Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 2 Juli 2024 PERANAN PEREMPUAN DALAM PERIWAYATAN HADITS Lukmanul Hakim Universitas Islam Darussalam Ciamis Email: lukyman797@gmail. Abstrak Peran perempuan dalam periwayatan hadis memiliki signifikansi besar sepanjang sejarah Islam, mencerminkan kontribusi mereka dalam menjaga dan menyebarkan ajaran Nabi Muhammad. Penelitian ini mengkaji partisipasi aktif perempuan sebagai perawi . AwiyA. dalam tradisi hadis, dengan menganalisis kredibilitas, metodologi, serta tantangan yang mereka hadapi dalam lingkungan keilmuan yang didominasi oleh patriarki. Dengan menelusuri catatan sejarah dan tokoh perawi perempuan terkemuka seperti Aisyah binti Abu Bakar, penelitian ini menyoroti peran penting perempuan dalam memastikan keaslian dan keberlanjutan literatur hadis. Temuan ini menegaskan pentingnya pengakuan atas kontribusi intelektual dan spiritual perempuan dalam keilmuan Islam, serta menekankan kemampuan mereka yang setara dalam bidang keagamaan dan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mendorong apresiasi yang lebih mendalam terhadap inklusivitas gender dalam konteks historis transmisi ilmu pengetahuan Islam. Kata Kunci: Peran Perempuan. Periwayatan Hadith . Inklusivitas Gender Abstract The role of women in the transmission of hadith has been significant throughout Islamic history, reflecting their contribution to preserving and disseminating the teachings of the Prophet Muhammad. This study examines the active participation of women as narrators . AwiyA. in the hadith tradition, analyzing their credibility, methodologies, and the challenges they faced in a predominantly patriarchal scholarly environment. By exploring historical records and prominent female narrators such as Aisha bint Abu Bakr, this research highlights the pivotal role women played in ensuring the authenticity and continuity of hadith literature. The findings underscore the importance of recognizing women's intellectual and spiritual contributions to Islamic scholarship, emphasizing their equal capability in religious and academic pursuits. This study aims to foster a deeper appreciation of gender inclusivity in the historical context of Islamic knowledge transmission. Keywords: Role of Women. Transmission of Hadith. Gender Inclusivity Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 2 Juli 2024 Islam. PENDAHULUAN Hadits merupakan salah satu sumber hukum utama dalam Islam setelah Al-Qur'an. Sebagai pedoman hidup umat Islam. Hadits mencakup segala ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun persetujuan beliau. Hadits menjadi sumber yang sangat penting untuk memahami ajaran Islam secara mendalam, termasuk dalam bidang fiqh, akhlak, tafsir, dan aspek kehidupan lainnya. Dalam konteks ini, periwayatan Hadits memiliki peran yang sangat vital, karena Hadits harus diterima dan dipahami dengan benar agar dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pada awalnya, periwayatan Hadits didominasi oleh kaum lelaki, namun dalam perjalanan sejarah Islam, wanita turut berperan penting dalam menyampaikan dan mengajarkan Hadits. Posisi wanita dalam sejarah Islam, meskipun sering kali terpinggirkan dalam beberapa aspek kehidupan sosial dan politik, ternyata menunjukkan kontribusi yang besar dalam bidang keilmuan, termasuk dalam periwayatan Hadits. Wanita-wanita seperti Aisyah binti Abu Bakar (RA). Ummu Salamah (RA), dan banyak lainnya memiliki peran besar dalam menjaga dan menyebarkan Hadits. Mereka tidak hanya meriwayatkan Hadits dari Nabi Muhammad SAW, tetapi juga terlibat dalam pembelajaran dan pengajaran ilmu agama, memberikan kontribusi signifikan dalam perkembangan ilmu Hadits yang dihormati hingga saat ini. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut: Bagaimana peran wanita dalam periwayatan Hadits? Siapa saja tokoh wanita yang berperan dalam periwayatan Hadits? Bagaimana kontribusi mereka diakui dalam ilmu Hadits? Tujuan dari penulisan makalah ini adalah: Mengidentifikasi kontribusi wanita dalam periwayatan Hadits. Memberikan penghargaan terhadap peran wanita dalam menjaga tradisi keilmuan Islam, khususnya dalam ilmu Hadits. Hadits berasal dari kata hadatsa, yang dalam bahasa Arab berarti "berita" atau "kabar". Secara istilah. Hadits merujuk pada segala perkataan, perbuatan, atau persetujuan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yang dijadikan pedoman dalam kehidupan umat Islam. Hadits memiliki kedudukan yang sangat penting setelah Al-Qur'an, karena ia menjadi sumber kedua dalam menetapkan hukum-hukum syariat Ada tiga aspek utama yang menjadi bagian dari pengertian Hadits, yaitu: Perkataan (Qau. : Segala yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW. Perbuatan (Fi'i. : Segala tindakan atau perbuatan yang dilakukan oleh Nabi SAW yang menjadi contoh bagi Persetujuan (Taqri. : Apa yang disetujui oleh Nabi SAW, baik secara lisan maupun melalui tindakan yang dilakukan di hadapan beliau, dan beliau tidak mengingkarinya. Hadits diambil dari sumber yang sangat terpercaya dan harus melalui proses yang sangat hati-hati untuk memastikan keaslian dan Oleh karena itu, ada sistem ilmiah yang ketat dalam menilai keabsahan sebuah Hadits yang dikenal dengan istilah ilmu al-Hadits. Periwayatan Hadits Hadits-Hadits Nabi Muhammad SAW kepada umat setelah beliau Proses ini dilakukan oleh para perawi Hadits yang memiliki peran penting dalam memastikan keaslian dan ketepatan informasi yang disampaikan. Periwayatan Hadits tidak hanya melibatkan penyampaian teks Hadits, tetapi juga menjaga sanad . antai periwayata. dan matan . eks Hadit. agar tidak terdistorsi. Sanad: Merupakan rantai perawi yang menyampaikan Hadits dari Nabi Muhammad SAW hingga Keberadaan sanad yang kuat sangat penting untuk memastikan bahwa Hadits tersebut benar-benar berasal dari Nabi Muhammad SAW. Matan: Merupakan isi atau teks dari Hadits itu sendiri. Matan harus sesuai dengan ajaran Islam yang benar dan tidak bertentangan dengan Al-Qur'an maupun Hadits lainnya yang lebih sahih. Periwayatan Hadits ketelitian yang tinggi dari para perawi, karena kesalahan dalam periwayatan dapat menyebabkan penyimpangan dari ajaran asli Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, para ulama Hadits memiliki metode khusus dalam menilai kredibilitas perawi, salah satunya adalah dengan Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 2 Juli 2024 menilai karakter, daya ingat, dan meriwayatkan Hadits. Dalam konteks ini, ilm alrijal atau ilmu mengenai perawi Hadits menjadi sangat penting. Ilmu ini mempelajari keabsahan perawi Hadits karakter, integritas, dan kejujurannya. Proses seleksi yang ketat terhadap perawi Hadits dilakukan untuk memastikan bahwa Hadits yang sampai kepada umat Islam adalah Hadits yang sahih dan terhindar dari Periwayatan Hadits dapat dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan tingkat keabsahannya, antara lain: Sahih: Hadits yang sanadnya terjaga dengan baik, tidak ada kecacatan bertentangan dengan Hadits atau AlQur'an. Hasan: Hadits yang masih dapat diterima meskipun ada sedikit kelemahan dalam sanadnya, tetapi tidak cukup untuk menjadikannya Dha'if: Hadits yang lemah karena adanya cacat pada sanad atau Mawdu': Hadits palsu yang dibuatbuat dan tidak dapat diterima. ilmu adalah hak setiap Muslim, baik pria maupun wanita, dan kedua gender memiliki kewajiban untuk Oleh karena itu, wanita dalam Islam tidak hanya memiliki hak untuk belajar dan menguasai ilmu, tetapi juga berkewajiban untuk menyebarkan kepada orang lain, termasuk dalam hal periwatan Hadits. Wanita memiliki peran penting dalam periwayatan Hadits, terutama dalam menyampaikan Hadits-Hadits yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga, keluarga, dan masalah-masalah yang lebih spesifik yang mungkin tidak banyak dibicarakan oleh para lelaki. Dalam sejarah, ada banyak wanita yang menjadi perawi Hadits terkenal, di antaranya adalah Aisyah binti Abu Bakar, yang dikenal sebagai salah satu perawi Hadits paling produktif dan terpercaya. Dia menyampaikan banyak Hadits yang berhubungan dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW, khususnya yang berkaitan dengan aspek kehidupan keluarga dan hubungan sosial. Kewajiban wanita dalam menyampaikan ilmu dalam Islam juga terkait dengan peran mereka dalam menjaga dan melestarikan ajaran-ajaran Islam. Sebagai umat yang beriman, wanita memiliki kewajiban untuk menyebarkan ilmu yang bermanfaat, mengajarkan kepada generasi berikutnya, dan meluruskan kesalahan yang mungkin Ini sejalan dengan Hadits Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa AuBarangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu. Allah akan mempermudah baginya jalan ke surga. Ay (HR. Musli. Dalam Islam, periwayatan Hadits tidak hanya dianggap sebagai sebuah tugas, tetapi juga sebagai sebuah amanah Hal ini tercermin dalam banyak Hadits yang mengingatkan pentingnya menjaga keaslian dan disampaikan, seperti Hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari yang menyebutkan bahwa siapa yang berdusta atas nama Nabi Muhammad SAW, maka ia akan mendapat tempat di neraka. Wanita Sebagai Perawi Hadits Hak dan Kewajiban Wanita dalam Menyampaikan Ilmu dalam Islam Islam memberikan hak dan kewajiban yang setara bagi wanita pengetahuan, termasuk dalam bidang ilmu agama dan Hadits. Pada dasarnya. Islam mengajarkan bahwa Dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadits yang Mendorong Wanita untuk Berperan Ilmu Pengetahuan Islam dorongan kuat bagi setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, untuk mencari ilmu pengetahuan. Al- Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 2 Juli 2024 Qur'an dan Hadits mengakui peran wanita dalam proses pencarian dan menegaskan bahwa tidak ada pembatasan bagi mereka dalam aspek ini. Dalil Al-Qur'an: Dalam Surah Al-Alaq ayat 1-5. Allah SWT berfirman: "Bacalah dengan . Tuhanmu Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Maha Pemurah, yang mengajar . dengan pena. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memerintahkan umat manusia, baik pria maupun belajar, dan mengembangkan Tidak pembatasan dalam mencari ilmu berdasarkan jenis kelamin. Oleh karena itu, wanita juga menyampaikan ilmu. Hadits Nabi Muhammad SAW: Nabi Muhammad SAW bersabda, "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim. (HR. Ibn Maja. Hadits ini menegaskan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi Muslim, membedakan jenis kelamin. Selain itu, dalam Hadits lain yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, "Barangsiapa mengajarkan satu ilmu kepada seseorang, maka dia akan mendapatkan pahala yang tidak terputus, selama ilmu itu " (HR. Ibnu Maja. Hadits penghargaan bagi orang yang mengajarkan ilmu, termasuk wanita yang berperan sebagai pengajar atau perawi Hadits. Kisah Sejarah: Dalam sejarah Islam, terdapat banyak contoh wanita yang aktif dalam dunia ilmu, salah satunya adalah Aisyah RA. Beliau tidak hanya menjadi istri Nabi Muhammad SAW, tetapi juga seorang perawi Hadits yang sangat dihormati dan dijadikan rujukan oleh para Aisyah meriwayatkan lebih dari dua ribu Hadits dan memainkan peran penting dalam pengajaran Hadits di kalangan sahabat. Pentingnya Peran Wanita dalam Periwayatan Hadits: Sebagai Aisyah RA dikenal memiliki Nabi Muhammad SAW. Banyak Hadits yang meriwayatkan tentang kehidupan sehari-hari Nabi Muhammad SAW yang hanya dapat diketahui melalui perspektif Aisyah sebagai istri Hal ini menunjukkan bahwa wanita juga memiliki menyebarkan ilmu, khususnya dalam ilmu Hadits. Tokoh-Tokoh Hadits Wanita Perawi Aisyah binti Abu Bakar (RA) Perannya Rasulullah dan salah satu perawi Hadits terbanyak Aisyah binti Abu Bakar adalah salah satu istri Rasulullah yang dikenal dengan gelar Ummul Mukminin. meriwayatkan sekitar 2. 210 Hadits yang tercatat dalam kitab-kitab Hadits, menjadikannya salah satu perawi wanita terbanyak. Sebagai istri yang sangat dekat dengan Rasulullah, ia memiliki akses langsung kepada banyak peristiwa dan sabda Nabi, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga, ibadah, dan etika. Keahliannya dalam bidang fiqh dan tafsir Aisyah juga dikenal sebagai salah satu ulama terkemuka di masa awal Islam. Ia memiliki pemahaman Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 2 Juli 2024 mendalam tentang fiqh, tafsir, dan ilmu-ilmu Islam lainnya. Para sahabat dan tabi'in sering meminta pendapatnya dalam masalah agama, dan ia menjadi rujukan dalam menyelesaikan berbagai persoalan hukum Islam. Pengetahuan Aisyah keaktifannya dalam belajar dan berinteraksi dengan Rasulullah. Kontribusi Wanita Dalam Ilmu Hadits Peranan Wanita Dalam Menjaga Akurasi Sanad Wanita Muslim sejak masa Nabi Muhammad SAW memainkan peran penting dalam menjaga otentisitas Hadits melalui keilmuan Mereka bukan hanya penerima Hadits, tetapi juga penyampai dan perawi yang Sebagai contoh. Aisyah binti Abu Bakar r. , salah satu istri Nabi Muhammad SAW, dikenal sebagai salah satu perawi Hadits Beliau meriwayatkan lebih 000 Hadits, banyak di antaranya berisi aspek hukum, ibadah, dan kehidupan Nabi. Ummu Salamah (RA) Peran beliau dalam meriwayatkan Hadits, terutama terkait kehidupan rumah tangga Nabi Ummu Salamah, istri Rasulullah lainnya, juga dikenal sebagai perawi Hadits yang produktif. Ia meriwayatkan sekitar 378 Hadits yang berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan, termasuk peran wanita dalam Islam, hubungan rumah tangga, dan akhlak Nabi. Ummu Salamah kebijaksanaannya dalam menafsirkan ajaran Islam, menjadikannya salah satu tokoh penting dalam periwayatan Hadits. Wanita seperti Aisyah memastikan sanad Hadits terjaga dengan mencatat detail kisah dan peristiwa yang mereka alami atau dengar langsung dari Nabi. Dalam tradisi periwayatan Hadits, mereka sangat hati-hati dalam menyebutkan sumber informasi mereka, sehingga keabsahan sanad tetap terjaga. Ulama seperti Al-Hakim AnNaisaburi dan Ibn Hajar Al-Asqalani sering mengakui keakuratan perawi wanita dalam menyampaikan Hadits. AsmaAo binti Abu Bakar. Hafshah binti Umar, dan lainnya Kontribusi periwayatan dan keilmuan Islam AsmaAo binti Abu Bakar Sebagai saudara perempuan Aisyah. Asma' juga memiliki peran penting dalam periwayatan Hadits. Ia dikenal karena keberanian dan ketabahannya Rasulullah, serta kontribusinya dalam menyampaikan Hadits yang berkaitan dengan etika dan kehidupan keluarga. Hafshah binti Umar Hafshah adalah istri Rasulullah dan penjaga Mushaf pertama Al-Qur'an. Selain menjaga teks Al-Qur'an. Hafshah juga meriwayatkan beberapa Hadits Nabi yang memberikan wawasan tentang peran perempuan dalam Islam dan kehidupan sehari-hari. Wanita-wanita ini, bersama dengan tokohtokoh wanita lainnya, menunjukkan betapa pentingnya kontribusi perempuan dalam transmisi dan pelestarian ilmu Islam, khususnya Hadits. Mereka tidak hanya menjaga ajaran Rasulullah tetapi juga menjadi teladan dalam keilmuan dan amal Wanita sebagai Sumber Utama Ilmu dari Kehidupan Pribadi Nabi Muhammad SAW Kehidupan pribadi Nabi Muhammad SAW diabadikan oleh para wanita yang dekat dengannya, terutama istri-istri Dalam hal ini. Aisyah binti Abu Bakar memegang posisi unik kehidupan domestik Rasulullah SAW. Beliau meriwayatkan HaditsHadits yang membahas hukum keluarga, ibadah pribadi, hingga aspek-aspek penting lainnya dari Sebagai contoh. Hadits tentang tata cara mandi besar . , tata cara shalat di rumah, dan perilaku Nabi terhadap keluarganya Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 2 Juli 2024 sebagian besar berasal dari para Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kontribusi wanita dalam memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sunnah Nabi dari aspek-aspek yang tidak dapat diakses oleh laki-laki. Perspektif Ulama tentang Keadilan dan Kredibilitas Perawi Wanita Ulama Hadits membedakan kredibilitas perawi berdasarkan gender. Yang menjadi penilaian utama adalah keadilan (Aoadala. dan kejujuran perawi dalam menyampaikan Hadits. Imam As-Suyuthi dalam Tadrib al-Rawi menyebutkan bahwa perawi wanita yang dikenal jujur, adil, dan kedudukan yang sama dengan perawi laki-laki. Beberapa ulama besar bahkan mencatat perawi wanita sebagai guru mereka. Misalnya. Ibn Hajar Al-Asqalani berguru kepada sejumlah wanita ahli Hadits. Fakta ini menunjukkan bahwa kredibilitas wanita dalam ilmu Hadits diakui oleh generasi ulama sejak dahulu kala. Nama-nama seperti Fatimah binti Ibrahim dan Karima binti Ahmad alMarwaziyyah adalah contoh wanita yang memiliki keilmuan tinggi dalam periwayatan Hadits. Kontribusi wanita dalam ilmu Hadits sangat signifikan. Mereka tidak hanya menjadi sumber kehidupan pribadi Nabi, tetapi juga memainkan peran penting dalam periwayatan Hadits. Perspektif kredibilitas perawi wanita diakui sejajar dengan perawi laki-laki, menjadikan mereka bagian integral dari tradisi keilmuan Islam. Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 2 Juli 2024 METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengeksplorasi secara mendalam implementasi dan efektivitas inovasi pendidikan bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Darul Ulum Kota Banjar. Pendekatan ini memungkinkan pengumpulan data yang kaya dan komprehensif melalui berbagai teknik pengumpulan data. dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Observasi ini membantu dalam memahami dinamika kelas dan interaksi antara guru dan siswa. Analisis Dokumen:Dokumen seperti rencana pelajaran, bahan ajar, dan laporan evaluasi dianalisis untuk memahami bagaimana inovasi diintegrasikan dalam kurikulum dan proses pembelajaran. Teknik Analisis Data: Analisis Tematik: Teknik ini digunakan untuk menganalisis data wawancara dan observasi. Data yang diperoleh dikategorikan ke dalam tema-tema yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis ini membantu mengidentifikasi pola dan tren yang muncul dari data. Analisis Deskriptif:Teknik ini digunakan untuk menganalisis data dari dokumen yang ada. Analisis deskriptif membantu dalam menggambarkan bagaimana inovasi pendidikan diterapkan dalam rencana pelajaran dan bahan ajar. Validitas dan Reliabilitas: Triangulasi: Data yang diperoleh dari berbagai sumber . awancara, observasi, dan dokume. dibandingkan untuk memastikan konsistensi dan akurasi. Member Checking: Hasil wawancara dan temuan penelitian dikonfirmasi kembali dengan peserta untuk memastikan interpretasi yang benar. Audit Trail: Semua langkah penelitian didokumentasikan secara rinci untuk memungkinkan penelusuran kembali dan verifikasi oleh peneliti lain. Etika Penelitian: Penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan prinsipprinsip etika penelitian. Informed consent diperoleh dari semua peserta sebelum pengumpulan data. Kerahasiaan dan anonimitas peserta dijaga dengan ketat. Peserta juga diberi hak untuk menarik diri dari penelitian kapan saja tanpa konsekuensi. Dengan pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif dan mendalam mengenai implementasi dan efektivitas inovasi pendidikan bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Darul Ulum Kota Banjar serta memberikan rekomendasi yang relevan untuk pengembangan lebih lanjut. Tabel 1. Desain Penelitian Aspek Penelitian Jenis Penelitian Lokasi Penelitian Subjek Penelitian Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisis Data Validitas dan Reliabilitas Etika Penelitian Deskripsi Penelitian Kualitatif dengan Desain Studi Kasus Madrasah Aliyah Swasta Darul Ulum Kota Banjar Guru bahasa Inggris dan siswa kelas XI dan XII Wawancara mendalam, observasi kelas, analisis Analisis tematik, analisis Triangulasi, member checking, audit trail Informed consent, kerahasiaan, anonimitas Teknik Pengumpulan Data: Wawancara Mendalam: Wawancara dilakukan dengan guru bahasa Inggris dan siswa untuk mendapatkan pandangan mereka tentang implementasi dan efektivitas inovasi pendidikan. Wawancara ini berfokus pada pengalaman, persepsi, dan tantangan yang dihadapi oleh para peserta. Observasi Kelas: Observasi dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana inovasi pendidikan diterapkan HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Darul Ulum Kota Banjar, dengan subjek penelitian yang terdiri dari guru bahasa Inggris dan siswa kelas XI dan XII. Berdasarkan hasil wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen, berikut adalah temuan utama Implementasi Inovasi Pendidikan: Madrasah Aliyah Darul Ulum Kota Banjar telah menerapkan beberapa inovasi dalam pengajaran bahasa Inggris. Inovasi ini mencakup penggunaan teknologi seperti aplikasi pembelajaran online, video pembelajaran, serta metode pengajaran baru seperti flipped classroom dan project-based learning. Guru-guru juga telah mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam menggunakan teknologi dan metode pengajaran yang inovatif. Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 2 Juli 2024 Efektivitas Inovasi Pendidikan: Hasil wawancara dengan guru dan siswa menunjukkan bahwa inovasi yang diterapkan telah memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran. Siswa merasa lebih termotivasi dan terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Mereka juga melaporkan peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, terutama dalam hal berbicara dan Guru juga merasakan peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam menyampaikan materi Kendala dalam Penerapan Inovasi: Meskipun ada dampak positif, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala dalam penerapan inovasi Kendala ini mencakup keterbatasan akses terhadap perangkat teknologi, kurangnya pelatihan lanjutan bagi guru, serta resistensi terhadap perubahan dari beberapa guru dan siswa. Selain itu, infrastruktur teknologi yang kurang memadai juga menjadi tantangan utama dalam penerapan inovasi ini. Pembahasan Implementasi Inovasi Pendidikan Inovasi dalam pengajaran bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Darul Ulum mencakup penggunaan teknologi dan metode pengajaran yang modern. Penggunaan aplikasi pembelajaran online dan video pembelajaran telah membantu siswa untuk belajar secara mandiri dan memperoleh akses ke materi pembelajaran yang beragam (Godwin-Jones, 2. Metode flipped classroom memungkinkan siswa untuk mempelajari materi di rumah dan menggunakan waktu kelas untuk diskusi dan praktik, sehingga meningkatkan interaksi dan keterlibatan siswa (Johnson et al. , 2. Efektivitas Inovasi Pendidikan Temuan penelitian menunjukkan bahwa inovasi yang diterapkan telah meningkatkan motivasi dan keterlibatan Hal ini sejalan dengan teori motivasi dalam pembelajaran bahasa asing yang menyatakan bahwa motivasi merupakan faktor penting dalam keberhasilan belajar bahasa (Krashen, 1. Selain itu, pendekatan komunikatif yang digunakan dalam metode pengajaran baru telah meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa secara praktis (Richards & Rodgers, 2. Interaksi dan umpan balik yang terjadi dalam kelas juga berkontribusi pada peningkatan kemampuan berbahasa siswa (Ellis, 2. Kendala dalam Penerapan Inovasi Kendala dalam penerapan inovasi pendidikan di Madrasah Aliyah Darul Ulum mencakup keterbatasan akses terhadap perangkat teknologi dan infrastruktur yang memadai. Kurangnya pelatihan lanjutan bagi guru juga menjadi kendala dalam penerapan metode pengajaran yang inovatif (Eade, 2. Resistensi terhadap perubahan dari beberapa guru dan siswa menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dalam mengelola perubahan dan membangun budaya pembelajaran yang inovatif (Fullan. Tabel 2. Ringkasan Hasil Penelitian Aspek Penelitian Temuan Utama Implementasi Penggunaan . plikasi Inovasi classroom dan project-based learning Efektivitas Inovasi Peningkatan motivasi dan keterlibatan siswa, peningkatan berbahasa Inggris . erbicara dan Kendala Penerapan Inovasi Keterbatasan pelatihan lanjutan, resistensi terhadap perubahan, infrastruktur teknologi yang kurang memadai. Kesimpulan dan Rekomendasi Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi pendidikan bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Darul Ulum telah memberikan dampak positif terhadap motivasi, keterlibatan, dan kemampuan berbahasa Inggris siswa. Namun, terdapat beberapa kendala yang perlu diatasi untuk meningkatkan efektivitas inovasi ini. Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut mencakup peningkatan akses terhadap perangkat teknologi, penyediaan pelatihan lanjutan bagi guru, dan penguatan infrastruktur teknologi. Selain itu, perlu adanya pendekatan yang komprehensif dalam mengelola perubahan dan membangun budaya pembelajaran yang inovatif. Dengan demikian, diharapkan inovasi pendidikan yang diterapkan dapat terus ditingkatkan dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Darul Ulum Kota Banjar. PENUTUP Simpulan Wanita memainkan peran yang sangat penting dalam periwayatan Hadits, baik dari segi kuantitas maupun kualitas kontribusinya. Mereka tidak hanya menjadi saksi langsung kehidupan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjaga dan menyampaikan ajaranajaran beliau dengan penuh kejujuran dan integritas. Tokoh-tokoh wanita seperti Aisyah binti Abu Bakar (RA). Ummu Salamah (RA), dan lainnya, memberikan kontribusi besar dalam menjaga tradisi ilmu Hadits dan menyebarkan ajaran Islam. Keberadaan mereka sebagai perawi Hadits telah diakui oleh para ulama, termasuk dalam kitab-kitab Hadits utama seperti Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Mereka tidak hanya meriwayatkan Hadits, tetapi juga memberikan penjelasan yang mendalam mengenai ajaran Islam, khususnya dalam konteks fiqh, tafsir, dan kehidupan sehari-hari. Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 2 Juli 2024 Pengakuan ulama terhadap kredibilitas wanita dalam periwayatan Hadits menunjukkan bahwa Islam memberikan penghargaan yang tinggi terhadap kemampuan intelektual dan kontribusi wanita. Oleh karena itu, peranan wanita dalam periwayatan Hadits tidak hanya menjadi bagian penting dari sejarah Islam, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga tradisi keilmuan Islam. Muslim. Imam. Sahih Muslim. Beirut: Dar alFikr, 2003. Ibn Hajar al-Asqalani. Al-IAbah f Tamyz alauAbah. Beirut: DAr al-Kutub al-AoIlmiyyah, 1995. Imam Nawawi. Tahdzib al-Asma' wa alLughat. Cairo: Maktabah al-Khanji, 2005. Syekh Muhammad al-Kandahlawi. Hayatus Shahabah. Karachi: Idara al-Arabiyyah, 983. Ainiyah. Siti. AuPeran Wanita dalam Keilmuan Islam: Kajian tentang Perawi Hadits Wanita. Ay Jurnal Studi Islam dan Sosial, vol. 7, no. 1, 2019. Nadwi. Abu al-Hasan. Saviours of Islamic Spirit. Lucknow: Academy of Islamic Research and Publications, 1975. Al-Bukhari. Muhammad bin Ismail. Sahih Al-Bukhari. Beirut: Dar al-MaAorifah, 1987. Ibn Hajar Al-Asqalani. Taqrib at-Tahdhib. Beirut: Dar al-Kutub al-AoIlmiyyah, 1996. As-Suyuthi. Jalaluddin. Tadrib al-Rawi fi Sharh Taqrib an-Nawawi. Beirut: Dar al-Fikr, 1996. Siddiqi. Muhammad Zubayr. Hadith Literature: Its Origin. Development, and Special Features. Cambridge: Islamic Texts Society, 1993. Al-Hakim An-Naisaburi. Al-Mustadrak ala As-Sahihain. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1990. Kajian Lebih Lanjut: Penelitian lebih mendalam tentang peran wanita dalam periwayatan Hadits perlu terus dilakukan, termasuk mengungkap tokoh-tokoh wanita lainnya yang mungkin belum dikenal secara luas. Penghargaan terhadap Peran Wanita: Diperlukan penguatan penghargaan terhadap kontribusi ilmiah wanita dalam sejarah Islam untuk meningkatkan kesadaran umat tentang pentingnya peran Peningkatan Pendidikan Islam untuk Wanita: Memberikan akses yang lebih luas Muslim keilmuan Islam agar mereka dapat meneruskan tradisi keilmuan yang sudah dirintis oleh generasi sebelumnya. Penerapan dalam Kehidupan Modern: Penting untuk mengambil inspirasi dari teladan para perawi wanita dalam Hadits memberdayakan wanita Muslim dalam berbagai bidang keilmuan dan kehidupan saat ini. DAFTAR PUSTAKA