Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 EVALUASI KINERJA RS. MOEDJITO DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD NON KEUANGAN Lailatus SaAoadah. Moh. JaAofar Sodiq Maksum Email : lailatus@unwaha. id, jafarsodiq@unwaha. Fakultas Ekonomi Universitas KH A. Wahab Hasbullah ABSTRACT The research is aimed to . To know the measurement of performance in consumer . To know the performance measurement in the internal business process . To know the performance measurement in learning and growth perspective. The sample of this study were inpatients as much 135 people, outpatient 89 0rang for measurement of consumer satisfaction and hospital employees 86 people for job satisfaction Based on the result of the research, the perspective of customer satisfaction is the result of Measurement of inpatient and outpatient satisfaction with six existing indicators: Tangible. Realibility. Responsiveness. Assurance, empathy. Cost and Intensity service. All of these indicators show good patient satisfaction scores. the measurement of profitability shows there is a decrease in the level of consumer profits, its performance is considered not good. Retention measurement results indicate an increase in inpatient installations while retention measures are increasing in outpatient although followed by decreased retention or acquisition in other installations. For internal business perspective the BOR Value is below the standard set by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia means the use of hospital bed low level. The value of TOI is the bedtime interval not exceeding the hospital standard quickly and responsive in doing the service to the patient. BTO value exceeds the predetermined standard This means that the number of additional beds the patient is not balanced with the number of patients who enter due to an increase in the number of patient The ALOS score is still below the standard that the average RS Moedjito patient comes home faster than the minimum standard. The GDR and NDR values are below the tolerance limit or in accordance with the standard in other words the performance improvement in the service of the patient during the healing process. While the measurement of learning and growth perspective seen from employee productivity can be said less. Employee turnover is said to be good, while employee Satisfaction is spelled out in five existing indicators that are motivation, self development, leadership, work atmosphere and job and responsibility. Broadly speaking of all existing indicators employees are satisfied in working. Satisfaction in the good category more dominates its value. Keywords: Balanced scorecard, consumer perspective, internal business as well as learning and growth. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 PENDAHULUAN Rumah Sakit sebagai organisasi pelayanan kesehatan merupakan suatu institusi yang kompleks, kompetitif, padat karya multidisiplin, padat modal, rumah sakit juga selalu konsisten tetap untuk menjalankan misinya sebagai institusi pelayanan sosial. Mengutamakan pelayanan kepada masyarakat banyak dan harus selalu memperhatikan etika pelayanan. Untuk dapat memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat perlu disusun visi, misi, tujuan, sasaran serta indikator keberhasilan yang dikelompokkan dalam bentuk rencana Balanced Scorecard adalah konsep generalisasi dan tidak dibatasi untuk jenis organisasi tertentu, jadi dapat diterapkan pada organisasi bisnis yang menghasilkan produk maupun jasa. Jasa atau pelayanan merupakan suatu kinerja yang penampilannya tidak berwujud, pertumbuhannya tergantung pada penilaian pelanggan terhadap yang ditawarkan dari pihak produsen jasa. Balanced scorecard menjawab kebutuhan tersebut melalui sistem manajemen strategi kontemporer, yang terdiri dari empat perspektif yaitu: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan. Keunggulan pendekatan balanced scorecard dalam sistem perencanaan strategis adalah mampu menghasilkan rencana strategis, yang memiliki karakteristik sebagai berikut . komprehensif, . koheren, . seimbang dan . RS Moedjito merupakan salah satu RS yang ada di Jombang yang memiliki pelayanan bagus di mata masyarakat sekitarnya. Banyak pasien yang merasa cocok berobat ke rumah sakit tersebut. RS Moedjito melayani pelayanan umum dan juga pengguna asuransi Dua tahun terakhir RS berusaha menerapkan balanced scorecard meski dengan cara II. Metode Penelitian. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan maret-april 2018. Lokasi penelitian adalah RS. Moedjito Dwidjosiswojo yang beralamatkan di Jl. Hayam Wuruk No. 09 Jombang Jawa Timur. Populasi dan Sampel. Populasi penelitian ini adalah pasien/keluarga pasien RS Moedjito Jombang untuk kepuasan konsumen sedangkan populasi seluruh karyawan untuk kepuasan karyawan. Sampel yang diambil dari pasien instalasi rawat inap dan rawat jalan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified Random Sampling. Penentuan sampel berdasarkan jumlah rata-rata per bulan jumlah pasien selama tahun 2017. Jumlah populasi pada instalasi rawat inap sebanyak 204 pasien, perhitungan sampel dengan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat ketelitian 5% didapatkan sampel sejumlah 135 pasien. Jumlah populasi pada instalasi rawat jalan sebanyak 774 pasien, perhitungan sampel dengan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat ketelitian 10% didapatkan sampel sejumlah 89 pasien. Populasi dari karyawan pada tahun 2017 sebanyak 110 orang, perhitungan sampel dengan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat ketelitian 5% didapatkan sampel sejumlah 86 orang. Metode Analisa Data Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas merupakan ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin diukur. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 (Santoso, 2017 : . Pengukuran validitas item dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total. Teknik pengujian Korelasi pearson product moment adalah alat uji statistik yang digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel (Sugiyono, 2015 : . Pengambilan keputusan sebagai berikut Jika r hitung > r tabel . ji 2 sisi dengan sig. maka instrumen dinyatakan Jika r hitung < r tabel . ji 2 sisi dengan sig. atau r hitung negatif, maka instrumen dinyatakan tidak valid. Uji Reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten atau terjadi kesamaan hasil pengukuran atau pengamatan bila fakta tadi diukur berkali-kali untuk mengukur obyek yang sama dalam waktu yang berbeda. Teknik pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini untuk uji reliabilitas adalah dengan menggunakan uji alpha cronbach. Menurut Sekaran dalam Suryani et al. , . 5 : . angka alpha cronbach pada kisaran 0,70 adalah dapat diterima, sedangkan diatas 0,80 dinyatakan Pengukuran kinerja dalam perspektif konsumen Kepuasan Konsumen/pasien Tingkat kepuasan konsumen diketahui dengan cara mengukur rata-rata kepuasan pelanggan, dengan memberikan nilai pada jawaban kuesioner sesuai tingkat kepuasan yang dirasakan. Rata-rata dari hasil kepuasan dalam tiap sub indikator akan diberikan klasifikasi / kriteria penilaian yaitu baik antara nilai 76-100%, cukup antara nilai 75-56% dan kurang antara nilai <56%. Sub indikator kepuasan konsumen . Bukti fisik (Tangibl. Kepercayaan (Realibilit. Daya Tanggap (Responsivenes. Kepastian (Assuranc. Empati (Empat. Biaya . Intensitas Layanan Tingkat profitabilitas konsumen Profitabilitas pelanggan mengukur seberapa besar keuntungan-keuntungan yang berhasil diraih yaitu keuntungan jasa/produk dibagi total pendapatan neto jasa/produk dinyatakan dalam persen. Kemampuan mempertahankan konsumen / Retensi Mengukur sejauh mana keberhasilan perusahaan dalam mempertahankan pelanggan lama. Pelanggan Pasien lama X100% Total Pasien Kemampuan meraih konsumen baru / Akuisisi Akuisisi pelanggan mengukur sejauh mana keberhasilan perusahaan dalam meraih pelanggan baru. Pelanggan Pasien Baru X100% Total Pasien Mengukur Kinerja perspektif proses internal bisnis Operasi Average Length of Stay (ALOS) Jumlah hari perawatan pasien keluar ALOS A X 100% Jumlah pasien keluar . idup dan mat. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 Bed Occupancy Rate (BOR) BOR A Jumlah hari perawatan RS X 100% Jumlah tempat tidur x Turn Over Internal (TOI) TOI A (Jumlah tempat tidur x jumlah har. - hari perawatan RS X 100% Jumlah pasien keluar . idup dan mat. Bed Turnover Ratio (BTO) BTO A Jumlah pasien keluar . idup dan mat. X 100% Jumlah tempat tidur . Gross Death Rate (GDR) Jumlah pasien mati seluruhnya GDR A Jumlah pasien keluar . idup dan mat. Net Death rate (NDR) Jumlah pasien mati A 48 jam NDR A Jumlah pasien keluar . idup dan mat. X 100% X 100% Mengukur kinerja perspektif pembelajaran dan pertumbuhan Produktifitas Karyawan Produktivitas karyawan bertujuan untuk mengukur peningkatan produktivitas dengan membandingkan laba operasi dengan jumlah karyawan pada periode Produktivitas Karyawan dinilai baik, bila selama periode pengamatan hasil perhitungan produktivitas karyawan mengalami peningkatan, dinilai cukup baik apabila konstan dan dinilai kurang apabila mengalami penurunan. (Hendrawan Suprapto, dkk . 6: . Perputaran karyawan A Jumlah Karyawan Keluar Total Karyawan pada tahun berjalan Perputaran Karyawan dinilai baik, bila selama periode pengamatan hasil perhitungan retensi karyawan mengalami penurunan, dinilai cukup baik apabila konstan dan dinilai kurang apabila mengalami peningkatan. Hendrawan Suprapto, dkk . 6: . Kepuasan karyawan Pengukuran dilakukan dengan survei kepuasan karyawan melalui kuesioner. Indikator pengukuran kepuasan karyawan meliputi : Motivasi Pengembangan Diri . Kepemimpinan . Suasana kerja . Pekerjaan dan tanggung jawab Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas dan Reliabilitas Tabel. Hasil Uji Validitas No. Item Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Item 11 Item 12 Item 13 Item 14 Item 15 Item 16 Item 17 Item 18 Item 19 r Hitung 0,417 0,558 0,405 0,448 0,523 0,548 0,472 0,502 0,470 0,592 0,271 0,725 0,641 0,442 0,493 0,546 0,537 0,524 0,777 Ket Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid No. Item Item 20 Item 21 Item 22 Item 23 Item 24 Item 25 Item 26 Item 27 Item 28 Item 29 Item 30 Item 31 Item 32 Item 33 Item 34 Item 35 Item 36 Item 37 r Hitung 0,468 0,335 0,564 0,429 0,457 0,159 0,479 0,519 0,508 0,592 0,404 0,469 0,120 0,533 0,038 0,445 0,565 0,434 Ket Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Sumber : Data primer diolah, 2018 Hasil uji validitas dengan menggunakan korelasi product moment melalui IBM SPSS 24 untuk mengukur kepuasan pasien baik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan, ada 37 item pertanyaan dan terdapat 5 item pertanyaan yang tidak valid sehingga 5 item tadi tidak bisa digunakan lagi untuk mengukur kepuasan pasien dan iten tersebut harus dikeluarkan dari kuesioner yang ada. Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Alpha Koefisien Alpha Kepuasan Pasien 0,753 0,70 Sumber : Data primer diolah, 2018 Keterangan Reliabel Hasil uji reliabilitas dengan Alpha Cronbach menunjukkan variabel kepuasan konsumen dengan nilai alpha yaitu 0,753, nilai tersebut masih berada diatas 0,7 sehingga variabel kepuasan konsumen dikatakan reliabel. Pengukuran Perspektif Konsumen Pengukuran Kepuasan Konsumen Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 Tabel. Pengukuan Kepuasan Pasien Rawat Inap Indikator Bukti Fisik (Tangibl. Kepercayaan (Realibilit. Daya Tanggap (Responsivenes. Kepastian (Assuranc. Empati (Empat. Biaya Intensitas Layanan Frek Frek Frek Frek Frek Frek Frek Kriteria Kepuasan Baik Cukup Kurang 65,2% 33,7% 1,1% 25,8% 1,1% 55,4% 38,2% 3,4% 61,8% 37,1% 1,1% 59,6% 39,3% 1,1% 34,8% 1,1% 58,4% 41,6% Jumlah Sumber : Data primer diolah, 2018 Pengukuran kepuasan pasien rawat inap dengan enam indikator yang ada yaitu bukti fisik (Tangibl. , kepercayaan (Realibilit. , daya tanggap (Responsivenes. , kepastian (Assuranc. , empati, biaya dan intensitas layanan. Semua indikator tersebut menunjukkan nilai kepuasan pasien yang baik dengan nilai berada diatas 50%. Indikator kepercayaan menunjukkan nilai tertinggi yaitu mencapai 73% dimana pasien merasa pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan kebutuhan pasien, petugas RS segera memberikan tindakan perawatan untuk kesembuhan pasien tanpa membedakan kelas perawatan pada instalasi rawat inap. Tabel. Pengukuan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Indikator Bukti Fisik (Tangibl. Kepercayaan (Realibilit. Daya Tanggap (Responsivenes. Kepastian (Assuranc. Empati (Empat. Biaya Intensitas Layanan Frek Frek Frek Frek Frek Frek Frek Kriteria Kepuasan Baik Cukup Kurang 68,1% 31,9% 76,3% 6,7% 77,8% 21,5% 0,7% 63,7% 36,3% 60,7% 39,3% 65,9% 34,1% 71,1% 28,9% Jumlah Sumber : Data primer diolah, 2018 Pengukuran kepuasan pasien rawat jalan dengan enam indikator yang ada yaitu bukti fisik (Tangibl. , kepercayaan (Realibilit. , daya tanggap (Responsivenes. , kepastian (Assuranc. , empati, biaya dan intensitas layanan. Semua indikator tersebut menunjukkan nilai kepuasan pasien yang baik. Indikator daya tanggap menunjukkan nilai tertinggi yaitu mencapai 77,8%. Petugas RS memberikan tanggapan yang baik. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 memberikan informasi tentang yang dibutuhkan pasien, menerima asdanya keluhankeluhan dan berusaha melakukan tindakan untuk mempertahankan layanan yang baik. Tingkat Profitabilitas Konsumen Mengukur seberapa besar keuntungan yang berhasil dicapai perusahaan dari pendapatan jasa yang ditawarkan kepada konsumen Tabel 5. Pengukuran Profitabilitas Konsumen Tahun Laba OPerasi Total Pendapatan Profitabilitas(%) 8,34% 6,4% Sumber : Data primer diolah, 2018 Hasil dari pengukuran profitabilitas menunjukkan ada penurunan tingkat keuntungan konsumen dari tahun 2016-2017 sebesar 1,94% kondisi ini kurang baik bagi pengelolaan Rumahsakit. Diperlukan kebijakan-kebijakan tertentu untuk meningkatkan profitabilitas selain didukung oleh peningkatan retensi dan akuisisi. Kemampuan Mempertahankan Konsumen (Retens. Tabel 6. Pengukuran Retensi tahun 2016 Instalasi Lama Baru Jumlah Rawat Inap Rawat Jalan IGD Kamar Operasi Sumber : Data primer diolah, 2018 Tabel 7. Pengukuran Retensi tahun 2017 Instalasi Lama Baru Jumlah Rawat Inap Rawat Jalan IGD Kamar Operasi Sumber : Data primer diolah, 2018 Retensi 46,50% 54,50% 48,45% 55,84% Retensi 33,06% 75,12% 56,56% 46,89% Pengukuran retensi dilakukan menyeluruh pada semua instalasi yang berhubungan langsung dengan konsumen/pasien, dimulai dari rawat inap, rawat jalan, instalasi gawat darurat dan kamar operasi. Terlihat bahwa terjadi penurunan retensi pada rawat inap dari tahun 2016-2017 sebesar 13,44%. Pada rawat jalan terjadi peningkatan yang cukup signifikan untuk mempertahankan pasien, kenaikan dari tahun 2016-2017 sebesar 20,62%. Pada instalasi gawat darurat juga terjadi peningkatan nilai dari tahun 2016-2017 sebesar 8,11% sedangkan instalasi kamar operasi terjadi penurunan dari tahun 2016-2017 sebesar 8,95%. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 Kemampuan Meraih Konsumen Baru (Akuisis. Tabel. Pengukuran Akuisis tahun 2016 Instalasi Lama Baru Jumlah Akuisisi Rawat Inap 53,50% Rawat Jalan 45,48% IGD 51,55% Kamar Operasi 44,16% Sumber : Data primer diolah, 2018 Tabel. Pengukuran Akuisis tahun 2017 Instalasi Lama Baru Jumlah Akuisisi Rawat Inap 66,94% Rawat Jalan 24,88% IGD 43,44% Kamar Operasi 53,11% Sumber : Data primer diolah, 2018 Pengukuran akuisisi juga dilakukan menyeluruh pada semua instalasi yang berhubungan langsung dengan konsumen/pasien, dimulai dari rawat inap, rawat jalan, instalasi gawat darurat dan kamar operasi. Terlihat bahwa terjadi penurunan retensi pada rawat inap dari tahun 2016-2017 sebesar 13,44%. Pada rawat jalan terjadi penurunan dari tahun 2016-2017 sebesar 20,6%. Pada instalasi gawat darurat juga terjadi penurunan nilai dari tahun 2016-2017 sebesar 8,11% sedangkan instalasi kamar operasi terjadi peningkatan dari tahun 2016-2017 sebesar 8,95%. Pengukuran Kinerja Perspektif proses Internal Bisnis Operasi Tabel 10 Hasil Proses Internal Bisnis Tahun Keterangan Standar BOR (%) 55,80% 48,80% TOI . 2,37 3,37 BTO . ALOS . 6- 9 GDR (%) O 45 4,0% 8,3% NDR (%) 1,7% 5,9% < 25 Sumber : Data Primer diolah, 2018. Berdasarkan tabel 10 diperleh hasil sebagai berikut : BOR (Bed Occupancy Rat. Tingkat toleransi atau standar BOR yang telah ditetapkan oleh Depkes RI sebesar 60%-85%. Prosentase BOR pada tahun 2016 sebesar 55,80%, sedangkan pada tahun 2017 sebesar 48,80%. Maka dapat disimpulkan bahwa pada tahuntahun tersebut tingkat BOR di RS Moedjito kurang sesuai dengan. Nilai berada dibawah standart ini berarti penggunaan tingkat unian tempat tidur rumah sakit Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 Hal ini diperkuat dengan tingkat kunjungan pasien baru dibeberapa kamar/ kelas mengalami penurunan. TOI (Turn Over Interna. Tingkat toleransi atau standar TOI yang telah ditetapkan oleh Depkes RI sebesar satu sampai dengan tiga hari. TOI menunjukkan jeda pemakaian tempat tidur antara pasien lama dengan pasien baru. Besarnya TOI pada tahun 2016 sebesar 2,37 hari, sedangkan pada tahun 2017 sebesar 3,37 hari. Maka dapat disimpulkan bahwa rumah sakit cepat dan tanggap dalam melakukan pelayanan terhadap pasien sehingga jeda pemakaian tempat tidur tidak sampai melebihi standar yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan RI. BTO (Bed Turn Ov er Rati. Tingkat toleransi atau standar BTO yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar 40 kali-50 kali. BTO menunjukkan frekuensi tingkat pemakaian tempat tidur yang digunakan pasien dalam satu periode tertentu. Prosentase BTO pada tahun 2016 sebesar 67 kali, sedangkan pada tahun 2017 sebesar 56,4 kali. Maka dapat disimpulkan bahwa besar prosentase BTO melebihi dari standar yang telah ditetapkan Departemen Kesehatan RI. Artinya pada tahun 2016 jumlah penambahan tempat tidur pasien tidak seimbang dengan jumlah pasien yang masuk dan dimungkinkan hal ini dapat terjadi dikarenakan pada tahun 2017 telah terjadi peningkatan jumlah kunjungan ALOS (Average Leght of Sta. Perhitungan ALOS untuk mengetahui rata-rata jumlah hari pasien di Tingkat toleransi atau standar ALOS yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan RI adalah 6-9 hari. Besarnya ALOS pada tahun 2016 adalah 2,3 hari sedangkan pada tahun 2017 besarnya ALOS adalah 2,22 hari. Artinya pada tahun-tahun tersebut tingkat ALOS masih berada dibawah standar, dengan kata lain rata-rata pasien RS Moedjito pulang lebih cepat dari standar minimun. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain: kondisi pasien sudah membaik atau pulih sebelum tiga hari, pasien pulang paksa atas kehendak diri sendiri atau keluarga untuk dirawat di rumah. GDR (Gross Death Rat. Tingkat toleransi atau standar GDR yang telah ditetapkan oleh Depkes RI adalah O 45%. Prosentase GDR menunjukkan tingkat kematian pasien di rumah sakit secara keseluruhan. Pada tahun 2016 menunjukkan tingkat GDR sebesar 4% sedangkan pada tahun 2017 menunjukkan tingkat GDR sebesar 8,3%. Artinya pada tahun-tahun tersebut tingkat GDR RS Moedjito dibawah batas toleransi atau sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Hal ini bisa menunjukkan RS mengalami peningkatan kinerja dalam melakukan pelayanan terhadap pasien selama proses penyembuhan NDR (Net Death Rat. Tingkat toleransi atau standar NDR yang telah ditetapkan oleh Depkes RI adalah O 25%. NDR menunjukkan tingkat kematian pasien yang dihitung setelah 48 jam dirawat. Tingkat NDR pada tahun 2016 menunjukkan 1,7% sedangkan pada tahun 2017 sebesar 5,9%. Hal ini mengandung arti bahwa tingkat NDR RS Moedjito pada tahun-tahun tersebut dapat dikatakan baik karena berada O 25%, ada peningkatan kinerja dalam pelayanan selama proses penyembuhan dan pemulihan. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 Pengukuran Kinerja Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Produktivitas Karyawan Tabel 11 Pengukuran Produktivitas Karyawan Total Laba Operasi/ Jumlah Tahun Laba Operasi Karyawan Karyawan Kinerja Kurang Sumber : Data Primer diolah, 2018. Hasil perhitungan Produktivitas Karyawan mengalami penurunan sebesar RP dari 2016 -2017 sehingga kinerja perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dilihat dari produktivitas karyawan dapat dikatakan kurang. Perputaran karyawan Tahun Tabel 12 Hasil Pengukuran Perputaran Karyawan (Jumlah Karyawan Jumlah Jumlah Keluar/Jumlah KaryawanKeluar Karyawan Karyawan X 100%) 20,75% Kriteria Kinerja Baik 15,45% Sumber : Data Primer diolah, 2018. Hasil pengukuran perputaran karyawan menunjukkan adanya penurunan pada tahun 2017 hal ini sangat baik bagi pertumbuhan lingkungan kerja, semakin sedikit jumlah karyawan yang keluar semakin baik. Kinerja perputaran karyawan dikatakan baik, rumahsakit dapat mempertahankan jumlah karyawannya. Salahsatu caranya dengan memberikan motivasi pada karyawan, memperhatikan jenjang karir karyawan serta menciptakan suasana kerja yang aman dan nyaman. Kepuasan karyawan Tabel 13 Pengukuran Kepuasan Karyawan Indikator Kriteria Kepuasan Jumlah Baik Cukup kurang 1 Motivasi Frek 65,1% 33,9% 1,2% 2 Pengembangan Diri Frek 80,2% 19,8% 3 Kepemimpinan Frek 73,3% 25,6% 1,2% 4 Suasana Kerja Frek 69,8% 26,7% 3,5% 5 Pekerjaan dan Frek Tanggung jawab 69,8% 29,1% 1,2% Sumber : Data Primer diolah, 2018. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 Kepuasan karyawan dijabarkan dalam lima indikator yang ada yaitu motivasi, pengembangan diri, kepemimpinan, suasana kerja serta pekerjaan dan tanggung Secara garis besar dari semua indikator yang ada karyawan merasa puas dalam Kepuasan dalam katagori baik lebih mendominasi nilainya hampir berada diatas 50%, hal ini akan menguntungkan pihak rumahsakit karena karyawan sebagai penunjang pelaksanaan kualitas layanan yang prima. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil pengukuran perspektif kepuasan konsumen terdapat hasil Pengukuran kepuasan pasien rawat inap dan rawat jalan dengan enam indikator yang ada yaitu bukti fisik (Tangibl. , kepercayaan (Realibilit. , daya tanggap (Responsivenes. , kepastian (Assuranc. , empati, biaya dan intensitas layanan. Semua indikator tersebut menunjukkan nilai kepuasan pasien yang baik. pengukuran profitabilitas kinerjanya dianggap kurang Hasil pengukuran retensi maupun akuisisi dianggap baik. Hasil pengukuran perspektif proses internal bisnis dilihat dari nilai BOR. TOI. ALOS. GDR dan NDR hampir keseluruhan telah sesuai dengan standart DepKes. Hasil pengukuran perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dilihat dari produktivitas karyawan dapat dikatakan kurang. Kinerja perputaran karyawan dikatakan baik. Kepuasan karyawan dijabarkan dalam lima indikator yang ada yaitu motivasi, pengembangan diri, kepemimpinan, suasana kerja serta pekerjaan dan tanggung jawab. Secara garis besar dari semua indikator yang ada karyawan merasa puas dalam bekerja. Saran bagi RS untuk lebih meningkatkan profitabilitas konsumen, meningkatkan nilai retensi dan akuisisi serta meningkatkan produktivitas. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 DAFTAR PUSTAKA.