Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 6 . , 2026 p-ISSN: 2774-6291 e-ISSN: 2774-6534 Available online at http://cerdika. id/index. php/cerdika/index Strategi Pengelolaan Agrowisata Berkelanjutan Menggunakan Interpretive Structural Modeling pada Waibu Agro Edu Tourism Donatius Wesapla*. Basa Rumahorbo. Frans Asmuruf Universitas Cenderawasih. Indonesia Email: donatiuswesapla@gmail. Keywords: Sustainable Management. Agrotourism. Strategy. ISM. Kata Kunci: Pengelolaan Berkelanjuta. Agrowisata. Strategi. ISM. Abstract The current trend of increasing agrotourism development shows a rapidly growing market and tourists are seeking authentic experiences with The uniqueness of agrotourism creates a different atmosphere and experience that are the result of good management. This study aims to analyze the management carried out and develop a sustainable management strategy through the role of the government, involved institutions, and the main needs of the program at Waibu Agro Edu Tourism. The research method uses a qualitative approach that analyzes strategies with Interpretive Structural Modeling (ISM). The results show that the service process continues despite limitations in terms of human resources and supporting facilities. The role of the government as a facilitator is essential to establish cooperation between managers by evaluating and determining urban spatial planning through regulation, promotion, and empowerment. The role of institutions, including government, traditional institutions. NGOs, and universities, determines the sustainability of management through collaboration. Clear and structured organizational management has a positive impact on satisfaction with sustainable services. The implications of this research contribute to the development of an integrated agrotourism management model that involves various stakeholders. Abstrak Tren peningkatan perkembangan agrowisata saat ini menunjukan pasar yang berkembang pesat dan wisatawan mencari pengalaman autentik,dengan aktivitas. Keunikan agrowisata menciptakan suasana dan pengalaman berbeda yang merupakan hasil dari pengelolaan yang baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan yang dilakukan dan menyusun strategi pengelolaan berkelanjutan melalui peran pemerintah, lembaga yang terlibat, dan kebutuhan utama program di Waibu Agro Edu Tourism. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang menganalisis strategi dengan Interpretive Structural Modeling (ISM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelayanan tetap berjalan meskipun masih terdapat keterbatasan dari segi sumber daya manusia dan sarana Peran pemerintah sebagai fasilitator sangat diperlukan untuk menjalin kerja sama antarpengelola dengan melakukan evaluasi dan menentukan tata ruang kota melalui regulasi, promosi, dan pemberdayaan. Peran lembaga, baik pemerintah, lembaga adat. LSM, maupun perguruan tinggi, menentukan keberlanjutan pengelolaan melalui kerja sama. Manajemen organisasi yang jelas dan terstruktur berdampak positif terhadap kepuasan pelayanan secara berkelanjutan. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model pengelolaan agrowisata terpadu yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. PENDAHULUAN Tren peningkatan perkembangan agrowisata saat ini menunjukan pasar yang berkembang pesat dan wisatawan mencari pengalaman autentik, dengan aktivitas (Aziz et al. , 2025. Darmawan et al. , 2. Prinsip agrowisata berkelanjutan merupakan kegiatan memanfaatkan potensi pertanian sebagai objek wisata, baik dalam hal suasana wisata alam, keanekaragaman, teknologi pertanian, serta budidaya pertanian (Andini, 2. Pengembangan desa melalui pembuatan agro edu wisata ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat atas potensi desa yang dimiliki, mempercepat pembangunan desa, serta menciptakan sinergi antara akademisi, pemerintah dan masyarakat dalam pengembangan ekonomi lokal (Garnia,2. Di Sidoarjo Jawa Timur, telah menerapkan empat fungsi utama manajemen agrowisata, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, serta empat paket edukasi, dengan Tanam. Olahan. Edukasi Vegetatif, dan Hidroponik (Ariq, 2. Artinya strategi pengembangan produk agrowisata tidak hanya pada komoditas tertentu, tetapi juga diversifikasi produknya berupa atraksi, serta memiliki daya saing dalam harga sehingga dapat menarik wisatawan (Suhartawan , 2. Sistem struktural agrowisata terdiri dari sub sistem objek wisata, sarana dan prasarana pariwisata, promosi dan penerangan pariwisata, serta wisatawan (Muhammad, 2. Dalam pengelolaan mempunyai kendala dan tantangan tersendiri, yang harus dikerjakan secara bersama. Penelitian Ali, . , ditemukan bahwa atraksi, amenitas dan aksesibilitas yang perlu diprioritaskan agar dapat menarik wisatawan secara maksimal perlu ditingkat dengan melalui kerjasama pemerintah dan pengelolaan. Pramanti, . Partnership dalam pengelolaan sesuai dengan prinsip keadilan, efektifitas tetapi kcenderungan segi kualitas pelayanan dan pemahaman etika pengelola juga menjadi perhatian. Selanjutnya potensi alam yang menarik baik peternakan dan pertanian namun ada faktor lain yang menghambat sumber daya manusia menjadi hal utama dalam pengembangan pengelolaan, maka strategi kerja sama antara pengelola dan pemerintah akan mendorong agrowisata berkelanjutan (Angraini, 2. Masih banyak permasalahan yang masih terdapat pada pengelolaan dalam hal pembebasan lahan kerja sama antara kelembagaan serta daya tarik wisata (Faradin,2. Waibu Agro Edu Tourism merupakan pusat edukasi wisata yang berfokus pada pertanian, peternakan, dan perikanan (Amarilys, 2022. Setiawan et al. , 2. Nama Waibu dari Waibu Agro Edu Tourism bukan hanya nama Distrik di Jayapura tersebut, tetapi juga kepanjangan dari Wajah Indonesia Baru (WAIBU) yang dibuka pada tahun 2023. Waibu Agro Edu Tourism menawarkan sejumlah fasilitas modern, termasuk indoor farming, hidroponik, garden bed, perkebunan, ladang jagung, rumah produksi benih jagung unggul, peternakan ayam pedaging, kolam apung, dan bioflok. Semua fasilitas ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman praktis kepada anak muda hingga masyarakat Papua mengenai sektor pertanian, peternakan, dan perikanan (Fenetiruma et al. , 2022. Mendrofa et al. , 2025. Suryawan, 2. Urgensi penelitian ini didasarkan pada pentingnya memastikan keberlanjutan pengelolaan dan pengembangan potensi Waibu Agro Edu Tourism sebagai pusat edukasi pertanian, peternakan, dan perikanan di Papua. Pengelolaan yang efektif dalam perencanaan dan pelaksanaan agrowisata memerlukan sumber daya yang berkualitas. Tantangan yang ada mencakup keterbatasan dalam memanfaatkan kekuatan internal, peran kelembagaan dalam mendukung fasilitas wisata, pengelolaan sumber daya manusia, dan promosi, serta ancaman eksternal seperti perubahan preferensi wisatawan yang dapat dikontrol melalui penyusunan strategi yang tepat. Penelitian bertujuan memastikan keberlanjutan pengelolaan dan pengembangan potensinya sebagai pusat edukasi. Agar pengelolaan yang efektif dalam perencanaan dan pengelolaan agrowisata lebih lanjut dilakukan oleh sumber daya yang berkualitas. Sehingga tantangan yang ada mencakup keterbatasan dalam memanfaatkan kekuatan internal dan peran kelembagaan dalam mendukung fasilitas wisata, pengelolaan sumber daya manusia, dan promosi, serta ancaman eksternal seperti perubahan preferensi wisatawan dapat dikontrol melalui penyusunan strategi. METODE Waktu dan Tempat Penelitian ini berlokasi di Kampung kwadeare Distrik Waibu Kabupate Jayapura. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Januari -Februari 2026 dengan mengambil data secara langsung ke Pengelola Waibu Agro Edu Tourism. Jenis dan Sumber Data Sumber data terdiri dari, data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung dari subjek penelitian. Dalam hal ini, peneliti memperoleh data atau informasi dengan menggunakan instrument kuesioner yang telah ditetapkan. Data sekunder berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip . ata dokumente. yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Dalam penelitian ini data sekunder didapat dari studi literatur maupun pihak-pihak yang berkaitan dengan penelitian ini. Penentuan Wilayah Sampel Wilayah sampel ditentukan mulai 2 tahap dengan rangkaian sebagai berikut: Responden pihak pengelola Agrowisata Waibu Agro Edu Tourism. Responden pakar . yang dilibatkan dipilih secara purposive sampling, dengan pertimbangan bahwa responden pakar adalah pelaku . ndividu atau lembag. yang memengaruhi pengambilan kebijakan, baik langsung maupun tidak langsung. Ada 6 yakni . dinas pertanian, 2. parawisata, 3. dinaas perikanan, 4. dinas pendidikan, 5. dinas pekerjaan umum, 6. pakar dosen perguruan tinggi. Analisis Data Untuk mengetahui strategi data akan dianalisis menggunakan metode analisis sistem kelembagaan dengan teknik (Interpretive Structural Modelin. ISM. Teknik ini bertujuan untuk menganalisis kelembagaan yang digunakan agar dapat memperoleh data berupa kesimpulan pendapat dari pakar penulis waktu menjawab tentang keterkaitan antar elemen yang berperan secara dominan guna memperoleh strategi. Tahapan dalam hierarki dibagi menjadi dua bagian, yaitu penyusunan hierarki dan klasifikasi elemen (Eriyatno 2. Analisis kebijakan dilakukan untuk mempengaruhi sistem agar sesuai dengan apa yang Menurut Pigai . , dua tahapan analisis kebijakan analisis dan kebijakan Pengembangan kebijakan alternatif adalah suati proses berfikir kreatif menciptakan ide-ide baru untuk mempengaruhi sistem agar mencapai tujuan yang diinginkan baik dengan mengubah parameter maupun struktur modelnya. Sedangkan analisis kebijakan alternatif dilakukan untuk memilih satu kebijakan terbaik dari beberapa alternatif kebijakan yang ada dengan mempertimbangkan perubahan sistem lama ke sistem baru serta perubahan ke depan. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses Pengelolaan Agrowisata Standar SOP (Standard Operating Procedure ) pelaksanaannya mencakup prapelaksanaan . , pelaksanaan . elayanan atau edukas. , dan pasca-pelaksanaan . Hal ini meningkatkan kualitas produk, keamanan dan kepuasan reservasi dan booking penerima mencatat pengunjung. pelayananl sering berjalan dengan baik dengan tarif yang telah ditentukan, baik dari instansi, lembaga, atau kelompok. sisi lain, masih kurang dalam sumberdaya manusia dan fasilitas penunjang lain. Hal tersebut kadang menghalang, namun persiapan fasilitas dalam memastikan area edukasi, alat pertanian, tempat parkir, dan lainnya dimaksimalkan dengan baik, sehingga dipandu dipandu briefing sesuai tugas . emandu, petugas lapanga. meski kurang. Gambar 1. Kegiatan Dalam Waibu Agro Edu Tourism Sumber : Dokumen Waibu Agro Edu Tourism 2026 Strategi Peran Pemerintah Peran pemerintah dalam pengelolaan sumber daya hayati dan nonhayati yang merupakan kekayaan atau aset daerah. Pada table Elemen peran pemerintah dalam pengelolaan berkelanjutan diidentifikasi menjadi 8 subelemen seperti disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Elemen peran pemerintah Sub Elemen Penyediaan infrastruktur dan Fasilitas (PIF) Pengaturan dan promosi (PP) Fasilitasi kerjasama dan kemitran (FKSK) Pemberdayaan dan pendampingan (PPe. Pengawasan dan evaluasi (PE) Pengembangan Produk dan potensi. Pemetaan tata ruang kawasan agrowisata (PTRKA) 8 Prioritas rencana strategis (PRS) Interpretatif Structure Modeling (ISM) dalam pengelolaan berkelanjutan Gambar 2. Diagram hirarki elemen peran pemerintah Berdasarkan hasil Analisis Berdasarkan hasil Analisis Interpretatif Structure Modeling (ISM) Terhadap masingmasing sub elemen terstruktur hirarki pada gambar 1. dalam strategi pengelolaan berkelanjutan agrowisata Waibu Agro Edu Tourism terdapat 3 level. Pada struktur ini terlihat bahwa terdapat tiga elemen kunci yang berdampak terhadap keberlanjutan, yakni pengawasan evaluasi, pemetaan tata ruang kawasan dan prioritas rencana strategis. Peran pemerintah dalam pengawasan dan evaluasi hal krusial memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana dengan meningkatkan tindakan aktif. strategi pengembangan dan pengelolaan Agrowisata strategi yang telah diperoleh dan melakukan evaluasi secara berkala untuk merinci secara tepat dan jelas (Harwadi, 2. Dengan demikian, mengatur penggunaan lahan secara terintegrasi mendukung pembangunan nasional, ketahanan pangan dan mitigasi bencana. Ini melibatkan penataan kawasan strategis . konomi, sosial, lingkunga. untuk memastikan keserasian pembangunan dan efisiensi ruang. Pemanfaatan sumber daya lahan, air, dan bahan tanaman untuk usaha produksi bersifat lestari, menghasilkan produk pertanian secara ekonomis dan menguntungkanmerupakan prinsip berkelanjutan berarti usaha pertanian dapat dilaksanakan pada sumber daya lahan yang bersangkutan secara terus-menerus dan menguntungkan (Sudaryanyo, 2. Lembaga Terkait Dalam Pengelolaan Lembaga terkait Agroeduwisata melibatkan kolaborasi pemangku kepentingan antara pemerintah, akademisi, dan swasta serta masyarakat agar tetap berjalan memanfaatkan segala sumber daya. Elemen lembaga yang terkait dengan pengelolaan berkelanjutan diidentifikasi menjadi 12 subelemen dan disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Elemen lembaga Sub Elemen Badan perencanaan pembangunan daerah (BPPD) Dinas Pertanian (DPe. Bapelda (B) Dinas pariwisata (DPa. Dinas Perikanan (Disperi. Dinas pekerjaan umum (DPU) Perguruan Tinggi (PT) Kepala suku/ondo (KSO) Camat/Lurah/ (CL) Lembaga masyarakat adat (LMA) Pemerintah Kampung (PK) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Analisis Interpretatif Structure Modeling (ISM) Gambar 3. Diagram hirarki elemen lembaga terkait program dalam pengelolaan Berdasarkan hasil Analisis Interpretatif Structure Modeling (ISM) terhadap masingmasing sub elemen terstruktur hirarki pada Gambar 2, dalam strategi pengelolaan berkelanjutan agrowisata Waibu Agro Edu Tourism terdapat 7 level level. Gambar diagram hirarki peran lembaga terlihat sebagai elemen kunci Adalah pemerintah kampung. Peran pemerintah kampung meliputi penyelenggaraan pemerintahan kampung dan pemberdayaan masyarakat dan adat budaya menjadi salah satu daya tarik wisata. Melalui pengelolaan aset dan ketertiban di wilayah kerja. Pada wisata Waibu Agro Edu Tourism, jika di malam hari kurang kondusif, maka pembinaan dan ketertiban mendukung pengelolaan berkelanjutan agrowisata. Selanjutnya disusul dinas-dinas, baik yang terlibat secara langsung . inas pertanian, perikanan, pariwisata, serta dinas pekerjaan umu. sebagai pembantu, maupun yang secara tidak langsung memberikan pelayanan akses yang memadai. Kemudian dinas perancangan, lembaga adat, perguruan tinggi sebagai penilai setiap perkembangan waktu agar lebih baik dari Kabutuan Program Pengelolaan agrowisata Waibu Agro Edu Tourism membutuhkan pendekatan terintegrasi yang melibatkan perencanaan, pembangunan sarana infrastruktur, diversifikasi produk, pemasaran digital serta partisipasi dan keaktifan dalam keberlanjutan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Strategi untuk mengembangkan agrowisata meliputi peningkatan fasilitas, peningkatan layanan, promosi merek, diversifikasi produk, dan berkolaborasi dengan agen perjalanan yang ada dalam pengelolaan keberlanjutan (Purba, 2. Sub elemen kebutuhan dalam pengelolaan diidentifikasi menjadi 10 sub elemen, seperti disajikan pada Tabel 3. Elemen kebutuhan program dalam pengelolaan berkelanjutan Sub Elemen Sumber Daya Alam (SDA) Sumber Daya Manusia (SDM) Infrastruktur dan Sarana Pendukung (ISP) Atraksi dan Aktivitas Wisata (AAW) Manajemen dan Organisasi (MO) Pemasaran dan Promosi (PP) Regulasi dan Legalitas (RL) Keterlibatan Pemuda Masyarakat (KPK) Monitoring dan Evaluasi (ME) Kemitraan dan Dukungan Eksternal (KDE) Analisis Interpretatif Structure Modeling (ISM) Gambar 4. Diagram hirarki elemen kebutuhan program dalam pengelolaan Berdasarkan hasil Analisis Interpretatif Structure Modeling (ISM) Terhadap masingmasing sub elemen terstruktur hirarki pada gambar 4. dalam strategi pengelolaan berkelanjutan agrowisata Waibu Agro Edu Tourism terdapat 7 level. Pada kebutuhan program pada Gambar 3, susunan hierarki yang menjadi faktor utama adalah manajemen dan organisasi, disusul level kedua keterlibatan anak muda, dan selanjutnya sumber daya serta promosi dan pemasaran. Manajemen dan organisasi sangat penting di dalam pengelolaan berkelanjutan di Waibu Agro Edu Tourism ke depan. Manajemen yang baik dan transparan secara tidak langsung mampu mencapai tujuan bersama secara efisien, meningkatkan sumber daya . anusia, finansial, materia. , kemudian meningkatkan produktivitas serta beradaptasi dengan perubahan yang akan ada. Tanpa manajemen yang terstruktur, organisasi akan kehilangan arah, dan sulit mencapai kinerja pelayanan yang berdampak manajemen umum, bagian ini bertanggung jawab atas perencanaan strategis, pengambilan keputusan, dan koordinasi keseluruhan. Ini bisa termasuk direktur atau manajer utama yang mengawasi seluruh operasional (Nawawi dan fitriani, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, maka kesimpulan, proses pelayanan tetap jalan meski kurang dari segi sumberdaya manusia dan sarana penunjang lain. Sehingga peran pemerintah sebagai fasilitator untuk kerja sama dengan evaluasi dan menentukan langkah strategis melalui regulasi, pemetaan tata ruang kota, promosi dan pemberdayaan. Dalam pengelolaan perhatian stakeholder, para pemangku kepentingan dari pemerintah daerah melalui pemerintah kampung dan dinas pertanian, perikanan, peternakan, dan pariwisata serta lembaga adat. LSM. Investor menjadi penentu keberlanjutan pengelolaan. Pengelolaan manajemen dan organisasi juga menjadi faktor penting di dalam pengelolaan berkelanjutan di Waibu Agro Edu Tourism. Manajemen yang baik mampu mencapai tujuan bersama secara efisien meningkatkan sumber daya serta meningkatkan pelayanan memerlukan manajemen organisasi yang terorganisir agar REFERENSI