2671 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 EDUKASI KESEHATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN ANGKA KESAKITAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KELURAHAN VIM, KECAMATAN ABEPURA. KOTA JAYAPURA Oleh Eldad Onesiforus Sopater Pulo1. Naomi F. Jober2. Hendrik Kiswanto Mendrofa3 1,2,3 Program Studi Profesi Ners Universitas Cenderawasih E-mail: 1eldadpulo@gmail. Article History: Received: 16-12-2025 Revised: 05-01-2026 Accepted: 19-01-2026 Keywords: Edukasi. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Demam Berdarah Dengue (DBD) Abstract: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kelurahan Vim. Kecamatan Abepura. Kota Jayapura, yang termasuk wilayah dengan kasus DBD tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan DBD. Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan aparat Kelurahan Vim dengan sasaran utama masyarakat setempat melalui edukasi mengenai DBD dan pentingnya PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan dinilai berhasil berdasarkan tiga indikator utama. Pertama, jumlah peserta yang hadir mencapai target dan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi. Kedua, seluruh materi tersampaikan dengan baik dan sistematis, mulai dari pengenalan penyakit hingga upaya Ketiga, terjadi peningkatan pemahaman peserta berdasarkan hasil pre-test dan post-test, dari 66,67% menjadi 80%. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi PHBS efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat sebagai langkah preventif terhadap DBD. PENDAHULUAN Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang umum terjadi di daerah tropis dan kini menjadi masalah kesehatan global yang mendesak. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk betina dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti, meskipun Aedes albopictus juga dapat menjadi vektor. Nyamuk-nyamuk ini biasanya ditemukan di wilayah tropis dan subtropis (Agustin dkk, 2. DBD disebabkan oleh empat serotipe virus dengue yang berbeda secara antigenik, yaitu DENV-1. DENV-2. DENV-3, dan DENV-4. Infeksi dengue dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari demam ringan hingga kondisi serius seperti DBD parah dan sindrom syok. Masa inkubasi infeksi DBD umumnya antara 3 hingga 14 hari, dengan rata-rata 7 hari (Azteria dkk, 2. Perubahan iklim berperan besar dalam penyebaran dan peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Saat ini, infeksi ini menjadi endemik di lebih dari 100 negara, terutama di Asia Tenggara. Pasifik Barat, dan Amerika. Sekitar dua perlima dari populasi dunia, atau sekitar 2,5 miliar orang yang tinggal di negara tropis dan subtropis, berisiko terinfeksi dengue. Setiap tahun, diperkirakan terjadi 50 juta kasus infeksi dengue global, dengan sekitar 500. 000 di antaranya memerlukan perawatan rumah sakit akibat DBD, dan http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 sekitar 90% dari kasus tersebut dialami oleh anak-anak (WHO, 2. Di kawasan Asia Tenggara, semua negara anggotanya memiliki kondisi lingkungan yang mendukung penyebaran endemis demam berdarah, dan seluruh negara di kawasan ini telah melaporkan kasus demam berdarah secara teratur. Menurut laporan WHO pada Tahun 2024, lebih dari 7,6 juta kasus demam berdarah tercatat sepanjang tahun 2024, dengan 3,4 juta kasus yang terkonfirmasi, lebih dari 16. kasus parah, dan lebih dari 3. 000 kematian. 3 Data regional ASEAN tahun 2024, telah dilaporkan ada kurang lebih 219 ribu kasus, dengan 774 kematian, dan Indonesia sendiri adalah penyumbang terbanyak dari kasus dengue tersebut (WHO, 2. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, secara kumulatif pada tahun 2023 tercatat 114. 720 kasus demam berdarah dengan 894 kematian. Sementara itu, pada tahun 2024, telah dilaporkan 210. kasus dan 1. 239 kematian akibat DBD yang tersebar di 259 kabupaten/kota di 32 provinsi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jayapura melaporkan adanya peningkatan signifikan pada jumlah kasus DBD dari Januari hingga Desember 2024, dengan total 295 Berdasarkan jenis kelamin ditemukan kasus pada laki-laki yang paling tertinggi sebanyak 58,3% sedangkan perempuan 41,7%. Wilayah Abepura mencatatkan jumlah kasus tertinggi, yakni 128 kasus, diikuti oleh Japsel dengan 65 kasus. Japut 49 kasus. Heram 46 kasus, dan Muaratami dengan 7 kasus. Dari total 295 kasus tersebut, dua orang meninggal dunia akibat DBD pada bulan April di wilayah Abepura. Selanjutnya dari data penyebaran kasus tiap kelurahan, yang paling tertinggi di Vim Abepura sebanyak 26 kasus, disusul Entrop dan Asano 24 kasus. Whaimhorok 23 kasus. Awiyo 21 kasus. Hamadi dan Yabansay 17. Waena 16 kasus. Adipura 14 kasus dan Angkasapura 12 kasus. Musim pancaroba, yang merupakan peralihan antara musim penghujan dan kemarau, sering menjadi pemicu peningkatan kasus DBD. Perubahan cuaca yang tak terduga ini mengharuskan individu beradaptasi. Penelitian menunjukkan bahwa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Papua cenderung mengikuti pola musiman, dengan jumlah kasus tertinggi biasanya terjadi antara Oktober hingga Desember dan mencapai puncaknya antara Januari hingga Mei. Kepadatan penduduk dan faktor iklim, seperti curah hujan, suhu, kelembaban, dan kecepatan angin, juga berperan dalam peningkatan kasus DBD di Papua (Valgunadi & Chairini, 2023 . Sandy, 2. Tingginya angka kesakitan dan kematian akibat DBD juga disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang cara pencegahan penyakit ini. Faktor lain yang memperburuk keadaan adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah (PSN-DBD) secara rutin. Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan menyebabkan perilaku pencegahan DBD yang buruk dan rendahnya kesadaran tentang bahaya penyakit ini (Yuliana dkk, 2. Penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pembuatan alat untuk mengendalikan populasi nyamuk vektor DBD telah terbukti efektif dalam menurunkan angka penyebaran penyakit ini dibeberapa wilayah (Mahardika, 2. Sebagai upaya mengatasi tingginya kasus DBD di Indonesia. Kementerian Kesehatan mengeluarkan strategi nasional penanggulangan dengue tahun 2021 hingga tahun 2025 salah satunya adalah peningkatan pelibatan masyarakat yang berkesinambungan. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah salah satu langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Penerapan PHBS dapat dilakukan mulai dari lingkungan terkecil, seperti di dalam keluarga. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 sekolah, hingga tempat tinggal. Jika diterapkan dengan tepat. PHBS dapat memberikan banyak manfaat, seperti menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, meningkatkan kualitas hidup, serta mencegah masalah kesehatan, termasuk DBD (Hasan dkk, 2. Penerapan PHBS pada masyarakat berperan penting dalam menciptakan kesadaran yang berkelanjutan tentang pentingnya menjaga keberihan diri dan lingkungan terutama dalam menghadapi ancaman penyakit menular termasuk DBD (Oktriani dkk, 2. Meskipun berbagai program PHBS telah dilaksanakan di banyak daerah, masih terdapat banyak tantangan, terutama dalam pemberantasan penyakit DBD di daerah Faktor-faktor seperti perbedaan kondisi lingkungan, kepadatan penduduk, perubahan iklim, dan risiko lainnya perlu dipertimbangkan dalam merancang strategi yang efektif (Susianti, 2. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat melalui program edukasi kesehatan mengenai DBD dan penerapan PHBS harus terus diperkuat, khususnya di daerahdaerah dengan risiko tinggi penyebaran penyakit (Suprapto & Arda, 2. Penelitian Halid & Suhada . , menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat dapat menghasilkan perubahan perilaku yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan lingkungan dan masyarakat secara keseluruhan. Berdasarkan kondisi tersebut, sehingga telah dilaksanakan pengabdian masyarakat dengan topik AuEdukasi Kesehatan Penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat sebagai Upaya Menurunkan Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Vim. Kecamatan Abepura. Kota JayapuraAy. Gambaran edukasi kesehatan yang diberikan kepada masyarakat berupa penyampaian informasi tentang penyakit DBD, bahaya DBD, dan pencegahan DBD dengan penerapan PHBS. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode edukasi kesehatan berbasis promotif dan preventif dengan pendekatan partisipatif. Metode ini dipilih karena permasalahan DBD di Kelurahan Vim tidak hanya berkaitan dengan kurangnya pengetahuan, tetapi juga rendahnya kesadaran dan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Tahapan kegiatan meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan dan Tahap persiapan meliputi koordinasi dengan aparat Kelurahan Vim, identifikasi permasalahan kesehatan terkait DBD, penentuan sasaran kegiatan, serta penyusunan materi Materi disusun dalam bentuk leaflet dan video edukasi yang memuat informasi tentang DBD, bahaya DBD, pencegahan, penerapan PHBS, serta Gerakan 3M Plus. Kegiatan dilaksanakan secara langsung . atap muk. kepada masyarakat Kelurahan Vim. Metode penyampaian meliputi ceramah interaktif, diskusi, pemutaran video edukasi, serta demonstrasi penerapan Gerakan 3M Plus. Untuk mengukur peningkatan pengetahuan, dilakukan pre-test sebelum edukasi dan post-test setelah edukasi. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan Selain itu, evaluasi proses dilakukan berdasarkan kehadiran peserta, ketercapaian materi, serta partisipasi aktif masyarakat selama kegiatan berlangsung. HASIL Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat diperoleh melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan edukasi, serta monitoring dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Pada tahap persiapan, tim pengabdi melakukan koordinasi dengan http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 pihak Kelurahan Vim. Kecamatan Abepura. Kota Jayapura. Pihak kelurahan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan, baik dalam aspek perizinan maupun fasilitasi tempat kegiatan. Waktu pelaksanaan kegiatan ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama, yaitu pada hari Rabu, 28 Mei 2025. Sasaran kegiatan ditetapkan seluruh masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Vim, mengingat pencegahan DBD membutuhkan keterlibatan kolektif masyarakat. Materi edukasi yang disiapkan meliputi pengetahuan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), bahaya dan pencegahannya, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk pengendalian jentik nyamuk, serta demonstrasi Gerakan 3M Plus. Materi disusun dalam bentuk media presentasi . ower poin. , leaflet, dan video edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema AuEdukasi Kesehatan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai Upaya Menurunkan Angka Kesakitan Demam Berdarah DengueAy dilaksanakan di Kantor Kelurahan Vim dan dihadiri oleh 31 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, baik dalam mengikuti pemaparan materi maupun dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Materi edukasi disampaikan secara sistematis meliputi pengenalan penyakit DBD, penyebab dan bahaya DBD, upaya pencegahan, penerapan PHBS, serta demonstrasi langsung Gerakan 3M Plus. Pada sesi diskusi, peserta mengajukan pertanyaan terkait dampak paling berbahaya dari DBD, cara memeriksa keberadaan jentik nyamuk di rumah, serta teknik pengurasan tempat penampungan air yang benar. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata tingkat pengetahuan peserta dari 66,67% sebelum edukasi menjadi 80% setelah edukasi. Selain itu, capaian kegiatan juga terlihat dari ketercapaian materi yang disampaikan secara utuh serta tingginya partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. DISKUSI