Bulletin of Information System Research (BIOS) Volume 3. No 1. December 2024 Page: 20-30 ISSN 2963-2455 . edia onlin. https://journal. id/index. php/bios Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Pegawai Menerapkan Metode COPRAS Muhammad Andika Hasibuan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Program Studi Teknik Informatika. Universitas Budi Darma. Medan. Indoensia Email: hasibuanandika558@gmail. AbstrakOe PT. Nusira merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan crumb rubber . aret rema. Crumb Rubber . aret rema. merupakan suatu perdagangan perkebunan yang memiliki peranan yang sangat penting di Negara Indonesia. Perdagangan ini dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dalam proses meningkatkan kualitas kerja dari masing-masing pegawai yang bekerja pada PT. Nusira maka perlu dilakukan penilaian kinerja pegawai. Dalam penilaian kinerja pegawai di perlukan sebuah sistem pendukung keputusan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Complex Proportional Assessment (COPRAS) dengan menggunakan pembobotan Rank Order Centroid (ROC). Metode COPRAS ialah metode yang dapat mengasumsikan ketergantungan langsung dan proporsional dari tingkat signifikasi dan utilitas dari alternatif yang ada dengan adanya kriteria yang saling bertentangan, sedangkan pembobotan ROC dipakai untuk pemberian nilai bobot pada setiap kriteria. Dari perhitungan metode COPRAS dengan pembobotan ROC, maka diperoleh suatu perangkingan dalam penilaian kinerja pegawai pada PT. Nusira harus memenuhi kriteria diatas dengan mendapatkan nilai tertinggi, maka yang memiliki kinerja pegawai terbaik adalah Alternatif A2 atas nama AuSuwitoAy = 100. Kata Kunci: Penilaian Kinerja Pegawai. Sistem Pendukung Keputusan. Metode COPRAS. Pembobotan ROC AbstractOe PT. Nusira is a company engaged in the processing of crumb rubber. Crumb Rubber is a plantation trade that has a very important role in Indonesia. This trade can affect economic growth in Indonesia. In the process of improving the quality of work of each employee working at PT. Nusira, it is necessary to conduct an employee performance assessment. In assessing employee performance, a decision support system is needed. The method used in this study is the Complex Proportional Assessment (COPRAS) method using Rank Order Centroid (ROC) weighting. The COPRAS method is a method that can assume direct and proportional dependence of the level of significance and utility of existing alternatives with conflicting criteria, while ROC weighting is used to assign weight values to each criterion. From the calculation of the COPRAS method with ROC weighting, a ranking is obtained in assessing employee performance at PT. Nusira must meet the above criteria by getting the highest score, then the one with the best employee performance is Alternative A2 on behalf of "Suwito" = 100. Keywords: Employee Performance Assessment. Decision Support System. COPRAS Method. ROC Weighting PENDAHULUAN Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan sistem informasi interaktif yang menyediakan berbagai informasi, pemodelan, dan pemanipulasian data. Sistem itu digunakan untuk pengambilan keputusan dalam situasi yang semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorang pun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya Penerapan Sistem Pendukung Keputusan terdapat metode-metode yang digunakan sebagai bahan perhitungan, adapun metode-metode yang digunakan pada penelitian yang dapat dikenali diantaranya SAW. TOPSIS. WP. ARAS. MABAC. OCRA. WASPAS. MOORA. MOOSRA. AHP. VIKOR dan lainnya. PT. Nusira merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan crumb rubber . aret rema. Crumb Rubber . aret rema. merupakan suatu perdagangan perkebunan yang memiliki peranan yang sangat penting di Negara Indonesia. Perdagangan ini dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dalam proses meningkatkan kualitas kerja dari masing-masing pegawai yang bekerja pada PT. Nusira maka perlu dilakukan penilaian kinerja Pegawai merupakan aset terpenting yang memiliki pengaruh sangat besar terhadap kesuksesan sebuah perusahaan, karena setiap perusahaan perlu memikirkan bagaimana cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan prestasi-prestasi agar dapat mendorong kemajuan bagi perusahaan. Penilaian kinerja pegawai pada PT. Nusira selama ini pihak PT. Nusira menilai menggunakan Microsoft Excel yang masih dapat menimbulkan kesalahan dan kurang efisien untuk penilaian kinerja pegawai. Oleh karena itu pihak PT. Nusira membutuhkan suatu sistem informasi yang dapat membuat penilaian kinerja pegawai menjadi lebih efisien yaitu menggunakan sistem pendukung keputusan. Dalam proses penilaian kinerja pegawai, biasanya pihak PT. Nusira menilai berdasarkan lama bekerjanya pegawai itu di perusahaan, jika hanya menilai pada satu kriteria penilaian saja maka penilaian tersebut menjadi kurang efisien dan dapat menyebabkan penilaian menjadi tidak transparan. Oleh karenaa itu, pihak PT. Nusira membuat beberapa pertimbangan kriteria dalam penilaian kinerja pegawai. Adapun kriteria-kriteria penilaian kinerja pegawai pada PT. Nusira yaitu lama bekerja, disiplin kerja, kerjasama, kualitas kerja, inisiatif dan kehadiran. Jika menggunakan beberapa kriteria tersebut dan menggunakan sistem pendukung keputusan, maka menjadikan penilaian kinerja pegawai menjadi lebih efisien jika dibandingkan dengan penilaian kinerja pegawai Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Complex Proportional Assessment (COPRAS) dengan menggunakan pembobotan Rank Order Centroid (ROC). Metode COPRAS ialah metode yang dapat mengasumsikan ketergantungan langsung dan proporsional dari tingkat signifikasi dan utilitas dari alternatif yang ada dengan adanya kriteria yang saling bertentangan, sedangkan pembobotan ROC dipakai untuk pemberian nilai bobot pada setiap The Author . Copyright A 2024 | Page 20 Bulletin of Information System Research (BIOS) Volume 3. No 1. December 2024 Page: 20-30 ISSN 2963-2455 . edia onlin. https://journal. id/index. php/bios Alasan penulis menggunakan metode COPRAS adalah karena penulis memahami setiap tahapan proses perhitungan metode COPRAS dan penulis tertarik karena metode COPRAS menghitung utilitas akhir dengan nilai utilitas akhir 100%, sedangkan alasan penulis menggunakan pembobotan ROC karena pembobotan ROC dapat menjaga konsistensi pada setiap kriteria yang digunakan. Beberapa penelitian terkait yang pernah diteliti oleh penelitian terdahulu yang membahas tentang metode COPRAS seperti penelitian Tri Sakti Sembiring dkk pada tahun 2020, membahas tentang menentukan kelayakan kepulangan pasien Covid-19 Dari Ruang Isolasi. Dalam menentukan kelayakan kepulangan pasien Covid-19 Dari Ruang Isolasi di butuhkan sebuah sistem pendukung keputusan (SPK). Pada Penelitian ini menerapkan metode COPRAS. Alternatif terbaik dalam penelitian ini yaitu alternatif atas nama Au Riski Aditia Au dengan nilai Ui = 100,00 yang merupakan pasien Covid-19 yang layak dipulangkan dari ruang isolasi. Penelitian Ikhsan Firmandana dkk pada tahun 2020, membahas tentang pemilihan calon ketua pengkot Dalam pemilihan calon ketua pengkot taekwonodo di butuhkan sebuah sistem pendukung keputusan (SPK). Pada Penelitian ini menerapkan metode COPRAS. Alternatif terbaik dalam penelitian ini yaitu alternatif C-001 atas nama Au Hamdani Au dengan nilai Ui = 100 yang terpilih sebagai ketua pengkot taekwonodo. Penelitian Garuda Ginting dkk pada tahun 2020, membahas tentang penentuan kepolisian sektor terbaik. Dalam penentuan kepolisian sektor terbaik di butuhkan sebuah sistem pendukung keputusan (SPK). Pada Penelitian ini menerapkan metode COPRAS. Alternatif terbaik dalam penelitian ini yaitu alternatif A11 atas nama kepolisian sektor Au Polsek Tanjung Morawa Au dengan nilai Ui = 100 yang terpilih sebagai kepolisian sektor terbaik. Penelitian Tessa Yolanda dan Marisi Sihite pada tahun 2020, membahas tentang penentuan kelompok nelayan Dalam penentuan kelompok nelayan terbaik di butuhkan sebuah sistem pendukung keputusan (SPK). Pada Penelitian ini menerapkan metode COPRAS. Alternatif terbaik dalam penelitian ini yaitu alternatif A5 atas nama kelompok nelayan Au Serikat Nelayan Indonesia Au dengan nilai Ui = 100 yang terpilih sebagai kelompok nelayan terbaik. Penelitian Ramadhan Yandra Lubis dkk pada tahun 2020, membahas tentang pemilihan editor berita terbaik. Dalam pemilihan editor berita terbaik di butuhkan sebuah sistem pendukung keputusan (SPK). Pada Penelitian ini menerapkan metode COPRAS. Alternatif terbaik dalam penelitian ini yaitu alternatif atas nama editor berita Au Diurnawan Au dengan nilai Ui = 100 yang terpilih sebagai editor berita terbaik. METODOLOGI PENELITIAN 1 Kerangka Kerja Penelitian Pada kerangka kerja penelitian ini akan di jabarkan tahapan-tahapan penelitian yang telah dilakukan penulis. Kerangka kerja penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yang terkait secara sistematis. Tahapan ini diperlukan untuk memudahkan di dalam melakukan penelitian. Adapun tahapan-tahapan penelitian yaitu menjelaskan kerangka kerja penelitian, lokasi dan sampel data penelitian dan waktu pelaksanaan riset. Kerangka kerja penelitian tersebut dibuat guna untuk mempermudah dalam melakukan suatu penelitian. Gambar 1. Kerangka Kerja Penelitian The Author . Copyright A 2024 | Page 21 Bulletin of Information System Research (BIOS) Volume 3. No 1. December 2024 Page: 20-30 ISSN 2963-2455 . edia onlin. https://journal. id/index. php/bios Pada gambar 1 diatas maka dapat diberikan penjelasan terhadap beberapa tahapan-tahapan penelitan yang dilakukan oleh penulis dalam penelitian ini. Identifikasi Masalah Identifikasi masalah adalah cara yang dilakukan oleh penulis untuk menduga masalah yang telah terjadi dalam penilaian kinerja pegawai pada PT. Nusira. Studi Kepustakaan Studi Kepustakaan merupakan suatu teknik untuk mengumpulkan sebuah data . dengan meninjau pustaka dari berbagai referensi tertulis yang relevan berdasarkan suatu penelitian yang sedang dilakukan peneliti. Pengumpulan Data Pengumpulan Data merupakan suatu penentuan teknik, penyusunan dan pengujian instrumen pengumpulan data yang akan digunakan. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan 2 cara baik melalui observasi . maupun wawancara langsung. Analisa dan Penerapan Metode COPRAS Analisa dan penerapan metode COPRAS merupakan proses dalam suatu penelitian dimana data yang sudah terkumpul di-manage agar diolah untuk menjawab pertanyaan dari rumusan masalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode COPRAS yang dipakai untuk bahan proses perhitungan. Perancangan Pada tahap selanjutnya yaitu melakukan perancangan terhadap sistem yang telah dirancang dalam penilaian kinerja pegawai dengan menggunakan metode COPRAS. Pengujian Hasil dari sebuah kegiatan yang dilakukan oleh penulis untuk mengetahui kinerja pegawai terbaik yang terpilih sesuai kriteria. Pembuatan Laporan Penelitian Tahapan yang terakhir pada penelitian ini adalah penulisan laporan penelitian. Pada tahapan ini akan dijabarkan proses dan masalah-masalah yang dihadapi dalam penelitian yang dibuat kedalam bentuk laporan. Penulisan laporan penelitian juga dilakukan sebagai dalam bentuk tanggung jawab dari hasil penelitian yang dilakukan. 2 Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan merupakan sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian yang menyediakan berbagai informasi, pemodelan, dan pemanipulasian data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan pada situasi yang semi-terstruktur dan tidak terstruktur di mana tak seorang pun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat. Ae. Tujuan sistem pendukung keputusan mempunyai tiga tujuan yang akan di capai yaitu membantu manager membuat keputusan untuk memecahkan masalah semiterstekstur, mendukung penilaian manager bukan untuk menggantikannya dan meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manager daripada efisiensinya. 3 Metode Complex Proporsional Assessment (COPRAS) Metode Complex Proportional Assessment (COPRAS) merupakan metode yang dapat mengasumsikan ketergantungan langsung dan proporsional dari tingkat signifikansi dan utilitas dari alternatif yang ada dengan adanya kriteria yang saling bertentangan. Metode ini memilih keputusan terbaik dengan mempertimbangkan solusi ideal terbaik dan terburuk. Ae. Langkah Ae langkah Metode COPRAS adalah sebagai berikut. Membuat Matriks Keputusan Yang Akan Diidentifikasi . Normalisasi Matriks Dalam Pengambilan Keputusan. Untuk normalisasi matriks menggunakan rumus sebagai Oc Menentukan Pengambilan Matriks Normalisasi Terbobot. Untuk menentukan normalisasi terbobot menggunakan rumus sebagai berikut: Perhitungan Nilai Tertinggi Dan Terendah Pada Index Untuk Setiap Alternatif. Berikut rumus untuk menghitung nilai tertinggi dan terendah setiap alternatif: The Author . Copyright A 2024 | Page 22 Bulletin of Information System Research (BIOS) Volume 3. No 1. December 2024 Page: 20-30 ISSN 2963-2455 . edia onlin. https://journal. id/index. php/bios Oc Menentukan Signifikasi Berdasarkan Penentuan Alternatif Positif Dan Alternatif Negatif Relatif Setiap Alternatif. Menentukan Signifikasi Relatif Atau Prioritas Relatif ( ) Dari Setiap Alternatifnya Oc Perhitungan Bobot Oc Hitung Utilitas Kuantitatif (U. Untuk Setiap Alternatif. 4 Pegawai Pegawai merupakan aset terpenting yang memiliki pengaruh sangat besar terhadap kesuksesan sebuah perusahaan, karena setiap perusahaan perlu memikirkan bagaimana cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan prestasiprestasi agar dapat mendorong kemajuan bagi perusahaan. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisa dan Penerapan Metode Melakukan analisa sangat penting perannya dalam tahapan analisis untuk mendapatkan hasil yang sesuai dalam satuan Dalam proses penilaian kinerja pegawai pada PT. Nusira dilakukan setiap tahunnya. Untuk proses penilaian kinerja pegawai dipilih berdasarkan dengan alternatif yang dipilih dan kriteria yang sudah ditetapkan oleh pihak PT. Nusira. Jika alternatif dan kriteria sudah dipilih maka dalam penilaian kinerja pegawai terkadang tidak sesuai dengan bagaimana seharusnya, hingga diperlukan sistem pendukung keputusan sebagai masukan untuk mengambil keputusan dalam penilaian kinerja pegawai. Dengan menerapkan metode COPRAS dengan pembobotan ROC, besar harapan dapat membantu memberikan kemudahan untuk menghasilkan alternatif terbaik yang paling tepat sesuai dengan ketentuannya. Metode COPRAS dengan pembobotan ROC, dilakukan guna untuk mengetahui bagaimana proses pengerjaan metode yang sesuai dengan kriteria yang telah disesuaikan agar lebih tepat digunakan untuk menghasilkan alternatif terbaik dalam penilaian kinerja Metode COPRAS dengan pembobotan ROC dalam penelitian ini digunakan untuk mencapai perangkingan nilai dalam pemilihan alternatif yang akan diajukan sebagai pegawai yang memiliki kinerja terbaik pada PT. Nusira. 2 Penentuan Data Alternatif Alternatif merupakan nilai yang sudah ditetapkan pada alternatif sebelumnya. Alternatif yang digunakan pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 1 berikut. Tabel 1. Data Alternatif Alternatif A10 A11 A12 A13 A14 A15 Keterangan Sujarwo Suwito Harno Zulkifli Surya Darma Asep Toni Hardiansyah Ari Purwono Daulay Diki Imanda Hendrik Wahyu Irsanda Sandi Prayoga Marwan 3 Penentuan Data Kriteria dan Bobot Perhitungan bobot pada setiap kriteria menggunakan implementasi pembobotan ROC. Pencarian nilai bobot dapat dilihat dibawah ini: The Author . Copyright A 2024 | Page 23 Bulletin of Information System Research (BIOS) Volume 3. No 1. December 2024 Page: 20-30 ISSN 2963-2455 . edia onlin. https://journal. id/index. php/bios Berdasarkan pencarian nilai bobot diatas maka dapat diperoleh nilai bobot kriteria yaitu C1=0,409 . C2=0,241. C3=0,159 . C4=0,102 . C5=0,061 , dan C6=0,028. Apabila dijumlahkan C1 sampai C6 mendapatkan total nilai bobot = Dalam penilaian kinerja pegawai pada PT. Nusira. Penjelasan setiap kriteria bisa dilihat seperti dibawah ini. Lama Bekerja Lama bekerja ialah durasi pegawai yang bekerja pada PT. Nusira yang dapat dihitung dari tahun masuk sampai pegawai masih dinyatakan aktif bekerja. Disiplin Kerja Disiplin kerja ialah kesadaran, kemauan dan kesediaan kerja seorang pegawai agar dapat taat dan tunduk terhadap semua peraturan PT. Nusira. Kerjasama Kerjasama ialah suatu usaha bersama antara individu atau kelompok sosial untuk mencapai tujuan bersama. Kerjasama dilakukan sejak seseorang berinteraksi dengan sesamanya. Kualitas Kerja Kualitas kerja adalah suatu hasil yang dapat diukur dengan efektifitas dan efisiensi suatu pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang dalam pencapaian tujuan atau sasaran perusahaan dengan baik dan berdaya guna. Inisiatif Inisiatif adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu tanpa harus diberikan penjelasan terlebih dahulu. Kehadiran Kehadiran merupakan sejumlah waktu dimana seorang pegawai datang untuk bekerja. Kriteria yang dipakai dalam penilaian kinerja pegawai yang telah diajukan harus sesuai dengan ketentuan yang menjadi dasar penilaian atau penetapan yang sudah ditetapkan oleh pihak PT. Nusira dalam penilaian kinerja pegawai yang dapat dilihat pada tabel 2 dibawah ini: Tabel 2. Kriteria Penilaian Kinerja Pegawai PT. Nusira Kriteria Keterangan Lama Bekerja Disiplin Kerja Kerjasama Kualitas Kerja Inisiatif Kehadiran Jenis Benefit Benefit Benefit Benefit Benefit Cost Penulis memberi kemudahan dengan memberikan nilai bobot dari masing-masing kriteria yang terdapat pada tabel dibawah ini: Tabel 3. Kriteria C2,C3 dan C4 Disiplin Kerja (C. Kerjasama (C. Kualitas Kerja (C. Cukup Baik Baik Sangat Baik Nilai Tabel 4. Kriteria C% Inisiatif (C. Tidak Nilai Untuk kriteria C1 dan C6 tidak perlu diberikan nilai bobot karena sudah dalam bentuk angka yang dapat disajikan langsung ke dalam tabel rating kecocokan yang terdapat pada tabel 5 dibawah ini. The Author . Copyright A 2024 | Page 24 Bulletin of Information System Research (BIOS) Volume 3. No 1. December 2024 Page: 20-30 ISSN 2963-2455 . edia onlin. https://journal. id/index. php/bios Tabel 5. Rating Kecocokan Alternatif A10 A11 A12 A13 A14 A15 Kriteria C3 C4 4 Penerapan Metode COPRAS Untuk menyelesaikan masalah diatas dengan menggunakan metode COPRAS akan dilakukan sesuai dengan langkah Ae langkah yang telah dijelaskan sebelumnya. Membuat Matriks Keputusan Yang Akan Diidentifikasi Normalisasi Matriks dalam pengambilan keputusan The Author . Copyright A 2024 | Page 25 Bulletin of Information System Research (BIOS) Volume 3. No 1. December 2024 Page: 20-30 ISSN 2963-2455 . edia onlin. https://journal. id/index. php/bios Lakukan perhitungan normalisasi diatas untuk kriteria C2 sampai C6. Maka hasil perhitungan dari Normalisasi Matriks seperti dibawah ini: Menentukan Pengambilan Matriks Normalisasi Terbobot C1 Lakukan perhitungan diatas untuk memperoleh nilai matriks normalisasi terbobo C2 hingga C6. Dari perhitungan diatas diperoleh Nilai Matriks Normalisasi Terbobot sebagai berikut: Perhitungan Nilai Tertinggi Dan Terendah Pada Index Untuk Setiap Alternatif The Author . Copyright A 2024 | Page 26 Bulletin of Information System Research (BIOS) Volume 3. No 1. December 2024 Page: 20-30 ISSN 2963-2455 . edia onlin. https://journal. id/index. php/bios Menentukan Signifikasi Berdasarkan Penentuan Alternatif Positif Relatif Setiap Alternatif. Dan Alternatif Negatif Perhitungan Bobot Tabel 6. Perhitungan Bobot Relatif Tiap Alternatif 1/S-i S-i * total dari 1/S-i The Author . Copyright A 2024 | Page 27 Bulletin of Information System Research (BIOS) Volume 3. No 1. December 2024 Page: 20-30 ISSN 2963-2455 . edia onlin. https://journal. id/index. php/bios 1/S-i S-i * total dari 1/S-i Total = 7500 Menentukan Signifikasi Relatif Atau Prioritas Relatif ( ) Dari Setiap Alternatifnya Hitung Utilitas Kuantitatif (U. Untuk Setiap Alternatif The Author . Copyright A 2024 | Page 28 Bulletin of Information System Research (BIOS) Volume 3. No 1. December 2024 Page: 20-30 ISSN 2963-2455 . edia onlin. https://journal. id/index. php/bios Maka dari hasil perhitungan tingkatan pada tiap alternatif dengan metode COPRAS, dapat dilihat pada tabel 7 dibawah ini. Tabel 7. Perangkingan Alternatif Alternatif Suwito (A. Sujarwo (A. Harno (A. Zulkifli (A. Hardiansyah (A. Surya Darma (A. Asep (A. Ari Purwono (A. Toni (A. Wahyu Irsanda (A. Daulay (A. Sandi Prayoga (A. Marwan (A. Diki Irnanda (A. Hendrik (A. Nilai Ui 92,65 86,44 84,74 84,18 83,05 74,58 73,45 70,06 68,36 64,41 64,41 57,63 54,80 52,54 Rangking Dari hasil perhitungan diatas maka diperoleh suatu perangkingan dalam penilaian kinerja pegawai pada PT. Nusira harus memenuhi kriteria diatas dengan mendapatkan nilai tertinggi, maka yang memiliki kinerja pegawai terbaik adalah Alternatif A2 atas nama AuSuwitoAy = 100. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian tentang penilaian kinerja pegawai di PT. Nusira, disimpulkan bahwa prosedur penilaian kinerja dilakukan berdasarkan 15 alternatif pegawai dan 6 kriteria yang telah ditentukan, di mana kriteria tersebut diberi bobot menggunakan metode ROC dengan bobot masing-masing: C1 = 0,409. C2 = 0,241. C3 = 0,159. C4 = 0,102. C5 = 0,061, dan C6 = 0,028. Metode COPRAS dengan pembobotan ROC digunakan untuk menentukan perangkingan alternatif terbaik, menghasilkan pegawai dengan kinerja terbaik yaitu Alternatif A2 atas nama AuSuwitoAy (Ui = . , diikuti oleh Alternatif A1 AuSujarwoAy (Ui = 92,. , dan Alternatif A3 AuHarnoAy (Ui = 86,. Sistem pendukung keputusan yang diterapkan dirancang menggunakan bahasa pemrograman VB. Net dengan beberapa form, seperti form login, form utama, form untuk input data alternatif dan kriteria, form rating kecocokan, serta form pengambilan keputusan yang menampilkan hasil perangkingan. Sistem ini dirancang untuk dioperasikan pada komputer berbasis sistem operasi Windows dan membantu proses penilaian kinerja pegawai secara lebih efisien. REFERENCES