JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 3. September 2024 PELATIHAN KETERAMPILAN INTERPERSONAL SKILL PADA SISWA DIKTUK BA POLRI DALAM MEMBENTUK POLISI MAHIR. TERPUJI. PATUH HUKUM. DAN UNGGUL DI SPN POLDA JABAR Rahmat1. Ansori2. Novi Widiastuti3 1,2,3 IKIP Siliwangi. Cimahi. Jawa Barat. Indonesia rkanghaji@gmail. com, 2 ansoryalb@ikipsiliwangi. id, 3 noviwidiastuti@ikipsiliwangi. Received: Mei, 2024. Accepted: September, 2024 Abstract Interpersonal Skill is a skill that is inherent in every person in contact with the community . oth individuals and group. including for Diktuk Polri students. This study aims to examine the impact of Interpersonal Skill training on students. This research uses descriptive analysis method with qualitative This descriptive method is used to describe the results of research that has been found from the field and analyzed using several relevant theories. This research was conducted at SPN POLDA West Java which is located at Jambudipa. Cisarua. Jambudipa. Kec. Cisarua. West Bandung Regency. West Java 40551. with participants namely 150 Diktuk BA Polri students. The results of this study are that Interpersonal Skill training can form proficient, commendable, law-abiding and superior policemen with the evaluation results of the training which show 11 students scored below or equal to 60 with a sufficient predicate and a percentage of 7. 3%, 50 students scored 75-80 with a good predicate percentage of 33. 3%, 53 students scored 81-85 with a satisfactory predicate and a percentage of 35. and finally 36 students scored above or equal to 86 with a very satisfactory predicate and a percentage when viewed as a whole students have achieved skills. when viewed as a whole, students have achieved Interpersonal Skill skills satisfactorily, and this is expected to realize police human Keywords: Interpersonal Skill. Police. Training. Abstrak Interpersonal Skill menjadi keterampilan seseorang yang melekat pada setiap pribadi dalam persentuhannya dengan masyarakat . aik individu maupun kelompo. termasuk bagi para siswa Diktuk Polri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak dari pelatihan keterampilan Interpersonal Skill Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Metode deskriptif ini digunakan untuk mendeskripsikan hasil dari penelitian yang telah ditemukan dari lapangan dan dianalisis dengan menggunakan beberapa teori yang relevan. Penelitian ini dilaksanakan di SPN POLDA Jawa Barat yang beralamat di Jambudipa. Cisarua. Jambudipa. Kec. Cisarua. Kabupaten Bandung Barat. Jawa Barat 40551. dengan partisipan yaitu 150 siswa Diktuk BA Polri. hasil dari penelitian ini yaitu pelatihan keterampilan Interpersonal Skill dapat membentuk polisi yang mahir, terpuji, patuh hukum dan unggul dengan hasil evaluasi dari pelatihan yang menunjukan11 orang siswa memperoleh nilai dibawah atau sama dengan 60 dengan predikat cukup dan persentase 7,3%,50 orang siswa memperoleh nilai 75-80 dengan predikat baik presentase 33,3%, 53 orang siswa memperoleh nilai 81-85 dengan predikat memuaskan dan persentase 35,3% dan terakhir 36 siswa memperoleh nilai diatas atau sam dengan 86 dengan predikat sangat memuaskan dan presentase 24,0%. jika dilihat secara keseluruhan siswa telah mencapai keterampilan Interpersonal Skill dengan memuaskan, dan hal tersebut diharapkan dapat mewujudkan SDM polri yang mahir, terpuji, patuh hukum dan unggul. Kata Kunci: Interpersonal Skill. Polri. Pelatihan. Volume 7. No. September 2024 pp 350-356 How to Cite: Rahmat. Ansori & Widiastuti. Pelatian Keteramilan Interpersonal Skill Pada Siswa Diktuk BA Polri Dalam Membentuk Polisi Mahir. Terpuji. Patuh Hukum Dan Unggul Di SPN Polda JABAR. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 350-356. PENDAHULUAN Pendidikan menjadi faktor terpenting dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia Indonesia seutuhnya. Pendidikan juga menjadi sarana yang sangat vital dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal itu sejalan dengan pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia . yang berpendapat bahwa pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tatanan. tingkah laku seseorang atau sekelompok orang dalam mendewasakannya melalui. upaya jenjang pendidikan dan pelatihan. Pendidikan merupakan usaha yang sengaja diadakan, baik langsung maupun tidak langsung, untuk membantu manusia dalam perkembangannya mencapai kedewasaan tersebut. Disinilah pendidikan menjadi substansi menjadi peran yang sangat penting dalam mengantarkan seseorang ke gerbang ilmu pengetahuan dan teknologi (Branata 2. Pelatihan juga termasuk bagian dari sistem pendidikan. Pendidikan nasional terdiri atas tiga subsistem yaitu subsistem pendidikan formal,informal, dan non formal. Dalam rangka memberikan bekal kepada masyarakat untuk ikut bersaing di bidang ketenagakerjaan dan untuk meningkatkan pendapatan. Salah satu awal dari jenis pendidikan non formal adalah pelatihan, kegiatan pelatihan memberikan manfaat yang cukup besar bagi peserta pelatihan apabila dikelola dengan baik (Efendi, 2. Pada hakikatnya pelatihan merupakan pemberian pengalaman kepada seseorang untuk mengembangkan tingkah laku dalam hal ini pengetuan , skill dan sikap agar mencapai sesuatu yang diinginkan (Robinson, 1. Keberhasilan tugas Polri banyak ditentukan oleh tingkat kompetensi yang dimiliki oleh setiap personel, meliputi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku . nowledge, skill dan attitud. terutama dari unsur pimpinan secara berjenjang yang ada di kesatuan. Untuk memacu perubahan pola pikir . ind se. dan budaya kerja . ultur se. serta meningkatkan kompetensi di bidang manajemen dilakukan pelatihan manajemen yang dimulai dari lingkungan Lembaga Pendidikan Polri pada masing-masing tingkat pendidikan (Perkap No. 5 Tahun 2008 BAB II Pasal . Anggota Polri biasanya mengambil jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena untuk pengembangan karier dan siap untuk terjun ke dunia Internasional. Pada Perkap No 14 tahun 2015 tentang Sistem Pendidikan Polri dijelaskan pada Bab II Jalur. Jenis dan Jenjang Pendidikan Bagian Kedua tentang Jenis dan Jenjang Pendidikan pasal 21 ayat . disebutkan bahwa pelatihan Polri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf c, dengan jenjang meliputi. Tamtama Polri/PNS Gol I. Bintara Polri/PNS Gol II. Perwira Pertama Polri/PNS Gol i. dan d. Perwira Menengah Polri/PNS Gol IV. Ay Dan ayat . disebutkan bahwa Jenis Pelatihan terdiri dari. pelatihan perorangan, yaitu kegiatan pelatihan untuk membentuk kemampuan dan keterampilan perorangan yang harus dimiliki oleh setiap anggota Polri. pelatihan fungsi, yaitu pelatihan yang dilaksanakan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan fungsi sesuai dengan bidang tugasnya. dan c. pelatihan kesatuan, yaitu pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan fungsi dalam organisasi Polri secara terpadu baik di tingkat Pusat maupun kewilayahan/Polda. Sekolah Polisi Negara (SPN) adalah sekolah kepolisian dimana para calon anggota polri akan dididik selama beberapa bulan yang telah ditentukan dimasing Polda di Indonesia. Disinilah Bumi Kandung para calon penerus Polri dididik dan ditempa untuk menjadi pribadi Polri yang memiliki sifat mahir, terpuji, dan patuh hukum. Berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2009 tentang pokok-pokok penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di Sekolah Polisi Negara, mengatakan bahwa Sekolah Polisi Negara 352 Rahmat. Ansori & Widiastuti. Pelatihan Keterampilan Interpersonal Skill Pada Siswa Diktuk BA Polri Dalam Membentuk Polisi Mahir. Terpuji. Patuh Hukum Dan Unggul Di SPN Polda JABAR merupakan unsur pelaksana untuk menyelenggarakan pendidikan pembentukan Brigadir Polisi . aat ini Bintara Polr. dan pelatihan sesuai program / kebijakan pimpinan. Dalam lingkungan Polri terdapat pelatihan untuk meningkatkan keterampilan Interpersonal Skill yang masuk kedalam kategori Program pelatihan menajemen . anagement trainin. level I. Program Pelatihan Management Training adalah suatu pelatihan dalam bidang manajemen yang dilaksanakan secara terprogram sesuai dengan tingkatan manajemen dalam organisasi Polri. Prinsip penyelenggaraan pelatihan manajemen Polri adalah: . berjenjang dan . berorientasi pada tujuan dan sasaran pelatihan. pembelajaran orang . terprogram dan terencana. learning by doing dan learning by experience. Penyelenggaraan pelatihan manajemen digolongkan ke dalam masing- masing tingkat pendidikan dan memiliki persyaratan umum yaitu: peserta pelatihan adalah peserta didik sesuai dengan penggolongan pendidikan Polri (Paring, 2. Interpersonal Skill merupakan keterampilan seseorang yang melekat pada setiap pribadi dalam persentuhannya dengan masyarakat . aik individu maupun kelompo. , yang dalam perwujudannya akan menampilkan sikap, tingkah laku dan perbuatan yang mencerminkan keakuratan dalam menunjang pelaksanaan tugas. Keterampilan dasar perorangan ini, meliputi keterampilan mengamati . bserving skil. keterampilan menggambarkan . escribing skil. keterampilan mendengarkan . istening skil. keterampilan bertanya . uestioning skil. keterampilan meringkas . ummarizing skil. keterampilan memberi dan menerima umpan balik . eed back skil. Yang apabila selalu dilatihkan, dihayati dan dilaksanakan, serta diupayakan menginternalisasikannya dalam sikap, tingkah laku dalam perbuatan sehari-hari, akan menjembatani atau menjadi landasan pengembangan keterampilan selanjunya. Interpersonal Skill merupakan keterampilan interpersonal yang mengacu pada perilaku seseorang, cara berkomunikasi baik verbal dan non verbal, serta kompetensi membangun hubungan dengan orang lain (Febrianita & Hardjati, 2. Pelatihan Interpersonal Skill menjadi sebuah keharusan karena menjadi bagian dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Polri yang merupakan salah satu syarat dalam menjaga kesinambungan dan kemajuan organisasi baik di bidang pengetahuan, sikap dan Pembangunan SDM Polri diarahkan kepada lebih terciptanya kekuatan yang bersih, mahir, terpuji dan patuh hukum sebagaimana yang telah dicanangkan dalam kebijaksanaan Pimpinan Polri sebagai insan yang mengemban tugas Pelindung. Pengayom dan Pelayan Masyarakat serta Penegak Hukum (Puspitasari, 2. Hal yang dianggap paling mendasar adalah melakukan perubahan filosofi pendidikan AuDwi Warna Purna Cendikia WusanaAy yang akan melahirkan prajurit pejuang menjadi polisi sipil yang Aumahir, terpuji dan patuh hukumAy. METODE Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Metode deskriptif ini digunakan untuk mendeskripsikan hasil dari penelitian yang telah ditemukan dari lapangan dan dianalisis dengan menggunakan beberapa teori yang relavan. Analisis dalam penelitian ini digunakan untuk menemukan kebaruan data sebuah penelitian (Sugiyono, 2. Metode tersebut dipilih karena peneliti bermaksud mendeskripsikan hasil penelitian di lapangan dan memaparkan hasil analisis unsur-unsur yang relevan sesuai dengan data yang Diharapkan penelitian ini dapat menjabarkan dampak pelatihan ketrampilan Interpersonal Skill pada siswa Diktuk BA Polri. Semua jenis penelitian baik penelitian kuantitatif maupun penelitian kualitatif, tentunya melibatkan partisipan dalam penelitiannya. Kedudukan partisipan sendiri didalam penelitian dapat berperan sebagai narasumber atau informan, yang Volume 7. No. September 2024 pp 350-356 tentunya mengetahui persis keberadaan fokus penelitian yang dilakukan. Adapun yang terlibat sebagai partisipan dalam penelitian ini, selain peneliti adalah siwa Diktuk BA Polri. Penelitian ini dilaksanakan di SPN POLDA Jawa Barat yang beralamat di Jambudipa. Cisarua. Jambudipa. Kec. Cisarua. Kabupaten Bandung Barat. Jawa Barat 40551. partisipan dari penelitian ini yaitu 150 siswa Diktuk BA Polri. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses Pelatihan Keterampilan Interpersonal Skill Penyelenggaraan pelatihan manajemen Polri dilaksanakan melalui tahapan. pengawasan dan pengendalian pelatihan. Setiap penyelenggaraan pelatihan manajemen harus mengacu kepada kurikulum dan kalender pendidikan dengan mekanisme pelaksanaan pelatihan manajemen sebagai berikut: melaksanakan koordinasi dengan fungsi terkait. memaparkan rencana pelatihan oleh anggota yang ditunjuk kepada penanggung jawab pelatihan. pengecekan kesiapan pelatihan. adanya kesiapan pelatihan, dikeluarkan keputusan pelaksanaan pelatihan oleh Kasatker. pelaksanaan pelatihan. Sebelum dilakukan pelaksanaan pelatihan, penanggung jawab pelatihan dan TOT melaksanakan briefing dan debriefing mengenai: jadwal pelatihan. materi pelatihan. proses pelatihan. hambatan dan solusi pelaksanaan pelatihan. Dalam proses belajar yang benar. Seseorang selain mendapat ilmu pengetahuan, juga harus melatih untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya tersebut, sehingga menjadi terampil dan mampu bertindak sesuai dengan yang didapat ataupun dikehendaki oleh ilmu pengetahuan tersebut. Dengan demikian dari proses belajar ini akan ditemui adanya perubahan sikap hidup / perilaku seseorang kearah yang lebih baik. Perubahan sikap hidup / perilaku ini akan dipengaruhi oleh pengalaman yang pernah dialami, atau melalui pengalaman yang pernah dialaminya, atau melalui pengalaman orang lain yang didengarnya, melalui proses mengingat Pembelajaran menggunakan metode yang bervariasi sesuai dengan tujuan pembelajaran, dan kompetensi yang akan dicapai meliputi tanya jawab yang bertujuan untuk merangsang peserta didik untuk melatih dan mengembangkan daya pikir termasuk daya ingatan. keberanian dan keterampilan peserta didik dalam menjawab dan mengemukakan pendapat. selain itu ada diskusi yang bertujuan untuk merangsang kreativitas peserta didik dalam bentuk ide, gagasan. prakarsa dan terobosan baru dalam pemecahan suatu masalah. sikap menghargai pendapat orang lain. memperluas wawasan. membina agar terbiasa mengadakan musyawarah untuk mufakat dalam memecahkan suatu masalah. Ketiga menggunakan metode pemecahan masalah yang bertujuan untuk membuat pendidikan menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja. membiasakan peserta didik menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil. merangsang pengembangan kemampuan berfikir peserta didik secara kreatif dan menyeluruh, karena dalam proses pembelajaran peserta didik banyak menyoroti permasalah dari berbagai segi dalam rangka mencari pemecahannya dan terakhir menggunakan metode penugasan. dengan menyajikan materi pelajaran dengan cara pendidik memberikan tugas tertentu agar peserta didik melaksanakan kegiatan belajar serta mempertanggungjawabkan pekerjaan yang dihasilkan berupa tugas mengerjakan soal, meringkas bacaan, meneliti atau mengamati, bertujuan merangsang peserta didik dalam melakukan aktivitas belajar individual maupun kelompok. mengembangkan kemandirian peserta didik diluar pengawasan tenaga pendidik. tanggung jawab dan disiplin peserta didik. mengembangkan kreativitas peserta didik. 354 Rahmat. Ansori & Widiastuti. Pelatihan Keterampilan Interpersonal Skill Pada Siswa Diktuk BA Polri Dalam Membentuk Polisi Mahir. Terpuji. Patuh Hukum Dan Unggul Di SPN Polda JABAR Hasil Pelatihan Keterampilan Interpersonal Skill Keterampilan Interpersonal Skill ini meliputi keterampilan mengamati . bserving skil. Keterampilan mengamati, merupakan salah satu bentuk keterampilan yang mutlak harus dimiliki anggota polri, terutama hal ini dikaitkan dengan tugasnya. Istilah pengamatan banyak dikenal sebagai salah satu metode yang sering digunakan dalam rangka penelitian. keterampilan menggambarkan . escribing skil. yang dimaksud dengan keterampilan menggambarkan / menjelaskan disini, dapat diartikan sebagaisSuatu keterampilan dari seseorang, untuk membayangkan, melukiskan, atau menceritakan tentang sesuatu baik objek, maupun peristiwa . , yang merupakan hasil dari pengamatannya, yang disampaikan dalam bahasa lisan, tulisan ataupun simbol-simbol. Sehingga orang lain jelas/mengerti tentang apa yang disampaikannya. keterampilan mendengarkan . istening skil. yang dimaksud dengan keterampilan mendengarkan disini yaitu suatu keterampilan yang dimiliki oleh seseorang, untuk menangkap atau menyerap suara . dengan menggunakan indera telinga secara teliti dan cermat, sehingga mampu menyampaikannya secara benar. keterampilan bertanya . uestioning skil. yang dimaksud dengan keterampilan bertanya disini, dapat diartikan sebagai suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang, untuk meminta keterangan atau penjelasan kepada seseorang, untuk mendapatkan informasi tentang apa yang belum diketahui ataupun belum dimengertinya. keterampilan meringkas . ummarizing skil. dapat diartikan sebagai suatu keterampilan yang dimiliki oleh seseorang, untuk memendekkan cerita, pembicaraan, berita / informasi, laporan dan sebagainya, dengan cara mengambil intisarinya saja, tanpa mengurangi arti dan maksud dari pada cerita, pembicaraan, berita/ informasi ataupun lampiran keterampilan memberi dan menerima umpan balik . eed back skil. yang dimaksud dengan keterampilan memberikan umpan balik disini, yaitu suatu kemampuan/keterampilan yang dimiliki oleh seseorang untuk menyampaikan sesuatu hal kepada orang lain,entang apa yang diihat, atau didengar dari tindakan orang tersebut, sehingga apa yang disampaikan itu dapat dijadikan perangsang atau pendorong bagi orang tersebut, untuk dapat melakukan tindakan yang lebih baik diwaktu yang akan datang. Dari pelatihan yang sudah dilakukan kepada 150 siswa diperoleh hasil akhir sebagai berikut : Tabel 1. Perolehan Nilai Akhir Siswa Nilai Kategori Frekuensi <60 Cukup Baik Memuaskan > 86 Sangat Memuaskan Jumlah Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa 11 orang siswa memperoleh nilai dibawah atau sama dengan 60 dengan predikat cukup dan persentase 7,3%,50 orang siswa memperoleh nilai 75-80 dengan predikat baik presentase 33,3%, 53 orang siswa memperoleh nilai 81-85 dengan predikat memuaskan dan persentase 35,3% dan terakhir 36 siswa memperoleh nilai diatas atau sam dengan 86 dengan predikat sangat memuaskan dan presentase 24,0%. jika dilihat secara Volume 7. No. September 2024 pp 350-356 keseluruhan siswa telah mencapai keterampilan Interpersonal Skill dengan memuaskan, dan hal tersebut diharapkan dapat mewujudkan SDM polri yang mahir, terpuji, patuh hukum dan Dampak Pelatihan Keterampilan Interpersonal Skill Mengacu pada Filosofi Pendidikan Polri yang dituangkan dalam Surat Keputusan Kapolri No. Pol. : 88/XI/2003, tujuan ideal yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan pendidikan Polri termasuk dalam pendidikan Intelkam adalah menghasilkan SDM Polri yang: . Mahir: wujud tingkat keahlian tertentu pada setiap fungsi Kepolisian, dan mampu sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta penegakan hukum, sehingga menjadi sosok Polri yang memiliki kepribadian unggul yang efektif dan mampu melaksanakan tugasnya dengan . Terpuji: wujud etika moral yang mencerminkan ketakwaan, kesusilaan, yang tumbuh dari hati nurani, dan menghayati nilai-nilai Pancasila. Tri Brata, dan hukum yang Karakter terpuji merupakan hasil yang terungkap dalam sikap dan perilaku prositif sehingga dapat menjadi panutan. Patuh Hukum: wujud kesanggupan untuk berkorban dalam pelaksanaan tugasnya untuk mengabdi pada masyarakat, bangsa, dan negara dengan komitmen adanya kemauan keras untuk mengerti, menghayati, dan mengamalkan semua peraturan dan perundang-undangan dan adat istiadat setempat dan tunduk kepadanya. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan kegiatan pelatihan keterampilan Interpersonal Skill ini menjadi salah satu awal dari jenis pendidikan non formal yang dibawah naungan Polri. kegiatan ini memberikan memberikan manfaat yang cukup besar bagi peserta pelatihan karena dikelola dengan baik dengan hasil akhir pembelajaran dari 150 siswa menunjukan rata-rata hasil yang sangat memuaskan. Interpersonal Skill dibutuhkan oleh semua individu baik dalam kehidupan pribadi, organisasi, perkuliahan maupun ketika memasuki dunia pekerjaan. Elemen dalam interpesonal skill yang sangat berperan adalah kemampuan komunikasi serta kematangan emosi untuk dapat beradaptasi dalam lingkungan, komitmen kerja, serta berdamppak pada polisi yang mahir,terpuji, patuh hukum dan unggul. DAFTRA PUSTAKA Branata SA. Pendidikan Anak-anak Terbelakang. Bandung. Masa Baru Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.