The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Evaluasi Manajemen Penyakit dan Psychological Well Being Lansia di Masa Pandemi Covid 19 Ayesie Natasa Zulka1*. Yeni Suryaningsih1. Putri Nofia Martha Wulandari1. Dita Apriliya Putri1 1Program Studi Ilmu Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Jember *Penulis Korespondensi: Ayesie Natasa Zulka. Email: ayesienatasazulka@unmuhjember. Diterima: 21 Mei 2022 | Disetujui: 21 Juni 2. Dipublikasikan: 30 Juni 2022 Abstrak Latar Belakang dan Tujuan: Pandemi COVID 19 tidak hanya berpengaruh bagi kondisi fisik tetapi juga kesejahteraan psikologis lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen penyakit dan psychological well being lansia dimasa pandemi. Keterbatasan pelayanan kesehatan selama pandemi seperti posyandu lansia yang dijadikan garda utama pemantauan kesehatan lansia dan ketidakpastian berakhirnya kondisi pandemi menjadi urgensi penelitian ini Metode: Desain studi menggunakan eksplanative survey dengan pendekatan cross sectional. sampel lansia dari desa Dukuh Mencek kecamatan Sukorambi. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan 102 responden yang bersedia. Pengambilan data menggunakan kuesioner karakteristik lansia. MMAS-8 item, dan kuesioner psychological well being. Hasil: Hasil analisis regresi multinomial menunjukkan bahwa variabel yang memiliki korelasi dengan manajemen penyakit adalah Usia . ,012 < 0,. Variabel yang berhubungan dengan Psychological well being adalah jenis kelamin . , status tinggal . , pendidikan . , pekerjaan . , status pernikahan . (P<0,. Kedua variabel menunjukkan korelasi namun tidak signifikan. Simpulan dan Implikasi: Teridentifikasi bahwa manajemen penyakit dan psychological well being lansia dalam kategori cukup dan sedang. Hal ini menunjukkan keterlibatan berbagai faktor yang berkaitan dengan kondisi tersebut. Pengembangan sistem pelayanan kesehatn perlu dibentuk sebagai langkah antispasi kesehatan fisik dan mental lansia di masa pandemi COVID 19. Kata Kunci: COVID 19. Lansia. Manajemen Penyakit. Pandemi,. Psychological Well Being Sitasi: Zulka. Suryaningsih. Wulandari. T & Putri. Evaluasi Manajemen Penyakit dan Psychological Well Being Lansia di Masa Pandemi Covid 19. The Indonesian Journal of Health Science. , 84-91. DOI: 10. 32528/ijhs. Copyright: A2022 Zulka, et. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. Diterbitkan Oleh: Universitas Muhammadiyah Jember ISSN (Prin. : 2087-5053 ISSN (Onlin. : 2476-9614 DOI: 10. 32528/ijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Abstract Background and Aim: The pandemic was not only affect the physical condition but also the psychological well-being of the elderly. The limitations of health services during the pandemic such as the posyandu for the elderly who are used as the main guard for monitoring the health of the elderly and the uncertainty of the end of the pandemic condition were the urgency of this research. This aims to evaluated disease management and the psychological well being of the elderly during a pandemic. Methods: The study design used eksplanatif survey with cross sectional study approach with the elderly sample from the village of Dukuh Mencek. Sukorambi sub-district. Samples were taken using purposive sampling technique based on inclusion and exclusion criteria, 102 respondents were Data were collected using the elderly characteristics questionnaire. MMAS-8 items, and psychological well being questionnaires. Results: The results of the multinomial regression analysis showed that the variable that had a correlation with disease management was Age . 012< 0. Variables related to psychological well being were gender . , residence status . , education . , occupation . , marital status . (P < 0. Both variables show a correlation but not significant. Conclusion: It was identified that the management of the disease and the psychological well being of the elderly were in the moderate and moderate categories. This shows the involvement of various factors related to this condition. The development of a health service system needs to be established as a measure to anticipate the physical and mental health of the elderly during the COVID 19 pandemic Keywords: COVID 19. Disease Management. Elderly. Pandemic. Psychological Well Bein PENDAHULUAN Pandemi COVID 19 berpengaruh pada sistem pelayanan kesehatan pada maju dan berkembang. Pelayanan kesulitan dalam memberikan layanan khususnya lansia yang termasuk kedalam golongan beresiko tinggi di masa pandemi. Tingkat kematian pada kelompok lansia selama pandemi lebih tinggi dibanding dengan kelompok usia lainnya. Fatality rate pada kelompok lansia akibat pandemi COVID 19 di tingkat global adalah 3,4%, denga rincian 42,2% pada kelompok usia 80-89, 32,4% pada kelompok usia 70-79, dan 8,4% pada kelompok usia 60-69 tahun (Irmak, yNelikkalp, & Ekuklu, 2. Indonesia, fatality rate pada lansia DOI: 10. 32528/ijhs. sebanyak 12 % dibandingkan dengan kelompok usia lain. Adanya komorbid yang dimiliki lansia juga menjadi faktor yang meningkatkan resiko kematian (Margarini, 2. Lansia adalah individu yang berusia lebih dari 60 tahun. Lansia kerentanan . secara klinis, dimana terjadi ketergantungan dan/atau kematian ketika terpapar terhadap Lansia yang renta/frail mudah mengalami sakit hanya dengan stresor yang ringan, dimana sakitnya dapat menjadi berat dan dirawat, serta Adapun kerentaan/frailty merupakan suatu menurunnya kapasitas fungsi tubuh pada proses penuaan (Marcelina. The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Pandemi COVID 19 merupakan salah satu stressor yang dihadapi semua orang termasuk kelompok Pandemi COVID 19 tidak hanya berpengaruh akibat penularan yang membahayakan bagi lansia, tetapi beberapa adaptasi kebiasaan dan kebijakan dari pemerintah terkait pencegahan penularan COVID 19 juga Adanya aktivitas dan kegiatan umum selama pandemi membut kondisi lansia sulit berkaitan dengan pengelolaan diet, aktivitas, dan perawatan terhadap penyakit yang dimiliki lansia (Amore et al. , 2. Selain kondisi lansia secara fisik, kondisi psikologi lansia juga penting untuk diperhatikan. Proses penuaan yang dialami tidak hanya berpengaruh secara fisik tetapi juga secara kognitif , emosi, dan psikologi. Tingginya angka kematian akibat penyakit COVID 19 pada individu di atas usia 65, perjalanan penyakit yang parah dengan penyakit kronis yang ada, tingkat keparahan penyakit yang tidak pasti, dan pemutusan hubungan sosial juga dianggap menyebabkan (Kaelen et al. , 2. Faktor secara biologis dan sosial seperti usia, jenis kelamin, status tinggal dan pernikahan juga mempengaruhi psikologi lansia baik secara langsung maupun tidak Berdasarkan fenomena tersebut maka peneliti ingin mengevaluasi kondisi lansia di masa pandemi dari psychological well being selama pandemi COVID 19. DOI: 10. 32528/ijhs. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Desain menggunakan rancangan penelitian eksplanatif survei dengan pendekatan cross sectional. Pada penelitian ini pengukuran variabel demografi lansia, psychological well being pada saat yang bersamaan atau dalam satu Kemudian eksplanasi dilakukan untuk menggali dan melaporkan hubungan sebab akibat antar variabel Populasi. Sampel. Sampling Populasi dari penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di desa Dukuh Mencek Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember sejumlah 1360 Sampel yang digunakan adalah lansia yang terpilih sesuai dengan kriteria inklusi. Lansia yang tinggal di desa Dukuh Mencek Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember. Berusia >60 tahun. Kriteria Eksklusi: Lansia yang menolak menjadi responden. Lansia yang tinggal sendiri tanpa keluarga atau caregiver. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. dimana semua lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi secara acak dipilih menjadi responden penelitian sesuai dengan tujuan penelitian. Jumlah sampel yang menjadi responden adalah 102 responden Instrumen Kuesioner Demografi Kuesioner ini digunakan untuk menggali data demografi lansi yang terdiri dari Usia, jenis kelamin, pernikahan, penghasilan keluarga dan riwayat penyakit. Kuesioner Manajemen Penyakit The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Kuesioner yang digunakan adalah Morisky Medication Adherence Scale yang terdiri dari 8 item Hasil pengambilan data akan dikategorikan menjadi 3 yaitu baik, cukup, dan kurang terkait manajemen penyakit lansia selama pandemi COVID 19 Kuesioner Psychological Well Being Kuesioner terdiri dari beberapa pertumbuhan diri, hubungan positif dengan orang lain, tujuan hidup, dan penerimaan diri. Kuesioner terdiri dari 42 item dengan menggunakan skala likert. Hasil akan dikategorikan menjadi 3 yaitu Psychological well being rendah, sedang, dan tinggi Persetujuan Etik Uji Etik penelitian dilakukan oleh Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember. Dan telah dinyatakan lolos uji laik etik dengan surat keterangan laik etik nomor 0079 /KEPK/FIKES/V/2022 HASIL Analisis data responden menggunakan uji regresi Hasil penelitian dijabarkan dalam tabel. Tabel 1. Demografi Responden Penelitian di Desa Dukuh Mencek Usia Lansia 46-55 th 55-65 th >65 th Total Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Jumlah Persentase 17,6% 41,2% 41,2% 24,5% 75,5% DOI: 10. 32528/ijhs. Total Tempat Tinggal Sendiri Bersama Keluarga Total Pendidikan Tidak Sekolah SD/Sederajat SMP SMA Diploma/Sarjana Total Pekerjaan PNS Swasta Wiraswasta Petani Buruh Tidak Bekerja Total Status Pernikahan Menikah Cerai Mati Cerai Hidup Total Penghasilan < UMR >UMR Total Riwayat Covid Pernah Tidak pernah Total Status Vaksin Belum vaksin Dosis 1 Dosis 2 Total 28,4% 71,6% 14,7% 29,4% 37,3% 6,9% 11,8% 3,9% 2,9% 9,8% 34,3% 16,7% 32,4% Frekuensi 3,9% Persentase 84,3% 15,7% 21,6% 78,4% 22,5% 26,5% Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa sebagian besar reponden berada pada usia lansia tengah dan lansia Sebanyak 71,6% responden masih tinggal bersama keluarga dengan status pernikahan terbanyak yaitu menikah dan cerai mati. Tingkat adalah SMP . ,3%) dengan pekerjaan mayoritas adalah petani . ,3%) serta pengahasilan yang masih kurang dari UMR. Saat pandemi, sebagian besar The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 responden tidak penah terinfeksi ataupun tertulah COVID 19 . ,4%) dengan status vaksinasi dosis 2 . %) Tabel Responden Manajemen Penyakit Kategori Frekuensi Persentase Baik 37,3 % Cukup 41,2 % Kurang 21,6 % Total Berdasarkan diketahui bahwa manajemen penyakit yang dilakukan responden selama pandemi masih adalah kategori cukup . ,2%) Tabel 3. Psychological Well Being Kategori Frekuensi Persentase Tinggi 16,7 % Sedang 69,6% Rendah 13,7% Total Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa kondisi psychological well being lansia berada dalam kategori cukup . ,6%) Tabel 4. Evaluasi Manajemen Penyakit Psychological Well Being Responden Demografi Usia Jenis Kelamin Tinggal Pendidikan Pekerjaan Status Penghasilan Riwayat Covid 19 Status Vaksin Manajemen Penyakit 0,012 0,801 0,106 0,486 0,489 0,109 Psychological Well Being 0,067 0,006 0,020 0,000 0,047 0,009 0,771 0,360 0,194 0,218 0,687 0,309 DOI: 10. 32528/ijhs. Hasil analisis bivariat dengan multinomial menunjukkan bahwa variabel yang memiliki korelasi dengan manajemen penyakit adalah Usia . ,012 < 0,. Variabel yang berhubungan dengan Psychological well being adalah jenis kelamin, status tinggal, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan (P < 0,. Kedua variabel menunjukkan korelasi namun tidak PEMBAHASAN Masa Pandemi COVID 19 menuntut perhatian kesehatan di semua tingkatan usia masyarakat tanpa terkecuali pada individu yang termasuk dalam kelompok rentan. Kelompok rentan merupakan kelompok yang teridentifikasi sebagai kelompok yang pelayanan kesehatan di masa pandemi. Lanjut usia merupakan salah satu kelompok rentan yang memiliki resiko tinggi di masa pandemi COVID 19. Masa lanjut usia adalah tahapan dalam masalah ekonomi, psikologis, sosial. Pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) kondisi kesehatan fisik dan mental lansia terutama dengan penyakit kronis menjadi Selama masa pandemi COVID 19. WHO menyarankan kepada negara yang termasuk kedala kelompok dengan penghasilan rendah mempertahankan pelayanan kesehatan dasar yang didalamnya termasuk pengelolaan penyakit tidak menular dan kesehatan mental (Irmak et al. Berdasarkan hal tersebut, mengidentifikasi berbagi faktor yang berhubungan dengan masalah fisik dan The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 perspektif yang holistik bagi lansia untuk menghadapi masa pandemi COVID 19. Temuan penting pertama yang didapat pada penelitian adalah sebagian besar responden dalam kategori cukup dalam hal manajemen Hal ini dapat diidentifikasi bahwa pengobatan, diet, dan aktivitas fisik yang menjadi program wajib lansia dengan penyakit kronis tetap dilaksanakan walaupun dalam kondisi pembatasan kegiatan selama pandemi. Manajemen kemampuan individu dalam mengelola kondisi penyakit yang dialami (Savci. Cil Akinci. Yildirim Usenmez, & Keles, 2. Banyak faktor yang manajemen penyakit pada individu. Temuan bahwa variabel yang berkorelasi dengan kemampuan lansia dalam memanajamen penyakit yang dialami adalah usia. Sejalan dengan penelitian Astuti. Herawati, & Kariasa, . kemampuan individu dalam memanajemen penyakit yang dialami berhubungan dengan usia namun tidak Usia berhubungan dengan kemampuan dan kemandirian merawat Usia responden yang masuk dalam rentang lansia pertengahan menunjukkan kemampuan manajemen penyakit yang cukup. Hubungan yang tidak signifikan menunjukkan bahwa mempengaruhi dan berkorelasi dengan kemampuan manajemen penyakit. Ladner et al. , . menjelaskan penyakit individu dipengaruhi oleh efikasi diri, perspektif terhadap penyakit, dan literasi kesehatan, namun demikian faktor sosiokultural dapat mempengaruhi secara tidak langsung. DOI: 10. 32528/ijhs. Kondisi kesehatan mental lansia juga menjadi perhatian khusus di masa Dalam penelitian ini kondisi kesehatan mental diidentifikasi melalui psychological well being lansia selama pandemi COVID 19. Psychological well being didefinisikan sebagai pengaruh dari pemenuhan dari fungsi kesejahteraan individu digambarkan mulai dari rentang kondisi mental negatif . etidakpuasan, kecemasan, hingga depres. hingga kondisi mental yang positif seperti aktualisasi diri. temuan penelitian psychological well being lansia dalam kategori sedang selama pandemi COVID 19. Ini menunjukkan bahwa kondisi kesejahteraan mental lansia masih dalam rentang yang cukup baik, adaptasi selama masa pandemi. Asosiasi keseluruhan dan perubahan dalam setiap hasil tidak sejalan dengan penelitian sebelumnya. Penelitian menunjukkan bahwa pandemi COVID 19 memberikan dampak negatif pada kecemasan, depresi, dan psychological well being pada individu dewasa (Cowden et al. Kondisi psikologis lansia di masa pandemi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah kondisi sosial, ekonomi, kesehatan dan sosio demografi (Rabellino et al. Begitu juga dengan hasil beberapa faktor sosio demografi psychological well being lansia di masa pandemi COVID 19 namun tidak Sehingga kondisi yang dialami lansia masih harus menjadi perhatian khusus dan kewaspadaan bagi pelayanan kesehatan untuk The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 mencegah resiko masalah kesehatan mental pada lansia. Lansia kelompok rentan sudah sepatutnya mendapat bantuan untuk tetap dapat bertahan hidup di masa pandemi dan kondisi-kondisi tidak terduga yang dapat terjadi. Pembuatan sistem pendukung kesehatan mental dan kelompok dukungan sosial merupakan Selain mengontrol status kesehatan mental dan fisik, peningkatan komunikasi dengan lansia, serta membatu untuk self-help keterampilan koping lanisa dapat digunakan untuk mengurangi dampak negatif pandemi pada lansia. SIMPULAN Kondisi kemampuan manajemen penyakit dan psychological well being lansia di desa Dukuh Mencek Kecamatan Sukorambi dikategorikan dalam kategori cukup dan sedang. Kondisi ini berhubungan dengan sosiodemografi lansia namun tidak memberikan hubungan yang Kondisi ini perlu mendapat perhatian oleh pemerintah, masyarakat, dan tenaga kesehatan. Pengembangan program promotif dan peventif perlu kondisi kesehatan fisik dan psikologis lansia di masa pandemi DAFTAR PUSTAKA