Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 RESILIENCE MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNESA Anandita Alifya Hardiyani1*. Albrian Fiky Prakoso2 Universitas Negeri Surabaya 21053@mhs. id, 2albrianprakoso@unesa. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh program internship terhadap resilience mahasiswa kependidikan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya yang mencakup Program Studi Pendidikan Ekonomi. Pendidikan Bisnis. Pendidikan Akuntansi, dan Pendidikan Administrasi Perkantoran. Meskipun internship telah banyak diterapkan sebagai sarana peningkatan kesiapan kerja mahasiswa, kajian empiris yang secara khusus menelaah perannya dalam membangun resilience mahasiswa kependidikan masih terbatas. Penelitian ini mengisi celah tersebut dengan menempatkan internship sebagai faktor strategis dalam penguatan ketahanan akademik dan profesional calon pendidik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 173 mahasiswa yang dipilih melalui teknik proportionate random Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan IBM SPSS 25, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan WarpPLS 8. Hasil analisis menunjukkan bahwa program internship berpengaruh positif dan signifikan terhadap resilience mahasiswa. Resilience yang terbentuk selama magang mendukung kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan tuntutan akademik, mengelola tekanan studi, serta mempersiapkan karier sebagai calon guru. Temuan ini juga mengindikasikan bahwa penguatan resilience melalui praktik lapangan berpotensi meningkatkan keberlanjutan . mahasiswa dalam jalur profesi kependidikan. Kata kunci: internship, resilience, calon guru. SEM, pendidikan ekonomi. PENDAHULUAN Mahasiswa berperan sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi yang adaptif terhadap dinamika perubahan (Akkad & Henderson, 2. Seiring berkembangnya tuntutan pendidikan tinggi, sistem pembelajaran diperguruan tinggi tidak lagi terfokus pada Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 penguasaan teori semata, tetapi menekankan pembelajaran yang aplikatif, kolaboratif, dan berbasis kompetensi. Perubahan ini menciptakan tantangan baru bagi mahasiswa, khususnya dalam menyesuaikan diri dengan beban akademik dan tuntutan profesional yang semakin kompleks (K. Li et al. , 2. Sebagai populasi dominan di perguruan tinggi. Generasi Z menghadapi tantangan akademik, sosial, dan psikologis yang signifikan. Mahasiswa kerap mengalami kesulitan dalam memanajemen waktu, adaptasi sosial, tekanan akademik, serta masalah kesehatan mental seperti stres dan kecemasan (Blessing, 2024. Zhang et al. , 2. Kondisi ini diperkuat oleh data survei kesehatan mental mahasiswa Universitas Negeri Surabaya . yang menunjukkan bahwa sekitar 21,9% mahasiswa mengalami gangguan mental berat, dan 43,5% lainnya berada pada kategori sedang, menunjukkan tingginya tingkat tekanan psikologis yang mereka hadapi. Apabila tidak dikelola dengan baik, tekanan tersebut tersebut berpotensi menurunkan motivasi akademik, menghambat proses belajar, bahkan memicu keenganan untuk melanjutkan studi (Brewer et al. , 2019. Gonyalves et al. , 2. Dalam konteks tersebut, kemampuan resilience menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa kependidikan. Resilience merujuk pada kemampuan individu untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dalam menghadapi tekanan maupun kegagalan (Kodama, 2. Bagi calon guru, resilience tidak hanya berperan dalam menjaga keberlangsungan studi, akan tetapi menjadai fondasi penting dalam menghadapi kompleksitas praktik lapangan, tuntutan profesionalisme, serta tekana psikologis dalam proses pembentukan identitas profesional. Salah satu sarana strategis yang berpotensi membentuk resilience mehasiswa adalah program internship atau Praktik Lapangan Persekolahan (PLP). Program ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan teoretis ke dalam konteks dunia kerja dan lingkungan sekolah (Anjum, 2. Melalui internship mahasiswa tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis dan pedagogis, tetapi juga menghadapi berbagai tantangan seperti adaptasi lingkungan, tuntutan kinerja, manajemen emosi, serta tekanan dari pembimbing lapangan. Kondisi ini menuntut mahasiswa untuk mengelola stres, beradaptasi secara cepat, dan mempertahankan motivasi yang secara langsung berkaitan dengan pengembangan resilience. Selain itu, pengalaman internsip juga berperan dalam membentuk kesiapan karir dan keberlanjutan minat mahasiswa terhadap profesi keguruan Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 (Bolli et al. , 2021. Goodenough et al. , 2020. Schnoes et al. , 2. Internship merupakan konteks pembelajaran yang berpotensi dalam membentuk resilience mahasiswa kependidikan. Internship menghadirkan pengalaman nyata yang menempatkan mahasiswa pada peran sebagai guru, lengkap dengan tuntutan pedagogis, tekanan evaluatif, keterbatasan sumberdaya, serta dinamika interaksi sosial di lingkungan Mahasiswa selama menjalankan internship dituntut untuk mengembangkan respon adaptif secara psikologi. Secara teoretis, mekanisme pembentukan resilience melalui PLP dapat dijelaskan melalui beberapa kerangka psikologis. Pertama. PLP berfungsi sebagai sebuah pengalaman yang memungkinkan mahasiswa terlibat langsung dalam situasi profesional nyata. Pengalaman autentik ini menjadi prasyarat utama berkembangnya ketahanan psikologis karena individu diuji dalam konteks yang relevan dengan peran masa Kedua, melalui perspektif mastery experience, keberhasilan maupun kegagalan mahasiswa dalam mengelola pembelajaran selama PLP berkontribusi pada pembentukan efikasi diri. Keberhasilan pedagogis memperkuat rasa kompetensi, sementara kegagalan yang disertai bimbingan dan refleksi membangun ketangguhan menghadapi situasi serupa di masa depan (Bandura, 1. Selanjutnya. PLP juga dapat dipahami sebagai bentuk stress inoculation, yaitu paparan stres yang terkelola dan bertahap sehingga individu mampu membangun toleransi terhadap Tekanan akademik dan emosional selama PLP, seperti penilaian pamong, tuntutan kinerja mengajar, adaptasi lingkungan sekolah, sera manajemen waktu antara praktik dan tugas akademik, berperan sebagai stresor yang melatih regulasi emosi, problem-solving, dan kontrol diri. Proses ini menjadikan tekanan bukan sebagai faktor perusak, melainkan sebagai media pembelajaran psikologis yang memperkuat resilience. Selain itu, pemberian otonomi mengajar dalam batas tertentu selama PLP berkontribusi pada penguatan self-control dan kemandirian profesional mahasiswa. Mahasiswa dituntut untuk mengelola strategi pembelajaran, membuat keputusan pedagogis, dan bertanggung jawab atas proses belajar peserta didik. Interaksi intensif dengan guru pamong serta kegiatan refleksi pedagogis setelah praktik mengajar berfungsi sebagai mekanisme metakognitif yang membantu mahasiswa memaknai pengalaman, mengevaluasi kesalahan, dan menginternalisasi pembelajaran. Siklus pengalaman, refleksi, dan adaptasi inilah yang menjadi inti proses pembentukan daya lenting mahasiswa kependidikan. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Praktik lapangan juga memiliki implikasi langsung terhadap kesiapan karier dan keberlanjutan minat mahasiswa terhadap profesi guru. Hasil pra-penelitian pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi UNESA menunjukkan adanya keraguan sebagian mahasiswa untuk berkarier sebagai guru, yang dipengaruhi oleh rendahnya kepercayaan diri, persepsi negatif terhadap beban kerja guru, serta kecemasan menghadapi praktik lapangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesiapan profesional mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan kognitif, tetapi juga oleh ketahanan psikologis dalam menghadapi tekanan nyata profesi keguruan. Meskipun program internship atau PLP telah banyak dikaji dalam konteks peningkatan keterampilan dan kesiapan kerja, kajian empiris yang secara khusus menelaah peran internship dalam membentuk struktur psikologis resilience mahasiswa kependidikan masih Padahal, pemahaman mengenai mekanisme ini penting untuk memastikan bahwa PLP tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kurikulum, tetapi juga sebagai sarana strategis penguatan ketahanan akademik dan profesional calon guru. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman internship terhadap resilience mahasiswa kependidikan. Temuan penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian resilience berbasis pengalaman autentik, serta kontribusi praktis bagi optimalisasi desain program PLP dalam mendukung kesiapan karier dan keberlanjutan profesi calon guru. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan menguji hubungan antar variabel laten yang telah ditetapkan (Lim, 2. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Model (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak WarpPLS versi 8. 0, yang dipilih karena sesuai untuk data berskala ordinal, model struktural kompleks, ukuran sampel menengah, serta distribusi data non normal. Selain itu metode ini digunakan untuk menguji hubungan dan pengaruh langsung maupun tidak langsung antar variabel laten (J. Hair et al. , 2. Data penelitian berupa data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner tertutup menggunakan skala likert 1 hingga 5 untuk mengukur persepsi responden. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2025 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Negeri Surabaya khususnya pada empat program studi kependidikan yaitu Pendidikan Ekonomi. Pendidikan Bisnis. Pendidikan Akutansi, dan Pendidikan Administrasi Perkantoran. Populasi penelitian berjumlah 305 mahasiswa angkatan 2021 dari keempat program studi tersebut. Jumlah sampel dihitung menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga diperoleh 173 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate random sampling, dengan distribusi sebagai berikut: Pendidikan Ekonomi sebanyak 46 responden. Pendidikan Bisnis sebanyak 36 responden. Pendidikan Akutansi sebanyak 43 responden, dan Pendidikan Administrasi Perkantoran sebanyak 48 responden. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator teoritis dari hasil penelitian Variabel internship diukur menggunakan indikator yang diadaptasi dari penelitian Oberman et al. , sedangkan variabel resilience menggunakan indikator yang diadaptasi dari penelitian Dalimunthe et al. Indikator yang digunakan dalam penelitian disesuaikan dengan konteks mahasiswa. Jumlah item awal kuesioner variabel X terdiri dari 17 item sedangkan variabel Y terdiri dari 14 item yang setelah proses uji validitas dan reliabilitas menghasilkan 31 item final. Pengujian validitas dan reliabilitas awal dilakukan menggunakan IBM SPSS 25, sedangkan evaluasi lanjutan menggunakan pendekatan PLS-SEM meliputi pengujian konsistensi indikator dan kelayakan konstruk yang mencakup spesifikasi model struktural dan pengukuran, evaluasi outer model . aliditas dan reliabilitas indikato. , evaluasi inner model . ubungan antar konstru. , serta uji Goodness of Fit menggunakan APC. ARS, dan AVIF (J. Hair et al. , 2. Model dinyatakan layak apabila memenuhi kriteria signifikansi dan tidak menunjukkan masalah multikolinearitas. Dalam proses evaluasi model pengukuran, dua indikator pada variabel internship, yaitu 6 dan X. 16, dieliminasi karena memiliki nilai loading factor di bawah batas minimal serta menurunkan konsistensi konstruk. Penghapusan indikator tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengukuran model. Menurut Hair et al. bahwa indikator dengan kontribusi rendah dapat dieliminasi tanpa mengganggu validitas konseptual Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Validitas dan Reliabilitas Instrumen Evaluasi model pengukuran . uter mode. dalam penelitian ini melibatkan penilaian validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas konstruk, yang dilakukan melalui proses dua tahap. Pada tahap pertama, variabel X1 terdiri dari 17 item dan variabel Y terdiri dari 14 item. Analisis mengungkapkan bahwa dua item dalam variabel X1 tidak memenuhi standar validitas yang dipersyaratkan, khususnya gagal memenuhi kriteria validitas Temuan ini menunjukkan bahwa indikator-indikator tersebut tidak mampu membedakan konstruk X1 dengan jelas dari konstruk lainnya, yang mengindikasikan potensi tumpang tindih konstruk. Tumpang tindih tersebut dapat menyebabkan interpretasi yang kurang tepat dan menimbulkan bias, yang pada akhirnya menurunkan kualitas keseluruhan model pengukuran. Dengan mempertimbangkan hasil empiris dan landasan teori penelitian, peneliti memilih untuk menghilangkan kedua indikator tersebut. Langkah ini bertujuan untuk menyempurnakan model dengan meningkatkan akurasinya, meningkatkan kejelasan konseptual, dan menjaga integritas analisis, sehingga memastikan bahwa hanya indikator yang valid dan reliabel yang digunakan pada tahap penelitian selanjutnya. Hasil evaluasi model luar setelah proses penyempurnaan dan penghapusan indikator disajikan di bagian Validitas Konvergen Penelitian ini menggunakan indikator reflektif pada variabel X dan Y, hasil pengujian indikator reflektif dapat dilihat pada bagian combined loading dan cross loading. Menurut J. Hair & Alamer, . , terdapat beberapa kriteria untuk menilai validitas konvergen suatu indikator dalam outer model. Salah satunya adalah dengan mengestimasi nilai factor loading dan menguji signifikansi statistiknya. Idealnya, nilai loading harus di atas 0,70 dan signifikan secara statistik pada tingkat signifikansi p O 0,05. Namun, pemuatan dengan nilai antara 0,40 hingga 0,70 masih dapat diterima, asalkan penghapusannya tidak menghasilkan peningkatan substansial dalam validitas konstruk. Setelah dilakukan evaluasi lanjutan terhadap hasil uji validitas diskriminan pada masingmasing indikator dalam variabel X dan Y, ditemukan bahwa dua indikator pada variabel X. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 yaitu X. 6 dan X. 16, tidak memenuhi kriteria validitas diskriminan. Oleh karena itu, kedua indikator tersebut dihapus oleh peneliti. Adapun hasil uji validitas konvergen, diskriminan dan akar AVE setelah evaluasi terhadap seluruh indikator disajikan sebagai berikut: Tabel 1. Validitas Konvergen Indikator Nilai Factor Loading Keterangan P-Value Keterangan X1. Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria X1. Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria X1. Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria X1. Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria X1. Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria X1. Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria X1. Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria X1. Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria X1. Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria X1. Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria Sesuai kriteria <0. Sesuai kriteria Berdasarkan temuan dari pengujian validitas konvergen terhadap variabel X dan Y, keseluruhan indikator menunjukkan nilai factor loading di atas 0. 40 dan signifikan pada tingkat probabilitas P < 0. Dengan demikian, seluruh indikator pada ketiga variabel memenuhi kriteria validitas konvergen. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Validitas Diskriminan Tabel 2. Validitas Diskriminan X Indikator Nilai Loading Nilai Cross Loading Keteragan Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Berdasarkan temuan dari pengujian validitas diskriminan terhadap variabel X nilai loading semua indikator lebih besar daripada cross loading yang menunjukkan bahwa syarat validitas diskriminan telah terpenuhi. Tabel 3. Validitas Diskriminan Y Indikator Nilai Loading Nilai Cross Loading Keteragan Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Sesuai kriteria Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Hasil uji validitas diskriminan variabel Y, seluruh indikator mempunyai loading lebih besar dari cross loading, sehingga memenuhi kriteria validitas diskriminan. Berdasarkan hasil validitas diskriminan secara keseluruhan, menunjukkan bahwa semua indikator memenuhi kriteria validitas diskriminan, yang ditunjukkan oleh nilai loading masing-masing indikator yang lebih tinggi daripada nilai cross loading. Selain itu, analisis validitas diskriminan dapat dilakukan tidak hanya pada tingkat indikator tetapi juga pada tingkat variabel, yang terlihat dari akar kuadrat nilai Average Variance Extracted (AVE). Menurut J. Hair & Alamer . , salah satu kriteria untuk mengevaluasi validitas konvergen adalah melalui nilai Average Variance Extracted (AVE). Nilai AVE mencerminkan seberapa besar varians indikator dapat dijelaskan oleh konstruk yang diukur. Secara spesifik, jika nilai AVE Ou 0,50, hal ini menunjukkan bahwa konstruk tersebut mampu menjelaskan setidaknya 50% varians indikatornya. Dengan kata lain, lebih dari separuh informasi yang terkandung dalam indikator dapat dijelaskan oleh konstruk tersebut. Nilai ini dianggap sebagai bukti bahwa indikator-indikator tersebut secara konsisten mencerminkan konstruk yang sama dan oleh karena itu memenuhi kriteria validitas konvergen. Sebaliknya, jika nilai AVE di bawah 0,50, hal ini menunjukkan bahwa konstruk tersebut tidak cukup mampu menjelaskan varians indikatornya, sehingga validitas model pengukuran perlu dipertimbangkan kembali. Berikut ini disajikan hasil akar AVE dalam penelitian ini. Tabel 4. Akar AVE Variabel Nilai Akar AVE Keteragan Sesuai kriteria Sesuai kriteria Hasil perhitungan ulang menunjukkan bahwa seluruh konstruk telah memiliki nilai Average Variance Extracted (AVE) di atas 0. Dengan demikian. Indikator-indikator yang merefleksikan setiap konstruk memiliki lebih dari separuh varians yang dapat dijelaskan oleh konstruk tersebut, yang menandakan bahwa validitas konvergen telah terpenuhi pada tahap Artinya, indikator yang tersisa sudah cukup representatif dalam mengukur konstruk masing-masing, sehingga model pengukuran dapat dinyatakan lebih kuat dan layak digunakan untuk pengujian selanjutnya. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas dalam model PLS-SEM untuk memastikan bahwa setiap indikator dalam konstruk . atent variabl. dapat merepresentasikan konsep yang ingin diukur. Reliabilitas diuji menggunakan nilai composite reliability dan cronbachAos alpha. Menurut J. Hair & Alamer, . pada pengujian reliabilitas menggunakan nilai Composite Reliability dan CronbachAos Alpha harus memiliki nilai Ou 0. Composite Reliability Tabel 5. Composite Reliability Coefficient Variabel Nilai Composite Reliability Coefficients Keteragan Sebelum Sesudah Sesuai kriteria Sesuai kriteria Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh konstruk dalam penelitian ini memiliki nilai composite reliability di atas 0,70. Temuan ini mengindikasikan bahwa setiap konstruk telah memiliki konsistensi internal yang baik, sehingga indikator-indikator yang digunakan dapat dipercaya dalam merepresentasikan variabel yang diteliti. Dengan demikian, syarat reliabilitas melalui uji Composite Reliability dapat dinyatakan terpenuhi. CronbachAos Alpha Coefficients Selain menggunakan composite reliability, reliabilitas konstruk juga diuji dengan cronbachAos alpha. Indeks ini banyak digunakan untuk menilai konsistensi internal antar indikator dalam satu konstruk. Tabel 6. CronbachAos Alpha Coefficients Variabel Nilai CronbachAos Alpha Coefficients Keteragan Sebelum Sesudah Sesuai kriteria Sesuai kriteria Berdasarkan nilai cronbachAos alpha coefficients pada tabel di atas, seluruh koefisien menunjukkan angka lebih besar dari 0. Hal ini mengindikasikan bahwa semua konstruk telah memenuhi kriteria reliabilitas yang disyaratkan menurut ukuran CronbachAos Alpha. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Secara keseluruhan pada pengujian pertama dan kedua menunjukkan bahwa hasil Composite Reliability Coefficoent dan CronbachAos Alpha Coefficients Seluruh variabel memiliki nilai di atas 0. 70 yang menunjukkan bahwa instrumen memenuhi syarat reliabilitas dan dapat digunakan secara konsisten. Model Fit (Indeks Kesesuaian Mode. Tabel 7. Model Fit Indeks Kesesuaian Model dan Kualitas Pengukuran APC (Average path Kriteria Kesesuaian Model P<0. (P-value berada di bawah tingkat P<0. ARS (Average R-square. AARS (Average adjusted Rsquare. (P-value berada di bawah tingkat P<0. Hasil Uji Analisis P<0. P<0. Keteragan Terpenuhi Memenuhi (P-value berada di bawah tingkat P<0. Memenuhi AVIF (Average block VIF) Dapat diterima apabila O 5, sedangkan kondisi ideal ditunjukkan dengan nilai O Diterima AFVIF (Average full collinearity VIF) Dapat diterima apabila O 5, sedangkan kondisi ideal ditunjukkan dengan nilai O Diterima GoF (Tenenhaus GoF) kecil (Ou 0. , sedang (Ou 0. , dan besar (Ou 0. Besar SPR (SympsonAos paradox Dapat diterima apabila nilainya Ou 0. sedangkan kondisi ideal ditunjukkan pada nilai 1 Ideal RSCR (R-Squared contribution rati. Dapat diteri apabila Ou 0. 9, sedangkan kondisi ideal ditunjukkan pada nilai 1 Ideal SSR (Statistical suppression Dapat diterima apabila mencapai Ou 0. Diterima Nonlinier bivariate Dapat diterima apabila mencapai Ou 0. Diterima Berdasarkan hasil penilaian model penelitian, menunjukkan bahwa seluruh bagian model fit and quality indices dalam penelitian ini terpenuhi. Dengan demikian, model Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 penelitian dapat dikatakan memenuhi kriteria kelayakan, sehingga layak digunakan untuk menguji hubungan antar variabel. Profil Variabel Profil variabel penelitian memberikan gambaran umum mengenai kondisi masingmasing konstruk yang diteliti. Deskripsi ini disusun berdasarkan hasil pengolahan data terhadap indikator-indikator pada setiap variabel. Tabel 8. Profil Variabel X Recommendation Indikator Faktor Loading Average Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan For Unesa Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel internship berada pada kategori tinggi, yang berarti sebagian besar mahasiswa mampu mengikuti program praktik lapangan dengan baik. Tabel 9. Profil Variabel Y Indikator Faktor Loading Average Recommendation For Unesa Mempertahankan Mempertahankan Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan Sementara itu, variabel resilience menunjukkan kategori tinggi pula, menandakan bahwa mahasiswa memiliki daya lenting yang baik dalam menghadapi tekanan serta mampu beradaptasi dengan tantangan yang muncul selama proses internship. Secara keseluruhan, profil kedua variabel utama berada pada kategori tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa pendidikan ekonomi yang menjadi responden penelitian memiliki pengalaman internship yang memadai, serta kemampuan resilience yang baik. Kondisi ini menjadi dasar untuk menguji hubungan keterkaitan antar variabel dalam model penelitian. Hasil Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Partial Least Squares. Structural Equation Modeling (PLS-SEM) sebagai metode analisis untuk menguji hubungan antar konstruk dalam model penelitian. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa seluruh hipotesis yang diajukan dapat diuji melalui nilai koefisien jalur . ath coefficien. dan tingkat Pengujian Pengaruh Langsung Tabel 10. Pengujian Pengaruh Langsung No. Keterkaitan Antar Variabel Nilai Koefisien Jalur P-Value Keterangan <0. Sangat Signifikan Mengacu pada hasil uji hipotesis di atas, penjabaran dan interpretasi lebih lanjut dapat diuraikan berikut ini: H1 = Pengaruh (X) Terhadap (Y) Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh variabel (X) terhadap variabel (Y) memiliki koefisien jalur sebesar 0. 411 dengan nilai signifikansi P<0. Dikarenakan nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari 0. Dengan demikian, terbukti terdapat pengaruh yang signifikan dan hipotesis penelitian dinyatakan diterima. Koefisien jalur positif sebesar 0. mengindikasikan bahwa internship (X) memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 resilience (Y). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik pengalaman internship mahasiswa, semakin tinggi pula kemampuan mereka dalam menunjukkan resilience. Pengaruh total Pengaruh total merupakan hasil penjumlahan antara koefisien pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung. Pada penelitian ini, rincian nilai pengaruh total disajikan sebagai X terhadap Y = . 2 x 100% = 0. 7039 x 100% = 70. Dengan demikian, total kontribusi variabel X terhadap Y, baik melalui jalur langsung maupun tidak langsung, mencapai 70. Hasil ini menunjukkan bahwa internship memberikan pengaruh positif secara keseluruhan terhadap resilience mahasiswa. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pengalaman praktik lapangan tidak hanya berdampak secara langsung, tetapi juga berperan dalam memperkuat ketangguhan mahasiswa melalui mekanisme tidak langsung. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa internship berpengaruh positif dan signifikan terhadap resilience mahasiswa, sehingga hipotesis H1 diterima. Koefisien jalur yang bernilai positif mengindikasikan bahwa semakin baik kualitas pengalaman internship yang dirasakan mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat resilience yang dimiliki. Temuan ini menegaskan bahwa internship tidak hanya berfungsi sebagai sarana praktik akademik, tetapi juga sebagai pengalaman pembelajaran autentik yang berperan dalam pembentukan ketahanan psikologis mahasiswa. Tekanan yang muncul selama magang mengajar, seperti tuntutan profesionalisme, pengelolaan kelas, serta adaptasi dengan lingkungan sekolah, menjadi stimulus yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan daya lenting. Ketika tekanan tersebut disertai dengan bimbingan, kepercayaan, dan umpan balik yang konstruktif, mahasiswa memperoleh pengalaman keberhasilan yang memperkuat keyakinan diri dan kemampuan bertahan menghadapi tantangan. Proses ini sejalan dengan konsep mastery experience yang menjadi fondasi pembentukan resilience. Analisis indikator menunjukkan bahwa aspek kontrol (Y. memiliki nilai loading factor Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 tertinggi dibandingkan indikator resilience lainnya, sehingga menjadi aspek paling dominan dalam membentuk konstruk resilience. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan mahasiswa dalam mengendalikan proses pembelajaran, membuat keputusan, dan mengelola situasi kelas merupakan faktor kunci dalam peningkatan daya lenting. Mahasiswa yang memiliki kontrol atas perencanaan pembelajaran, pemilihan metode mengajar, hingga pengelolaan dinamika kelas menunjukkan ketahanan yang lebih tinggi ketika menghadapi kendala selama magang. Temuan tersebut mendukung teori perceived control Bandura . , yang menyatakan bahwa persepsi individu terhadap kendali atas situasi akan meningkatkan kemampuan bertahan dan mengatasi tekanan. Dalam konteks PLP, otonomi dan tanggung jawab nyata yang diberikan kepada mahasiswa menciptakan ruang bagi pengembangan kontrol diri dan regulasi emosi, sehingga memperkuat resilience secara berkelanjutan. Dalam konteks magang Goodenough et al. menemukan bahwa mahasiswa yang mengikuti magang mampu beradaptasi terhadap perubahan, mengambil peran aktif, dan menunjukkan kontrol diri yang baik dalam menghadapi tantangan. Kemampuan untuk mengatur arah, tujuan, serta inisiatif dalam pemecahan masalah ini secara signifikan berkontribusi pada peningkatan resilience. Lebih lanjut. Zhang et al. menegaskan bahwa kontrol dalam self-efficacy berperan penting sebagai penghubung antara dukungan sosial dan penguatan resilience. Artinya, kontrol bukan hanya mencerminkan penguasaan diri secara internal, tetapi juga memengaruhi cara mahasiswa memanfaatkan dukungan Penelitian serupa oleh Felita Alysia Putri . menegaskan bahwa mahasiswa magang yang mampu mengelola tekanan dan mengambil inisiatif menunjukkan resilience yang lebih Selain itu, refleksi diri dan regulasi emosi sebagai bagian dari kontrol diri terbukti berkontribusi pada ketahanan psikologis mahasiswa (Heng & Chu, 2023. Li, 2. Lebih lanjut, temuan ini memperkuat pandangan bahwa resilience bukanlah sifat bawaan, melainkan kompetensi yang dapat dikembangkan melalui pengalaman nyata seperti PLP (Baatz & Wirzberger, 2. PLP sebagai konteks pembelajaran autentik menempatkan mahasiswa pada situasi nyata di luar zona nyaman, sehingga mendorong penguatan selfregulation, kemampuan adaptasi, dan pengelolaan stres (Di Pietro, 2022. Ocampo et al. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Pada akhirnya Krisdianata & Mbato, . menegaskan bahwa resilience mahasiswa calon guru selama praktik mengajar terbentuk melalui kemampuan ketekunan, refleksi, pencarian bantuan secara adaptif, respons terhadap emosi negatif, serta regulasi emosi. Kelima kemampuan tersebut merepresentasikan kontrol diri . elf-regulatio. yang berperan penting tidak hanya dalam membangun ketangguhan psikologis, tetapi juga dalam pembentukan identitas profesional guru. Oleh karena itu, selain membekali mahasiswa dengan keterampilan pedagogik, institusi pendidikan perlu secara sistematis mendukung pengembangan kontrol diri dan pengelolaan emosi melalui desain PLP yang reflektif, suportif, dan berorientasi pada pengalaman nyata. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Penelitian ini membuktikan bahwa internship berpengaruh positif dan signifikan terhadap resilience mahasiswa calon guru. Semakin berkualitas pengalaman internship yang diperoleh mahasiswa, semakin kuat kemampuan mereka dalam mengelola tekanan, beradaptasi dengan tuntutan profesional, dan bertahan menghadapi tantangan akademik maupun praktik lapangan. Temuan ini menegaskan bahwa internship, khususnya dalam konteks Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), berfungsi sebagai pengalaman pembelajaran yang berperan strategis dalam pembentukan daya lenting mahasiswa Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi pada teori kognitif sosial Bandura, khususnya dengan memperkuat peran perceived control dan mastery experience sebagai mekanisme utama dalam pengembangan resilience. Pengalaman langsung selama internship memungkinkan mahasiswa membangun persepsi kontrol, regulasi emosi, dan keyakinan diri dalam menghadapi situasi nyata di lingkungan sekolah. Dengan demikian, resilience dipahami bukan sebagai sifat bawaan, melainkan sebagai kompetensi psikologis yang dapat dikembangkan melalui desain pengalaman belajar yang tepat dalam pendidikan Dalam konteks pendidikan kependidikan, hasil penelitian ini juga memperkaya konsep resilience dengan menekankan pentingnya kontrol diri . elf-regulatio. dan regulasi emosi Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 sebagai fondasi kesiapan mahasiswa menghadapi dinamika profesi guru. PLP tidak hanya menjadi wahana penguasaan keterampilan pedagogik, tetapi juga ruang pembentukan ketangguhan mental dan adaptif calon pendidik. Saran Berdasarkan temuan penelitian, pelaksanaan PLP perlu dirancang secara lebih sistematis untuk mendukung penguatan resilience mahasiswa. Universitas disarankan untuk memperkuat pembekalan pra-magang yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis pembelajaran, tetapi juga pada manajemen stres, regulasi emosi, dan penguatan kontrol Selama pelaksanaan PLP, diperlukan mekanisme pendampingan dan refleksi terstruktur, seperti jurnal reflektif atau diskusi berkala, agar mahasiswa mampu memaknai pengalaman tantangan sebagai proses pembelajaran. Selain itu, kolaborasi yang suportif antara dosen pembimbing, guru pamong, dan mahasiswa perlu ditingkatkan guna menciptakan lingkungan praktik yang aman, kondusif, dan memberi ruang bagi mahasiswa untuk mencoba, melakukan kesalahan, serta bangkit Lingkungan seperti ini terbukti penting dalam memperkuat persepsi kontrol dan ketahanan psikologis mahasiswa. Dari sisi metodologis, instrumen pengukuran internship dan resilience masih memerlukan penyempurnaan, khususnya melalui pengembangan indikator yang lebih spesifik menangkap dimensi regulasi emosi dan self-regulation. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan sampel, baik dari sisi jumlah maupun keragaman program studi dan konteks institusi, serta memasukkan variabel lain seperti dukungan sosial, motivasi intrinsik, dan kecerdasan emosional guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang pembentukan resilience mahasiswa calon guru. DAFTAR PUSTAKA