The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 64Ae72 DOI: https://doi. org/10. 35801/ts. p-ISSN : 2686-3111 e-ISSN : 2686-3103 Pelatihan dan Pemberdayaan Pelaku Usaha Mikro (UMIK) di Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado Herman Karamoy. Victorina Z. Tirayoh*. Christian V. Datu Program Studi Akuntansi. Universitas Sam Ratulangi. Jl. Kampus Unsrat Bahu. Manado. Indonesia, 95115 *Email: vtirayoh@unsrat. Abstrak Hadirnya Pasar Tematik yang dibangun pemerintah di wilayah Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado menjadi kebanggan masyarakat Sulawesi Utara. Keberadaan Pasar Tematik ini merupakan peluang dan tantangan tersendiri bagi masyarakat setempat yang ada di Kelurahan Tongkaina. Para pelaku usaha mikro bahkan UMKM yang ada mau tidak mau harus menangkap peluang ini sekaligus menjadikan ini sebagai tantangan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha yang dijalankan. Bahkan ini juga merupakan peluang bagi masyarakat yang ada untuk mencoba berwirausaha dengan ketrampilan dan keahlian yang dimiliki saat ini, sehingga perlu meningkatkan pengetahuan kewirausahaan dan akuntansi keuangan untuk usaha yang dijalankan atau yang nantinya akan dilakukan. Lewat tim pengabdian yang ada, telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pelatihan dan Pemberdayaan Pelaku Usaha Mikro (UMIK) di kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado. Target yang diharapkan mitra dapat memahami pentingya pengetahuan tentang kewirausahaan dan pengetahuan Akuntansi Keuangan terutama membuat laporan keuangan usaha yang dijalankan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) untuk UMKM sehingga melahirkan para pelaku usaha yang handal dan siap menghadapi peluang dan tantangan yang ada. Metode yang dilakukan yaitu. Penyuluhan. Pelatihan dan Pendampingan. Kegiatan PKM sudah berlangsung dengan baik dan mendapat respon yang positif dari pemerintah dan peserta. Kata kunci: Pasar Tematik Tongkaina. Pelaku UMIK. Kewirausahaan. SAK untuk UMKM Abstract The establishment of the Thematic Market built by the government in Tongkaina Village. Bunaken District. Manado City has become a source of pride for the people of North Sulawesi. The presence of this Thematic Market provides both opportunities and challenges for the local community, especially those residing in Tongkaina Village. Micro and small business actors, including MSMEs, must inevitably seize these opportunities while also viewing them as challenges in managing and developing their This development also opens opportunities for the community to start entrepreneurial activities based on their existing skills and expertise, thereby creating a need to enhance their knowledge of entrepreneurship and financial accounting for current and future business activities. Through the existing community service team, a community service program entitled AuTraining and Empowerment of Micro Business Actors (UMIK) in Tongkaina Village. Bunaken District. Manado CityAy has been carried The targeted outcome is that partners gain an understanding of the importance of entrepreneurial knowledge and financial accounting skills, particularly in preparing financial statements in accordance with the Financial Accounting Standards (SAK) for MSMEs, thus fostering capable business actors who are ready to face emerging opportunities and challenges. The methods used in this program included counseling, training, and mentoring. The PKM activities were successfully conducted and received positive responses from both the local government and participants. Keywords: Tongkaina Thematic Market. Micro Business Actors (UMIK). Entrepreneurship. Financial Accounting Standards (SAK) for MSMEs The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 64 Ae 72 Karamoy et al. | Pelatihan dan PemberdayaanA PENDAHULUAN Hadirnya Pasar Tematik (Gambar . yang dibangun pemerintah di wilayah Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado menjadi kebanggan masyarakat Sulawesi Utara. Hadir dengan konsep wisata, konsep tematik wisata, pasar ini merupakan salah satu amenitas baru pariwisata yang selain berfungsi sebagai pasar seni, juga tetap berfungsi sebagai pasar yang menjual kebutuhan pokok masyarakat. Kementerian Perdagangan (Kemenda. RI sejak awal sudah menegaskan bahwa pasar tematik akan menjadi landmark ikonik Sulut. Untuk secara keseluruhan se-Indonesia landmark wisata pasar hanya ada dua yakni di Manado dan Ubud Bali. Diketahui Pasar Tematik dapat menghubungkan kawasan ekonomi khusus (KEK) Pariwisata Likupang. Pasar ini juga menghubungkan. Siladen. Manado tua. Bunaken dan Lihaga. Sementara di bagian utara menghubungkan taman hutan raya. Pasar Tematik ini juga menghubungkan aktivitas ekonomi Kota Manado. Kehadiran Pasar Tematik ini juga menawarkan konsep untuk berbagai pergelaran, pertunjukan dan Perdagangan dan pariwisata yang menyatu dalam satu titik sehingga Pasar Tematik akan menjadi suatu aktivitas perdagangan yang lengkap Gambar 1. Pasar Tematik Tongkaina. Bunaken. Manado Wali Kota Manado Andrei Angouw mengatakan, pihaknya telah menyiapkan Pasar Tematik Tongkaina di Kecamatan Bunaken dengan berbagai fasilitas yang sesuai untuk meningkatkan kualitas UMKM. AuDi Pasar Tematik, sudah tersedia mesin jahit berbagai model dan tipe. Beberapa mesin lain juga tersedia, yakni mesin pasang kancing, mesin obras, mesin sablon, printing, dan sebagainya," jelas Andrei di Manado seperti dikutip dari Antara. Minggu . /2/2. "Mesin-mesin tersebut sudah dapat dioperasikan, dan produksi,Ay https://umkm. com/read/2024/02/04/215619983/pemkot-manado-siapkan-pasartematik-tongkaina-untuk-fasilitasi-peningkatan. Keberadaan Pasar Tematik ini merupakan peluang dan tantangan tersendiri bagi masyarakat setempat yang ada di Kelurahan Tongkaina. Para pelaku usaha mikro bahkan UMKM yang ada mau tidak mau harus menangkap peluang ini sekaligus menjadikan ini sebagai tantangan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha yang di jalankan. Bahkan ini juga merupakan peluang bagi masyarakat yang ada untuk mencoba berwirausaha dengan ketrampilan dan keahlian yang dimiliki saat ini. Kelurahan Tongkaina terletak di Kecamatan Bunaken. Kota Manado. Sulawesi Utara. Indonesia. Wilayah ini berada di ujung utara daratan Kota Manado dan berbatasan dengan Desa Tiwoho di Kabupaten Minahasa Utara, serta Kelurahan Meras dan Pandu. Luas wilayah Tongkaina mencapai 858 hektar. Kelurahan Tongkaina dapat diakses menggunakan transportasi mobil dengan jarak tempuh 45 Menit dari Pusat Kota The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 64 Ae 72 Karamoy et al. | Pelatihan dan PemberdayaanA Manado atau 30 Menit dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado (Gambar . Asal Usul Nama "Tongkaina" diyakini berasal dari adaptasi beberapa bahasa lokal: Bahasa Minahasa : "Tongkeina" yang berarti "Tanjung". - Bahasa Bantik : "Tongkeine" yang berarti "Ujung Tanjung". - Bahasa Sangihe : "Tongka kina" yang berarti "Bakar Ikan". Meskipun secara topografi Tongkaina bukanlah tanjung, penyebutan ini mungkin terkait dengan keberadaan pohon Tanjung (Spanish Cherr. berusia sekitar 300 tahun di kawasan ini, yang menjadi patokan bagi para nelayan. Tongkaina terdiri dari empat lingkungan dengan jumlah penduduk 1877 jiwa dan jumlah KK 532. Masyarakat yang beragam dalam hal suku, agama, dan pekerjaan. Kemajemukan ini menciptakan toleransi yang tinggi di antara penduduknya. Jumlah Jenis pekerjaan berdasarkan presentasi : Buruh : 16%. Petani : 7%. Karyawan swasta : 6%. Nelayan : 3%. Peternak : 4% dan Lain-lain : 64%. Gambar 2. Kantor Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Perguruan tinggi Universitas Sam Ratulangi Manado sebagai salah satu agen pembangunan, dengan kegiatan tri dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan. Pengabdian dan Penelitian merasa ikut bertanggung jawab dalam peningkatan pengetahuan masyarakat. Lewat tim pengabdian yang ada, akan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pelatihan dan Pemberdayaan Pelaku Usaha Mikro (UMIK) di kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado. Permasalahan Mitra Dari uraian analisis situasi di atas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: keberadaan Pasar Tematik di Kelurahan Tongkaina menjadi peluang dan tantangan bagi para pelaku Usaha Mikro untuk mengembangkan usahanya sehingga perlu meningkatkan pengetahuan kewirausahaan dan akuntansi keuangan terutama membuat laporan keuangan usaha yang dijalankan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) untuk UMKM. METODE PELAKSANAAN Metode ataupun tahap-tahap pelaksanaan kegiatan sebagai solusi untuk menjawab permasalahan yang di hadapi mitra yang ada di Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado dalam program ini adalah sebagai berikut: Ceramah/Penyuluhan Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk ceramah serta dialog interaktif dengan mitra yang ada. Tayangan-tayangan materi dilakukan menggunakan multimedia ataupun audiovisual agar lebih menarik dan lebih dipahami oleh peserta. Nara sumber adalah tim pakar Ekonomi Bisnis. Akuntansi. Manajemen, yang menguasai dan jugasebagai konsultan dibidang ini. The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 64 Ae 72 Karamoy et al. | Pelatihan dan PemberdayaanA Pelatihan Melatih mitra untuk membuat laporan keuangan usaha yang di jalankan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) untuk UMKM. Pendampingan Melakukan pendampingan kepada mitra sampai mitra dapat mempraktekan ipteks yang di ajarkan. Pendampingan dilakukan baik secara luring maupun daring lewat zoom meeting. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Persiapan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebelum dilaksanakan maka ada beberapa persiapan-persiapan yang dilakukan oleh tim, persiapan itu berupa : Menentukan waktu pelaksanaan dan jadwal pelaksanaan kegiatan pengabdian. Berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan untuk bisa menghimpun para pelaku usaha mikro yang ada di kelurahan Tongkaina. Mempersiapkan materi yang akan disampaikan dalam kegiatan pengabdian ini. Mempersiapkan bahan-bahan yang dapat menunjang metode pengajaran yang akan diberikan kepada para peserta. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pengabdian berlangsung pada hari Rabu, 15 Oktober 2025 di mulai jam 09. 00 wita sampai jam 13. 00 wita, dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 20 orang (Gambar . Peserta sebagian besar adalah ibu-ibu yang memiliki usaha antara lain jualan makanan sehari-hari, jualan kripik, jualan nasi kuning dan kuekue tradisional serta usaha warung sembako dan warung makan lainnya. Kegiatan di buka dengan doa bersama, dan dilanjutkan dengan sambutan oleh sekretaris kelurahan Ibu Rielda Z. Nurkasih. SP yang juga sekaligus membuka kegiatan pengabdian ini. Pemaparan materi pengabdian di mulai dengan penyuluhan dari tim pengabdian yang sekaligus menjadi nara sumber dalam kegiatan ini, yaitu Prof. Dr. Herman Karamoy,SE. ,MSi. ,Ak. ,CA. Victorina Z. Tirayoh,SE. ,MM. ,Ak. ,CA dan Christian V. Datu. SE. ,MSA. ,Ak. Masing-masing memberikan materi sesuai pembagian yang telah di atur. Para peserta di berikan pemahaman dasar tentang kewirausahaan bahwa kewirausahaan itu sendiri adalah suatu proses pencarian/penemuan/penciptaan sesuatu/ide baru . ari masalah yang ad. dan membuat / mewujudkan sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada, tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat (Raymond W. Y Kao, 1995. Seorang wirausaha itu harus memiliki karateristik antara lain kreatif, menangkap peluang, berani mengambil resiko, menyukai tantangan, punya daya tahan tinggi, punya visi jauh ke depan, adaptif, dapat memanfaatkan potensi di sekitarnya. Hal ini sangat penting untuk mengetahui kemampuan yg dimiliki para peserta dan membangun motivasi para peserta agar dapat memiliki karateristik yang dapat membantu mereka menjalankan usaha. The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 64 Ae 72 Karamoy et al. | Pelatihan dan PemberdayaanA Gambar 3. Kegiatan penyuluhan Materi lainnya disampaikan tentang bagaimana menjadi kreatif dengan metode SKAMPER yaitu Subtitusi. Kombinasi. Adaptasi. Modifikasi. Penggunaan lain. Eliminasi dan Rearrange. Memberikan contoh-contoh yang bisa membuka pandangan para peserta untuk menciptakan ide dan kreatifitas usaha melalui metode yang ada. Diskusi dengan peserta terkait contoh produk atau jasa yang bisa di ciptakan dengan menggunakan metode skamper. Pada kesempatan ini juga peserta di berikan motivasi untuk membangun dan menciptakan ole-ole khas kelurahan Tongkaina. Hasil dari diskusi dengan peserta adanya produk kelompok masyarakat berupa kripik pisang dengan merek Aukrik-ToAy yang sudah di jalankan kurang lebih 6 bulan dan sudah ada izin berupa Perizinan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Kelompok usaha ini ingin memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas dan pada akhirnya memintakan solusi untuk proses pengurusan label AuhalalAy dan oleh tim memberikan masukan untuk kelompok tetap terus memproduksi sambil proses perizinan label halal melalui dinas koperasi dan UMKM Kota Manado. Selanjutnya para peserta diberikan pelatihan (Gambar . materi tentang laporan keuangan untuk usaha yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan khusus untuk UMKM, yaitu Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Standar ini dapat membantu para pelaku usaha UMKM untuk membuat laporan keuangan yang tepat untuk mendapatkan pendanaan atau pinjaman, serta mempermudah para pelaku usaha mengevaluasi kinerja keuangannya dan membuat keputusan bisnis yang sedang dijalankan. Karateristiknya lebih sederhana dan laporan keuangan yang dihasilkan hanya 3 yaitu Laporan posisi keuangan. Laporan Laba Rugi The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 64 Ae 72 Karamoy et al. | Pelatihan dan PemberdayaanA dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Laporan Posisi Keuangan: Menyajikan informasi tentang aset, liabilitas, dan ekuitas pada periode tertentu. Laporan Laba Rugi: Menyajikan ringkasan pendapatan, biaya, dan hasil laba atau rugi yang didapatkan dalam suatu periode. Catatan atas Laporan Keuangan: Menjelaskan lebih rinci mengenai pos-pos yang ada di laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang digunakan Gambar 4. Kegiatan pelatihan Membuat laporan keuangan sangat penting bagi pelaku usaha, baik UMKM maupun perusahaan besar, karena menyediakan informasi yang akurat dan transparan tentang kondisi finansial bisnis. Ada beberapa alasan utamanya: Dasar untuk pengambilan keputusan. Laporan keuangan membantu pemilik usaha dalam membuat keputusan yang bijaksana dan strategis. Dengan memahami kondisi keuangan melalui data laba rugi, pelaku usaha dapat: A Mengevaluasi kinerja bisnis dari waktu ke waktu, apakah bisnis mengalami pertumbuhan atau penurunan. A Mengidentifikasi produk atau layanan yang paling menguntungkan. A Menentukan waktu yang tepat untuk berinvestasi kembali, mengurangi biaya, atau menambah tenaga kerja. Sumber Evaluasi Kinerja. Laporan laba rugi, misalnya, akan menunjukkan apakah pendapatan lebih besar dari pengeluaran, sehingga pemilik usaha bisa menilai kinerja operasional bisnis secara keseluruhan. The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 64 Ae 72 Karamoy et al. | Pelatihan dan PemberdayaanA Memudahkan akses ke pembiayaan. Bagi pelaku usaha yang ingin mengajukan pinjaman bank atau mencari investor, laporan keuangan yang akurat dan rapi sangatlah penting. Laporan ini akan meningkatkan kredibilitas dan memberikan gambaran yang jelas mengenai kelayakan finansial usaha di mata pihak eksternal. Alat Kontrol dan Manajemen Anggaran. Dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran secara teratur, pelaku usaha dapat: A Mengelola utang dan alokasi anggaran secara efektif. A Memonitor area pengeluaran utama dan mengendalikan biaya yang tidak perlu. Memisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis. Pembukuan yang rapi akan membantu memisahkan aset pribadi dengan aset bisnis, sehingga mengurangi risiko keuangan dan membantu menjalankan perusahaan secara lebih profesional. Memenuhi Kewajiban Perpajakan A Laporan keuangan yang terstruktur dapat mempermudah proses perhitungan Dengan mencatat setiap transaksi secara teliti dan sesuai standar, pelaku usaha dapat memenuhi kepatuhan hukum dan menghindari masalah di kemudian hari. A Secara keseluruhan, laporan keuangan bukan sekadar catatan angka, tetapi merupakan alat vital yang memungkinkan pemilik usaha untuk memegang kendali penuh atas keuangan bisnis dan mendorong pertumbuhan yang Gambar 5. Foto bersama Peserta dengan Tim Nara sumber Kegiatan pengabdian sudah berjalan dengan baik dan lancar, suasana keakraban terjalin baik sepanjang kegiatan (Gambar . Peserta diajak untuk bisa menyampaikan permasalahan yang di hadapi sepanjang menjalankan usaha. Masalah yang dihadapi The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 64 Ae 72 Karamoy et al. | Pelatihan dan PemberdayaanA pada umumnya adalah modal usaha dan pemasaran. Lewat penyuluhan dan pelatihan yang telah dilakukan dari tim pengabdian sebagai nara sumber, para peserta merasa puas karena bisa mendapatkan jawaban atau solusi dari setiap permasalahan yang mereka hadapi. KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik dan mendapat respon yang positif dari pemerintah dan seluruh peserta yang hadir. Dari kegiatan ini dapat di simpulkan beberapa hal sebagai berikut: Masyarakat yang ada khususnya pelaku Usaha Mikro (UMIK) di kelurahan Tongkaina harus berani dan cerdas melihat peluang bahkan menciptakan peluangpeluang usaha yang baru demi mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan dalam masa sekarang ini, apalagi hadirnya pasar Tematik di kelurahan Tongkaina. Perkembangan dunia digital, yang memungkinkan semua lapisan masyarakat bisa menikmati dan memanfaatkan jaringan internet yang memberikan banyak informasi yang sangat luas dan tidak terbatas, harus dimanfaatkan oleh para pelaku Usaha Mikro (UMIK) sebagai sarana pemasaran di era digital, apalagi kelurahan Tongkaina merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Manado. Bantuan dan dukungan modal usaha merupakan bagian penting dalam perkembangan usaha, sehingga mau tidak mau para pelaku Usaha Mikro (UMIK) harus membuat membuat laporan keuangan yang sesuai dengan standar yang ada dalam hal ini SAK EMKM untuk usaha yang dijalankan, agar dapat menimbulkan kepercayaan pihak bank untuk mencairkan dana sebagai pinjaman modal usaha. Peserta mendapatkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih tentang kewirausahaan dan bagaimana membuat laporan keuangan untuk usaha yang DAFTAR PUSTAKA