Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1371-1378 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Efektivitas Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani di Kantor Pertanahan Kota Langsa 1Thirarisani, 2Harmona Daulay, 3Faizal Madya 1,2,3 Magister Administrasi Publik. Universitas Terbuka thira@gmail. ABSTRACT This research aims to describe the effectiveness of the Integrity Zone (IZ) development towards Corruption-Free Zone and Clean Bureaucratic Service Area in Kantor Pertanahan Kota Langsa, as well as to identify the dimensions that influencing the effectiveness of IZ development towards Corruption-Free Zone and Clean Bureaucratic Service Area in the Kantor Pertanahan Kota Langsa. This study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data collection is conducted through interviews, observations, and documentation. The research findings indicate that . In terms of program success criteria, the results show the effectiveness of IZ development towards Corruption-Free Zone and Clean Bureaucratic Service Area in the Kantor Pertanahan Kota Langsa. The research findings related to target achievement criteria demonstrate that the Kantor Pertanahan Kota Langsa has effectively implemented the IZ development towards Corruption-Free Zone and Clean Bureaucratic Service Area. Concerning program satisfaction criteria, this research shows that the IZ development towards Corruption-Free Zone and Clean Bureaucratic Service Area in the Kantor Pertanahan Kota Langsa has been carried out effectively. And . The research findings indicate the presence of internal and external factors influencing the IZ development towards CorruptionFree Zone and Clean Bureaucratic Service Area in the Kantor Pertanahan Kota Langsa. Keywords: Effectiveness. Integrity Zone ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani di Kantor Pertanahan Kota Langsa, juga untuk mengetahui dimensi yang mempengaruhi efektivitas pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani di Kantor Pertanahan Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . Pada kriteria keberhasilan program, hasil penelitian menunjukkan efektivitas pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani di Kantor Pertanahan Kota Langsa. Hasil penelitian pada kriteria keberhasilan sasaran menunjukkan Kantor Pertanahan Kota Langsa telah melaksanakan pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani dengan . Pada kriteria kepuasan terhadap program, penelitian ini menunjukkan pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani di Kantor Pertanahan Kota Langsa telah berjalan dengan efektif. Dan . Hasil penelitian menunjukkan ada faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi 1371 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1371-1378 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani di Kantor Pertanahan Kota Langa. Kata kunci: Efektivitas. Zona Integritas PENDAHULUAN Pembangunan Zona Integritas (ZI) sebagai langkah menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) adalah strategi pemerintah dalam mereformasi birokrasi dengan lebih cepat dan efisien. Zona Integritas merupakan upaya awal dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan berorientasi pada pelayanan. Konsep "bersih" merujuk pada eliminasi praktik KKN, sementara "melayani" mengacu pada peningkatan mutu layanan publik. Pembangunan ZI diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Pemerintah, melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) telah menetapkan pedoman untuk membangun ZI di unit kerja. Awalnya diatur oleh Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 52 Tahun 2014, pedoman ini diperbaharui menjadi Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 10 Tahun 2019, dan kemudian menjadi Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 90 Tahun 2021. Pada tingkat instansi seperti Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), beberapa unit kerja seperti Kantor Pertanahan Kota Bandung. Kota Medan, dan Kota Langsa telah berhasil meraih predikat WBK dan WBBM. Kantor Pertanahan Kota Langsa meraih predikat WBK pada tahun 2018. Meskipun Kantor Pertanahan Kota Langsa memiliki peran penting dalam menangani masalah pertanahan yang berkaitan dengan kehidupan banyak orang, pelayanan di bidang ini sering kali menuai keluhan. Permasalahan birokrasi seperti pelayanan yang kompleks, lambat, mahal, serta adanya praktik KKN masih berlanjut. Di era reformasi birokrasi, administrasi pertanahan masih terikat pada prosedur birokratis yang memakan waktu. Sepanjang tahun 2021 lalu Ombudsman Republik Indonesia menerima 1. laporan terkait agraria atau pertanahan (Subarkah, 2. Laporan mengenai layanan pertanahan merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan substansi lain. Ribuan laporan tersebut antara lain terkait dengan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), tumpang tindih kepemilikan, proses pengadaan tanah, sengketa konflik perkebunan, pendaftaran tanah, pengukuran ulang, juga pengembalian batas. Dengan predikat WBK yang disandangnya. Kantor Pertanahan Kota Langsa tak lepas dari keluhan masyarakat. Beberapa keluhan yang dimuat di media massa antara lain: Dugaan pungutan liar di Kantor Pertanahan Kota Langsa sebagaimana yang disampaikan oleh Rahmat sebagaimana dimuat di portal berita online com pada 25 Mei 2021 1372 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1371-1378 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Dugaan praktik mafia tanah di Kantor Pertanahan Kota Langsa yang disampaikan oleh Wakil Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda Aceh sebagaimana yang dimuat dalam portal berita online com pada 03 Juni 2021 . Dugaan diterbitkannya sertifikat ganda oleh Kantor Pertanahan Kota Langsa yang disampaikan oleh Lawfirm Acheh Legal Consult yang dimuat dalam portal berita online w. com pada 21 Juni 2021 . Kantor Pertanahan Kota Langsa dianggap mempersulit masyarakat yang ingin memperoleh salinan dokumen bukti kepemilikan tanah yang dilaporkan oleh Ramli. B sebagaimana dimuat di portal berita online w. pada 14 Maret 2022 Berbagai keluhan dari masyarakat tetap datang ketika unit kerja ini telah dengan lantang menyuarakan reformasi birokrasi melalui pembangunan ZI. Melihat kenyataan yang terjadi maka muncul pertanyaan: AoApakah pembangunan ZI sudah efektif di Kantor Pertanahan Kota Langsa?Ao Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan efektivitas pembangunan ZI di Kantor Pertanahan Kota Langsa serta dimensi apa saja yang mempengaruhi efektivitas tersebut. Untuk menggambarkan efektivitas pembangunan ZI di Kantor Pertanahan Kota Langsa digunakan Teori Efektivitas Campbell. Menurut Campbell . 9: . , terdapat 5 . indikator penilaian efektivitas secara umum dan yang paling menonjol yaitu: keberhasilan program. keberhasilan sasaran, kepuasan terhadap program, tingkat input dan output, serta pencapaian tujuan menyeluruh. Penelitian ini hanya menggunakan 3 dari 5 kriteria tersebut yaitu keberhasilan keberhasilan sasaran, dan kepuasan terhadap program dengan alasan untuk mencegah redundansi, adanya keterbatasan sumber daya, juga sebagai upaya untuk fokus pada aspek ini yang ingin diteliti. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, yaitu kombinasi antara pendekatan kualitatif dan penelitian deskriptif. Penelitian ini memilih lokasi di Kantor Pertanahan Kota Langsa. Pemilihan lokasi ini dilakukan karena Kantor Pertanahan Kota Langsa termasuk unit kerja pertama di lingkungan Kementerian ATR/BPN yang meraih predikat WBK pada tahun 2018 Proses pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling, yang mengarah pada pemilihan individu yang memiliki pengetahuan mendalam atau otoritas terkait pembangunan Zona Integritas. Sumber informasi diperoleh dari berbagai sumber, termasuk jajaran Kantor Pertanahan Kota Langsa dan masyarakat yang menerima layanan dari Kantor Pertanahan Kota Langsa. Metode pengumpulan data terdiri dari observasi langsung terhadap aktivitas di Kantor Pertanahan Kota Langsa, wawancara dengan informan yang terpilih, serta dokumentasi terkait program dan implementasinya. 1373 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1371-1378 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Proses analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data untuk mengidentifikasi pola-pola utama, display data untuk menggambarkan temuan secara visual, dan penarikan kesimpulan berdasarkan analisis data yang telah Validitas dan kredibilitas data dipastikan melalui triangulasi data, yang mencakup penggunaan berbagai sumber dan metode untuk mengonfirmasi hasil HASIL DAN PEMBAHASAN Efektivitas Pembangunan Zona Integritas Untuk menggambarkan efektivitas pembangunan ZI di Kantor Pertanahan Kota Langsa peneliti menggunakan 3 kriteria dari teori efektivitas Campbell. Kriteria pertama yaitu keberhasilan program. Dari wawancara diketahui bahwa pembangunan ZI merupakan komitmen berkelanjutan di Kantor Pertanahan Kota Langsa dengan terus menerus dilakukan evaluasi dan peningkatan kualitas layanan, perbaikan dan penataan sarana dan prasarana, dengan tujuan yang lebih tinggi yaitu WBBM. Mengenai proses pembangunan ZI, diperoleh informasi bahwa pembangunan ZI diawali dengan pencanangan dan identifikasi komponen pengungkit, dilanjutkan dengan perbaikan sarana prasarana, penyusunan tim kerja, sosialisasi dan publikasi serta evaluasi dan pemenuhan eviden yang diprasyaratkan. Dalam hal pelaksanaan instruksi dari kementerian ATR/BPN, dari para informan diperoleh informasi bahwa Kantor Pertanahan Kota Langsa mematuhi instruksi yang telah diberikan meskipun ada beberapa kendala yang ditemukan dan berhasil diatasi, juga adanya tantangan baik internal maupun eksternal. Instruksi dari Kementerian ATR/BPN dan Kementerian PAN/RB dijadikan panduan pelaksanaan pembangunan ZI. Mengenai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, para informan menyampaikan bahwa tujuan yang sebelumnya telah ditetapkan mendukung keberhasilan pembangunan ZI, menjadi landasan yang kuat dan sebagai pendorong bagi perubahan yang positif. Terkait upaya-upaya yang telah dilakukan, diperoleh informasi bahwa Kantor Pertanahan Kota Langsa telah melakukan peningkatan kualitas pelayanan dan perbaikan sarana dan prasarana, memberikan pelatihan kepada pegawai mengenai pencegahan korupsi dan standarisasi pelayanan, juga melakukan evaluasi secara berkala. Diketahui pula bahwa ada kelompok kerja yang jelas yang berpedoman kepada Surat Keputusan Kepala Kantor, terdapat keterkaitan antara tugas dengan kompetensi pegawai serta fokus pada perubahan yang dihasilkan serta dilakukan evaluasi secara berkala. Keberhasilan Kantor Pertanahan Kota Langsa dalam membangun ZI dapat dikaitkan dengan kriteria keberhasilan program dalam Teori Efektivitas Campbell. Campbell . 9: . menyatakan bahwa untuk mencapai efektivitas program, penting untuk memiliki kemampuan operasional yang memadai dalam menjalankan program-program kerja sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Keberhasilan program dapat dinilai melalui evaluasi terhadap proses dan mekanisme yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Berdasarkan 1374 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1371-1378 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. kriteria keberhasilan program tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembangunan Zona Integritas di Kantor Pertanahan Kota Langsa memenuhi kriteria efektivitas dalam Teori Efektivitas Campbell. Program ini mencapai tujuan yang ditetapkan, memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat, serta dilaksanakan dengan efisiensi dan efektivitas yang tinggi. Kriteria kedua adalah keberhasilan sasaran. Dari informan diperoleh informasi bahwa sasaran pembangunan ZI di Kantor Pertanahan Kota Langsa adalah fokus pada peningkatan pelayanan, pencegahan korupsi dan transparansi layanan, meningkatkan kepercayaan masyarakat serta birokrasi yang bersih dan efisien. Sedangkan subjek pembangunan ZI adalah pegawai dan masyarakat, para stakeholder serta masyarakat pengguna layanan. Mengenai keberhasilan mencapai sasaran, diperoleh informasi bahwa Kantor Pertanahan Kota Langsa telah berhasil meraih predikat WBK, berhasil mangkatkan kepuasan masyarakat dan meningkatkan indeks persepsi anti korupsi. Efektivitas pembangunan ZI di Kantor Pertanahan Kota Langsa dapat dideskripsikan dengan seberapa jauh tingkat keberhasilan Kantor Pertanahan Kota Langsa mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam teori efektivitas yang dikemukakan oleh Campbell, konsep efektivitas dapat didefinisikan melalui sejauh mana pencapaian output yang dihasilkan melalui implementasi kebijakan dan prosedur oleh suatu organisasi, dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Meskipun Kantor Pertanahan belum berhasil meraih predikat WBBM, namun dapat dikatakan bahwa pembangunan ZI di Kantor Pertanahan Kota Langsa telah efektif. Kriteria yang terakhir adalah kepuasan terhadap program. Untuk mendapatkan gambaran mengenai kepuasan yang dirasakan terhadap program pembangunan ZI, peneliti menggali 2 informasi dari para informan, yang pertama mengenai kepuasan yang dirasakan masyarakat. informasi yang diperoleh berupa data Survei Kepuasan Masyarakat yang bernilai AoBAIKAo, adanya peningkatan pelayanan mandiri yang artinya penggunaan calo/perantara berkurang, serta adanya testimoni positif dari masyarakat. Informasi kedua yang ingin digali adalah adanya peningkatan kualitas layanan setelah pembangunan ZI. Informan menyatakan bahwa nilai Survei Kepuasan Masyarakat menunjukkan peningkatan. Kantor Pertanahan Kota Langsa juga melakukan renovasi ruangan loket dan perbaikan infrastruktur agar kepuasan masyarakat meningkat. Juga adanya tindakan tegas terhadap pelanggaran dan meningkatkan kecakapan petugas. Untuk kriteria kepuasan terhadap program ini peneliti juga menggali informasi dari masyarakat penerima layanan di Kantor Pertanahan Kota Langsa. Mayoritas informan menganggap ZI sebagai sebuah program pencegahan dan pemberantasan Namun, beberapa dari mereka kurang mengetahui tentang program ini. Sosialisasi ZI terutama dilakukan melalui spanduk, banner, dan media sosial seperti Instagram. Ada juga yang merasa kurang diinformasikan, hanya melihat spanduk dan poster. Mayoritas informan merasakan perubahan positif setelah implementasi ZI, terutama terkait kenyamanan, kebersihan, dan efisiensi layanan di Kantor 1375 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1371-1378 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pertanahan Kota Langsa. Meski begitu, beberapa informan belum merasakan perubahan karena belum pernah mengunjungi Kantor Pertanahan Kota Langsa Dalam hal kualitas pelayanan, mayoritas informan merasakan peningkatan dalam penjelasan biaya, waktu, dan persyaratan layanan. Beberapa di antaranya menyebut pelayanan lebih baik, ramah, transparan, dan prosesnya lebih cepat serta tidak rumit. Beberapa informan yang baru pertama kali datang berharap pelayanan semakin membaik dengan adanya pembangunan ZI. Terkait pungutan liar dan gratifikasi, mayoritas informan menyatakan tidak ada praktik pungutan liar atau gratifikasi, dan biaya yang dikenakan sesuai dengan kuitansi yang mereka Beberapa di antaranya menyebut tidak ada pungutan di loket, dan biaya layanan sesuai peraturan yang berlaku. Mereka menegaskan bahwa mereka tidak memberikan uang "terima kasih" kepada petugas. Secara keseluruhan, mayoritas informan memiliki pemahaman positif terhadap ZI sebagai upaya pencegahan Sosialisasi ZI melalui spanduk, banner, dan media sosial memberikan dampak, meskipun beberapa informan merasa kurang diinformasikan. Adanya perubahan positif terutama terkait kualitas pelayanan dan penghapusan praktik pungutan liar menunjukkan efektivitas langkah-langkah yang diambil oleh Kantor Pertanahan Kota Langsa dalam menerapkan ZI. Dalam teori efektivitas Campbell, kepuasan dianggap sebagai kriteria utama untuk mengukur kesuksesan program, merujuk pada kemampuan program untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna. Kepuasan ini tercermin dalam persepsi para pengguna terhadap kualitas produk atau layanan yang disediakan. Dalam konteks ini, evaluasi terhadap pembangunan ZI di Kantor Pertanahan Kota Langsa sesuai dengan kriteria kepuasan program dari teori tersebut. Dapat disimpulkan bahwa pembangunan ZI di Kantor Pertanahan Kota Langsa telah berhasil menjadi efektif. Berdasarkan uraian yang telah disampaikan sebelumnya mengenai pelaksanaan pembangunan ZI di Kantor Pertanahan Kota Langsa, dapat dikatakan bahwa pembangunan ZI menuju WBK/WBBM di Kantor Pertanahan Kota Langsa dapat dikategorikan efektif. Beberapa hal yang mendukung pernyataan ini adalah: Kantor Pertanahan Kota Langsa telah meraih predikat WBK pada tahun 2018, menunjukkan adanya kemajuan dalam penerapan prinsip ZI dan upaya pencegahan korupsi. Upaya perbaikan terus dilakukan dalam berbagai aspek, termasuk renovasi ruangan loket pelayanan, pelatihan pelayanan prima bagi petugas loket, sosialisasi anti-korupsi bagi pegawai, peningkatan penggunaan teknologi informasi, dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Masyarakat penerima layanan memberikan tingkat kepuasan yang baik dalam survei yang dilakukan Kantor Pertanahan Kota Langsa, mengindikasikan bahwa kualitas pelayanan telah meningkat setelah pembangunan ZI. 1376 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1371-1378 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Meskipun terdapat keluhan dari masyarakat terkait pelayanan pertanahan yang diberikan, nyatanya pembangunan ZI di Kantor Pertanahan Kota Langsa telah dinilai efektif berdasarkan Teori Efektivitas Campbell. Kriteria efektivitas Campbell meliputi keberhasilan program, keberhasilan sasaran, dan kepuasan terhadap Kendati telah terjadi perubahan positif dalam tata kelola dan pelayanan di Kantor Pertanahan Kota Langsa berkat pembangunan ZI, beberapa masyarakat masih mengalami ketidakpuasan karena alasan-alasan tertentu. Keluhan ini bisa akibat perbedaan harapan masyarakat dengan realitas yang ada, kurangnya informasi yang tersedia, atau juga terkait dengan aspek-aspek tertentu yang belum optimal dalam pelaksanaan program tersebut. Oleh karena itu, penting bagi pihak berwenang untuk terus melakukan evaluasi, berkomunikasi dengan masyarakat, dan memperbaiki aspek-aspek yang masih menimbulkan keluhan agar tujuan dari pembangunan ZI dapat lebih efektif tercapai sesuai dengan kebutuhan dan harapan Dimensi Yang Mempengaruhi Efektivitas Pembangunan Zona Integritas Pada setiap pelaksanaan program, tidak dapat dihindari bahwa berbagai dimensi akan memainkan peran penting dalam menentukan efektivitasnya. Dalam konteks pembangunan ZI di Kantor Pertanahan Kota Langsa, terdapat beberapa dimensi yang mempengaruhi efektivitasnya. Dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi diperoleh dimensi internal yang mempengaruhi yaitu komitmen pimpinan, sistem manajemen internal, budaya organisasi, pengembangan Sumber Daya Manusia, serta pengawasan internal dan eksternal. Dimensi eksternal yang mempengaruhi pembangunan ZI di Kantor Pertanahan Kota Langsa adalah dimensi yang berasal dari luar organisasi. Dimensi eksternal memainkan peran penting dalam mempengaruhi pembangunan ZI di Kantor Pertanahan Kota Langsa. Beberapa dimensi eksternal yang dapat mempengaruhi pembangunan ZI berdasarkan hasil wawancara, dokumentasi, serta observasi yang telah dilakukan adalah peraturan dan kebijakan pemerintah, keterlibatan masyarakat, peran media, kolaborasi dengan instansi terkait, teknologi dan inovasi KESIMPULAN DAN SARAN Pembangunan Zona Integritas di Kantor Pertanahan Kota Langsa berhasil meraih predikat WBK, mencapai sasaran pembangunan ZI seperti peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintahan bebas KKN, serta peningkatan Efektivitas juga tercermin dalam tingkat kepuasan masyarakat dan testimoni positif. Dimensi internal . omitmen pimpinan, sistem manajemen, budaya organisasi, pengembangan SDM) dan dimensi eksternal . eraturan pemerintah, partisipasi masyarakat, peran media, kolaborasi instansi terkait, teknolog. berperan dalam keberhasilan pembangunan ZI. 1377 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1371-1378 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Kantor Pertanahan Kota Langsa perlu meningkatkan layanan dan memenuhi komponen penilaian ZI guna meraih predikat WBBM. Harapannya, kendala yang menghambat pembangunan ZI menuju WBK/WBBM dapat diatasi. Kantor Pertanahan Kota Langsa perlu terus melakukan sosialisasi dan edukasi ZI kepada pegawai dan masyarakat. Pendekatan terintegrasi antara dimensi internal dan eksternal penting agar memperkuat komitmen pimpinan, mempromosikan budaya transparan, mengembangkan SDM fokus integritas, serta memperkuat keterlibatan masyarakat, media, kolaborasi, dan teknologi guna efektivitas pembangunan Zona Integritas. DAFTAR PUSTAKA