Kognitif Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Volume- 4 No- 4 Halaman 1687 Ae 1696 ISSN 2776-9704 P-ISSN 2776-9984 https://doi. org/10. 51574/kognitif. Analisis Pemahaman Siswa terhadap Konsep Vektor Bidang dalam Pembelajaran Matematika Dwi Novita Sari. Nazwa Suhaila Dalimunthe. Siti Anggraini. Husnayani How to cite : Sari. Dalimunthe. Anggraini. , & Husnayani. Analisis Pemahaman Siswa terhadap Konsep Vektor Bidang dalam Pembelajaran Matematika. Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika, 4. , 1687 - 1696. https://doi. org/10. 51574/kognitif. To link to this artcle : https://doi. org/10. 51574/kognitif. Opened Access Article Published Online on 11 December 2024 Submit your paper to this journal Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika https://doi. org/10. 51574/kognitif. Volume 4. No 4. Oktober - Desember 2024, pp. 1687 Ae 1696 Analisis Pemahaman Siswa terhadap Konsep Vektor Bidang dalam Pembelajaran Matematika Dwi Novita Sari1. Nazwa Suhaila Dalimunthe2. Siti Anggraini3*. Husnayani Husna4 1,2,3,4 Program Studi Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan Article Info Article history: Received Oct 22, 2024 Accepted Dec 06, 2024 Published Online Dec 11, 2024 Keywords: Vektor Bidang Pemahaman Konsep Matematika ABSTRAK Berbagai masalah yang dirasakan bagi siswa ketika menyelesaikan masalah vektor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pemahaman siswa terhadap konsep vektor dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui tes tertulis, wawancara, dan observasi di kelas. Siswa MA Al Washliyah 22 Tembung yang berada di kelas XII adalah subjek penelitian. Tes kemampuan untuk memahami sistem matematis dan lembar soal terdiri dari tiga soal tentang vekor posisi, vektor kolom dan titik koordinat didalam bidang yang digunakan. Siswa bertanggung jawab atas hasil jawaban mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam konteks soal-soal yang lebih kompleks, sebagian besar siswa memiliki pemahaman yang cukup baik tentang konsep vektor di dalam bidang dan di dalam ruang. Berdasarkan hasil ini, guru harus menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan kontesktual dengan melibatkan siswa mereka. Mereka juga harus memberikan latihan yang menekankan kemampuan siswa untuk memahami konsep vektor di dalam bidang dan di dalam ruang. This is an open access under the CC-BY-SA licence Corresponding Author: Siti Anggraini. Program Studi Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan. Jl. Garu II A No. Harjosari I. Kec. Medan Amplas. Kota Medan. Sumatera Utara 20147 Email: anggrainisiti2004@gmail. Pendahuluan Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan pribadi yang berkulitas pula (Widiawati. Dalam pendidikan formal dan sisitem pendidikan Matematika merupakan mata pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan (Arini & Juliandi, 2. Pendapat lain mengatakan bahwa matematika adalah ilmu yang sangat penting dan meiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya gerakan pada mobil, gaya yang terjadi pada perahu dan lain sebagainya (Andayani & Amir, 2. Matematika merupakan pembelajaran yang memeberikan rasa AuketakutanAy terhadap peserta didik (Ryandi & Santri, 2. Matematika adalah salah satu pelajaran yang diajarkan di sekolah yang bermanfaat bagi kehidupan sehari- Dwi Novita Sari. Nazwa Suhaila Dalimunthe. Siti Anggraini. Husnayani hari karena berbagai masalah kehidupan sehari-hari dapat dimodelkan dalam matematika untuk kemudian dicari solusinya berdasarkan kaidah-kaidah yang terdapat dalam matematika (Wardhana & Lutfianto, 2. Maka dari itu, siswa dituntut untuk dapat menguasai mata pelajaran matematika. Matematika adalah bahasa simbolis yang fungsi praktisnya untuk mengekspresikan hubungan-hubungan kuantitatif (Winarsih, 2. Dalam pendidikan di indonesia kemampuan pemahaman siswa terhadap materi dilihat dari hasil tes dalam meyelesaikan soal (Lathfika. Sukarmin, & Surantoro, 2. Salah satunya bidang dalam matematika yang sering dijumpai ialah vektor. Vektor adalah besaran dengan nilai nominal dan arah. Jadi, vektor merupakan besaran dengan nilai nominal dan arah. Besaran dengan nilai nominal dan arah ini tentu memiliki simbol (Annisa & Hasanuddin, 2. Vektor adalah kombinasi dari suatu besaran dan suatu arah. Vektor merupakan salah satu konsep yang wajib dikuasai ( Harahap, et al. , 2. Menguasai vektor memberikan kemudahan bagi siswa dalam menentukan besar dan arah dari perpindahan sebuah objek yang bergerak. (Hamdani & Marlina, 2. Telah banyak penelitian yang dilakukan yang berhubungan dengan konsep vektor baik itu dari penjumlahan, pengurangan, maupun analisis vektor (Fahruddin, werdhiana, & Darsikin, 2. Telah diketahui bahwa vektor merupakan besaran yang memiliki arah. Pada pendapat lain dikatakan bahwa vektor adalah sesuatu yang mempunyai orientasi (Jumini & Munawaroh. Dalam mempelajari vektor ini siswa juga harus memahami konsep vektor. pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematis merupakan dua kemampuan yang sangat penting untuk dikembangkan (Suraji. Maimunah, & Saragih, 2. Hal itu dikarenakan pemahaman konsep merupakan pemahaman dasar dari penyelesaan suatu masalah. Proses pembelajaran konsep vektor disekolah dalam kenyataan yang ada, masih bersifat informatif (Suwarto & Purnami, 2. Pemahaman vektor yang baik dan benar akan memberi dampak pada pemahaman konsep topik-topik mekanika dengan baik diantaranya kinematika, dinamika partikel, dan dinamika Ketepatan penyelesaian permasalahan pada topik mekanika dipengaruhi oleh ketepatan dalam operasi vektor (Kurniawan. Saputri, & shoiqin, 2. Kemampuan siswa untuk memahami konsep vektor sangat mempengaruhi seberapa baik mereka menguasai materi vektor di kelas. Kurangnya penguasaan konsep, lemahnya keterampilan siswa dalam berhitung, serta anggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit menjadi faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar matematika siswa di kelas. Sebagian besar siswa tidak mampu dalam menyelesaikan soal penjumlahan vektor secara analitis disebabkan karena siswa tidak dapat menggambarkan penguraian semua vektor ke dalam komponennya (Sari. Suyatno, & Suasna, 2. Vektor memiliki banyak jenis salah satunya adalah vektor dalam bidang. Vektor dalam bidang merupakan vektor yang memiliki dua titik koordinat, dimana jika disambungkan antara satu titik dengan titik lainnya harus memiliki besaran dan arah. Vektor dalam bidang adalah vektor-vektor yang terletak pada bidang datar. Pada vektor dalam bidang terdapat perkalian titik koordinat pada vektor dan panjang vektor. Perkalian titik didefinisikan sebagai penjumlahan dari hasil perkalian entri-entri yang bersesuaian dari dua deret bilangan. (Produk Dua Titik Vekto. Sedangkan panjang vektor sama dengan jarak antara titik pangkal dengan titik ujung ( Winahyu, 2. Dari permasalahan tersebu, kami menyimpulkan bahwa penelitian ini berfokus pada analisis pemahaman siswa pada materi vektor dalam bidang, dengan sub pembahasan mengenai perkalian vektor dengan menggunakan jenis vektor baris dan vektor kolom, serta pembahasan mengenai panjang vektor. Penelitian ini penting dilakukan karena untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa MA Al Washliyah 22 pada materi vektor dalam bidang. Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika https://doi. org/10. 51574/kognitif. Volume 4. No 4. Oktober - Desember 2024, pp. 1687 Ae 1696 Metode Jenis Penelitian Penelitian kualitatif bertujuan untuk mengungkapkan fenomena secara holistickontekstual. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskripstif. Metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan secara lengkap suatu kejadian atau Pendekaan ini menampilkan data apa adanya tanpa manupulasi atau perlakuan lain. Instrumen penelitian berupa soal esai yang berjumlah 3 soal. Populasi dan Sampel Untuk penelitian ini, populasi yang menjadi sasaran adalah siswa dari MA Al Washliyah 22 Tembung. Kecamatan Percut Sei Tuan, yang terdiri dari tiga kelas, digunakan metode sampel ini dikenal sebagai probabilitas sampel. Metode pengambilan sampel ini dipilih karena beberapa alasan. Salah satunya adalah bahwa ruangan dengan sarana dan prasarana yang memadai adalah pilihan yang tepat. mempercepat waktu karena kondisi mereka sedang belajar mengajar dengan guru. 20 siswa dari kelas XII IIS-1 adalah sampel penelitian. Instrumen Tes kemampuan kognitif dan psikotes Penelitian ini menggunakan tes berbentuk soal-soal yang disusun untuk menguji siswa terhadap kemampuan kognitif dan psikotes. Soal-soal dalam tes ini yang dirancang mengacu pada indikator kemampuan kognitif dan psikotes yang telah disusun pada Tabel 1 Tabel 1. Deskripsi Tugas Tugas Karakteristik Tugas Tugas #1. Diketahui koordinat titik P. ,-. dan Q. Siswa harus memikirkan notasi dan symbol pada vektor posisi R adalah ycE = PQ, dimana titik Jika vektor posisi R adalah ycE = ycEycE. Tentukan titik koordinat P ( 2, -. dan Q ( 5, 3 ) . koordinat R! Tugas #2. Diketahui koordinat titik P Jika vektor posisi M adalah ycAE = ycEycE. Tentukan titik koordinat M! Tugas #3. Diketahui vektor ycaE = (Oe3. Oe. dan ycaE = (Oe5,. Tentukan . caE | dan . caE |! Siswa harus memikirkan notasi dan symbol pada vektor posisi M adalah ycAE = PQ, dimana titik Siswa harus memikirkan notasi dan symbol pada panjang vektor, dengan penentuan Panjang vektor dapat diselesaikan dengan rumus . caE | = Ooycu 2 yc 2 . jika diketahui vektor ycaE = (Oe3. Oe. dan ycaE = (Oe5,. Maka Panjang vektor . caE | dan . caE | Instrumen Indikator pencapaian untuk mendapatkan dikelompokkan menjadi 4 indikator seperti pada Tabel 2 Dwi Novita Sari. Nazwa Suhaila Dalimunthe. Siti Anggraini. Husnayani Tabel 2. Indikator pencapaian Indikator Pencapaian Hasil Pencapaian Pemahaman Konsep Pemecahan Masalah Penggunakan Notasi Dan Symbol Matematika Analisis Hasil Akhir Pengumpulan dan Analisis Data Tes kemampuan kongitif dan psikotes digunakan untuk mengumpulkan data. Tes ini diberikan sekali setelah peserta didik mengetahui vektor dalam bidang. Setelah itu, peserta didik mengerjakan tes kemampuan kongitif dan psikotes Hasil Penelitian Peneliti sudah melakukan uji tes tertulis kepada 20 siswa MA Al Washliyah 22 Medan Tembung. Uji tes tertulis ini berjumlah 3 butir soal dengan materi vektor dalam bidang yang diberikan kepada siswa. Setelah siswa selesai mengerjakan soal, peneliti mengumpulkan lembar jawaban dan memeriksa hasil jawaban setiap siswa dengan acuan skor yang telah ditentukan oleh peneliti. Acuan skor ditentukan dengan tingkat pemahaman siswa terhadap soal yang diberikan oleh peneliti. Untuk skor penilaian pemahaman siswa ada pada Tabel 3 Tabel 3. Skor Penilaian Pemahaman Siswa Indikator Pencapaian Pemahaman Siswa Skor Pemahaman Konsep Pemahaman Pemecahan Masalah Pemahaman Penggunaan Notasi dan Simbol Matematika Pemahaman Analisis Hasil Akhir Dengan acuan skor penilaian pemahaman siswa pada tabel tersebut, peneliti dapat menyimpulkan hasil skor dari jawaban setiap siswa seperti pada Tabel 4 Kode siswa Kode siswa Tabel 4. Hasil Skor Siswa Nomor soal Pemahaman 1,2,3,4 Nomor soal Pemahaman 1,2,4 Skor 40 40 100 = 60 Skor 40 40 80 = 53 Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika https://doi. org/10. 51574/kognitif. Volume 4. No 4. Oktober - Desember 2024, pp. 1687 Ae 1696 1,2,4 1,2,3,4 1,2,4 1,2,4 1,2,3,4 1,2,3,4 1,2,3,4 1,2,4 1,2,3,4 1,2,3,4 1,2,4 1,2,3,4 40 40 80 = 53 40 20 100 = 53 40 40 80 = 53 40 40 80 = 53 40 20 100 = 53 40 40 100 = 60 40 40 100 = 60 40 40 80 = 53 40 40 20 = 33 40 40 100 = 60 40 20 100 = 53 40 40 80 = 53 40 40 100 = 60 Dwi Novita Sari. Nazwa Suhaila Dalimunthe. Siti Anggraini. Husnayani 1,2,4 1,2,4 1,2,3,4 1,2,4 1,2,4 40 40 80 = 53 40 40 80 = 53 40 20 100 = 53 40 40 80 = 53 40 40 80 = 53 Dari hasil penilaian pemahaman siswa mengenai vektor dalam bidang dapat disimpulkan bahwa siswa yang mencapai nilai 60 berjumlah lima orang, siswa yang mencapai nilai 53 berjumlah 14 orang dan siswa yang mencapai nilai 33 berjumlah satu orang. Tingkat pemahaman siswa MA Al Washliyah 22 Medan Tembung tergolong cukup tinggi. Untuk memahami klasifikasi penilaian dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Rentang Skor Rentang Skor 0 < ycu < 40 40 < ycu < 70 70 < ycu O 100 Kategori Rendah Cukup Tinggi Pembelajaran matematika yang diajarkan disekolah secara umum simbol, rumus dan operasi hitung yang memerlukan pemahaman. Sampai saat ini matematika masih merupakan mata pelajaran yang memegang peran penting dalam dunia Pendidikan (Agustian, 2. Perkembangan ilmu teknologi yang berlangsung dengan cepat memberikan tantangan kepada individu dituntut untuk terus belajar dan menyesuaikan diri sebaik-baiknya. Peranan matematika dalam kehidupan sehari-hari sangat penting karena penguasaan terhadap matematika dapat membantu kita dalam berpikir logis, kritis, dan kreatif (Ardiyanti, 2. Berdasarkan pedekatan kualitatif, tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat pemahaman oleh siswa pada saat menyelesaikan masalah soal materi vektor bidang. Berdasarkan pada data yang telah dikumpulkan oleh peneliti dari 20 siswa kelas XII di MA Alwashliyah Tembung menunjukan bahwa siswa melakukan kesalahan dalam memahami, keterampilan proses dan penulisan jawaban akhir. Dari permasalahan ini peneliti membuat indikator pencapaian siswa menjadi berapa indikator yaitu pemahaman konsep, pemecahan masalah, penggunaan notasi dan simbol matematika dan analisis hasil akhir. Maka secara keseluruhan siswa dari kelompok tinggi, sedang, dan rendah kemampuan ketika menjawab soal yang telah diberikan. Pertama, subjek dalam penelitian ini belum mampu untuk memahami konsep yang harusnya diselesaikan pada saat menyelesaikan soal pada saat memahami tujuan Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika https://doi. org/10. 51574/kognitif. Volume 4. No 4. Oktober - Desember 2024, pp. 1687 Ae 1696 akhir soal setelah siswa membacanya. Kedua, subjek dalam penelitian ini cukup mampu dalam pemecahkan masalah dalam soal setelah mampu pemahaman konsep subjek harus memecahkan masalah dalam vektor bidang. Ketiga, subjek cukup memahami dalam penggunaan notasi dan simbol matematika untuk vektor bidang karena jika notasi dan simbol salah dalam jawaban hasil akhirnya bisa salah maka subjek harus benar-benar memahami notasi dan simbol matematika ini. Keempat, dalam analisis hasil akhir menurut peneliti sudah baik karena setiap jawaban yang diberikan siswa memiliki hasil akhir, tapi kekurangannya hanya dalam memastikan hasil akhir itu benar atau tidak. Simpulan Berdasarkan hasil analisis mengenai tingkat pemahaman siswa pada materi vektor dalam bidang melalui uji tes yang berjumlah 3 butir soal esai bahwa terlihat subjek lebih unggul pada pemahaman pemecahan masalah, dimana setiap soal memiliki penyelesaiannya. Pada pemahaman konsep, siswa juga cukup baik. Hal itu terlihat dari setiap penyelesaian soal diawali dengan konsep ataupun rumus penyelesaiannya. Pemahaman konsep merupakan dasar pemahaman yang harus dikuasai setiap siswa, sehingga pemahaman konsep sangat penting dalam penyelesaian suatu permasalahan dalam soal. Pemahaman yang sering dianggap remeh oleh siswa yaitu pada penggunaan notasi-notasi dan simbol matematika. Subjek sering kali menghilangkan atau melupakan notasi-notasi dan simbol-simbol yang berlaku, sehingga kebanyakan subjek yang tidak mengerti cara membaca notasi dan simbol matematika. Selanjutnya pada pemahaman analisis hasil akhir subjek sering tidak memperhatikannya. Pemahaman analisis akhir ini bertujuan untuk memastikan apakah jawaban sudah benar atau masih ada yang salah. Karena subjek banyak yang tidak melakukan analisis hasil akhir, jadi jawaban tes subjek banyak yang salah. Kesalahan yang terjadi seperti salah perhitungan. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti sangat menyarankan kepada para guru untuk lebih memperjelas mengenai pemahaman dalam menyelesaikan permasalahan pada soal yang ada. Mulai dari, pemahaman konsep yang menjadi dasar, kemudian pemecahan masalah yang komplit sehingga jawaban siswa sesuai dan tepat. Setelah itu penggunaan notasi dan simbol juga harus diajarkan kepada tiap siswa agar ketika siswa disuruh membaca notasi atau simbol tidak kewalahan. Selain itu, pemahaman analisis hasil akhir juga perlu diterapkan kepada siswa agar siswa lebih teliti dalam menyelesaikan permasalahan soal tersebut. Dengan menerapkan pemahaman-pemahaman tersebut, dapat menjamin pemahaman siswa meningkat. Dan pada penelitian ini, peneliti menyadari bahwa masih kurang dalam menganalisis kemampuan pemahaman siswa mengenai materi vektor. Sehingga peneliti sangat berharap pada penilitian selanjutnya bisa lebih kompleks dalam memaparkan tingkat pemahaman siswa Ma al Washliyah 22 Tembung pada materi vektor Konflik Kepentingan Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan Kontribusi Penulis Penulis Utama N. berpasitipasi baik dalam memhami gagasan penelitian yang disajikan dalam mengumpulkan data. dan D. N perkembangan teori, dan analisis data, juga pembahasaan hasil dan persetujuan hasil akhir karya. Semua penulis menyatakan bahwa versi final makalah ini telah dibaca dan disetujui. Total persentase kontribusi untuk konseptualisi, penyusunan, dan koreksi hasil jurnal ini adalah sebagai berikut: N. : 35%. : 35%. dan H. : 15%. Dwi Novita Sari. Nazwa Suhaila Dalimunthe. Siti Anggraini. Husnayani Pernyataan Ketersediaan Data Penulis [N. D ]dan [S. A ] menyatakan bahwa berbagi data tidak dapat dilakukan, karena tidak ada data baru yang dibuat atau dianalisis dalam penelitian ini. Referensi