Open Access Bunyan al-Ulum. Page 207 Ae 227. Vol. 1 No. DOI : 10. E-ISSN x P-ISSN x https://ejurnal. id/index. php/bunyanal-ulum The Parables of Plants in The Qur'an from The Perspective of Tafsir An-Nur Perumpamaan Tumbuhan dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur Mohammad Alfie Hardinagoro. Akhmad Sulthoni. Edy Wirastho Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima. Karangnyar. Jawa Tengah. e-mail: hardinagoro@gmail. e-mail: akhmadsulthoni@stiqisykarima. e-mail: edywirastho@stiqisykarima. Received: 28 Ae 07 Ae 2024 Accepted: 10 Ae 09 Ae 2024 Published: 31 Ae 01 Ae 2025 Abstract Plants in the Qur'an are used as metaphors rich in wisdom and lessons, depicting concepts of life, spirituality, and morality while simultaneously proving the power of Allah SWT. This research examines the interpretation of Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy in Tafsir An-Nur regarding the verses of plant metaphors, using library research methods with a maudhu'i . The focus of the research is to analyze Hasbi ashShiddiqiey's interpretation of the verses of plant metaphors and the wisdom contained within them. The results show that his interpretation is contextual, using an analogical approach, and emphasizes moral aspects by integrating scientific knowledge. He uses plant metaphors to explain Islamic concepts, such as comparing strong faith to a deeply rooted tree and disbelief to a fragile tree, as well as depicting the development of the Muslim community and the power of Allah. Its main goal is to bridge the abstract concepts of the Qur'an with human experience, visualizing spiritual teachings through nature, and facilitating the understanding and practice of the messages of the Qur'an in everyday life. Keyword: Parables. Plants. Tafsir An-Nur Abstrak Tumbuhan dalam Al-Qur'an digunakan sebagai perumpamaan yang kaya akan hikmah dan pelajaran, menggambarkan konsep kehidupan, spiritual, dan moral sekaligus membuktikan kekuasaan Allah SWT. Penelitian ini mengkaji penafsiran Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir An-Nur tentang ayat-ayat perumpamaan tumbuhan, menggunakan metode library research dengan pendekatan maudhu'i . Fokus penelitian adalah menganalisis interpretasi Hasbi ash-Shiddiqiey terhadap ayatayat perumpamaan tumbuhan dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Hasilnya menunjukkan bahwa penafsirannya bersifat kontekstual, menggunakan pendekatan analogis, dan menekankan aspek moral dengan mengintegrasikan pengetahuan ilmiah. Beliau menggunakan metafora tumbuhan untuk menjelaskan konsep Islam, seperti 207 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2024 Some rights reserved Mohammad Alfie Hardinagoro. Akhmad Sulthoni. Edy Wirastho Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima. Karanganyar __________________________________________________________________ membandingkan iman kuat dengan pohon berakar dalam dan kekufuran dengan pohon rapuh, serta menggambarkan perkembangan umat Islam dan kekuasaan Allah. Tujuan utamanya adalah menjembatani konsep abstrak Al-Qur'an dengan pengalaman manusia, memvisualisasikan ajaran spiritual melalui alam, dan memudahkan pemahaman serta pengamalan pesan-pesan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Perumpamaan. Tumbuhan. Tafsir An-Nur Pendahuluan Al-Qur'an, sebagai kitab suci yang diturunkan Allah SWT, memiliki keistimewaan dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual kepada umat Salah satu metode yang digunakan Al-Qur'an untuk menyampaikan ajaran-ajarannya adalah melalui perumpamaan atau analogi, yang sering menggunakan elemen-elemen dari alam sekitar yang mudah dipahami dan diamati oleh manusia. 1 Metode ini, yang dikenal sebagai tamtsil, merupakan salah satu bentuk retorika yang dapat menampilkan makna-makna dalam bentuk yang hidup di dalam pikiran, biasanya dilakukan dengan mempersonifikasikan sesuatu yang ghaib dengan yang hadir, atau menganalogikan suatu hal dengan hal yang serupa. Hakikat-hakikat yang tinggi dalam makna dan tujuannya akan menampilkan gambarannya secara lebih menarik jika dituangkan dalam kerangka retorika yang indah seperti tamtsil. Metode ini dianggap lebih efektif dalam mendorong jiwa untuk menerima makna yang dimaksudkan dan membuat akal merasa puas. Tak mengherankan jika tamtsil menjadi salah satu metode Al-Qur'an dalam mengungkapkan berbagai penjelasan dan segi-segi kemukjizatannya. Melalui penggunaan Tamtsil. Al-Qur'an mampu menyampaikan konsep-konsep kompleks dengan cara yang lebih mudah dipahami, sekaligus menunjukkan keindahan bahasa dan kedalaman makna yang terkandung di dalamnya. AmthAl merupakan hal yang tidak bisa dibantah, diantara ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut : Mohd Sukki Othman. AoPerumpamaan Serangga Dalam Al-QurAoan: Analisis IAojazAo. Quranica - International Journal on Quranic Research, 2012, 105Ae29. Nurul Makrifah. AuMacam Urgensi Amtsal Dalam Al-QurAoan,Ay At-Turost : Journal of Islamic Studies 7, no. : 216Ae32, https://doi. org/10. 52491/at. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Perumpamaan Tumbuhan dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur __________________________________________________________________ a AaeIa EaEIA Aac Aa eO N a Ee aC e aI aI eI aE aE aIa sE Eac aEac aN eI Oaa a acE aeO aIA a AaOEa aC eA AuSesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka mendapat pelajaranAy. (QS. Az-Zumar :. Tumbuhan adalah salah satu elemen yang di gunakan dalam Al-QurAoan sebagai perumpamaan. Tumbuhan merupakan bagian dari alam semesta. Terdapat banyak faktor mengapa Al-QurAoan menggunakan unsur-unsur tumbuhan sebagai perumpamaan, termasuk untuk memberi pelajaran dan peringatan kepada manusia, dan yang juga harus di sadari bahwa tumbuhan kaya akan manfaat bagi kehidupan 3 faktor ini yang membuat tumbuhan begitu erat kaitan nya dengan kehidupan manusia Penggunaan tumbuhan sebagai perumpamaan dalam Al-Qur'an bukan tanpa Tumbuhan, dengan segala keunikan dan keanekaragamannya, menyimpan banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil oleh manusia. Dari proses pertumbuhan, ketahanan hidup, hingga manfaatnya yang beragam, tumbuhan menjadi subjek yang ideal untuk mengilustrasikan berbagai konsep kehidupan, spiritual, dan moral. Perumpamaan tumbuhan dalam Al-Qur'an tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga sebagai bukti kekuasaan Allah SWT dalam penciptaan-Nya. Tumbuhan dalam kamus besar bahasa indonesia adalah makhluk hidup yang berinti sel mengandung klorofil. Tumbuhan juga memberikan banyak manfaat pada Keberadaan tumbuhan di bumi juga menjadi berkah tersendiri bagi Dengan kemampuan berpikirnya, tumbuhan bisa menjadi AusesuatuAy yang bernilai lebih bagi manusia. 4 Beberapa nilai dan manfaat yang bisa diambil oleh manusia dari tumbuhan antara lain adalah yang pertama sebagai nilai konsumtif yang meliputi semua manfaat yang bisa diambil oleh manusia untuk dikonsumsi Muh. Azhari. AoAnalisis Manfaat Tanaman Terhadap Kondisi Lingkungan Di Jalan Utama Kota Palangka Raya Muh. Ao. Analisis Manfaat Tanaman Terhadap Kondisi Lingkungan Di Jalan Utama Kota Palangka Raya Muh. , 1. , 10Ae15. Siti Nurwanis Mohamed. Monika Munirah, and Abd Razzak. AuElemen Keindahan Dalam Tumbuhan Menurut Al-QurAoan Dan Al-Hadith : Satu Tinjauan Awal,Ay Al-Turath 5, no. : 1Ae 209 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Mohammad Alfie Hardinagoro. Akhmad Sulthoni. Edy Wirastho Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima. Karanganyar __________________________________________________________________ secara langsung, seperti: sumber bahan pangan, bahan bakar . ayu baka. , bahan Yang kedua sebagai nilai produktif, yang meliputi semua manfaat yang bisa diambil oleh manusia untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku industri atau Misalnya: sebagai bahan baku industri mebel, bahan baku industri obat, bahan baku industri makanan serta bahan baku lainnya. Al-QurAoan yang menggambarkan kenikmatan serta manfaat tumbuhan bagi Allah swt mengumpamakan Rasulullah SAW sebagai tumbuhan, karena tumbuhan merupakan rahasia kehidupan di muka bumi. Apabila tumbuhan tidak ada, makanan pun lenyap. Adapun salah satu alasannya adalah tumbuhan menyerap energi dari atas, kemudian menghubungkannya dengan langit dan bumi, serta Demikian pula dengan Rasulullah SAW yang menerima risalah dari langit, menghubungkan langit dengan bumi dan kehidupan manusia. Tak dapat dipungkiri manusia dan hewan membutuhkan tumbuhan dalam menjalani proses kehidupan. Oleh karena banyaknya manfaat dari tumbuhan, tak heran Allah SWT menggunakan elemen tumbuhan sebagai perumpamaan dalam Al-QurAoan ,karena tumbuhan sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia Agar bisa mendalami hikmah dari ayat ayat amtsal, penelitian ini difokuskan pada penafsiran dan hikmah atau nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat, perumpamaan perumpaan yang allah sampaikan dalam Al-QurAoan yang berkaitan dengan tumbuhan, menurut penafsiran Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dalam tafsir An-Nur. Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddiqiey, lahir pada 10 Maret 1904 di Lhoekseumawe dan wafat pada 9 Desember 1975 di Jakarta, adalah salah satu mufassir Nusantara terkemuka abad ke-206. Berasal dari keluarga ulama terpandang dengan garis keturunan tersambung ke Abu Bakar Ash-Shiddiq. Hasbi memulai pendidikan dasarnya dari ayahnya sendiri. Perjalanan ilmiahnya dimulai dari Tisrin Maulina Dewi. AoPENGEMBANGAN MODUL TEMATIK TEMA AuMENYAYANGI TUMBUHAN DAN HEWANAy SUBTEMA AuMANFAATTUMBUHAN BAGI KEHIDUPAN MANUSIAAy UNTUK SISWA KELAS iSDN 007 TEBING TisrinAo, 21. , 1Ae9. Hidaya M. Nadia M. AoJurnal AT-TAHFIDZ Jurnal Ilmu Al- Qur Ao an Dan Tafsir Program Studi Ilmu Al- Qur Ao an Dan Tafsir PRESPEKTIF MAQASIDI Jurnal AT-TAHFIDZ Jurnal Ilmu Al- Qur Ao an Dan Tafsir Program Studi Ilmu Al- Qur Ao an Dan TafsirAo. JurnalATTAHFIDZJurnalIlmuAl-QurAoandanTafsir, 5. , 35Ae48. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Perumpamaan Tumbuhan dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur __________________________________________________________________ berbagai pesantren di Aceh, hingga bertemu dengan Muhammad bin al-Kalaliy yang memperkenalkannya pada ide pembaharuan Islam. Pada tahun 1926, ia melanjutkan studi ke Madrasah al-Irsyad di Surabaya, di mana ia semakin mengasah kemampuan bahasa Arab dan memperdalam ilmu syari'ah. 7 Setelah lulus pada 1927. Hasbi bergabung dengan organisasi Muhammadiyah dan terlibat dalam perdebatan ideologi konstitusi sebagai perwakilan partai Masyumi. Karirnya di dunia pendidikan mencapai puncak ketika ia menjabat sebagai dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 1972 dan diangkat sebagai guru besar ilmu hadis di institusi yang sama pada 19608. Kontribusi besarnya dalam pemikiran Islam tercermin dari gelar doktor honoris causa yang diterimanya dari Universitas Islam Bandung dan IAIN Sunan Kalijaga. Pemikiran Hasbi yang progresif, berpijak pada prinsip mashlahah mursalah, keadilan, dan kemanfaatan, telah memberikan warna baru dalam pemahaman hukum Islam di Indonesia yang Penelitian ini akan memusatkan pada dua hal utama: pertama, penafsiran Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddiqiey terhadap ayat-ayat perumpamaan tumbuhan dalam Tafsir An-Nur. Kedua, hikmah dari penaafsiran terhadap ayat-ayat perumpamaan tumbuhan dalam Tafsir An-Nur Setelah melakukan penelusuran literatur yang mendalam, penulis berhasil mengidentifikasi beberapa karya ilmiah yang memiliki keterkaitan signifikan dengan tema penelitian ini. Di antara karya-karya tersebut diantaranya:. Jurnal tentang Perumpamaan Serangga Dalam Al-QurAoan: Analisis I`Jaz oleh Mohd Sukki Othman . Thesis yang berjudul Penggunaan flora Sebagai Perumpamaan di dalam Al-QurAoan karya Solehah binti Saleh . Jurnal tentang Makanan Sehat Dan halal Dalam Al-Quran(Studi Analisis dalam Tafsir Al-QurAoanul Majid An-Nur T. M Hasbi Ash-Shiddieq. karya M. Riyan Hidayat dan aty munshihah . , . Jurnal yang berjudul Keragaman Manusia Dalam Tafsir An-Nur Karya Afrilani Mirandawati Adju and Muhammad Imran. AoKeragaman Manusia Dalam Tafsir AnNur Karya Hasbie Ash-ShiddieqiyAo. Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies, 1. 49Ae62 . 213 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Mohammad Alfie Hardinagoro. Akhmad Sulthoni. Edy Wirastho Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima. Karanganyar __________________________________________________________________ melanjutkan studinya di Madrasah al-Irsyad . ingkat Aliya. pada tahun 1926. Di sinilah ia mengasah kemampuannya dengan mengambil pelajaran takhassus tentang kebahasaan dan pendidikan. Selama masa sekolah di al-Irsyad ia tidak hanya memperoleh peringkat kemampuan berbahasa Arab, namun juga memperdalam ilmu syariAoah serta memperoleh banyak inspirasi di bidang ini. Pada saat itu, al-Irsyad dipimpin oleh Umar Hubes, salah satu murid Ahmad Surkati, pendiri dan pembina JamAoiyyatul Islah wa al-Irsyad a lArabiya, murid dan pengikut Muhammad Abduh. Darisinilah pola pikirnya semakin berkembang dengan adanya pembaharuan-pembaharuan yang ada, sebab dirasa ia mendapatkan tempat yang sesuai sebagaimana kondisinya yang pada saat itu telah menerima asupan berupa pemikiran pembaharuan pada sekolah sebelumnya. Setelahnya ia lulus dari madrasah al Irsyad pada tahun 1927, maka Hasbi memulai karirnya dengan menjadi kanggotaan organisasi Muhammadiyah. Pengalamanya semakin ia tingkatkan dengan mengikuti perdebatan ideologi konstitusi, sebagai perwakilan dari partai Marsyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesi. pada masa demokrasi liberal. Ia pun sempat menjabat sebagai dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 1972. Kedalaman pengetahuan keislaman dan pengakuan ketokohannya sebagai ulama terlihat dari beberapa gelar doktor yang diperoleh . onoris cauc. dari Universitas Islam Bandung pada 22 Maret 1975 dan dari IAIN Sunan Kalijaga pada 29 Oktober 1975 dan pada tahun sebelumnya ia telah diangkat sebagai guru besar dalam biang ilmu hadis di IAIN Sunan Kalijaga pada tahun 1960. Jejak karir yang telah disebutkan di atas menggambarkan akan peran aktif Hasbi dalam dunia pendidikan. Keterlibatannya dalam level pimpinan, jelasnya memberikan kontribusi besar dengan melahirkan pemikiran baru sesuai pada masanya yang kemudian dapat ia jalankan langkah mewarnai pola pikir para siswa agar lebih maju. Dengan kontsruksi pemikiran yang ia Rifaki AsyAoari. AuEpistemologi Tafsir Al-Nur Karya M. Hasbi Ash-Shiddieqy Dalam Memahami Al-QurAoan,Ay TaAowiluna: Jurnal Ilmu Al-QurAoan. Tafsir Dan Pemikiran Islam 2, no. : 49Ae63, https://doi. org/10. 58401/takwiluna. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Perumpamaan Tumbuhan dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur __________________________________________________________________ cetuskan bahwa pemikiran hukum Islam harus berpijak pada prinsip mashlahah mursalah, keadilan, kemanfaatan serta saddul zariAoah yang merupakan gabungan dari semua mazhab sehingga dapat memberikan pemahaman yang baik, terutama untuk diterapkan di negara yang memiliki Tafsir An-Nur, karya Hasbi Ash-Shiddieqy, ditulis dari tahun 1952 hingga 1961 dan pertama kali diterbitkan pada 1956. Terdiri dari 5 jilid, tafsir ini bertujuan memudahkan pemahaman Al-Qur'an bagi mereka yang kurang menguasai bahasa Arab. Meskipun ada anggapan bahwa tafsir ini hanya menerjemahkan dari kitab-kitab tafsir klasik, sebenarnya Tafsir An-Nur memiliki karakteristik tersendiri. Latar belakang penulisannya didasari oleh kebutuhan akan perkembangan kebudayaan Islam dan pemahaman kitab suci dalam bahasa Indonesia. Edisi kedua diterbitkan pada tahun 2000 setelah wafatnya Hasbi, diedit oleh kedua putranya. Hasbi ash-Shiddiqiey menggunakan beberapa metode penafsiran dalam Tafsir An-Nur, khususnya ketika menafsirkan ayat-ayat tentang perumpamaan Ia menerapkan tafsir bil-Ma'tsur dengan menggunakan riwayat, tafsir bil-Ra'yi dengan memberikan interpretasi berdasarkan pemikirannya sendiri, dan pendekatan tafsir Maudhu'i . dalam mengelompokkan ayat-ayat terkait. Hasbi juga menggunakan pendekatan linguistik untuk memperjelas makna katakata tertentu dalam ayat. Dalam penafsirannya. Hasbi berusaha mengontekstualisasikan makna ayat dengan realitas sosial dan kehidupan sehari-hari. Ia sering menggunakan analogi dan perumpamaan untuk menjelaskan konsep-konsep abstrak. Selain itu. Hasbi menerapkan tafsir Isyari dengan menarik pelajaran dan hikmah dari ayat-ayat yang ditafsirkan, serta menggunakan pendekatan rasional. Kombinasi metodemetode ini memungkinkan Hasbi menyajikan tafsir yang komprehensif dan relevan dengan konteks pembaca. Fitriani and others. AoModerasi Beragama Dalam Tafsir An-Nur Karya T. HasbiShiddieqy: Studi Tafsir Q. S Al-Baqarah : 143Ao. Moderasi Beragama Dalam Tafsir An-Nur Karya Hasbi Ash-Shiddieqy: Studi Tafsir Q. S Al-Baqarah : 143, 4 . , 346Ae58. 215 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Mohammad Alfie Hardinagoro. Akhmad Sulthoni. Edy Wirastho Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima. Karanganyar __________________________________________________________________ Ayat-Ayat Perumpamaan Tumbuhan Perumpamaan adalah cara berumpama, perbandingan, ibarat atau peribahasa yang berupa perbandinganamtsal merupakan bentuk jamak dari kata matsal yang secara etimologis mempunyai arti kata membandingkan sesuatu dengan yang lain baik dari segi rupa, warna, rasa dan lain-lain maka itu merupakan matsal. Adapun daftar nama surat dan ayat yang mengandung perumpamaan tumbuhan yang merujuk kepada Tesis yang berjudul Au Penggunaan Flora sebagai Perumpamaan di dalam Al-QurAoanAy yang di tulis oleh Solehah binti Saleh dari Universiti Putra Malaysia pada penelitian ini, sebagai berikut: Al-Baqoroh ayat 261. Ibrahim ayat 24-26. Yasin ayat 39. Al-Fath ayat 29. Al-Qomar ayat 20 dan 31. Al-Munafiqun ayat 4. Al-Haqqah ayat 7. Al-Fil ayat 5 Dari sebaran ayat perumpamaan tumbuhan dalam al-Qur'an di atas, kajian ayat perumpamaan tumbuhan disesuaikan dengan pengelompokan ayat-ayat yang ditulis oleh Solehah binti Saleh dalam Tesis yang di tulisnya. Penafsiran Ayat-Ayat Kejujuran dalam Tafsir An-Nur Karya Hasbi AshShiddiqiey Berikut ini adalah pemaparan penafsiran ayat-ayat perumpamaan tumbuhan dalam Tafsir An Nur : Al-Baqoroh ayat 261: a ca AOI Oa aIA aCO aI aI aOEa aN I AaO aa aOE EEac aN aE aIa aE aac s aI a a a a aIaa aE AaO aE aE aI a Ea aIeaa aacA a AacIa aE EA a AOEEacN OA AA Ea aII Oa aea aOEEacNa aO a aEaOIA a a a AA Perumpamaan . afkah yang dikeluarkan ole. orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan . bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas . arunia-Ny. lagi Maha Mengetahui. Solehah Saleh. AuPenggunaan Flora Sebagai Perumpamaan Di Dalam Al-QurAoanAy . BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Perumpamaan Tumbuhan dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur __________________________________________________________________ Teungku Hasbi menjelaskan konsep pahala berlipat dalam Islam untuk orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Seperti bibit unggul yang ditanam di tanah subur dan menghasilkan hingga 700 kali lipat, demikian juga Allah melipat gandakan pahala tanpa batas bagi orang yang berinfaq dengan Infaq ini mencakup berbagai bentuk kebajikan seperti memerangi kebodohan, kemiskinan, dan penyakit, serta memajukan ilmu pengetahuan. AlQur'an sering membahas masalah infaq dengan berbagai cara untuk mendorong Allah yang Maha Luas. Kaya, dan Pemurah memberikan keutamaan tak terhingga kepada mereka yang beramal untuk kebaikan umat dan menegakkan Pahala terbesar diberikan kepada pelopor kebajikan yang menjadi teladan bagi orang lain. Ibrahim ayat 24-26 A a a eOA AE aIeaA ca A EEacNa aIaE aEEa aI aOaa aE a aa aOaa s aAEa aN aa aOa aN AaOA a a a AaEaI a a aEOA a a a aEEaN aE acE aO aI aau aI A a AE EaEIA A aOaIa aE aEEa aI s aaOaA Aac Ea aEac aN I Oaa a acE aO aIA AOA AOA ANA a aA EEacNa E aIA a aa a a A A s a Aac aII Aa O aC E aA A aI Ea aN aII Ca aA a AaE a aas aaOaA Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya . ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi. tidak dapat tetap . Teungku Hasbi menjelaskan tentang perumpamaan yang Allah buat dalam Al-Qur'an, khususnya mengenai kalimat thayyibah . alimat yang bai. Karya T M Hasbi Ash-Shiddieqy. Tafsir Al-QurAoanul Majid An-Nur, ed. Ash-shiddieqy Fuad . emarang: pustaka rizki putra, 2. 217 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Mohammad Alfie Hardinagoro. Akhmad Sulthoni. Edy Wirastho Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima. Karanganyar __________________________________________________________________ Allah membandingkan iman yang kuat dan kalimat syahadat dengan pohon yang indah, berakar kuat, bercabang tinggi, dan selalu berbuah pada waktunya. Perumpamaan ini dimaksudkan untuk memudahkan pemahaman manusia, mengubah konsep abstrak menjadi gambaran konkret yang bisa dirasakan panca indera. Menurut riwayat dari Ibnu Abbas, kalimat thayyibah merujuk pada ucapan "Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan selain Alla. , dan pohon yang baik diumpamakan seperti pohon kurma. Tujuan dari perumpamaan ini adalah agar manusia dapat mengambil pelajaran dan lebih mudah memahami konsepkonsep keimanan yang abstrak melalui gambaran yang lebih nyata dan mudah Teungku Hasbi menjelaskan perbandingan antara "kalimah thayyibah" . alimat yang bai. dan "kalimah khabitsah" . alimat yang buru. dalam konteks keimanan. Kalimah thayyibah, yang melambangkan iman dan tauhid, diumpamakan seperti pohon yang kuat, berakar dalam, dan selalu berbuah bermanfaat, mirip pohon kurma. Sebaliknya, kalimah khabitsah, yang mewakili kekufuran dan kesyirikan, digambarkan sebagai pohon buruk tanpa akar kuat, mudah tercabut, dan berbuah pahit. Perumpamaan ini menggambarkan perbedaan antara orang beriman yang berjiwa tinggi dan bermanfaat bagi sesama, dengan orang yang mengikuti hawa nafsu dan berjiwa Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran konkret tentang dampak keyakinan dan perilaku seseorang dalam kehidupan16 Yasin ayat 39 a AO ECI CA AOI E aC aO aIA AacO a a aEE a aA AEA AIA AIA ANA AIA AacA a aa a a a a a a a Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga . etelah dia sampai ke manzilah yang terakhi. kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Karya T M Hasbi Ash-Shiddieqy. Tafsir Al-QurAoanul Majid An-Nur, ed. Ash-shiddieqy Fuad . emarang: pustaka rizki putra, 2. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Perumpamaan Tumbuhan dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur __________________________________________________________________ Teungku Hasbi menjelaskan tentang perjalanan bulan dalam 28 manzilah . yang telah ditentukan oleh Allah. Setiap hari dan malam, bulan melalui satu manzilah, dengan dua atau satu malam ketidaknampakan diakhir bulan. Perjalanan bulan ini digambarkan mulai dari bentuk sabit tipis, berangsur membesar hingga purnama, kemudian mengecil kembali menjadi sabit. Pada manzilah terakhir, bulan tampak seperti lingkaran pelepah kering berwarna Fenomena ini menunjukkan keteraturan yang telah ditakdirkan Allah dalam pergerakan bulan, menciptakan siklus yang dapat diamati dan dipahami oleh manusia, dari bulan sabit hingga purnama dan kembali ke bulan sabit. Al-Fath ayat 29 a ca a a AacI acI acA AOI aI aeNau aa acea aEaO E aEAac a a a aIea a O Ia aN I a aO aN I aacE a ac Oa a aO aIA a AOE EEacN aOEA a a ca AON aNI aII a a a E aII EEac aN Oa OI aOINI AaO OA AE aIaEa aNI AaO EacOaO a aOaIaEa aNI AaOA a AE aO aEA aa a a a aa a AEA aAI aOE aEs a a Nu AaNu Aa Ea a Aa O O EaO OCNA A EOaaO a a aN aIA AEA AOA a aa a a a a a a a a aa aa A aI I NI I aA O a A ca AOIA AEA AEAA AOA AEA AIA AOA AOA AIA AIA AOIA AEA ANA AEA AEA AOA AacA a AEA AEA a ca e a a a e a a a a a a a a a a a Aa ac a a A Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir . engan kekuatan orangorang mukmi. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang Karya T M Hasbi Ash-Shiddieqy. Tafsir Al-QurAoanul Majid An-Nur, ed. Ash-shiddieqy Fuad . emarang: pustaka rizki putra, 2. 219 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Mohammad Alfie Hardinagoro. Akhmad Sulthoni. Edy Wirastho Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima. Karanganyar __________________________________________________________________ Teungku Hasbi menjelaskan tentang Muhammad sebagai Rasul Allah yang tidak dapat diragukan, meskipun orang-orang kafir mengingkarinya. Para sahabat Muhammad digambarkan sebagai orang-orang yang tegas terhadap orang kafir namun lembut terhadap sesama muslim. Mereka rajin beribadah dengan tulus ikhlas, mengharapkan pahala dan keridhaan Allah. Tanda-tanda kesalehan mereka terlihat dari ketenangan jiwa, kelembutan budi pekerti, kekhusyukan, dan sikap yang menimbulkan belas kasihan. Allah menyifati para sahabat dengan banyak beramal, terutama shalat, dan selalu bersikap ikhlas dalam mengharap pahala dari Allah. Teungku Hasbi menjelaskan sifat-sifat mulia para pengikut Muhammad ini juga disebutkan dalam Taurat dan Injil. Allah memberikan perumpamaan indah tentang perkembangan umat Islam, dimulai dari Nabi sendiri, kemudian berkembang menjadi kekuatan yang besar, seperti sebiji bibit yang tumbuh menjadi pohon kokoh dengan banyak cabang. Perkembangan ini dimaksudkan untuk membuat orang kafir merasa tertekan. Allah berjanji kepada orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh bahwa Dia akan mengampuni dosa-dosa mereka dan memberikan pahala besar dengan memasukkan mereka ke dalam Janji Allah ini adalah benar dan pasti. Al-Qomar ayat 20 dan 31 AacN I a a a Ia E acII aCaA a Aac aEaIA a AaI aa EIA yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok korma yang tumbang. Teungku Hasbi menjelaskan gambaran kehancuran kaum 'Ad oleh angin yang sangat kuat. Angin tersebut digambarkan memiliki kekuatan yang luar biasa, mampu menumbangkan seluruh kaum 'Ad dengan mudahnya. Kehancuran ini diilustrasikan dengan perumpamaan yang jelas dan mudah Karya T M Hasbi Ash-Shiddieqy. Tafsir Al-QurAoanul Majid An-Nur, ed. Ash-shiddieqy Fuad . emarang: pustaka rizki putra, 2. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Perumpamaan Tumbuhan dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur __________________________________________________________________ dibayangkan, yaitu seperti pohon-pohon kurma yang roboh. Pohon kurma, yang biasanya tinggi dan kokoh, menjadi simbol kekuatan dan ketahanan. Namun, angin ini begitu dahsyat sehingga mampu merobohkan pohon-pohon kurma tersebut, menunjukkan betapa hebatnya kekuatan alam yang digunakan untuk menghukum kaum 'Ad. Akibatnya, seluruh kaum 'Ad tumbang dan tidak mampu bergerak lagi, menandakan kehancuran total dan ketidakberdayaan mereka menghadapi hukuman Allah. Perumpamaan ini memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana Allah menghukum kaum yang ingkar dengan cara yang menakjubkan dan mengerikan. AuaIace a EI Ea O aNA AA O a aO a a Aa aEIaOe aE aN aO aI E aI a aa aA AIA a aa Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput kering . ang dikumpulkan ole. yang punya kandang binatang. Teungku Hasbi menjelaskan tentang hukuman Allah terhadap kaum Tsamud . aum Nabi Shale. yang ingkar. Allah mengutus malaikat Jibril untuk menjalankan hukuman ini. Dengan hanya satu pekikan yang dahsyat dari Jibril, seluruh kaum Tsamud langsung jatuh tersungkur dan binasa. Kehancuran mereka digambarkan secara visual dan mudah dipahami melalui perumpamaan rumput kering yang telah dikumpulkan oleh penggembala untuk makanan Perumpamaan ini menggambarkan betapa cepatnya dan totalnya kehancuran yang menimpa mereka, seolah-olah mereka sudah lama binasa. Kalimat terakhir menegaskan kembali kebinasaan mereka, menunjukkan kepastian dan finalitas hukuman Allah. Al-Munafiqun ayat 4 AOua aO N I aE aIN I OuaI O COEaOe I EaC OEa aN I EaIA Aac Oa aaO aI aE acEA a AacNI a aa acI aIA a a a a a aa a a a a a a a a a a a a AA O s E O aN I NI EO AA A a aN I Caa Ea aN aI EEacNa I acO Oa Aa aEO aIA a ca a a a a a a a a Karya T M Hasbi Ash-Shiddieqy. Tafsir Al-QurAoanul Majid An-Nur, ed. Ash-shiddieqy Fuad . emarang: pustaka rizki putra, 2. 221 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Mohammad Alfie Hardinagoro. Akhmad Sulthoni. Edy Wirastho Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima. Karanganyar __________________________________________________________________ Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh . ang sebenarny. maka waspadalah terhadap mereka. semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan . ari Teungku Hasbi menggambarkan karakteristik orang-orang munafik yang memiliki penampilan menarik dan tutur kata yang lembut, sehingga dapat memikat hati orang yang melihat atau mendengar mereka. Namun, di balik penampilan yang menarik ini, mereka digambarkan seperti kayu yang kosong di dalamnya - indah di luar tetapi buruk di dalam. Mereka juga digambarkan sebagai orang-orang yang sangat penakut dan mudah panik, selalu merasa terancam dan khawatir rahasia mereka akan terbongkar. Teungku Hasbi menggambarkan Orang-orang munafik ini sebagai musuh yang paling berbahaya, karena kemunafikan mereka yang tersembunyi di balik senyuman. Oleh karena itu, umat Muslim diperingatkan untuk tidak mempercayakan rahasia kepada mereka dan tidak terpedaya oleh sikap mereka yang tampak baik. Teungku Hasbi menyatakan harapan agar Allah mengutuk dan menjauhkan orang-orang munafik ini dari rahmat-Nya, karena bahkan orang-orang munafik ini bisa melupakan kebenaran, padahal mereka memiliki cukup bukti untuk memahami dan menerima kebenaran tersebut. Al-Haqqah ayat 7 A acN Ea O aN I EaOE Oa IIaO Oac sI OI A O EC OI AaON AA AacN I a a a Ia sE a aOOaA AaIA AEA AOA aa a a a a a a aa a a a a a a a a a aa a a yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus. maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu Karya T M Hasbi Ash-Shiddieqy. Tafsir Al-QurAoanul Majid An-Nur, ed. Ash-shiddieqy Fuad . emarang: pustaka rizki putra, 2. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Perumpamaan Tumbuhan dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur __________________________________________________________________ mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong . Tulisan ini menjelaskan tentang kehancuran kaum 'Ad oleh Allah melalui bencana angin puting beliung yang sangat dingin dan kencang. Bencana ini berlangsung selama tujuh malam delapan hari tanpa henti, dan tidak ada seorang pun yang mampu menyelamatkan diri. Kekuatan angin ini digambarkan begitu dahsyat sehingga dapat memusnahkan seluruh kaum 'Ad. Peristiwa ini juga disebutkan dalam surat asy-Syu'araa', menunjukkan pentingnya kisah ini sebagai pelajaran dalam Al-Qur'an Dampak dari bencana angin topan ini sangat luas dan menghancurkan. Seluruh wilayah kaum 'Ad mengalami kehancuran total, termasuk gedunggedung, istana-istana, pohon-pohon, dan ternak-ternak penduduk. Keadaan setelah bencana digambarkan dengan jelas, di mana semua yang ada di negeri itu roboh rata dengan tanah, diumpamakan seperti pohon kurma yang sudah Penekanan diberikan pada fakta bahwa tidak ada seorang pun yang selamat dan tidak ada lagi yang tersisa dari keberadaan kaum 'Ad, menggambarkan kehancuran total sebagai akibat dari hukuman Allah. Al-Fil ayat 5 a aEaN I aE AA acI aEA AOEA a a aa lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan . Kalimat ini menggambarkan kehancuran total pasukan gajah dengan cara yang mudah dibayangkan. Pasukan gajah, yang awalnya kuat dan menakutkan, dihancurkan sedemikian rupa sehingga kondisi mereka diumpamakan seperti daun atau rumput yang telah dimakan oleh binatang. Perumpamaan ini menunjukkan betapa lemah dan tak berdayanya pasukan tersebut setelah menerima hukuman. Seperti daun atau rumput yang telah dikunyah dan dicerna oleh binatang, pasukan gajah itu kehilangan bentuk, kekuatan, dan Ibid 223 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Mohammad Alfie Hardinagoro. Akhmad Sulthoni. Edy Wirastho Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima. Karanganyar __________________________________________________________________ keberadaannya yang semula. Mereka menjadi tak berarti dan hancur lebur, menggambarkan betapa dahsyatnya hukuman yang mereka terima dan betapa lemahnya mereka di hadapan kekuasaan Allah. Analisis Penafsiran Ayat Peumpamaan Tumbuhan Berdasarkan Tafsir An-Nur Berdasarkan data-data yang telah penulis kemukakan diatas, melalui penafsiran-penafsirannya Hasbi ash-Shiddiqiey menunjukkan pendekatan yang komprehensif dan efektif. Hasbi menggabungkan metode kontekstual, penjelasan analogis, dan penekanan pada hikmah untuk menjelaskan konsepkonsep abstrak. Beliau sering menggunakan perumpamaan tumbuhan, seperti dalam penafsirannya terhadap ayat-ayat Al-Baqarah 261. Ibrahim 24-26, dan Al-Fath 29, di mana pohon digunakan sebagai simbol kekuatan iman dan Perumpamaan tumbuhan juga dipakai untuk menggambarkan kehancuran dalam ayat-ayat seperti Al-Qomar 20 dan 31. Al-Haqqah 7, dan Al-Fil 5. Hasbi mengintegrasikan pengetahuan ilmiah, membuat perbandingan antar konsep, dan menggunakan gambaran visual yang kuat untuk memperjelas makna ayat. Penafsirannya mempertimbangkan konteks historis dan aspek moral, menekankan kekuasaan Allah dan nilai-nilai edukatif Al-Qur'an. Dengan pendekatan yang rasional dan penjelasan yang rinci. Hasbi berusaha menjembatani konsep-konsep abstrak dalam Al-Qur'an dengan pengalaman nyata manusia. Tujuannya adalah agar pesan-pesan Al-Qur'an dapat lebih mudah dipahami, diserap, dan diamalkan oleh pembaca dalam kehidupan sehari-hari. Hikmah Penafsiran Ayat Ayat Perumpamaan Tumbuhan Perumpamaan tumbuhan dalam Al-Qur'an, sebagaimana ditafsirkan dalam Tafsir An-Nur karya Hasbi ash-Shiddiqiey, memberikan gambaran Karya T M Hasbi Ash-Shiddieqy. Tafsir Al-QurAoanul Majid An-Nur, ed. Ash-shiddieqy Fuad . emarang: pustaka rizki putra, 2. Mohammad Archie Hardinagoro and others. AoTadabbur Alam in the Qur Ao an ( A Study of the Interpretation of Verses on Nature Contemplation in Tafsir Al-Azhar ) Tadabbur Alam Dalam Al- Qur Ao an ( Studi Penafsiran Ayat-Ayat Tadabbur Alam Dalam Tafsir Al-Azhar )Ao, 1. , 1Ae BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Perumpamaan Tumbuhan dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur __________________________________________________________________ konkret tentang konsep-konsep abstrak, memudahkan pemahaman manusia akan ajaran Islam. Misalnya, iman yang kuat diumpamakan seperti pohon yang berakar dalam dan selalu berbuah, menggambarkan keteguhan dan kebermanfaatan orang beriman. Sebaliknya, kekufuran diibaratkan pohon buruk yang mudah tercabut, menunjukkan kerapuhan keyakinan yang salah. Perumpamaan ini juga menggambarkan perkembangan umat Islam dari awal yang kecil hingga menjadi kekuatan besar, seperti benih yang tumbuh menjadi pohon kokoh. Selain itu, perbandingan dengan fenomena alam seperti pertumbuhan tanaman atau kehancuran oleh angin topan memberikan pelajaran tentang kekuasaan Allah dan konsekuensi dari perbuatan manusia. Perumpamaanperumpamaan ini membantu manusia memahami ajaran agama dengan lebih mendalam, memvisualisasikan konsep-konsep spiritual yang kompleks melalui gambaran alam yang familiar. Hikmah-hikmah yang terkandung dalam perumpamaan tumbuhan ini tidak hanya memperkaya pemahaman teologis, tetapi juga memotivasi umat untuk berbuat kebaikan, menjauhi kemungkaran, dan menghargai keseimbangan alam sebagai tanda kebesaran Allah. Kesimpulan Penafsiran Hasbi ash-Shiddiqiey tentang ayat-ayat perumpamaan tumbuhan menggabungkan pendekatan kontekstual, penjelasan analogis, dan penekanan pada Beliau mengintegrasikan pengetahuan ilmiah, membuat perbandingan antar konsep, dan menggunakan gambaran visual yang kuat untuk memperjelas makna ayat. Penafsiran beliau juga mempertimbangkan konteks historis dan aspek Hasbi ash-Shiddiqiey berusaha menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an dengan cara yang mudah dipahami, relevan dengan kehidupan sehari-hari, dan dapat diaplikasikan oleh pembaca. Metode ini bertujuan untuk menjembatani konsepkonsep abstrak dalam Al-Qur'an dengan pengalaman nyata manusia, sehingga pesan-pesan Al-Qur'an dapat lebih mudah diserap dan diamalkan. Hardinagoro and others. 225 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Mohammad Alfie Hardinagoro. Akhmad Sulthoni. Edy Wirastho Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima. Karanganyar __________________________________________________________________ Tafsir An-Nur karya Hasbi ash-Shiddiqiey menggunakan perumpamaan tumbuhan dalam Al-Qur'an untuk menjelaskan konsep Islam. Iman kuat diumpamakan pohon berakar dalam, sementara kekufuran seperti pohon buruk yang mudah tercabut. Perumpamaan ini juga menggambarkan perkembangan umat Islam dan mengajarkan tentang kekuasaan Allah. Metode ini membantu memvisualisasikan konsep spiritual melalui gambaran alam, memperdalam pemahaman agama, dan memotivasi umat untuk berbuat baik serta menghargai alam sebagai tanda kebesaran Allah. Daftar Pustaka