Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 13 Nomor 2 Hal 1 - 11 PERENCANAAN MODEL KEBUTUHAN PARKIR PEMBANGUNAN TERMINAL LPG REFRIGERATED TUBAN Ahmad Soimun1*, & Jimi Amijaya2 Manajemen Logistik. Politeknik Transportasi Darat Bali Prodi Teknik Sipil. Universitas Muhammadiyah Jember E-mail korespondesi: soimun@poltradabali. Abstract An increase in the activities of an area greatly affects the surrounding traffic activities such as the attraction and generation of community activities, increased traffic and increased parking needs. The construction of the building must be accompanied by the creation of a parking space for vehicle parking. PT. Pertamina built a Refrigerated LPG terminal located in Remen. Jenu. Tuban. East Java to increase the amount of LPG supply. The purpose of this study was to analyze the modeling and parking space requirements at the LPG Refrigerated Tuban terminal. The modeling used is a method of parking space requirements, parking arrangement, vehicle circulation, optimization of space and tariffs and forcasting. From the results of the analysis carried out from the aspect of parking space requirements, the space and available space requirements have been fulfilled properly. Arrangement of vehicles when parking must be accompanied by signs and markings indicating the parking location. Access roads to enter and exit vehicles at the terminal also pay attention to the short and long term. Vehicle circulation in the parking area is distinguished by vehicle category, vehicle dimensions and turning radius. To provide security and check vehicles, parking tickets are given at the entrance and exit of the LPG Keywords: Parking Modeling. Parking Space Requirements. LPG Terminal Abstrak Peningkatan kegiatan suatu kawasan sangat berpengaruh terhadap aktivitas lalu lintas disekitarnya seperti adanya tarikan dan bangkitan aktifitas masyarakat, peningkatan lalu lintas dan peningkatan kebutuhan parkir. Pembangunan gedung harus di barengi dengan pembuatan ruang parkir untuk parkir kendaraan. Rencana PT. Pertamina membangun terminal LPG Refrigerated yang berlokasi di Remen. Jenu. Tuban Jawa Timur untuk meningkatkan jumlah pasokan LPG. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemodelan dan kebutuhan ruang parkir di terminal LPG Refrigerated Tuban. Pemodelan yang digunakan merupakan metode kebutuhan ruang parkir, penataan parkir, sirkulasi kendaraan, optimasi ruang dan tarif dan forcasting. Dari hasil analisis yang dilakukan dari aspek kebutuhan ruang parkir dari kebutuhan ruang dan tempat yang tersedia sudah tercukupi dengan baik. Penataan kendaraan saat parkir harus dibarengi dengan adanya rambu-rambu dan marka yang menunjukan lokasi parkir. Akses jalan masuk dan keluar kendaraan di terminal juga memperhatikan jangka pendek dan jangka panjang. Sirkulasi kendaraan di area parkir dibedakan menurut kategori kendaraan, dimensi kendaraan dan radius putar. Untuk memberikan keamanan dan pengecekan kendaraan diberikan karcis parkir yang didapatkan dipintu masuk dan keluar terminal LPG. Kata kunci: Pemodelan Parkir. Kebutuhan Ruang Parkir. Terminal LPG PENDAHULUAN Pembangunan suatu pusat kegiatan seperti misalnya Terminal LPG Refrigerated tentunya sangat membantu di bidang gas khususnya LPG dalam hal pemenuhan kebutuhan akan industri maupun masyarakat. Khususnya masyarakat disekitar lokasi pembangunan karena sekitar wilayah studi banyak pusat perdagangan komersial, industri. PLTU dan gudang. Selain berdampak positif pembangunan Terminal LPG Refrigerated juga berkemungkinan menimbulkan dampak - dampak yang negatif, sehubungan dengan kegiatan ini dampak yang ditinjau adalah dari segi transportasi khususnya dampak terhadap lalu lintas sekitar kawasaan pengembangan. Laju lalu lintas kawasan pastinya akan membangkitkan dan menarik masyarakat untuk datang ke lokasi. Beberapa permasalahan lalu lintas sebagaimana tersebut diatas sering terjadi pada pusat kegiatan baru yang ada di sekitar kawasan pengembangan (Mutharuddin & Muharnmadun, 2. Untuk meminimalisir terjadinya permasalahan Ae permasalahan lalu lintas perlu diusulkan beberapa konsep pemecahan agar nantinya pada saat beroperasinya Terminal LPG Refrigerated tidak menambah permasalahan yang ada. Hal ini perlu diperhatikan karena dengan kondisi lalu lintas yang lancar . i dalam maupun diluar area Terminal LPG Refrigerate. tentu akan memberikan keamanan Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 13 Nomor 2 Hal 1 - 11 dan kenyamanan berlalu lintas bagi warga sekitar dan karyawan maupun tamu. Kemudian sebaliknya apabila kondisi lalu lintas kurang teratur dan sering mengalami kemacetan tentu akan mengurangi kenyamanan dalam berlalu lintas sehingga kurang menarik minat masyarakat atau konsumen dari Terminal LPG Refrigerated itu sendiri (Artiani, 2016. Salah satu fasilitas yang perlu diadakan pada kawasan pengembangan adalah lokasi dan lahan parkir (Sartika. Kriswardhana, & Suyoso, 2. Jika parkir yang disediakan oleh Terminal LPG Refrigerated tidak mampu menampung kendaraan seperti truck tangki, kendaraan karyawan dan tamu maka akan menjadi pemicu terjadinya masalah yang dinamakan parkir liar (Giovany. Arief, & Rahmah, 2. Parkir on street merupakan parkir di tepi jalan yang menggunakan lebar manfaat jalan sebagai tempat parkir khususnya pada ruas jalan (Departemen Perhubungan Darat, 1. Parkir on street digunakan pada jalan menuju Terminal LPG Refrigerated seperti ruas Jl. Syech Subakir Ae Jalan Desa Remen. Jika sistem pengaturan untuk kendaraan masuk kurang efisien maka berkemungkinan besar menimbulkan terjadinya antrian kendaraan pada ruas jalan menuju pintu masuk Terminal LPG Refrigerated yaitu tepatnya pada ruas Jalan Desa Remen. Untuk mengurangi parkir on street dapat dimaksimalkan dengan lahan lokasi kawasan tersebut dengan mengadakan lapangan parkir (Errousso. El Ouadi. Abdellaoui Alaoui, & Benhadou, 2. Parkir off street merupakan parkir diluar milik jalan yang membutuhkan prasarana seperti gedung, lapangan parkir (Departemen Perhubungan Darat, 1. Kebutuhan ruang parkir off street diperhitungkan dari standar kebutuhan parkir dan dapat dijadikan acuan untuk memperkirakan kebutuhan parkir digedung tersebut (Suthanaya, 2. Menurut Pedoman Perencanaan dan Penyelenggaraan Parkir Direktorat Jenderal Perhubungan Darat . , kapasitas parkir mobil disesuaikan dengan fungsi bangunan dan luas efektif lantai bangunan. Persyaratan standar parkir untuk Trade Center adalah 3,5 Ae 7,5. Standar dihitung berdasarkan jumlah total ruang parkir yang tersedia, termasuk ruang parkir untuk mobil dan sepeda motor. Untuk satu unit tempat parkir sepeda motor yang setara dengan satu unit parkir, mobil bernilai 1 SRP, yang setara dengan 6 SRP untuk sepeda motor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemodelan dan kebutuhan ruang parkir di terminal LPG Refrigerated Tuban sehingga tidak menimbulkan dampak masalah transportasi di sekitar kawasan. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis perawatan internal atau terminal berpendingin LPG yang meliputi ketersediaan pengaturan parkir dan parkir, pengaturan sirkulasi kendaraan dan ketersediaan serta letak pilar atau gerbang untuk menentukan pintu masuk dan keluar, penarikan tiket parkir, konsep jalan setapak, jalur darurat, jalur evakuasi, titik berkumpul. METODE Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sumber data yang didapatkan berupa hasil studi lapangan dengan survey lokasi. Lokasi persil rencana pembangunan Terminal LPG Refrigerated PT. Pertamina berada di Desa Remen Kecamatan Jenu. Kabupaten Tuban. Survei pendataan dilakukan pada hari kerja (Senin dan Selas. 1-2 Juni 2020 dan akhir pekan (Sabtu dan Mingg. 6-7 Juni 2020. Jam survei adalah pukul 06. 00 - 09. 00 WIB, 12. 00 - 14. 00 WIB dan 16. 00 WIB. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis data : Analisis kebutuhan ruang parkir Kebutuhan ruang parkir dihitung berdasarkan fungsi kegiatan kawasan atau bangunan, luas bangunan dan jumlah karyawan yang melakukan kegiatan dikawasan atau bangunan tersebut. berdasarkan selisih grafik kendaraan keluar masuk kawasan, kebutuhan ruang parkir berdasarkan gedung pembanding dan peraturan yang berlaku (Departemen Perhubungan Darat, 1. Analisis penataan parkir Pada konsep pentaan parkir lebih kepada menyesuaikan peraturan perparkiran diluar milik jalan seperti penamaan rambu, pembuatan marka, dan memasang papan informasi dilokasi parkir. Analisis sirkulasi kendaraan Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 13 Nomor 2 Hal 1 - 11 Sirkulasi kendaraan di wilayah kawasan sangat erat hubunganya dengan lokasi keluar masuk Geometri keluar masuk kendaran juga harus diperhatikan dikarenakan kendaraan yang berpapasan bisa lewat atau kendaraan yang berputar balik. Berikut standar yang digunakan menurut peraturan yang berlaku : Gambar 1. Alur lapak ban dan badan kendaraan Sedang saat membelok untuk Truk Sumber : Direktorat Jendral Bina Marga (DJBM), 2021 Optamasi ruang dan tarif Tujuan dari mengoptimalkan ruang dan tarif sebagai memperbesar kapasitas parkir dan membedakaan jenis kendaraan sesuai dengan jenisnya. Selain itu sebagai pengamanan kendaraan dari pelaku kejahatan. Prediksi jangka panjang Prediksi masa mendatang dilakukan untuk mengetahui tahun kapasitas parkir hasil optimasi tidak dapat menampung kebutuhan yang ada. Data yang digunakan diperoleh dari kapasitas parkir hasil optimasi. HASIL DAN PEMBAHASAN C Konsep Penyediaan Parkir Tempat parkir mobil merupakan fasilitas penunjang yang sangat penting yang digunakan untuk menunjang kegiatan suatu acara. Dari sudut pandang ekonomi, parkir adalah investasi yang tidak menguntungkan, tetapi dari sudut pandang sosial, parkir adalah wajib karena jika tidak ada cukup ruang parkir, distribusi truk tangki, karyawan dan tamu dengan mobil pribadi akan parkir di Pembangunan, pasti akan berdampak negatif terutama dalam hal kemacetan lalu lintas dan kemudahan kejahatan/pencurian. Agar ketersediaan tempat parkir berfungsi maksimal . apat menampung kendaraan truck tangki, karyawan dan tam. maka ada beberapa metode yang digunakan untuk merencanakan ketersediaan tempat parkir. Dikarenakan di kabupaten tuban belum ada peraturan mengenai standart Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 13 Nomor 2 Hal 1 - 11 kebutuhan parkir maka bisa diganti dengan menggunakan metode pembanding yang sejenis dan di kota/kabupaten tersebut sudah ada peraturan standart kebutuhan parkirnya. Pada kegiatan ini yang di gunakan sebagai gedung pembanding adalah Depot LPG Tanjung Perak Surabaya yang merupakan depot LPG satu-satunya di Jawa Timur dan sudah beroperasi. Berikut tabel persamaan Depot LPG Tanjung Perak dengan rencana pembangunan Terminal LPG Refrigerated. Tabel 1. Persamaan Penggunaan Gedung/Bangunan Depot LPG Tj. Perak Surabaya Fungsi / Kegiatan Industri LPG Kantor Total Luas Bangunan 5237 m2 692 m2 5929 m2 Karyawan Direksi Outsourcing Total Jumlah 26 Orang 80 Orang 106 Orang Terminal LPG Refrigerated Tuban Fungsi / Kegiatan Industri LPG Kantor Total Sumber : Analisis Luas Bangunan 18774 m2 1050 m2 19824 m2 Karyawan Direksi Outsourcing Total Jumlah 20 Orang 88 Orang 108 Orang Berikutnya adalah perhitungan rekapitulasi kendaraan keluar masuk pada gedung pembanding. Tabel 2. Jumlah Kendaraan Masuk dan Keluar pada Tempat Parkir Depot LPG Tanjung Perak Kendaraan masuk Waktu Kendaraan Keluar Masuk - Keluar Komulatif Masuk -Keluar Truk Truk Truk Truk Tangki R2 R4 Bus Truk R2 R4 Bus Truk Tangki & R2 R4 Bus Truk Tangki & R2 R4 Bus Truk Tangki & & Trailer Trailer Trailer Trailer 10 2 0 10 2 0 5 8 2 0 5 8 2 0 52 4 0 12 5 1 12 47 3 0 0 55 5 0 41 0 0 11 3 0 10 38 0 0 1 93 5 0 7 1 0 13 7 1 14 0 0 0 -1 93 5 0 6 1 0 15 11 0 11 -5 1 0 4 88 6 0 4 2 0 11 29 4 13 -25 -2 0 -2 63 4 0 12 3 0 12 21 3 14 -9 0 0 -2 -2 54 4 0 10 0 0 13 6 1 11 4 -1 0 2 58 3 0 5 1 0 15 9 1 14 -4 0 0 1 54 3 0 8 2 0 12 16 2 12 -8 0 0 0 46 3 0 6 4 0 11 32 5 15 -26 -1 0 -4 20 2 0 11 1 0 10 11 1 10 0 0 0 -2 0 20 2 0 Sumber : Analisis Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa maksimum kumulatif kendaraan masuk Ae keluar, artinya jumlah tersebut adalah jumlah maksimum kendaraan yang berhenti / melakukan parkir. Selanjutnya jumlah kendaraan parkir tersebut dikonversi berdasarkan luas bangunan efektif . dan hasil ringkasan analisa dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 3. Perhitungan kebutuhan tempat parkir berdasarkan gedung pembanding kendaraan roda 2 . epeda moto. Kendaraan roda 2 (Moto. Nama bangunan Fungsi / Kegiatan Depot LPG PT. Pertamina Tj. Perak. Surabaya Industri Kantor Terminal LPG Refrigerated PT. Pertamina. Tuban Industri Kantor Kebutuhan ruang rarkir R2 SRP SRP 0,018 R2/M2 SRP SRP 0,134 R2/M2 SRP SRP Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 13 Nomor 2 Hal 1 - 11 Kendaraan roda 2 (Moto. Nama bangunan Fungsi / Kegiatan Total kebutuhan ruang parkir roda 2 Kebutuhan ruang rarkir R2 SRP Sumber : Analisis Tabel 4. Perhitungan kebutuhan tempat parkir berdasarkan gedung pembanding kendaraan roda 4 . Kendaraan Roda 4 . Nama Bangunan Depot LPG PT. Pertamina Tj. Perak. Surabaya Terminal LPG Refrigerated PT. Pertamina. Tuban Fungsi / Kegiatan Kebutuhan ruang parkir R4 Industri SRP 0,001 Kantor SRP 0,009 Industri SRP SRP SRP Kantor Total kebutuhan ruang parkir roda 4 SRP R4/M2 SRP R4/M2 Sumber : Analisis Tabel 5. Perhitungan kebutuhan tempat parkir berdasarkan gedung pembanding kendaraan truk tangki Kendaraan truck tangki Nama bangunan Depot LPG PT. Pertamina Tj. Perak. Surabaya Terminal LPG Refrigerated PT. Pertamina. Tuban Fungsi / kegiatan Industri Kantor Kebutuhan ruang parkir truck SRP SRP 0,003 Truck/M2 SRP SRP 0,022 Truck/M2 SRP SRP SRP Industri Kantor Total kebutuhan ruang parkir truck Truck Sumber : Analisis Dari Tabel 3 sampai Tabel 4 dapat diketahui kebutuhan parkir yang dibutuhkan terminal LPG Refrigerated, total kebutuhan parkir sebesar 475 SRP R2 . epeda moto. , 31 SRP R4 . dan 77 SRP truk tangki. Parkir mobil yang tersedia: 110 SRPR2 . epeda moto. , 108 SRP R4 . dan 104 SRP tanki Dari informasi tersebut dapat disimpulkan bahwa kebutuhan penyediaan jumlah parkir R4 . dan truck tangki sudah memenuhi dan untuk penyediaan jumlah parkir R2 . epeda moto. masih kurang memenuhi yaitu kurang 365 SRP (Satuan Ruang Parki. Namun pada dasarnya untuk standart kebutuhan parkir adalah R4 . dan truck untuk kriteria industri, jadi rasio kebutuhan lahan parkir R2 nantinya akan dikonversikan ke R4 . dan truck. Berikut adalah hasil konversi kebutuhan tempat parkir kebutuhan tempat parkir : 110 SRPR2 . epeda moto. , 108 SRP R4 . dan 88 SRP truck tangki. Tempat parkir yang tersedia : 110 SRPR2. epeda moto. , 108 SRP R4 . dan 104 SRP truck tangki Dari hasil konversi tersebut dapat disimpulkan bahwa kebutuhan penyediaan jumlah parkir R2 . epeda moto. R4 . dan truck tangki sudah memenuhi dan masih ada sisa untuk truck tangki yaitu 16 SRP (Satuan Ruang Parki. Untuk selanjutnya adalah perhitungan kebutuhan parkir menggunakan metode Standart Kebutuhan Parkir Perwali Kota Surabaya berdasarkan Perda 7 Tahun 1992 tentang ijin mendirikan bangunan (IMB). Berikutnya adalah perhitungan kebutuhan parkir menggunakan acuan dari Perwali Kota Surabaya berdasarkan Perda 7 Tahun 1992 Tentang IMB dimana kebutuhan parkir untuk perkantoran 100 m2 dan untuk gudang industri dengan luasan 5000 m2 keatas minimum 17 truk, untuk luasan 5000 Ae 2000 m2 kebutuhan parkir 200 m2. Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 13 Nomor 2 Hal 1 - 11 Tabel 6. Perhitungan kebutuhan tempat parkir R4 berdasarkan perwali Kota Surabaya Nama Bangun Termin al LPG Fungsi / Kegiatan Luas Kebutuhan Ruang Parkir R4 / Truck Industri 1 Lantai Kantor 2 Lantai Total Kebutuhan Ruang Parkir Roda 4 & Truck Sumber : Analisis SRP SRP SRP Ketersediaan Tempat Parkir m2 / 1 SRP R4 ) m2 / 1 SRP R4 ) 108 SRP R4 & 104 SRP Truck Tabel 7. Perhitungan kebutuhan tempat parkir R2 berdasarkan perwali Kota Surabaya Nama Bangun Fungsi / Kegiatan Luas Industri 1 Lantai 18774 m2 Termin Kantor 2 Lantai 1050 m2 al LPG Total Kebutuhan Ruang Parkir Roda 2 . Sumber : Analisis Kebutuhan Ruang Parkir R2 Ketersediaan Tempat Parkir SRP Roda 2 . Dari Tabel 6 dan 7 diketahui kebutuhan tempat parkir yang diperlukan untuk Terminal LPG Refrigerated, jumlah kebutuhan tempat parkir : 104 SRP R4 . /truck. Tempat parkir yang tersedia : 108 SRP R4 . , 104 SRP truck tangki dan 110 SRPR2 . epeda moto. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kebutuhan penyediaan jumlah parkir R4 . / truck tangki sudah memenuhi. Dan dapat disimpulkan bahwa dari kedua metode perhitungan kebutuhan parkir baik menggunakan gedung pembanding maupun peraturan yang berlaku tersebut ketersediaan parkir sudah mencukupi. Konsep Penataan Parkir Pada jalan akses menuju dan meninggalkan area tempat parkir Terminal LPG Refrigerated harus dilengkapi dengan petunjuk yang berupa marka maupun rambu - rambu yang jelas dan memasang papan informasi mengenai ketersediaan ruang parkir serta meletakkan petugas untuk mengatur sirkulasi kendaraan didalam kawasan, hal ini dimaksudkan untuk membantu memudahkan pengemudi menuju maupun meninggalkan area tempat parkir. Dengan konsep tersebut diharapkan pengemudi yang hendak parkir dapat dengan mudah memposisikan kendaraan untuk parkir sehingga sirkulasi kendaraan di dalam area Terminal LPG Refrigerated tidak terhambat dan tidak mengganggu arus lalu lintas sekitar khususnya truck tangki. Konsep Sirkulasi kendaraan Akses kendaraan menuju dan meninggalkan Terminal LPG Refrigerated pada Jalan Desa Remen menggunakan akses yang terpisah. Terdapat beberapa alternatif terkait dengan pergerakan dan penempatan pintu keluar masuk yang dapat digunakan sebagai prasarana untuk meningkatkan kelancaran dan keselamatan lalu lintas. a Alternatif 1 jangka pendek Pada altenatif 1 jangka pendek ini penempatan pintu keluar masuk di rencanakan pintu 1 yaitu pintu yang digunakan untuk akses masuk kendaraan yang terletak pada Jalan Desa Remen dengan lebar A7,50 meter dan pemberian Taper sepanjang A11,00 meter. Pintu 2 yaitu pintu yang digunakan untuk akses keluar kendaraan yang terletak pada Jalan Desa Remen dengan lebar A7,50 meter. Pelebaran Jalan Desa Remen yang semula dengan lebar A6,50 meter menjadi lebar A11,00 meter. Penempatan petugas untuk mengatur pergerakan kendaraan keluar masuk persil maupun membantu pengaturan lalu lintas di depan persil terutama pada mulut akses masuk yang bersinggungan langsung dengan Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 13 Nomor 2 Hal 1 - 11 Jalan Desa Remen. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana pintu masuk dan keluar dapat dilihat pada gambar 2 ilustrasi berikut. Pintu 1 Pintu 2 Pelebaran Jalan Gambar 6. Gambar 2. Konsep akses jalan dan pintu keluar masuk kendaraan Sumber : Analisis b Alternatif 2 jangka menengah Pada altenatif 2 jangka menengah penempatan pintu keluar masuk di rencanakan pintu 1 yaitu pintu yang digunakan untuk akses masuk kendaraan yang terletak pada Jalan Desa Remen dengan lebar A7,50 meter dan pemberian Taper sepanjang A11,00 meter. Pintu 2 yaitu pintu yang digunakan untuk akses keluar kendaraan yang terletak pada Jalan Desa Remen dengan lebar A7,50 meter. Pelebaran Jalan Desa Remen yang semula dengan lebar A6,50 meter menjadi lebar A11,00 meter dan pemberian median/separator dengan lebar A0,50 meter. Penempatan petugas untuk mengatur pergerakan kendaraan keluar masuk persil maupun membantu pengaturan lalu lintas di depan persil terutama pada mulut akses masuk yang bersinggungan langsung dengan Jalan Desa Remen. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana pintu masuk dan keluar dapat dilihat pada gambar 3 ilustrasi berikut. Pintu 1 Pintu 2 Pelebaran Jalan & Pemberian Median Gambar 3. Konsep akses jalan dan pintu keluar masuk kendaraan alternative 2 Sumber : Analisis c Alternatif 3 jangka panjang Pada altenatif 3 jangka panjang ini penempatan pintu keluar masuk di rencanakan pintu 1 yaitu pintu yang digunakan untuk akses masuk kendaraan yang terletak pada Jalan Desa Remen dengan lebar A7,50 meter dan pemberian Taper sepanjang A11,00 meter. Pintu 2 yaitu pintu yang digunakan untuk akses keluar kendaraan yang terletak pada Jalan Desa Remen dengan lebar A7,50 meter. Pelebaran Jalan Desa Remen yang semula dengan lebar A6,50 meter menjadi lebar A15,00 meter dan pemberian median/separator dengan lebar A2,20 meter . enyesuaikan akses utama Jl. Syech Subakir - PT. TPPI. Penempatan petugas untuk mengatur pergerakan kendaraan keluar masuk persil maupun membantu pengaturan lalu lintas di depan persil terutama pada mulut akses masuk yang bersinggungan langsung Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 13 Nomor 2 Hal 1 - 11 dengan Jalan Desa Remen. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana pintu masuk dan keluar dapat dilihat sebagaimana gambar 4 ilustrasi berikut. Pintu 1 Pintu 2 Pelebaran Jalan & Pemberian Median (Menyesuaikan Akses Jalan Utama Jl. Syech Subakir Ae PT. TPPI) Gambar 4. konsep akses jalan dan pintu keluar masuk kendaraan alternative 3 Sumber : Analisis d Sirkulasi kendaraan Untuk lebih jelasnya mengenai standar dimensi kendaraan dan radius tikung beserta rencana konsep sirkulasi akses jalan dari Jalan Desa Remen hingga ke bangunan Terminal LPG Refrigertaed dapat dilihat sebagaimana tabel 8 dan gambar 5 dan 6 berikut. Kategori kendaran Kendaraan kecil Kendaraan sedang Kendaraan besar Sumber : Analisis Tabel 8. Standar dimensi dan radius tikung Dimensi Kendaraan . Tonjolan . Radius Putar Tinggi Lebar Panjang Depan Belakang Minimum Maksimum Radius Tonjolan . Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 13 Nomor 2 Hal 1 - 11 geometrik Kendaraan Besar Segmen V Segmen IV Segmen i Segmen II Segmen I Gambar 5. Sirkulasi Akses Jalan di dalam kawasan menuju persil Sumber : Analisis Gambar 6. Sirkulasi di area parkir truck tangki Sumber : Analisis Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 13 Nomor 2 Hal 1 - 11 Konsep penarikan karcis Parkir Secara umum intensitas kendaraan yang keluar masuk terminal LPG Refrigerated tidak sekuat tanker, namun diharapkan dapat digunakan sistem cek/bayar saat parkir untuk menghindari antrian panjang di pintu masuk terminal LPG Refrigerated. Seperti terlihat pada tabel 9, jumlah loket yang dibutuhkan dan panjang antrian kendaraan dihitung berdasarkan prediksi jumlah kendaraan yang tiba di terminal LPG Refrigerated, yang dihitung dengan menghitung kebutuhan tempat loket. Tabel 9. Penyediaan kebutuhan loket parkir pada Terminal LPG Refrigerated Kebutuhan minimal pos / loket () Tingkat kedatangan / Tarikan kendaraan Kend/jam (WP) Waktu pelayanan rata-rata Detik/kend (N) Jumlah pos masuk minimal Pos (AA) Tingkat Pelayanan = 3600/ WP Kend/jam (A) Nisbah antara (AA) dengan () = ( : N) / AA 0,350 syarat (A < . Panjang antrian pada pos / loket (N) Jumlah pos masuk rencana Pos . Jumlah kendaraan dalam sistem = / (AA - ) = A / . - A) 0,54 . Jumlah kendaraan dalam antrian = A / AA*(AA - ) = AA / . - A) 0,19 . Waktu kendaraan dalam sistem = 1 / (AA - ) 0,0043 jam = 15,4 detik . Waktu kendaraan dalam antrian = / AA*(AA - ) = d - . / ) 0,0015 jam = 5,4 detik Sumber : Analisis Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah pos / loket karcis masuk yang harus disediakan oleh Terminal LPG Refrigerated minimal sejumlah 1 . gate / loket. Dan telah disediakan sejumlah 1 . gate / loket, artinya sudah memenuhi, agar nantinya antrian kendaraan yang hendak masuk Terminal LPG Refrigerated tidak melebihi batas dari area gedung tersebut atau bahkan meluber ke badan jalan Jl. Desa Remen maka perencanaan letak loket hendaknya diletakkan sedekat mungkin dengan tempat parkir. Jadi loket karcis parkir atau pos pemeriksaan kendaraan yang direncanakan sudah memenuhi. KESIMPULAN Dari beberapa analisis sebagaimana dijelaskan maka dapat ditarik kesimpulan dan terdapat beberapa Konsep penyediaan parkir yang dilakukan menggunakan gedung pembanding dan peraturan yang berlaku. Untuk gedung pembanding dengan karakteristik yang sama yaitu depot LPG Tanjung Perak dengan total kebutuhan tempat parkir 104 SRP untuk kendaraan R4 . obil dan truc. sedangkan tempat parkir yang tersedia sebanyak 108 SRP. Konsep penataan parkir dilokasi harus dilengkapi dengan rambu petunjuk yang jelas. Sirkulasi kendaraan lokasi parkir dilakukan beberapa alternatif berupa jangka panjang dan jangka pendek. Hal ini digunakan untuk merencanakan penempatan pintu masuk dan pintu keluar. Standar dimensi baik kendaraan dan jalan dilokasi parkir juga harus diperhatikan seperti radius tikung, lebar jalan disekitar gedung. Untuk memberikan rasa aman diberikan karcis parkir untuk pengecekan dan pembayaran retribusi kendaraan. Tingkat kedatangan / tarikan kendaraan sebesar 126 kend/jam dan membutuhkan 1 pos pelayanan masuk dan keluar kendaraan. Untuk memudahkan pengecekan disediakan gate loket pembayaran agar menghindari antrian kendaraan yang masuk dan keluar. SARAN Pengelola parkir sebaiknya membatasi luasan lahan parkir dengan cara menambah kapasitas lahan parkir dengan membersihkan marka parkir sesuai satuan ruang parkir (SRP) depan, tengah dan Perlu adanya rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk arah yang jelas agar penataan tempat parkir berjejer rapi. Disarankan agar petugas parkir aktif . ditempatkan/disediakan di lokasi parkir untuk membantu memilah kendaraan yang diparkir sehingga tempat parkir dapat disediakan dengan lebih efisien. Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 13 Nomor 2 Hal 1 - 11 REFERENSI