e-ISSN: 2827 - 9883 e-journal. id/index. php/talim fai@unmuhkupang. Volume 1. No. STRATEGI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI PENDEKATAN LANGSUNG PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 KUPANG Ardi Ansa Umar Barbalia. Muhammad Tamrin. Pd. Muhajir Musa. Pd. Jl. Lerik. Didepan kantor wali kota. Kel. Kelapa Lima. Kota Kupang Universitas Muhammadiyah Kupang khasa_tamrin@yahoo. com/ardiansya. barbalia98@gmail. Abstract This study aims to find out how the strategy of increasing motivation for Islamic Religious Education through a direct approach to class XI students at SMA Negeri 2 Kupang and to find out whether there is an effect of a direct approach to increasing student motivation in class XI SMA Negeri 2 Kupang. This type of research is classroom action research with the stages of implementation including: planning, implementing action, observation, and repeated reflection. Through the implementation of Classroom Action Research, teachers can adapt existing theories, for the benefit of more effective, optimal, and functional learning processes and outcomes. Through Classroom Action Research, a teacher also gains an understanding of what to do, reflects on himself to understand and appreciate the value of his own education and learning, and can work contextually. The results of the research that have been carried out concluded that the strategy of improving the direct approach model can motivate and improve learning outcomes of Islamic Religious Education in Class XI students of SMA Negeri 2 Kupang. The direct approach model in learning also affects the learning outcomes of class XI students at SMA Negeri 2 Kupang, which has increased in the second cycle, which is 92%. This illustrates that in the learning process with a direct approach model that is carried out can motivate students in the teaching and learning process. Keywords: Islamic education, motivation, and direct approach TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1. No. 2 Bulan Agustus 2022 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi peningkatan motivasi Pendidikan Agama Islam melalui pendekatan langsung pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Kupang dan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pendekatan langsung terhadap peningkatan motivasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Kupang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas . lassroom action researc. dengan tahapan pelaksanaan meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang berulang. Melalui pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas, guru dapat mengadaptasi teori yang ada, untuk kepentingan proses dan hasil pembelajaran yang lebih efektif, optimal, dan fungsional. Melalui Penelitian Tindakan Kelas seorang guru juga memperoleh pemahaman tentang apa yang harus dilakukan, merefleksi diri untuk memahami dan menghayati nilai pendidikan dan pembelajarannya sendiri, dapat bekerja secara konstekstual. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan disimpulkan bahwasanya strategi peningkatan model pendekatan langsung dapat memotivasi serta meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada peserta didik Kelas XI SMA Negeri 2 Kupang. Model pendekatan langsung dalam pembelajaran juga berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 2 Kupang mengalami peningkatan di siklus II yakni sebesar 92 %. Hal ini menggambarkan bahwa dalam proses pembelajaran dengan model pendekatan langsung yang dilakukan dapat memotivasi peserta didik dalam proses belajar Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, motivasi, dan pendekatan langsung TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1. No. 2 Bulan Agustus 2022 Pendahuluan Pendidikan mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan suatu bangsa. Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat mendasar dan penting bagi perkembangan suatu bangsa dan merupakan salah satu faktor penentu maju tidaknya suatu bangsa. Menurut Slameto pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaiman proses belajar yang di alami oleh siswa sebagai anak didik. Hal ini membuktikan bahwa belajar merupakan hal yang harus diperhatikan dan di ajarkan kepada siswa sesuai krateristik mata pelajaran yang tercantung dalam kurikulum. Untuk dapat mencapai hasil pendidikan yang maksimal khususnya adalam proses belajar mengajar diperlukan suatu interaksi yang baik antara guru dan siswa. Oleh karena itu diperlukan dedikasi yang tinggi dari guru untuk selalu berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Pendidikan Agama Islam merupakan suatu upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, mengimani, bertakwa, berakhlak mulia, mengamalkan ajaran Agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-QurAoan dan AlHadist, melalui kegiatan bimbingan, latihan, serta penggunaan pengamalan. Proses pembelajaran selalu terjadi interaksi antara guru dan anak didik. Guru merupakan orang yang bertanggung jawab memberikan bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohani agar mencapai kedewasaan. 5 Guru merupakan jabatan profesi, sebagai pihak pendidikan dan pengajar dituntut memiliki kemampuan yang memadai dalam rangka turut andil membentuk peserta didik yang berkualitas dalam bidang pendidikan terlebih khususnya dibidang agama. Untuk memilih metode dan teknik yang digunakan memang memerlukan keahlian Seorang pendidik harus pandai memilih metode dan teknik yang akan dipergunakan, dan teknik tersebut harus dapat memotivasi serta memberikan kepuasan bagi anak didiknya seperti hasil atau prestasi belajar siswa yang semakin meningkat. 7 Salah satu alternatif yang bisa digunakan adalah dengan penerapan suatu paradigma baru dalam pembelajaran di kelas yaitu dengan metode pendekatan langsung. Hal ini dirancancang untuk mengenalkan siswa mata pelajaran guna membangun minat, rasa ingin tahu, dan merangsang pemikira mereka. Maka dari itu penulis ingin mengetahui bagaimana strategi peningkatan motivasi belajar pendidikan agama islam melalui pendekatan langsung terhadap siswa. Metode Penelitian Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan,( Jakarta: Rineka Cipta. ,hlm. Slameto, belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi (Jakarta: Rineka Cipta, 2. H Basri. Landasan pendidikan. (Bandung: Pustaka Setia, 2. :hlm. Ramayulis, metodologi pendidikan agama islam. (Jakarta: kalam mulia, 2. :hlm. Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa IndonesiaPusat Bahasa. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2. , hlm. Abdurrahman. Mulyono. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , hlm. Abu Ahmadi, dan Widodo Supriyono. Psikologi Belajar Edisi Revisi. (Jakarta: PT Rineka Cipta,2. Bayu wibowo. pendekatan langsung dan pendekatan learning metode. (Jakarta: Ciputat Press, 2. :hlm. TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1. No. 2 Bulan Agustus 2022 Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas . lassroom action researc. dengan tahapan pelaksanaan meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang berulang. Menurut McNiff seorang ahli penelitian mengemukan, penelitian tindakan kelas merupakan bentuk penelitian refleksi yang dilakukan oleh guru sendiri yang hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk pengembangan dan perbaikan Teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022 yang terbagi atas dua siklus, dimana antara siklus I dan siklus II merupakan rangkaian yang saling berkaitan. Dalam arti, pelaksanaan siklus II merupakan kelanjutan dan perbaikan dari pelaksanaan tindakan siklus I. Desain penelitian yang dipergunakan berbentuk siklus model Kemmis dan McTaggrat. Siklus ini tidak hanya berlangsung satu kali, tetapi beberapa kali hingga tercapai tujuan yang diharapkan. Desain penelitian ini adalah perencanaan, struktur dan strategi penelitian dalam rangka mengendalikan penyimpangan yang mungkin terjadi dan menjawab pertanyaan yang mungkin terjadi. Alur penelitian tindakan ini terdiri dari empat langkah dan dapat diuraikan sebagai berikut: Perencanaan (Planin. Perencanaan adalah mengembangkan rencana tindakan yang secara kritis untuk meningkatkan apa yang telah terjadi. Rencana PTK hendaknya cukup fleksibel untuk dapat diadaptasikan dengan pengaruh yang tidak dapat diduga dan kendala yang belum kelihatan. Rencana PTK hendaknya disusun berdasarkan kepada hasil pengamatan awal yang reflektif. Tindakan (Actin. Tindakan yang dimaksud di sini adalah tindakan yang dilakukan secara sadar dan terkendali, yang merupakan variasi praktik yang cermat dan bijaksana. Praktik diakui sebagai gagasan dalam tindakan dan tindakan itu digunakan sebagai pijakan bagi pengembangan tindakan-tindakan berikutnya, yaitu tindakan yang disertai niat untuk memperbaiki keadaan. PTK didasarkan atas pertimbangan teoritis dan empiris agar hasil yang diperoleh berupa peningkatan PBM optimal. Observasi (Observin. Observasi berfungsi untuk mendokumentasikan pengaruh tindakan terkait. Objek observasi adalah seluruh proses tindakan terkait, pengaruhnya . ang disengaja dan tidak disengaj. , keadaan dan kendala tindakan direncanakan dan pengaruhnya. Arikunto, suhasrimi, penelitian Tindakan Kelas,(Jakarta: Bumi Aksara,2. ,hal. TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1. No. 2 Bulan Agustus 2022 serta persoalan lain yang timbul dalam konteks terkait. Observasi dalam penelitian tindakan kelas adalah kegiatan pengumpulan data yang berupa proses belajar mengajar di kelas seperti oral,drawing,listening,motoric,emosional. Refleksi (Reflectio. Refleksi adalah mengingat dan merenungkan suatu tindakan persis seperti yang telah dicatat dalam observasi. Refleksi berusaha memahami proses, masalah, persoalan, dan kendala yang nyata dalam tindakan strategis. Refleksi biasanya dibantu oleh diskusi di antara peneliti dan kolaborator. Melalui diskusi, refleksi memberikan dasar perbaikan rencana. Refleksi . merupakan kegiatan analisis, interpretasi dan eksplanasi . terhadap semua informasi yang diperoleh dari observasi atas pelaksanaan tindakan. Untuk lebih jelasnya secara sistematis keterrkaitan antara setiap komponen dengan komponen lainnya didalam satu siklus antara siklus I dengan siklus II dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: Permasalah Perencanaan Tindakan Belum Berhasil Refleksi Analsis Data I Observasi I (Monitorin. Perencanaa Alternatif Pemecahan Tindakan II Analsis Dataa Kesimpulan Berhasil Refleksi II Observasi II (Monitorin. Metode pengumpulan data digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan, baik yang berhungan dengan studi literatur, kepustakaan, ataupun data yang dihasilkan dari lapangan. Adapun metode yang digunakan untuk pengumpulan data sebagai berikut: Metode Tes Tes adalah suatu teknik pengumpulan data berupa pemberian soal yang bertujuan untuk memperoleh data mengenai kemampuan dan hasil belajar siswa terhadap materi yang dipelajari. Menurut Zainal Arifin Autes merupakan suatu teknik yang digunakan dalam rangka melaksanakan kegiatan pengukur, yang di dalamnya terdapat berbagai pertanyaan, atau serangkaian tugas yang harus dikerjkan atau dijawab oleh peserta Arikunto, suhasrimi, penelitian Tindakan Kelas,(Jakarta: Bumi Aksara,2. ,hal. TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1. No. 2 Bulan Agustus 2022 didik untuk mengukur aspek perilku peserta didik. Metode Observasi . Teknik observasi adalah suatu cara dalam mengumpul data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan yang berkenaan dengan perlaku seseorang, proses kerja, gejala-gejala yang terjadi Menurut sugiyono Auobservasi merupakan suatu proses yang kompleksm, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Observasi juga merupakan metode pengumpulan data yang menggunakan pengematan secara langsung maupun secara tidak langsung. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Sebelum penelitian ini dilaksanakan, tahap pertama yang dilakukan oleh peneliti ialah memohon izin kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kupang. Wakasek Kesiswaan dan Guru Agama Islam, dengan maksud dari peneliti untuk mengimplementasikan model pembelejaran dengan pendekatan langsung. Dengan pra tindakan yang dilakukan oleh peneliti, berupa hasil obsevari yang menunjukan bahwa model yang dilakukan oleh guru Agama islam yang konvensional yang tidak memotivasi siswa dalam proses belajar mengajar pada peserta didik kelas XI, seperti kurang berani mengungkapkan pendapatnya atau mengajukan pertanyaan kepada guru. Dengan adanya hasil observasi yang dilakukan peneliti menjelaskan pemahaman tentang model pembelajaran pendekekatan langsung sebagai salah satu strategi yang dapat digunakan maupun diimplementasikan dengan baik. Kemudian peneliti mulai menguraikan tahap-tahap model pendekatan langsung dengan urutan telah disusun sedemikian rupa. pada tindakan siklus I peneliti memulai dengan perencanaan yang meliputi dengan mengajukan ijin penelitian tindakan, pelaksanaan tindakan adapun hasil pelaksanaan tahap pertama bisa dilihat dari hasil observasi dan test. Hasil observasi siswa pada siklus I dengan indikator oral aktivitas dengan 3 indikator, listening dengan 2 indikator, drawing 2 indikator, motorik 2 indikator, dan emosional 1 indikator. Hasilnya setelah dilakukan denga rumus observasi nilai yang diperoleh dibagi dengan nilai maksimal dikali 100 maka hasil pada siklus 1 yaitu 67% berdasarkan tabel termasuk dalam level cukup baik. Kemudian pada monotoring menggunakan test setiap siswa, mendapatkan soal sebanyak 20 nomor sesuai dengan RPP. Hasil yang diperoleh pada test tahap pertama yaitu sebanyak 13 orang yang mendapatkan nilai diatas 70 sedangankan 21 anak yang nilainya dibawa KKM. Berdasarkan hasil tets tahap pertama dengan menggunakan rumus siswa yang tuntas dibagi jumlah seluruh siswa kali 100. Maka hasilnya adalah 38 %. Adapun indikator Arikunto. Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi pendidikan,(Jakarta: PT. Rineka Cipta,2. Hlm. Arikunto, suhasrimi,hlm. TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1. No. 2 Bulan Agustus 2022 keberhasilan dikatakan tuntas jika Ou 70 berdasarkan KKM yang diterapkan oleh sekolah dan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar Ou 75 dikatakan tuntas. Pada siklus pertama ini jumlah siswa yang tuntas 38 % maka dikatakan tidak tuntas. Selajutnya berdasarkan hasil evaluasi tahap pertama kemudian dilakukan refleksi untuk memperbaiki kinerja tindakan. Sehingga diputus untuk melakukan tindakan II. tindakan siklus II peneliti memulai dengan perencanaan yang meliputi dengan melakukan tindakan berdasarkan hasil refleksi siklus I. Pelaksanaan tindakan pada siklus II dengan perencanaan yang lebih matang, pendekatan yang lebih persuasif sesuai dengan kaidahkaidah pada model pendekatan langsung. adapun hasil pelaksanaan tahap kedua bisa dilihat dari hasil observasi dan test. Hasil observasi siswa pada siklus II dengan indikator yang sama seperti oral aktivitas dengan 3 indikator, listening dengan 2 indikator, drawing 2 indikator, motorik 2 indikator, dan emosional 1 indikator. Hasilnya adalah 92% berdasarkan tabel termasuk dalam level sangat baik. Kemudian pada monotoring menggunakan test setiap siswa, mendapatkan soal sebanyak 20 nomor sesuai dengan RPP. Hasil yang diperoleh pada test tahap kedua yaitu sebanyak 34 orang yang mendapatkan nilai diatas 70 sesuai dengan standar KKM di sekolah. Berdasarkan hasil tets tahap kedua dengan menggunakan rumus siswa yang tuntas dibagi jumlah seluruh siswa kali Maka hasilnya adalah 100 %. Adapun indikator keberhasilan dikatakan tuntas jika Ou 70 berdasarkan KKM yang diterapkan oleh sekolah dan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar Ou 75 dikatakan tuntas. Pada siklus kedua ini jumlah siswa yang tuntas ada 34 siswa dengan perolehan nilai 100 % dikatakan tuntas. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada siklus I hasil yang penelitian dengan menggunakan observasi hasilnya 67% atau cukup baik baik sementara menggunakan test hasilnya adalah 38%. Adapun pada tindakan siklus II hasil obervasi berada pada level sangat baik . %) dan hasil tets berada pada level sangat baik . %) Berdasarkan hasil observasi dan test pada penelitian tindakan kelas dengan pendekatan langsung pada peserta didik Kelas XI SMA Negeri 2 Kupang dapat meningkatkan motivasi belajar pesrta didik dalam proses belajar mengajar. hasil penelitian yang dilakukan peneliti disertai saran yang ingin disampaikan antara lain sebagai berikut: Bagi guru yang hendaknya memberikan pengajaran terhadap peserta didik dengan selalu memperhatikan model pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik. dengan mengharapkan model pedekatan langsung ini juga bisa dilanjudkan dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Bagi peneliti lainnya bahwa penerapan model pendekatan langsung dalam motivasi belajar peserta didik ini dapat dijaksikan sebagai acuan dan dasar agar dapat diterapkan pada mata pelajaran lainnya agar bisa mendapatkan hasil pembelajaran TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1. No. 2 Bulan Agustus 2022 TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1. No. 2 Bulan Agustus 2022 Daftar Pustaka