AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Kajian Historis Tentang Sejarah Gereja Ismail Dan Masjid Isak Di Desa Alila Timur Kecamatan Kabola Kabupaten Alor Onarita Lanoni1,Uriana Mabileti2 ,Novita Wabang3,Daud Hugo Kafomai4. Muhamad Songge5,Paulus Animau6. Petrus Mau Tellu Dony7 Universitas Tribuana Kalabahi Email: lanonionarita1102@gmail. com1,urianamabileti17@gmail. nofitawabang@gmail. Daud30kafomai@gmail. com4, songgehaikal81@gmail. animaujr@gmail. com6, petrusdony2@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengkajikan nilai-nilai Historis Tentang Sejarah Gereja Ismail dan Masjid Isak Di Desa Alila Timur Kecamatan Kabola Kabupaten Alor, metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Teknik pengumpulan data mengunakan wawancara dengan tokoh masyarakat Bapak Yohanis A. Mali ,Bapak Baajir M. Lobang,dan Bapak Ahmaad Duka, hasil yang di dapat oleh peniliti yaitu gereja Iismail dan Masjid Ishak terbentuk karena perpisahan kaka beradik yang berbeda keyakinan. Meskipun dengan perpisahan tersebut tidak merubah hubungan kekeluargaan mereka,justru dengan perpisahan tersebut lebih mempererat hubungan mereka hingga sampai ke anak cucu. Gereja Ismail di bangun pada tahun 1994 dan Masjid Isak pada tahun 1961. kedua rumah ibadah merupakan simbol kerukunan antar umat beragama. Gereja dan masjid memberikan peran dan pengaruh yang positif. peran tersebut seperti Pendidikan dan Pembinaan Moral Kerukunan Antarumat Beragama. Kegiatan Sosial, dan Pemeliharaan Budaya Lokal sedangkan pengaruhnya yaitu Kegiatan Sosial. Pengaruh terhadap Ekonomi Lokal,dan Pengaruh terhadap Pendidikan. Contohnya menyediakan gedung pendidikan bagi anakanak di sekolah (SD dan SMP),kegiatan kerja bakti bersama antar jemaat dan jemaah,pembagian sembako kepada masyarakat. Penggunaan Alat Musik Tradisional dalam Ibadah . Penerapan Adat dalam Perayaan Agama. Kata Kunci : Kajian Historis Gereja Ismail dan Masjid Ishak PENDAHULUAN Indonesia Agama perbedaan agama tersebut salah satunya dapat di lihat dari sistem kepercayaan masyarakat alor khususnya Desa Ilawe yang hingga saat ini masih ada. Menurut Edward Burnett Tylor, dikutip dari Daniel Seven Theories of Religion . karya L. Pals, pengertian agama adalah kepercayaan seseorang terhadap makhluk spiritual, misalnya roh, yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 jiwa, dan hal-hal lain yang punya peran dalam kehidupan manusia. sedangkan Menurut Kristianto . : Kepercayaan adalah gagasan dekriptif yang dianut seseorang tentang Kata "agama" berasal dari bahasa Sanskerta. Agama yang berarti "tradisi" atau "A" berarti tidak. "GAMA" berarti kacau. Sehingga agama berarti tidak kacau. Dapat juga diartikan suatu peraturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan manusia ke arah dan tujuan tertentu. Dilihat dari sudut pandang kebudayaan, agama dapat berarti sebagai hasil dari suatu kebudayaan, dengan kata lain agama diciptakan oleh manusia dengan akal budinya serta dengan adanya kemajuan dan perkembangan budaya tersebut serta Bentuk penyembahan Tuhan terhadap umatnya seperti pujian, tarian, mantra, nyanyian dan yang lainya, itu termasuk unsur kebudayaan. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan. Sejarah desa masih menarik sejarahwan untuk ditelusuri karena hamper semua peristiwa sejarah berawal atau terjadi didaerah pedesaan. Desa sebagai kesatuan terkecil di Indonesia, memiliki karakter tersendiri. Hal ini disebabkan karena masing-masing wilayah di Indonesia terbentuk melalui proses sejarah panjang dan berbeda-beda. Petrus Mau Tellu Dony . Demikian juga dengan Desa Alila Timur . Kecamatan Kabola Kabupaten Alor yang memiliki Kajian Historis Tentang Sejarah Gereja Ismail Dan Masjid Isak. Kajian historis tentang Gereja Ismail dan Masjid Ishak di Alila Timur Desa Ilawe Kecamatan Kabola pada masa lampau terjadi karena adanya perpisahan antara kaka beradik yang berbeda keyakinan, namun dengan perpisahan tersebut tidak merubah hubungan kekeluargaan dan toleransi pada mereka. Dan sampe sekarang hubungan itu masih tetap ada dan memberikan dampak yang baik. Dalam Kehidupan masyarakat di sana yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 semuanya berjalan dengan sangat harmonis antara jemaat dan jemaah . Kedua kelompok Sumber Masyarakat pertanian. asyarakat daerah pegununga. dan perikanan. asyarakat di di daerah pesisir panta. sebagai mata pencaharian utama. Selain itu,Kehidupan ekonomi mereka lebih mengutamakan kebersamaan dan saling membantu dalam menjalankan aktivitas seharihari. Usaha kecil dan perdagangan lokal juga turut menyokong perekonomian desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah peran dan pengaruh dari kedua rumah ibadah tersebut. METODE PENGABDIAN Penelitian ini mengunakan metode kualitatif. Analisis data mengunakan analisis deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ialah data kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan dua cara yaitu opservasi lapangan dan wawancara. Wawancara dilakukan dengan tokoh masyarakat di Ilawe,yaitu Bapak Yohanis A. Mali ,Bapak Baajir Lobang,dan Bapak Ahmaad Duka. HASIL PENGABDIAN DAN PEMBAHASAN Sesuai dengan apa yang peneliti lakukan dalam melakukan pengumpulan data yang di peroleh melalui wawancara,observsi,dan dokumentasi berikutnya peneliti akan menganalisis dan menerangkan lebih lanjut tentang kajian historis Gereja Ismail dan Masjid Ishak di Alila Timur,Desa Ilawe Kecamatan Kabola Kabupaten Alor yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Foto Narasumber : Bapak Ahmad Duka Foto Narasumber :Bapak Baajir M. Lobang Foto Narasumber : Bapak Yohanis A. Mali Sejarah Gereja Ismail dan Masjid isak yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Proses Sejarah Berdirinya Gereja Ismail dan Mesjid Isak berawal dari hubungan kaka beradik (Ismail dan Isha. yang memiliki keyakinan berbeda yaitu Islam dan Kristen di Desa Ilawe. Kecamatan Kabola. Desa ini memiliki mayoritas penduduk beragama Islam sedangkan Agama Kristen hanya terdiri dari tujuh kepala keluarga yang berawal dari bapak Ishak . dik dari Imam Ismai. Foto : Gereja Ismail Awal berdirinya gereja Ismail yaitu dahulu kalah ketika keluarga kristen ingin beribadah mereka tidak mempunyai tempat untuk beribadah sehingga Imam Ismail bersama Jemaah bersepakat untuk membangun Rumah Gereja bagi keluarga kristen. Gereja ini di bangun atas dasar kekeluargaan, persatuan dan kesatuan, serta toleransi Gereja ini dibangun di bawah tangungjawab Iman Ismail sehingga sebagai wujud terima kasih dari keluarga kristen mereka memberi nama gereja tersebut dengannama Gereja Masehi Injili Di Timor Klasis Teluk Kabola Jemaat Wilayah Kabola Mata Jemaat Ismail yang didirikan pada tanggal 25 mei 1949 yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Foto : Masjid ishak Awal berdirinya Masjid Ishak yaitu berawal dari pemberian tanah oleh bapak Ishak kepada jemaah untuk membangun rumah Ibadah(Masji. bagi keluarga muslim. Hal ini di lakukan atas dasar kekeluargaan, persatuan dan kesatuan, serta toleransi antar umat beragama yang berada di Desa Ilawe. Dan sebagai wujud terima kasih dan tanda penghargaan mereka memben nama Masjid tersebut dengan nama Masjid Ishak namanya di ganti menjadi Masjid Nurul Ikhlas Tinahing Kata kunci: Kajian Historis Gereja Ismail dan Masjid Ishak. Sejarah,peran,dan pengaruh dalam Masyarakat Lokal Gereja Ismail dan Masjid Isak memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Desa Alila Timur. Kedua tempat ibadah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menjalankan ibadah agama, tetapi juga sebagai pusat interaksi sosial, pendidikan, dan kegiatan kemanusiaan. Berikut adalah beberapa peran yang dimiliki oleh kedua institusi tersebut: Peran Gereja Ismail dan Masjid Isak yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Pendidikan dan Pembinaan Moral: Gereja Ismail menyediakan pendidikan agama bagi anak-anak Kristen, yang mengajarkan mereka tentang nilai-nilai moral, etika, dan ajaran Kristen. Masjid Isak, meskipun lebih terbatas dalam jumlah umatnya, juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan untuk umat Islam, mengajarkan Al-Qur'an dan nilai-nilai Islam kepada anak-anak dan remaja Foto . Sekolah SD Negeri Ilawe dan SMP Negeri Ilawe Kerukunan Antarumat Beragama: Kedua tempat ibadah ini menjadi simbol kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Meskipun masyarakat Alila Timur terdiri dari umat Kristen dan Muslim, keduanya dapat hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati perbedaan. Interaksi antar umat beragama ini memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat. yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Fot: kerja bakti sosial umat kristen dan islam di desa alila timur Kegiatan Sosial: Gereja Ismail dan Masjid Isak turut berperan dalam berbagai kegiatan sosial, seperti pemberian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, penyuluhan kesehatan, serta pembinaan anak-anak dan remaja. Kegiatan-kegiatan ini menciptakan ikatan solidaritas sosial yang kuat di antara yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Foto pembagian sembako kepada umat kristen dan islam di desa alila timur Pemeliharaan Budaya Lokal: Meskipun dipengaruhi oleh agama-agama besar, kedua tempat ibadah ini tetap menjaga dan mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal. Di Gereja Ismail, misalnya, terdapat tradisi musik gereja yang menggabungkan elemen-elemen musik tradisional Alor, sementara di Masjid Isak, kegiatan keagamaan tetap melibatkan unsur-unsur budaya lokal dalam pelaksanaan ibadah. Pengaruh Gereja Ismail dan Masjid Pengaruh Gereja Ismail dan Masjid Isak terhadap masyarakat Alila Timur sangat besar, terutama dalam hal pembentukan identitas sosial dan budaya Keduanya tidak hanya berperan dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam membangun jaringan sosial yang saling mendukung. Kegiatan Sosial: Kehadiran gereja dan masjid ini mempererat hubungan antarwarga, menciptakan suasana kehidupan sosial yang harmonis meskipun ada perbedaan agama. Melalui berbagai acara keagamaan dan sosial, seperti perayaan hari besar agama, masyarakat dapat saling berinteraksi dan memperkuat rasa kebersamaan. Pengaruh terhadap Ekonomi Lokal :seperti pertukaran barang . dari masyarakat di pesisir pantai,dengan masyarakat yang berada di derah Pengaruh terhadap Pendidikan: Pengaruh besar juga terlihat dalam bidang Gereja Ismail dan Masjid Isak berperan dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan agama. Masyarakat Alila Timur menjadi lebih terbuka terhadap pentingnya pendidikan dan nilai-nilai agama sebagai landasan moral dalam kehidupan sehari-hari. KESIMPULAN yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Gereja Ismail dan Masjid Isak di Desa Alila Timur. Kecamatan Kabola. Kabupaten Alor, merupakan simbol kerukunan antar umat beragama. Gereja ini dibangun pada tahun 1949 oleh warga Muslim untuk mendukung komunitas Kristen yang sedikit jumlahnya. Keduanya mencerminkan hubungan kultural yang telah terjalin lama, di mana masyarakat saling membantu dalam pembangunan rumah ibadah. Gereja Ismail dan Masjid Ishak memberikan peran dalam pendidikan dan pembinaan moral, kerukunan antarumat beragama, kegiatan sosial,dan pemeliharaan budeaya lokal serta dapat memberikan pengaruh yang baik seperti kegiatan sosial, pengaruh terhadap ekonomi lokal,dan pengaruh terhadap pendidikan. SARAN Saran kekeluargaan,toleransi, serta meningkatkan nilai persatuan dan kesatuan dalam umat beragama pada masyarakat tanpa membedah bedahkan satu dengan yang lain. Saran bagi Pemerintah Desa Untuk tetap menjaga dan mempertahankan hubungan kekeluargaan antar sesama umat beragama seta perlu diperhatikan dengan serius dalam hal pemeliharaan dan pelestariannya. Pemerintah desa juga dapat bekerja sama dengan pihak terkait, seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, untuk memperoleh bantuan dalam pemeliharaan fisik bangunan serta penataan kawasan sekitar agar tetap mempertahankan nilai sejarah dan budaya yang ada. Saran bagi Masyarakat Alila Timur dan Masyarakat Kabupaten Alor Untuk Masyarakat lokal diharapkan untuk terus menjaga hubungan baik antar pemeluk agama, mempererat silaturahmi, dan menyelenggarakan kegiatan bersama, seperti perayaan hari besar agama yang dilakukan secara bergotong royong. Kerukunan ini sangat penting dalam mewujudkan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan untuk masyarakat kabupaten alor diharapkan untuk lebih mengenal dan menghargai sejarah Gereja Ismail dan Masjid Isak sebagai bagian dari warisan budaya dan agama yang ada di daerah ini. yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Kesadaran akan pentingnya sejarah ini dapat memperkuat identitas budaya Kabupaten Alor, serta membantu menjaga dan melestarikan keberagaman yang ada. UCAPAN TERIMAKASIH Dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kami panjatkan terima kasih atas selesainya jurnal ini yang tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada dosen mata kuliah senibudaya daerah bapak Petrus Mau Tellu Dony atas arahan, ilmu, dan kesabarannya selama proses penyusunan jurnal ini . ucapan yang sama pula kami sampaikan kepada pemerintah desa yang telah menerima kami untuk melakukan penelitian ini . narasumber bapak Yohanis Mali ,Bapak Baajir M. Lobang,dan Bapak Ahmaad Duka yang dengan ikhlas berbagi informasi dan wawasan berharga. dan juga bagi teman-teman kelompok yang telah bekerja sama dengan penuh semangat dan tanggung jawab . DAFTAR PUSTAKA