1033 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 PERAN DINAS PARIWISATA KABUPATEN LOMBOK TENGAH DALAM MENGEMBANGKAN DESA WISATA AIK BERIK Oleh Cindy Aulia Putri1. Mahmudah Budiatiningsih2. Baiq Nikmatul Ulya3 1,2,3 Program Studi D3 Pariwisata. Fakultas Ekonomoni dan Bisnis. Universitas Mataram Email : 1cindyauliap2004@gmail. com, 2mahmudahb@unram. bn_ulya@unram. Article History: Received: 13-11-2024 Revised: 17-11-2024 Accepted: 19-11-2024 Keywords: Desa Aik Berik. Desa Wisata. Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah. Peran. Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah dalam pengembangan Desa Wisata Aik Berik. Kecamatan Batukliang Utara. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri atas wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata di Desa Aik Berik. Peran Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah adalah memberikan pendampingan, bimbingan dan penyuluhan, pelatihan, sertifikasi, serta pengadaan event promosi. PENDAHULUAN Pengembangan desa wisata di Indonesia menjadi salah satu fokus utama dalam sektor pariwisata dengan tujuan untuk memanfaatkan potensi lokal serta meningkatkan kesejahteraan Desa wisata merupakan sebuah kawasan yang memiliki daya tarik wisata serta fasilitas pendukung yang menjadi satu kesatuan dengan kehidupan masyarakat perdesaan. Desa wisata merupakan salah satu alternatif pengembangan pariwisata berkelanjutan karena menerapkan konsep pariwisata berbasis masyarakat dalam pengelolaanya (Budiatiningsih, 2. Pariwisata berbasis masyarakat menempatkan masyarakat sebagai pelaku atau subyek pengembangan pariwisata (Budiatiningsih dkk, 2. Konsep ini sejalan dengan prinsip pengelolaan desa wisata. Dalam pengembangan desa wisata. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekra. menetapkan empat tahapan perkembangan desa wisata yaitu rintisan, berkembang, maju, dan mandiri (Aryanti dkk, 2. Setiap tahapan mencerminkan tingkat kesiapan desa dalam mengelola potensi pariwisatanya, mulai dari tahap awal yang belum memiliki wisatawan hingga tahap mandiri yang mampu menarik kunjungan secara luas, baik nasional maupun internasional. Jumlah desa wisata di Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2023, tercatat 674 desa wisata, mengalami kenaikan 36,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah menargetkan 244 desa wisata mandiri dan 71. 381 desa digital pada tahun 2024, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pariwisata berbasis komunitas yang berkelanjutan. Selain itu, adanya program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) menjadi salah penghargaan bergengsi yang turut mendorong semangat dan antusiasme masyarakat dalam mengembangkan potensi desa wisata di wilayahnya. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu wilayah yang aktif dalam pengembangan desa wisata, dengan total 275 desa wisata yang tersebar di berbagai kabupaten dan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 kota . Salah satu desa wisata unggulan di NTB adalah Desa Aik Berik, yang terletak di Kecamatan Batukliang Utara. Kabupaten Lombok Tengah. Desa wisata Aik Berik dikenal sebagai salah satu jalur pendakian Gunung Rinjani. Desa Aik Berik juga memiliki beragam daya tarik wisata populer di NTB seperti air terjun Benang Kelambu dan air terjun Benang Stokel. Sejak ditetapkan sebagai desa wisata pada tahun 2020 melalui Surat Keputusan Bupati Lombok Tengah Nomor 63. b Tahun 2020. Aik Berik terus mengalami perkembangan signifikan dalam sektor pariwisata. Pada tahun 2024. Desa Aik Berik berhasil masuk dalam 50 besar ADWI 2024. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran berbagai stakeholder dalam pengembangan sektor pariwisata di Desa Aik Berik. Salah satu pemangku kepentingan yang banyak berperan dalam pengembangan desa wisata Aik Berik adalah Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis peran Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah dalam pengembangan Desa Wisata Aik Berik. LANDASAN TEORI Desa wisata Desa wisata adalah wilayah perdesaan yang memiliki potensi daya tarik wisata, baik dari segi keindahan alam, keunikan budaya, tradisi lokal, maupun kehidupan masyarakat sehari-hari. Suatu desa dikembangkan menjadi destinasi wisata dengan menyediakan fasilitas dan akses yang memadai, serta melibatkan penduduk lokal atau masyarakat setempat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan penyediaan layanan wisata. Desa wisata merupakan suatu area atau daerah pedesaan yang memiliki daya tarik khusus yang dapat menjadi daerah tujuan wisata (Zakaria dan Suprihardjo, 2. Masyarakat desa wisata masih memegang tradisi dan budaya asli. Selain itu, beberapa aktivitas pendukung seperti sistem bertani, berkebun serta makanan traditional juga berkontribusi mewarnai keberadaan desa wisata tersebut. Selain faktor-faktor tersebut, kelestarian lingkungan yang masih asli atau alami dan terjaga merupakan faktor penting yang harus ada dalam suatu desa wisata. Pengembangan Pariwisata Menurut I Gede Pitana . , pengembangan pariwisata adalah aktivitas atau kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk memajukan suatu tempat atau daerah yang dianggap perlu untuk ditata dengan sedemikian rupa, dengan cara memelihara potensi yang sudah berkembang atau dengan cara menciptakan potensi yang baru. Sedangkan menurut Barreto dan Giantari . , pengembangan pariwisata merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan atau mengembangkan suatu objek wisata, sehingga menjadikan suatu objek wisata tersebut menjadi lebih baik dan juga menarik ditinjau dari benda-benda yang ada didalamnya maupun segi tempat yang menjadikan alasan wisatawan untuk berkunjung. Pengembangan pariwisata adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pelaku wisata untuk mengembangkan suatu produk wisata atau potensi wisata sehingga semakin berkembang dari sebelumnya sehingga dapat menarik minat para wisatawan untuk datang berkunjung. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan peran Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah dalam pengembangan Desa Wisata Aik Berik. Kecamatan Batukliang Utara. Penelitian ini dilaksanakan dalam kurun waktu empat bulan, dari Juli hingga November 2024, guna mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai peran Dinas Pariwisata dalam pengembangan Desa Wisata Aik Berik. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung di lokasi penelitian, yaitu di Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah yang dan di Desa Wisata Aik Berik. Observasi dilakukan untuk mengetahui bentuk peran yang telah dijalankan oleh Dinas Pariwisata Lombok Tengah dalam mengembangkan Desa Aik Berik. Sementara wawancara dilakukan terhadap staf Dinas Pariwisata yang terdiri dari pendamping desa dan staf jabatan fungsional, serta masyarakat setempat guna memperoleh informasi mengenai keterlibatan dan dampak dari program-program yang dijalankan. Dokumentasi digunakan sebagai pelengkap dengan menelusuri berbagai dokumen resmi, laporan kegiatan, serta arsip yang relevan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer yang diperoleh langsung melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder yang berasal dari dokumen dan catatan resmi terkait. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang mencakup empat tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data untuk menyaring informasi yang relevan, penyajian data dalam bentuk narasi deskriptif, serta penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah terlibat aktif dalam pengembangan Desa Wisata Aik Berik sejak tahun 2020. Keterlibatan dari Dinas Pariwisata Lombok Tengah sangatlah banyak, antara lain memberikan pendampingan dan juga penyuluhan, mengadakan pelatihan dan juga program sertifikasi serta mengadakan berbagai event promosi dalam rangka mengembangkan pariwisata di Desa Aik Berik. Pendampingan Desa Wisata Pendampingan ini dilakukan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi . secara berkala ke Desa Aik Berik. Melalui monev. Dinas Pariwisata berharap dapat mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat atau pengelola desa Aik Berik, serta memberikan arahan tepat untuk mengatasi kendala yang ada. Adapun potensi-potensi yang ditemukan digali lebih dalam dan kemudian dikembangkan agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Dalam proses pendampingannya, pendamping menggunakan pendekatan analisis SWOT. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bidang SDM dan Ekraf, yang kemudian hasil evaluasinya dilaporkan kepada kepala Dinas Pariwisata untuk ditindaklanjuti. Desa Aik Berik merupakan 1 dari 12 desa wisata di Kabupaten Lombok Tengah yang setiap tahunnya rutin memperoleh pendampingan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah. Melalui pendampingan rutin. Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah berharap dapat menciptakan strategi yang berkelanjutan dalam pengembangan Desa Wisata Aik Berik. Program pendampingan ini juga digunakan sebagai dasar untuk memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada masyarakat maupun pengelola Aik Berik agar mampu mengelola potensi wisatanya secara mandiri. Selain pendampingan rutin. Dinas Pariwisata Lombok Tengah juga aktif dalam memberikan pendampingan Desa Wisata Aik Berik untuk mempersiapkan kunjungan penilaian dalam ajang ADWI 2024. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Gambar 1. Kegiatan pendampingan dalam rangka ADWI oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah di Desa Aik Berik Bimbingan dan penyuluhan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah memberikan bimbingan kepada masyarakat Aik Berik terkait berbagai aspek pengelolaan pariwisata. Kegiatan yang dilakukan dalam penyuluhan ini adalah dengan memberikan pembelajaran kepada Pokdarwis atau pelaku usaha serta penyedia jasa wisata untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan juga kesejahteraan bagi masyarakat Aik Berik. Selain bimbingan terkait pengelolaan pariwisata. Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah juga memberikan penyuluhan meningkatkan kesadaran akan pelestarian lingkungan hidup. Adapun berbagai topik strategis yang dibahas dalam penyuluhan antara lain: manajemen homestay. Sapta Pesona, sadar wisata, dan pariwisata berkelanjutan. Tujuan dari bimbingan dan penyuluhan ini adalah untuk memberi masyarakat Aik Berik pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya mengelola pariwisata secara profesional dan berkelanjutan. Gambar 2. Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah di Desa Aik Berik a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Mengadakan program pelatihan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah mengadakan program pelatihan bagi para pengelola pariwisata di Kabupaten Lombok Tengah, salah satunya adalah Desa Aik Berik. Pelaksanaan kegiatan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Dalam pelaksanaan program ini, masyarakat Desa Wisata Aik Berik turut berpartisipasi sebagai peserta aktif, sehingga mereka mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diimplementasikan secara langsung dalam pengelolaan potensi wisata di Desa Aik Berik. Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya didorong untuk mengembangkan potensi diri tetapi juga berperan aktif dalam memajukan sektor pariwisata di Desa Aik Berik. Tabel 1. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah dan diikuti oleh pengelola Desa Wisata Aik Berik . No. Nama Pelatihan Waktu Pelaksanaan - 25 Ae 27 Agustus 2020 1 Tata Kelola Destinasi - 29 Ae 31 Agustus 2020 Pelatihan Keamanan dan Keselamatan 27-29 Mei 2021 Destinasi Pariwisata 3 Pelatihan Pemandu Wisata Buatan 28 Juni-30 Juli 2021 - 24-26 Juni 2021 4 Pelatihan Pemandu Wisata Alam - 27-29 Juni 2021 5 Pelatihan Pengelola Desa Wisata 14-16 Juni 2021 Pelatihan Digitalisasi. Branding. Pemasaran dan Penjualan 19-21 Agustus 2021 Pariwisata 7 Pelatihan Pemandu Wisata Budaya 25-27 Agustus 2021 Pelatihan Kebersihan Lingkungan. Sanitasi dan Pengelolaan 26- 28 April 2022 Sampah di Destinasi Wisata Pelatihan Digitalisasi. Branding. Pemasaran dan Penjualan 22-24 Juni 2022 Pariwisata 10 Pelatihan Pemandu Wisata Outbond 28-30 Juni 2022 11 Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata 23-25 Agustus 2022 12 Pelatihan Pengelolaan Homestay 29- 31 Agustus 2022 13 Pengelolaan Toilet di Destinasi Pariwisata 27-29 September 2022 Pelatihan dan Sertifikasi Pemadu Wisata Alam Arung Jeram 25-27 Oktober 2022 Pelatiahan Pengelolaan Usaha Homestay/Pondok Wisata Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner 19-22 Juni 2023 Pelatihan Digitalisasi Pemasaran Pelatihan Pemandu Ekowisata Pelatihan Pemandu Wisata Ecopark 24- 26 Mei 2023 11-13 Juli 2023 27-29 Juni 2024 12-14 Agustus 2024 a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Pelatihan Pemandu Wisata Outbound Pelatihan Pemasaran Digital 22-24 Juli 2024 27-29 Mei 2024 Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner 21-23 Oktober 2024 Sejak tahun 2020, pengelola Desa Aik Berik aktif mengikuti kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata setempat. Pada tahun 2020, pengelola Desa Aik Berik mengikuti pelatihan terkait tata kelola destinasi. Pada 2021, terdapat 6 kegiatan pelatihan yang diikuti pengelola yaitu pelatihan keamanan dan keselamatan. destinasi pariwisata. pemandu wisata buatan. pelatihan pemandu wisata alam. pelatihan pengelola desa wisata. digitalisasi, branding, pemasaran dan penjualan pariwisata. dan pelatihan pemandu wisata budaya. Pada tahun 2022, sebanyak 7 pelatihan yang diikuti oleh pengelola Aik Berik, yaitu pelatihan kebersihan lingkungan, sanitasi dan pengelolaan sampah di destinasi wisata, pelatihan digitalisasi dan branding pemasaran pariwisata, pelatihan pemandu outbound, pengelolaan desa wisata, pelatihan pengelolaan homestay, pelatihan wisata alam arung Jeram, dan pelatihan pengelolaan toilet di destinasi wisata. Sementara pada 2023 dan 2024, program pelatihan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah yang diikuti oleh pengelola pariwisata Aik Berik yaitu pelatiahan pengelolaan usaha homestay/pondok wisata, pelatihan peningkatan inovasi dan higienitas sajian kuliner, pelatihan digitalisasi pemasaran, pelatihan pemandu ekowisata, pelatihan pemandu wisata ecopark, pelatihan pemandu wisata outbound, pelatihan pemasaran digital, serta pelatihan peningkatan inovasi dan higienitas sajian kuliner. Mengadakan program sertifikasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah menyediakan berbagai skema sertifikasi bagi para pengelola sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Tengah. Program sertifikasi memiliki tujuan untuk mengakui atau memvalidasi kemampuan apakah sudah sesuai dengan kualifikasi dari pelatihan sebelumnya yang telah diikuti. Selain itu, pengadaan program sertifikasi ini adalah untuk menjamin kualitas SDM dalam memberikan pelayanan pariwisata. Dalam pelaksanaan kegiatan sertifikasi. Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah bekerja sama dengan berbagai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), seperti LSP Pariwisata Maestro Indonesia. LSP Pariwisata Bina Kompetens, dll. Berbagai kegiatan sertifikasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah yang diikuti oleh pengelola Desa Wisata Aik Berik antara lain: sertifikasi kompetensi bidang perhotelan . eceptionist, houskeeping, dl. , sertifikasi pemandu wisata . kowisata, pemandu wisata loka. , sertifikasi pemandu wisata lokal, pijat badan indonesia, serta sertifikasi dan uji kompetensi higienitas sajian kuliner . Tabel 1. Kegiatan sertifikasi yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah dan diikuti oleh pengelola Desa Wisata Aik Berik . 2 dan 2. No. Skema Sertifikasi Waktu Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Bidang Perhotelan (Receptionist, 18 September 2022 Houskeeping, dl. Sertifikasi Pemandu Wisata (Ekowisata. Pemandu Wisata 20 Oktober 2022 Loka. 3 Sertifikasi Pemandu Wisata Lokal 27 Oktober 2022 4 Pijat Badan Indonesia 10 November 2022 a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Sertifikasi dan Uji Kompetensi Higienitas Sajian Kuliner (Barist. 22 Oktober 2024 Mengadakan Event Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah berperan aktif dalam pengembangan Desa Wisata Aik Berik melalui berbagai kegiatan, salah satunya adalah event Trekking Rinjani via Aik Berik. Acara tersebut didukung oleh fasilitas seperti pemandu pendakian bersertifikat. Berkaitan dengan keselamatan peserta. Dinas Pariwisata juga melakukan kerja sama dengan Basarnas. APGI. PMI, dan TNGR. Pelaksanaan acara Trekking Rinjani ini bertujuan untuk mempromosikan Desa Aik Berik sebagai rute alternatif menuju Segara Anak dengan keindahan alam yang masih alami. Hal ini dapat mendorong peningkatan ekonomi lokal melalui keterlibatan pemandu, penyedia homestay, dan penyediaan lapak kuliner oleh pelaku UMKM. Pada area Camping Ground Air Terjun Gunung Janggot juga dilaksanakan Jambore Desa Wisata untuk mempromosikan Desa Aik Berik. Selain itu, terdapat inovasi baru dalam promosi wisata yang memanfaatkan keindahan Gunung Rinjani, yaitu event Sunrise Rinjani yang diadakan di Bukit Harapan. Diharapkan event tersebut dapat menjadi agenda tahunan dengan berbagai genre musik yang berbeda di setiap tahunnya. Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, menurut Handayani dan Warsono . , termasuk dalam kategori stakeholder kunci karena memiliki kewenangan legal dan juga tanggung jawab dalam pengambilan keputusan terkait program pengembangan pariwisata, seperti pelatihan, sertifikasi, pendampingan, dan juga dalam event promosi di Desa Wisata Aik Berik. Hal ini juga sejalan dengan Kurniansah dkk . yang menemukan bahwa dalam pengembangan desa wisata, pemerintah berperan dalam membuat program pengembangan serta promosi. Berdasarkan Thompson . Dinas Pariwisata memiliki tingkat kepentingan dan pengaruh tinggi, karena menentukan kebijakan, mengalokasikan sumber daya, dan menjalankan program untuk pengembangan Desa Aik Berik. Sementara menurut Nugroho dkk. Dinas Pariwisata berperan sebagai policy creator dalam merumuskan kebijakan dan juga arah program, seperti pelatihan dan sertifikasi. Selain itu. Dinas Pariwisata juga berfungsi sebagai koordinator, yang berfungsi untuk mengkoordinasikan berbagai stakeholder seperti Basarnas. PMI, pihak TNGR dan sebagainya, agar setiap program dapat berjalan dengan baik. Dinas Pariwisata juga berperan sebagai fasilitator, karena memberikan pelatihan, sertifikasi, serta pendampingan langsung kepada masyarakat Desa Aik Berik untuk meningkatkan kompetensi SDM dan juga pengelolaan dalam desa wisata. Temuan dalam penelitian ini mendukung Andriyani dkk. mengenai peran stakeholders dalam pengembangan pariwisata, dimana stakeholders berperan sebagai policy creator, koordinator, fasilitator, implementor, serta akselerator. PENUTUP Kesimpulan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata di Desa Aik Berik. Peran Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah dalam mengembangkan Desa Wisata Aik Berik antara lain adalah melakukan pendampingan bagi pengelola wisata Aik Berik, mengadakan bimbingan dan penyuluhan bagi pengelola wisata Aik Berik, mengadakan pelatihan bagi masyarakat yang aktif mengelola Desa Wisata Aik Berik, memberikan program sertifikasi bagi pengelola Aik Berik, dan melakukan kegiatan promosi untuk memperkenalkan Desa Wisata Aik Berik. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 DAFTAR REFERENSI Andriyani. Yuniningsih. , & Djumiarti. Peran Stakholders dalam Pengembangan Pariwisata di Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang. Journal of Public Policy and Management Review, 13. , 138-1058. Aryani. Rahadian. Axioma. Nasution. Yogantoro. Hutagalung. & Marbun. Pedoman desa wisata (Edisi I). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Barreto. , & Giantari. Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Panas Di Desa Marobo. Kabupaten Bobonaro. Timor Leste. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 4. , 773-796. Budiatiningsih. Co-Producing Sustainable Solutions in Indigenous Communities Through Scientific Tourism: A Case Study on Baduy Village in Banten. International Journal of Tourism Business Research, 3. , 162Ae169. https://doi. org/10. 29303/intour. Budiatiningsih. Putri. and Dini. Keberhasilan Penerapan Konsep Pariwisata Berbasis Masyarakat: Studi Kasus di Desa Wisata Nglanggeran. Jurnal Ilmiah Hospitality, 13. , 123-136. doi: 10. 47492/jih. Handayani. , & Warsono. Analisis peran stakeholders dalam pengembangan objek wisata Pantai Karang Jahe di Kabupaten Rembang. Journal of Public Policy and Management Review, 6. , 40-53. Jumlah desa wisata di NTB diakses melalui website https://ntb. com/ pada 14 Februari 2025 pukul 15. 00 WITA. Kurniansah. Minanda. Budiatiningsih. Rojabi. Ulya. , & Hulfa. KETERLIBATAN UNSUR PENTAHELIX DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA BATU KUMBUNG. Media Bina Ilmiah, 17. , 605-614. Nugroho. Zauhar. , & Suryadi. Koordinasi pelaksanaan program pengembangan kawasan Agropolitan di Kabupaten Nganjuk. Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development, 5. Pengembangan Desa Wisata Di Indonesia diakses melalui website Kemenparekraf. melalui link Mengenal Klasifikasi Desa Wisata di Indonesia dalam ADWI diakses pada 8 Januari 2025 pukul 23. 10 WITA Pitana. Sosiologi Pariwisata. Kajian Sosiologis terhadap Struktur. Sistem, dan. Dampak-Dampak Pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset. Thompson. Stakeholder Analysis. Winning Support for Your Projects. Zakaria. , & Suprihardjo. Konsep Pengembangan Kawasan Desa Wisata di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Jurnal Teknik ITS, 3. C245AeC249. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT