Diterima Disetujui Hal Al-Aqlu: Jurnal Matematika. Teknik dan Sains https://jurnal. com/index. php/aqlu e-ISSN : 2985-4369 Vol. No. Juli 2024 : 03 Juli 2024 : 06 Juli 2024 : 93-102 ANALISA DEBIT RENCANA BENDUNG JANGKOK [Discharge Analysis of The Jangkok Dam Pla. I Nengah Eka Sujendra, . Muhamad Yamin, . Aminullah . Universitas Mahasaraswati Denpasar, . Universitas Qamarul Huda Badaruddin, . Universitas 45 Mataram ekasujendra8@gmail. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besarnya nilai PMP (Probable Maximum Precipitatio. Menganalisis debit banjir rancangan untuk mengevaluasi besarnya debit banjir rancangan pada berbagai kala ulang 2, 5,10, 20, 25,50,100 tahun. Menganalisis debit puncak, waktu puncak dan waktu dasar dengan menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik Snyder. Dalam penelitian ini dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jangkok Kabupaten Lombok Barat. Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari data sekunder, studi pustaka, berbagai literature, serta data hasil pengamatan dan pengkuran pada lokasi penelitian. Diperoleh curah hujan maksimum tahunan 78 mm sedangkan hujan rata-rata dperoleh 12. 178 mm, besar nilai PMP (Probable Maximum Precipitatio. pada sungai Jangkok adalah 79. 563 mm, bebit banjir rancangan dengan periode ulang 2, 5, 10, 20, 25, 50, dan 100 tahun dengan menggunakan metode Haspers diperoleh masing-masing : 126. 292,11 mm, 584. 23 mm, 1168. 47 mm, 1460. 58 mm, 2921. 17 mm, 5842. 35 mm, waktu puncak (T. , debit puncak (Q. dan waktu dasar (T. setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode HSS Snyder yang dikembangkan diperoleh untuk: Tp = 0. 538 jam. Qp = 147. 364 m3 dan Tb = 0. 059 jam. Kata kunci: Hujan. DAS. Debit ABSTRACT The purpose of this research is to know the value of PMP (Probable Maximum Precipitatio. , to analyze the design flood discharge to evaluate the magnitude of the design flood discharge at various return periods of 2, 5, 10, 20, 25, 50, 100 years, to analyze the peak discharge, peak time and time basis using the Snyder Synthetic Unit Hydrograph. In this research conducted in the Jangkok Watershed (DAS). West Lombok Regency, the type of data used in this study was data obtained from secondary data, literature studies, various literature, as well as observational and measurement data at the research The annual maximum rainfall is 121. 78 mm while the average rainfall is 12. 178 mm, the PMP (Probable Maximum Precipitatio. value on the Jangkok river is 79. 563 mm, the design flood seed with a return period of 2, 5, 10, 20, 25, 50, and 100 years using the Haspers method obtained respectively: 70 mm. 11 mm, 584. 23 mm, 1168. 47 mm, 1460. 58 mm, 2921. 17 mm, 5842. 35 mm, peak time (T. , peak discharge (Q. and base time (T. after calculations using the developed Snyder HSS method are obtained for: Tp = 0. 538 hours. Qp = 147. 364 m3 and Tb = 0. 059 hours. Keywords: Rain. Watershed. Discharge PENDAHULUAN Banjir menarik perhatian karena dapat mempengaruhi kehidupan manusia dan menimbulkan bencana/kerugian bagi masyarakat di sekitar lingkungan sungai tersebut. Terjadinya banjir/peluapan dapat dibedakan oleh beberapa macam, yaitu debit terlalu besar atau kapasitas pengaliran sungai berkurang. Hal ini dapat terjadi oleh gejala alamiah atau akibat kekurang hati- hatian kegiatan manusia dalam melakukan pembinaan/pengelolaan sungai untuk berbagai kepentingan. Seiring dengan laju pertumbuhandan perkembangan masyarakat terutama yang tinggal dan melakukan kegiatan di sekitar dataran banjir, maka persoalan yang ditimbulkan oleh banjir, dari waktu ke waktu semakin meningkat dan memerlukan perhatian dan usaha-usaha untuk mengatasinya dengan baik. Bendung Jangkok terletak di Desa Sesaot merupakan salah satu bagian dari Wilayah Administrasi Kecamatan Cakranegara. Kabupaten Lombok Barat yang merupakan salah satu wilayah yang sering terjadi genangan banjir sungai maupun pada sistem drainasenya. (Anonim. Dalam analisis debit banjir rancangan bendung Jangkok dengan mengevaluasi beberapa parameter, antara lain meliputi hujan harian maksimum. Curah hujan rancangan, hujan efektif, hidrograf satuan banjir rancangan. Adapun tujuan analisis debit banjir rancangan adalah untuk mengevaluasi besarnya debit banjir rancangan pada berbagai kala ulang 2, 5, 10, 20, 25, 50, 100 tahun. Base Flow adalah air hujan yang jatuh kedalam tanah, dimana air hujan ini masuk melalui permukaan tanah, karena banyaknya air yang masuk ke tanah sehingga terjadi aliran dalam tanah atau Base Flow (Kevin dkk, 2. Bermacam cara struktur yang dibangun untuk mengantisipasi banjir dapat diperoleh dengan menentukan debit banjir rencana sebagai dasar penentuan desain struktur hidrolik seperti kapasitas Dalam hal prediksi banjir, memerlukan data curah hujan yang mencakup seluruh wilayah. Namun faktanya tidak semua wilayah memiliki data curah hujan. Oleh karena itu ketersediaan data curah hujan maksimum yang tersebar pada seluruh wilayah menjadi sangat penting, untuk kondisi wilayah dimana data meteorologi sangat kurang atau perlu perkiraan hujan maksimum secara cepat dapat dibantu dengan prakiraan PMP (Probable Maximum Precipitatio. Analisis frekuensi dapat diterapkan untuk data debit sungai atau data hujan. Data yang digunakan adalah data debit atau hujan maksimum tahunan, yaitu data yang terjadi selama satu tahun yang terukur selama beberapa tahun (Harto, 1. Tujuan dari analisis hidrologi adalah menetapkan nilai rancangan debit sungai pada lokasi tertentu dengan tingkat resiko yang dapat diterima, sesuai dengan tingkat kerugian yang mungkin dialami. Untuk merancang bangunan dengan resiko bencana besar, khususnya jika menyangkut korban jiwa manusia, diinginkan debit rancangan tanpa resiko gagal sama sekali. Debit rancangan tersebutadalah PMF (Probable Maximum Floo. atau Banjir Maksimum Boleh Jadi (BMB). ( Ratna, 2. Metode-metode perhitungan banjir rencana sangat bergantung pada cara pendekatannya pada alam sebagai system penalaran yang diterapkan pada factor- faktor alam atau parameter-parameter fisik dalam menentukan pola matematika dari system operasi sedang sebaliknya system pendekatan fisik matematis didasari oleh persamaan-persamaan diferential dari fenomena-fenomena fisik beserta syarat-syarat batasnya. Dan adapun perhitungan debit banjir dapat dihitung dengan metode Hidrograf Satuan Sintetik Snyder yang telah dikembangkan (Yamin, 2. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besarnya nilai PMP (Probable Maximum Precipitatio. pada sungai Jangkok, menganalisis debit banjir rancangan dan menganalisis debit puncak, waktu puncak dan waktu dasar pada bendung Jangkok dengan menggunakan Hidrograf Satua Sintetik Snyder yang telah dikembangkan pada beberapa sungai di Sulawesi Selatan. METODE PENELITIAN Jenis penenelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan data curah hujan selama 10 tahun yaitu tahun 2009 sampai 2018. Selanjutnya dilakukan analisis statistik deskriptif kuantitatif mengenai curah hujan maksimum harian pada DAS (Daerah Aliran Sunga. Jangkok, data klimatologi yang diperoleh dari dinas terkait. HASIL DAN PEMBAHASAN Perhitungan Curah Hujan Harian Rata-rata Hasil Perhitungan Curah Hujan Harian Stasiun Sesaot Perhitungan curah hujan harian maksimum rata-rata pada stasiun Sesaot dilakukan pengumpulan data hujan harian yang diperoleh dari pencatatan pengamat bendung dan data BMKG Stasiun Meteorologi Kediri, setelah itu dilakukan rekapitulasi hujan harian maksimum perbulan, setelah didapatkan data harian hujan perbulan dilakukan pengumpulan data harian hujan per tahun. (Tabel . Tabel : 1. Data Curah Hujan Harian Maksimum Stasiun Sesaot Tahun Hujan Harian . R24 11,50 11,60 8,16 15,57 11,61 9,00 10,00 14,60 14,00 15,83 Sumber : BSDA Prop NTB Tabel 1 adalah data curah hujan harian tahunan yang diperoleh dari hasil pengolahan data hujan jamjaman. Perhitungan Dispresi Setelah mendapatkan curah hujan rata-rata dari stasiun yang berpengaruh di daerah aliran sungai, selanjutnya dianalisis secara statistik untuk mendapatkan pola sebaran yang sesuai dengan sebaran curah hujan rata-rata yang ada. Contoh perhitungan: Diketahui curah hujan (X. tahun 2009 = 11. 50 mm, hujan rata-rat (X. = 186 mm Kolom . = . Ae Xr = 11. 50 Ae 12. = -0. 69 mm Kolom . = . = (-. = 0. 471 mm Kolom . = . 3 = (-. 3 = -0. 32283 mm Kolom . = . = (-. = 0. 221461 mm Perhitungan selanjutnya dapat diihat pada tabel 2 dibawah ini. Tabel 2. Perhitungan Statistik Curah Hujan Maksimum Tahunan Stasiun Sesaot Tahun (Xi-X. (Xi-X. 2 (Xi-X. 3 (Xi-X. 4 11,50 0,650 0,423 0,275 0,179 11,16 0,758 0,574 0,436 0,330 8,16 -2,682 -7,193 -19,291 -51,741 15,57 4,728 22,353 105,689 499,700 11,60 -6,114 -37,380 -228,547 -1397,338 9,00 -1,842 -3,392 -6,249 -11,512 10,00 -0,842 -0,708 -0,597 -0,503 14,60 3,758 14,122 53,072 199,446 14,00 3,158 9,972 31,494 99,460 15,83 4,988 24,880 124,102 619,021 Jumlah 108,432 27,651 63,384 -42,62 10,8423 Tabel 2 adalah perhitungan curah hujan maksimum tahuna pada stasiun Sesaot Hasil perhitungan parameter statistik distribusi curah hujan seperti berikut: Perhitungan Standar Deviasi (S. = 1. Perhitungan Koefisien Kemencengan Perhitungan Koefisien Kurtosi (C. Perhitungan Koefisien Variasi (C. Berdasarkan hasil analisis data distribusi curah hujan pada DAS memenuhi syarat diaman untuk nilai Cs < 1,139 = 0. 96 < 1. 139 dan Ck < 5,4002 = 0. 47 < 1. 139 dengan menggunakan metode Gumbel . emenuhi syara. curah hujan pada DAS tersebut baik. Perhitungan Curah Hujan Maksimum Yang Mungkin Terjadi (PMP) Dalam perhitungan curah hujan maksimum yang mungkin terjadi peneliti menggunakan metode PMP, karena dimana luas DAS<1000 km2 luas DAS Jangkok 38,77 km2 . Tabel 3. Rata-rata Hujan Harian Maksimum Tahun Hujan Maksimum . X12 Rata-rata Sumber : BSDA Prop NTB Diketahui: n1 = 10 n2 = n1 Ae 1 = 10 -1 = 9 X1 = 121. X2 = 148. X12 = X1Ae data terbesar = 121. 87 Ae 15. = 106. X12 = X22Ae data terbesar2 = 148. 523 Ae 15. = 132. = 12. = 16. = 1. Standar deviasi (S. = 4. Standar deviasi tanpa nilai maksimum (Sn Ae . = 16. = 3. Faktor Penyesuaian Xn Dari hasilbagi Xn-m dan Xn maka didapat faktor penyesuaiannya rata-rata terhadap pengamatan max adalah 106%. Dengan panjang pencatatan 10 tahun, maka faktor penyesuaiannya adalah 105%. Xn terkoreksi = Xn1 x 106 % x 105 % = 4. 186 x 120 x 105 = 4. 659 mm Faktor Penyesuaian Sn Dari hasil bagi Sn-m dan Sn maka didapat faktor penyesuaiannya rata-rata terhadap pengamatan max adalah 115 %. Dengan panjang pencatatan 10 tahun, maka factor penyesuaiannya adalah 105%. Sn terkoreksi = Sn1 x 115 % x 105 % = 4. 186 x 115 x 105 = 5,055 mm Hujan Terpusat PMP Dari garis untuk durasi 24 jam didapatkannilai Km = 13. Xm = Xm Km Sm = 4. 055 x13 = 70. 41 mm Untuk mendapatkan nilai PMP yang mendekati, maka nilai PMP dikalikan 1. PMP = Xm x 1. = 70. 41 x 1. = 79. 563 mm Perhitungan Banjir Rancangan Metode Haspes Metode dapat digunakan apabila luas DAS<300 km 2, (Suyono & Takeda, 1. Langka perhitungan debit banjir rencana metode Hasper adalah sebagai berikut: Menentukan waktu konsentrasi . t = 0. 10 x L0. 8 x i-0. t = waktu konsentrasi L = panjang sungai i = kemiringan dasar sungai Diketahui: = 1 jam = 47. 1 km = 0. = 170. 29 km2 Jadi : t = 0. 10 x 47. 1 x 0. = 11. Menghitung koefisien reduksi () = 3. Hitung koefisien run off . = 0. Hitung curah hujan harian maksimum rencana periode ulang T tahun = curah hujan rencana periode ulang T tahun . = waktu konsentrasi = 1. 843 mm Hitung Intensitas yang diperlukan = intensitas hujan yang diperlukan = curah hujan rencana periode ulang T tahun = waktu konsentrasi = 0. 511 mm Hitung debitbanjir rencana periode ulang T tahun *q*A Q = debit banjir rencana periode ulang T tahun X = koefisien run off = koefisien reduksi q = intensitas hujan yang diperlukan A = luas DAS Q = 0. 3849 x (-3. 511 x 170. = 126. 70 m3 Perhitungan selanjutnya dapat dilihat tabel berikut : Tabel 4. Hasil Perhitungan Debit Banjir Rancangan Untuk Kala Ulang T Kala Ulang T . Debir Rancangan . ) 126. Sumber: Hasil Perhitungan Perhitungan Curah Hujan Efektif (R. Perhitungan curah hujan efektif berdasarkan periode kala ulang T tahun, dibawah ini akan diberikan contoh perhitungan untuk kala ulang 2 tahun: Rn = f x R = 0. 8 x 126. = 101. Tabel 5. Perhitungan Curah Hujan Rencana Kala Ulang T . Hujan Maksimum Hujan Efektif Rn Sumber: Hasil Perhitungan Perhitungan Waktu Puncak. Debit Puncak dan Waktu Dasar Diketahui data-data sungai sebagai berikut: Luas DAS (A) = 170. 49 km2 Panjang DAS (L) = 47. 1 km Kemiringan DAS (S) = 0. Panjang sungai utama diukur dari tempat pengukuran sampai titik sungai utama yang terdekat dengan titik berat DAS (L. Lebar rata-rata DAS sepanjang aliran sungai utama, yaitu rata-rata lebar DAS pada A panjang sungai (W. 25L). A panjang sungai 9W. dan pada titik sungai utama yang terdekat dengan titik berat DAS (W. Waktu Puncak (T. Tp = 44. 2588 * L-0. 669* Lc0. 0817* S-0. 0093 * Wr0. = 44. 2588 x 47. 669 x 22. 0817 x 0. 0475 x 750. = 0. Debit Puncak (Q. Qp = 0,9246 * A-0,00393 * Tp-1. 00933 * L1. = 0. 9246 x 170. 00393 x 0. 00933 x 47. = 147. 364 m3 Waktu Dasar (T. Tb = 0. 0625 * Tp2. 76 * Qp0. = 0. 0625 x 0. 76 x 147. = 0. Untuk mendapatkan lengkung hidrografnya digunakan titik-titik bantu W10 sampai dengan W90. = 18. = 0. = 0. = 230. = 431. = 447. = 1512. = 2879. PENUTUP Simpulan Diperoleh curah hujan maksimum tahunan pada DAS Jangkok berdasarkan hasil analisis data dari stasiun Sesaot diperoleh 121. 78 mm sedangkan hujan rata-rata dperoleh 12. 178 mm Besar nilai PMP (Probable Maximum Precipitatio. pada sungai Jangkok adalah 79. 563 mm Debit banjir rancangan dengan periode ulang 2, 5, 10, 20, 25, 50, dan 100 tahun dengan menggunakan metode Haspers diperoleh masing-masing : 126. 70 mm. 292,11 mm, 584. 23 mm, 1168. 47 mm, 58 mm, 2921. 17 mm, 5842. 35 mm Waktu puncak (T. Debit puncak (Q. dan Waktu dasar (T. setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode HSS Snyder yang dikembangkan diperoleh untuk: Tp = 0. 538 jam. Qp = 364 m3 dan Tb = 0. 059 jam Saran Diperlukan data curah hujan yg lebih lengkap, agar hasil analisis lebih tepat dan akurat. Perlu diadakan pemeriksaan secara langung dan lebih detail lagi terkait dengan curah hujan dan ketersediaan air. Agar hasil lebih lengkap analisis ini perlu diadakan singkronasi atau penambahan data dengan hasil analisis lain mengenai debit analisis atau hal yang serupa. Dalam analisis debit air diperlukan disiplin ilmu hidrologi dan statistic yang kuat. DAFTAR PUSTAKA