8611 EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Pengaruh Viral Marketing. Brand Image. Dan Persepsi Harga Terhadap Minat Beli Kopi Kenangan (Studi Kasus Pada Kalangan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Meda. Stephen Simanjuntak1. Zulkarnain Siregar2 Universitas Negeri Medan . Indonesia E-mail: stephensimanjuntak43@gmail. com1, zulkarnainsiregar@unimed. Article History: Received: 31 Mei 2025 Revised: 01 Agustus 2025 Accepted: 22 Agustus 2025 Keywords: Viral Marketing. Brand Image. Price Perception. Purchase Interest. Kopi Kenangan PENDAHULUAN Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Viral Marketing. Brand Image, dan Price Perception terhadap Purchase Interest pada Kopi Kenangan. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan 2021Ae2023 mengonsumsi Kopi Kenangan sebanyak 1. 630 orang. Responden yang terpilih sebanyak 130 orang dengan menggunakan rumus Hair. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan analisis data menggunakan Multiple Linear Regression dengan program SPSS 27. 0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Viral Marketing. Brand Image, dan Price Perception berpengaruh signifikan terhadap Purchase Interest, ditunjukkan dengan nilai F-hitung sebesar 79,700 > F-tabel 2,68 dan taraf signifikansi 0,001 < 0,05. Koefisien determinasi (RA) sebesar 0,647 yang berarti sebesar 64,7% variasi Purchase Interest dipengaruhi oleh ketiga variabel bebas tersebut, sedangkan sisanya sebesar 35,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Secara parsial. Pemasaran Viral . ilai T = 3,. dan Persepsi Harga . ilai T = 15,. berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli. Namun. Citra Merek . ilai T = 0,338 < T tabel 1,. tidak berpengaruh Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Pemasaran Viral dan Persepsi Harga berpengaruh positif terhadap Minat Beli Kopi Kenangan di kalangan mahasiswa, sedangkan Citra Merek tidak berpengaruh. Kopi telah menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya sebagai minuman penyemangat, tetapi juga sebagai simbol gaya hidup, terutama di kalangan generasi muda dan mahasiswa. Perubahan pola konsumsi ini didorong oleh berkembangnya budaya ngopi di kedai modern yang menawarkan lebih dari sekadar minuman, tetapi juga suasana dan pengalaman sosial. Salah satu brand yang muncul kuat di tengah fenomena ini adalah Kopi a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Kenangan, dengan konsep grab-and-go dan strategi pemasaran digital yang agresif. Meskipun strategi Viral Marketing telah diterapkan melalui media sosial, data penjualan Kopi Kenangan menunjukkan tren penurunan sejak 2023. Hal ini memunculkan pertanyaan apakah kampanye viral yang dilakukan mampu menciptakan minat beli yang berkelanjutan. Di sisi lain, citra merek (Brand Imag. juga memainkan peran penting dalam membentuk minat beli konsumen. Konsumen generasi muda sangat dipengaruhi oleh opini online seperti ulasan dan pengalaman pelanggan lainnya (Hidayat & Simanjorang, 2. Namun, komentar negatif yang tersebar di media sosial terhadap Kopi Kenangan menunjukkan bahwa Brand Image yang baik belum sepenuhnya terbentuk. Selain itu, persepsi harga juga menjadi pertimbangan penting dalam keputusan pembelian, khususnya di kalangan mahasiswa. Mereka cenderung mencari produk yang dinilai sepadan dengan harganya (Hasibuan & Siregar, 2. Ketika harga tidak sesuai dengan ekspektasi, maka minat beli dapat menurun. Penelitian terdahulu mendukung pentingnya ketiga variabel ini. (Prayogo et al. , 2. menemukan bahwa Brand Image dan Viral Marketing berpengaruh positif terhadap minat beli. (Herinama & Setiawan, 2. menambahkan bahwa persepsi harga juga berpengaruh signifikan dalam pengambilan keputusan pembelian. Berdasarkan masalah-masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang pengaruh Viral Marketing. Brand Image, dan Persepsi Harga terhadap Minat Beli terhadap produk Kopi Kenangan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan. LANDASAN TEORI Minat Beli Minat beli merupakan keinginan konsumen untuk membeli suatu produk setelah melalui proses pertimbangan dan evaluasi. Menurut Ferdinand dalam Faradiba dan Astuti . , minat beli dapat diukur melalui empat indikator, yaitu minat transaksional, referensial, preferensial, dan (Schiffman & Kanuk, 2. menambahkan bahwa minat beli berkaitan erat dengan sikap konsumen terhadap produk dan kepercayaannya terhadap merek. Minat beli tidak serta-merta mencerminkan tindakan pembelian aktual, tetapi merupakan tahapan awal yang penting dalam proses keputusan pembelian (Azman & Riski, 2. Viral Marketing Viral Marketing adalah bentuk strategi pemasaran yang memanfaatkan media sosial dan jaringan internet untuk menyebarkan pesan promosi secara cepat dan luas. (Kotler & Armstrong, 2. menyatakan bahwa Viral Marketing merupakan bentuk komunikasi elektronik dari mulut ke mulut . -WOM) yang memungkinkan konsumen untuk menyebarkan informasi pemasaran kepada orang lain secara sukarela. (Kaplan & Haenlein, 2. mengidentifikasi tiga elemen utama dalam keberhasilan pemasaran viral, yaitu messenger . embawa pesa. , message . si pesa. , dan environment . ingkungan penyebara. Viral Marketing yang efektif menciptakan daya tarik emosional, informasi yang berkesan, dan peluang untuk dibagikan dengan mudah oleh konsumen. Brand Image Brand Image merujuk pada persepsi dan asosiasi konsumen terhadap suatu merek. Menurut (Kotler & Armstrong, 2. , citra merek adalah sekumpulan persepsi yang tertanam dalam a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 pikiran konsumen, yang terbentuk dari pengalaman langsung maupun tidak langsung terhadap suatu produk. Biel dalam (Li. Wang, & Cai, 2. menyatakan bahwa Brand Image terdiri dari tiga komponen utama, yaitu citra perusahaan . orporate imag. , citra konsumen . onsumers imag. , dan citra produk . roduct imag. Brand Image yang kuat dapat menciptakan diferensiasi, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan menjadi faktor pendorong utama dalam keputusan pembelian (Tjiptono, 2. Persepsi Harga Persepsi harga adalah bagaimana konsumen menilai harga suatu produk, apakah dianggap mahal, wajar, atau murah berdasarkan nilai yang mereka terima. Menurut (Kotler & Armstrong, 2. persepsi harga tidak hanya dilihat dari nominal, tetapi juga dari kualitas, manfaat, dan pengalaman yang diperoleh. (Schiffman & Kanuk, 2. mengemukakan bahwa persepsi harga dipengaruhi oleh dua faktor: persepsi selisih harga dan referensi harga. Sementara (Tjiptono, 2. menekankan bahwa persepsi harga memiliki dua fungsi utama dalam pengambilan keputusan, yaitu sebagai alat alokasi dan informasi bagi konsumen. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yang terdiri dari viral marketing, brand image, dan persepsi harga terhadap variabel terikat yaitu minat beli. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan pada bulan Maret 2025, dengan populasi sebanyak 630 mahasiswa dari angkatan 2021 hingga 2023 yang telah mengonsumsi produk Kopi Kenangan. Penentuan sampel dilakukan menggunakan rumus Hair dengan pendekatan 10 kali jumlah indikator, sehingga diperoleh 130 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner tertutup yang disusun dalam skala Likert 5 poin, mulai dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju. Kuesioner tersebut disusun berdasarkan indikator-indikator dari masing-masing variabel dan telah melalui uji validitas menggunakan korelasi Product Moment serta uji reliabilitas dengan CronbachAos Alpha untuk memastikan keandalan instrumen. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan software SPSS. Analisis yang dilakukan mencakup uji validitas dan reliabilitas instrumen, uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisita. , serta analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh secara simultan maupun parsial. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis melalui uji t untuk mengetahui pengaruh parsial masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen, serta uji F untuk melihat pengaruh secara simultan. Uji koefisien determinasi (RA) digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh ketiga variabel bebas terhadap variabel minat beli. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Karakteristik a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Peneliti mengumpulkan data dari 130 responden mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan dengan menggunakan kuesioner. Dari hasil eksplorasi terhadap identitas responden, ditemukan sebagai berikut: Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Sumber: Instrumen Penelitian Table 1. Jenis Kelamin Jumlah . Persentase (%) Sebagian besar responden adalah perempuan yaitu sebesar 66%, sedangkan laki-laki sebanyak 34%. Hal ini menunjukkan bahwa dominasi konsumen Kopi Kenangan di kalangan mahasiswa cenderung berasal dari perempuan. Table 2. Responden Bedasarkan Angkatan (Stambu. Stambuk Jumlah . Persentase (%) Total Sumber: Instrumen Penelitian Penyebaran responden dari angkatan 2021 hingga 2023 cukup merata, dengan distribusi terbesar dari angkatan 2021 dan 2022. Uji Validitas Pengujian validitas dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan rtabel . ,1. Seluruh indikator dari keempat variabel memiliki rhitung > rtabel, sehingga semua item dinyatakan Uji Reliabilitas Berdasarkan uji CronbachAos Alpha, keempat variabel memiliki nilai di atas 0,6, sehingga kuesioner dinyatakan reliabel. Variabel Minat Beli Viral Marketing Brand Image Persepsi Harga Sumber: Instrumen Penelitian Table 3. Uji Reliabilitas CronbachAos Alpha Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Uji Asumsi Klasik Table 4. Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Monte Carlo Sig. - Sig. Interval Confidence Lower Bound Upper Bound . Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Lilliefors' method based on 10000 Monte Carlo samples with starting seed 2000000. Sumber: Kuesioner Yang Diolah dari SPPS27 Berdasarkan hasil pada tabel di atas, nilai Asymp. Sig. -taile. 200 > 0. Maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dan telah memenuhi asumsi klasik untuk regresi linear. Table 5. Uji Multikolinearitas Model Unstandardized Coefficients (Consta Viral Marketing Brand Image Persepsi Harga Std. Error Coefficientsa Stand Coeffici Beta Sig. Collinearity Statistics Toleran Dependent Variable: Minat Beli Sumber: Kuesioner Yang Diolah dari SPPS27 Nilai Tolerance pada seluruh variabel independen > 0,10 dan nilai VIF < 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas dalam model regresi. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Gambar 1. Scatterplot Regresi Standar Residu Berdasarkan hasil scatterplot residual, tidak tampak pola tertentu yang mengindikasikan Oleh karena itu, model regresi memenuhi asumsi homoskedastisitas. Uji Regresi Linear Berganda Uji regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial dari beberapa variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam konteks ini, uji dilakukan terhadap variabel Brand Image (XCA). Harga (XCC), dan Kualitas Produk (XCE) terhadap Minat Beli (Y). Table 6. Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Viral Marketing Brand Image Persepsi Harga Dependent Variable: Minat Beli Sumber: Kuesioner Yang Diolah dari SPPS27 Standardized Coefficients Beta Sig. Regresi linier menghasilkan persamaan: Y = 4,868 0,188XCA 0,015XCC 0,898XCE e Dimana: C XCA = Viral Marketing C XCC = Brand Image C XCE = Persepsi Harga Interpretasi: ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Viral Marketing (XCA) berpengaruh positif dan signifikan (Sig. = 0,. Brand Image (XCC) tidak berpengaruh signifikan (Sig. = 0,. Persepsi Harga (XCE) berpengaruh sangat signifikan (Sig. < 0,. Uji Hipotesis Berikut Hasil Uji t pada penelitian : Table 7. Uji t (Parsia. Coefficients Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Viral Marketing Brand Image Persepsi Harga Dependent Variable: Minat Beli Sumber: Kuesioner Yang Diolah dari SPPS27 Standardized Coefficients Beta Sig. Interpretasi: Viral Marketing (XCA) dan Persepsi Harga (XCE) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli (Y). C Brand Image (XCC) tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Minat Beli Table 8. Hasil Uji F ANOVA Model Sum Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: Minat Beli Predictors: (Constan. Persepsi Harga. Viral Marketing. Brand Image Sumber: Kuesioner Yang Diolah dari SPPS27 Karena Fhitung > Ftabel . ,700 > 2,. dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, maka secara simultan ketiga variabel independen (Viral Marketing. Brand Image. Persepsi Harg. berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli. Table 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summary a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Persepsi Harga. Viral Marketing. Brand Image Sumber: Kuesioner Yang Diolah dari SPPS27 Nilai R Square sebesar 0,655 menunjukkan bahwa 65,5% variasi Minat Beli dapat dijelaskan oleh variabel Persepsi Harga. Viral Marketing, dan Brand Image. Sisanya 34,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model, seperti kualitas pelayanan dan preferensi pribadi. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,647 mengoreksi jumlah variabel prediktor dan menegaskan bahwa model regresi ini memiliki kemampuan prediksi yang cukup baik. Pembahasan Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh Viral Marketing (X. Brand Image (X. , dan Persepsi Harga (X. terhadap Minat Beli (Y) pada produk Kopi Kenangan di kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda dan bantuan software SPSS 27. 0 for Windows. Berikut pembahasan berdasarkan hasil analisis Pengaruh Viral Marketing Terhadap Minat Beli Kopi Kenangan Pada Kalangan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan Analisis uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel Viral Marketing terhadap Minat Beli. Dalam penelitian ini, uji t digunakan untuk menguji apakah strategi Viral Marketing yang diterapkan oleh Kopi Kenangan memiliki dampak pada minat beli mahasiswa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Viral Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli, yang dibuktikan dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05 . ,001 < 0,. dan nilai t hitung sebesar 3,272 yang melebihi t tabel yaitu 1,657. Oleh karena itu, secara parsial dapat disimpulkan bahwa semakin efektif strategi Viral Marketing yang dijalankan, semakin besar pula minat beli mahasiswa terhadap produk Kopi Kenangan. Pengaruh Brand Image Terhadap Minat Beli Kopi Kenangan Pada Kalangan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Brand Image tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap Minat Beli, terlihat dari nilai t hitung sebesar 0,338 yang lebih kecil dari t tabel yaitu 1,657, serta nilai probabilitas 0,736 pada tingkat signifikansi 5%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Brand Image tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Minat Beli. Pengaruh Persepsi Harga Terhadap Minat Beli Kopi Kenangan Pada Kalangan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa variabel Persepsi Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli, dengan nilai thitung = 15,047 > ttabel 1,657 dan probabilitas sebesar 0,001 pada tingkat signifikan 5%. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa variabel Persepsi Harga memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Minat Beli. Pengaruh Viral Marketing. Brand Image dan Persepsi Harga Secara Bersamasama Terhadap Minat Beli Kopi Kenangan Pada Kalangan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, ditemukan bahwa Viral Marketing. Brand Image, dan Persepsi Harga secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli Kopi Kenangan, dengan nilai F hitung sebesar 79,700 . ebih besar dari F tabel sebesar 2,. , serta tingkat signifikansi 0,001 < 0,05. Artinya, ketiga variabel independen ini secara simultan memberikan kontribusi yang nyata terhadap peningkatan minat beli mahasiswa terhadap produk Kopi Kenangan. Adapun nilai R Square sebesar 0,647 menunjukkan bahwa 64,7% variasi minat beli dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sementara sisanya 35,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Viral Marketing. Brand Image, dan Persepsi Harga terhadap Minat Beli Kopi Kenangan pada kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Viral Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Strategi penyebaran konten melalui media sosial efektif dalam menarik perhatian dan meningkatkan minat beli konsumen. Brand Image berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Citra merek yang kuat dan unik, termasuk penamaan produk dan desain outlet yang menarik, meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen muda. Persepsi Harga juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Mahasiswa lebih tertarik membeli produk ketika harga dianggap sepadan dengan kualitas yang Secara simultan, ketiga variabel tersebutAiViral Marketing. Brand Image, dan Persepsi HargaAiberpengaruh signifikan terhadap minat beli. Kombinasi strategi ini terbukti efektif dalam mempengaruhi keputusan pembelian mahasiswa terhadap produk Kopi Kenangan. DAFTAR REFERENSI Azman. , & Riski. Pengaruh Atmosphere Ritel Terhadap Keinginan Membeli Masyarakat Di Kota Padang. Jurnal Ekonomi, 21. , 196Ae212. Hasibuan. , & Siregar. Pengaruh Kualitas Produk Dan Persepsi Harga Terhadap Minat Beli Smartphone. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian, 4. , 198Ae203. Herinama. , & Setiawan. Pengaruh Viral Marketing. Experiential marketing Dan Persepsi Harga Terhadap Minat Beli Ulang produk Mixue Ice Cream &. Tea Pada gen Jurnal Manajemen, 10. , 18Ae30. https://doi. org/10. 54964/manajemen. Hidayat. , & Simanjorang. Pengaruh Brand Imagedan Harga Terhadap Minat Beli Konsumen Belangganan Video On Demand Netflix Di Kota Medan(Studi Pada Mahasiswa Kota Meda. Neraca : Jurnal Ekonomi. Manajemen Dan Akuntansi, 3, 709Ae718. Kaplan. , & Haenlein. Two hearts in three-quarter time: How to waltz the social media/viral Business Horizons, 54. , 253Ae263. https://doi. org/10. 1016/j. Kotler. , & Armstrong. Prinsip-Prinsip Pemasaran . th ed. Vol. Jakarta: Erlangga. Li. Wang. , & Cai. Corporate-, product-, and user-image dimensions and purchase intentions: The mediating role of cognitive and affective attitudes. Journal of Computers, 6. , 1875Ae1879. https://doi. org/10. 4304/jcp. Prayogo. Fauzi. Bagaskoro. Alamsyah. Tonda. Hafidz. A Wijaya, . Pengaruh Brand Image. Viral Marketing dan Brand Awareness Terhadap Minat Beli Konsumen. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 1. , 754Ae763. https://doi. org/10. 38035/jim. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Schiffman. , & Kanuk. Perilaku Konsumen . th ed. Jakarta: Indeks Gramedia Grup. Tjiptono. Service. Quality & Satisfaction. Yogyakarta: Andi. ISSN : 2828-5298 .