Aksiologiya Aksiologiya:: Jurnal JurnalPengabdian PengabdianKepada KepadaMasyarakat Masyarakat Vol. No. Mei 2021 Hal 203 - 208 Vol. No. Februari 2020 Hal 131 Ae 137 ISSN2528-4967 dan danISSN ISSN2548-219X 2548-219X. ISSN Peningkatan Produktivitas Pupuk Kompos Bioaktivator Penerapan Project Based Learning Meningkatkan Bahan Baku Limbah Organik Rumah Tangga Kemampuan Guru-Guru Sekolah Dasar Sidoarjo dalam Menulis Mellyta Uliyandari . EmiliaCerita Candrawati Kreatif Anak2. Nurlia Latipah3 Prodi Pendidikan IPA FKIP Universitas Bengkulu Prodi IPA 1IAIN Bengkulu AriTadris Setyorini . Masulah Email: mellytauliyandari@unib. FKIP, Universitas Muhammadiyah Surabaya Email: arisetyorini@fkip. um-surabaya. , mmasulah@gmail. emiliacandrawati@unib. , nurlialatipah@iainbengkulu. ABSTRAK Pertanian ramah lingkungan masih melatih menjadi guru-guru prioritas bagi Pengabdian ini bertujuan dasar untuk dapat program kreatif sastra anak. Pelatihan ini sejalan dengan gerakan dan nasional, yang ini dilakukan dengan masyrakat tujuan untuk salah satunya tinggi adalah dalam sastra, di Pengabdian tingkat sekolah Pengabdian limbahSidoarjo. organik Setiap rumah sekolah bermitra dengan lima sekolah di bawahdengan Muhammadiyah Biokativator. Sasaran dua guru kreatif dalam yang dilaksanakan Kelompok Wanita 2019. Tani (KWT) Nila KWT Nila 6E dan KWT Lahan Hijau di RT. Juli hingga September Kegiatan Project Based Learning RW. Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu mana guru dilibatkan untuk membuat proyek penulisan karya sastra anak. Proses pelatihan sebanyak 45 orang. Metode terdiri dari 4 tahapan terdiri dari 16 jam tahapSesi luring tahap dan 32observasi, jam sesi tahap luring Hasilnya yang dihasilkan cukup bagus, ada ulat kreatif atau belatung, terlalu bau. dasar peserta dan sastra Sedangkan kompos dengan demikian sangat cocok untuk diaplikasikan pada pertanian. online memfasilitasi untuk mengirimkan dan mengkonsultasikan draf cerita mereka pada tim Selain daun, dari kegiatan ini juga dihasilkan cair organik yang merupakan sisa cairan yang kemudian balik untuk Menggunakan Setelahberhasil ini KWT Nila . akni 9 dari 10 pesert. KWT Nila cerita 6E dananak. KWT Lebih Lahan lanjut. Hijau dipara RT. RW. 01 Kelurahan Kecamatan Kampung menyatakanSumber bahwaJaya ini memberikan Melayu diharapkan dapat bagus dan manfaatKota bagiBengkulu mereka, mengenalkan akan kompos literasi dengan sastra dan jual tinggi. menulis sastra anak khususnya dalam bentuk cerita gambar dan cerita pendek. Kata organik rumah pupuk project Kata Kunci: bioaktivator. guru sekolah limbah sastra anak. based learning. Increasing the Productivity of Bioactivator Compost with Organic ABSTRACT Household Waste Raw Materials This community service aims to enhance elementary school teachersAo literary literacy skills through children literature creative writingABSTRACT The training project designed was in line with the need of the inclusion of literary literacy in formal education particularly in primary educational Environmentally friendly agriculture is still a five for local governments The program was conducted by partnering under theinmanagement it is expected to increaseEach and school high productivity in agriculture. This of Muhammadiyah Organizationin Sidoarjo. their representative carried writing out withprogram the aim which of realizing by utilizing to join the was held fromJuly until September The organicBased wasteLearning as raw material for teachers The targets writing of this employed Project in which the in children Womenprocedure Farmers Group (KWT)by Nila 4A. KWT Nila 6E and KWT Green Land16-hour in RT. Thethe was designed RW. Sumber Jaya Sub-district Kampung with a total offline Kelurahan creative writing and 32-hour online Melayu coachingBengkulu City The offline The conducted to build the teachersAo basic knowledge on creative writing and children literature. The stage,sessions the monitoring and the evaluation The result is thathem the based online coaching the participants to consultstage. their drafts and revise is quitefeedback. good, there are no caterpillars and does 90% not smell too much. Compost the facilitatorAos Measured by mastery or of participants . out of these characteristics is very suitable for application in agriculture. from foliar 10 participant. were successfully the writing Apart For more, the participants liquid for is the liquid on the compostagreed that also this program them towhich a bioactivator. After this KWT KWT 6E and KWT Green and their to create children likeNila book Nila and short Land at RT. 4 RW. 01 Kelurahan Sumber Jaya Sub-district Kampung Melayu City Bengkulu City are to be able to literature make bioactivator and highteacher selling power. Keywords: creative compost of elementary Keywords: bioactivator. household organic waste. Copyright A 2020. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Copyright A 2021. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. Mellyta Uliyandari. Emilia Candrawati. Nurlia Latipah/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 203 - 208 PENDAHULUAN Pertanian lingkungan masih menjadi prioritas bagi pemerintah daerah dalam pembangunan berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan produktivitas tinggi yang memperhatikan pasokan hara organik, minimalisasi penggunaan pupuk anorganik, perbaikan biota pengganggu tanaman (OPT) secara alami, dan diversifikasi tanaman (Wihardjaka, 2. Pertanian ramah lingkungan ini sebenarnya telah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia, meski masih ada daerah yang belum menerapkan sistem pertanian ini. Ketergantungan terhadap pupuk kimia makin tinggi, hal ini disebabkan karena biaya pembelian pupuk organik yang cukup mahal (Santoso, 2. Salah satu daerah dengan sistem pertanian yang masih menggunakan Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Di daerah itu, tanaman hortikultura mendominasi budidaya pertanian. Petani di Kelurahan Sumber Jaya lebih memilih menggunakan pupuk anorganik seperti Urea. ZA, dan NPK untuk memberikan nutrisi kepada tanaman budidaya. Permasalahannya, penggunaan pupuk anorganik/ kimia berkadar tinggi dapat mencemari tanah hingga merusak sistem ekologi Bioteknologi pertanian yang dapat membantu petani memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman diharapkan mengatasi ketergantungan terhadap penggunaan pupuk anorganik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan limbah/ sampah organik rumah tangga yang jumlahnya cukup banyak dan tidak termanfaatkan dengan baik sebagai pupuk kompos bagi tanaman. Limbah adalah sisa dari suatu usaha maupun kegiatan yang atau beracun yang karena sifat, konsentrasi, dan jumlahnya, baik yang secara langsung maupun tidak lingkungan, kesehatan, kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya (Putri, 2. Bahan yang sering ditemukan dalam limbah antara lain senyawa organik yang dapat terbiodegradasi, senyawa organik yang mudah menguap, senyawa organik yang sulit terurai (Rekalsitra. , logam berat yang toksik, padatan tersuspensi, nutrien, mikrobia patogen, dan parasit (Waluyo, 2. Berdasarkan asalnya, limbah/ sampah padat dapat digolongkan menjadi 2 . yaitu sebagai berikut Sampah organik, adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable. Sampah sampah yang dihasilkan dari bahanbahan non hayati, baik berupa produk sintetik maupun hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang. (Dahruji dkk, 2. Limbah organik adalah limbah yang dihasilkan dari bahan-bahan Mellyta Uliyandari. Emilia Candrawati. Nurlia Latipah/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 203 - 208 hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable. Limbah organik ini dapat diuraikan dengan mudah melalui proses alami. Beberapa jenis limbah yang termasuk ke dalam jenis limbah organik adalah limbah dari dapur, sisa-sisa makanan, pembungkus . elain kertas, karet dan plasti. , tepung,sayuran, kulit buah, daun dan ranting. Salah satu cara mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan dan juga mengurangi kapasitas limbah adalah dengan pengomposan. Pengomposan merupakan proses biologis terhadap sampah padat organik dalam kondisi aerobik ataupun anaerobik (Suatanti & Widyaningrum. Pengomposan secara alami membutuhkan waktu berkisar 6 bulan, namun dengan pemberian bioaktivator, pengomposan dapat berlangsung 2-3 minggu (Darmawati, 2. Bioaktivator dalam proses pengomposan yang banyak dipasarkan salah satunya yakni Effective Microorganism 4 (EM. Mikroorganisme yang terdapat dalam EM4 terdiri dari Lumbricus . akteri asam lakta. serta sedikit bakteri foto sintetik. Actinomycetes. Streptomyces ,dan ragi. Dengan menggunakan EM4, proses pengomposan dapat berlangsung selama 20 hari (Sahwan dkk, 2. EM4 dapat digunakan untuk pengomposan, karena mampu mempercepat proses dekomposisi sampah organik (Pandebesie & Rayuanti, 2. Secara umum ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengomposan yaitu . Pemisahan bahan : bahanbahan yang sekiranya lambat atau sukar untuk didegradasi/diurai, harus dipisahkan/diduakan, . Bentuk bahan : semakin kecil dan homogen bentuk bahan, semakin cepat dan baik pula proses pengomposan. Nutrien : untuk aktivitas mikroba di dalam tumpukan sampah memerlukan sumber nutrien Karbohidrat, misalnya antara 20% - 40%, . Kadar air optimum di dalam pengomposan bernilai antara 50 Ae 70% (Nunik & Arini, 2. Berdasarkan permasalahan di atas maka perlu diberikan pengetahuan dan pelatihan kepada KWT Nila 4A. KWT Nila 6E, dan KWT Lahan Hijau di RT. 4 RW. 01 Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu pembuatan kompos dengan pemberian bioaktivator EM4 untuk mengubah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos. Hal ini dikarenakan cara ini cukup mudah sehingga petani dapat melakukan kegiatan ini secara mandiri dan berkelanjutan. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pengabdian ini dilakukan pada pada tanggal 30 September 2019 di Balai Pertemuan Kelurahan Sumber Jaya Metode kegiatan pengabdian ini terdiri dari empat tahapan, yakni: Tahap Observasi Pada tahap ini wawancara dengan para peserta (KWT Nila 4A. KWT Nila 6E, dan KWT Lahan Hijau RT. 4 RW. 01 Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Mellyta Uliyandari. Emilia Candrawati. Nurlia Latipah/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 203 - 208 Melayu Kota Bengkul. untuk mengetahui jenis pupuk yang biasa mereka pakai dan sejauh mana pemahaman mereka tentang kompos bioaktivator. Penyuluhan Peserta diberikan pengetahuan tentang teknik pembuatan pupuk kompos dari limbah organik rumah tangga dengan pemberian bioaktivator EM4. Pada tahapan ini juga peserta diajak untuk mempraktekkan secara langsung cara pembuatan pupuk kompos dari limbah organik rumah tangga dengan pemberian bioaktivator EM4 dengan bimbingan dari tim fasilitator . im pengabdia. Tahap Monitoring Tahap ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana proses pembuatan kompos berlangsung, dengan melihat hasil dari proses pengomposan setelah dilakukan fermentasi selama 20 hari. Tahap Evaluasi Tahap evaluasi dilakukan dengan mengevalusi secara keseluruhan hasil yang didapat dan melakukan kelompok-kelompok KWT, guna membahas hal-hal yang belum jelas seputar pembuatan kompos dengan Bioaktivator. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan ini bertujuan untuk keterampilan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Nila 4A. KWT Nila 6E, dan KWT Lahan Hijau RT. 4 RW. Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu dalam membuat pupuk kompos yang berasal dari limbah organik rumah tangga dengan pemberian bioaktivator EM4. Pada penyuluhan diberikan informasi dan pengetahuan tentang jenis kompos, manfaat dan proses pembuatannya. Selain itu, peserta juga dikenalkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam membuat pupuk kompos dari limbah organik rumah tangga. Adapun alat yang digunakan antara lain ember dan tutupnya, pengaduk, gelas bekas air mineral, gelas ukur plastik, pisau,dan talenan sedangkan bahan yang digunakan antara lain sayuran yang merupakan limbah rumah tangga, air, dan bioaktivator EM4. Selama kegiatan penyuluhan, pengabdi memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya. Gambar 1. Kegiatan penyuluhan Tahap Pada tahap ini, peserta langsung praktek membuat pupuk kompos dengan dibimbing oleh Peserta terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan dan praktek terbimbing. Usai praktek Mellyta Uliyandari. Emilia Candrawati. Nurlia Latipah/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 203 - 208 membuat pupuk kompos, ember yang Di dalamnya sudah terdapat bahan sayur yang dicampur bioaktivator EM4 ditutup, kemudian dibawa ke sekretariat KWT Nila IVA. Proses fermentasi pupuk kompos ini diperkirakan selama 20 hari. Gambar 4. Pupuk Cair berbahan dasar limbah organik rumah tangga dengan bioaktivator EM4 Gambar 2. praktek terbimbing pembuatan pupuk kompos kepada anggota KWT Nila 4A Tahap monitoring dilakukan pada 21 Oktober 2019. Monitoring ini dilakukan setelah fermentasi pupuk kompos selesai. Tim pengabdi KWT untuk melihat pupuk kompos yang Hasil yang diperoleh pupuk kompos yang dihasilkan cukup bagus, tidak ada ulat atau belatung, serta tidak terlalu bau. Selain pupuk daun, dihasilkan juga pupuk cair organik dari proses tersebut, atau dalam hal ini kita kenal dengan pupuk cair organik. Gambar 3. Pupuk kompos berbahan dasar limbah organik rumah tangga dengan bioaktivator EM4 Tahapan terakhir adalah evaluasi yang dilakukan pada 23Oktober 2019. Pada tahap ini, pengabdi mendengarkan pertanyaan dari anggota KWT terkait proses fermentasi pupuk kompos. Pengabdi juga menjawab pertanyaan dan memberikan saran bagi anggota KWT untuk melanjutkan kegiatan pembuatan pupuk kompos berbahan dasar limbah organik rumah tangga. Anggota KWT merasa senang bisa dilatih membuat pupuk kompos karena ini sejalan dengan program desa mereka yakni menjadi kampung tematik yang diberi nama AuKampung RosellaAy. Dengan demikian, anggota KWT dapat membuat sendiri pupuk organik untuk mendukung pertumbuhan tanaman Rosella. Anggota KWT Nila 4A. KWT Nila 6E, dan KWT Lahan Hijau tidak hanya diberi keterampilan membuat pupuk kompos. Pengabdi juga memberikan pengetahuan kepada peserta untuk memproduksi pupuk kompos berbahan dasar limbah organik rumah tangga secara berkelanjutan. Dalam hal ini, peserta tidak hanya Mellyta Uliyandari. Emilia Candrawati. Nurlia Latipah/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 203 - 208 mengandalkan sayuran limbah rumah tangga dari anggota, melainkan bisa mengambil limbah sayuran di pasar. Hal ini karena lokasi tempat tinggal dan sekretariat KWT sangat dekat jaraknya dengan pasar tradisional di desa tersebut. Pupuk kompos yang dihasilkan nantinya bisa terdapat dalam dua jenis, padat dan cair. Untuk pupuk kompos padat dapat dikemas dalam karung sebelum dijual, sedangkan pupuk kompos cair dikemas dalam botol plastik ukuran 1 liter. SIMPULAN Adapun simpulan yang dapat pengabdian kepada masyarakat ini adalah Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Nila 4A. KWT Nila 6E, dan KWT Lahan Hijau di RT. Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu sudah mampu membuat pupuk kompos berbahan dasar limbah organik rumah tangga dengan biokativator EM4. DAFTAR PUSTAKA