EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA BILANGAN BULAT MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME SISWA KELAS VI SD NEGERI REJOSARI 1 GUNTORO SD Negeri Rejosari 1 Karangawen e-mail: guntoro56@gmail. ABSTRAK Hasil belajar Matematika siswa kelas VI SD Negeri Rejosari 1 Karangawen Demak masih Hal ini terlihat pada nilai rata-rata kelas hanya 47,5. Siswa juga terlihat kurang aktif selama pembelajaran di kelas sehingga guru perlu menggunakan metode yang lebih bervariasi. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat pendekatan konstruktivisme. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, yaitu siklus I yang dilaksanakan 6 September 2022 dan siklus II yang dilaksanakan 13 September 2022. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Terlihat dari hasil tes pra tindakan, menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa 47,5. Setelah diadakan tindakan siklus I, nilai rata-rata siswa menjadi 69,16. Setelah dilakukan tindakan siklus II, nilai rata-rata siswa menjadi 86,33. Pendekatan konstruktivisme mampu meningkatkan kemampuan siswa kelas VI SD Rejosari 1 Karangawen Demak dalam menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat. Keywords: soal cerita, bilangan bulat, pendekatan konstruktivisme ABSTRACT Mathematics learning outcomes of class VI students at SD Negeri Rejosari 1 Karangawen Demak are still low. This can be seen in the class average value of only 47. Students also seem less active during class learning so teachers need to use the more varied method. The research objective was to improve students' ability to solve word problems related to integer arithmetic operations using the constructivism approach. The research was conducted in two cycles, namely cycle I, which was held on September 6, 2022, and cycle II, which was held on September 13, 2022. Data collection techniques included interviews, observations, and tests. The results showed that there was an increase in student learning outcomes. It can be seen from the results of the pre-action test, showing that the average student score is 47. After the action cycle I was held, the average value of students became 69. After the second cycle of action, the average value of students became 86. The constructivism approach was able to improve the ability of class VI students at SD Rejosari 1 Karangawen Demak in solving word problems related to integer arithmetic operations. Keywords: word problems, integers, constructivism PENDAHULUAN Menurut Thonthowi dalam Nuragni . , kemampuan diartikan sebagai Auproses didapatkannya pemecahan, dimengertinya persoalan atau dipahaminya hubungan-hubungan antara hal-hal secara bermaknaAy. Menyelesaikan adalah Aumemecahkan . oal, masalah, dan sebagainy. Ay (KBBI, 2. Soal berarti Auhal yang harus dipecahkanAy Kemampuan menyelesaikan masalah ini sangat penting, karena dengan menguasai kemampuan berpikir realistis dan logis. Dengan penguasaan Matematika siswa dapat memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalam pemecahan masalah yang ada di kehidupan sehari-hari. Namun harus diakui secara jujur bahwa kemampuan menyelesaikan masalah matematika sangat kurang, terutama Copyright . 2023 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 menyelesaikan soal cerita pada Bilangan bulat, hal ini terbukti pada sebagian besar siswa kelas VI SD Negeri Rejosari 1. Karangawen. Demak. Sebagian besar siswa masih kurang terampil dalam menyelesaikan soal cerita bilangan bulat. Masalah ini nyata dan betul-betul dialami kelas enam semester 1 tahun pelajaran 2022/2023. Dari jumlah 20 siswa, hanya 4 siswa . %) yang dapat dikatakan terampil menyelesaikan soal cerita bilangan bulat dengan benar, sisanya 16 siswa . %) belum bisa mencapai kemampuan yang diharapkan. Permasalahan ini bagi peneliti merupakan masalah yang mendesak untuk segera dipecahkan agar para siswa terampil dalam menghadapi berbagai soal cerita matematika karena sangat mempengaruhi perkembangan siswa dalam menerima pembelajaran selanjutnya khususnya Matematika. Berdasarkan permasalahan diatas perlu diadakan perbaikan dalam pembelajaran, salah satunya melalui penerapan pendekatan konstruktivisme yang berfokus pada kegiatan pembelajaran aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan konstekstual, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konsteks yang terbatas. Pendekatan konstruktivisme adalah sebuah pendekatan yang pelaksanaannya memposisikan siswa sebagai individu yang aktif mengkonstruksi sendiri pengetahuan yang berasal pengalamannya (Sahrudin, 2. Paradigma belajar konstruktivisme pembelajaran harus dapat mengukur tiga aspek yaitu cognitive, affective dan psychomotor (Izabel, dkk. , 2015. Naomee & Tithi, 2. Menurut Gitakarma & Tjahyanti . 2: . konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan adalah konstruksi . kita Menurut Ansari . teori belajar konstruktivisme berkenaan dengan bagaimana anak memperoleh pengetahuan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Berkaitan dengan permasalahan tersebut akan diterapkan Pendekatan Konstruktivisme, dengan harapan hal tersebut dapat mengatasi permasalahan. Sehingga akan tercipta suasana pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Dengan pendekatan Konstruktivisme dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita bilangan cacah, sehingga judul penelitian yang ditetapkan adalah: AuPeningkatan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Bilangan Bulat Melalui Pendekatan Konstruktivisme Siswa Kelas VI SD Negeri Rejosari 1Ay. METODE PENELITIAN Model penelitian yang akan digunakan adalah model Kurt Lewin, yang tiap tahapnya meliputi kegiatan : Perencanaan. Tindakan. Observasi. Refleksi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, apabila belum mencapai hasil yang diharapkan akan dilanjutkan siklus berikutnya. Waktu pelaksanaan penelitian adalah bulan September Subyek PTK adalah peserta didik kelas VI SD Negeri Rejosari 1. Kecamatan Karangawen. Kabupaten Demak tahun pelajaran 2022/2023 dengan jumlah 20 peserta didik yang terdiri dari 10 peserta didik laki-laki dan 10 peserta didik perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan ulangan. Pengumpulan data dilaksanakan secara kualitatif maupun secara kuantitatif dengan menggunakan instrument: Catatan hasil observasi kegiatan siswa. Produk berupa hasil kerja siswa/ portofolio. Ulangan Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik yang diisi oleh observer untuk mengetahui kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan peserta didik berbantukan lembar kerja peserta didik. Metode untuk mengetahui sejauh mana peningkatan ketrampilan peserta didik, pada setiap akhir siklus peserta didik diminta untuk mengisi lembar skala sikap rasa ingin tahu. Sedangkan dokumen yang digunakan yaitu dalam bentuk foto maupun bacaan lainnya yang berupa bukti nyata yang dapat digunakan sebagai informasi dalam penelitian Copyright . 2023 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian dilaksanakan pada kelas VI di SD Negeri Rejosari 1 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan Ketrampilan dan prestasi belajar peserta didik. Hal itu di buktikan dengan data yang diperoleh dari hasil observasi aktivitas guru, observasi aktivitas peserta didik, dan hasil nilai yang diperoleh dari lembar evaluasi. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan Ketrampilan dan prestasi belajar peserta didik pada setiap siklus setelah diterapkan Pendekatan Konstruktivisme pada pelajaran Matematika di kelas VI SD Negeri Rejosari 1. Hasil peningkatan Ketrampilan peserta didik ditunjukan dengan kemampuan peserta didik saat mengikuti proses Ketrampilan peserta didik diketahui mengalami peningkatan dilihat dari hasil Berikut hasil peningkatan skala sikap rasa ingin tahu peserta didik yang disajikan dalam bentuk tabel. Tabel 1 Lembar Pengamatan Peningkatan Ketrampilan Peserta Didik Siklus Rata-rata Jumlah Kriteria 47,5% Pra Siklus Tidak Baik 69,16% Baik 86,33% Sangat Baik Berdasarkan tabel 1 di atas, ditunjukkan bahwa ketrampilan siswa kelas VI SD Negeri Rejosari 1 mengalami peningkatan pada setiap siklus. Data di atas disajikan dalam Gambar 1 berikut ini: PRA SIKLUS SIKLUS I SIKLUS II PRA SIKLUS SIKLUS I SIKLUS II Gambar 1 Grafik Peningkatan Ketrampilan Siswa Berdasarkan Tabel 1 dan Gambar 1 hasil Pengamatan Peningkatan Ketrampilan peserta didik mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Pada pra siklus memperoleh rata-rata 47,5% dengan kriteria tidak baik, masih banyak beberapa ketrampilan siswa yang perlu ditingkatkan. Pada siklus I memperoleh rata-rata 69,16% dengan kriteria baik, hal ini menunjukkan sudah terdapat peningkatan dari pra siklus sebelumnya. Pada siklus II memperoleh rata-rata sebesar 86,33% dengan kriteria sangat baik. Dari pernyataan-pernyataan tersebut menunjukkan adanya peningkatan ketrampilan peserta didik, peningkatan ketrampilan siswa dapat dilihat dalam proses pembelajaran yang ditandai dengan siswa dapat dengan baik memahami penjelasan materi guru dan siswa sudah mampu mengerjakan tugas terkait materi yang Copyright . 2023 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Hasil prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi Bilangan Bulat kelas VI SD Negeri Rejosari 1 di peroleh dari hasil evaluasi yang dilakukan pada akhir pembelajaran pada setiap pertemuan. Hasil evaluasi digunakan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar pada mata pelajaran Matematika yang telah diajarkan melalui Pendekatan Konstruktivisme. Hasil evaluasi dari pra siklus, siklus I sampai siklus II dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2 Hasil lembar Evaluasi Peserta Didik Keterangan Pra Siklus Siklus I Siklus II Jumlah Rata-rata Nilai Tertinggi Nilai Terendah Jumlah Siswa Tuntas Jumlah Siswa Belum Tuntas Ketuntasan Klasikal 46,67% 68,33% 86,66% Kriteria Hasil Belajar Cukup Baik Baik Sangat Baik Berdasarkan Tabel 2 dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar siswa dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Pada pra siklus nilai rata-rata yang diperoleh 47 dengan presentase ketuntasan klasikal 46,67% kriteria hasil belajar cukup baik. Dari hasil tersebut masih perlu adanya perbaikan proses pembelajaran pada siklus berikutnya. Pada siklus I nilai rata-rata diperoleh 68 dengan presentase ketuntasan klasikal 68,33% kriteria hasil belajar Selanjutnya pada siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 86 dan meningkat dibandingkan siklus sebelumnya dan telah mencapai kriteria ketuntasan klasikal yang ditentukan yaitu sekurang-kurangnya 86,66% dengan kriteria hasil belajar sangat baik. Peningkatan prestasi belajar peserta didik dari setiap siklusnya mengalami peningkatan. Peningkatan dari pra siklus, siklus I dan siklus II dapat dilihat pada gambar 2 berikut ini: Pra Siklus Rata-rata Siklus I Siklus II Ketuntasan Klasikal Gambar 2 Grafik Peningkatan Hasil Prestasi Belajar Siswa Copyright . 2023 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Pembahasan Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan di kelas VI SD Negeri Rejosari 1 salah satu cara untuk mengatasi permasalahan adalah dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang tepat dan menarik yaitu dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran yang akan diajarkan seperti pendekatan pembelajaran Konstruktivisme. Menurut Trianto . 9: . teori Konstruktivisme menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan menstranformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak lagi sesuai. Brooks and Brooks dalam Hanifah & Suhana . 9: . Konstruktivisme adalah suatu pendekatan dalam belajar mengajar yang mengarahkan pada penemuan suatu konsep yang lahir dari pandangan, dan gambaran serta inisiatif siswa. Selain itu menurut Piaget dalam Susanto . 4: . bahwa pengetahuan itu akan bermakna bila dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa bukan hasil pemberitahuan orang lain, termasuk guru. Dengan demikian tugas guru adalah memotivasi siswa untuk mengembangkan skema yang terbentuk melalui proses asimilasi dan akomodasi tersebut. Pendekatan Konstruktivisme dalam pembelejaran dilakukan, melalui proses eksplorasi personal,diskusi, dan penelitian reflektif. Peningkatan prestasi belajar juga meningkatkan rasa ingin tahu siswa. Rasa ingin tahu siswa dapat meningkat melalui pendekatan konstruktivisme, melalui pendekatan konstruktivisme ini siswa akan banyak melakukan berbagai aktivitas sehingga siswa aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu, yakni penelitian yang dilakukan oleh Bayu Wijayama . , melakukan penelitian yang berjudul AuPeningkatan Hasil Belajar IPA dan Karakter Rasa Ingin Tahu Melalui Pendekatan konstruktivisme Peserta Didik Kelas VIAy. Data hasil penelitian yakni pendekatan konstruktivisme dapat meningkatkan hasil belajar mulai dari hasil siklus I yaitu 61. 9% dan pada siklus II yaitu 80. hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar klasikal sebesar 14%. Grafik peningkatan rasa ingin tahu siswa dan prestasi belajar menunjukkan bahwa rasa ingin tahu siswa mengalami peningkatan yang signifikan pada setiap siklusnya. Siswa terlihat aktif dalam mengikuti pembelajaran ditunjukkan dengan sikap antusias mendengarkan penjelasan guru, aktif bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru tanpa ditunjuk oleh guru. Pada saat proses pembelajaran melibatkan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran, hal ini ditujukan agar siswa lebih memahami materi yang diberikan dan guru hanya memfasilitasi siswa dengan membimbing serta memberikan arahan kepada siswa. Pada kegiatan pembelajaran penggunaan media pembelajaran juga dapat membantu siswa untuk menggali serta menemukan sendiri pengetahuan siswa. Kegiatan diskusi kelompok berjalan secara aktif, terlihat banyak siswa yang tidak malu bertanya dengan guru jika ada yang merasa kesulitan, bahkan sudah ada siswa yang berani bertanya dengan teman satu kelompoknya. Dengan adanya peningkatan nilai rata Ae rata tes siswa dapat disimpulkan bahwa indikator keberhasilan pada penelitian tindakan kelas ini sudah tercapai. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama dua siklus dalam upaya meningkatkan sikap rasa ingin tahu dan prestasi belajar menggunakan pendekatan pembelajaran Konstruktivisme di kelas VI SD Negeri Rejosari 1, maka diperoleh hasil sebagai berikut: Sikap rasa ingin tahu siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme selalu mengalami peningkatan dari pra siklus, siklus I ke siklus II. Peningkatan tersebut dibuktikan dengan perolehan rata-rata skor rasa ingin tahu siswa pada Pra siklus sebesar 47,5% termasuk dalam kriteria tidak baik pada siklus I nilai rata-rata sebesar 69,16% dengan kriteria baik dan siklus II nilai rata-rata sebesar 86,33% dengan kriteria sangat Proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme juga dapat Copyright . 2023 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan pada pra siklus diperoleh nilai ratarata hasil prestasi belajar yang didapatkan siswa sebesar 47 dengan ketuntasan klasikal 46,67%. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 68 dengan ketuntasan belajar 68,33% dan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 87 dengan ketuntasan belajar 86,66%. Peningkatan prestasi belajar pada setiap siklus tidak terlepas dari peran guru dalam melakukan kegatan pembelajaran. Aktivitas guru saat proses pembelajaran menggunakan model pendekatan konstruktivisme mengalami peningkatan yang baik. Pada pra siklus rata-rata aktivitas guru sebesar 55. 5% dengan kriteria cukup baik. Kemudian pada siklus I mengalami peningkatan dengan rata-rata 75% dengan kriteria baik. Selanjutnya pada siklus II mengalami peningkatan yang baik dengan memperoleh rata-rata sebesar 97. 2% dengan kriteria sangat baik. DAFTAR PUSTAKA