Vol. 26 No. FORUM EKONOMI Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi P-ISSN 1411-1713 iC E-ISSN 2528-150X Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Pengangguran The Effect of Economic Growth on Unemployment Risma Nilawati1. Yati Heryati2. Tri Frida Suryati3A 1Universitas Muhammadyah. Mamuju. Indonesia. 2Universitas Muhammadyah. Mamuju. Indonesia. 3Universitas Muhammadyah. Mamuju. Indonesia. Corresponding author: suryatitrifrida@gmail. Abstrak Penelitian ini menganalisis pertumbuhan ekonomi dan pengangguran di Kabupaten Mamuju pada periode tahun 2011 hingga 2022. Data pertumbuhan ekonomi, diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), menunjukkan fluktuasi yang signifikan selama periode tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan dari tahun ke tahun, mencapai titik terendah pada tahun 2020 dengan nilai -2. 29%, tetapi mengalami peningkatan pada tahun-tahun berikutnya. Berdasarkan uji regresi linear sederhana, penelitian ini juga mengevaluasi pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengangguran. Hasil uji menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh negatif, namun tidak signifikan terhadap pengangguran di Kabupaten Mamuju. Dengan nilai koefisien korelasi 477, menunjukkan adanya korelasi rendah antara pertumbuhan ekonomi dan pengangguran, sedangkan nilai koefisien determinasi sebesar 8% menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya menjelaskan sebagian kecil variasi dalam tingkat pengangguran. Implikasi temuan ini menyoroti perlunya upaya lebih lanjut untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi faktor-faktor tambahan yang dapat memengaruhi tingkat pengangguran, sehingga dapat merumuskan strategi pembangunan ekonomi yang lebih efektif di daerah ini. Article history Received 2024-01-03 Accepted 2024-01-15 Published 2024-01-30 Kata kunci Pertumbuhan Ekonomi. Pengangguran. Keywords Economic Growth. Unemployment. Abstract This research analyzes economic growth and unemployment in Mamuju Regency for the period from 2011 to 2022. Economic growth data, measured through Gross Regional Domestic Product (GRDP), shows significant fluctuations during this period. The analysis results indicate that economic growth has been decreasing year by year, reaching its lowest point in 2020 with a value of -2. 29%, but it has been increasing in the following years. Based on a simple linear regression test, this study also evaluates the influence of economic growth on the unemployment rate. The test results show that economic growth has a negative influence but is not significant on unemployment in Mamuju Regency. With a correlation coefficient value of 0. 477, it indicates a low correlation between economic growth and unemployment, while the determination coefficient value of 22. 8% indicates that economic growth only explains a small portion of the variation in the unemployment rate. The implications of these findings highlight the need for further efforts to evaluate and identify additional factors that may affect the unemployment rate, in order to formulate more effective economic development strategies in this region. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. Copyright A 2024 Risma Nilawati. Yati Heryati. Tri Frida Suryati. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi | 155 Risma Nilawati. Yati Heryati. Tri Frida Suryati Pendahuluan Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan suatu proses di mana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumber daya yang ada dan membentuk kemitraan antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam menciptakan lapangan kerja baru serta merangsang perkembangan kegiatan ekonomi di wilayah tersebut. Pertumbuhan ekonomi regional menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kemajuan pembangunan suatu daerah. Kenaikan pertumbuhan ekonomi erat kaitannya dengan produksi barang dan jasa. semakin banyak barang yang diproduksi, maka tingkat kesejahteraan masyarakat dapat meningkat, serta kualitas sumber daya manusia juga akan Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi, perlu disertai dengan penciptaan lapangan kerja baru. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi bukan hanya sekadar menaikkan angka pertumbuhan, melainkan juga meningkatkan kualitas dan kuantitas lapangan kerja melalui usaha Investasi pemerintah melalui kebijakan fisik dan moneter harus mempertimbangkan serta memberikan prioritas pada sektor ekonomi yang memiliki potensi, seperti sektor pertanian, manufaktur, dan sektor barang dan jasa. Kabupaten Mamuju, sebagai salah satu kota di Provinsi Sulawesi Barat, merupakan bagian integral dari perekonomian yang tidak lepas dari masalah pengangguran. Pengangguran menjadi masalah yang sulit dihindari oleh suatu negara atau daerah, pengangguran dapat menimbulkan masalah sosial seperti peningkatan kriminalitas dan masalah ekonomi, yang pada akhirnya dapat menurunkan tingkat kesejahteraan dan daya beli masyarakat. Semakin rendah angka pengangguran, semakin makmur kehidupan masyarakat suatu negara. Data Jumlah pengangguran di Kabupaten Mamuju untuk tahun 2016-2022. Tabel 1. Data Jumlah Pengangguran di Kabupaten Mamuju Tahun 2016-2022 Tahun Perempuan (Jiw. Sumber: BPS Kabupaten Mamuju. Mamuju Dalam Angka, 2022. Laki-Laki (Jiw. Jumlah (Jiw. Tabel 1 menampilkan data jumlah pengangguran di Kabupaten Mamuju untuk periode tahun Data tersebut dibagi berdasarkan jenis kelamin, yaitu perempuan dan laki-laki, serta ditotal dalam kolom "Jumlah" untuk keseluruhan pengangguran. Pada tahun 2016, jumlah pengangguran sebanyak 4. 776 jiwa, dengan perincian 3. 765 jiwa perempuan dan 1. 011 jiwa laki-laki. Selanjutnya, terjadi perubahan signifikan pada tahun 2017, di mana terjadi penurunan jumlah pengangguran menjadi 3. 063 jiwa. Penurunan tersebut lebih dominan pada perempuan . 132 jiw. dibandingkan laki-laki . 931 jiw. Tren peningkatan terjadi pada tahun 2018, di mana total pengangguran naik menjadi 3. 313 jiwa. Peningkatan ini sebagian besar disumbang oleh peningkatan jumlah pengangguran perempuan . 337 jiw. , sedangkan pengangguran laki-laki mengalami penurunan . 916 jiw. Pada tahun 2019, terjadi lonjakan signifikan jumlah pengangguran menjadi 13. 089 jiwa. Hal ini disebabkan oleh peningkatan yang sangat besar pada pengangguran laki-laki . 610 jiw. , sementara pengangguran perempuan juga meningkat namun tidak sebesar laki-laki . 479 jiw. Tahun 2020 menunjukkan penurunan jumlah pengangguran menjadi 3. 991 jiwa, di mana baik pengangguran perempuan maupun laki-laki mengalami penurunan. Pada tahun 2021, terjadi kenaikan jumlah pengangguran menjadi 5. 723 jiwa, dengan kontribusi terbesar dari peningkatan pengangguran laki-laki . 738 jiw. , sedangkan pengangguran perempuan mengalami penurunan . 985 jiw. Tahun 2022 menunjukkan penurunan kembali jumlah pengangguran menjadi 4. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Pengangguran | 156 Risma Nilawati. Yati Heryati. Tri Frida Suryati jiwa, walaupun terdapat peningkatan pada pengangguran perempuan . 289 jiw. , namun berhasil diimbangi oleh penurunan pengangguran laki-laki . 487 jiw. Secara keseluruhan, data pada tabel 1 diatas mencerminkan fluktuasi jumlah pengangguran di Kabupaten Mamuju selama periode 2016-2022, dengan perubahan yang signifikan pada beberapa tahun tertentu. Analisis lebih lanjut dapat dilakukan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tersebut serta merumuskan strategi pengurangan jumlah pengangguran di masa mendatang. Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan suatu proses di mana pemerintah daerah dan masyarakatnya berkolaborasi untuk mengelola sumber daya yang ada. Kerjasama ini mencakup pembentukan kemitraan antara pemerintah daerah dan sektor swasta dengan tujuan menciptakan lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi di wilayah tersebut. Pertumbuhan ekonomi regional, sebagai indikator penting, menjadi penentu kemajuan pembangunan suatu daerah. Kenaikan pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan erat dengan peningkatan produksi barang dan jasa. Semakin banyak barang yang diproduksi, tingkat kesejahteraan masyarakat dapat meningkat, dan kualitas sumber daya manusia juga cenderung Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, perlu disertai dengan penciptaan lapangan kerja baru. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkait dengan angka pertumbuhan saja, melainkan juga dengan peningkatan kualitas dan kuantitas lapangan kerja melalui upaya ekonomi yang lebih intensif. Investasi pemerintah, baik melalui kebijakan fisik maupun moneter, perlu mempertimbangkan dan memberikan prioritas pada sektorsektor ekonomi yang memiliki potensi pertumbuhan, seperti sektor pertanian, manufaktur, dan sektor barang dan jasa. Pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan kapasitas dalam jangka panjang dari negara yang bersangkutan untuk menyediakan berbagai barang ekonomi kepada penduduknya yang ditentukan oleh adanya kemajuan atau penyesuaian penyesuaian teknologi, institusional . , dan ideologis terhadap berbagai tuntutan keadaan yang ada (Todaro, 2006:. Menurut Boediono . pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan kenaikan output perkapita dimana ada dua sisi yang perlu diperhatikan yaitu output totalnya (GDP) dan sisi jumlah penduduknya. Output perkapita adalah output total dibagi dengan jumlah penduduk. Pengangguran adalah masalah makro ekonomi yang mempengaruhi manusia secara langsung dan merupakan masalah yang paling berat. Bagi kebanyakan orang, kehilangan pekerjaan berarti penurunan standar kehidupan dan tekanan psikologis (Mankiw, 2006:. Sedangkan menurut (Nanga, 2001: . Pengangguran . didefinisikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam kategori angkatan kerja . abor forc. tidak memiliki pekerjaan dan secara aktif sedang mencari pekerjaan. Setiawan . 3: . mengatakan bahwa pengagguran dapat terjadi sebagai akibat dari tingginya tingkat perubahan angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan adanya lapangan pekerjaan yang cukup luas serta penyerapan tenaga kerja yang cenderung kecil presentasenya. Hal ini disebabkan rendahnya tingkat pertumbuhan penciptaan lapangan kerja untuk menampung tenaga kerja yang siap bekerja. Atau dengan kata lain, di dalam pasar tenaga kerja jumlah penawaran akan tenaga kerja yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah permintaan tenaga kerja. Dalam konteks Kabupaten Mamuju, bagian integral dari perekonomian Sulawesi Barat, pengangguran menjadi masalah yang sulit dihindari. Jumlah pengangguran yang tinggi dapat menimbulkan masalah sosial, seperti peningkatan kriminalitas dan masalah ekonomi, yang pada akhirnya dapat menurunkan tingkat kesejahteraan dan daya beli masyarakat. Berdasarkan fenomena tersebut diatas, peneliti menetapkan tujuan dalam penelitian ini yaitu penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap pengangguran di Kabupaten Mamuju. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Pengangguran | 157 Risma Nilawati. Yati Heryati. Tri Frida Suryati Metode Penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan fokus pada analisis angka atau bilangan. Metode deskriptif digunakan untuk menjelaskan fenomena dari beberapa variabel yang terlibat. Penelitian menggunakan data sekunder dalam bentuk deret waktu tahunan . ime serie. dari tahun 2011 Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), skripsi, jurnal, situs web yang relevan, buletin penelitian, dan sumber lain yang mendukung penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Data diambil dari catatan buku, literatur, dan sumber lainnya untuk memperoleh informasi tentang inflasi dan pengangguran di Mamuju dari tahun 2011 hingga Teknik Analisis Data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu analisis data dengan . melakukan Uji t (Uji Parsia. Uji t dilakukan untuk menguji pengaruh variabel independen pertumbuhan ekonomi secara parsial terhadap variabel dependen . dilakukan teknik analisis data dengan melakukan uji Koefisien Determinasi (RA). Dimana. Koefisien (RA) digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel Semakin tinggi nilai (RA), semakin baik pengaruh variabel independen terhadap variabel Hasil dan Pembahasan Hasil Peneltian Pertumbuhan ekonomi merupakan bentuk perubahan kondisi perekonomian yang terjadi pada daerah Kabupaten Mamuju. Adapun data produk domestic regional bruto dari tahun 2011-2022 sebagai berikut. Tabel 2. Data PDRB Kabupaten Mamuju Tahun 2011-2022 Tahun Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Mamuju, 2022. Produk Domestik Regional Bruto (%) Berdasarkan data pada tabel 2 diatas, persentase produk domestic regional bruto tertinggi berada pada tahun 2011 dengan nilai 11,37%, pada tahun 2012 nilainya sebesar 9,92%, tahun 2013 sebesar 8,44%, tahun 2014 meningkat sedikit sebesar 8,76%, tahun 2015 pdrb mengalami penurunan sebesar 7,6%, tahun 2016 meningkat kembali namun sedikit sebesar 7,81%, tahun 2017 sebesar 7,11%, tahun 2018 sebesar 6,03%, tahun 2019 sebesar 5,22%, tahun 2020 mengalami penurunan lebih banyak hingga mencapai nilai -2,29%, tahun 2021 kembali meningkat sebanyak 2,44%, dan tahun 2022 sebanyak 3,15%. Produk domestik regional bruto terus mengalami perubahan dari tahun 2011 hingga mengalami penurunan yang cukup signifikan pada tahun 2020. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dapat menggambarkan kemampuan suatu daerah mengelola sumber daya alam yang dimilikinya. Oleh karena itu besaran Produk Dosmetik Regional Bruto (PDRB) yang dihasilkan oleh masing-masing daerah sangat bergantung kepada potensi sumber daya alam dan faktor produksi daerah Adanya keterbatasan dalam penyediaan serta pengelolaan sumber daya alam akan menunjukkan hasil pdrb pada tiap-tiap wilayah serta keberhasilan dalam pembangunan ekonomi Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Pengangguran | 158 Risma Nilawati. Yati Heryati. Tri Frida Suryati dapat dilihat pada nilai PDRB tiap tahunnya. untuk keberhasilan tersebut dibutuhkan kerjasama yang baik antar lapangan usaha perekonomian. Pembangunan merupakan suatu proses perbaikan yang dilakukan secara terus menerus . pada suatu masyarakat atau system sosial secara keseluruhan untuk mencapai sebuah kehidupan yang lebih baik. Untuk mewujudkan pembangunan bangsa diperlukan pilar yang kuat dari segi pembangunan ekonomi. Dampak yang dapat ditimbulkan dari adanya kenaikan dan penurunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) akan menyebabkan perekonomian wilayah kurang stabil, namun apabila PDRB meningkat maka pendapatan masyarakat akan meningkat serta perekonomian akan perlahan Data pengangguran Pengangguran merupakan jumlah angka pengangguran yang terjadi di Kabupaten Mamuju dari tahun 2011 hingga tahun 2022. Adapun datanya sebagai berikut. Tabel 3. Data Pengangguran Terbuka Tahun 2011-2022 Tahun Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Mamuju, 2022. Pengangguran terbuka (%) Berdasarkan data pada tabel 3 diatas, angka pengangguran di Kabupaten Mamuju pada tahun 2011 sebesar 2. 63%, tahun 2012 sebesar 1,02%, tahun 2013 sebesar 1,22%, tahun 2014 sebesar 1,03%, tahun 2015 meningkat sebesar 3,78%, tahun 2016 sebesar 3,09%, tahun 2017 sebesar 2,4%, tahun 2018 sebesar 2,63%, tahun 2019 sebesar 2,66%, tahun 2020 sebesar 2,89%, tahun 2021 sebesar 3,79%, dan tahun 2022 sebesar 3,06%. Angka pengangguran di Kabupaten Mamuju masih bertahan pada tingkat 3% hingga 1%, namun angka pengangguran tersebut masih menjadi permasalahan yang ada dalam setiap wilayah. Yang menjadi pokok masalah dalam pengangguran ialah adanya ketidakseimbangan antara pekerjaan dan jumlah tenaga kerja yang meningkat setiap tahunnya. Adanya persaingan ketat di antara para fresh graduate maupun yang sudah berpengalaman membuat fenomena baru bahwa ketidakseimbangan tersebut telah terjadi sehingga angka pengangguran masih sulit untuk teratasi. Hasil Analisis Tahap penting dalam suatu penelitian ialah tahap pengolahan data, tahap ini dirumuskan setelah semua data yang diperlukan terkumpul. Adapun langkah untuk mendeksripisikan penelitian ini dilakukan uji regresi linear sederhana yaitu uji t dan uji korelasi dan determinasi. Uji ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran di Kabupaten Mamuju. Dalam penelitian ini tidak dilakukan uji f karena penelitian ini hanya memiliki 2 variabel sedangkan uji f hanya dilakukan apabila variabel yang diteliti lebih dari 2 variabel. peneliti menentukan nilai ttabel sebegai berikut: Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Pengangguran | 159 Risma Nilawati. Yati Heryati. Tri Frida Suryati Rumus ttabel = 12-2 = 10 Jadi, ttabel = 1. ara pendapatan nilai dapat dilihat pada tabel t tabe. Uji t . Uji parsial digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat uji dengan tingkat signifikansi 0,05. Uji-t dilakukan dengan membandingkan tingkat signifikansi dengan nilai kurang dari 0,05 . %). Hasil uji parsial ditunjukkan pada tabel berikut. Tabel 4. Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. PDRB Dependent Variable: PENGANGGURAN Model Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan hasil analisis statistic coefficient kolom sig pada table diatas maka dapat dijelaskan sebagai berikut: Hasil analisis variable pertumbuhan ekonomi (PDRB) diperoleh dengan nilai sig 0,117 dengan batas signifikansi 0,05. Dapat dijelaskan bahwa sig 0,117 lebih besar dari 0,05 dengan t tabel 1. lebih besar dari thitung -1. hal ini menunjukkan bahwa variable pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pengangguran di Kabupaten Mamuju. Berdasarkan nilai t diketahui sebesar -1. 717 lebih kecil dari ttabel 1,81246 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X tidak berpengaruh terhadap variabel Y Dari persamaan regresi linear sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut: 289 (-0,. Konstanta, nilai konstanta persamaan regresi linear sederhana sebesar 3. 289 yang artinya bahwa jika variabel X dalam keadaan tetap atau tidak mengalami perubahan maka nilai pengangguran akan meningkat sebesar 3. Koefisien regresi X sebesar -0,123 menyatakan bahwa setiap pertambahan 1% nilai pertumbuhan ekonomi maka pengangguran akan berkurang sebesar 0,123. Koefisien regresi tersebut bernilai negative sehingga dapat dikatakan bahwa variabel X dan Y berpengaruh negatif Uji Koefisien Korelasi (R) dan determinasi (R . Analisis koefisien korelasi digunakan untuk mengetahui arah kuatnya hubungan antar dua variabel atau lebih. Arah dinyatakan dalam bentuk hubungan positif atau negative sedangkan kuat atau lemahnya hubungan di nyatakan dalam besarnya koefisien korelasi . ugiyono, 2017:. Adapun hasil uji dapat dilihat pada tabel berikut. Table 5. Uji Koefisien Korelasi dan Determinasi Model Summary Model Predictors: (Constan. PDRB R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Pengangguran | 160 Risma Nilawati. Yati Heryati. Tri Frida Suryati Berdasarkan tabel diatas, maka dapat dijelaskan bahwa koefisien korelasi sebesar 0,477 termasuk dalam kategori rendah untuk menunjukkan korelasi antara variabel atau sebesar 47,7%. Adapun koefisien determinasi sebesar 0,228 yang menunjukkan bahwa pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran sebesar 22,8% sedangkan 77,2% merupakan standari nilai error yang memiliki pengaruh namun tidak diteliti dalam penelitian ini. Pembahasan Hasil uji menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi diperoleh dengan nilai sig 0,117 dengan batas signifikansi 0,05. Dapat dijelaskan bahwa sig 0,117 lebih besar dari 0,05 dengan t tabel 81246 lebih besar dari thitung -1. hal ini menunjukkan bahwa variable pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pengangguran di Kabupaten Mamuju. Hubungan antara pertumbuhan ekonomi bersifat negatif, artinya peningkatan pertumbuhan ekonomi membawa dampak terhadap penurunan jumlah pengangguran. Secara umum, pertumbuhan ekonomi yang dicapai belum mampu menciptakan lapangan kerja yang luas sehingga belum berdampak pada penurunan jumlah pengangguran yang signifikan Terkait dalam penelitian ini Sukirno . mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan aktivitas perekonomian yang mengakibatkan jumlah agregat barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat meningkat. Pada penelitian ini, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mamuju mengalami penurunan dari tahun ke tahun hal ini menunjukkan bahwa perkembangan aktivitas perekonomian di Kabupaten Mamuju masih kurang berkembang, sehingga angka pengangguran masih bertahan pada tingkat 1 hingga 3%. Dalam teori Rahardja & Manurung . 8:381-. mengatakan bahwa pengangguran memberikan dampak negative yang ditimbulkan diantaranya ialah terganggunya stabilitas perekonomian dan stabilitas social politik. Adanya angka pengangguran yang belum mampu dikurangi pada daerah Kabupaten Mamuju mengakibatkan aktivitas permintaan dan penawaran akan melemah sehingga daya beli akan menurun sehingga pertumbuhan ekonomi tidak dapat meningkat sesuai dengan harapan masyarakat maupun pemerintah. Adapun solusi mengatasi pengangguran menurut Zaini Ibrahim . yaitu penciptaan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja baru, dan fleksibilitas dan invetasi tenaga kerja. Sehingga masyarakat dan pemerintah harus saling bekerja keras demi mencapai tujuan bersama untuk membangun daerah serta agar masyarakat mampu mensejahterahkan kehidupannya masing-masing. Simpulan Hasil penelitian ini dapat dideskripsikan bahwa hasil analisis variabel pertumbuhan ekonomi, diperoleh nilai yang lebih besar dari 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada cukup bukti statistik untuk menolak hipotesis nol (H. yang menyatakan tidak ada pengaruh signifikan variabel pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran. Oleh karena itu, tidak dapat disimpulkan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pengangguran di Kabupaten Mamuju. Perlu untuk lebih mendalam dalam menganalisis faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju. Selain itu, pertimbangkan untuk memperluas cakupan variabel atau mempertimbangkan aspek-aspek kualitatif yang dapat memengaruhi hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan pengangguran. Penelitian juga menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,477 dianggap rendah untuk menunjukkan korelasi antara variabel, yaitu sebesar 47,7%. Adapun koefisien determinasi sebesar 0,228 menunjukkan bahwa pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran sebesar 22,8%, sedangkan 77,2% merupakan standar nilai error yang memiliki pengaruh, namun tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini menyatakan bahwa koefisien korelasi menunjukkan hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan pengangguran, nilai rendah menunjukkan bahwa hubungan ini tidak cukup kuat. Selain itu, koefisien determinasi yang relatif rendah . ,8%) menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi hanya dapat menjelaskan sebagian kecil variasi dalam pengangguran. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Pengangguran | 161 Risma Nilawati. Yati Heryati. Tri Frida Suryati Disarankan untuk mengevaluasi variabel-variabel tambahan yang mempengaruhi hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan pengangguran. terdapat faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang dinamika pengangguran di Kabupaten Mamuju. Daftar Pustaka