Volume 1 No 1 April 2022 Pages 1-12 Sapphire: Journal of Early Childhood Education ISSN: x-x (Prin. , x-x (Onlin. DOI: xx. PEMANFAATAN WATER BOTTLE RECYCLING PADA PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Robiatul Adawiyah1. Lita Kurnia2. Ana Khoeriah3 STAI La Tansa Mashiro Rangkasbitung Abstrak Tujuan penelitian ini adalah: . Untuk mengetahui sejauh mana anak dapat menjaga lingkungan dengan adanyaPemanfaatan Water Bottle Recycling Pada Pembelajaran Anak Usia Dini di TK Al-Hidayah. Untuk mengetahui sejauh mana guru lebih kreatif dalam pengelolaan daur ulang sampah ini dapat menarik minat anak untuk melakukan pembelajaran. Untuk mengetahui perkembangan kreatifitas anak dalam menciptakan karya yang dapat menarik dan bermanfaat. Metode penelitian ini menggunakan jenis metode deskriptif kualitatif yaitu suatu teknik yang menggambarkan dan menginterpretasikan arti data-data yang terkumpul dengan memberikan perhatian dan merekamsebanyak mungkin aspek situasi yang diteliti pada saat itu, sehingga memperoleh gambaran secara umum dan menyeluruh tentang keadaan sebenarnya. Pemerolehan data dalam penelitianini menggunakan teknik observasi dan wawancara yang difokuskan pada pemanfaatan Water Bottle Recycling pada pembelajaran anak usia dini. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Pemanfaatan Water Bottle Recycling dapat dijadikan sebagaiMedia pembelajaran yang dibuat dengan menggunakan botol air minum bekas yang didaur ulang dan dimanfaatkan menjadi media pembelajaran atau alat permainan edukatif (APE). Dalam penggunaan media hasil dari Pemanfaatan Water Bottle Recycling peneliti menemukan bahwa penggunaan media ini dapat mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak di TK Al- Hidayah seperti pada aspek nilai agama dan moral, kognitif, fisik motorik, seni, sosial emosional dan seni. Sedangkan pada aspek perkembangan belajar anak usia dini di TK Al-Hidayah pada mediahasil Water Bottle Recycling seperti Media Pot Tanaman. Media Pesawat Mainan dan Media Hiasan Jendela, menunjukan bahwa perkembangan anak usia dini di TK Al-Hidayah lebih banyak berada pada penilaian Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Kata Kunci: waterbottle recycling, pembelajaran anak usia dini Sapphire: Journal of Early Childhood Education | 1 Pemanfaatan Water Bootle RecycleA Abstract The aims of this study are: . To find out how far children can protect the environment by using Water Bottle Recycling in Early Childhood Learning at Al-Hidayah Kindergarten. To find out to what extent teachers are more creative in the management of recycling this waste can attract children's interest to do learning. To know the development of children's creativity in creating works that can be interesting and useful. This research method uses a qualitative descriptive method, which is a technique that describes and interprets the meaning of the data collected by paying attention and recording as many aspects of the situation as possible under study at that time, so as to obtain a general andcomprehensive picture of the actual situation. The data collection in this study used observation and interview techniques which focused on the use of Water Bottle Recycling in early childhood learning. The conclusion in this study is that the use of Water Bottle Recycling can be used as a learning media made using recycled drinking water bottles and used as learning media or educational game tools (APE). In using the media as a result of the use of Water Bottle Recycling, the researchers found that the use of this media can develop aspects of child development in Al-Hidayah Kindergarten such as aspects of religious and moral values, cognitive, physical motoric, artistic, social emotional and artistic. Meanwhile, in the aspect of early childhood learning development in Al-Hidayah Kindergarten in the media resulting from Water Bottle Recycling such as Plant Pot Media. Toy PlaneMedia and Window Decoration Media, it shows that the development of early childhood in Al-Hidayah Kindergarten is mostly in the Developmental Match Hope and Very Good Development. Keywords: waterbottle recycling, early childhood learning Copyright . 2022 Robiatul Adawiyah1. Lita Kurnia2. Ana Khoeriah3. A Corresponding author : Email Address : robiatuldirja@gmail. PENDAHULUAN Sampah terutama sampah plastiksaat ini merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi oleh pendudukdunia. Beberapa negara seperti Jerman. Jepang. Belanda, dan Australia telah mampu melakukan daur ulang sampah sebanyak 52 sampai dengan 56 persen (Komp, 17 Mei 2. Keberhasilan ini didukung oleh kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakatnya dalam mengelola sampah. Indonesia juga telah memulai upaya pengelolaansampah sejak satu dekade lalu, tetapi belum menunjukkan hasil yang optimal. (Jambeck, dkk 2015:. menyebutkan bahwa Indonesia menempati ranking kedua di dunia sebagai negara penghasil sampahplastik yang ada di laut, yaitu 187. 2 jutaton. Data dari Asosiasi Industri Plastik Nasional (INAPLAS) dan Badan Pusat Statsitik (BPS) menunjukkan bahwa sampah plastik yang dihasilkan diIndonesia mencapai 64 juta tons pertahun. Sampah plastik yang dibuang di laut sebanyak 3. 3 juta ton dan kantong plastik yang terbuang di lingkungan sebanyak 10 milyar lembar per tahun atau sebanyak 85. 000 ton sampah kantong palstik. Plastik membutuhkan waktu sekitar 400 tahun untuk terurai (Amaral dalam Mohamed, dkk 2017:. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengolah sampah-sampahtersebut adalah melalaui 3R, yaituReduce. Reuse, dan Recycle. Reducedalam bahasa Inggris yang artinya mengurangi. Reuse yang artinya penggunaan kembali dan Recycle 2 | Sapphire: Journal of Early Childhood Education Robiatul Adawiyah1. Lita Kurnia2. Ana Khoeriah3 yangartinya daur ulang. Pengelolaan secara 3R (Reuse. Reduce. Recycl. ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Pengertian dari 3R adalah Pertama Reuse merupakan pemilihan sampah yangmasih bisa digunakan untuk fungsi yang sama jadi tidak mengurangi fungsibenda tersebut setelah menjadi sampah. Kedua Reduce yaitu mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya. Dan ketiga Recycle yaitu mengolah kembali sampah menjadibarang atau bentuk baru yang lebih bermanfaat (Shira media, 2019:. Upaya untuk mengatasi permasalah sampah sebenarnya sudah dilakukan sebelumnya, antara lain dengan memanfaatkan sampah plastik untuk membuat kerajinan tangan seperti bunga, tas, baju, dan lain-lain, tetapi upaya tersebut masih belumoptimal untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang ada. Oleh karena itu, perlu upaya lain untuk mengatasi masalah sampah Salah satunya yaitu mendaur ulang sampah rumah tangga menjadi barang atau produksi yang dapat dimanfaatkan,contoh sampah rumah tangga yang dapat dengan mudah ditemukan dan di daur ulang yaitu botol air bekas. Botol air bekas adalah barang bekas yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, dari mulai di lingkungan sekitar maupun di rumah dan menjadi sampah rumah tangga yang merupakan kebutuhan pokok di rumah, karena air mineral adalah sebagian dari kebutuhan pokok mahluk hidup. Sebagaian orang atau ibu rumah tangga ada yang mungkin mengumpulkan untuk kemudian dijual kembali, tapi ada sebagian pula yang membuang botol air bekas tersebut. Botol air bekas bisa dapat di manfaatkan oleh semua kalangan, dari mulai orang tua sampai anak usia dini, dalam hal ini penulis akan bekerja samadengan guru-guru di Taman Kanak- kanak (TK) Al-Hidayah Desa Sindang Sari. Kecamatan Warung Gunung. Lebak-Banten. Dengan mendaur ulang botol air bekas untuk dijadikan bahan atau sekaligus media padapembelajaran anak usia dini di sekolahyang sekaligus ditunjuk sebagai tempat penelitian karena TK AlHidayah terletak di tengah-tengah masyarakat desa Sindangsari, di samping masjiddan lapangan yang menjadi pusat keramaian di desa tersebut. Pembelajaran di TK Al-Hidayah ini belum mencoba dengan metode daur ulang, biasanya menggunakan media atau bahan yang praktis seperti kertas origami, balok maupun boneka tangan. Dalam hal ini pula peneliti adalah salah satu warga di desa Sindangsari yang ingin meneliti sekaligus memberikan pembelajaran dalam memanfaatkanbotol air bekas sebagai media pembelajaran yang tentunya bekerja sama dengan guru-guru di TK Al- Hidayah sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan indah, melatihkreatifitas guru dan Daur ulang botol air bekas disebut dengan istilah Water Bottle Recycling adalah merupakan salah satu upaya daur ulang . untuk mengurangi jumlah sampah plastik dilingkungan sekitar. Water Bottle atau botol air yang kemudian dapat dimanfaatkan atau di daur ulang . untuk kepentingan masyarakat atau penduduk sekitar (Antico, dkk, 2018:. Water Bottle Recycling biasanya terbuat dari botol plastik bekas yang kemudian oleh sebagian pihak dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Beberapa produk hasil pemanfaatan dari Water Bottle Recycling yang sudah dilakukan oleh banyak orang seperti pembuatan pot tanaman, hiasan jendela, mobil main- mainan dan lain sebagainnya. Dari produk-produk yang sudah di Sapphire: Journal of Early Childhood Education | 3 Pemanfaatan Water Bootle RecycleA hasilkan ternyata dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran pada jenjang anakusia dini. Kegiatan melakukan daur ulang sampah menjadi media pembelajaran dapat dilakukan antara guru dan siswa di sekolah. Kegiatan ini berpengaruh pada perkembangan nilai agama dan moral anak diperkenalkan dan dibiasakan untuk melakukan kegiatan mencintai lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya dengan mandiri. Pada perkembangan seni yaitu kreatifitas memanfaatkan bahan yang tidak terpakai menjadi layak guna. Pada perkembangan motorik yaitu mengasah kemampuan anak usia dini dalam kegiatan menggunting, mengukur, menempel,memegang dan lain sebagainnya. Pada perkembangan kognitif anak dapat memperoleh pengetahuan dari pengalaman secara langsung, bagaimana cara membuat hiasan bunga dan mainan tradisional dari botol air bekas. Pada perkembangan bahasa anak dilatih untuk mengemukakan kesulitan anak dalam melakukan pembelajaran tersebut maupun hasil dari media yang dibuatnya. Dan pada perkembangan sosial emosional anak diajakberinteraksi dan bekerja sama dengan teman dan guru yang dapat mengasah dan meningkatkan sosial emosional anak usia dini dengan baik. Pemanfaatan daur ulang botol air bekas dapat dibuat dan dirancang oleh guru, selain itu juga dapat dibuat oleh guru yang kemudian dapat digunakan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini disekolah. Pada pembelajaran anak usia dini di TK Al-Hidayah peneliti akan bekerja sama dengan dewan guru TK Al-Hidayah untuk memanfaatkan botol air bekas yang akan didaur ulangmenjadi media pembelajaran anak usiadini yang kemudian dapat digunakan pada kegiatan pembelajaran disekolah. Beberapa media yang akan dibuat antara lain. pot tanaman, hiasan jendela, tempat pensil, mobil mainan dan permainan yang mengasahkognitif dan kreatitas lainnya. Tujuan dari pembelajaran daur ulang botol air bekas bagipembelajaran anak usia dini di TK Al- Hidayah yaitu menciptakan media kreatif yang dihasilkan oleh guru dan siswa sebagai pengadaan media pembelajaran di sekolah serta memberikan pengalaman belajar langsung bagi anak usia dini pada eksplorasi lingkungan, serta melatihpembiasaan cinta lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya dan dengan kreatif mendaur ulang barang-barang bekas di rumah yang dilakukan sejak dini. Dalam kegiatan mendaur ulang botol air bekas yang dilakukan bersama antara guru dan siswa di sekolah dapat memberikan tambahan pengetahuan pada perkembangan kognitif, seperti mengenalkan sampah, bahaya sampah maupun manfaat sampah pada kehidupan anak usia dini. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis metode deskriptif Deskriptif kualitatif adalah suatu teknik yang menggambarkan dan menginterpretasikan arti data-data yang terkumpul dengan memberikan perhatian dan merekam sebanyak mungkin aspeksituasi yang diteliti pada saat itu, sehingga memperoleh gambaran secara umum dan menyeluruh tentang keadaan sebenarnya. Penelitian kualitatif adalah jenis penelitianyang berusaha menggali infomasi secara mendalam, serta terbuka terhadap segala tanggapan dan bukan hanya jawaban ya atau tidak. 4 | Sapphire: Journal of Early Childhood Education Robiatul Adawiyah1. Lita Kurnia2. Ana Khoeriah3 Penelitian ini mencoba untuk meminta orang-ornag mengungkapkan berbagai pikiran mereka tentang suatu topic tanpa memberi mereka banyak arahan atau pedoman bagaimana harus berkata apa. Menurut (Moleong, 2011:. penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penalitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Metode kualitaif dengan pendekatan deskriptif yang dipakai pada penelitian ini,sebagaimana diungkapkan oleh (Sugiyono, 2012:. adalah metode kualitatif untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Penelitian kualitatif memiliki karakteristik yang hendaknya menjadi pedoman oleh peneliti, sebagaimana bahwa karakteristik penelitian kualitatif yaitu: Peneliti sebagai instrument utama untuk mendatangi secara langsung sumber data. Mengimplementasi data yangdikumpulkan dalam penelitian ini lebih cenderung kata-kata daripada angka. Menjelaskan bahwa hasil penelitian lebih menekankan kepada proses tidak semata-mata dengan hasil. Melalui analisis induktif, peneliti mengungkapkan makna darikeadaan yang terjadi. Mengungkapkan makna sebagai hal yang esensial dari pendekatan Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Dari sisi setting maka data dikumpulkan dalam kondisi yang alamiah . atural settin. Sementara dari sisi sumber maka data dikumpulkan dari beberapa sumber yaitu sumber primer, dan sumber sekunder. Selanjutnya jika dilihat dari sisi cara atau teknik pengumpulan data lebih banyak dilakukan pengamatan . , wawancara mendalam . ndepth intervie. dan dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemanfaatan Water Bottle Recycling Pada Pembelajaran Anak Usia Dini di TK Al-Hidayah Water Bottle Recycling adalah merupakan salah satu upaya daur ulang . untuk mengurangi jumlah sampah plastik dilingkungan sekitar. Water Bottle atau botol air bekas yang kemudian dapat dimanfaatkan atau di daur ulang untuk kepentingan masyarakat (Antico, dkk, 2. Water Bottle Recycling biasanya terbuat dari botol plastik bekas yang kemudian oleh sebagian pihak dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Beberapa produk hasil pemanfaatan dari Water Bottle Recycling yang sudah dilakukan oleh banyak orang seperti pembuatan pot tanaman, hiasan jendela, mobil main- mainan dan lain sebagainya. Pemanfaatan hasil daur ulang dari botol air minum bekas ini bukan hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan atau prodak rumahan atau mainan saja akan tetapi dapat dimanfaatkan pula dalam bidang pendidikan anak usia dini, yaitu sebagai alat permainan edukatif atau media pembelajaran anak usia Menurut Weni dan Rismareni . tujuan pembelajaran Water Bottle Recycling adalah untuk mengetahui penggunaan daur ulang botol air minum bekas dapat diubah fungsikan menjadi media pembelajaran untuk anak usia Sapphire: Journal of Early Childhood Education | 5 Pemanfaatan Water Bootle RecycleA dini, dapat mengenal dan memahami dalam mencintai dan melestarikan lingkungan sekolah maupun rumahnyauntuk mendaur ulang botol air minum bekas dilingkungan sekitar. Sedangkan menurut Rahayu . menyatakan bahwa limbah daur ulang dapat dijadikan bahan untuk membuat berbagai macam benda, hiasan, dan mainan. Selain itu memanfaatkan limbah tersebut dapat membantu untuk melestarikan lingkungan dan bisa meningkatkan kreativitas anak serta memberikan pengalaman bagi anak dalam pengolahan atau mendaur ulang limbah menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan. Hal ini sejalan dengan tujuan dari pemanfaatan daur ulang botol air bekasbagi pembelajaran anak usia dini disekolah yaitu menciptakan media kreatif yang dihasilkan oleh guru dan siswa sebagai pengadaan media pembelajarandi sekolah, memberikan pengalamanbelajar langsung bagi anak usia dini padaeksplorasi lingkungan, serta pembiasaan cinta lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya dan dengan kreatif dan inovatif mendaur ulang barang-barang bekas di sekolah atau di rumah yang dilakukan sejak dini. Manfaatnya dari pembelajaran tersebut tidak lain adalah untuk merangsang aspek-aspek perkembangan anak, dalam bidang kognitif, seni, fisik motorik dan sosial emosional anak usia dini dalam pemanfaatan water bottle recycling pada pembelajaran tersebut. Berdasarkan hasil wawancara mengenai pemanfaatan water bottle recycling atau Alat Permainan Edukatif (APE) diperoleh hasil wawancara yang sesuai dengan indikator wawancara yaitu: Aman Bagi Anak Dari hasil wawancara diperoleh data bahwa media pot tanaman, pesawat mainan dan hiasan jendela sudah memenuhi unsur aman bagi anak berikut adalah hasil wawancara: Tidak semua permainan aman untuk anak dalam hal ini bahan dan tekstur media sekaligus pengawasan guru,menjadikan media pembelajaran itu dapat dianggap aman bagi anak. Media ini menjadi salah satu media yang aman bagi anak usia dini dengan catatan harusdengan pengawasan guru. (Senin 18 Oktober 2021. Jam 10. 00 WIB). Ukuran. Bentuk dan Warna Sesuai Usia Anak dan Taraf Perkembangannya Dari hasil wawancara diperoleh data bahwa media pot tanaman, pesawat mainan dan hiasan jendela sudahmemenuhi unsur Ukuran, bentuk dan warna sesuai usia anak dan taraf perkembangannya berikut adalah hasilwawancara: Dalam menggunakan media ini ukuran, bentuk dan warnanya dapat digunakan bukan hanya anak usia dini saja melainkan orang dewasa bahkanorang tua sekalipun media ini dapat dibuat. Jadi media ini sudah sesuai dengan usia anak dan taraf perkembangannya, hanya sajaperkembangan anak kembali lagi pada penyampaian guru atau tenaga pendidik. (Senin 18 Oktober 2021. Jam 10. 00 WIB). Menarik dan Dapat Dimainkan Secara Bervariasi Dari hasil wawancara diperoleh data bahwa media pot tanaman, pesawat mainan dan hiasan jendela sudah memenuhi unsur Menarik dan dapat dimainkan secara bervariasi berikut adalah hasil wawancara: Dalam memainkan sebuah media pembelajaran, diharapkan media menjadi multifungsi atau bervariasi agardapat digunakan dalam berbagai situasi,hal ini sejalan dengan media ini, seperti pot tanaman yang apabila tidak digunakan sebagai pot dapat 6 | Sapphire: Journal of Early Childhood Education Robiatul Adawiyah1. Lita Kurnia2. Ana Khoeriah3 digunakansebagai tempat pensil, lalu pesawatmainan yang dapat ditarik dengan tali apabila menjadi sebuah mobil mainan, dan hiasan jendela bisa pula sebagaimedia boneka (Senin 18 Oktober 2021. Jam 10. 00 WIB). Dapat Mengembangkan Aspek Perkembangan Anak Dari hasil wawancara diperoleh data bahwa media pot tanaman, pesawat mainan dan hiasan jendela sudah memenuhi unsur dapat mengembangkan aspek perkembangan anak berikut adalah hasil wawancara: Pada media ini banyak aspek- aspek perkembangan yang menunjukan anak yang biasanya pendiam menjadimulai muncul, berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baikkarena dari mulai pembuatan sampai cara penggunaan media, diperlukan banyaknya usaha dan fokus anak dalam mengerjakannya. (Senin 18 Oktober 2021. Jam 00 WIB). Ekonomis. Mudah Didapat danDekat dengan Lingkungan Anak Dari hasil wawancara diperoleh data bahwa media pot tanaman, pesawat mainan dan hiasan jendela sudahmemenuhi unsur Ekonomis, mudah didapat dan dekat dengan lingkungan anak berikut adalah hasil wawancara: Pada media ini nilai ekonomis bisa dilihat dari mudahnya caramendapatkan alat dan bahan media karena anak dapat dengan mudah menemukannya dan dekat di lingkungansekitar anak. (Senin 18 Oktober 2021. Jam 10. 00 WIB). Penggunaan Water Bottle RecyclingPada Pembelajaran Anak Usia Dinidi TK Al-Hidayah Istilah media sangat popular dalam bidang komunikasi. Proses belajar mengajar pada dasarnya jugamerupakan proses komunikasi, kata pembelajaran sengaja dipakai sebagai padanan kata dari kata instruction. Kata Intrucion mempunyai pengertian yang lebih luas dari pengajaran, jika kata pengajaran dalam konteks guru dan siswa di kelas atau formal maka pembelajaran mencakup pula kegiatan belajar mengajar yang tak dihadiri guru secara fisik. Dalam hal ini yang ditekankan adalah proses belajar mengajar dan adanya usaha-usaha terencana dalammemanipulasi sumber-sumber agarterjadi proses belajar pada diri siswa. Salahsatu usaha dalam sumber-sumber belajar adalah dengan penggunaan media sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran. Dari hasil observasi media WaterBottle Recycling yang telah dibuat dan dihasilkan dari botol air minum bekas bersama guru dan peserta didik. Berikut adalah penggunaan media Water Bottle Recycling berdasarkan tema pembelajaran anak usia dini: Media Pot Tanaman Media ini termasuk dalam tema lingkunganku dan tema tanaman karena media ini mengajarkan anak pada cinta lingkungan sedangkan pada tema tanaman anak dapat belajar menanam tanaman. Adapun dalam pembuatan media pot tanaman alat dan bahan yangakan digunakan adalah, siapkan botol air minum bekas ukuran besar, gunting,dan cat, lalu potonglah botol air minum bekas sesuai dengan pola yang sudah disiapkan oleh guru, setelah dipotong hiaslah pot tanaman dengan diberi cat semenerik mungkin, jika sudah selesai lalu dijemur dan siap digunakan untuk pot tanaman. Sapphire: Journal of Early Childhood Education | 7 Pemanfaatan Water Bootle RecycleA Gambar 1 : Alat dan Bahan yang digunakan dalam pembuatan media Pot Tanaman Berikut adalah hasil dari pengolahan daur ulang dari kemasanbotol air minum bekas di TK Al- Hidayah yaitu sebagai berikut: Gambar 2: media daur ulang botol air minum menjadi barang daya guna seperti pot tanaman. Media Pesawat Mainan Media ini termasuk pada tema kendaraan dan profesi karena mengajarkan anak dalam mengenal jenis-jenis kendaran dan juga profesi atau jenis pekerjaan dalam membawa kendaraan. Adapun dalam pembuatan media pesawat mainan alat dan bahan yang akan digunakan adalah, siapkan botol air minum bekas, kertas asturo berwarna, gunting, dan lem, lalu potonglah kertas asturo berwarna sesuai dengan pola bagian-bagian pesawat yang sudah disiapkan sebelumnya oleh guru, setelah digunting tempelkan kepada badan pesawat dengan diberi lem sedikit, jika sudah selesai lalu siap digunakan sebagai pesawat mainan. Gambar 3: Alat dan Bahan yang digunakan dalam pembuatan media Pesawat Mainan 8 | Sapphire: Journal of Early Childhood Education Robiatul Adawiyah1. Lita Kurnia2. Ana Khoeriah3 Berikut adalah hasil dari pengolahan daur ulang dari kemasan botol air minum bekas di TK Al- Hidayah yaitu sebagai berikut: Gambar 4. media daur ulang botol air minum menjadi barang daya guna sepeti pesawat mainan Media Hiasan Jendela Sedangkan pada media ini termasuk dalam tema binatang karena media ini mengenalkan anak pada jenis-jenis binatang yaitu binatang laut karena bentuk media ini yaitu berbentuk binatang laut gurita. Adapun dalam pembuatan media hiasan jendela alat dan bahan yang akan digunakan adalah, siapkan botol air minum bekas, gunting, tali dan mata mainan, lalu potonglah botol air minumbekas sesuai dengan pola binatang gurita yang sudah disiapkan oleh guru. Berikut adalah hasil dari pengolahan daur ulang dari kemasan botol air minum bekas di TK Al- Hidayah yaitu sebagai berikut: Gambar 6. media daur ulang botol air minum menjadi barang daya guna sepeti hiasan jendela Aspek Perkembangan Anak Usia Dini Pada Pembelajaran Water Bottle Recycling Dari hasil pengamatan observasi danwawancara diperoleh data tentang aspek perkembangan anak usia dini pada pembelajaran Water Bottle Recycling yangtelah dilaksanakan di TK Al-Hidayah pada tabel berikut: setelah dipotong masukan tali pada tutup botol air minum tersebut, jika sudah selesai lalu pasangkan matamainan dan siap digunakan danTabel 1 (Intrumen Perkembangan Belajar Anak Usia Dini di Taman Kanak-kanak (TK) Al-Hidayah pada media hasil Pot Tanama. dipasang dijendela kelas maupundiruangan lainnya. Sapphire: Journal of Early Childhood Education | 9 Pemanfaatan Water Bootle RecycleA Gambar 5: Alat dan Bahan yang digunakan dalam pembuatan media Hiasan Jendela KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian pemanfaatan water bottle recycling pada pembelajaran anak usia dini adalah sebagai berikut: Sampah bukanlah sesuatu yang asing dalam keseharian kita, karena kita secara pribadi setiap harinya menghasilkan sampah yaitu dari kegiatan makan, minum dan lain : Responden 1, dan seterusnya : Belum Berkembang MB : Mulai Berkembang BSH : Berkembang Sesuai Harapan BSB : Berkembang Sangat Baik Berdasarkan tabel diatas bahwa aspek perkembangan belajar anak usia dini di TK Al-Hidayah pada media hasil sebagainnya, dari sanalah banyaknya botol air minum bekas yang mudah ditemukan di lingkungan tempat tinggal menjadikan peneliti tergerak untuk melakukan penelitian dengan memanfaatkan nya menjadi sebuah media yang dapat digunakan dalam pembelajaran anak usia dini. Peneliti, guru dan peserta didik di TK AlHidayah bekerjasama dalam Pemanfaatan Water Bottle Recycling Pada Pembelajaran Anak Usia Dini. Media ini dibuat denganmenggunakan botol air minum bekas yang didaur ulang dan dimanfaatkan menjadi media pembelajaran atau alatpermainan edukatif (APE). Dalam penggunaan media hasil dari Pemanfaatan Water Bottle Recycling peneliti menemukan bahwa penggunaan media ini dapat mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak di TK Al- Hidayah seperti pada aspek nilai agama dan moral, kognitif, fiisikmotorik, seni, sosial emosional danseni. Pada aspek perkembangan belajaranak usia dini di TK Al-Hidayah pada media hasil Water Bottle Recyclingseperti Media Pot Tanaman. MediaPesawat Mainan dan Media Hiasan Jendela, menunjukan bahwa perkembangan anak usia dini di TK Al-Hidayah lebih banyak berada padapenilaian Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB), pada penilaian Belum Muncul (BB) tidak ada, sedangkan perkembangan anak yang menunjukkan Mulai Muncul (MB) hanyalah sedikit. DAFTAR PUSTAKA