Jurnal Induksi Pendidikan Dasar Vol,1No,2 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Ambon PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER PADA PESERTA DIDIK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL (BAKIAK) di MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) I AMBON Rita BessyA. Sarfa WaasahuaA. Eman Wahyudi KasimA A PGMI IAIN AMBON Email: ritabessy15@gmail. Abstract. This research aims to determine the instillation of character values AUin students through the traditional game of clogs at MIN I Ambon. The method used in this research is a qualitative research method with a qualitative descriptive research type, with the identification of the research population being students in class IV A. B and C at MIN I Ambon. The data collection methods used were observation, interviews and documentation. Data analysis was analyzed using descriptive analysis with Miles and Haberman model analysis, namely data collection, data reduction and presentation. Triangulation of sources and techniques was used to validate the The findings and discussion show that the traditional game of bakiak can be played well and has various personality values AUsuch as friendly/communicative values, hard work values, honesty values, responsibility values, independence values, and social care values AUthat can be instilled in the participants. Keywords: Keywords satu. Keywords dua. Keywords tiga. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai-nilai karakter peserta didik melalui permainan tradisional bakiak di MIN I Ambon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan identifikasi populasi penelitian adalah siswa kelas IV A. B dan C di MIN I Ambon. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dengan analisis model Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi dan penyajian data. Triangulasi sumber dan teknik digunakan untuk memvalidasi data. Hasil temuan dan pembahasan menunjukkan bahwa permainan tradisional bakiak dapat dimainkan dengan baik dan memiliki berbagai nilai kepribadian seperti nilai bersahabat/komunikatif, nilai kerja keras, nilai kejujuran, nilai tanggung jawab, nilai kemandirian, dan nilai kepedulian sosial yang dapat ditanamkan kepada para peserta. Kata Kunci: Nilai Karakter, permainan Tradisional. Bakiak,MIN I ambon, peserta didik PENDAHULUAN Pendidikan adalah salah satu elemen terpenting dalam kehidupan seseorang. Pendidikan memainkan peran penting dalam mengembangkan potensi individu dan membentuk masa Seperti yang dikatakan oleh Ki Hajar Dewantara. Pendidikan adalah ilmu pengetahuan dan upaya untuk mengembangkan karakter . ekuatan batin dan karakte. , pikiran . , dan tubuh anak yang selaras dengan alam dan masyarakat. Pendidikan karakter merupakan dasar penting bagi pembentukan manusia yang berkualitas dan bermoral. Nilai-nilai karakter ini merupakan dasar bagi siswa untuk menghadapi berbagai tantangan dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Namun, saat ini sering terjadi fenomena yang menunjukkan adanya penurunan nilai-nilai karakter pada generasi muda. Vol, 1. No, 2. Desember 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: Di era digital ini, berbagai masalah moral semakin meningkat, seperti tawuran, kekerasan di kalangan pelajar, seks bebas di kalangan anak muda, kecanduan narkoba, pencurian, dan kegiatan kriminal lainnya. Penyebab menurunnya karakter anak ini dapat dikaitkan dengan krisis nilai-nilai agama dan hilangnya nilai-nilai budaya. Penurunan nilai-nilai karakter yang terkait dengan budaya kita dapat dilihat sebagai hasil dari perubahan budaya yang sangat cepat. Oleh karena itu, kita harus mencari cara untuk mengatasi masalah penurunan moral ini dan langkah penting dalam hal ini adalah menanamkan karakter pada anak-anak kita sejak usia dini. Pendidikan karakter memiliki tujuan yang mulia. Tujuannya adalah untuk membangun akhlak yang baik, yang merupakan modal dasar dalam kehidupan bermasyarakat, sebagai umat beragama dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Permainan tradisional dapat menjadi sarana yang efektif dalam pengembangan karakter anak Permainan tradisional adalah bagian penting dari budaya kita dan memiliki nilai-nilai Sebagai contoh, permainan bakiak mengajarkan kerjasama, ketekunan, dan semangat Namun sayangnya di era modern ini, permainan tradisional seringkali terpinggirkan oleh permainan modern dan teknologi. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada dampak penanaman nilai-nilai karakter pada siswa melalui permainan tradisional bakiak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana permainan tradisional bakiak dapat digunakan sebagai alat pendidikan karakter bagi siswa di MIN I Ambon. Dengan memahami konsep pendidikan karakter dan potensi permainan tradisional, maka dapat ditemukan cara-cara yang efektif untuk mengenalkan nilai-nilai karakter kepada siswa sejak dini. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa permainan tradisional bakiak dapat menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didik. Permainan ini mengajarkan kerjasama, ketekunan, semangat juang, dan keterampilan sosial yang penting dalam perkembangan karakter anak. Kemudian. Penanaman nilai-nilai karakter melalui permainan bakiak juga dapat meningkatkan hubungan sosial antar peserta didik. Mereka belajar untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan menghargai pendapat orang lain, yang merupakan keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. METODE Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif deskriptif. Deskriptif berarti memaparkan sesuatu hal seperti situasi, kondisi, keadaan, peristiwa atau Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki suatu situasi, keadaan atau topik lainnya, yang hasilnya dipublikasi dalam bentuk laporan penelitian. Peneliti melakukan penelitian tentang penanaman nilai-nilai karakter peserta didik melalui permainan tradisional bakiak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) I Ambon. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV A. B dan C di MIN I Ambon. Teknik pengumpulan data untuk penelitian ini dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik penjaminan keabsahan data dalam penelitian ini untuk mengetahui pengembangan nilai-nilai kepribadian peserta didik melalui permainan tradisional bakiak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) I Ambon. Kecamatan Sirimau. Kota Ambon. Kota Ambon. Maluku, maka berbagai sumber data dan teknik dalam pengumpulan data yang ada saat ini merupakan gabungan, yaitu dengan menggunakan teknik triangulasi. Dalam analisis data, terdapat model analisis yang berbeda tergantung dari sensitivitas masalah yang diteliti di lapangan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan valid. Amati proses Vol, 1. No, 2. Desember 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: pembelajaran, catat hasil lapangan, dengan hal itu diberi kode agar sumber informasi masih dapat dilacak, di kumpulkan, dipilah, kategorikan, pertimbangkan kategori informasi menurut kepentingannya, cari dan identifikasi pola. HASIL DAN PEMBAHASAN Penanaman nilai-nilai karakter lain dapat diamati melalui permainan tradisional bakiak di MIN I Ambon. Berikut beberapa nilai karakter lain yang dapat ditemukan dalam permainan Nilai karakter bersahabat/komunikatif Dalam permainan bakiak peserta didik harus mampu berkomunikasi dengan teman setim agar dapat menyelesaikan permainan hingga selesai. Nilai Kerja Keras Dalam permainan bakiak, peserta didik harus berusaha keras untuk menjaga keseimbangan dan berjalan dengan hati-hati agar tidak jatuh. Hal ini mencerminkan nilai kerja keras karena mereka harus fokus dan berupaya untuk mencapai tujuan permainan tanpa mengabaikan upaya keras yang diperlukan. Nilai Jujur Ketika peserta didik bermain bakiak, mereka harus jujur tentang kemampuan mereka sendiri. Jika mereka tidak bisa menjaga keseimbangan dengan baik, mereka harus mengakui dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki diri. Hal ini mempromosikan nilai jujur dalam diri peserta didik. Nilai Tanggung Jawab Dalam permainan bakiak, setiap peserta didik memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar tim tetap seimbang. Mereka harus memahami bahwa tindakan mereka dapat mempengaruhi seluruh tim, sehingga nilai tanggung jawab sangat penting dalam permainan ini. Nilai Mandiri Meskipun permainan bakiak adalah permainan berkelompok, setiap peserta didik harus memiliki kemandirian dalam menjaga keseimbangan mereka sendiri. Mereka tidak hanya mengandalkan teman-teman mereka, tetapi juga harus memiliki kemampuan mandiri untuk berjalan di atas bakiak. Nilai Peduli Sosial Dalam permainan bakiak, peserta didik belajar untuk peduli satu sama lain. Mereka harus membantu teman-teman mereka yang mungkin kesulitan atau merasa kurang percaya diri. Ini menciptakan suasana saling peduli sosial di antara peserta didik Oleh karena itu, permainan tradisional bakiak di MIN I Ambon tidak hanya memberikan kesenangan dan hiburan, tetapi juga merupakan cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter positif pada siswa. Melalui permainan ini, siswa dapat mengembangkan rasa komunikasi yang baik, ketekunan, kejujuran, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian sosial. Hal ini sejalan dengan pandangan para guru dan kepala madrasah yang sepakat bahwa permainan tradisional seperti bakiak memiliki peran penting dalam pendidikan karakter siswa. Melalui inisiatif untuk menanamkan nilai-nilai karakter melalui permainan tradisional klogging ini, siswa MIN I Ambon diharapkan tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang baik, berbudaya, dan berbudi pekerti yang luhur. Permainan tradisional ini juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya dan tradisi lokal kepada generasi muda, sehingga mereka dapat menghargai warisan budaya nenek moyang mereka. Di dunia yang penuh dengan teknologi dan permainan elektronik saat ini, penting untuk melestarikan dan mempertahankan permainan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya. Permainan tradisional tidak hanya merupakan bentuk hiburan tetapi juga alat pendidikan karakter yang berharga bagi generasi muda, dan MIN I Ambon memberikan contoh bagaimana Vol, 1. No, 2. Desember 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: mengintegrasikan pendidikan karakter dengan permainan tradisional dapat menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi para siswa. Kami berharap inisiatif seperti ini akan diadopsi oleh sekolah-sekolah lain untuk membentuk generasi yang lebih baik di masa depan. Pembahasan hasil temuan penelitian yang dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) I Ambon Kelurahan Amantelu. Kecamatan Sirimau. Kota Ambon, berkaitan dengan peran permainan tradisional bakiak dalam pengembangan karakter siswa adalah sebagai berikut: Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa-siswi MIN 1 Ambon memiliki kemampuan komunikasi yang baik ketika bermain bakiak. Mereka berbicara, menyusun strategi, dan berinteraksi secara positif dengan teman satu timnya. Permainan bakiak secara alami memunculkan dan mengembangkan kemampuan komunikasi siswa. Selain itu, siswa juga belajar bekerja sama dalam kelompok, memahami perasaan dan kebutuhan rekan satu tim mereka. Guru dan kepala sekolah juga mendukung pentingnya komunikasi yang efektif dalam mencapai tujuan bersama dalam Hal ini menunjukkan bahwa permainan bakiak adalah alat yang efektif untuk mengembangkan nilai-nilai komunikatif dan sikap bersahabat pada siswa. Siswa di MIN 1 Ambon juga menunjukkan tingkat kerja keras yang baik dalam permainan Mereka berusaha untuk memenuhi peran mereka dalam tim, mengikuti instruksi dengan baik, dan bermain dengan seimbang. Permainan bakiak membutuhkan usaha fisik dan mental yang cukup besar, dan siswa harus fokus, mengatasi kesulitan, dan berkolaborasi dengan tim mereka. Guru dan kepala sekolah mengakui peran penting permainan bakiak dalam membangun karakter kerja keras siswa. Peserta didik bermain bakiak tanpa melakukan kecurangan. Mereka mematuhi aturan dan jujur ketika melakukan kesalahan. Permainan bakiak mengembangkan dan memperkuat nilai kejujuran dalam interaksi siswa. Guru dan kepala sekolah juga menilai bahwa permainan ini memiliki peran penting dalam membangun karakter jujur siswa. Peserta didik menunjukkan pentingnya tanggung jawab saat mereka terhalang. Mereka bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri dan membantu teman-teman mereka dalam Permainan menyumbat memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanggung jawab dan berperan sebagai pemimpin tim. Para guru dan kepala sekolah mengakui pentingnya permainan menyumbat dalam mengembangkan rasa tanggung jawab siswa. Para peserta didik mengembangkan rasa kemandirian dengan mengenakan bakiak. Mereka dapat menyusun strategi dan bertindak secara mandiri tanpa merasa minder dengan teman Baik guru maupun kepala sekolah setuju bahwa bermain bakiak dapat mengembangkan kemandirian peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepedulian sosial dalam permainan bakiak masih perlu dikembangkan. Siswa cenderung tidak menawarkan bantuan dan dukungan ketika temannya jatuh. Permainan bakiak memiliki potensi untuk memunculkan kepedulian sosial, tetapi diperlukan lebih banyak bimbingan bagi siswa untuk memahami dan mempraktikkan nilai ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permainan bakiak tradisional memiliki potensi yang besar untuk pengembangan karakter siswa, terutama dalam hal komunikasi, ketekunan, kejujuran, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian sosial. Namun, diperlukan lebih banyak upaya untuk mengintegrasikannya ke dalam kurikulum dengan cara yang lebih terstruktur untuk memaksimalkan manfaat dari pembelajaran nilai-nilai karakter ini. Pentingnya permainan tradisional dalam dunia pendidikan adalah bahwa permainan tradisional tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga alat yang efektif dalam membentuk keterampilan sosial, karakter, dan nilai-nilai siswa. Oleh karena itu, penggunaan permainan tradisional seperti bakiak dalam konteks Vol, 1. No, 2. Desember 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: pendidikan merupakan keputusan yang bijaksana untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan siswa secara keseluruhan. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dari hasil dan pembahasan tentang penanaman nilai-nilai karakter pada peserta didik melalui permainan tradisional bakiak di MIN I Ambon . Maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Penanaman Nilai-Nilai Karakter Pada Peserta Didik Melalui Permainan Tradisional Bakiak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (Mi. I Ambon Kecamatan Sirimau Kota Ambon Maluku sudah baik, permainan tradisional seperti bakiak dapat dimainkan dengan baik dan memiliki beberapa nilai-nilai karakter yang dapat ditanamkan kepada peserta diantaranya, nilai bersahabat/komunikatif, nilai kerja keras, nilai kejujuran, nilai tanggung jawab, nilai mandiri dan nilai peduli sosial. DAFTAR PUSTAKA