawai di sana handal, contohnya seperti pada narasumber a mengatakan saat melayani salah satu pegawai di sana ia mendapatkan kartu berobat, sedangkan narasumber lain yang dilayani pegawai lain mengatakan tidak mendapatkan kartu berobat tersebut, hal ini menandakan hasil dari survei awal tidak sesuai dengan teori Zeithaml. Di mana kartu brebet ini tidak kalah penting untuk menunjang efisiensi dalam pelayanan rawat inap dan rawat jalan. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 299 Ae 304 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 karena kartu berobat bertujuan sebagai identitas pasien saat berobat kembali serta gerakan medis pasien dapat tersimpan dengan baik (Suharni & Sari, 2. Jika pasien lupa membawa kartu medis, petugas pendaftaran mungkin kesulitan menemukan berkas rekam medis, yang dapat menghambat pelayanan dan meningkatkan kemungkinan antrean pasien. Efek lainnya adalah bahwa staf medis kesulitan menemukan berkas rekam medis pasien. Dalam hal ini, petugas pendaftaran akan segera membuat berkas rekam medis baru tanpa memperhatikan kondisi pasien. Akibatnya, berkas rekam medis menjadi duplikat. Dokter akan kesulitan untuk mengetahui riwayat medis pasien jika berkas rekam medis diduplikasi, yang berkontribusi pada ketidakefisienan sistem informasi akuntansi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah sistem informasi akuntansi Puskesmas Hiliweto Gido telah diterapkan dengan sukses dan efisien, serta untuk memeriksa fungsi yang dimainkan oleh sistem tersebut dalam layanan rawat inap. Sebuah sistem adalah sekelompok item atau komponen yang memiliki berbagai makna yang terhubung, bekerja sama, saling mempengaruhi, dan memiliki strategi bersama untuk mencapai tujuan tertentu (Ginting dkk. , 2. Hall memberikan pengertian sistem adalah kumpulan dari dua atau lebih bagian atau subsistem yang saling terkait yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Marshall B. Romney mendefinisikan sistem sebagai kumpulan satu atau lebih bagian yang saling terhubung yang bekerja sama untuk mencapai tujuan Bersama (Afreza, 2. Informasi adalah data yang berbentuk dalam bentuk file yang dapat dipakai untuk penerima untuk membuat keputusan baik sekarang maupun di masa depan. Informasi sudah memiliki nilai, meskipun data belum. Ketika keuntungan dari memperoleh informasi lebih besar daripada biayanya, itu dianggap berguna (Mariana dkk. , 2. Setiap perusahaan menggunakan akuntansi sebagai bahasa komunikasi untuk tujuan Misalnya, dalam akuntansi, pertukaran barang dengan sejumlah uang tertentu disebut sebagai penjualan atau pembelian. Karena akuntansi dikenal sebagai bahasa bisnis, sangat penting bagi orang-orang untuk menggunakannya dalam struktur perusahaan. Konsep akuntansi lainnya, seperti biaya, harga pokok penjualan, dan laba/rugi secara rinci, dieksplorasi dalam akuntansi atau teori akuntansi (Gusherinsya & Samukri, 2. Sebuah sistem yang mengatur formulir, catatan, dan laporan secara terkoordinasi untuk menyediakan data keuangan yang diperlukan untuk pengambilan keputusan manajemen dan pemimpin bisnis serta dapat membantu dalam manajemen perusahaan dikenal sebagai sistem informasi akuntansi. Selain itu, sistem informasi akuntansi terdiri dari komponen-komponen yang tidak terpisahkan yang harus bekerja sama untuk menghasilkan laporan (Endaryati, t. Tujuan dari sistem pengendalian internal adalah untuk memfasilitasi pengawasan manajemen terhadap organisasi dengan memungkinkan penciptaan pembatasan data informasi akuntansi yang dapat dipertanggungjawabkan. Lima komponen internal control yang saling terkait diidentifikasi oleh Hery . dalam (Mokoginta dkk. , 2. Lingkungan Pengendalian Ada beberapa elemen yang dapat meningkatkan sistem pengendalian internal. Empat elemen internal control lainnya berada di bawah lingkungan pengendalian. Manajemen puncak, direktur, dan pemilik entitas semuanya memiliki sikap terhadap pengendalian internal dan nilainya, yang tercermin dalam aturan, prosedur, dan aktivitas yang membentuk lingkungan pengendalian. Penilaian risiko Ini adalah langkah yang diambil manajemen untuk memilih lalu menilai dampak negative yang ada pada setiap keputusan. Aktivitas pengendalian Terobosan dan implementasi yang menjamin bahwa langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani risiko telah dilakukan untuk mencapai tujuan entitas. Pemisahan tanggung jawab adalah salah satu kebijakan dan proses ini. Izin transaksi yang sesuai. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 299Ae304 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Catatan dan dokumentasi yang cukup. Kewenangan fisik atas sumber daya dan dokumen. Pemeriksaan independen atau verifikasi internal. Informasi dan komunikasi Transaksi yang ditangkap, diproses, dan dilaporkan telah memenuhi enam tujuan umum audit transaksi adalah fokus dari sistem informasi dan komunikasi akuntansi. Tujuan-tujuan ini adalah sebagai berikut: (Manoppo, 2. Transaksi yang didokumentasikan adalah nyata. Semua transaksi saat ini telah didokumentasikan. Jumlah transaksi yang tercatat adalah akurat. Transaksi yang telah dicatat disajikan dan dirangkum dengan akurat. Transaksi dikategorikan dengan akurat. Tanggal yang tepat digunakan untuk mencatat transaksi. Pemantauan Kegiatan pemantauan berkaitan dengan evaluasi terus-menerus . ecara berkal. oleh manajemen terhadap efektivitas pengendalian internal untuk memastikan apakah pengendalian tersebut telah dilaksanakan sesuai rencana dan disesuaikan dengan perkembangan lingkungan bisnis (Hs dkk. , 2. Metode Penelitian Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploriatif dengan wawancara terpusat serta menggunakan data sekunder dari artikel nasional dengan menggunakan media elektronik data base Google Scholar, artikel yang digunakan mulai dari tahun 2019 hingga 2023. Pada artikel yang digunakan pada penelitian ini dibatasi dari 5 tahun terakhir. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Gido Kabupaten Nias yang berlokasi di UPTD Puskesmas Hiliweto Gido. Pada penelitian ini terdapat dua data yang di kumpulkan, yang dimana data sekunder dan primer. Data primer merupakan data yang di peroleh dari sumber data yang langsung memberikan data kepada peneliti, sedangkan data sekunder merupakan sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada sang peneliti seperti contohnya lewat dokumen. Pada penelitian ini ada informan yang di wawancarai oleh penulis yaitu informan kunci (X), yang dimana informan ini merupakan para pegawai yang bekerja di UPTD Puskesmas Hiliweto Gido Selain menggunakan metode wawancara terpusat, peneliti juga menggunakan data sekunder dari artikel nasional dengan Kata kunci yang digunakan AuSistem Informasi Akuntansi. Pelayanan Rawat Inap. EfisiensiAy. Lalu selanjutnya artikel tersebut dianalisis serta dibuat pembahasan yang berwujud kata-kata dan bkan berupa rangkaian angka. HASIL DAN PEMBAHASAN Sistem Informasi Akuntansi terhadap Pelayanan Pasien Rawat Inap UPTD Puskesmas Hiliweto Gido Ada dua jenis pasien yang mendapatkan perawatan rawat inap di Puskesmas Hiliweto Gido: Pasien umum, atau pasien pribadi yang membayar perawatan mereka sendiri. Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS), yaitu mereka yang biaya medisnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Seorang pasien dapat diterima di Puskesmas Hiliweto Gido dengan dua cara, yaitu: Datang Sendiri Setelah mengunjungi meja pendaftaran unit rawat jalan, pasien melanjutkan ke poliklinik untuk Surat rujukan untuk pasien yang menerima perawatan inap akan ditulis oleh dokter setelah pasien dievaluasi dan temuan pemeriksaan menunjukkan bahwa pasien perlu dirawat di rumah sakit. Melalui Rujukan Puskesmas Lain Individu yang memenuhi deskripsi ini mendaftar untuk rawat inap segera dengan menyajikan surat rekomendasi atau pengantar rawat inap dari fasilitas medis lain. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 299 Ae 304 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Petugas administrasi atau petugas penerimaan pasien meminta agar pasien atau keluarga perwakilan pasien mengisi persyaratan berikut dengan kategori sebelum aplikasi disetujui: Pasien Umum Penting bagi pasien umum untuk menyediakan baik yang asli maupun fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kartu Keluarga (KK), dan kartu medis yang berlaku. Pasien BPJS Kesehatan KTP asli. KK. Kartu BPJS Kesehatan, dan kartu medis harus dibawa oleh pasien BPJS Kesehatan. Pembahasan Sistem Informasi Akuntansi Pada Prosedur Pelayanan Rawat Inap di UPTD Puskesmas Hiliweto Gido Berdasarkan temuan studi penulis di Puskesmas Hiliweto Gido UPTD, yang melibatkan observasi langsung terhadap operasi layanan rawat inap dan wawancara dengan kepala seksi serta anggota staf yang terlibat dalam layanan rawat inap. Untuk memberikan layanannya kepada pasien yang menerima perawatan di ruang rawat inap, layanan pusat kesehatan ini terhubung dengan area lain di fasilitas tersebut. Berikut adalah contoh kegiatan layanan rawat inap: Penerimaan oleh pasien. Lokasi pendaftaran adalah tempat di mana prosedur pendaftaran Pasien yang akan dirawat di rumah sakit atau yang akan mendapatkan perawatan rawat jalan diterima di area penerimaan pasien. Layanan medis, khususnya layanan dukungan medis, adalah cara untuk membantu rumah sakit memberikan perawatan kesehatan kepada pasien. Pusat kesehatan akan mendapatkan banyak manfaat dengan adanya layanan dukungan medis, dan para klinisi akan dapat mendiagnosis penyakit pasien dengan lebih cepat dan merawat mereka segera untuk meningkatkan kesehatan Pusat kesehatan menyelenggarakan layanan keperawatan, sebuah bentuk layanan profesional, untuk memenuhi kebutuhan pasien yang menerima perawatan inap. Dengan memberikan obat-obatan dengan cara yang membuat pasien merasa diperhatikan, layanan obat juga berkontribusi untuk meningkatkan standar perawatan yang diberikan kepada Karena makanan yang disajikan di pusat kesehatan juga membantu rehabilitasi pasien, tidak Dukungan pelanggan Informasi tentang kondisi pasien yang dirawat di rumah sakit akan dihasilkan oleh kegiatan layanan rawat inap yang saling terhubung ini. Sistem informasi akuntansi akan memproses data ini untuk memberikan manajemen pengetahuan yang mereka butuhkan untuk merencanakan dan mengawasi operasi pusat kesehatan. Sistem informasi akuntansi rawat inap Puskesmas Hiliweto Gido umumnya terdiri dari prosesproses berikut: Proses pendaftaran Di Puskesmas Hiliweto Gido UPTD, pendaftaran pasien dimulai dengan registrasi. Puskesmas Hiliweto Gido akan merawat orang-orang dari berbagai latar belakang. Proses Pelayanan dan Beban Biaya kamar, biaya obat, dan unit laboratorium semuanya ditagihkan kepada pasien berdasarkan layanan medis dan bantuan yang mereka terima. Ketika pasien pulang ke rumah, biaya ruang perawatan, kunjungan dokter, dan peralatan dibayar. Prosedur penagihan dan pembayaran. Setelah mendapatkan persetujuan dokter, faktur penagihan disiapkan saat pasien meninggalkan rumah sakit. Perawat kemudian meminta perwakilan layanan pelanggan untuk memverifikasi semua biaya perawatan yang terkait sebelum keluarga pasien mengunjungi kasir untuk membayar biaya perawatan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 299Ae304 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Kesimpulan Sistem pengolahan data yang digunakan di Puskesmas Hiliweto Gido UPTD telah didigitalkan dan juga berhasil, menurut studi dan diskusi di atas. Namun, biaya perawatan pasien yang dimaksud tergantung pada peralatan medis yang digunakan. Sistem pengendalian internal Puskesmas Hiliweto Gido juga telah berfungsi dengan efektif. Ini terlihat dari cara komponenkomponen sistem yaitu, sistem otorisasi dan pemisahan tugas telah diterapkan, seperti menjaga area pendaftaran rawat inap terpisah dari area kasir, area obat terpisah dari area kasir, dan area kasir terpisah dari area keuangan. References